Secara umum, baik dolar maupun imbal hasil Treasury AS ditutup turun di sesi perdagangan hari Jumat sehingga emas leluasa untuk rebound, meskipun akhirnya penurunan tetap membatasi kenaikan tersebut.
Minimnya data ekonomi membuat pergerakan relatif terbatas di hari Jumat. Namun ekspektasi penurunan suku bunga Fed di bulan Desember meningkat dan membuat emas kembali rebound. Hal tersebut akan ditentukan dari data pekerjaan AS minggu ini.
Di akhir pekan, Trump melakukan kunjungan ke beberapa negara. Pasca berlakukan tarif ke Kanada, Trump bertemu dengan PM Kanada Trudeau dan mengklaim pertemuan tersebut sebagai pertemuan yang “produktif” membahas topik-topik penting yang membutuhkan kerjasama kedua negara untuk mengatasi permasalahan krisis obat-obatan yang disebabkan imigrasi illegal.
Di tempat terpisah, Trump mengeluhkan tentang negara-negara anggota BRICS yang tidak menggunakan dolar. Trump bahkan mengancam akan memberlakukan tarif 100% terhadap barang-barang impor dari negara-negara anggota BRICS jika tetap bersikeras mencetak mata uang BRICS dan bertransaksi tanpa dolar.
Hal ini akan menjadi menarik di 2025 karena semakin banyak negara yang dikenakan tarif Trump sehingga potensi konflik antar negara di bidang perdagangan diperkirakan bisa meluas. Ketidakpastian tersebut akan membuat emas dilirik kembali sebagai safe haven.
Di sisi lain, PM Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa Israel dalam kondisi siap setelah berakhirnya perang di utara, untuk menyelesaikan kesepakatan di Gaza. Netanyahu melakukan diskusi keamanan dengan tujuan mencapai kesepakatan di Gaza pada Minggu malam waktu setempat.

Investor akan disuguhkan dengan serangkaian data ekonomi tingkat tinggi dari AS dan beberapa Kawasan lain. Fokus utama akan tertuju pada pasar tenaga kerja AS di hari Jumat, dengan non farm payrolls diperkirakan rebound dari 12K menjadi 202K, sementara tingkat pengangguran diperkirakan akan berada di 4.1%.
Bulan lalu data NFP hanya berada di 12K, jauh lebih rendah dari ekspektasi. Faktor penyebab adalah badai Milton yang membuat hilangnya pekerjaan yang besar di Florida dan juga aksi mogok. Dengan selesainya masalah-masalah tersebut, market akan mencoba mencermati dampak yang signifikan pada data nfp sehingga ada kemungkinan data tersebut rebound lebih tinggi minggu ini. Angka 220K sangat mungkin terjadi, dan tingkat pengangguran juga akan menjadi kunci untuk keputusan Fed jelang pertemuan bulan Desember. Jika pengangguran naik menjadi 4.2%, sementara NFP berada di kisaran 220K, maka ada peluang yang lebih besar untuk penurunan suku bunga Fed di bulan Desember sehingga bisa berdampak pelemahan pada dolar AS.
Meski demikian beberapa data lainnya seperti ISM manufacture di hari Senin, JOLTS job openings di hari Selasa, ADP dan ISM services di hari Rabu, Jobless claims di hari Kamis dan pidato Powell sehari sebelum data NFP.
Malam ini, di jam 22.00 WIB, ISM manufacture diperkirakan naik dari 46.5 menjadi 47.7, sementara manufacturing prices diperkirakan naik dari 54.8 menjadi 55.2. Jika data dirilis sesuai ekspektasi atau lebih kuat, maka dolar akan menguat, emas berpeluang turun. Sebaliknya, jika data lebih lemah dari perkiraan, maka dolar melemah, emas punya peluang untuk naik.
