Suggest : SELL on Rally
Area : 1.04200 – 1.04400
Target : 1) 1.03600 2) 1.03000
SL : 1.05000
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.03600
Switch to BUY jika tembus 1.05300
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.25400 – 1.25600
Target : 1) 1.24800 2) 1.24200
SL : 1.26200
Alternatif :
Ada potensi membentuk Descending triangle sehingga kenaikan dicurigai terbatas
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.24800
Switch to BUY jika tembus 1.26500
Suggest : SELL on Rally
Area : 158.000 – 158.200
Target : 1) 157.400 2) 156.800
SL : 158.800
Alternatif :
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 156.700
Switch to BUY jika tembus 159.000
Suggest : BUY on Dip
Area : 2610.00 – 2612.00
Target : 1) 2618.00 2) 2624.00
SL : 2604 (ideal 3-5 points di bawah 2600.00)
Alternatif :
CEK KETERANGAN!
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2634
Switch to SELL jika tembus 2589
Dolar mengalami rebound terhadap semua mata uang di tengah minimnya volume perdagangan menjelang libur Natal dan adanya keraguan akan langkah Fed mendatang setelah data inflasi di AS yang menurun. Selain itu pasar juga tidak lagi khawatir akan tutupnya sebagian pemerintahan AS setelah tercapainya kesepakatan tambahan anggaran oleh Kongres pada hari Sabtu lalu. Sementara itu data ekonomi menunjukkan Durable Goods Order mengalami penurunan -1.1% yang lebih rendah dari perkiraan turun -0.3% meski data periode sebelumnya direvisi membaik dari 0.2% menjadi 0.3%. Sedangkan data Core yang tidak menyertakan sektor transportasi juga menurun -0.1% yang lebih rendah dari perkiraan naik 0.3% meski data periode sebelumnya juga direvisi membaik dari 0.1% menjadi 0.2%. Data Kepercayaan Konsumen juga mengalami penurunan ke 104.7 yang lebih rendah dari perkiraan naik ke 112.9 dan data periode sebelumnya juga direvisi membaik dari 111.7 menjadi 112.8. Kepercayaan konsumen menurun setelah berakhirnya pemilu lalu yang menjanjikan perubahan berakhir dan menantikan kemungkinan terburuk yang akan terjadi dari perubahan yang akan datang. Pekan lalu Fed menurunkan proyeksi pengurangan suku bunga acuan dari sebelumnya 4x menjadi hanya 2x untuk tahun 2025 mendatang. Perubahan tersebut ditengarai disebabkan oleh data inflasi CPI yang cenderung naik lagi namun data PCE yang dirilis Jumat lalu menunjukkan indikasi inflasi justru menurun. Hal ini membuat sedikit keraguan diantara pelaku pasar akan proyeksi Fed tersebut. Bagaimanapun inflasi masih diatas target Fed 2% dan masih ada waktu cukup banyak yang memungkinkan bagi Fed untuk mengubah kembali proyeksi tersebut disesuaikan dengan data inflasi terbaru yang akan datang. Menurut CME's FedWatch Tool, pelaku pasar memperkirakan Fed hanya akan memangkas suku bunga acuan sebanyak 33 bps lebih rendah dari perkiraan 2x sebanyak 25 bps dan peluang pertama akan dilakukan pada pertemuan moneter di bulan Mei hanya sebanyak 50%. Terlebih dengan agenda ekonomi dari Presiden Trump yang baru akan dilantik pada Januari mendatang. Sehari lagi pasar keuangan akan tutup merayakan hari Natal dan sebagian pelaku sudah meninggalkan pasar untuk mempersiapkannya sehingga diperkirakan perdagangan akan sangat terbatas pekan ini. Data ekonomi juga tidak ada yang krusial.
