logo agrodana futures official
Buka Akun

CHART TECHNICAL ANALYSIS EURUSD

slide13

slide14

Suggest : SELL on Rally
Area : 1.04400 – 1.04600
Target : 1) 1.03800 2) 1.03200
SL : 1.05200

Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.03800
Switch to BUY jika tembus 1.05400

CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD

slide15

slide16

Suggest : SELL on Rally
Area : 1.26400 – 1.26600
Target : 1) 1.25800 2) 1.25200
SL : 1.27200

Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.25000
Switch to BUY jika tembus 1.27200
Potensi Descending triangle sehingga kenaikan dicurigai terbatas

CHART TECHNICAL ANALYSIS  USDJPY

slide18

slide18

Suggest : SELL on Rally
Area : 157.900 – 158.100
Target : 1) 157.300 2) 156.700
SL : 158.700

Alternatif :
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 157.400
Switch to BUY jika tembus 159.000

CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD (XAUUSD)

slide19

slide20

slide21

Suggest : BUY on Dip
Area : 2615.00 – 2617.00
Target : 1) 2623.00 2) 2629.00
SL : 2609 (ideal 3-5 points di bawah 2608.00)

Alternatif :
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2640
Switch to SELL jika tembus 2600
CEK KETERANGAN!

Dolar mengalami koreksi terhadap mata uang lainnya masih dengan kondisi pasar yang masih sepi menjelang akhir tahun. Dengan pelaku pasar yang absen dan menunggu agenda ekonomi pemerintahan baru Presiden Trump untuk periode kedua kalinya di bulan depan. Pengurangan pajak individu maupun korporasi diharapkan akan memacu pertumbuhan ekonomi lebih cepat, namun di sisi lain juga berpotensi dapat memicu inflasi kembali naik. Sehingga Fed dalam pertemuan moneter lalu selain memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps, namun juga menurunkan proyeksi suku bunga acuan di tahun 2025 mendatang menjadi hanya 2 kali dari proyeksi sebelumnya sebanyak 4 kali. Ketua Fed – Jerome Powell juga mengkonfirmasi hal tersebut dengan mengatakan Fed akan lebih cermat dan berhati-hati lagi untuk kembali memangkas suku bunga acuan di masa depan. Bahkan spekulasi di pasar, Fed akan memangkas suku bunga acuan sebanyak 2 kali dengan hanya total keseluruhan 37 bps dan bukan 2 kali 25 bps. Ekspektasi penurunan suku bunga acuan yang terbatas membuat mata uang dolar lebih menarik dibandingkan mata uang lainnya dimana bank sentral lainnya cenderung lebih agresif memangkas suku bunga acuannya, guna memacu pemulihan ekonomi yang terancam dengan kenaikan tarif impor dari kebijakan moneter pemerintah AS yang akan datang. Dengan pengecualian Bank Sentral Jepang (BOJ) yang berpeluang akan segera menaikkan suku bunga acuannya. Data ekonomi juga tidak cukup penting yang akan dirilis pekan depan, hanya data-data PMI di sektor manufaktur. Sedangkan data sektor tenaga kerja yang sangat penting baru akan dirilis di pekan kedua bulan Januari mendatang.

Yen bergerak menguat terhadap dolar seiring dengan rilis nota pertemuan moneter Bank Sentral Jepang (BOJ) pekan lalu. Dalam nota pertemuan tersebut sejumlah pejabat BOJ cukup yakin perlunya segera menaikkan suku bunga acuan meski kalah suara dalam pemungutan suara dalam pertemuan lalu. Seiring dengan sejumlah pejabat lainnya yang mempertimbangkan perlunya menunggu dampak dari agenda ekonomi dari pemerintah AS yang tidak lama lagi akan dijalankan dan juga struktur upah yang diperkirakan juga segera berubah dalam waktu dekat ini. Gubernur BOJ - Kazuo Ueda juga sepakat perlu lebih banyak data ekonomi untuk mengambil keputusan yang tepat menghadapi situasi yang tidak menentu setelah Trump menjadi presiden untuk kedua kalinya nanti. Di sisi lain pemerintah Jepang juga terus mengawasi pergerakan mata uang Yen yang terus melemah tanpa dasar fundamental ekonomi yang riil. Selain itu BOJ juga mulai melakukan tapering dengan mengurangi pembelian obligasi pemerintah mulai bulan Januari mendatang secara bertahap. Agenda BOJ di bulan Januari dimulai dari laporan ekonomi regional pada 9 Januari lalu diikuti oleh pidato resmi dari Wakil Gubernur BOJ - Ryozo Himino yang kemungkinan akan memberikan sinyal langkah moneter yang akan diambil oleh BOJ dan pertemuan moneter BOJ dijadwalkan pada 23-24 Januari.

