Imbal hasil Treasury AS berhasil rebound di sesi perdagangan terakhir tahun 2024, dan juga mendukung dolar yang juga ditutup menguat terhadap sejumlah mata uang global, termasuk juga membebani emas sehingga rally akhir tahun untuk emas tertahan. Meski demikian emas tetap berhasil ditutup bullish dan keluar dari tekanannya di akhir tahun.
Investor membatasi transaksi di hari terakhir 2024 tersebut sehingga range pergerakan cenderung terbatas. Beberapa agenda data ekonomi di minggu ke-2 Januari 2025 kemungkinan menjadi salah satu penyebab kenapa investor menahan diri, meskipun secara musiman, Januari tercatat sebagai salah satu bulan yang positif juga untuk emas selain Desember.
Investor Menunggu China dan Rusia
Secara umum, investor sudah memahami bahwa bank sentral China sudah kembali membeli emas di bulan November 2024, via data yang ditunjukkan di bulan Desember. Hal ini sekaligus menandai kembalinya China dalam pembelian emas setelah sempat jeda di periode Mei – Oktober 2024.
Data terbaru diperkirakan baru akan dirilis sekitar tanggal 7 Januari 2025 untuk mengetahui apakah bank sentral China tetap melanjutkan pembelian tersebut di bulan Desember atau tidak. Hal ini menjadi salah satu catatan penting bagi investor emas, meskipun tanda-tanda lain ditunjukkan oleh permintaan bank sentral global terhadap emas yang masih berjalan hingga saat ini.
Selain itu, pasar juga kemungkinan akan mencermati perkembangan di Rusia sepanjang Januari, dan juga tanda-tanda apakah Trump nantinya bisa mengakhiri perang Ukraina-Rusia. Beberapa catatan menunjukkan sejauh ini sepertinya hal tersebut tidak mungkin terjadi.

Dengan kembali aktifnya market di awal Januari, maka investor akan kembali mencermati data ekonomi AS yang akan dirilis malam nanti. Data jobless claims dan PMI manufaktur akan kembali menjadi rujukan dan bisa saja menjadi faktor penggerak malam nanti.
Klaim pengangguran mingguan di jam 20.30 WIB, diperkirakan naik tipis dari 219K minggu lalu menjadi 220K. Sementara data PMI manufaktur di jam 20.45 WIB, diperkirakan turun dari 49.7 bulan sebelumnya menjadi 48.3.
Data yang lebih baik dari ekspektasi (jobless claims turun, PMI manufaktur naik) akan menekan emas kembali. Sebaliknya, data yang lebih lemah dari ekspektasi (jobless claims naik, PMi manufaktur turun) akan mendorong emas dan peluang penembusan resistance 2638-2640an cukup terbuka.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup bullish, penurunan berhasil ditahan di zona 2600 dengan level terendah tercatat di 2602.54. Harga rebound di malam hari jelang penutupan sesi NY sekaligus jelang penutupan akhir tahun 2024 dengan penutupan di level 2624 setelah sentuh 2627 sebagai level tertinggi hari itu.
Secara keseluruhan, resistance psikologis saat ini berada di zona 2633-2638 masih menjadi area yang wajib dicermati. Kegagalan tembus zona tersebut akan berdampak negatif bagi emas, dan bisa kembali membuat emas turun. Sebaliknya penurunan juga tetap mencermati zona 2601-2605 yang juga masih efektif sejauh ini. Selama tidak terjadi penembusan zona tersebut, emas juga masih punya peluang kembali didorong naik.

Di H4, penurunan tertahan di zona FR 23.6% 2601.72, meski sempat turun hingga 2596 sehari sebelumnya. Dan di akhir tahun 2024 (Selasa) penurunan hanya sempat sentuh 2602.54 sebelum akhirnya cenderung naik di sesi perdagangan NY di hari Selasa hingga sentuh 2627. Meski sempat terjadi pergerakan sesuai ekspektasi sentuh 2617, dan turun ke 2605, namun secara keseluruhan sesi perdagangan di akhir tahun 2024 berhasil ditutup naik.
