US Treasury Yield dan dolar AS mengalami stagnasi setelah naik 1 minggu terakhir, dan keduanya kini ditutup melemah dibanding sehari sebelumnya di tengah penantian data CPI AS yang baru akan dirilis hari Rabu mendatang. Sedangkan emas terkoreksi turun setelah pembicaraan seputar gencatan senjata di jalur Gaza.
Di tengah minimnya data ekonomi, isu geopolitik dan juga rencana kebijakan tarif Trump menjadi hal utama yang dinantikan pasar dan menjadi penggerak utama.
Geopolitik
Hamas mengatakan bahwa pembicaraan tentang beberapa isu inti dalam gencatan senjata di jalur Gaza mengalami kemajuan. Reuters melaporkan kedua pihak berupaya untuk menyimpulkan apa yang masih tersisa sesegera mungkin.
Utusan Israel dan pejabat Hamas mengadakan negosiasi tidak langsung. Tujuannya adalah menyetujui beberapa kerangka kerja kesepakatan saat Trump kembali menjabat. Kedua pihak mengadakan pembicaraan untuk menghentikan perang selama 15 bulan di wilayah Gaza. Negosiasi yang sedang berlangsung saat ini adalah pembebasan sandera sebagai imbalannya.
Pihak Israel mengatakan tujuan perang tidak berubah dan tidak dapat diubah, yaitu penghancuran total Hamas sebagai entitas militer dan politik, dan tidak ada gencatan senjata yang bisa menghalangi tujuan tersebut. Sedangkan pihak Hamas mengatakan bahwa satu-satunya kesepakatan yang akan ditandatangani harus mencakup diakhirinya konflik.
Israel mengancam akan meningkatkan serangan terhadap Hamas jika tidak ada kesepakatan jelang pelantikan Trump. Operasi darat di wilayah Gaza sejauh ini sudah dilewati pasukan dan tank Israel.
Harga emas turun dengan cepat merespon berita tersebut yang sedikit meredakan kondisi geopolitik, dan mengurangi minat safe haven. Tapi apakah secara keseluruhan selesai? Hmm, nampaknya belum, dan hal ini hanya 1 dari sekian permasalahan geopolitik yang ada secara global.

Kabar lain yang direspon positif oleh market adalah tentang rencana pengenaan tarif secara bertahap. Tim ekonomi Trump sedang mengkaji kemungkinan pengenaan kenaikan tarif secara bertahap, sekitar 2-5% per bulan. Bloomberg mengutip sumber-sumber yang mengetahui tentang diskusi tersebut, mencatat bahwa tim melakukan pendekatan tersebut untuk memperkuat posisi negosiasi mereka sambil meminimalisir risiko inflasi yang melonjak tiba-tiba.
Konsepnya adalah rencana menaikkan tarif 2-5% per bulan, menggunakan kekuasaan eksekutif yang diberikan di bawah UU Kekuatan Ekonomi Darurat Internasional (UU ini memberi keleluasaan bagi Presiden Trump nantinya berlakukan tarif sesuai kebutuhan, dan meskipun Kongres bisa memblokir kebijakan tersebut, Presiden punya hak untuk memvetonya).
Sayangnya gagasan ini masih dalam tahap awal dan belum resmi dipresentasikan kepada Trump. Jika terwujud, maka setidaknya hal ini bisa meredam kekhawatiran market tentang inflasi yang melonjak yang berpotensi mendorong Fed menghentikan penurunan suku bunga atau bahkan harus menaikkan suku bunga karena inflasi yang tak terkendali. Tapi jika tidak disetujui Trump, maka kepanikan pasar akan kembali mendominasi.
Sekedar mengingatkan, emas dipengaruhi beberapa faktor yang membuat emas cenderung naik sehingga tekanan bearish diperkirakan terbatas. Faktor-faktor tersebut adalah: permintaan/pembelian emas oleh bank sentral tetap berjalan, kecemasan investor pada tarif Trump, dan ketidakpastian geopolitik yang juga membayangi.
Jelang laporan CPI AS yang baru akan dirilis besok malam (Rabu, 15 Jan 2025), investor akan mencermati lebih dulu laporan inflasi PPI AS malam nanti jam 20.30 WIB. Angka inflasi yang tinggi akan membuat ekspektasi penurunan suku bunga di tahun 2025 cenderung berkurang sehingga emas berpotensi kembali turun. Sedangkan angka inflasi yang tetap atau cenderung turun bisa membuka kembali ekspektasi penurunan suku bunga di tahun 2025, dan hal ini akan positif untuk emas.
Di sisi lain, emas juga merupakan aset hedging terhadap inflasi sehingga inflasi yang tinggi akan membuat emas diincar sebagai safe haven. Hanya saja saat data CPI nanti dirilis, reaksi spontan akan terlihat penurunan pada emas sebelum akhirnya berbalik naik sebagai safe haven atau hedging inflasi.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup bearish, dengan level tertinggi 2693 sebagai resistance harian, dan level terendah 2656 sebagai support terdekat. Kondisi 2 candle terakhir membentuk pola bearish engulfing sehingga secara teori cenderung berpotensi kembali turun. Namun, penurunan tersebut diperkirakan akan menemukan hambatan kembali di zona support 2654-2656, dan 2628-2634 (area MA 100 Daily).
Secara umum, tren nampaknya akan sideways beberapa waktu kedepan sampai data CPI dirilis besok malam. Dengan range terbatas di mana support berpotensi terhambat di kisaran 2628-2634, 2645-2647 dan 2654-2656, maka demand diperkirakan akan mempertahankan posisi tersebut tidak berubah. Sedangkan resistance akan berada di zona 2686, 2693-2697 dan menunggu pemicu untuk tembus di atas 2700-an.

