Dolar AS kembali naik bersama imbal hasil Treasury setelah data inflasi menunjukkan kenaikan dari 2.6% menjadi 2.7% y/y. Namun hal ini tidak menghentikan kenaikan emas yang tetap berlanjut dan bergerak lebih tinggi.
CPI AS dirilis sesuai ekspektasi, 0.3% m/m baik inti maupun utama. Sementara inflasi inti stabil di 3.3% y/y sesuai ekspektasi, dan inflasi utama naik dari 2.6% ke 2.7% y/y sesuai ekspektasi. Hal ini juga mencerminkan kondisi inflasi yang relatif stabil dan tetap membuat pasar optimis bahwa Fed akan tetap turunkan suku bunga di pertemuan minggu depan. Ekspektasi pemangkasan 25 bps dari Fed mencapai 95%, naik dibanding sebelum data CPI dirilis, 85%.
Faktor Pendorong Emas
Seperti yang diulas sebelumnya, beberapa faktor menyebabkan kenaikan emas baru-baru ini : permintaan bank sentral yang tetap tumbuh, termasuk kembalinya PBOC dalam melakukan pembelian emas; penurunan suku bunga bank sentral; dolar yang melemah; kebijakan Trump picu kekhawatiran pertumbuhan global; dan seasonal atau musiman.
BOC (Bank of Canada) tadi malam memangkas suku bunga 50 bps, sesuai ekspektasi sehingga suku bunga BOC saat ini berada di 3.25%. Ini berarti BOC sudah memangkas suku bunga sebesar 175 bps sejak pemangkasan pertama di bulan Juni 2024, di mana 2 pertemuan terakhir dilakukan dengan pemangkasan 50 bps setelah 3 kali 25 bps di 3 pertemuan pertamanya. Gubernur Macklem mengatakan keputusan tersebut didorong oleh 2 faktor, yaitu kebutuhan untuk keluar dari wilayah kebijakan restriktif dan data ekonomi yang menandakan prospek pertumbuhan GDP yang lebih lemah dibanding estimasi bulan Oktober.
Macklem juga menekankan tentang prospek ekonomi Canada yang dibayangi oleh kemungkinan tarif baru yang dikenakan Trump terhadap barang Canada yang masuk ke Amerika, dan menyebutnya sebagai “ketidakpastian baru yang besar”. Hal ini semakin memperkuat poin terakhir yang disebutkan dalam “beberapa faktor penyebab kenaikan emas baru-baru ini”, di mana “ketidakpastian” kembali membayangi ekonomi global saat Trump nanti memimpin. Emas diuntungkan saat terjadi “ketidakpastian ekonomi dan geopolitik”.

ECB akan menjadi fokus berikutnya dari bank sentral di jam 20.15 WIB yang diperkirakan akan menurunkan suku bunga 25 bps sehingga deposit rate akan berada di 3.00% dari 3.25% sebelumnya. Market sudah mengantisipasi hampir sepenuhnya pemangkasan tersebut, meskipun JP Morgan tetap memperkirakan pemangkasan 50 bps tidak tertutup kemungkinan masih bisa dilakukan.
BofA memperkirakan pemangkasan 25 bps hari ini, dan kemungkinan berlanjut sampai deposit rate sentuh 1.5% di bulan September 2025. Dengan mempertimbangkan ketidakpastian geopolitik dan kebijakan perdagangan AS, bank sentral kemungkinan diperkirakan akan tetap dovish.
Jika pernyataan ECB ataupun Lagarde dovish di jam 20.45 dan 22.15, maka semakin memperkuat alasan untuk penurunan suku bunga bank sentral, yang berarti juga dukungan untuk emas, meskipun harga emas tidak dipengaruhi langsung oleh Euro.
Investor juga akan mencermati data PPI dan Jobless claims AS di jam 20.30 WIB. Jika data dirilis sesuai ekspektasi (0.2% m/m), kemungkinan dolar melemah, dan emas embali naik. Sebaliknya, jika data dirilis lebih baik dari ekspektasi (0.3%), emas masih punya jalan untuk naik kembali karena data yang tidak terlalu signifikan kenaikannya.