Secara umum, angka ISM manufacture di bawah 50 masih menandakan kontraksi pada sektor manufaktur AS sehingga dolar hanya akan naik terbatas meskipun jika data manufaktur dirilis lebih baik dari ekspektasi (asumsi 48.0). Dan ini akan memberi ruang untuk emas untuk mencoba kembali rebound saat data dirilis.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup shooting star meskipun secara teori tidak cukup ideal mengingat real body putih yang relatif lebih panjang dari real body yang diperlukan sebagai shooting star. Namun dengan tail atas yang lebih panjang dari tail bawah, maka mengindikasikan terjadinya rejection di zona resistance.
Penurunan diperkirakan masih bisa terjadi, dan pagi ini terjadi penurunan lebih cepat di sesi Asia dari level tertinggi sementara 2650.78 hingga terendah sementara di 2622.89. Sementara low 28 Nov 2024 di 2620.89 akan menjadi support terdekat yang harus ditembus untuk lanjutkan penurunan ke zona 2605-2607. Sebaliknya, resistance akan berada di level tertinggi Jumat, 2666.21. Jika tembus, maka tantangan berikutnya akan berada di zona 2686-2688 sebelum membuka jalur ke area 27000-an.

Di H4, kenaikan tertahan di 2666.21, tepat di dekat resistance trend channel yang juga merupakan resistance dari pola yang dicurigai membentuk bearish flag. Hal ini juga sama dengan yang diulas dalam live streaming hari Jumat, 29 Nov 2024, di channel youtube @AgrodanaFuturesOfficial. Berikutnya akan ditentukan apakah support dari channel tersebut berhasil ditembus atau tidak.
Di sesi Asia harga sempat tembus hingga 2622, tapi candlestick masih berjalan dan menempel di support dari channel tersebut sehingga belum dianggap konfirm tembus. Berikutnya jika 2 candle berturut-turut tetap di bawah 2637, maka peluang penurunan dari bearish flag bisa dianggap konfirm. Artinya dalam jangka pendek penurunan akan lebih mendominasi.
Target utama dari pola flag adalah sama panjang dengan bagian tiang, diperkirakan bisa mencapai are arsir orange yang terjauh (kisaran 2659-2668). Tapi support terdekat zona 2605-2607 akan menjadi rintangan pertama yang harus dihadapi setelah penembusan support 2637 (support flag)
Secara umum, selama arsir biru (area 2650-2655) tidak ditembus, maka peluang penurunan akan tetap lebih dominan, dan sell lebih diutamakan. Sebaliknya, jika terjadi kenaikan dan masuk kembali ke channel, maka bearish flag dianggap gagal. Namun, strong bullish baru dianggap konfirm jika mampu tembus di atas MA 200 H4 2681.28 sekaligus menggagalkan secara keseluruhan bearish flag tersebut.
Skenario buy bisa dilakukan jika tembus di atas 2655, namun target terdekat kembali terbatas di zona 2666 (high Jumat), dan strong bullish baru bisa konfirm jika tembus 2681. Ini artinya strategi buy berpeluang terbatas, kecuali jika lanjut dengan penembusan resistance 2681 (MA 200 H4).
Data ISM Manufacture nanti malam kemungkinan menjadi petunjuk di sesi NY. Jika lemah, akan mendukung pembalikan naik. Sebaliknya jika kuat, akan mendukung tekanan lanjut.

Per jam 9.50 WIB, harga berada di 2631.00, dengan high di 2650.78 dan low 2622.89. Secara teknis kenaikan sebelumnya di hari Jumat tertahan sedikit di atas trendline, tapi gagal pertahankan momentum tersebut dan lanjut turun setelah berhasil tembus support kedua 2646.
Penurunan diperkirakan berlanjut jika tembus support 2620. Sementara momentum sell masih cukup kuat selama tidak terjadi kenaikan di atas 2660-2662. Short pullback di kisaran 2637-2645 cukup menunjang untuk area sell. Tapi ini tidak berlaku jika di malam hari data ISM manufacture ternyata dirilis lebih lemah dari ekspektasi.
