US Treasury Yield kembali turun bersama melemahnya dolar AS sehingga memudahkan emas untuk naik lebih lanjut dan berada di zona resistance 2720-2726. Data retail sales yang relatif turun membuat dolar kembali tertekan, melanjutkan koreksinya pasca kenaikan di 6 minggu berturut-turut.
Retail sales kelompok control memang lebih kuat dari ekspektasi, 0.7% vs 0.4% sehingga menghapus beberapa kejutan dari angka utama yang lebih rendah, 0.4% vs 0.6% m/m. Data “control group” adalah data yang ikut mempengaruhi data GDP setiap kuartalnya.
Data lain seperti initial jobless claims naik lebih tinggi menjadi 217K, lebih tinggi dibanding ekspektasi 210K. Tapi klaim 4-mingguan turun sedikit ke 212.75K. Hal ini menggambarkan ketenagakerjaan yang tetap solid. Dan Indeks manufaktur Philadelphia naik tajam ke 44.3 dari -10.0 bulan sebelumnya, dan jauh lebih tinggi dibanding ekspektasi -5.
Gubernur Federal Reserve Christopher Waller berbicara di CNBC. Dia mengungkapkan optimismenya terhadap inflasi bulan Desember. Waller menyebutnya sebagai “sangat baik”. Meski indikator 12 bulan menunjukkan kemajuan terbatas pada inflasi secara keseluruhan, tapi 6 dari 8 bulan terakhir mengindikasikan inflasi mencapai target dan menunjukkan bahwa tren tersebut bisa berlanjut.
Waller menambahkan, jika data (inflasi) tetap mendukung, maka penurunan suku bunga bisa dipertimbangkan di paruh pertama tahun ini, dengan sekitar 3-4 penurunan yang mungkin terjadi, tergantung pada kondisi ekonomi. Hal ini ditangkap pasar sebagai sinyal dovish dari seorang Gubernur Fed. Secara umum, meskipun Waller mengakui adanya potensi kejutan seperti tahun lalu, dia tetap optimis disinflasi tetap akan berlanjut menuju target Fed 2%.
Dan khusus tenaga kerja, Waller mengatakan bahwa laporan yang kuat tersebut merupakan rebound dari data yang lebih lemah sebelumnya sehingga meskipun pasar tenaga kerja terlihat solid, tapi menurutnya tidak terlalu panas.
Sedangkan tarif, menurut Waller hal tersebut tidak mungkin menyebabkan efek inflasi yang signifikan. Waller menyebut dirinya mungkin lebih optimis dibandingkan beberapa koleganya di The Fed terkait tren inflasi.