Dengan zona yang sama, saat ini di sesi Asia emas sedang menguji area 2633-2638 yang merupakan zona resistance psikologis yang relatif kuat dalam 2 minggu terakhir. Jika zona tersebut kembali gagal ditembus, maka bearish akan kembali mendominasi, dengan target penurunan kembali melirik support 2601-2605. Jika zona 2633-2638 berhasil ditembus, maka peluang kenaikan berlanjut melirik 2645-2648 sebagai resistance terdekat, dan terbuka untuk naik lebih lanjut ke zona 2655-2660 jika mampu tembus 2645-2648.
Sebaliknya, di sisi penurunan, jika 2601-2605 kembali kuat atau tidak tembus, maka rebound juga berpeluang kembali mendorong emas ke kisaran 2615-2620an. Ini berarti range pergerakan akan relatif sideways dengan kisaran 2601-2605 di sisi support dan 2633-2638 di sisi resistance, berlaku selama tidak ada pemicu untuk perubahan signifikan pada sentimen pasar.
Sementara bearish akan jauh lebih kuat jika harga mampu tembus di bawah 2600, meskipun area support 2590-2594 juga akan menjadi penahan sementara waktu, dan 2578-2582 akan menjadi support terakhir yang diperkirakan menjadi zona demand. Buy bisa kembali dilakukan jika 2578-2582 tersebut tidak ditembus, tapi Stop Loss sebaiknya diset di bawah 2578. Sedangkan penembusan 2578 akan memicu penurunan lebih dalam ke kisaran 2565 ataupun 2536-2540 yang dicurigai sebagai zona support psikologis.
Secara umum, kondisi fundamental cenderung masih mendukung kenaikan emas (terutama kembalinya bank sentral China melakukan pembelian emas, dan permintaan emas bank sentral masih berlanjut). Namun even musiman yang saat ini tersisa adalah January effect di mana emas biasanya cenderung kuat di periode Januari. Meskipun demikian masih perlu konfirmasi dan pendukung lebih lanjut, terutama dari sisi data ekonomi.

Per jam 9.45 WIB, harga berada di 2633.50, dengan high di 2636.50 dan low 2621.66. Area FR 0% 2627.40 di grafik H1 sejauh ini berhasil ditembus dan candle berikutnya di jam 9.45 tetap bertahan di atas 2627. Jika ini tetap berlangsung hingga 2 candle beruturut-turut, maka zona 2625-2627 akan menjadi area support baru, dan bisa diincar sebagai zona buy baru.
Ekspektasi skenario yang ideal adalah penurunan lebih dulu terjadi dan relatif terbatas, dengan target koreksi ke kisaran FR 38.2% - FR 50% (kisaran 2616-2618) sebelum kembali rebound dan tembus di atas FR 0% 2627, sehingga kami menempatkan zona tersebut sebagai zona buy yang relatif lower risk.
Dengan kenaikan yang sudah terjadi, maka ekspektasi berikutnya adalah zona 2636-2638 masih menahan kenaikan, dan koreksi diharpakan kembali menguji area 2625-2627, dan zona buy baru seharusnya bisa dilakukan di zona tersebut, atau maksimal 2618-2620. Dan jika sesuai ekspektasi, maka kenaikan berikutnya bisa tembus di atas 2636-2638, terutama jika didukung dengan data PMI manufacture yang lebih lemah dari perkiraan di malam hari.
Alternatif terakhir jika tidak terjadi swing low sesuai ekspektasi, maka penembusan di atas 2638 diperlukan untuk konfirmasi kenaikan lebih lanjut, dan Anda bisa pertahankan/follow buy! (Note: berlaku hanya jika benar-benar konfirm tembus!)