Jika skenario berjalan sesuai ekspektasi (tembus 2620-2623), maka penurunan berikutnya yang terdekat diperkirakan bisa sentuh 2605. Sementara target terjauh (2681-2685) akan bergantung dari data ekonomi AS malam ini.
Sebaliknya, kenaikan berpeluang jika resistance 2666 ditembus atau penurunan terhenti di zona 2578-2582, dan harus didukung oleh data ekonomi AS yang lebih lemah dari ekspektasi. Jika tidak memenuhi syarat (data ekonomi lebih kuat), maka peluang rebound belum tentu terwujud dalam waktu dekat.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi SELL dekat resistance
Entry: 2635.00 – 2637.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward : 2623.00 ($12 - $14)
(follow/pertahankan SELL jika tembus 2620.00,
Target terdekat 2615, terjauh 2607, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2643.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di atas 2645.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi BUY jika Support tidak ditembus
Entry : 2565.00 – 2567.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2579.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2559.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di bawah 2557)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.05500 – 1.05700
Target : 1) 1.04900 2) 1.04300
SL : 1.06300
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.04900
Switch to BUY jika tembus 1.06700
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.27200 – 1.27400
Target : 1) 1.26600 2) 1.26000
SL : 1.28000
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.26400
Switch to BUY jika tembus 1.28000
Inverse H&S kemungkinan gagal lanjut jika tembus neckline support
Suggest : SELL on Rally
Area : 150.800 – 151.000
Target : 1) 150.200 2) 149.600
SL : 151.600
Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 152.000
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 150.000
Suggest : SELL on Rally
Area : 2635.00 – 2637.00
Target : 1) 2629.00 2) 2623.00
SL : 2643 (ideal 3-5 points di atas 2645.00)
Alternatif :
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 2630
Switch to BUY jika tembus 2670 atau jika data ISM lebih lemah dari ekspektasi
Secara umum, dolar maupun imbal hasil Treasury AS masih turun sehingga penurunan emas bukan disebabkan menguatnya dolar maupun kenaikan imbal hasil Treasury. Dengan liburnya AS dan tidak ada data ekonomi dari AS, emas dipengaruhi sentimen geopolitik yang membayangi dalam 1 minggu terakhir.
Kesepakatan gencatan senjata Iran – Lebanon kemungkinan diikuti juga oleh Israel – Hamas dalam waktu dekat sehingga redanya geopolitik berada di balik penurunan emas daripada data ekonomi. Meski demikian, kenaikan juga tidak dipengaruhi oleh data ekonomi, melainkan geopolitik lain di Rusia-Ukraina yang masih belum pasti.
Dengan minimnya aktivitas trading saat perayaan Thanksgiving, maka pasar juga cenderung tidak mendapatkan petunjuk apapun terkait data ekonomi yang ada. Namun pasca data PCE, jobless claims dan GDP yang rata-rata sesuai ekspektasi, pasar menilai Fed tetap berpeluang untuk menurunkan suku bunga di pertemuan Desember.
Pagi ini harga sempat spike (naik cepat) hingga kisaran 2662.68. Kenaikan disebabkan oleh meningkatnya peluang pemangkasan suku bunga Fed sebesar 25 bps di FOMC 17-18 Desember mendatang, dari 50% menjadi 70% pasca data PCE yang sesuai ekspektasi.
Faktor lain yang menjadi penyebab juga dari sisi geopolitik di mana Rusia kembali menembakkan rudal ke Ukraina sehingga emas diincar sebagai safe haven.
Semua hal tersebut sesuai pembahasan yang kami ulas 1 minggu terakhir terkait potensi pergerakan pasar berikutnya di mana investor juga menunggu pertemuan FOMC Desember untuk mengetahui dot plot suku bunga Fed di 2025, dan ketidakpastian geopolitik dari Rusia-Ukraina yang masih tidak menentu meskipun konflik Timur Tengah sudah berlaku gencatan senjata (Israel-Lebanon).

