Dolar mengalami koreksi terhadap mata uang lainnya di tengah sepinya perdagangan instrumen keuangan menjelang libur Thanksgiving di AS mulai malam nanti. Di tengah aktifitas ekonomi yang solid dengan daya beli domestik yang meningkat dari periode sebelumnya sementara inflasi juga masih sulit turun. Data pertumbuhan ekonomi GDP di AS cenderung stagnan di angka 2.8% sesuai dengan perkiraan. Indikator inflasi berupa data Personal Consumption Expenditure juga masih stagnan 0.3% sesuai perkiraan sama seperti periode sebelumnya. Dan bahkan jika dibandingkan dengan data setahun sebelumnya justru mengalami kenaikan dari 2.7% menjadi 2.8% sesuai perkiraan. Sedangkan data personal income naik 0.6% atau 2 kali perkiraan sama seperti periode sebelumnya 0.3%. Dan data personal spending sedikit turun 0.4% sesuai perkiraan walau data periode sebelumnya direvisi membaik dari 0.5% menjadi 0.6%. Di sektor industri, data Durable Goods Order meski dari -0.7% naik menjadi 0.2%, namun masih di bawah perkiraan naik 0.4%. Dengan data Core-nya yang tidak menyertakan sektor transportasi justru turun menjadi hanya 0.1% yang juga lebih rendah dari perkiraan 0.2% meski data periode sebelumnya direvisi membaik dari 0.4% menjadi 0.5%. Selain itu, data Chicago PMI juga turun dari 41.6 menjadi 40.2 yang jauh lebih buruk dari perkiraan naik 44.9. Dengan data-data ini membuat spekulasi akan perlunya Fed kembali memangkas suku bunga acuan meningkat guna memicu aktifitas ekonomi. Spekulasi akan langkah Fed memangkas suku bunga pada pertemuan moneter di bulan Desember kembali meningkat dari sebelumnya yang di bawah 60% meningkat menjadi 70% menurut CME Group's FedWatch tool. Selain itu pasar juga mewaspadai resiko akan langkah presiden terpilih Trump melanjutkan perang dagangnya dengan menaikkan tarif impor setelah sebelumnya mengenakan kenaikan terhadap negara Kanada dan Mexico namun melunak terhadap China. Meskipun sejumlah analis memperkirakan Trump juga mempertimbangkan resiko inflasi dari kenaikan tarif impor dan rencana pengurangan pajak akan mencegahnya dari tindakan yang gegabah. Hari ini US Market tutup merayakan libur Thanskgiving dan hanya buka setengah hari pada keseokan harinya.
Yen masih terus menguat hingga level tertinggi dalam 5 pekan terakhir terlebih setelah mata uang dolar terkoreksi dengan ekspektasi akan langkah Bank Sentral Jepang (BOJ) untuk menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan moneter di bulan Desember nanti. Dan sebagian juga karena Jepang tidak termasuk dalam daftar negara yang dikenakan agenda kenaikan tarif impor dari Trump. Jepang merupakan pihak asing pemegang obligasi AS terbanyak serta pelaku investasi langsung di AS terbesar sehingga menjadikan Jepang sebagai mitra dagang yang penting bagi AS.
Euro bergerak menguat dengan terkoreksinya mata uang dolar meski beberapa data fundamental yang dirilis belakangan ini masih cenderung menurun. Sementara Bank Sentral Eropa (ECB) juga terus ditekan oleh pejabat ECB sendiri untuk melanjutkan pemangkasan suku bunga acuan dalam pertemuan moneter beberapa pekan mendatang. Terlebih adanya kekhawatiran akan agenda Trump untuk menaikkan tarif impor terhadap Uni Eropa yang dipastikan akan berdampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi di kawasan ini. Tidak ada data ekonomi yang akan dirilis hari ini.
Poundsterling juga rebound seiring dengan koreksi mata uang dolar meski Bank Sentral Inggirs (BOE) juga diperkirakan akan memangkas suku bunga acuannya. Dengan daya beli rakyat Inggris yang menurun drastis yang dikaitkan dengan tingginya suku bunga acuan. BOE menjadi bank sentral di antara negara maju lainnya yang paling sedikit melakukan pemangkasan. Sehingga BOE mempunyai banyak ruang untuk melakukan pemangkasan yang hanya baru 2 kali dilakukan dalam 2 tahun terakhir ini. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.