Setelah berhasil menekan Israel untuk segera ke meja perundingan dan melakukan gencatan senjata dengan Hamas, kini AS tampaknya mengincar Rusia – Ukraina. Sebelumnya diketahui bahwa Trump menghubungi Netanyahu dan mengatakan dirinya ingin semua “segera selesai” sebelum pelantikan 20 Januari 2025. Hal tersebut membuat pembicaraan gencatan senjata antara Israel dan Hamas semakin intens dalam 1 minggu terakhir dan berujung pada kesepakatan gencatan senjata.
Periode 6 minggu pertama gencatan senjata adalah pelepasan sandera di Jalur Gaza, dan Israel secara bertahap menarik pasukannya. Meski sempat berubah di detik-detik dan hampir batal karena Israel menuduh Hamas tidak mau memenuhi persyaratan dalam kesepakatan, tapi terbaru PM Israel menyebut bahwa kesepakatan pelepasan sandera sudah disetujui dan Parlemen Israel akan melakukan voting di akhir pekan ini.
Beralih ke Rusia-Ukraina, calon Menteri Keuangan Trump, Scott Bessent menyarankan AS untuk mendorong sanksi lebih ketat terhadap minyak Rusia. Hal ini dilakukan untuk menekan Rusia segera masuk ke meja perundingan dengan Ukraina. Cara itu diyakini Bessent akan mampu membuat Rusia tidak memiliki pilihan selain mengikuti AS untuk melakukan kesepakatan gencatan senjata.
Namun demikian, beberapa pandangan menyoroti kemungkinan gagalnya cara tersebut memaksa Rusia. Vladimir Putin dikenal sebagai sosok yang cukup keras dan meskipun kedekatannya dengan Trump bisa membuka peluang untuk pembicaraan damai, tapi sikap Putin sulit ditebak dan kemungkinan akan bersikeras menolak.
Tidak ada data ekonomi yang terlalu signifikan berdampak pada pergerakan ataupun perubahan sentimen terhadap emas nanti malam. Kabar positif dari China tentang pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5% di kuartal 4 tahun 2024 membuat pasar optimis dengan rebound ekonomi China sehingga mendorong emas naik di sesi Asia karena ekspektasi permintaan domestik yang mulai pulih bertahap.
Dengan AS memasuki libur perayaan Martin Luther King di hari Senin, maka sentimen untuk emas sepertinya masih akan berlanjut hingga minggu depan, atau setidaknya hingga akhir pekan ini. Namun perkembangan geopolitik kemungkinan akan menarik untuk dicermati, apakah akan mendorong emas melebihi resistance November dan Desember 2024 (area 2721-2726) atau justru berbalik turun.
Angka retail sales yang lebih tinggi dari perkiraan akan membuat emas berpotensi kembali turun. Sedangkan angka retail sales yang lebih rendah dari perkiraan bisa membuka kembali kenaikan yang lebih tinggi untuk emas.
Meski demikian, tidak akan terkejut jika retail menunjukkan angka yang lebih tinggi. Hal ini dikaitkan dengan musim belanja liburan di bulan Desember kemarin sehingga kenaikan lebih disebabkan oleh kondisi musiman.
Kami masih menilai 3 faktor yang kemungkinan masih mendukung kenaikan emas atau membatasi penurunan emas, seperti : minat/pembelian emas oleh bank sentral yang masih berlanjut, ketidakpastian ekonomi dan ketidakpastian geopolitik, sehingga penurunan diperkirakan akan relatif terbatas.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup bullish setelah kenaikan berhasil tembus 2700 dan sentuh level 2724, zona resistance yang sejak 12 Desember 2024 menjadi resistance yang cukup kuat. Kenaikan kemungkinan masih dominan dan akan lebih dominan jika berhasil melewati zona 2726 tersebut.
Secara umum, tren masih cenderung naik setelah 3 data ekonomi terakhir dari AS (PPI, CPI dan retail sales) cenderung menunjukkan angka yang lebih rendah dari perkiraan. Namun secara teknis, kegagalan tembus 2726 akan membuka peluang rejection kembali terjadi seperti 25 Nov dan 12 Des 2024, dan hal ini akan membuka peluang turun kembali ke zona 2650-2660an. Sebaliknya, jika berhasil tembus, maka peluang 2749 dan 2758 akan dilirik sebagai target terdekat berikutnya.

Di H4, penurunan tertahan, dan kembali level low menunjukkan area yang lebih tinggi dibanding low sebelumnya (higher low), 2689.86 vs 2669.19, sedangkan high cenderung lebih tinggi (higher high) sehingga secara teknis mengindikasikan sedang berada dalam jalur kenaikan.
Area 2697 yang sebelumnya sebagai resistance, kini berperan sebagai support. Secara teori, penurunan di bawah 2697 berarti menandakan kenaikan yang sudah selesai, atau bahkan mengindikasikan koreksi yang berlanjut lebih rendah. Sebaliknya, selama harga tetap di atas 2697, maka penurunan masih dianggap normal, dan zona buy cukup ideal jika dilakukan di dekat zona tersebut.
Peluang bullish juga akan berlanjut jika berhasil tembus 2726 sehingga opsi buy alternatif bisa dilakukan saat resistance benar-benar tembus. Follow buy jika benar konfirm tembus, untuk peluang kenaikan ke zona 2735 yang terdekat, atau 2749/2750 (high 5 Nov 2024).
Sebaliknya, strategi sell kemungkinan akan lebih kuat jika terjadi penurunan di bawah 2656-2660. Ini berarti jika tergelincir di bawah 2690, maka peluang penurunan diperkirakan masih sedikit terbatas di kisaran 2660-2680, dan peluang rebound tetap terbuka selama tidak tembus di bawah 2656.
Secara umum, beberapa faktor seperti pembelian emas oleh bank sentral yang berlanjut, kekhawatiran tarif Trump dan juga ketidakpastian geopolitik masih mendukung emas naik sehingga faktor-faktor tersebut diperkirakan akan mampu menahan tekanan turun yang berkelanjutan, dan demand bisa kembali muncul di zona-zona support ekstrim.