Yen juga ikut terkoreksi selain karena penguatan mata uang dolar namun juga masih dengan menipisnya peluang Bank Sentral Jepang (BOJ) untuk menaikkan suku bunga acuan dalam waktu dekat ini. Gubernur BOJ - Kazuo Ueda dalam konferensi pers juga menurunkan ekspektasi akan menaikkan suku bunga acuan di bulan Januari mendatang. Kombinasi faktor ini membuat mata uang Yen menjadi kurang menarik. Satu-satunya peluang adalah kemungkinan otoritas keuangan Jepang melakukan intervensi jika Yen terus melemah mendekati level tertentu. Namun itu juga kemungkinannya sangat kecil dilakukan di akhir tahun seperti ini karena masih banyak ketidakpastian di tahun depan yang hanya sebentar lagi.
Euro juga terkoreksi terhadap dolar selain karena kondisi ekonomi yang kurang baik ditambah dengan ancaman dari Presiden Trump yang menilai neraca perdagangan dengan Uni Eropa tidak seimbang. Sementara itu Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) - Christine Lagarde dalam interview mengatakan target inflasi jarak menengah di Uni Eropa sudah hampir tercapai. Ini diartikan bahwa suku bunga acuan dapat terus ditekan guna kembali memicu pertumbuhan ekonomi yang belum pulih saat ini. Hari ini sebagian besar negara di wilayah Uni Eropa sudah libur merayakan hari Natal sehingga selama 3 hari ke depan diperkirakan perdagangan akan sangat terbatas.
Poundsterling juga melemah karena penguatan mata uang dolar ditambah dengan data fundamental ekonomi yang menurun di Inggris. Data pertumbuhan ekonomi GDP kuartal 3 tahun ini dirilis 0%, lebih rendah dari perkiraan 0.1% dan data periode sebelumnya direvisi menurun tajam dari 0.5% menjadi hanya 0.1%. Data lain berupa investasi bisnis meningkat 1.9% yang lebih baik dari perkiraan naik hanya 1.2% dan data periode sebelumnya juga direvisi menurun dari 1.4% menjadi hanya 1.2%. Dari data yang sama diketahui tingkat kepercayaan bisnis turun hingga level terendah di tahun ini. Pekan lalu Bank Sentral Inggris (BOE) mempertahankan suku bunga acuannnya. Namun jumlah voter yang memilih untuk memangkas suku bunga acuan bertambah dari 1 orang menjadi 3 orang sehingga diperkirakan pada pertemuan selanjutnya peluang BOE untuk memangkas suku bunga acuan semakin besar. Hari ini Inggris masih buka normal seperti biasa dan tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.
Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://t.me/AGROdanaOFFICIAL
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial
Kenaikan Imbal hasil obligasi dan dolar AS terhenti di hari Jumat setelah data PCE AS dirilis lebih rendah dari perkiraan. Secara teknis keduanya mengindikasikan puncak kenaikan wave 5 bisa saja sudah terkonfirmasi, seperti yang diulas di live streaming @agrodanafuturesofficial. Namun penurunan belum fix berlanjut, dan keduanya masih tetap membuka peluang untuk berbalik naik sehingga menghambat kenaikan emas yang mulai tercipta sejak Jumat malam.
Inflasi PCE Redam Kekhawatiran Market
Data core PCE AS bulan November dirilis di +2.8% y/y, lebih rendah dari ekspektasi +2.9%. Tapi secara umum angka tersebut relatif sama dengan bulan sebelumnya. Sementara basis bulanan juga menunjukkan angka yang lebih rendah dari ekspektasi, 0.1% m/m vs 0.2%.
Di sisi lain laporan inflasi PCE utama berada di 2.4%, lebih rendah dari ekspektasi 2.5% y/y, dan 0.1% m/ vs 0.2%. Sebelum data dirilis, market memperhitungkan 42.7 bps pemangkasan di 2025.