Di H4, penurunan berlanjut hingga 2656, tertahan di FR 50% H4 2656.22, dan rebound pagi ini berlanjut ke 2672, mendekati FR 23.6% 2678.13. Secara area, masih tetap berada di zona koreksi teknis yang kemarin kami ulas. Dan nampaknya hari ini pun akan relatif sama, dengan peluang support 2645 sebagai titik penentu tengah (FR 61.8% dan juga MA 200 H4), dan resistance 2686-2692 tetap sebagai resistance penentu atas.
Ekspektasi belum berubah signifikan, dan pola pergerakan diperkirakan relatif sama di mana penurunan dianggap swing low normal dalam potensi koreksi terbatas, lalu resistance masih menunggu pemicu untuk tembus dan naik lebih lanjut. Secara teknis, bullish masih cenderung dominan selama tidak terjadi penurunan di bawah MA 200 H4 yang saat ini berada di 2645. Artinya, strategi masih cenderung buy dan area dekat 2645 sebagai area yang cukup ideal (lower risk) dengan Stop Loss sebaiknya ditempatkan di bawah 2640.
Sedangkan strategi sell baru diterapkan jika terjadi penurunan di bawah 2645 tersebut, dengan catatan konfirmasi lebih baik jika terjadi penurunan lebih lanjut tembus 2636-2638. Potensi perkiraan penurunan akan terhambat di kisaran 2628-2630, atau maksimum 2615-2618.
Secara umum, beberapa faktor seperti pembelian emas oleh bank sentral yang berlanjut, kekhawatiran tarif Trump dan juga ketidakpastian geopolitik masih mendukung emas naik.