Market AS libur perayaan Thanksgiving hari ini sehingga tidak ada data ekonomi dari AS dan market ditutup lebih cepat di jam 02.45 WIB.
Investor hanya akan mendapati data CPI zona Euro di jam 17.00 WIB yang diperkirakan akan kembali mendorong pemangkasan suku bunga ECB di pertemuan berikutnya, jika inflasi sesuai ekspektasi, atau lebih rendah.
Di sisi lain, pasar masih akan menunggu data Non Farm Payrolls AS yang baru akan dirilis minggu depan sehingga dengan liburnya market AS diharapkan volatilitas di malam hari cenderung terbatas, dan pergerakan di sesi Asia hingga Eropa kemungkinan menjadi yang paling aktif untuk hari ini.
Penurunan sebagai profit taking diperkirakan masih bisa terjadi, namun khusus malam hari sebaiknya hindari posisi overnight dikarenakan kekhawatiran geopolitik dari Rusia-Ukraina yang bisa membayangi pasar sewaktu-waktu di akhir pekan.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup doji dengan kecenderungan lebih ke sisi hanging man sehingga dianggap peluang turun yang masih terbuka. Kenaikan tertahan di 2649.68, lebih rendah dibanding high sehari sebelumnya 2658.21. Sementara terendah sempat sentuh 2620 di pagi hari, dan harga tidak pernah kembali bergerak lebih rendah setelah terhenti di 2637.
Bearish diperkirakan masih berpeluang selama harga tidak menunjukkan kenaikan di atas 2665. Bahkan secara umum resistance psikologis saat ini berada di 2681-2688. Selama tidak terjadi penembusan di atas area tersebut, maka kenaikan apapun akan diartikan rebound yang masih cenderung terbatas sehingga opsi SELL lebih dipilih. Sebaliknya, penurunan juga perlu mewaspadai support 2620-2623, dan terjauh 2605. Karena mayoritas pelaku pasar masih libur Thanksgiving, kemungkinan pergerakan juga relatif terbatas.

Di H4, kenaikan tertahan di 2649.68, beberapa poin lebih rendah dari high sehari sebelumnya 2658. Hal ini sekaligus menandakan resistance FR 38.2% H4 di 2650.85 masih cukup efektif karena harga kembali turun di bawah 2650. Lagi-lagi menjadi pertanda bahwa kekuatan bullish belum sepenuhnya pulih.
Secara umum, kita masih berada dalam jalur koreksi yang belum tuntas, dan penurunan wave C masih bisa terjadi selama harga tidak terjadi kenaikan di atas MA 200 H4 yang saat ini ada di 2681.23. Ini berarti kalaupun terjadi kenaikan di atas 2655-2660, maka potensi kenaikan yang bisa dimanfaatkan sebagai buy diperkirakan maksimum tertahan di 2680 (mendekati MA 200).
Skenario ideal masih tetap sama, di mana rebound dianggap sebagai peluang untuk sell. Kemudian dilanjutkan tekanan turun kembali, dengan target terdekat di FR 50% H4 yang ada di 2629.09, atau terjauh menguji FR 61.8% 2607.
Sebaliknya, kenaikan akan membuka peluang jika mampu tembus di atas 2658-2660, dengan catatan itu pun masih relatif terbatas dengan MA 200 H4 menjadi acuan di 2681.55. Jika kenaikan mampu tembus MA 200 tersebut, maka peluang bullish baru dikatakan lebih kuat. Ini berarti jika Anda switch strategi menjadi BUY saat tembus 2660 (lebih baik beri jarak 3 poin di atas resistance untuk entry buy), maka target maksimal kemungkinan masih terbatas di bawah 2675-2680 (dekat MA 200 H4). Kenaikan lebih tinggi hanya dimungkinkan jika konflik geopolitik kembali memanas (Rusia-Ukraina) karena data ekonomi AS dipastikan tidak ada malam nanti.