Per jam 09.50 WIB, harga berada di 2715.08, dengan high di 2717.01 dan low 2709.87. FR 0% 2697 berhasil ditembus sehingga kenaikan berlanjut ke zona FE (Fibonacci Expansion/Extension) 61.8% 2699 dan FE 100% 27127.92. Bahkan harga sempat sentuh level tertinggi 2724 meski akhirnya sedikit turun kembali ke zona FE 100% tersebut. Target kenaikan secara teknis masih memungkinkan untuk berlanjut ke zona FE 161.8% yang ada di 2735.35.
Ekspektasi kami koreksi turun terhambat maksimal di zona orange, kisaran 2699-2707 untuk kembali rebound dan naik lebih lanjut melebihi kenaikan sebelumnya. Ini berarti zona demand akan relatif lebih baik jika harga berada dekat atau tepat di zona orange tersebut. Dengan demikian idealnya buy dilakukan di zona tersebut dengan stop loss sebaiknya ditempatkan 3-5 poin di bawah support 2690/2692.
Atau opsi lain adalah menunggu konfirmasi penembusan di atas 2724-2726 untuk potensi target kenaikan berikutnya yang terdekat kisaran 2735 (FE 161.8%) atau maksimal 2749 (high 5 Nov 2024).
Sedangkan strategi sell, sebaliknya, butuh konfirmasi minimal harus tembus di bawah support 2685-2687. Sell bisa dilakukan untuk peluang penurunan ke zona 2675-2678, atau maksimal 2656-2660. Hal ini dikarenakan secara umum tren naik yang masih relatif cukup kuat sehingga penurunan diperkirakan relatif terbatas.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi BUY dekat support
Entry: 2698.00 – 2700.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward : 2712.00 ($12 - $14)
(follow/pertahankan BUY jika tembus 2726.00,
Target terdekat 2735, terjauh 2750, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2692.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 2690.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi SELL jika Support ditembus
Entry : 2683.00 – 2685.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2671.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2691.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 2690)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!


| Suggest : BUY on Dip Area : 1.02500 – 1.02700 Target : 1) 1.03300 2) 1.03900 SL : 1.101900 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.03400 Switch to SELL jika tembus 1.01500 |


| Suggest : BUY on Dip Area : 1.22000 – 1.22200 Target : 1) 1.22800 2) 1.23400 SL : 1.21400 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.22800 Switch to SELL jika tembus 1.21000 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 155.900 – 156.100 Target : 1) 155.300 2) 154.700 SL : 156.700 Alternatif : Switch to BUY jika tembus 157.000 Pertahankan/Follow SELL jika tembus 154.800 |



| Suggest : BUY on Dip Area : 2698.00 – 2700.00 Target : 1) 2706.00 2) 2712.00 SL : 2692.00 (ideal 3-5 points di bawah 2690.00) Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2726 Switch to SELL jika tembus 2685 |