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi BUY dekat support
Entry: 2616.00 – 2618.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward : 2630.00 ($12 - $14)
(follow/pertahankan BUY jika tembus 2638.00,
Target terdekat 2645, terjauh 2652, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2610.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 2608.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi SELL jika Support ditembus
Entry : 2601.00 – 2603.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2589.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2609.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 2610)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.03800 – 1.04000
Target : 1) 1.03200 2) 1.02600
SL : 1.04600
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.03000
Switch to BUY jika tembus 1.05000
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.25400 – 1.25600
Target : 1) 1.24800 2) 1.24200
SL : 1.26200
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.25000
Switch to BUY jika tembus 1.26600
Potensi Descending triangle sehingga kenaikan dicurigai terbatas
Suggest : SELL on Rally
Area : 157.700 – 157.900
Target : 1) 157.100 2) 156.500
SL : 158.500
Alternatif :
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 156.700
Switch to BUY jika tembus 158.600
Suggest : BUY on Dip
Area : 2616.00 – 2618.00
Target : 1) 2624.00 2) 2630.00
SL : 2610 (ideal 3-5 points di bawah 2608.00)
Alternatif :
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2638
Switch to SELL jika tembus 2603
CEK KETERANGAN!
Imbal hasil Treasury AS ditutup turun untuk kedua kalinya dalam 2 hari beruntun. Sementara dolar justru sempat mengalami kenaikan cepat meskipun akhirnya ditutup di titik awal sebelum kenaikan tersebut terjadi. Namun hal tersebut tetap membebani emas sehingga sulit untuk mendapatkan rebound yang kuat di malam hari dan berakhir di zona psikologis 2605.
Penurunan drastis di pasar saham AS sepertinya ikut berdampak pada nasib emas yang juga mengharapkan rally akhir tahun. Hal ini membuat investor berhati-hati dan cenderung melakukan aksi profit taking meskipun data ekonomi tadi malam menunjukkan Chicago PMI yang lebih rendah dari ekspektasi, 36.9 vs 42.7.
Nasib Rally Terancam, Cermati Indeks Saham!
Rally akhir tahun berpotensi terancam dengan penurunan dibawah 2600 yang terjadi tadi malam. Hal tersebut juga sejalan dengan penurunan drastis yang terjadi pada indeks saham AS yang tertekan untuk hari kedua berturut-turut karena penurunan di sektor teknologi.
Dengan kondisi memasuki hari terakhir Desember yang juga sekaligus hari terakhir tahun 2024, maka nasib rally emas akan bergantung pada penutupan hari ini. Biasanya ada daya tarik musiman yang cukup kuat setiap tahunnya sejak 2016. Tapi dengan Fed yang berubah menjadi hawkish, penguatan dolar dan tekanan pada obligasi membuat emas terbebani dan berpotensi ditutup lebih rendah di bulan Desember, kecuali jika terjadi perubahan yang cukup “Ajaib” di hari terakhir perdagangan bulan ini.
Secara keseluruhan emas sudah naik 26.5% sepanjang tahun ini, menjadikannya sebagai tahun terbaik sejak 2010. Meskipun kondisi terkini berpotensi merintangi kenaikan emas di akhir tahun, tapi sejarah menunjukkan emas pernah mengalami penurunan di Desember 2015 dan 2016 kemudian menguat di bulan Januari, masing-masing 6.6% dan 5.4%. Dengan demikian hal tersebut bisa saja memperkuat kasus untuk terjadinya pengulangan kenaikan di bulan Januari (jika memang ternyata Desember gagal untuk catatkan kenaikan di hari terakhir).
Di sisi lain, jika mencermati kondisi minggu lalu saat mau memasuki libur Natal, emas juga mengalami penurunan di hari Senin dan Selasa. Namun kemudian berhasil naik saat penutupan jelang libur dipicu dengan kenaikan yang terjadi pada indeks saham AS sebelum libur. Dan hal tersebut berlanjut saat pembukaan setelah libur Natal. Dengan demikian bisa saja hal tersebut kembali terjadi di hari Kamis, 2 Januari 2024, dengan catatan bahwa indeks saham akan menjadi indikator yang menarik untuk dicermati.