Emas berpotensi turun jika data inflasi PPI AS menunjukkan lonjakan yang lebih tinggi di atas 0.4% dan juga initial jobless claims yang cenderung berkurang.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup bullish dan level tertinggi sentuh 2721.16, selisih tipis dari high 25 Nov 2024 di 2721.32. Ini berarti 2721 masih menjadi strong resistance sementara waktu, dan bullish akan ditentukan apakah mampu naik dan ditutup lebih tinggi dari area tersebut atau tidak. Jika gagal, maka FR 23.6% Daily di 2686.88 dan low kemarin di 2675.23 akan menjadi target penurunan yang cukup potensial mengingat kenaikan yang cukup tinggi dalam 3 hari beruntun berhasil menembus kedua zona tersebut.
Resistance berikutnya berada di 2749.66 yang merupakan high 6 Nov 2024. Jika berhasil ditembus, maka berpotensi lanjut ke resistance 2762.10 yang merupakan high 1 Nov 2024 sekaligus membuka peluang untuk kembali dekati rekor tertinggi sepanjang masa 2790. Namun demikian potensi penurunan juga cukup riskan. Penurunan bisa kembali dominan jika harga tertekan kembali di bawah 2666.

Di H4, support area 2675-2677 terbukti cukup ampuh untuk menahan tekanan turun yang sempat terjadi sangat cepat di sesi Asia-Eropa kemarin. Harga kemudian berbalik naik, dan didorong lebih tinggi setelah data CPI AS dirilis sesuai ekspektasi.
Ekspektasi kami adalah kenaikan sementara terhenti di zona 2721 tersebut, dan seperti gambaran sebelumnya, area tersebut akan menjadi modal berharga bagi bullish untuk naik lebih tinggi. Tapi, sebelum itu, koreksi turun bisa terjadi sampai area terdekat 2692 (area ungu kisaran 2692-2721), atau terjauh kembali menguji area 2675-2677, atau area orange kisaran 2661-2676).
Area buy ideal kemungkinan lebih kuat di zona orange tersebut. Ini berarti opsi buy bisa saja dilakukan di area tersebut, dengan stop loss sebaiknya ditempatkan di bawah 2761. Atau, opsi buy terdekat mengandalkan area 2688-2690 yang sebelumnya sempat menjadi resistance kuat.
Sebaliknya, penurunan akan dominan jika 2661 ditembus. Artinya, Sell lebih dominan jika harga berhasil turun di bawah 2661 yang diperkirakan berpotensi memicu penurunan lanjutan ke kisaran 2650 dan terjauh 2630-2633. Ini bisa terjadi jika market dikejutkan dengan inflasi PPI AS yang melonjak “jauh lebih tinggi dari perkiraan”, misal lonjakan di atas 0.4% untuk PPI inti ataupun utama. Sementara data yang “sesuai ekspektasi” atau lebih lemah akan menguntungkan bagi emas untuk lanjut naik.

Per jam 9.35 WIB, harga berada di 2706.56, dengan high di 2726.07 dan low 2699.59. Untuk sementara waktu kenaikan tertahan di zona 2621-2630 yang merupakan resistance historical yang cukup kuat. Harga bahkan tergelincir hingga 2599 di sesi Asia, dan sedang berjuang untuk mempertahankan momentum bullishnya.
FR ditarik dari bottom 2661.16 ke puncak 2702.20, dan harga yang sudah bergerak lebih tinggi membuatnya cenderung bullish. Namun dengan kondisi yang terjadi saat ini, maka penurunan dinilai masih batas wajar, seperti yang terjadi kemarin di sesi Asia saat pertama kali tembus 2704, terkoreksi cepat hingga 2675, tapi kemudian perlahan tapi pasti bergerak stabil di zona 2688-2690an sebelum akhirnya CPI mendorong emas naik hingga 2721.
Dengan skema pergerakan yang kemungkinan diperkirakan sama, maka swing low mendekati area support 2690-2694 yang juga merupakan FR 23.6% H1, maka zona buy sebaiknya dilakukan di dekat zona tersebut, dengan stop loss sebaiknya ditempatkan beberapa poin di bawah 2687.