US Treasury Yield berbalik turun dengan drastis, setelah laporan inflasi konsumen dirilis sedikit melegakan para pelaku pasar. Dolar lanjutkan koreksinya untuk ketiga kalinya secara beruntun sejak Senin, 13 Jan 2025. Hal ini tentunya menguntungkan bagi emas yang mencari pemicu untuk bisa kembali dekati 2700-an, atau lebih tinggi.
Indeks Harga Konsumen (CPI) memberi keyakinan kepada para investor bahwa kombinasi dari lemahnya PPI dan CPI kemungkinan bisa memberi data PCE (pengeluaran Konsumsi Pribadi/Personal Consumption Expenditure) yang relatif jinak, atau setidaknya terkendali di akhir bulan Januari.
CPI AS bulan Desember tercatat naik ke 0.4% m/m, tercatat sebagai yang tertinggi dalam 9 bulan terakhir. Sebagian besar dipengaruhi oleh lonjakan 2.6% pada biaya energi. Hal ini juga yang membuat inflasi utama naik ke 2.9% y/y dari sebelumnya 2.7% di bulan November, sekaligus tercatat sebagai yang tertinggi sejak bulan Juli.
Inflasi Buka Peluang Fed Tetap Di Jalur Cut Rate
Meskipun inflasi utama cenderung naik, tapi tekanan harga yang mendasarinya justru turun. CPI inti, tidak termasuk makanan dan energi, naik 0.2% m/m. Angka ini di bawah ekspektasi ekonom 0.3%, turun dibanding bulan sebelumnya 0.3%. Melambatnya inflasi inti bulanan membuat inflasi inti tahunan turun menjadi 3.2% dari 3.3% y/y di bulan sebelumnya sehingga menandakan meredanya tekanan inflasi.
Dari data tersebut, para Analis memperkirakan indeks PCE inti (ukuran inflasi yang lebih disukai Fed) nantinya akan ada di kisaran 0.16-0.19%. Angka di bawah 0.2% tersebut akan dilihat sebagai hal yang positif bagi pasar, menjaga ekspektasi setidaknya 2 kali penurunan suku bunga di tahun 2025 tetap terbuka. Hal ini yang disambut positif oleh pelaku pasar, dan juga optimism yang disampaikan pejabat Fed John Williams pasca data.
Presiden Fed NY, John Williams menggarisbawahi kebijakan moneter yang bergantung pada data di tengah lingkungan yang dipenuhi ketidakpastian. Williams memperkirakan pertumbuhan ekonomi moderat 2% dan tingkat pengangguran stabil di kisaran 4-4.25%. Williams mengantisipasi apa yang disebutnya sebagai “kemajuan menuju target inflasi 2%”, meskipun tidak merata, didukung dengan pelonggaran tekanan dari sektor perumahan dan penyeimbangan kembali penawaran dan permintaan.
Presiden Fed Chicago, Austan Goolsbee menyampaikan optimismenya yang lebih hati-hati. Dia menyoroti data inflasi terbaru yang menunjukkan tanda-tanda kemajuan menuju target 2% selama 6 bulan terakhir. Goolsbee tetap berharap ‘soft landing’ di tahun 2025, meskipun mengakui bahwa ketidakpastian masih ada, terutama dengan kebijakan fiskal yang mungkin mempengaruhi inflasi. Goolsbee menekankan pentingnya menilai dampak keseluruhan dari kebijakan pemerintah baru dan tegaskan kembali komitmen bank sentral untuk mencapai target inflasi.
Presiden Fed Richmond, Thomas Barkin juga menyatakan optimism yang sama tentang melonggarnya inflasi menuju target 2%. Barkin menekankan pasar kerja sudah stabil dan ekonomi tidak menunjukkan tanda-tanda pelemahan yang signifikan.

Di sisi lain, Israel dan Hamas sepakati perjanjian gencatan senjata. Presiden terpilih Donald Trump menyebut kesepakatan dicapai dan sandera di Timur Tengah akan dibebaskan dalam waktu dekat.
Salah satu elemen dalam kesepakatan adalah gencatan senjata awal berlaku dalam 6 minggu ke depan, mencakup penarikan pasukan Israel secara bertahap dari Gaza tengah dan kembalinya warga Palestina yang mengungsi ke Gaza Utara. Di sisi lain, salah seorang pejabat Israel juga mengatakan bahwa para sandera akan dibebaskan dalam beberapa tahap.
Dengan demikian setidaknya salah satu dari beberapa faktor ketidakpastian geopolitik mulai berkurang. Menyisakan konflik Rusia-Ukraina yang kemungkinan menjadi target berikutnya setelah Trump resmi menjabat. Namun demikian, beberapa juga menyatakan keraguannya bahwa kesepakatan tersebut akan menjadi titik akhir dari perang yang berlangsung sekian lama. Tapi hanya waktu yang akan memberi tahu apakah ini akan berlangsung lama dan perdamaian segera terwujud.
Emas belum bisa tenang karena masih ada data ekonomi lain yang menunggu di malam nanti. Investor akan mencermati data retail sales dan juga klaim pengangguran mingguan yang akan dirilis di jam 20.30 WIB.
Angka retail sales yang lebih tinggi dari perkiraan akan membuat emas berpotensi kembali turun. Sedangkan angka retail sales yang lebih rendah dari perkiraan bisa membuka kembali kenaikan yang lebih tinggi untuk emas.
Meski demikian, tidak akan terkejut jika retail menunjukkan angka yang lebih tinggi. Hal ini dikaitkan dengan musim belanja liburan di bulan Desember kemarin sehingga kenaikan lebih disebabkan oleh kondisi musiman.
Kami masih menilai 3 faktor yang kemungkinan masih mendukung kenaikan emas atau membatasi penurunan emas, seperti : minat/pembelian emas oleh bank sentral yang masih berlanjut, ketidakpastian ekonomi dan ketidakpastian geopolitik, sehingga penurunan diperkirakan akan relatif terbatas.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup bullish, membuka peluang kenaikan lebih lanjut dan berhadapan dengan resistance selanjutnya yang lebih tinggi. Zona 2720-2726 kemungkinan akan menjadi rintangan berikutnya yang harus dihadapi. Kondisi ini bisa mengancam kelanjutan bullish jika gagal tembus resistance tersebut.
Secara umum, tren mulai bertahap mendorong kenaikan setelah 3 hari berturut-turut tertahan di zona yang sama dan sempat turun. Namun peluang selanjutnya akan bergantung pada retail sales dan juga jobless claims. Gagal tembus 2726 akan membuka peluang rejection kembali terjadi seperti 25 Nov dan 12 Des 2024, dan hal tersebut membuka peluang turun kembali ke zona 2650-2660an. Sebaliknya, jika berhasil tembus, maka peluang 2749 dan 2758 akan dilirik sebagai target terdekat berikutnya, sekaligus tantangan baru pada zona resistance yang lebih tinggi.