Tidak ada data ekonomi malam ini yang efektif ataupun signifikan berpengaruh sehingga pasar akan mencermati perkembangan di malam hari. Jika tidak ada kejutan ataupun tekanan yang signifikan, maka indeks saham bisa menjadi indikator yang baik untuk mendapatkan sinyal apakah emas akan rebound di malam hari atau tidak.
Data besar lainnya muncul di hari Kamis, dengan jobless claims mingguan yang akan kembali disorot, beserta PMI manufacture, versi ISM dan juga S&P Global.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup bearish, kenaikan terhambat di 2627, gagal untuk pulih di atas 2633. Bahkan penurunan sempat menyentuh 2596, meskipun akhirnya ditutup rebound di 2605. Rally akhir tahun terancam jika hari ini harga kembali bertahan di bawah 2610, atau dengan kata lain gagal tembus di atas 2630-an.
Secara keseluruhan, resistance psikologis saat ini berada di zona 2633-2638 sehingga jika rebound kembali gagal tembus atau minimal ditutup di zona tersebut, maka peluang kenaikan di beberapa hari pertama Januari akan relatif kecil dan investor harus menunggu NFP minggu depan. Sebaliknya, penurunan di bawah 2580 akan membuka peluang untuk menguji zona 2571 ataupun 2540, dengan catatan bahwa kondisi akhir tahun yang berpotensi membatasi aktivitas jelang libur, maka penurunan diharapkan tertahan di zona 2578-2582.

Di H4, kenaikan gagal lanjut di atas 2630-an, dan catatkan tertinggi hanya berada di 2627 sebelum akhirnya turun hingga 2596. Di penurunan pertama 2605 harga sebenarnya sempat rebound hingga 2622. Tapi sayangnya gagal lanjut hingga akhirnya turun drastis ke 2596.
Secara umum tekanan turun kemungkinan masih dominan untuk beberapa waktu ke depan dan area 2618-2627 adalah area resistance yang diperkirakan akan menjadi zona sell yang cukup kuat untuk saat ini. Dengan catatan stop loss harus ditempatkan di atas resistance untuk mengantisipasi kemungkinan berbalik naik karena kesempatan untuk penutupan positif di akhir tahun masih cukup terbuka.
Level support 2601-2605 kemungkinan akan kembali ditembus, dan itu berarti area 2590-2594 akan kembali dilirik. Jika tembus, maka potensi berikutnya melirik zona 2578-2582. Di area ini akan sangat kritikal. Jika tembus juga, maka berpotensi lanjut ke 2571 (support FR 50% Daily) atau terjauh 2554.45 (low 15 Nov 2024).
Sebaliknya, jika 2578-2582 tidak ditembus, maka demand diperkirakan muncul dan berpeluang kembali mendorong harga naik kembali, setidaknya ke zona 2588-2594 atau mendekati 2600 kembali.
Minimnya data ekonomi dan juga kemungkinan profit taking jelang libur akhir tahun diperkirakan akan membuat harga bergerak sideways sehingga penurunan diperkirakan tidak terlalu besar. Dengan demikian zona 2578-2582 diharapkan mampu menahan penurunan tersebut.
Secara umum, kondisi fundamental cenderung masih mendukung kenaikan emas (terutama kembalinya bank sentral China melakukan pembelian emas, dan permintaan emas bank sentral masih berlanjut, dan even musiman di akhir Desember hingga awal Januari). Namun, kondisi penurunan di saham AS membuat peluang Santa Claus Rally di emas juga turut terancam!

Per jam 10.00 WIB, harga berada di 2606.16, dengan high di 2611.50 dan low 2603.80. Trendline support berhasil ditembus sehingga kali ini harga cenderung turun. Dengan menarik garis dari puncak 2638.09 ke 2622.51, lalu tarik garis sejajar, maka didapat trend channel seperti pada gambar.
Ekspektasi skenario hari ini swing high terbatas untuk beberapa waktu ke depan, dengan area resistance trend channel berada di kisaran 2615-2622 sebagai area retest sekaligus zona sell yang berisiko rendah (lower risk), dan penurunan berlanjut mendekati 2578-2582.