Kedua data menunjukkan hasil yang mengejutkan secara keseluruhan karena Powell di hari Rabu mengatakan bahwa estimasi inflasi PCE menunjukkan kenaikan 2.5% selama 12 bulan yang berakhir di November, dan core PCE (exclude makanan dan energi) diperkirakan naik 2.8%. Hal tersebut memicu kekhawatiran terhadap inflasi sehingga Fed mungkin merasa perlu mempertimbangkan kenaikan suku bunga di 2025. Tapi dengan data yang dirilis di hari Jumat relatif lebih rendah, maka kekhawatiran tersebut diredam, dan dolar mengalami aksi jual di hari Jumat sehingga emas berhasil memanfaatkan data dan berbalik naik.

Austan Goolsbee dan John Williams mengomentari hasil data PCE. Mereka meyakinkan pasar bahwa jalur suku bunga masih lebih rendah dan satu-satunya perdebatan yang saat ini ada adalah tentang kecepatan pemangkasan di 2025.
Goolsbee menambahkan ada lebih banyak ketidakpastian. Fed masih dalam jalur untuk mencapai target inflasi 2%. Perkiraan Goolsbee bahwa dalam 12-18 bulan ke depan, suku bunga bisa turun dengan sendirinya. Dengan kondisi lapangan kerja stabil, Fed ingin menjaganya tetap stabil sehingga untuk membuatnya demikian maka suku bunga harus turun ke tingkat yang netral.
Suku bunga akan turun dengan jumlah yang bijak di tahun depan. Sementara penentunya adalah lapangan kerja dan inflasi. Goolsbee menambahkan jika melihat dot plot, maka suku bunga netral akan berada di bawah level saat ini. Terkait dengan PCE, Goolsbee mengatakan bahwa PCE 6 bulan terakhir sangat mendekati 2%, tapi inflasi terbaru lebih tinggi dari yang diperkirakan, hal tersebut dinilai sebagai lonjakan yang wajar terjadi dan juga terkait dengan ketidakpastian kebijakan, tapi masih yakin inflasi mengarah ke 2%.
Dengan memasuki minggu terakhir Desember, investor cenderung mencari petunjuk apakah rally akhir tahun kali ini akan mendukung untuk emas atau tidak. Dengan PCE di hari Jumat yang relatif tidak terlalu mengkhawatirkan, maka hal tersebut semakin membuka peluang untuk terjadi.
Dengan minimnya data ekonomi AS di minggu ini, maka data CB consumer confidence malam nanti di jam 22.00 WIB, Durable Goods di hari Selasa, Initial jobless claims di hari Kamis akan menjadi peluang sekaligus rintangan di minggu ini. Penurunan akan menjadi peluang untuk buy jika dikaitkan dengan peluang rally akhir tahun yang cenderung mendukung kenaikan kembali untuk emas.
Sementara nanti malam, data yang relatif lebih baik dari ekspektasi bisa memicu koreksi untuk emas. Sebaliknya jika data dirilis lebih rendah dari ekspektasi, maka emas punya peluang naik lebih tinggi.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup bullish, memvalidasi pola candle sehari sebelumnya inverted hammer dan didukung oleh data PCE yang relatif lebih rendah dari ekspektasi sehingga emas berhasil naik dekati resistance 2623 (FR 38.2% Daily).
Secara keseluruhan, resistance saat ini berada di 2632 (high Jumat, 20 Des 2024), 2651 (high 18 Des 2024), dan 2666 (high 29 Nov 2024). Sementara support saat ini berada di 2609 (MA 100 Daily), 2589 (low 20 Des 2024) dan 2571.49 (FR 50% Daily). Bullish butuh penutupan minimal di atas 2623 untuk lanjutkan kenaikan sekaligus memperbesar peluang rally akhir tahun.

Di H4, penurunan tertahan di 2589, beberapa poin di atas low sehari sebelumnya 2582. Sementara kenaikan sentuh 2632, sedikit di bawah resistance FR 61.8% 2633. Meski cenderung naik, tapi secara keseluruhan kenaikan tersebut masih belum terlalu kuat mengingat FR 61.8% belum ditembus.