Di H4, penurunan kembali berhasil ditahan, dan kali ini beberapa poin lebih tinggi dari low sebelumnya, 2669 vs 2659. Secara teori menunjukkan kecenderungan bullish yang tetap dominan. Namun secara teknis, bullish belum sepenuhnya terhindar dari ancaman bearish.
Perhatikan area 2697 yang bertahan sebagai resistance saat ini! Posisi ini didukung juga oleh kondisi rsi yang justru menunjukkan formasi lower high sehingga potensi double top bisa sedikit menghambat kenaikan untuk beberapa waktu ke depan. Koreksi mungkin akan terjadi, dan dianggap normal selama tidak turun dan tembus di bawah 2656 yang dicurigai sebagai neckline dari potensi pola double top tersebut. Sebaliknya, justru akan memicu penurunan lebih lanjut dan mengkonfirmasi double top jika harga tembus 2656.
Dengan demikian strategi buy akan relatif lebih rendah risikonya jika bisa dilakukan di dekat support 2656. Area support terdekat saat ini diperkirakan di zona 2669-2678. Area ini bisa menjadi opsi buy yang relatif lebih rendah risiko, atau area 2658-2660 dengan stop loss wajib dipasang di bawah 2656 untuk antisipasi double top. Atau alternatif terakhir adalah follow buy jika benar tembus 2697-2702, dengan peluang target terdekat 2710-2712, dan 2720-2726 sebagai area resistance yang dianggap kuat untuk beberapa waktu ke depan.
Sebaliknya, strategi sell lebih direkomendasikan jika benar terjadi penembusan 2656, sebagai konfirmasi dari pola yang dicurigai membentuk double top. Jika konfirm, maka peluang penurunan terdekat zona 2643-2646 (MA 200 H4), atau terjauh kisaran 2628-2632.
Secara umum, beberapa faktor seperti pembelian emas oleh bank sentral yang berlanjut, kekhawatiran tarif Trump dan juga ketidakpastian geopolitik masih mendukung emas naik sehingga faktor-faktor tersebut diperkirakan akan mampu menahan tekanan turun yang berkelanjutan, dan demand bisa kembali muncul di zona-zona support ekstrim.

Per jam 10.30 WIB, harga berada di 2697.67, dengan high di 2702.19 dan low 2692.95. Fibonacci Retracement (FR) ditarik dari bottom 2659.85 ke puncak 2695.86 (FR 0%). Secara angka, bisa dikategorikan tembus FR 0% 2695. Tapi secara teknis, penembusan belum benar-benar konfirm sehingga masih bisa berpeluang menjadikannya sebagai false breakout.
Ekspektasi kami adalah koreksi terjadi terbatas ke kisaran 2677-2682, dan area inilah yang menjadi incaran sebagai area buy yang dinilai lebih rendah risiko. Atau penurunan terdekat kisaran 2683-2687. Stop Loss ideal di bawah 2673 untuk antisipasi tekanan turun lebih kuat jika data retail sales nanti malam dirilis lebih kuat dari perkiraan.
Target kenaikan berikutnya diperkirakan mengincar 2712 yang terdekat (FE 100%), atau 2735 (FE 161.8%), dan maksimal 2749 (high 5 Nov 2024). Namun demikian, hal tersebut akan bergantung pada data ekonomi AS nanti malam.
Sedangkan strategi sell, sebaliknya, butuh konfirmasi penembusan di bawah support 2667, untuk peluang penurunan ke zona 2660, 2655 atau maksimum 2645. Namun neckline double top H4 akan berada di 2656 sehingga rekomendasi perubahan strategi menjadi sell lebih baik dilakukan hanya jika terjadi penurunan di bawah 2656 tersebut, dengan target terdekat 2645/2646 dan terjauh 2630-2635. Selam tidak terjadi penurunan di bawah 2656, maka strategi buy masih mendominasi.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi BUY dekat support
Entry: 2678.00 – 2680.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward : 2692.00 ($12 - $14)
(follow/pertahankan BUY jika tembus 2702.00,
Target terdekat 2710, terjauh 2723, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2672.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 2670.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi SELL jika Support ditembus
Entry : 2652.00 – 2654.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2640.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2660.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 2660)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!