Jika harga bergerak sesuai skenario, maka potensi bearish lebih dominan sehingga SELL di sesi Asia maupun Eropa masih bisa dilakukan selama tidak tembus di atas 2623.
Namun, di malam hari, terutama jika harga sentuh area yang diperkirakan sebagai area demand yang lebih kuat (kisaran 2578-2582), maka rebound diharapkan terjadi di zona tersebut. Dan hal ini bisa menjadi pertimbangan untuk zona buy, jika memenuhi syarat tersebut, dengan stop loss sebaiknya dipasang beberapa poin di bawah 2578.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi SELL on Rally
Entry: 2616.00 – 2618.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward : 2604.00 ($12 - $14)
(follow/pertahankan SELL jika tembus 2605.00,
Target terdekat 2596, terjauh 2580, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2624.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di atas 2623.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi BUY jika Support tidak ditembus
Entry : 2578.00 – 2580.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2592.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2572.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di bawah 2572)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.04200 – 1.04400
Target : 1) 1.03600 2) 1.03000
SL : 1.05000
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.03800
Switch to BUY jika tembus 1.05400
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.25600 – 1.25800
Target : 1) 1.25000 2) 1.24400
SL : 1.26400
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.25000
Switch to BUY jika tembus 1.26600
Potensi Descending triangle sehingga kenaikan dicurigai terbatas
Suggest : SELL on Rally
Area : 157.200 – 157.400
Target : 1) 156.600 2) 156.000
SL : 158.000
Alternatif :
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 156.000
Switch to BUY jika tembus 158.000
Suggest : SELL on Rally
Area : 2616.00 – 2618.00
Target : 1) 2610.00 2) 2604.00
SL : 2624 (ideal 3-5 points di atas 2623.00)
Alternatif :
CEK KETERANGAN!
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 2605
Switch to BUY jika tembus 2633
Dolar sedikit pulih terhadap mata uang lainnya kecuali terhadap Yen di akhir tahun ini. Prospek pertumbuhan ekonomi yang pesat di tahun 2025 di bawah agenda ekonomi Trump yang akan menjadi presiden AS untuk kedua kalinya dikhawatirkan akan kembali memicu inflasi kembali naik. Sehingga Federal Reserve dalam pertemuan moneter terakhirnya mengurangi proyeksi penurunan suku bunga acuannya menjadi setengahnya dari 4 kali atau sebanyak 100 bps menjadi hanya 2 kali sebanyak 50 bps di tahun 2025 nanti. Bahkan pelaku pasar meyakini Fed hanya akan memangkas suku bunga acuan sebanyak 35 bps dan bukan 50 bps guna mengendalikan inflasi tersebut. Sementara di belahan dunia lainnya prospek ekonomi justru memburuk seiring dengan akan dikenakan kenaikan tarif impor oleh pemerintah AS dan kemungkinan kebijakan lain yang berpeluang menghambat laju pertumbuhan ekonomi sehingga bank sentral akan terus menurunkan suku bunga acuan guna mendongkrak perekonomian. Perbedaan prospek kebijakan moneter tersebut menjadi penggerak pasar di tahun 2025 nanti yang secara jelas menjadi daya tarik mata uang dolar. Data ekonomi jelang tutup tahun cukup mixed dengan data indeks manufaktur PMI negara bagian Chicago yang turun tajam dari 40.2 menjadi 36.9 yang lebih buruk dari perkiraan naik 42.7. Sektor manufaktur masih belum pulih sejak pandemi berakhir. Sementara data sektor perumahan positif dengan angka penjualan rumah yang tertunda mengalami kenaikan 2.2% yang jauh melampaui perkiraan turun 0.9% meski data periode sebelumnya direvisi menurun dari 2.0% menjadi hanya 1.8%. Hari ini merupakan hari terakhir di tahun ini dan diperkirakan volume perdagangan semakin menuurun dengan hanya ada data indeks harga perumahan.