Per jam 10.15 WIB, harga berada di 2670.50, dengan high di 2672.19 dan low 2663.25. Fibonacci Retracement (FR) ditarik dari puncak 2697.72 (FR 100%) ke bottom 2656.71 (FR 0%). Rebound di sesi Asia diharapkan terbatas di kisaran FR 38.2% 2672 dan FR 50% 2677, lalu kembali turun hingga terdekat FR 0% 2656, atau lebih jauh di kisaran 2645 yang diperkirakan sebagai area demand. Pantulan/naik diharapkan bisa terjadi gradual di zona tersebut.
Jika memenuhi kondisi tersebut, maka strategi jangka pendek cenderung sell, dengan area sell idealnya dilakukan di antara 2672-2677, dan stop loss di atas 2682 (FR 61.8%). Sedangkan strategi buy bisa dipertimbangkan saat harga sudah turun dan mendekati area 2640-2645 yang diperkirakan sebagai area demand, atau area terjauh 2618-2622 yang diperkirakan sebagai area demand yang lebih kuat. Hal ini diasumsikan bahwa tekanan turun masih relatif terbatas dibanding faktor pendorong bullish.
Strategi alternatif untuk buy bisa juga dipertimbangkan jika terjadi penembusan FR 61.8% 2682. Artinya jika tembus FR 61.85, maka peluang reversal bullish akan kembali mendorong harga naik lebih tinggi dan mengejar 2697, high di hari Jumat 10 Januari 2025. Sedangkan sell bisa dipertahankan jika memang terjadi tekanan di bawah 2618, atau jika data PPI nanti malam dirilis jauh lebih kuat dari perkiraan.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi BUY dekat support
Entry: 2645.00 – 2647.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward : 2659.00 ($12 - $14)
(follow/pertahankan BUY jika tembus 2686.00,
Target terdekat 2692, terjauh 2715, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2639.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 2638.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi SELL jika Support ditembus
Entry : 2634.00 – 2626.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2622.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2632.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 2635)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!


| Suggest : SELL on Rally Area : 1.02800 – 1.03000 Target : 1) 1.02200 2) 1.01600 SL : 1.03600 Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.02000 Switch to BUY jika tembus 1.04000 |


| Suggest : BUY on Dip Area : 1.21500 – 1.21700 Target : 1) 1.22300 2) 1.22900 SL : 1.20900 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.22800 Switch to SELL jika tembus 1.20900 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 157.700 – 157.900 Target : 1) 157.100 2) 156.500 SL : 158.500 Alternatif : Pertahankan/Follow SELL jika tembus 157.000 Switch to BUY jika tembus 158.600 |



| Suggest : BUY on Dip Area : 2645.00 – 2647.00 Target : 1) 2653.00 2) 2659.00 SL : 2639.00 (ideal 3-5 points di bawah 2638.00) Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2686 Switch to SELL jika tembus 2635 CEK KETERANGAN! |

Kondisi US Treasury Yield dan dolar AS kembali naik setelah data NFP yang kuat. Hal ini kembali mendorong penguatan lebih lanjut pada keduanya, dan dolar menjadi paling kuat terhadap sejumlah mata uang global, tapi tidak pada emas. Kondisi emas justru tercatat hanya sempat turun terbatas dan rebound dengan cepat mendekati area 2700-an dengan level tertinggi berada di 2697.
Angka nonfarm payroll dirilis 256K vs ekspektasi 160K. Sedangkan tingkat pengangguran berada di 4.1%, turun dibanding sebelumnya 4.2%. Angka partisipasi kerja tetap bertahan di 62.5%. Rata-rata upah per jam juga naik 0.3% m/m, sesuai ekspektasi, dan 3.9% y/y, sedikit di bawah ekspektasi 4.0%. Laporan yang kuat tersebut kontras dengan data survei yang mengharapkan pelemahan sehingga berhasil mendorong dolar AS naik signifikan di pasar mata uang.
‘Panic Market’ Untungkan Emas
Saat data dirilis, market sempat bereaksi negatif pada emas. Namun hal itu tidak bertahan lama karena indeks saham justru tertekan turun. Hal ini disebabkan oleh investor yang cemas dengan kondisi data ekonomi yang terlalu kuat. Mereka berbalik mencemaskan angka tenaga kerja yang kuat akan membuat inflasi naik lebih tinggi dari yang mereka kuatirkan sehingga nantinya bank sentral terpaksa menaikkan kembali suku bunga. Sehingga akhirnya anti-klimaks pada pasar saham membuat emas diuntungkan karena pasar melirik safe haven.
Austan Goolsbee dari Fed Chicago mencoba menenangkan pasar. Goolsbee menyatakan optimismenya terhadap stabilitas pasar tenaga kerja. Perekrutan ritel sektor swasta yang kuat membuatnya mempertanyakan apakah hal itu didorong aktivitas konsumen yang kuat, atau hanya tren yang terjadi sekali saja (musiman/seasonal). Di CNBC Goolsbee menyatakan bahwa pasar tenaga kerja tidak mendorong inflasi. Goolsbee mengaitkan kenaikan suku bunga jangka panjang dengan pertumbuhan yang lebih tinggi dari perkiraan dan laju penurunan suku bunga yang diantisipasi lebih lambat. Meski demikian, dirinya tetap memperkirakan suku bunga yang lebih rendah secara signifikan dalam 12-18 bulan mendatang.
Seperti yang dijelaskan sebelumnya, ada 3 faktor utama yang membuat emas cenderung naik sehingga tekanan bearish diperkirakan terbatas. Faktor-faktor tersebut adalah: permintaan/pembelian emas oleh bank sentral tetap berjalan, kecemasan investor pada tarif Trump, dan ketidakpastian geopolitik yang juga membayangi.