Dan selama tidak terjadi kenaikan di atas 2633, maupun MA 200 H4 yang ada di 2644, maka kenaikan ini masih relatif terbatas. Strong bullish butuh kondisi harga untuk tembus kedua resistance tersebut, dan dalam jangka waktu dekat tembus di atas 2666 untuk membuka ruang bagi rally akhir tahun untuk emas.
Opsi buy bisa dilakukan di zona terdekat FR 38.2% 2613, atau FR 23.6% yang juga cukup dekat dengan support 2600-2605. Sementara area demand yang diperkirakan lebih kuat (zona ungu) akan berada di 2536-2550) sepertinya belum akan disentuh dalam waktu dekat mengingat data ekonomi minggu ini yang relatif minim, dan mayoritas merayakan Natal sehingga peluang bullish cenderung dominan, mendukung rally akhir tahun.
Sebaliknya, bearish untuk short-term bisa saja menekan emas jika kembali gagal tembus di atas MA 200 H4 (2644). Tapi penurunan diperkirakan relatif terbatas sehingga support kuat diharapkan untuk short term berada di kisaran 2582-2590.
Secara umum, kondisi fundamental cenderung masih mendukung kenaikan emas (terutama kembalinya bank sentral China melakukan pembelian emas, dan permintaan emas bank sentral masih berlanjut, dan even musiman di akhir Desember hingga awal Januari).

Per jam 9.50 WIB, harga berada di 2627.03, dengan high di 2627.41 dan low 2617.35. Dari 2 skema tentang Elliott wave yang dibahas sebelumnya, ternyata penurunan tertahan di atas 2682 (yang merupakan level terendah dalam 1 minggu terakhir) sehingga skema 1 yang menyebut wave 5 selesai dilanjutkan dengan wave ABC lebih berhasil daripada skema 2 yang memperkirakan wave 5 belum selesai. Dengan demikian kenaikan ke 2632 bisa dianggap sebagai kenaikan wave C.
Di sisi lain, pasca kenaikan menembus trendline merah di zona 2605, maka pullback ke area tersebut akan menjadi peluang untuk buy. Sementara target koreksi maksimal diharapkan tertahan di 2593-2594. Dengan kata lain bahwa opsi area buy yang cukup ideal akan berada di sepanjang area 2593-2605. Sementara support 2610-2613 adalah alternatif zona buy terdekat.
Peluang seasonal trend, kemungkinan tetap bisa terjadi karena market memasuki minggu terakhir Desember, sehingga dip atau koreksi yang terjadi bisa dipertimbangkan untuk area buy. Jika data consumer confidence nanti malam relatif lebih baik dari ekspektasi, maka peluang koreksi bisa terjadi, namun diharapkan terbatas.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi BUY on Dip
Entry: 2606.00 – 2608.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward : 2618.00 ($12 - $14)
(follow/pertahankan BUY jika tembus 2632.00,
Target terdekat 2640, terjauh 2651, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2600.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 2600.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi SELL jika Support ditembus
Entry : 2587.00 – 2589.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2575.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2595.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 2595)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.04400 – 1.04600
Target : 1) 1.03800 2) 1.03200
SL : 1.05200
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.03200
Switch to BUY jika tembus 1.05300
Suggest : BUY on Dip
Area : 1.25000 – 1.25200
Target : 1) 1.25800 2) 1.26400
SL : 1.24400
Alternatif :
Ada potensi membentuk Descending triangle sehingga kenaikan dicurigai terbatas
Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.26800
Switch to BUY jika tembus 1.24400
Suggest : SELL on Rally
Area : 156.800 – 157.000
Target : 1) 156.200 2) 155.600
SL : 157.600
Alternatif :
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 156.000
Switch to BUY jika tembus 157.800
Suggest : BUY on Dip
Area : 2606.00 – 2608.00
Target : 1) 2612.00 2) 2618.00
SL : 2600 (ideal 3-5 points di bawah 2600.00)
Alternatif :
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2632
Switch to SELL jika tembus 2589
CEK KETERANGAN!