Cek info lain di :
www.instagram.com/agrodanafuturesofficial
www.youtube.com/agrodanafuturesofficial
Suggest : BUY on Dip
Area : 1.04600 – 1.04800
Target : 1) 1.05400 2) 1.06000
SL : 1.04000
Alternatif :
Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.06200
Switch to SELL jika tembus 1.03800
Suggest : BUY on Dip
Area : 1.25800 – 1.26000
Target : 1) 1.26600 2) 1.27200
SL : 1.25200
Alternatif :
Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.27000
Switch to SELL jika tembus 1.24800
Suggest : SELL on Rally
Area : 152.000 – 152.200
Target : 1) 151.400 2) 150.800
SL : 152.800
Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 153.100
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 151.000
Suggest : SELL on Rally
Area : 2637.00 – 2639.00
Target : 1) 2631.00 2) 2625.00
SL : 2645 (ideal 3-5 points di atas 2646.00)
Alternatif :
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 2625
Switch to BUY jika tembus 2660
Dolar berlanjut menguat terhadap mata uang lainnya seiring dengan keputusan Presiden terpilih Trump menandatangani kenaikan tarif baru terhadap Kanada, Mexico dan China. Kekhawatiran akan pengenaan kenaikan tarif impor dari negara-negara lain mitra dagang AS yang belum disebutkan menjadi sentimen negatif untuk mata uang lainnya dan sebaliknya menjadi positif untuk mata uang dolar. Kenaikan tarif impor untuk produk barang dan jasa dari Kanada dan Mexico diputuskan oleh Trump dikaitkan dengan semakin maraknya imigran gelap dan perdagangan narkoba masuk ke wilayah AS. Sedangkan produk China hanya dikenakan kenaikan tarif sebanyak 10% jauh di bawah ancaman Trump sebelumnya yang pada awalnya akan menaikkan hingga 60%. Sebelumnya Trump menunjuka Scott Bessent sebagai calon menteri keuangan diterima baik oleh pasar karena posisi sebelumnya sebagai veteran pelaku pasar dapat mengakomodir keinginan dan harapan pasar akan kebijakan fiskal yang terbuka guna dapat melakukan langkah antisipasi yang diperlukan. Sehingga dapat mengurangi dampak negatif dari kebijakan agenda ekonomi Trump yang akan dijalankan nantinya jika bertentangan dengan ekspektasi pasar. Dengan memasuki pekan terakhir sebelum memasuki bulan Desember, pasar masih belum mendapat kepastian akan langkah Fed dalam pertemuan moneter FOMC di bulan depan. Dalam nota minuta pertemuan FOMC sebelumnya yang dirilis semalam pejabat Fed anggota voting masih belum sepakat perihal seberapa jauh Fed akan melonggarkan kebijakan moneternya, seberapa banyak Fed akan memangkas suku bunga acuannya. Tapi dapat dipastikan pejabat Fed kali ini akan melakukan pendekatan yang lebih berhati-hati dalam mengambil langkah moneter untuk kedepannya. Sementara aktifitas geopolitik di Timur Tengah diharapkan segera mereda dengan dicapainya kesepakatan damai antar Israel dan Lebanon dengan penengah AS dan Prancis. Berbeda halnya dengan geopolitik di Ukraina, setelah dikhabarkan Ukraina meluncurkan rudal ATCMS buatan AS untuk kedua kalinya. Keputusan Ukraina ini akan menjadi pemicu naiknya ketegangan jika Rusia melancarkan serangan balasan. Dari fundamental ekonomi domestik AS, sektor manufaktur masih menjadi hambatan bagi pertumbuhan ekonomi dengan data indeks manufaktur di negara bagian Richmond masih stagnan -14 yang lebih jelek dari perkiraan sedikit membaik -11. Sedangkan indeks kepercayaan konsumen meningkat 111.7 sedikit dibawah perkiraan 111.8 dari periode sebelumnya yang juga direvisi membaik dari 108.7 menjadi 109.6. Hari ini akan dirilis sejumlah data penting mulai dari data pertumbuhan ekonomi GDP, durable good order dan data inflasi PCE. Sejumlah data tersebut dirilis bersamaan karena esok hari US Market libur merayakan Thanksgiving. Bank Sentral New Zealand (RBNZ) akan mengadakan pertemuan moneter hari ini dengan perkiraan akan memangkas suku bunga acuan sebanyak 50 bps unutk pertama kali setelah melakukan 2x pemangkasan sebanyak 25 bps sebelumnya.