Laporan inflasi CPI AS minggu ini akan menjadi tantangan berikutnya yang akan dicermati pasar. Angka inflasi yang tinggi akan membuat ekspektasi penurunan suku bunga di tahun 2025 cenderung berkurang sehingga emas berpotensi turun. Sedangkan angka inflasi yang tetap atau cenderung turun bisa membuka kembali ekspektasi penurunan suku bunga di tahun 2025, dan hal ini akan positif untuk emas.
Di sisi lain, emas juga merupakan aset hedging terhadap inflasi sehingga inflasi yang tinggi akan membuat emas diincar sebagai safe haven. Hanya saja saat data CPI nanti dirilis, reaksi spontan akan terlihat penurunan pada emas sebelum akhirnya berbalik naik sebagai safe haven atau hedging inflasi.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup bullish, dengan level tertinggi sentih 2697.72, dan ditutup di 2689.95, sedikit di atas resistance 2686.88 yang merupakan FR 23.6% di grafik daily. Secara teori seharusnya pertanda baik dan mendukung untuk bullish selanjutnya. Resistance berikutnya melirik zona 2726 yang merupakan high 12 Des 2024 (high 2726.07), dan 2749.89 (high 5 Nov 2024). Keduanya akan menjadi resistance kritis yang cukup kuat. Jika berhasil tembus, maka akan semakin menguatkan tren bullish. Sebaliknya, jika gagal tembus, maka peluang koreksi/profit taking berpotensi membayangi.
Secara umum, kekuatan bullish saat ini didukung oleh minat safe haven terhadap emas karena kecemasan terhadap kebijakan tarif Trump dan kekhawatiran pasar terhadap data yang terlalu kuat akan menyebabkan lonjakan inflasi. Sebaliknya, jika status safe haven mereda, maka emas berpeluang terkoreksi cepat karena data NFP yang kuat secara teori harusnya menekan emas di hari Jumat, dan hal tersebut belum nampak.

Di H4, penurunan sempat terjadi hingga 2663.98 saat data NFP dirilis lebih kuat dari ekspektasi, tapi kemudian berbalik cepat dan mendorong naik hingga 2697.72. Area 2686-2692 merupakan zona resistance yang ditandai beberapa minggu terakhir, dan sejauh ini dianggap tetap efektif meskipun harga sempat sentuh 2697. Karena penutupan tetap di bawah 2690, maka harga dikatakan “tertahan” di zona resistance 2686-2692 tersebut.
Fibonacci Retracement (FR) ditarik dari bottom 2614.72 (FR 100%) ke puncak 2697.72 (FR 0%). Tembus FR 0% berarti menandakan tren kenaikan berlanjut. Sedangkan turun di bawah FR 100% menandakan tren berubah seutuhnya. Sementara FR 61.8% di 2646.43 akan menjadi penanda perubahan awal jika berhasil ditembus. Namun, selama harga tidak turun di bawah FR 61.8%, maka peluang bullish tetap dominan, dan penurunan dianggap sebagai koreksi yang wajar.
MA 200 grafik H4 saat ini ada di 2645.85 dan support trendline akan berada di 2640 sehingga zona support psikologis untuk saat ini berada di 2640-2645. Artinya, selama tidak terjadi penurunan di bawah zona tersebut, maka peluang buy relatif lebih direkomendasikan. Koreksi juga berpeluang terjadi karena posisi harga sejak 3 Jan 2025 hingga saat ini cenderung membentuk higher high (HH), sedangkan RSI membentuk lower high (LH) sehingga membentuk pola bearish divergence.
Alternatif buy bisa dilakukan jika resistance 2697 (FR 0%) berhasil ditembus, dengan peluang target 2710-2720 sebagai area target yang cukup potensial. Sebaliknya, skenario bearish bisa terjadi dalam 2 skenario: 1) naik lebih dulu dan gagal tembus 2726 (high 12 Des 2024 gagal ditembus, atau 2) penurunan menekan lebih lanjut dan tembus di bawah 2640. Jika salah satu dari 2 kondisi terpenuhi, Anda bisa switch strategi menjadi SELL.
Secara umum, beberapa faktor seperti pembelian emas oleh bank sentral yang berlanjut, kekhawatiran tarif Trump dan juga ketidakpastian geopolitik masih mendukung emas naik. Tapi waspadai juga potensi profit taking mengingat data NFP yang tidak direspon di hari Jumat bisa saja membuat profit taking terjadi sewaktu-waktu.