Sebaliknya, skenario sell lebih baik jika support 2674-2677 benar-benar ditembus, untuk potensi terdekat 2666-2668 (resistance kuat sebelumnya). Strong bearish diperkirakan baru akan terjadi jika tembus di bawah 2661. Jadi, jika Anda switch SELL saat tembus 2674, maka pastikan waspada saat mulai turun mendekati 2661-2662 untuk mengantisipasi penurunan yang masih bersifat terbatas.
Sekedar mengingatkan, bahwa seasonal trend kemungkinan dominan untuk saat ini sehingga penurunan diperkirakan akan relatif terbatas!
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi BUY on Dip
Entry: 2694.00 – 2696.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward : 2708.00 ($12 - $14)
(follow/pertahankan BUY jika tembus 2725.00,
Target terdekat 2732, terjauh 2749, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2688.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 2687.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi SELL jika Support ditembus
Entry : 2672.00 – 2674.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2660.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2680.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 2682)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.05300 – 1.05500
Target : 1) 1.04700 2) 1.04100
SL : 1.06100
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.04600
Switch to BUY jika tembus 1.06400
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.27800 – 1.28000
Target : 1) 1.27200 2) 1.26600
SL : 1.28600
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.27300
Switch to BUY jika tembus 1.28600
Suggest : BUY on Dip
Area : 152.000 – 152.200
Target : 1) 152.800 2) 153.400
SL : 151.400
Alternatif :
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 152.700
Switch to SELL jika tembus 151.100
Suggest : BUY on Dip
Area : 2694.00 – 2696.00
Target : 1) 2702.00 2) 2708.00
SL : 2688 (ideal 3-5 points di bawah 2687.00)
Alternatif :
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2725
Switch to SELL jika tembus 2675
Fokus PPI AS, cek keterangan!
Dolar AS menguat lebih tinggi dibanding hari sebelumnya, meskipun akhirnya melemah di paruh kedua hari itu. Meskipun demikian, tidak ada dukungan fundamental yang kuat untuk mendukung kenaikan lebih lanjut. Market masih menunggu inflasi AS yang baru akan dirilis malam nanti.
Kenaikan emas didorong oleh China yang kembali melakukan pembelian di bulan November, berdasarkan data yang diterbitkan di akhir pekan kemarin. Hal ini sekaligus juga ditambah dengan dorongan ekspektasi stimulus fiskal China yang akan mendukung kebijakan moneter yang lebih longgar seperti yang diumumkan Politbiro 2 hari yang lalu.
Faktor Pendorong Emas
Setidaknya ada beberapa faktor yang berhasil mendorong emas dalam 2 hari terakhir secara beruntun.
Pertama, permintaan bank sentral yang tetap tumbuh, termasuk kembalinya PBOC dalam melakukan pembelian emas. Hal ini menunjukkan diversifikasi bank sentral terhadap potensi ketidakpastian ekonomi yang masih relatif kuat. Kemungkinan hal ini juga mendorong pembelian investor retail.
Kedua, penurunan suku bunga bank sentral. Mayoritas bank sentral global masih dalam mode penurunan suku bunga, demikian juga diperkirakan Federal Reserve masih akan lanjutkan penurunan suku bunga. ECB, SNB, dan BOC minggu ini diperkirakan lanjutkan penurunan tersebut, sedangkan RBA menjadi satu-satunya yang terus mempertahankan suku bunganya di sepanjang 2024. Sementara FOMC baru akan umumkan penurunan suku bunga minggu depan dan pasar juga akan mencermati dot plot untuk mengetahui kebijakan moneter Fed di Q1-2025 mendatang.
Ketiga, dolar yang melemah. Kondisi ini menguntungkan bagi emas, di mana secara musiman, dollar cenderung melemah di bulan Desember. Penguatan baru-baru ini diperkirakan relatif terbatas. Tapi akan ditentukan dari data inflasi yang akan dirilis malam nanti.
Keempat, Trump diperkirakan akan berlakukan kebijakan tarif tahun depan. Market kini berfokus pada kekhawatiran gangguan pertumbuhan global saat kebijakan tersebut diberlakukan. Hal tersebut memicu ketidakpastian ekonomi global, dan juga di tengah ketidakpastian geopolitik yang kemungkinan masih akan berlanjut di 2025.
Kelima, secara musiman, emas positif di bulan Desember dan Januari. Hal ini membuat keyakinan investor bahwa emas memiliki peluang yang bagus untuk naik, terutama didukung dengan 4 faktor lain yang positif untuk emas.