Euro hanya naik tipis terhadap dolar dan relatif tertahan di kisaran level terendah dalam 2 tahun terakhir. Selain kondisi politik di Jerman dan Prancis yang masih menghadapi krisis, kondisi ekonomi juga tidak cukup baik dan malah cenderung menurun. Serta prospek akan pemangkasan suku bunga acuan lebih lanjut dari Bank Sentral Eropa (ECB) ditambah dengan kemungkinan tekanan setelah beberapa waktu lalu Trump mengungkit neraca perdagangan AS yang lebih banyak menguntungkan Uni Eropa dan meminta untuk menyeimbangkannya yang merupakan tantangan yang sulit bagi Uni Eropa. Sentimen negatif tersebut semakin membebani mata uang Euro. Tidak ada data penting pekan ini hanya PMI sektor manufaktur di Jerman.

Poundsterling juga sedikit menguat terhadap dolar, namun penguatannya juga tertahan karena volume perdagangan yang rendah di akhir tahun. Di antara mata uang negara G7, hanya GBP yang relatif bertahan terhadap penguatan mata uang dolar. Seiring dengan langkah moneter Bank Sentral Inggris (BOE) yang paling sedikit dalam menurunkan suku bunga acuannya dengan kondisi ekonomi yang juga lebih stabil jika kondisi Inggris dibandingkan dengan negara-negara lainnya. Kondisi ekonomi fiskal sebenarnya juga tidak jauh dari negara tetangganya yang berjuang untuk memenuhi keperluan anggarannya. Namun keunggulan di politik yang lebih stabil menjadi sentimen positif bagi GBP. Pekan ini juga tidak ada data penting hanya PMI di sektor manufaktur.

Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://t.me/AGROdanaOFFICIAL
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial

26

27

28

29

30

31

32

33

34
35

36

37

38

39

40
41

42

Gold (Emas)

Penggerak Pasar

Imbal hasil Treasury AS dan dolar mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan dengan candle daily masing-masing ditutup oleh shooting star dan doji candle sehingga membuka peluang terjadinya koreksi turun ataupun reversal. 

Satu-satunya data ekonomi yang muncul adalah initial jobless claims AS yang dirilis di bawah ekspektasi, 219K vs 223K, dan turun tipis dibanding minggu sebelumnya 220K. Dolar sempat menguat dan menekan emas saat data muncul. Tapi kuatnya suasana akhir tahun yang cenderung positif untuk emas berhasil menahan penurunan dan berbalik kembali naik hingga penutupan. 

Geopolitik Sedikit Memanas

Israel semakin intens melakukan serangan ke Tentara Houthi, menargetkan Bandara Yaman dan Tenaga Listrik. PM Netanyahu beralasan mereka mengincar tentara pemberontak yang didukung Iran tersebut karena serangan rudal yang mengancam negerinya. Houthi dikabarkan meluncurkan rudal balistik ke Israel dalam beberapa hari terakhir meskipun militer Israel sebelumnya mengklaim telah berhasil mengalahkan Hamas di Jalur Gaza dan Hizbullah di Lebanon.

Belum terlihat dampak spesifik atas aksi tersebut, dan emas meskipun sempat naik cepat, tapi tidak ditemukan alasan kuat bahwa kenaikan tersebut dipicu oleh permintaan safe haven karena dorongan geopolitik. Untuk sementara waktu kami melihat kenaikan emas lebih didorong oleh efek akhir tahun yang cenderung positif dalam 7 tahun terakhir untuk emas. Meski demikian kondisi geopolitik di akhir pekan tetap harus dicermati. Jika terus memanas, dan menimbulkan aksi balasan, maka peluang safe haven bisa kembali mendorong emas dengan kenaikan lebih tinggi dan cepat.