Per jam 10.00 WIB, harga berada di 2686.34, dengan high di 2693.36 dan low 2679.31. Fibonacci Retracement (FR) terbaru ditarik dari bottom 2645.79 (FR 100%) ke puncak 2697.72 (FR 0%). Koreksi normal di area FR 23.6% 2685.46 sedang terjadi, bahkan sempat mendekati FR 38.2% 2677.88 (low sementara sesi Asia di 2679). Secara teori area FR 38.2% 2677 dan FR 50% 2671 adalah area yang cukup ideal melakukan buy, dengan stop loss idealnya ditempatkan beberapa poin di bawah FR 61.8% 2665 (asumsi 3-5 point dihitung dari support 2665).
Jika memenuhi kondisi tersebut, maka harga kembali naik dan dalam tren naik yang berkelanjutan, terutama jika mampu tembus FR 0% 2697. Artinya anda memiliki opsi buy di zona FR 38.2% - 50% (buy on dip/weakness), atau saat terjadi penembusan di atas FR 0% tersebut (Follow buy)
Sementara penurunan di bawah FR 61.8% 2665 akan memicu reversal bearish jangka pendek sehingga Anda bisa pertimbangkan switch to sell hanya jika terjadi penurunan di bawah 2665, dengan peluang target kisaran 2655 atau terjauh 2645. Dan hati-hati karena area 2645 di grafik H4 merupakan support psikologis sehingga kemungkinan rebound bisa kembali terjadi di zona tersebut.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi BUY dekat support
Entry: 2672.00 – 2674.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward : 2686.00 ($12 - $14)
(follow/pertahankan BUY jika tembus 2697.00,
Target terdekat 2710, terjauh 2725, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2666.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 2665.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi SELL jika Support ditembus
Entry : 2658.00 – 2660.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2646.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2666.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 2665)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!


| Suggest : SELL on Rally Area : 1.02800 – 1.03000 Target : 1) 1.02200 2) 1.01600 SL : 1.03600 Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.02000 Switch to BUY jika tembus 1.04000 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 1.22300 – 1.22500 Target : 1) 1.21700 2) 1.21100 SL : 1.23100 Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.21160 Switch to BUY jika tembus 1.23200 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 157.500 – 157.700 Target : 1) 156.900 2) 156.300 SL : 158.300 Alternatif : Pertahankan/Follow SELL jika tembus 157.000 Switch to BUY jika tembus 158.600 |



| Suggest : BUY on Dip Area : 2672.00 – 2674.00 Target : 1) 2680.00 2) 2686.00 SL : 2666.00 (ideal 3-5 points di bawah 2665.00) Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2697 Switch to SELL jika tembus 2655 CEK KETERANGAN! |