Investor akan fokus dengan data inflasi AS yang akan dirilis di jam 20.30 WIB. Inflasi utama diperkirakan naik dari 2.6% menjadi 2.7% y/y dan dari 0.2% menjadi 0.3% m/m. Sementara core inflation diperkirakan stabil di 3.3% y/y dan 0.3% m/m.
Market bertanya-tanya apakah Fed sedang mengulur-ulur waktu dalam perjuangannya melawan inflasi. Kadang pasar percaya perkataan Fed yang yakin bahwa inflasi cenderung lebih rendah dan akan turun menjadi 2% di tahun 2025. Tapi terkadang pasar juga dengan mudah mentoleransi jika inflasi di atas 2%.
Fed secara jelas mengatakan keinginan untuk melanjutkan penurunan suku bunga secara bertahap ke kisaran 3.50% dari 4.50-4.75% saat ini, tapi laju penurunan suku bunga tersebut masih bisa diperdebatkan dan akan menjadi perdebatan yang sangat sengit minggu depan. Waller bahkan mengatakan dia condong ke arah penurunan suku bunga lagi di bulan Desember, tapi hal tersebut akan bergantung pada beberapa indikator, termasuk CPI di malam ini.
CME Fedwatch tools saat ini mengarah pada 85% peluang penurunan suku bunga sehingga perlu ada kejutan lebih dari sekedar selisih 0.1 poin pada data CPI yang bisa benar-benar merubah narasi penurunan suku bunga tersebut. Ini berarti selisih 0.1% dari ekspektasi 2.7% y/y tidak akan mengubah potensi penurunan suku bunga Fed minggu depan, dan emas akan tetap naik.
Jika data dirilis sesuai ekspektasi (2.7% y/y), kemungkinan dolar hanya akan menguat terbatas, dan emas memiliki peluang untuk tetap naik. Sebaliknya, jika data dirilis lebih lemah dari ekspektasi, emas punya jalan untuk naik lebih kuat. Sedangkan untuk membuat emas kembali turun drastis, maka diperlukan data CPI lebih dari 2.8% y/y, ini pun dengan catatan bahwa core CPI harus naik lebih tinggi. Jika tidak ada perubahan pada Core CPI, maka akan sia-sia kenaikan CPI di 2.7 ataupun 2.8%.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup bullish dan ditutup di atas FR 23.6% daily 2686.88, yang berarti juga berhasil tembus 2 resistance 2666 dan 2688 dalam 2 hari kenaikan terakhir. Hal ini sekaligus mendorong peluang bullish lebih lanjut sehingga di sesi Asia pagi ini berada di 2700-an.
Resistance berikutnya berada di 2721.32 yang merupakan high 25 Nov 2024. Jika berhasil ditembus, maka berpotensi lanjut ke resistance 2749.66 yang merupakan high 6 Nov 2024. Sebaliknya, support ekstrim sekaligus psikologis akan berada di 2657.90, jika support 2686 dan 2666 kembali ditembus. Artinya, selama tidak terjadi penurunan di bawah 2666, maka bullish cenderung tetap dominan.

Di H4, kenaikan berhasil mendorong harga lebih tinggi, tembus di atas MA 200 2669 kemarin, dan resistance 2677 (FR 23.6% H4). Dan pola bearish rectangle resmi gagal setelah konfirm tembus resistance tersebut. Ini berarti 2 pola di H4 (head & shoulders dan juga bearish rectangle) resmi gagal, dan bullish punya peluang untuk berlanjut.
Kenaikan di sesi Asia saat ini memasuki area yang diperkirakan menjadi area Strong resistance atau supply, kisaran 2692-2721. Artinya koreksi turun sewaktu-waktu bisa terjadi jika high 25 Nov 2024 di 2721.32 gagal ditembus. Namun, penurunan diperkirakan akan relatif terbatas dan diperkirakan area 2672-2677 akan menjadi support terdekat yang dituju jika terjadi koreksi. Demand kemungkinan akan berada di zona tersebut, dan jika tidak tembus, maka berpeluang kembali lanjutkan kenaikan.