Per jam 9.50 WIB, harga berada di 2657.30, dengan high di 2657.68 dan low 2633.86. Secara teknis kenaikan diperkirakan masih terbatas di zona yang ditandai sebagai “potential strong supply area” sehingga idealnya SELL dilakukan di zona tersebut, dengan Stop loss beberapa poin di atas resistance 2657.
Pola bearish flag masih dominan, sehingga kenaikan dianggap pullback untuk menguji kembali resistance. Penurunan selanjutnya masih dalam proses pembentukan wave 5 dari Elliott wave alur penurunan sehingga dominasi bearish masih bisa terjadi, selama tidak tembus di atas 2665.
Jika skenario berjalan sesuai ekspektasi, maka penurunan berikutnya yang terdekat diperkirakan menguji area 2620-2623 (low 2 hari terakhir). Sementara keterbatasan range pergerakan kemungkinan diragukan untuk emas bisa sentuh 2605 sehingga area low yang memungkinkan jika tembus 2620 akan berada di support 2610-2615.
Sebaliknya, kenaikan berpeluang mendominasi jika harga kembali tembus di atas 2655-2658 (high 2 hari sebelumnya). Tapi bullish diperkirakan masih relatif terbatas. Dengan demikian, switch strategi menjadi buy jika harga benar-benar konfirm tembus 2662-2665 dan Anda hanya punya peluang ke area 2670-2675 sebagai resistance terdekat, sementara strong bullish diperkirakan baru akan konfirm jika harga tembus 2685. Artinya kenaikan apapun selama masih tetap di bawah 2685, maka bullish akan bersifat terbatas.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi SELL dekat resistance
Entry: 2650.00 – 2652.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward : 2638.00 ($12 - $14)
(follow/pertahankan SELL jika tembus 2630.00,
Target terdekat 2623, terjauh 2610, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2658.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di atas 2657.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi BUY jika Support tidak ditembus
Entry : 2562.00 – 2564.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2576.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2556.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di bawah 2554)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!
Dolar relatif tidak banyak bergerak terhadap mata uang lainnya di tengah sepinya pasar karena US Market tutup merayakan Thanksgiving dan kondisi ini diperkirakan masih akan berlanjut karena di penghujung pekan ini US Market hanya buka setengah hari saja. Sentimen pasar masih di seputar langkah moneter yang akan diambil oleh Fed setelah indikator inflasi dari sisi personal yang kemarin dirilis. Di mana inflasi walau sudah mendekati target, namun sepertinya masih belum berlanjut turun. Sementara aktifitas ekonomi juga stagnan dan sektor manufaktur dan industri cenderung menurun. Namun sektor tenaga kerja masih solid dengan tingkat upah yang terus meningkat. Sehingga dengan data-data ini membuat spekulasi akan perlunya Fed kembali memangkas suku bunga acuan meningkat guna terus memicu aktifitas ekonomi. Spekulasi akan langkah Fed memangkas suku bunga pada pertemuan moneter di bulan Desember meningkat dari sebelumnya yang di kisaran 58% naik menjadi 70% menurut data CME Group's FedWatch tool terakhir. Selain itu pasar juga mewaspadai resiko akan langkah presiden terpilih, Trump melanjutkan perang dagangnya dengan menaikkan tarif impor. Hari ini tidak ada data yang akan dirilis karena seperti dijelaskan di atas, pasar hanya buka setengah hari yang kemungkinan akan membatasi perdagangan dengan pelaku pasar yang terbatas juga.