Kondisi US Treasury Yield dan dolar AS kembali ditutup naik. Tapi kabar baiknya adalah kenaikan tersebut mulai menunjukkan tanda-tanda overbought sehingga data NFP nanti malam akan menjadi penentu apakah penurunan segera terwujud, atau justru kembali mendorong keduanya lebih tinggi.
Beberapa pejabat Fed memberikan komentar di tengah sepinya data. Harker dan Collins cenderung mendukung untuk pemangkasan suku bunga dengan pendekatan hati-hati dan bertahap. Semenrara Bowman mengingatkan bahwa Fed harus waspada dalam mempertimbangkan perubahan kebijakan. Dan Schmid menekankan bahwa pemangkasan suku bunga lebih lanjut harus bertahap dan berdasarkan data ekonomi.
Skenario Trading Non Farm Payrolls
Beberapa komponen data ekonomi yang terkait ketenagakerjaan yang dirilis beberapa waktu terakhir cenderung berimbang untuk argumen NFP yang lebih baik dari ekspektasi ataupun lebih buruk dari ekspektasi. Data NFP (dan unemployment rate) akan menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan dalam pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve berikutnya, selain data inflasi yang baru akan dirilis beberapa hari ke depan setelah NFP


Yang harus diwaspadai kali ini adalah lonjakan mengejutkan non farm payrolls di atas 230K atau bahkan di atas 250K. Jika ini terjadi, maka emas berpotensi turun drastis, dengan peluang penurunan berlanjut setelah data ekonomi sangat mungkin menekan hingga di bawah 2614, atau bahkan tembus 2600.
Namun, jika kenaikan nfp hanya berada di kisaran 180K-195K (tetap di bawah 200K), maka penurunan emas akan bersifat terbatas dan sementara. Hal ini dikarenakan basis fundamental yang menaungi emas cenderung positif, seperti : permintaan/pembelian emas oleh bank sentral tetap berjalan, kecemasan investor pada tarif Trump, dan ketidakpastian geopolitik yang juga membayangi. Sehingga dengan faktor-faktor tersebut, maka penurunan akibat NFP yang kuat akan menjadi kesempatan buy di harga lebih murah.
Laporan non farm payrolls dan unemployment rate di jam 20.30 WIB akan menjadi data utama yang dicermati pasar global, dan diperkirakan akan mempengaruhi sejumlah market, sehingga skenario bisa saja berubah setelah data ekonomi dirilis.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily kembali ditutup bullish. Level tertinggi berhasil sentuh 2678.11, lebih tinggi dibanding sehari sebelumnya 2669.83. Level terendah juga menunjukkan area lebih tinggi dibanding low sehari sebelumnya, 2655.47vs 2645.27, sekaligus membuka peluang untuk kenaikan lebih lanjut, termasuk potensi penembusan 2700-an.
Secara umum, kekuatan bullish akan bergantung pada data NFP malam nanti sehingga peluang ditekan turun juga tetap terbuka. Resistance 2686-2692 akan menjadi area resistance psikologis berikutnya yang menentukan. Jika tembus, maka peluang 2726.07 (high 12 Des 2024) ataupun 2749.89 (high 5 Nov 2024) sangat terbuka. Sebaliknya, gagal tembus, dan data NFP yang lebih kuat akan menekan kembali ke kisaran support 2630 (MA 100), 2614 (low 6 Jan 2025) atau bahkan 2596.10 (low 30 Des 2024)..