Yen berlanjut menguat terhadap dolar seiring dengan spekulasi akan dilakukannya langkah intervensi oleh pemerintah Jepang. Pada akhir pekan lalu Menteri Keuangan Jepang - Katsunobu Kato menyampaikan pandangannya terhadap mata uang Yen yang kembali cenderung melemah dengan mengatakan jika pemerintah Jepang siap beraksi jika pergerakan mata uang Yen terlalu cepat dan tidak menggambarkan kondisi fundamental ekonomi di Jepang. Pernyataan ini diduga ada kemungkinan pemerintah Jepang akan melakukan intervensi di saat pasar sepi seperti di akhir tahun saat ini. Selain itu juga semakin santernya isu seputar prospek Bank Sental Jepang (BOJ) yang akan segera menaikkan suku bunga acuannya dalam waktu tidak lama lagi. Hal ini tercermin dalam nota pertemuan moneter BOJ pekan lalu yang menunjukkan sejumlah pejabat BOJ menghendaki kenaikan suku bunga acuan secepatnya guna mengantisipasi angka inflasi yang cenderung naik.
Euro masih cenderung melemah terhadap dolar seiring dengan sentimen negatif seputar kondisi politik, ekonomi dan ancaman perdagangan dengan AS mendatang. Kondisi ekonomi yang terus menurun membuat Bank Sentral Eropa (ECB) diperkirakan masih akan terus menurunkan suku bunga acuan guna memicu pertumbuhan ekonomi agar menjadi lebih baik. Setelah memangkas suku bunga acuan sebanyak 4 kali di tahun ini, ECB diperkirakan masih akan memangkas serupa di tahun depan. Cukup jauhnya perbedaan proyeksi pemangkasan dibandingkan dengan Fed membuat sentimen negatif terhadap aset-aset Euro. Sementara kondis politik di Jerman masih akan terus mewarnai pergerakan mata uang Euro setidaknya hingga pemilu dini di bulan Februari mendatang. Sedangkan di Prancis pengangkatan Perdana Mentari yang baru masih belum menjamin stabilitas politik seiring dengan posisi oposisi yang sangat kritis di bawah pimpinan Marine Le Pen yang menjadi rival utama Presiden Macron dalam pemilu Prancis lalu. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.
Poundsterling sedikit melemah terhadap dolar seiring dengan performa ekonomi yang lumayan baik dan langkah Bank Sentral Inggris (BOE) yang terus mempertahankan suku bunga acuannya. Inflasi di Inggris yang terus membandel membuat BOE menjadi bank sentral yang paling sedikit memangkas suku bunga acuan di antara negara G10 selain Jepang. Sehingga membuat Goldman Sachs mengecualikan Inggris dari bank sentral yang terus bergerak menyesuaikan dengan inflasi. Hal ini dikarenakan inflasi yang relatif stabil dan kecenderungan naik terutama di sektor jasa yang terus diawasi oleh BOE. Dan perbedaan suku bunga masih menjadi daya tarik bagi pelaku pasar menjelang ketidakpastian ekonomi global karena agenda ekonomi pemerintah AS yang baru nanti. Meski demikian Bank Sentral Inggris (BOE) diperkirakan akan segera menurunkan suku bunga acuan kembali, terlebih setelah anggota voting untuk pemangkasan bertambah dari 1 orang menjadi 3 orang. Kemungkinan besar jumlah voting akan semakin bertambah. Hari ini tidak ada data ekonomi.
Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://t.me/AGROdanaOFFICIAL
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial
Imbal hasil Treasury AS dan dolar kembali bergerak berbeda arah. Imbal hasil Treasury ditutup naik, sedangkan dolar AS ditutup turun. Meski hal tersebut membuat emas turun dengan cepat, tapi pergerakan yang terbatas membuat tekanan turun juga relatif terbatas.
Dengan minggu terpendek karena libur Natal, pasar nyaris tidak mendapatkan tekanan yang terlalu signifikan. Trader masih membatasi aktivitasnya dari liburan Natal dan juga Boxing day. Sementara di sesi NY, neraca perdagangan AS bulan November cukup baik dengan mencatatkan penurunan dari -99 miliar bulan lalu menjadi -100.6. Kemungkinan hal tersebut akan berbeda saat kebijakan tarif Trump nanti diberlakukan.