| Suggest : BUY on Dip Area : 1.02300 – 1.02500 Target : 1) 1.03100 2) 1.03700 SL : 1.101700 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.03400 Switch to SELL jika tembus 1.01500 |


| Suggest : BUY on Dip Area : 1.21800 – 1.22000 Target : 1) 1.22600 2) 1.23100 SL : 1.21200 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.22800 Switch to SELL jika tembus 1.21000 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 156.400 – 156.600 Target : 1) 155.800 2) 155.200 SL : 157.200 Alternatif : Switch to BUY jika tembus 157.500 Pertahankan/Follow SELL jika tembus 155.700 |



| Suggest : BUY on Dip Area : 2678.00 – 2680.00 Target : 1) 2686.00 2) 2692.00 SL : 2672.00 (ideal 3-5 points di bawah 2670.00) Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2702 Switch to SELL jika tembus 2656 |

US Treasury Yield ditutup rebound sedangkan dolar AS mulai melemah pasca data PPI yang dirilis lebih rendah dari ekspektasi. Hal ini menguntungkan bagi emas sehingga berhasil naik dari level terendah 2659 hingga 2677.
PPI dirilis 0.2% m/m, lebih rendah dari ekspektasi 0.4% dan turun dibanding bulan sebelumnya 0.4%. Demikian juga yang terlihat pada core PPI yang menunjukkan penurunan hingga 0.0% m/m dari bulan sebelumnya 0.2%.
Untuk basis y/y dirilis 3.3%, lebih rendah dari ekspektasi 3.4% dan core PPI 3.5% (tidak berubah dibanding bulan sebelumnya), lebih rendah dari ekspektasi 3.8%. Meski cenderung lebih rendah, tapi masih menunjukkan angka yang cukup tinggi dan semua itu berada di atas level yang dibutuhkan untuk bisa menurunkan data CPI dan PCE ke target 2%. Hal ini juga yang menyebabkan kenaikan emas yang masih tertahan, setidaknya sampai terlihat data CPI nanti malam.
Pasar Antisipasi 1 Kali Cut Rate
Sejak kejutan NFP di hari Jumat, market saat ini berpandangan bahwa Fed sedang menahan diri, dan kemungkinan hanya akan ada 1 kali pemangkasan di 2025. Dengan data PPI yang dirilis menunjukkan tanda-tanda jinaknya inflasi, tapi hal tersebut tidak cukup untuk membuat Fed memangkas di bulan Januari.
Austan Goolsbee dari Fed mungkin akan lebih dovish dibanding pejabat Fed lainnya. Tapi dengan data inflasi yang masih di atas 2% dan sedikit di bawah 3%, maka hal tersebut tetap akan menjadi alasan yang tepat untuk Fed bertahan di bulan Januari, dan selanjutnya akan menunggu banyak data masuk hingga FOMC Maret 2025.
Sedangkan Schmid mengulang kembali apa yang disampaikannya pada 9 Januari yang lalu. Schmid mengatakan kebijakan suku bunga mungkin sudah dekat dengan apa yang seharusnya berlaku untuk jangka panjang. Fed cukup dekat untuk memenuhi kedua mandat dimana inflasi bergerak ke arah target 2% dengan pasar tenaga kerja lebih lemah tapi masih sehat. Schmid cukup optimis dengan pertumbuhan dan prospek perekrutan dan juga optimis bahwa inflasi akan terus mereda. Secara implisit, tidak terlihat sikap yang terlalu hawkish dari Schmid, meskipun dia mengatakan bahwa Fed sudah cukup dekat dengan target suku bunga.