Sebaliknya, penurunan akan dominan jika 2670 ditembus, terutama jika memicu kembali penurunan di bawah MA 200 H4 yang kali ini berada di 2668. Artinya, Sell lebih dominan jika harga berhasil turun di bawah MA 200 tersebut, dan peluang target penurunan melirik 2650 dan terjauh 2630-2633. Ini bisa terjadi jika market dikejutkan dengan inflasi AS yang melonjak “jauh lebih tinggi dari perkiraan”, misal inflasi utama naik ke 2.9% atau 3.0% y/y. Tapi penurunan akan relatif terbatas jika data inflasi hanya dirilis 2.7% y/y (sesuai ekspektasi), atau lebih rendah.

Per jam 9.25 WIB, harga berada di 2701.74, dengan high di 2703.53 dan low 2693.36. Kenaikan berlanjut, dan support trendline cukup efektif sampai saat ini. Selama tidak terjadi penurunan di bawah support trendline, maka peluang bullish relatif dominan.
FR 0% 2676.38 juga berhasil ditembus sehingga saat ini mengacu pada Fibonacci Extension atau Expansion (FE) di mana kenaikan juga saat ini sudah berada di atas FE 100% 2697.79. Dengan demikian target potensial berikutnya akan berada di FE 161.8% 2723.26, sedikit di atas high 25 Nov 2024, 2721.32. Waspada jika kenaikan sudah dekat atau berada di zona ini! Koreksi turun bisa terjadi sewaktu-waktu, terutama jika inflasi dirilis lebih tinggi dari perkiraan.
Sebaliknya, penembusan di atas 2721 juga sangat mungkin terjadi jika didukung inflasi yang lebih rendah, dan kenaikan berikutnya berpeluang lebih tinggi, dengan resistance berikutnya berada di 2749.66, yang merupakan high 6 Nov 2024.
Skenario ideal, swing low terjadi lebih dulu di sesi Asia-Eropa karena RSI yang mulai memasuki oversold, dan area buy kemungkinan cukup ideal jika berada di zona 2682-2688 (area yang sebelumnya menjadi resistance psikologis, sekarang jadi support). Stop loss sebaiknya dipasang beberapa poin di bawah 2682.
Sebaliknya, skenario sell lebih baik jika support 2674-2676 benar-benar ditembus, untuk peluang target penurunan ke 2666 atau terjauh 2655-2658.
Sekedar mengingatkan, bahwa seasonal trend kemungkinan dominan untuk saat ini sehingga penurunan diperkirakan akan relatif terbatas!
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi BUY on Dip
Entry: 2688.00 – 2690.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward : 2702.00 ($12 - $14)
(follow/pertahankan BUY jika tembus 2710.00,
Target terdekat 2717, terjauh 2730, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2682.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 2682.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi SELL jika Support ditembus
Entry : 2673.00 – 2675.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2661.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2681.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 2682)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.05400 – 1.05600
Target : 1) 1.04800 2) 1.04200
SL : 1.06200
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.05000
Switch to BUY jika tembus 1.06400
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.27600 – 1.27800
Target : 1) 1.27000 2) 1.26400
SL : 1.28400
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.27000
Switch to BUY jika tembus 1.28600
Suggest : SELL on Rally
Area : 152.100 – 152.300
Target : 1) 151.500 2) 140.900
SL : 152.900
Alternatif :
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 151.000
Switch to BUY jika tembus 153.000
Suggest : BUY on Dip
Area : 2688.00 – 2690.00
Target : 1) 2696.00 2) 2702.00
SL : 2682 (ideal 3-5 points di bawah 2682.00)
Alternatif :
Fokus CPI AS, cek keterangan!
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2710
Switch to SELL jika tembus 2675
Secara umum, imbal hasil Treasury dan dolar ditutup naik pasca penurunan sebelumnya. Dan lagi-lagi emas bergerak beriringan dengan dolar AS dan imbal hasil Treasury AS di tengah minimnya data ekonomi AS di awal pekan.
Meningkatnya ekspektasi terhadap langkah-langkah stimulus China membantu emas bergerak rebound lebih tinggi dibanding kenaikan 1 minggu terakhir. Meski demikian market masih menantikan hasil konvensi tahunan para pemimpin tinggi China yang baru akan dilakukan 11-12 Desember mendatang.