Dolar berlanjut terkoreksi terhadap mata uang lain setelah menyentuh level tertinggi dalam 2 tahun terakhir. Pekan lalu Fed memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps sesuai perkiraan namun mengurangi peluang untuk melanjutkan pemangkasan berikutnya dari 4 kali menjadi hanya 2 kali melalui proyeksi dot plot-nya. Langkah ini diambil mengingat tekanan inflasi yang belakangan ini kembali cenderung meningkat. Sementara data Personal Consumption Expenditure (PCE) yang dirilis pada hari Jumat lalu menunjukkan tekanan inflasi mengalami penurunan menjadi 0.1% yang lebih rendah dari perkiraan sama seperti periode sebelumnya 0.2%. Sedangkan data Core PCE justru menurun dari 0.3% menjadi 0.1% yang lebih rendah dari perkiraan turun 0.2%. Dan jika dibandingkan dengan data yang sama setahun sebelumnya PCE mengalami kenaikan dari 2.3% menjadi 2.4% yang lebih rendah dari perkiraan naik hingga 2.5% serta data Core PCE relatif stagnan sama seperti periode sebelumnya 2.8% yang juga lebih rendah dari perkiraan sedikit naik 2.9%. Data-data ini berlawanan dengan proyeksi Fed yang membuat pasar merujuk pada agenda ekonomi Presiden Trump nanti yang beresiko berdampak pada kenaikan inflasi. Turunnya mata uang dolar sebenarnya normal mengingat beberapa waktu sebelum FOMC sudah menguat cukup lama sehingga lonjakan paska FOMC digunakan sebagai momen untuk profit taking. Selain itu juga dipicu oleh kemungkinan pemerintah AS menutup sebagian kegiatannya jika Kongres AS tidak meloloskan penambahan anggaran hingga hari Jumat ini. Sebelumnya penambahan anggaran tertolak di DPR AS hari Kamis pekan lalu. Pekan ini pasar akan terbatas dengan tutupnya sebagian besar pusat keuangan dunia karena merayakan Natal dan Tahun Baru di pekan depan. Yang artinya peluang dolar untuk rebound juga akan tertahan sehingga pelemahan dolar masih lebih dominan. Pekan ini sebelum libur di hari Rabu akan dirilis data Chicago PMI dan Kepercayaan Konsumen malam ini serta data Durable Goods Order esok hari.
Yen bergerak menguat seiring dengan koreksi mata uang dolar setelah pertemuan moneter Bank Sentral Jepang (BOJ) pekan lalu yang mempertahankan suku bunga acuannya sesuai perkiraan. Spekulasi sebelumnya perkiraan langkah BOJ adalah menaikkan suku bunga acuannya seiring dengan laju inflasi yang terus naik. Namun kondisi ekonomi global yang masih beresiko tinggi serta akan adanya kemungkinan perubahan struktur upah di Jepang membuat BOJ menunda kenaikan suku bunga pada pertemuan kemarin. Komentar dari Gubernur BOJ - Kazuo Ueda dalam konferensi pers juga sedikit mengecewakan pasar. Alih-alih memberikan petunjuk untuk langkah yang akan diambil pada pertemuan moneter berikutnya, Ueda mengatakan BOJ perlu lebih banyak lagi waktu dan data ekonomi untuk mengambil keputusan berikutnya dan juga antispasi dari implikasi agenda pemerintahan AS yang baru. Sehingga tidak ada kepastian akan langkah BOJ berikutnya dalam pertemuan moneter di bulan Januari nanti.