Dua kabar tersebut akan menjadi penggerak sentimen malam ini dan beberapa waktu ke depan. Inflasi menjadi data ekonomi yang paling dinantikan setelah Fed merubah proyeksi dot plot suku bunganya di pertemuan Desember 2024, dari yang semula 4 kali penurunan suku bunga di 2025, menjadi hanya 2 kali penurunan suku bunga.
Namun, sejak NFP dirilis menguat minggu lalu, pasar mulai berpikir kemungkinan Fed hanya akan melakukan 1 kali pemangkasan, dan bahkan beberapa lainnya berpikir tentang tidak ada pemangkasan sama sekali di tahun ini.
Seperti yang selalu ditegaskan para pejabat Fed, mereka akan bertindak sesuai data yang masuk, dan tidak akan melihat hanya dari 1 titik data saja. Ini berarti inflasi dan tenaga kerja yang dirilis di bulan Januari hingga Maret mendatang bisa menjadi pertimbangan Fed dalam pertemuan FOMC Maret. Sedangkan pertemuan FOMC Januari diperkirakan cenderung tidak cukup bukti untuk membuat Fed memangkas suku bunga.
Di sisi lain, kabar tentang rencana gencatan senjata antara Israel-Hamas sepertinya masih harus menunggu kedua pihak benar-benar sepakat. CBS melaporkan pada prinsipnya Israel setuju dengan kesepakatan gencatan senjata. Tapi pihak Israel bersikeras tidak akan meninggalkan Gaza sampai para sandera dibebaskan. Sedangkan Hamas lebih menekankan bahwa gencatan senjata harus mencakup berakhirnya perselisihan secara keseluruhan. Israel menyebut pembahasan gencatan senjata berlanjut di tanggal 16 Januari 2025. So, masih ada peluang untuk gagal, meskipun saat ini cenderung diartikan sebagai tanda-tanda mendinginnya ketegangan geopolitik antara Israel-Hamas jelang pelantikan Trump minggu depan.
Data CPI AS yang akan dirilis malam nanti jam 20.30 WIB. Angka inflasi yang tinggi akan membuat ekspektasi penurunan suku bunga di tahun 2025 cenderung berkurang sehingga emas berpotensi kembali turun. Sedangkan angka inflasi yang tetap atau cenderung turun bisa membuka kembali ekspektasi penurunan suku bunga di tahun 2025, dan hal ini akan positif untuk emas.
Di sisi lain, emas juga merupakan aset hedging terhadap inflasi sehingga inflasi yang tinggi akan membuat emas diincar sebagai safe haven. Hanya saja saat data CPI nanti dirilis, reaksi spontan akan terlihat penurunan pada emas sebelum akhirnya berbalik naik sebagai safe haven atau hedging inflasi.
Juga 3 faktor yang masih mendukung kenaikan emas atau membatasi penurunan emas, seperti : minat/pembelian emas oleh bank sentral yang masih berlanjut, ketidakpastian ekonomi dan ketidakpastian geopolitik, masih membayangi pasar sehingga penurunan diperkirakan akan relatif terbatas.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup bullish, rebound dari level terendah sebelumnya 2656 secara bertahap dengan range harga bergerak di kisaran 2659 (low) sampai 2677 (high). Meski demikian, hal tersebut belum memberikan isyarat bahwa pola bullish sudah kembali seutuhnya. Pola bearish engulfing yang muncul sehari sebelumnya masih membayangi dan hanya kenaikan di atas 2693 yang bisa membatalkan pola tersebut.
Secara umum, tren nampaknya masih akan sideways sampai data CPI dirilis nanti malam. Area support 2628-2634, 2645-2647 dan 2654-2656 akan menjadi area yang perlu dicermati. Penembusan di bawah 2628-2634 akan mengindikasikan penurunan lebih lanjut, sedangkan jika tidak tembus, maka ada harapan untuk kembali rebound. Sedangkan resistance akan berada di zona 2686, 2693-2697 dan masih menunggu pemicu untuk tembus di atas 2700-an.