Yen terus menguat terhadap dolar seiring dengan semakin besarnya peluang Bank Sentral Jepang (BOJ) untuk menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan moneter dalam beberapa pekan mendatang. Spekulasi di pasar memperkirakan BOJ akan melakukan hal tersebut dengan peluang mencapai 53%. Data Core inflasi CPI meningkat dari 1.8% menjadi 2.2% yang lebih tinggi dari perkiraan hanya naik 2.0%. Meskipun data di sektor tenaga kerja sedikit menurun dengan tingkat pengangguran yang meningkat dari 2.4% menjadi 2.5% sesuai perkiraan. Sementara parlemen juga sudah menyetujui stimulus fiskal pemerintah Jepang sebanyak $141 miliar yang diharapkan akan memicu aktifitas ekonomi. Dengan stimulus ini potensi inflasi juga meningkat yang harus diimbangi dengan kenaikan suku bunga acuan.
Euro masih cenderung tertekan meski mata uang dolar mengalami koreksi sejak kemarin. Peluang pemangkasan lebih lanjut bahkan dengan ukuruan jumbo oleh Bank Sentral Eropa (ECB) membuat mata uang Euro menjadi kurang menarik. Anggota Dewan Eksekutif ECB - Isabel Schnabel juga mendukung argumen tersebut dalam wawancara semalam. Kekhawatiran akan agenda ekonomi Trump berupa kenaikan tarif impor akan sangat memukul ekonomi di kawasan ini. Sementara gejolak politik di Jerman dan Prancis juga menjadi sentimen negatif untuk perdagangan instrumen keuangan. Hari ini akan dirilis data estimasi inflasi CPI untuk Uni Eropa secara keseluruhan dengan perkiraan meningkat.
Poundsterling cukup tertahan dengan masih sedikit menguat terhadap mata uang dolar. Meski demikian ekspektasi akan langkah moneter Bank Sentral Inggris (BOE) berikutnya adalah memangkas suku bunga acuan untuk ketiga kalinya semakin meningkat. Dengan data PMI turun di bawah ambang batas 50 yang menandakan aktifitas di sektor ini masuk dalam kategori kontraksi. Ditambah dari dari sektor ritel yang menunjukkan daya beli rakyat Inggris yang menurun drastis. Hal ini dikaitkan dengan tingginya suku bunga acuan BOE saat ini. Pasar juga akan mencermati pidato dari Gubernur BOE - Andrew Bailey yang dijadwalkan pada malam ini.
Cek info lain di:
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/agrodanafuturesofficial
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.05500 – 1.05700
Target : 1) 1.04900 2) 1.04300
SL : 1.06300
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.04900
Switch to BUY jika tembus 1.06500
Suggest : BUY on Dip
Area : 1.26500 – 1.26700
Target : 1) 1.27300 2) 1.27900
SL : 1.25900
Alternatif :
Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.27200
Switch to SELL jika tembus 1.25900
Suggest : SELL on Rally
Area : 150.500 – 150.700
Target : 1) 149.900 2) 149.300
SL : 151.300
Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 152.100
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 150.000
Suggest : SELL on Rally
Area : 2650.00 – 2652.00
Target : 1) 2644.00 2) 2638.00
SL : 2657 (ideal 3-5 points di atas 2656.00)
Alternatif :
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 2630
Switch to BUY jika tembus 2665
Secara umum, dolar maupun imbal hasil Treasury AS tetap ditutup turun sehingga penurunan emas bukan disebabkan menguatnya dolar maupun kenaikan imbal hasil Treasury. Hal ini kembali membuktikan data ekonomi yang solid juga bukan menjadi alasan utama dalam penurunan emas kali ini.
Data PCE bulan Oktober dirilis masing-masing dengan PCE utama di 0.2% m/m dan core PCE 0.3% m/m, sementara basis tahunan menunjukkan PCE utama 2.3% y/y dan core PCE 2.8% y/y. Secara keseluruhan data tersebut dirilis sesuai ekspektasi sehingga tidak berdampak signifikan terhadap potensi penurunan suku bunga Fed di bulan Desember 2024.