Fokus Malam Ini

Tidak ada data ekonomi malam nanti sehingga praktis efek akhir tahun yang mendominasi sentimen pasar saat ini. Dan kita mungkin akan melihat hal yang sama hingga awal Januari 2024 minggu depan (2-3 Januari 2025), sampai didapat data ekonomi yang menghadang kenaikan emas. Non Farm Payroll sendiri baru akan dirilis sekitar 10 Januari 2025.

Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah! 

gold nano 1200x700 kv

Analisis Teknikal Gold

Candlestick daily ditutup bullish, level tertinggi berhasil sentuh 2639, beberapa poin lebih tinggi dari resistance 2632-2633 yang bertahan dalam 1 minggu terakhir. Sementara harga berhasil memenuhi ekspektasi kami, yaitu ditutup di atas 2623 (FR 38.2% Daily) sehingga secara keseluruhan secara teori harusnya kita masih bisa melihat peluang kenaikan. Namun 2 resistance tersisa di atasnya harus dilewati untuk membuka jalur kenaikan lebih lanjut.

Resistance saat ini berada di 2638 dan 2651 menjadi 2 area penting yang harus dilewati, sebelum berhadapan dengan resistance kuat lainnya 2666. Sedangkan support saat ini berada di 2623 (FR 38.2% daily), 2614 (low 26 Des 2024), dan 2600 sebagai support psikologis terdekat.

slide20

Di H4, harga bergerak dalam range yang sesuai dengan yang diharapkan, level terendah 2614, dan tertinggi di 2639. Area high berada sedikit di bawah MA 200 H4 yang saat itu berada di 2641 sehingga wajar jika terjadi rejection

Meskipun demikian penurunan juga tidak terlalu jauh, dan sesuai ulasan di channel youtube @agrodanafuturesofficial kemarin bahwa area 2620-2621 menjadi support baru sekaligus zona buy baru, jika terjadi swing low akibat data ekonomi. Dan sejauh ini masih sesuai di mana saat data jobless claims yang kuat emas sempat turun, dan tertahan di zona 2625 sebelum mengakhiri sesi perdagangan hari Kamis di 2633. 

Hal ini berarti juga bahwa kenaikan masih cenderung kuat dan memperkuat alasan untuk rally akhir tahun cukup terbuka untuk emas berakhir dalam kenaikan. Jika resistance 2651 dan 2666 berhasil ditembus, maka peluang penutupan akhir tahun di atas 2700-an bisa terwujud. Sebaliknya, jika gagal tembus, maka emas berpotensi kembali terkoreksi turun, dan memperkecil peluang rally akhir tahun yang diharapkan bisa berlangsung sejak pasca Natal hingga beberapa hari pertama bulan Januari 2025.

Secara umum, area masih sama, dan trendline support 2617 dan FR 50% 2623 menjadi area support terdekat, sekaligus area ideal buy, dengan stop loss beberapa poin di bawah 2617. 

Sebaliknya, penurunan di bawah 2614 (low kemarin) akan memicu penurunan. Namun target penurunan diperkirakan relatif terbatas saat ini di kisaran 2606-2608 dan 2600-2602, dengan potensi terjauh extend ke 2590-2594. Dengan demikian, strategi sell jika terpenuhi, sebaiknya hanya dilakukan saat benar-benar turun di bawah 2608.

Secara umum, kondisi fundamental cenderung masih mendukung kenaikan emas (terutama kembalinya bank sentral China melakukan pembelian emas, dan permintaan emas bank sentral masih berlanjut, dan even musiman di akhir Desember hingga awal Januari).

slide21

Per jam 9.05 WIB, harga berada di 2632.50, dengan high di 2634.27 dan low 2630.69. Double Bottom berhasil sentuh target utama, dan saat ini kenaikan masih tetap terbuka meskipun bukan bagian dari double bottom kembali. 

Sentimen akhir tahun cenderung positif sehingga kami tetap mengincar buy untuk saat ini. Area buy yang ideal akan berada di dekat trendline support warna merah, di kisaran 2616-2618, atau area 2620-2623 yang merupakan area neckline double bottom sebelumnya. Target bertahap mulai mendorong kembali ke atas, dengan ekspektasi naik lebih tinggi dari high kemarin 2639 untuk membuka jalur kenaikan lebih lanjut dengan target resistance berikutnya kisaran 2648-2651 dan 2663-2666.