Di sisi lain, ada ancaman baru bagi bullish, yaitu potensi terbentuknya pola Rising Wedge yang berarti membuka peluang untuk terjadinya koreksi turun yang cukup tajam. Hal ini juga berpotensi didukung oleh high sejak 3 – 9 Jan 2025 di mana harga membentuk formasi higher high (HH) sementara RSI justru membentuk formasi lower high (LH) sehingga potensi koreksi bisa terjadi kapanpun.
Dalam waktu dekat, MA 200 di grafik H4 yang saat ini ada di 2645 akan menjadi salah satu support penting selain FR 61.8% 2638.94. Secara teori seharusnya bullish tetap lebih kuat selama kedua level tidak ditembus, sehingga peluang koreksi singkat ke zona tersebut bisa diincar sebagai zona buy on correction atau buy weakness. Jika skenario ini berjalan, maka ekspektasi kenaikan bisa muncul setelah data NFP, dengan ekspektasi bahwa data relatif lebih rendah dari perkiraan, atau kenaikan NFP yang tidak terlalu mencolok/ekstrim di atas 200K. Artinya potensi koreksinya sudah diantisipasi sebelum data sehingga punya peluang untuk kembali naik.
Sebaliknya, kenaikan bisa terjadi di awal sejak sesi Asia hingga jelang data ekonomi menuju 2686-2692 atau bahkan tembus 2700-an lebih dulu. Namun, jika ini yang terjadi, maka dikhawatirkan data NFP akan memberi efek tekanan turun sehingga peluang koreksi bisa terjadi. Skenario bearish bisa terjadi dalam 2 skenario: 1) naik lebih dulu (hingga mendekati atau tembus 2700) sebelum data, lalu turun setelah data NFP, atau 2) turun dan tembus di bawah 2630, dan semakin tajam jika NFP dirilis jauh lebih kuat dari perkiraan.
Secara umum, kondisi fundamental cenderung masih mendukung kenaikan emas. Beberapa faktor seperti pembelian emas oleh bank sentral yang berlanjut, kekhawatiran tarif Trump dan juga ketidakpastian geopolitik akan mendukung emas tetap naik sehingga penurunan oleh data NFP diharapkan terbatas. Terutama jika NFP tetap di bawah 200K.

Per jam 10.30 WIB, harga berada di 2674.43, dengan high di 2674.75 dan low 2667.87. Harga bergerak naik dan sesuai perkiraan tembus di atas 2669. Fibonacci Retracement (FR) terbaru ditarik dari bottom 2614.73 (FR 100%) ke puncak 2678.11 (FR 0%). Koreksi normal seharusnya bisa terjadi di area FR 23.6% 2663 yang terdekat, atau kisaran antara FR 38.2% 2653.90 dan FR 50% 2646.42. Lalu buy lebih rendah risikonya jika dilakukan di kisaran maksimal FR 38.2%-50% tersebut, dengan stop loss idealnya di bawah FR 61.8% 2638.
Ekspektasi skenario penurunan terjadi lebih dulu sebelum data ekonomi, didukung oleh adanya peluang membentuk pola rising wedge dengan asumsi bahwa kenaikan sementara waktu akan tertahan di kisaran 2680-2684, dan turun hingga kisaran 2640-an, dalam hal ini kurang lebih mendekati FR 50% 2646 atau terdekat 2653 (FR 38.2%). Dan saat data ekonomi dirilis, angka kuat sudah diantisipasi sehingga penurunan relatif terbatas, kemudian demand kembali mendorong naik.
Sementara penurunan di bawah 2635 kemungkinan akan menekan harga lebih lanjut dengan potensi target diperkirakan cukup dekat di 2618-2620, atau 2602-2605. Mengingat kondisi fundamental yang masih mendukung bullish, maka penurunan seharusnya relatif bersifat terbatas sehingga penurunan dianggap sebagai peluang untuk buy di harga lebih murah.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi BUY dekat support
Entry: 2642.00 – 2644.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward : 2656.00 ($12 - $14)
(follow/pertahankan BUY jika tembus 2678.00,
Target terdekat 2685, terjauh 2700, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2636.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 2636.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi BUY jika Support tidak ditembus
Entry : 2600.00 – 2602.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2614.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2594.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di bawah 2590)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!


| Suggest : SELL on Rally Area : 1.03300 – 1.03500 Target : 1) 1.02700 2) 1.02100 SL : 1.04100 Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.03000 Switch to BUY jika tembus 1.04600 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 1.23500 – 1.23700 Target : 1) 1.22900 2) 1.22300 SL : 1.24300 Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.22200 Switch to BUY jika tembus 1.24800 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 158.300 – 158.500 Target : 1) 157.700 2) 157.100 SL : 159.100 Alternatif : Pertahankan/Follow SELL jika tembus 157.600 Switch to BUY jika tembus 159.200 |



| Suggest : BUY on Dip Area : 2642.00 – 2644.00 Target : 1) 2650.00 2) 2656.00 SL : 2636.00 (ideal 3-5 points di bawah 2636.00) Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2678 Switch to SELL jika tembus 2635 CEK KETERANGAN! |