Di sisi data ekonomi, jobless claims mingguan menunjukkan penurunan di 213K, lebih rendah dari ekspektasi 215K, bahkan turun jika dibanding minggu sebelumnya. Sementara GDP juga menunjukkan angka sesuai ekspektasi, 2.8%, turun dari periode sebelumnya 3.0%.
Data lain seperti pendapatan pribadi dirilis lebih tinggi dari perkiraan, 0.6% vs 0.3%. Konsumsi juga lebih tinggi, +0.4% vs exp 0.3%.
CME Fedwatch tools pasca data PCE dirilis menunjukkan probabilitas penurunan suku bunga Desember meningkat dari 59.4% menjadi 68.2%. Hal ini berarti menunjukkan optimisme pasar terhadap penurunan suku bunga Fed di akhir tahun 2024 masih cukup besar.

Penurunan emas dalam 2 hari terakhir lebih cenderung dilatarbelakangi oleh kondisi geopolitik di mana Israel dan Lebanon akhirnya resmi menyepakati untuk gencatan senjata 60 hari ke depan. Redanya geopolitik menjadi alasan investor mengurangi eksposurnya terhadap safe haven sehingga emas bersama dolar cenderung turun.
Kabar tersebut juga berdampak pada Hamas. Pihak Hamas dikabarkan membuka diri untuk pembahasan gencatan senjata dengan Israel setelah kepastian gencatan senjata antara Israel – Lebanon. AS, Mesir dan negara lainnya berusaha untuk mendorong perjanjian gencatan senjata tersebut bisa terwujud dalam waktu dekat, sebelum pemerintahan Biden resmi diambil alih oleh pemerintahan Trump di bulan Januari 2025.
Meskipun Israel menekankan bahwa keberlangsungan dari gencatan senjata tersebut akan bergantung pada perkembangan di Lebanon, tapi pasar merespon positif kabar tersebut. Dengan demikian menyisakan konflik Rusia-Ukraina yang tampaknya masih sulit untuk terwujud dalam waktu dekat mengingat aksi saling serang masih terjadi meskipun intensitasnya tidak lebih panas dibanding minggu lalu.
Market AS libur perayaan Thanksgiving hari ini sehingga tidak ada data ekonomi dari AS malam nanti, dan market ditutup lebih cepat di jam 02.30 WIB untuk emas dan komoditi lainnya. Volatilitas diperkirakan hanya akan terjadi di sesi Asia hingga sesi Inggris yang akan berakhir di jam 22.00 WIB sehingga data CPI Jerman di jam 20.00 WIB akan menjadi satu-satunya data ekonomi yang dicermati pasar.
Sementara agenda penting lainnya tertuju pada Sidang Parlemen Luar Biasa Jepang yang akan dimulai hari ini 28 November, sampai 21 Desember mendatang. Kemungkinan akan membahas tentang rencana anggaran tambahan dan lebih banyak lagi. Sesi khusus di Diet adalah membahas anggaran tambahan yang diperlukan untuk mendanai langkah-langkah baru untuk mengatasi inflasi yang diusulkan pemerintahan PM Ishiba.
Gubernur BOJ Kazuo Ueda diperkirakan akan memberikan testimoni, tapi belum ada ketetapan tanggal. Ueda kemungkinan tampil dihadapan komite anggaran atau keuangan, mencakup pandangan tentang kebijakan moneter, inflasi dan ekonomi. BOJ akan bertemu di tanggal 18-19 Desember, sehari setelah FOMC 17-18 Desember 2024, sehingga pidato Ueda akan ditelusuri lebih dalam untuk mendapatkan petunjuk tentang potensi kenaikan suku bunga BOJ. (Suku bunga BOJ naik, dolar turun, sehingga emas punya peluang untuk naik)
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup shooting star setelah sempat spike (naik cepat) hingga sentuh 2658.21, dan kemudian turun hingga ditutup di 2635.71. Secara teknis hal ini menunjukkan kegagalan dari emas memanfaatkan momentum bullish sehingga penurunan masih cenderung tetap dominan untuk hari ini.