Euro juga menguat terhadap dolar dan juga terangkat oleh penguatan terhadap mata uang GBP yang gagal memanfaatkan momentum pertemuan moneter Bank Sentral Inggris (BOE) pekan lalu yang menetapkan untuk mempertahankan suku bunga acuannya. Selain itu sejumlah negara tetangga terdekat Uni Eropa juga mengumumkan hasil pertemuan moneter yang bervariasi. Bank Sentral Swedia (Riksbank) mempertahankan suku bunga acuan untuk saat ini. Sementara Bank Sentral Norwegia (Norges Bank) sesuai perkiraan memangkas suku bunga acuannya sebanyak 25 bps kemarin menyusul langkah Bank Sentral Eropa (ECB) pekan lalu. Data ekonomi juga cukup positif dengan Kepercayaan Konsumen di Jerman dari GfK meningkat dari -23.1 menjadi -21.3 yang lebih baik dari perkiraan hanya naik -22.5. Sedangkan Bisnis Sentimen di Prancis masih stagnan 97 sama seperti periode sebelumnya yang lebih dari perkiraan menurun 96. Ini merupakan data bulan lalu dimana kisruh politik di Prancis belum memuncak sehingga kondisi ekonomi masih kondusif.
Poundsterling relatif tertahan meski dolar cenderung melemah hari Jumat lalu dan juga tekanan dari mata uang Euro. Pekan lalu, Bank Sentral Inggris (BOE) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya sesuai perkiraan. Hasil voting anggota MPC menunjukkan adanya 3 orang pejabat BOE yang memilih untuk memangkas suku bunga acuan dari 9 anggota seluruhnya yang cukup mengejutkan karena sebelumnya diperkirakan hanya ada 1 orang yang melakukannya. Dengan demikian ekspektasi akan langkah BOE pada pertemuan moneter berikutnya akan memangkas suku bunga acuan menjadi lebih besar peluangnya. Hal ini juga didukung oleh komentar dari Gubernur BOE - Andrew Bailey yang mengatakan ekspektasi pasar tersebut cukup beralasan untuk dilaksanakan pada pertemuan moneter berikutnya di bulan Februari mendatang, namun BOE tidak serta merta memastikan lebih rinci perihal kebijakan moneter sepanjang tahun 2025 mendatang.
Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://t.me/AGROdanaOFFICIAL
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial
Imbal hasil obligasi dan dolar AS kembali naik lebih tinggi, melanjutkan kenaikan sesuai perkiraan kami di youtube @AgrodanaFuturesOfficial kemarin. Hal tersebut didukung dengan data GDP AS yang dirilis lebih baik dari ekspektasi, dan juga jobless claims yang kembali turun dibanding minggu sebelumnya.
GDP AS untuk Q3 final dirilis 3.1%, lebih tinggi dari ekspektasi 2.8%, dan naik dibanding bulan sebelumnya 3.0%. Sementara initial jobless claims menunjukkan klaim yang turun ke 220K, lebih rendah dari ekspektasi 230K, dan turun dibanding klaim minggu sebelumnya 242K.
Pembahasan ‘Debt Ceiling’ Kembali Menghangat
Di sisi lain, pembicaraan tentang debt ceiling (pagu utang) kembali menghangat di beberapa hari terakhir. Trump mengharapkan plafon utang dihapuskan atau diperpanjang. Trump menginginkan perlindungan untuk penghapusan pagu utang di bawah pemerintahan Biden sehingga nantinya dia bisa meningkatkan defisit saat mulai bekerja 20 Januari 2025 mendatang.
Namun sayangnya Partai Demokrat masih menguasai Senat sehingga akan sangat sulit bagi anggota Partai Republik untuk memberikan suara untuk menghapuskan pagu utang tersebut.
Dengan posisi “Red Sweep” di pemilu November 2024, kemungkinan Partai Republik baru akan leluasa saat mulai dilantik dan dengan mudah untuk mendukung tindakan yang akan dilakukan Trump nantinya.

Data PCE malam nanti bisa dianggap sebagai penentuan mengingat pasar segera masuk libur Natal dan juga Tahun Baru minggu depan sehingga data ekonomi relatif lebih ringan memasuki minggu terakhir Desember. Hal ini juga akan pengaruhi peluang rally akhir tahun yang dinantikan investor untuk Santa Claus Rally pada pasar ekuitas, juga seasonal event untuk emas.