Yen juga masih berlanjut menguat seiring dengan semakin besarnya ekspektasi akan kenaikan suku bunga acuan oleh Bank Sentral Jepang (BOJ) dalam pertemuan moneter bulan depan. Dengan inflasi yang masih cenderung naik diatas target 2%, setelah data CPI yang naik menjadi 2.3%. Disusul dengan data inflasi dari sisi produsen di sektor jasa yang naik 2.9% jauh diatas perkiraan 2.5% dan bahkan data periode sebelumnya juga direvisi naik dari 2.6% menjadi 2.8%. Hal ini semakin membuka lebar langkah BOJ unutk menaikkan suku bunga acuan ditambah dengan mata uang Yen yang terus tertekan sehingga momen sangat tepat untuk mencegah pelemahan mata yang Yen berlanjut. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.
Euro masih terus tertekan terhadap dolar seiring dengan peluang akan langkah Bank Sentral Eropa (ECB) untuk kembali menurunkan suku bunga acuannya setelah data aktifitas ekonomi menurun drastis menuju zona kontraksi. ECB diperkirakan akan memangkas suku bunga acuan lebih agresif sebanyak 50 bps pada pertemuan moneter beberapa pekan mendatang. Data inflasi CPI baru akan dirilis di hari Jumat di penghujung pekan ini yang akan mengkonfirmasi apakan perkiraan tersebut kemungkinan dapat terjadi. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.
Poundsterling sedikit tertahan terhadap peguatan mata uang dolar meskipun data ekonomi masih cenderung menurun. Data di sektor ritel masih menurun setelah Retail Sales pekan lalu,kemarin data Realized Sales juga turun drastis dari -6 menjadi -16 yang jauh dibawah perkiraan -14. Seperti terlihat daya beli rakyat Inggris sudah diperkirakan menurun namun tidak sebanyak angka tersebut. Berkurangnya daya beli ini dikaitkan dengan tingginya suku bunga acuan sehingga Bank Sentral Inggris (BOE) ditekan terus untuk segera melakukan pemangkasan suku bunga acuan lebih lanjut. BOE menjadi bank sentral yang paling sedikit melakukan pemangkasan diantara negara maju lainnya. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.
Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.05200 – 1.05400
Target : 1) 1.04600 2) 1.04000
SL : 1.06000
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.04400
Switch to BUY jika tembus 1.06200
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.26000 – 1.26200
Target : 1) 1.25400 2) 1.24800
SL : 1.26800
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.25200
Switch to BUY jika tembus 1.26800
Suggest : SELL on Rally
Area : 153.600 – 153.800
Target : 1) 153.000 2) 152.400
SL : 154.400
Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 154.600
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 152.400
Suggest : SELL on Rally
Area : 2640.00 – 2642.00
Target : 1) 2634.00 2) 2628.00
SL : 2648 (ideal 3-5 points di atas 2646.00)
Alternatif :
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 2625
Switch to BUY jika tembus 2656
Secara umum, dolar maupun imbal hasil Treasury AS ditutup turun sehingga penurunan emas tidak disebabkan menguatnya dolar maupun kenaikan imbal hasil Treasury. Ini menjadi bukti bahwa faktor yang mendominasi kemarin bukan dikarenakan kabar dari ditunjuknya Scott Bessent sebagai Menteri Keuangan AS di kabinet Trump jilid 2.
Israel dan Lebanon dikabarkan kian dekat dengan kesepakatan gencatan senjata sehingga meredam kekhawatiran terhadap kondisi geopolitik yang memanas di beberapa minggu terakhir. Hal ini yang membuat emas turun karena minat terhadap safe haven berkurang, dan minat terhadap aset berisiko (pasar saham) pulih.
Axios merilis pernyataan pejabat senior AS yang menyebut bahwa Israel dan Lebanon sudah menyetujui gencatan senjata. Kabinet Keamanan Israel diperkirakan akan menyetujui kesepakatan tersebut di hari Selasa. Hal ini direspon positif oleh pasar ekuitas, namun negatif oleh safe haven, emas dan juga dolar AS. Sampai kesepakatan ini benar-benar disetujui, maka pasar akan terus memantau perkembangannya.