Rally Akhir Tahun Tetap Terbuka?
Tanda-tanda rally akhir tahun sepertinya belum nampak dengan pergerakan yang terus menerus tertahan di zona 2638-2640, di mana 1 minggu terakhir kenaikan sempat tertahan di kisaran 2632-2633, lalu sempat membuka peluang dengan kenaikan lebih tinggi di 2638 dan 2639, tapi kemudian tertahan dan tertekan kembali ke 2611, meskipun tidak terlalu signifikan.
Apakah ini berarti kenaikan tidak akan terwujud untuk akhir tahun ini? Dengan kondisi kenaikan tahun ini yang sudah lebih dari 27% sepanjang 2024, hal ini menjadi agak menyulitkan untuk emas. Meski tekanan turun efek dari pilpres AS mulai berkurang, tapi penyesuaian ekspektasi pasca pengumuman FOMC Desember sepertinya belum sepenuhnya memudar. Hal inilah yang membuat kenapa emas kesulitan untuk naik lebih cepat dan lebih tinggi seperti yang terlihat minggu lalu.
Meski demikian, bukan berarti hal tersebut tertutup secara keseluruhan. Jika Desember gagal memulihkan sentiment akhir tahun, masih ada Januari yang tercatat sebagai bulan dengan performa terbaik untuk emas.
Pola musiman menunjukkan bahwa Januari adalah bulan terbaik untuk emas selama 1 dekade terakhir. Pengecualian untuk era pasca pandemi. Pertanyaan muncul apakah ada hubungannya dengan kondisi China yang sedang mengalami kesulitan selama periode ini sehingga membuat rally akhir tahun cenderung terhambat. Meski demikian, selalu ada pemikiran tentang kenaikan emas yang akan terjadi menjelang perayaan Tahun Baru Imlek (tahun 2025 jatuh di bulan Januari, sekitar akhir bulan). PBOC sendiri sudah kembali melakukan pembelian emas, tercatat sejak November 2024, pasca jeda 6 bulan terhitung sejak April 2024.

Kita kembali dengan sesi perdagangan yang mulai sedikit aktif minggu ini, pengecualian di hari Rabu, 1 Januari 2025 dimana market akan libur perayaan Tahun Baru. Beberapa agenda data ekonomi akan dirilis, termasuk dari AS yang kembali diperkirakan akan menjadi penggerak market, terutama emas, selain tentunya kabar terbaru dari China tentang stimulus yang dijanjikan.
Malam ini kita berhadapan dengan data Chicago PMI dan pending home sales, dengan fokus utama sepertinya lebih tertuju pada indikator Chicago PMI. Data tersebut akan menentukan kesehatan ekonomi sektor manufaktur di wilayah Chicago. Data ini diyakini bisa membantu dalam memperkirakan PMI manufaktur versi ISM yang akan dirilis minggu ini (Kamis/Jumat).
Data yang lebih baik dari ekspektasi akan membuat emas kembali terkoreksi turun, dan data yang lebih lemah dari ekspektasi akan menunjang kenaikan emas yang diperlukan menjelang akhir tahun 2024.
Data besar lainnya muncul di hari Kamis, dengan jobless claims mingguan yang akan kembali disorot, beserta PMI manufacture, versi ISM dan juga S&P Global. Namun khusus data ISM masih perlu konfirmasi lebih lanjut karena economic calendar menunjukkan jadwal 2 kali rilis di hari Kamis dan Jumat sehingga akan dipastikan lebih lanjut apakah akan rilis Kamis atau Jumat.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup bearish, level tertinggi tertahan di 2638.09 dan turun hingga 2611.58, tertahan di dekat MA 100 Daily yang berada di 2613. Secara umum, range pergerakan relatif terbatas, dan penurunan juga masih batas wajar dan sesuai perkiraan kami sebelumnya yang menandai area 2605-2610 sebagai support psikologis yang cukup efektif.