Data akan dirilis di jam 20.30 WIB, dengan fokus tertuju pada core PCE. Data PCE atau Personal Consumption Expenditures adalah ukuran utama inflasi yang melacak perubahan harga barang dan jasa yang dibeli konsumen. Data tersebut dirilis oleh Biro Analisis Ekonomi (BEA) setiap bulannya dan menjadi alat penting yang digunakan Federal Reserve untuk menilai inflasi dan memandu kebijakan moneter ke depan.
PCE utama mengukur perubahan harga secara keseluruhan untuk semua barang dan jasa, termasuk komponen yang mudah menguap seperti makanan dan energi yang bisa berfluktuasi tajam karena guncangan pasokan, perubahan musim, atau geopolitik. Sementara core PCE tidak memperhitungkan harga pangan dan energi yang dinilai lebih bergejolak dan memberi gambaran yang lebih jelas tentang tren inflasi yang mendasarinya. Core PCE inilah yang menjadi pengukur inflasi yang lebih disukai Fed karena gambaran yang lebih stabil tentang tekanan inflasi jangka panjang.
Data PCE mirip dengan CPI, hanya saja memiliki cakupan lebih luas dan mencerminkan perubahan perilaku konsumen.
Range perkiraan untuk core PCE kali ini diperkirakan ada di kisaran 0.1% - 0.3% untuk m/m, dan kisaran 2.8% - 3.0% untuk y/y. Sementara ekonom memperkirakan terjadi kenaikan pada Core PCE dari 2.8% menjadi 2.9% y/y dan penurunan pada basis bulanan dari 0.3% menjadi 0.2% m/m. Normalnya secara teori angka lebih tinggi dari ekspektasi akan mendorong penguatan dolar dan menekan emas. Namun, pasar butuh faktor kejutan sehingga angka yang ekstrim lebih tinggi di atas 3.0% y/y akan jauh lebih mendukung penguatan dolar sehingga emas lanjut tertekan. (berlaku juga untuk basis bulanan, diperlukan jauh di atas 0.3% m/m)
Sebaliknya angka lebih rendah dari ekspektasi akan menekan dolar dan menguntungkan untuk emas (naik). Namun, faktor kejutan dengan angka lebih rendah di bawah 2.8% y/y akan membuat dolar tertekan dan emas berpeluang naik. (begitu juga dengan basis bulanan, diperlukan jauh di bawah 0.2% m/m).
Dengan demikian untuk memanfaatkan ‘seasonal event’ emas jelang memasuki minggu terakhir Desember, maka pastikan swing low terakhir terjadi setelah data PCE (jika data dirilis lebih baik dari ekspektasi). Secara history, emas punya peluang untuk naik di minggu terakhir Desember sehingga investor kemungkinan akan mengincar level terendah setelah data ekonomi dirilis sebagai kesempatan tersebut.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup inverted hammer dengan level tertinggi tertahan di 2626.35 akan menjadi resistance, dan level terendah tertahan di 2582.68 akan menjadi support untuk hari ini. Jika support ditembus, maka penurunan berikutnya berpeluang lirik support historical di kisaran 2571, 2554 dan 2536 yang terjauh. Sebaliknya, jika resistance ditembus, maka kenaikan berikutnya berpeluang lirik resistance 2651, 2664/266 dan 2686 terjauh.
Secara umum tekanan kemungkinan masih mendominasi, terutama setelah data GDP tadi malam menunjukkan angka yang lebih baik dari ekspektasi dan dolar yang masih kuat. Hari ini pasar akan ditentukan dari data PCE sehingga ekspektasi secara keseluruhan mengharapkan adanya penurunan terakhir pasca PCE sebelum akhirnya mulai rebound bertahap memasuki minggu terakhir Desember untuk memanfaatkan rally akhir tahun sampai awal Januari.