Seperti yang dikupas sebelumnya, beberapa faktor yang menarik sejak akhir pekan kemarin dan dilanjut dengan awal pekan ini, di mana geopolitik di Syria dan laporan tentang China mendominasi market. PBOC yang kembali melanjutkan pembelian emas setelah jeda 6 bulan terakhir sejak Mei 2024 dan digulingkannya Presiden Assad di Syria memberi efek positif pada emas sebagai safe haven.
Namun demikian berita seputar Syria relatif minim dampak terhadap emas karena pembukaan gap up di hari Senin langsung direndam hingga sempat membuat emas turun. Sebaliknya, pasca PBOC dikabarkan mulai lanjutkan pembelian emasnya untuk menambah cadangan emas telah menjadi pondasi yang membangun sentimen bullish emas kembali. Hal tersebut tidak berhenti di situ, karena di sisi lain China dikabarkan sudah siap dengan paket bantuan ekonomi untuk mendorong pemulihan ekonomi di negeri tersebut. Kabar tersebut semakin membuat optimisme market tumbuh menghadapi tahun depan.
Pergeseran kebijakan moneter dan fiskal China hari itu menjadi pendorong utama setelah data CPI China di pagi hari justru dirilis lebih rendah dari yang diharapkan. Hal ini mendorong ekspektasi bahwa pemerintah China akan melakukan lebih banyak untuk mendorong konsumsi domestik sehingga terhindar dari deflasi.
Namun demikian market tidak mudah untuk percaya sepenuhnya mengingat apa yang terjadi di bulan Oktober saat pembicaraan stimulus fiskal jumbo berujung kekecewaan market karena angka yang diumumkan relatif lebih kecil dari yang diharapkan, dan juga tidak disebutkan stimulus ditujukan untuk mendorong konsumsi domestik, melainkan tertuju pada utang pemerintah daerah dan masalah properti. Padahal market mengharapkan pemerintah juga terfokus untuk mendorong konsumsi domestik sehingga aktivitas ekonomi China bisa kembali tumbuh.

Terlepas dari ekspektasi yang mendorong sentimen positif pada pasar komoditi emas, investor nampaknya masih cenderung menahan diri hingga hari Rabu dan Kamis. Belajar dari Oktober di mana pemerintah China mengecewakan market setelah mengumbar harapan stimulus yang lebih agresif, market akan mencermati hasil keputusan dari konvensi tahunan pemimpin China di 11-12 Desember. Jika mereka mampu meyakinkan pasar dengan programnya, maka emas memiliki kesempatan untuk naik lebih tinggi selain faktor pembelian emas oleh bank sentral China.
Selain itu, data CPI AS akan menjadi fokus utama yang ditunggu-tunggu pasar pasca data NFP kemarin yang lebih baik dari ekspektasi. Angka inflasi yang lebih rendah atau minimal tidak terlalu tinggi dan menunjukkan proses disinflasi yang tetap berjalan akan mendorong Fed untuk tetap di jalur penurunan suku bunga sehingga emas berpeluang mendapat suntikan berharga menuju rally akhir tahun.
Sebaliknya, jika kedua risk event tersebut gagal memberikan apa yang diharapkan market, maka emas berpeluang kembali terkoreksi turun bahkan lebih rendah dari low 2613 yang dicapai 6 Desember 2024 dan low 2605 yang dicapai 26 November 2024 yang lalu.
Tidak ada data ekonomi dari AS malam nanti sehingga investor akan terus memantau perkembangan Syria dan juga ekspektasi stimulus China diperkirakan berpeluang menahan emas dari penurunan yang terlalu tajam untuk hari ini.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup spinning tops karena real body putih yang kecil didukung dengan tail atas dan bawah yang relatif imbang. Ini berarti market cenderung masih dalam fase “wait and see” karena minimnya data ekonomi AS kemarin dan hari ini. Secara teori, spinning tops berarti juga peluang tren berikutnya akan bergantung pada penutupan candle hari ini. Jika candle ditutup bullish, maka secara teori besok akan lanjut naik. Sebaliknya, jika candle ditutup bearish, maka secara teori besok cenderung turun.
Resistance kuat berikutnya yang harus dilewati berada di 2686-2690. Area ini sekaligus akan sangat menentukan apakah emas berpeluang lanjut naik di atas 2700, atau justru gagal tembus sehingga berpeluang berbalik turun dan melirik support 2623-2630 kembali.