Secara keseluruhan, peluang rally akhir tahun tetap terbuka, meskipun sempat turun di hari Jumat. Namun, bullish akan lebih kuat jika mampu keluar dari resistance 2640an tersebut. Dengan demikian zona resistance penting saat ini berada di kisaran 2640-2651 yang harus ditembus untuk mempermudah kenaikan. Sebaliknya, waspadai 2600-2605 sebagai support psikologis dalam waktu dekat.

Di H4, kenaikan kembali terhambat di dekat MA 200 H4 @2637 saat itu (high tercatat di 2638.09), lalu turun hingga 2611.58. Harga berada di bawah garis trend. Tapi kemudian rebound, dan pagi ini kembali menguji area tersebut, terbantu dengan pembukaan gap up di pagi ini.
Secara keseluruhan pergerakan yang sideway tersebut belum menandakan perubahan tren yang signifikan, meskipun trendline berhasil ditembus. Jika beberapa jam kedepan harga berhasil naik di atas trendline atau di atas 2633 kembali, maka tren cenderung bullish. Sebaliknya, jika beberapa jam kedepan harga tetap di bawah trendline, maka tren cenderung bearish/turun.
Level support 2601-2605 akan menjadi penentu. Jika support tersebut ditembus, maka penurunan berpotensi berlanjut di bawah 2600, dengan target support terdekat 2590-2594, dan terjauh 2578-2582. Namun penurunan diperkirakan masih relatif terbatas mengingat kondisi akhir tahun yang kian dekat, dan market masih menunggu apakah rally akhir tahun tetap terjadi hingga beberapa hari pertama Januari 2025.
Rally akan berlanjut jika resistance 2638/2640 berhasil ditembus. Dan kenaikan bisa lebih kuat jika didukung data ekonomi yang relatif lemah.
Sebaliknya, penurunan di bawah 2601-2605 berpotensi memicu penurunan. dengan potensi terdekat ke 2590-2594, dan terjauh 2578-2582. Dengan demikian, strategi sell bisa terpenuhi jika benar-benar tembus 2600, dengan catatan bahwa proyeksi penurunan diperkirakan masih relatif terbatas.
Secara umum, kondisi fundamental cenderung masih mendukung kenaikan emas (terutama kembalinya bank sentral China melakukan pembelian emas, dan permintaan emas bank sentral masih berlanjut, dan even musiman di akhir Desember hingga awal Januari) sehingga penurunan ke zona 2601-2605 sebenarnya masih dipertimbangkan sebagai area buy yang cukup ideal, dengan Stop loss ideal di bawah 2600.

Per jam 9.50 WIB, harga berada di 2624.14, dengan high di 2626.62 dan low 2619.36.Trendline support diperbarui, ditarik dari bottom 2582.68 ke bottom berikutnya 2611.58 sehingga terlihat seperti pada gambar.
Ekspektasi skenario hari ini swing low terbatas, menguji kembali area trendline support 2613-2616, dan kemudian dilanjutkan dengan dorongan kenaikan kembali hingga zona kuning terdekat kisaran 2635-2639. Dan secara bertahap kembali naik lebih tinggi dengan asumsi swing low kedua tidak lebih dari 2618-2622, dengan proyeksi target resistance berikutnya di zona 2648-2651.
Sebaliknya, potensi bearish tetap terbuka. Secara teknis, sell bisa dilakukan jika konfirm tembus di bawah 2611 (low 27 Des 2024). Namun penurunan diperkirakan jauh lebih konfirm jika berhasil tembus 2600 sehingga strategi sell sebaiknya dilakukan hanya jika tembus 2600, dengan catatan target akan relatif terbatas kisaran 2590-2594 atau terjauh 2578-2582.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi BUY on Dip
Entry: 2615.00 – 2617.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward : 2629.00 ($12 - $14)
(follow/pertahankan BUY jika tembus 2640.00,
Target terdekat 2646, terjauh 2660, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2609.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 2608.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi SELL jika Support ditembus
Entry : 2600.00 – 2602.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2588.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2608.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 2606)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!