Di H4, sesuai perkiraan, kenaikan tertahan di bawah FR 61.8% 2633 dan kembali dengan penurunan di bawah 2600. Level tertinggi sentuh 2626, sedikit di atas FR50% 2623 yang kita incar sebagai area SELL. Dan nampaknya skenario tidak berubah jauh sehingga area optimal ataupun ideal untuk SELL masih bisa dilakukan di kisaran yang sama. Namun area sell terdekat bisa memanfaatkan area FR 38.2% 2613.
Selama tidak terjadi kenaikan di atas 2633, maka peluang Sell masih cenderung dominan. Dan saat penurunan skenario yang diharapkan adalah terjadi penurunan lebih lanjut di bawah FR 0% 2582 untuk turun hingga kisaran zona ungu, area 2536-3540 yang diperkirakan sebagai area potensial untuk demand. Dengan asumsi bahwa data PCE nanti malam tidak terlalu kuat, atau hanya selisih tipis dari ekspektasi sehingga peluang penurunan bisa diredam di malam hari.
Opsi buy bisa dilakukan di zona ungu tersebut, dengan harapan area 2536-3540 tidak ditembus, pastikan menggunakan Stop Loss di bawah 2530 untuk mengantisipasi penembusan dan low baru sebelum akhir sesi perdagangan.
Opsi buy juga dibenarkan jika harga tembus FR 61.8% 2633, yang berarti reversal bullish. Tapi target terdekat akan berpotensi tertahan di MA 200 H4 yang ada di 2647. Artinya posisi buy akan relatif pendek, kecuali jika MA 200 tersebut berhasil ditembus.
Secara umum, kondisi fundamental cenderung masih mendukung kenaikan emas (terutama kembalinya bank sentral China melakukan pembelian emas, dan permintaan emas bank sentral masih berlanjut, dan even musiman di akhir Desember hingga awal Januari).

Per jam 9.40 WIB, harga berada di 2596.73, dengan high di 2603.91 dan low 2589.55. Dalam perhitungan Elliott wave sebelumnya, kami menganggap penurunan wave 5 sudah selesai sehingga diperkirakan sudah mulai memasuki fase rebound wave ABC di mana kenaikan sesi Asia kemarin sebagai wave A, lalu diikuti dengan penurunan wave B, sehingga seharusnya kita akan mulai dengan fase wave C yang berarti kenaikan lebih tinggi dari wave A kemarin (2626).
Namun, skema ke 2 (alternatif), kami mencoba memperhitungkan ulang tentang Elliott wave tersebut sehingga didapatkan seperti pada gambar bahwa penurunan wave 5 justru belum selesai. Dengan demikian kenaikan kemarin hingga 2626 bisa dianggap sebagai wave 4. Ini berarti penurunan yang terjadi saat ini bagian dari wave 5 sehingga pantulan di kisaran 2605-2613 (di bawah resistance trendline merah) merupakan area sell yang relatif logis.
Penurunan kemungkinan bisa tembus di bawah support 2580-2582, dan berpeluang mengincar zona 2555 terdekat, atau 2531-2536 terjauh, dan kita anggap sebagai proyeksi target wave 5.
Sementara skenario buy dengan asumsi wave 5 selesai dilanjut dengan rebound wave ABC akan dimulai saat area wave 5 selesai, atau minimal 2536-2540 (low 14 Nov 2024 @2536) berhasil disentuh atau didekati. Buy bisa dipertimbangkan jika harga cukup dekat dengan zona ini.
Dan untuk peluang seasonal trend, kemungkinan tetap bisa terjadi memasuki minggu terakhir Desember sehingga dip atau koreksi tajam hari ini bisa dipertimbangkan untuk area buy, tapi pastikan lakukan setelah data PCE selesai dirilis!
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi SELL on Rally
Entry: 2610.00 – 2612.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward : 2598.00 ($12 - $14)
(follow/pertahankan SELL jika tembus 2590.00,
Target terdekat 2583, terjauh 2575, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2618.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di atas 2620.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi BUY jika Support gagal ditembus
Entry : 2538.00 – 2540.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2552.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2532.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di bawah 2532)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!