Di H4, kenaikan berhasil lebih tinggi, dan tembus di atas 2666 sehingga head & shoulders gagal. Tapi terbaru, bearish rectangle berpeluang menahan laju kenaikan, dan jika benar, maka peluang turun akan kembali dominan.
Resistance 2671 saat ini diuji, dan jika tembus, maka MA 200 pada grafik H4 yang ada di 2669 secara teori resmi ditembus, dan secara teori juga harusnya lanjut naik. Tapi resistance 2677 dan 2686 akan menjadi penentu berikutnya. Jika kedua zona juga ditembus, maka bersiap untuk emas terdorong ke area 2700-an kembali, di mana area 2692 sampai zona 2721 akan menjadi area kritikal yang diperkirakan sebagai supply kuat (resistance). Butuh pendorong yang kuat untuk bisa tembus zona supply tersebut sehingga data CPI AS besok malam dan konvensi Tahunan pemimpin China kemungkinan akan menjadi kunci utama.
Secara teori, seharusnya terjadi penurunan lebih dulu dan area antara 2629-2646 diperkirakan sebagai area support kuat untuk beberapa waktu ke depan. Support terjauh berada di 2618-2624. Selama zona support belum ditembus, maka peluang rebound bisa terjadi di zona tersebut, dan opsi buy cukup ideal di dekat support.
Sebaliknya, SELL bisa dipertimbangkan selama 2670-2676 tidak ditembus, atau harga tertekan di bawah 2618. Sementara skenario yang relatif aman adalah memanfaatkan range sideway untuk “Sell dekat resistance-Buy dekat support” dengan catatan stop loss masing-masing di set di atas resistance (jika sell) atau di bawah support (jika buy).

Per jam 9.50 WIB, harga berada di 2670.86, dengan high di 2671.41 dan low 2657.90. Karena rising wedge berhasil ditembus resistance-nya, maka pola tersebut dinyatakan gagal sehingga bullish cenderung berlanjut. Dan saat ini harga cukup dekat dengan high kemarin 2676.38 yang juga merupakan FR 0% di grafik H1.
Jika FR 0% ditembus, maka kenaikan lanjutan secara teori lebih dominan, dan resistance 2686-2690 adalah area berikutnya yang terdekat. Dan jika juga ditembus, maka 2700-2710 adalah proyeksi yang cukup potensial. Tapi jika FR 0% gagal tembus, maka peluang double top bisa terjadi, dengan catatan baru akan konfirm jika neckline 2656 ditembus.
Skenario ideal, swing low ke area support yang diarsir di kisaran 2645-2650 adalah area ideal untuk buy, diikuti dengan trendline support yang juga berpotensi mendorong harga kembali naik. Jika mengincar buy dekat trendline support, pastikan pasang Stop Loss 3-5 poin di bawah trendline support tersebut.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi BUY on Dip
Entry: 2650.00 – 2652.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward : 2664.00 ($12 - $14)
(follow/pertahankan BUY jika tembus 2666.00,
Target terdekat 2672, terjauh 2682, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2644.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 2642.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi SELL jika Support ditembus
Entry : 2633.00 – 2635.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2621.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2641.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 2642)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!
Suggest : SELL on Breakout
Area : 1.05100 – 1.05300
Target : 1) 1.04500 2) 1.03900
SL : 1.05900
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.05000
Switch to BUY jika tembus 1.06400
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.27600 – 1.27800
Target : 1) 1.27000 2) 1.26400
SL : 1.28400
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.27000
Switch to BUY jika tembus 1.28600
Suggest : SELL on Rally
Area : 152.100 – 152.300
Target : 1) 151.500 2) 140.900
SL : 152.900
Alternatif :
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 151.000
Switch to BUY jika tembus 153.000
Suggest : BUY on Dip
Area : 2650.00 – 2652.00
Target : 1) 2658.00 2) 2664.00
SL : 2644 (ideal 3-5 points di bawah 2642.00)
Alternatif :
Ekspektasi sideway : 3645-2676 (buy dekat support, sell dekat resistance, pasang SL)
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2666
Switch to SELL jika tembus 2635