Bearish akan menjadi lebih kuat jika support 2605-2607 berhasil ditembus, dan FR 50% 2571.50 menjadi target potensial berikutnya. Sebaliknya, bullish akan kembali terbuka jika harga berbalik naik dan tembus high kemarin 2658. Tapi akan jauh lebih kuat jika mampu tembus di atas 2885.

Di H4, kenaikan tertahan di 2658.21, menandakan resistance FR 38.2% H4 di 2650.85 masih cukup efektif karena harga kembali turun di bawah 2650 setelah sentuh level tertinggi tersebut. Ini menandakan bahwa kekuatan bullish belum sepenuhnya pulih. Di sisi lain hal tersebut juga memunculkan peluang bahwa zona 2605-2607 cukup terbuka untuk kembali disentuh, atau bahkan ditembus.
Secara tren, kita masih berada dalam jalur koreksi yang belum tuntas, dan tren utama menunjukkan peluang penurunan masih bisa terjadi dalam penurunan wave C. Ini berarti juga bahwa FR 61.8% H4 di 2607.32 yang cukup dekat dengan low 26 Nov 2024 di 2605.22 cenderung terbuka untuk ditembus.
Skenario ideal masih tetap sama, di mana rebound masih tetap tertahan di kisaran 2638-2641, atau maksimum dekat FR 38.2% H4 2650.85, kemudian dilanjutkan tekanan turun kembali menguji FR 61.8% 2607, atau bahkan bisa saja terjadi penembusan. Zona SELL lebih baik dilakukan di kisaran 2635-2640, atau di dekat area 2652-2658 (high kemarin) sebagai patokan.
Sebaliknya, kenaikan akan membuka peluang jika mampu tembus di atas 2658-2660, dengan catatan itu pun masih relatif terbatas dengan MA 200 H4 menjadi acuan di 2681.55. Jika kenaikan mampu tembus MA 200 tersebut, maka peluang bullish baru dikatakan lebih kuat.

Per jam 9.50 WIB, harga berada di 2628.35, dengan high di 2638.39 dan low 2620.89. Secara teknis kenaikan terbukti tertahan di zona yang dicurigai sebagai “potential strong supply area” sehingga peluang penurunan masih bisa terjadi.
Pola bearish flag cenderung konfirm setelah pagi ini harga berhasil turun di bawah support trend channel 2636. Dengan demikian penurunan seharusnya lebih dominan untuk beberapa waktu ke depan. Rebound diharapkan terbatas dengan asumsi sebagai retest resistance 2635-2640. Area ini adalah area ideal untuk mulai mengincar sell saat terjadi pullback.
Jika skenario berjalan sesuai ekspektasi, maka penurunan berikutnya membuka peluang untuk kembali menguji area 2605-2607 dalam waktu dekat. Dan jika area 2605-2607 ditembus, maka peluang penurunan lebih lanjut bisa terjadi.
Sebaliknya, kenaikan berpeluang mendominasi jika harga kembali tembus di atas 2655-2658 (high kemarin). Tapi bullish diperkirakan masih relatif terbatas. Dengan demikian, jika switch strategi menjadi buy saat 2660 ditembus, Anda hanya punya peluang ke area 2670-2675 sebagai resistance terdekat, sementara strong bullish diperkirakan baru akan terjadi saat harga mampu tembus 2685. Artinya kenaikan apapun selama masih tetap di bawah 2685, maka bullish akan bersifat terbatas.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi SELL dekat resistance
Entry: 2637.00 – 2639.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward : 2625.00 ($12 - $14)
(follow/pertahankan SELL jika tembus 2625.00,
Target terdekat 2618, terjauh 2607, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2645.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di atas 2646.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi BUY jika Support tidak ditembus
Entry : 2562.00 – 2564.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2576.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2556.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di bawah 2554)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!