Sebaliknya, potensi bearish juga tetap terbuka. Secara teknis, sell bisa dilakukan jika konfirm tembus di bawah 2614 (low kemarin), namun dengan catatan target akan relatif terbatas kisaran 2606-2608 dan 2600-2602, atau extend terjauh 2590-2594. 

Mengingat tidak adanya data ekonomi AS malam nanti, dan nuansa akhir tahun yang kian dekat, maka kami melihat penurunan adalah kesempatan untuk tetap buy, karena rally akhir tahun diperkirakan akan berlangsung sampai beberapa hari pertama Januari 2025.

Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4! 

Trading Strategy: 
Opsi BUY on Dip
Entry: 2621.00 – 2623.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward :  2635.00 ($12 - $14) 
(follow/pertahankan BUY jika tembus 2640.00,
Target terdekat 2646, terjauh 2660, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2615.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 2615.00)
Risk Reward: 1: 2 

Opsi SELL jika Support ditembus
Entry : 2600.00 – 2602.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2588.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2608.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 2606)
Risk Reward: 1: 2

Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!

Dolar bergerak cukup mixed terhadap mata uang lainnya seiring dengan volume perdagangan cukup tipis karena berkurangnya pelaku pasar yang bertransaksi di antara libur Natal dan Tahun Baru yang akan datang. Dolar masih dibayangi oleh optimisme ekonomi di AS yang diharapkan dari agenda ekonomi pemerintahan Presiden Donald Trump dengan potensi pertumbuhan ekonomi yang meningkat dan juga kembali memicu inflasi kembali naik. Meski demikian, kebijakan ekonomi yang lebih longgar dan pengurangan pajak akan memicu pertumbuhan ekonomi yang signifikan. Sementara berkurangnya ketersediaan tenaga kerja karena aturan imigrasi yang ketat akan meningkatkan upah dan juga kenaikan tarif impor diperkirakan akan mendorong inflasi kembali naik. Sehingga Fed dalam pertemuan moneter pekan lalu mengurangi proyeksi pemangkasan suku bunga acuan dari 4x menjadi hanya 2x di tahun 2025 mendatang dan tidak tertutup kemungkinan akan mempertahankan suku bunga lebih lama lagi jika inflasi benar-benar naik jauh dari target Fed. Sementara di negara lain bank sentral tidak ada tekanan tersebut sehingga kemungkinan besar akan tetap menjalankan pelonggaran moneter guna memicu pertumbuhan ekonomi di negaranya. Terlihat dari prakiraan yang diberikan oleh pelaku pasar yang menunjukkan Fed hanya akan memangkas suku bunga acuan sebanyak 38 bps atau tidak sebanyak 50 bps seperti yang diproyeksikan Fed tersebut diatas. Perbedaan suku bunga acuan akan semakin kembali melebar yang menjadi sentimen positif untuk mata uang dolar. Data Klaim pengangguran yang dirilis semalam menunjukkan terjadinya penurunan dari 220K menjadi 219K yang lebih baik dari perkiraan meningkat 223K. Data ini menunjukkan sektor tenaga kerja yang masih cukup kuat meski mulai ada kecenderungam melambat. Hari ini tidak ada data penting yang akan dirilis.