Di H4, penurunan sementara terhenti di 2659 dan rebound hingga 2677. Dan saat ini kenaikan pun relatif tetap tertahan di FR 23.6% H4 2678.13 sehingga sentimen belum berubah signifikan dimana pasar masih menantikan data CPI. Peluang kenaikan maupun turun saat ini berimbang, dan akan bergantung pada data CPI nanti malam.
Ekspektasi belum berubah signifikan, dan pola pergerakan diperkirakan relatif sama di mana penurunan dianggap swing low normal dalam potensi koreksi terbatas, lalu resistance masih menunggu pemicu untuk tembus dan naik lebih lanjut. Secara fundamental, bullish masih cenderung dominan karena beberapa faktor pendukung bullish. Di sisi teknis, selama tidak terjadi penurunan di bawah MA 200 H4 @2646, maka peluang bullish masih cenderung dominan. Artinya, strategi masih cenderung buy dan area dekat 2645 sebagai area yang cukup ideal (lower risk) dengan Stop Loss sebaiknya ditempatkan di bawah 2638.
Sedangkan strategi sell kemungkinan hanya akan diterapkan jika terjadi penurunan di bawah 2636-2638 tersebut. Potensi perkiraan penurunan akan terhambat di kisaran 2628-2630, atau maksimum 2615-2618, kecuali jika data CPI nanti malam menunjukkan lonjakan yang cukup tinggi melebihi ekspektasi sehingga tekanan turun pada emas berpeluang berlanjut.
Secara umum, beberapa faktor seperti pembelian emas oleh bank sentral yang berlanjut, kekhawatiran tarif Trump dan juga ketidakpastian geopolitik masih mendukung emas naik sehingga faktor-faktor tersebut diperkirakan akan mampu menahan tekanan turun yang berkelanjutan, dan demand bisa kembali muncul di zona-zona support ekstrim.

Per jam 9.40 WIB, harga berada di 2671.50, dengan high di 2678.15 dan low 2669.19. Fibonacci Retracement (FR) ditarik dari puncak 2697.72 (FR 100%) ke bottom 2656.71 (FR 0%). Rebound tadi malam sampai pagi ini di sesi Asia menunjukkan area FR 50% 2677.22 yang masih cukup efektif menahan kenaikan sehingga belum nampak perubahan tren yang dibutuhkan karena belum terjadi penembusan di atas FR 61.8% 2682.05.
Strategi SELL dalam jangka pendek lebih memungkinkan selama FR 61.8% tidak ditembus, dan ada kecenderungan harga bergerak dalam trend channel yang membentuk pola bearish flag. Dengan demikian short-term masih bisa sell, setidaknya sampai 1 jam sebelum data CPI AS dirilis. Yang harus diperhatikan target penurunan sementara ini hanya terlihat di kisaran 2656-2661 (area low 2 hari terakhir dan support trend channel). Artinya, segera exit dari posisi sell jika harga sudah cukup dekat atau sentuh zona tersebut. Sell bisa dilanjutkan jika data CPI dirilis jauh lebih kuat dari ekspektasi.
Sedangkan strategi buy, sebaliknya, butuh konfirmasi dari data CPI yang lebih lemah dari ekspektasi. Namun secara teknis, area 2640-2645 akan menjadi area yang cukup baik sebagai area demand, dengan stop loss ideal di bawah 2638. Alternatifnya adalah melakukan buy saat terkonfirmasi kenaikan berhasil tembus di atas 2682-2686, jika ternyata swing low tidak mencapai area yang diinginkan 2640-2645.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi BUY dekat support
Entry: 2643.00 – 2645.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward : 2657.00 ($12 - $14)
(follow/pertahankan BUY jika tembus 2686.00,
Target terdekat 2692, terjauh 2715, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2637.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 2638.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi SELL jika Support ditembus
Entry : 2633.00 – 2635.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2621.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2641.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 2638)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!


| Suggest : BUY on Dip Area : 1.02200 – 1.02400 Target : 1) 1.03000 2) 1.03600 SL : 1.01600 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.03400 Switch to SELL jika tembus 1.01500 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 1.22000 – 1.22200 Target : 1) 1.21600 2) 1.21000 SL : 1.22800 Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.21600 Switch to BUY jika tembus 1.22800 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 158.000 – 158.200 Target : 1) 157.400 2) 156.800 SL : 158.800 Alternatif : Pertahankan/Follow SELL jika tembus 157.400 Switch to BUY jika tembus 159.000 |



| Suggest : BUY on Dip Area : 2643.00 – 2645.00 Target : 1) 2651.00 2) 2657.00 SL : 2637.00 (ideal 3-5 points di bawah 2638.00) Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2686 Switch to SELL jika tembus 2635 CEK KETERANGAN! |