Yen melemah terhadap dolar hingga sempat menyentuh level tertinggi pada 17 Juli lalu 158.09. Dengan Fed yang mengurangi pemangkasan pada tahun 2025 nanti dan Bank Sentral Jepang (BOJ) yang belum tentu akan segera menaikkan suku bunga acuan maka perbedaan suku bunga acuan ini akan menjadi daya tarik untuk pelaku carry trade. Pelemahan mata uang yen ini tidak terkecuali mendapat perhatian dari Menteri Keuangan Jepang - Katsunobu Kato yang mengatakan pemerintah Jepang tidak menyukai melemahnya Yen yang terlalu cepat di pasar uang yang tidak mencerminkan fundamental ekonomi. Hal ini menjadi indikasi otoritas keuangan siap bertindak untuk melakukan intervensi. Komentar yang sama juga disampaikan beberapa pekan lalu namun sejauh ini langkah tersebut dinilai terlalu riskan menjelang agenda ekonomi pemerintahan baru Presiden Trump yang akan datang. Data ekonomi yang dirilis hari ini berupa data inflasi Tokyo yang meski naik dari 2.2% menjadi 2.4% namun tidak lebih tinggi dari perkiraan 2.5%. Sementara tingkat penggangguran masih sama 2.5% seperti periode sebelumnya dan data Retail Sales meningkat tajam menjadi 2.8% dan lebh baik dari perkiraan naik 1.5% sementara data periode sebelumnya direvisi menurun dari 1.6% menjadi 1.3%. Data yang cukup mixed ini masih membutuhkan konfirmasi pada data ekonomi yang akan datang.

Euro bergerak menguat terhadap dolar setelah sempat melemah hingga level terendah sejak 22 november yang lalu. Meskipun sebagian besar wilayah di Uni Eropa masih libur merayakan Natal. Penguatan ini semata dikarenakan pengalihan aset ke mata uang Euro menjelang tutup buku akhir tahun. Tidak ada data ekonomi yang mendukung penguatan tersebut. Hari ini juga tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.

Poundsterling cenderung melemah terhadap dolar meski sempat juga menguat diawal perdagangan. Penguatan ini didukung oleh langkah Bank Sentral Inggris (BOE) yang masih mempertahankan suku bunga acuan sehingga perbedaan suku bunga masih menjadi daya tarik menjelang ketidakpastian ekonomi global karena agenda ekonomi pemerintah AS yang baru nanti. Namun rencana anggaran pemerintah Inggris berupa kenaikan pajak dan juga peningkatan anggaran dan utang dikhawatirkan akan memperlambat laju ekonomi, sehingga akan menyeret ekonomi Inggris kembali menuju resesi. Hal ini membuat Bank Sentral Inggris (BOE) diperkirakan akan segera menurunkan suku bunga acuan kembali terlebih setelah anggota voting untuk pemangkasan bertambah dari 1 orang menjadi 3 orang. Kemungikan besar jumlah voting akan semakin bertambah. Hari ini BOE akan merilis laporan kuartalan yang berisi perekembangan ekonomi untuk kuartal 3 lalu.

Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://t.me/AGROdanaOFFICIAL
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial

CHART TECHNICAL ANALYSIS EURUSD

slide13

slide14

Suggest : SELL on Rally
Area : 1.04200 – 1.04400
Target : 1) 1.03600 2) 1.03000
SL : 1.05000

Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.03600
Switch to BUY jika tembus 1.05300

CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD

slide15

slide16

Suggest : SELL on Rally
Area : 1.25600 – 1.25800
Target : 1) 1.25000 2) 1.24400
SL : 1.26400

Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.24800
Switch to BUY jika tembus 1.27000
Potensi Descending triangle sehingga kenaikan dicurigai terbatas

CHART TECHNICAL ANALYSIS  USDJPY

slide17

slide18

Suggest : SELL on Rally
Area : 157.900 – 158.100
Target : 1) 157.300 2) 156.700
SL : 158.700

Alternatif :
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 157.400
Switch to BUY jika tembus 159.000

CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD (XAUUSD)

slide19

slide20

slide21

Suggest : BUY on Dip
Area : 2621.00 – 2623.00
Target : 1) 2629.00 2) 2635.00
SL : 2615 (ideal 3-5 points di bawah 2615.00)

Alternatif :

CEK KETERANGAN!

Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2640

Switch to SELL jika tembus 2610

Masih ragu dan memiliki pertanyaan lainnya ?

Kantor Pusat
Menara Batavia Lt. 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126,
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Berlangganan Newsletter Agrodana:
Ikuti Kami
facebook agrodanayoutube agrodanainstagram agrodana
agrodana iosagrodana android
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan
/ Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Ikuti Kami
alt=""alt=""alt=""
Kantor Pusat
Menara Batavia Lt 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126, Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Email:  [email protected]Whatsapp: +6281-988-3777
Berlangganan Newsletter Agrodana :
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan / Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Whatsapp Non Klien
crossmenuchevron-down