Kabar terbaru pagi ini menyebut bahwa pemerintah Israel meminta rincian kesepakatan gencatan senjata tersebut. Jika tidak ada poin tertentu yang diprotes ataupun menuntut tambahan kesepakatan, maka kemungkinan gencatan senjata valid. Sebaliknya, jika Israel ataupun Lebanon menuntut poin tertentu yang dirubah ataupun ditambah tanpa kesepakatan pihak lainnya, maka gencatan senjata tersebut berpotensi batal dan hal ini yang akan kembali mendorong minat safe haven.
Kabar terbaru pagi ini menyebut bahwa pemerintah Israel meminta rincian kesepakatan gencatan senjata tersebut. Jika tidak ada poin tertentu yang diprotes ataupun menuntut
Di sisi lain ketidakpastian geopolitik masih membayangi, terutama kondisi Rusia-Ukraina yang belum tuntas. Menteri Pertahanan Jerman, Pistorius mengatakan bahwa perang Rusia di Ukraina bukan lagi konflik regional, perang Rusia kini mencapai dimensi internasional. Kondisi ini tentunya masih menjadi perhatian selain Israel-Lebanon maupun Israel-Iran.

Sosok Scott Bessent dipilih Trump sebagai Menteri Keuangan di akhir pekan kemarin dan reaksi yang terjadi adalah dolar yang bergerak melemah dan imbal hasil obligasi pemerintah (Treasury yield) bergerak lebih rendah. Ini menandakan bahwa sosok tersebut bukan alasan penurunan emas kemarin.
Beberapa hal yang menarik dari sosok Bessent adalah dia merupakan investor dan berasal dari pasar FX seperti kebanyakan trader. Karirnya dimulai sebagai wakil dari Soros Fund yang dimiliki George Soros yang semakin dikenal luas saat pertaruhan besarnya terhadap Bank of England yang membuat GBP turun di bawah 2.XXX.
Bessent menargetkan kebijakan pertumbuhan GDP sebesar 3%, mengurangi defisit menjadi 3% dan meningkatkan produksi minyak AS sebesar 3 juta barel per hari. Hal yang cukup optimis, beberapa menilai masuk akal, tapi beberapa lainnya menilai penambahan 3 juta barel per hari di AS akan menyebabkan kesalahan yang mengganggu kestabilan.
Prioritas Bessent adalah membuat pemangkasan pajak periode pertama Trump menjadi permanen dengan target menghapus pajak atas tip, tunjangan jaminan sosial, dan uang lembur, juga berlakukan tarif dan memangkas pengeluaran. Termasuk juga mempertahankan status dolar sebagai mata uang cadangan dunia.
Investor akan mencermati data CB consumer confidence dan juga new home sales di jam 22.00 WIB. Indeks kepercayaan konsumen diperkirakan naik dari 108.7 menjadi 112.0, sedangkan new home sales diperkirakan turun dari 738K menjadi 724K.
Jika data dirilis di bawah ekspektasi, maka dolar lanjut melemah sehingga emas punya peluang rebound kembali di malam hari saat data dirilis. Sebaliknya, jika data dirilis di atas ekspektasi, maka dolar berpeluang menguat sehingga emas berpotensi lanjut turun di malam hari.
Jangan lupa juga dengan potensi penguatan dolar di akhir bulan! Jika Kamis dan Jumat market AS libur dan tutup lebih cepat, maka kemungkinan dampak akhir bulan tersebut maju lebih cepat di hari Selasa atau Rabu setelah data ekonomi dirilis.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup bearish dengan real body hitam panjang sehingga 2 candle terakhir menunjukkan pola bearish engulfing. Ini berarti peluang penurunan berpotensi kembali terjadi hari ini. Fibonacci Retracement kali ini menggunakan area yang ditarik dari bottom 2352.96 (FR 100%) sampai puncak 2790.03 (FR 0%). Harga saat ini berada di kisaran FR 38.2% 2623.07 dengan level terendah sementara sentuh 2605.22.
Bearish akan tetap dominan selama harga tidak mampu kembali naik di atas 2685/2686. Namun support area 2571 adalah area support berikutnya yang kemungkinan berpotensi menahan tekanan berikutnya. Efek geopolitik yang reda membuat minat safe haven relatif berkurang sehingga emas diperkirakan cenderung turun

Di H4, kenaikan gagal mempertahankan momentumnya setelah harga turun menembus MA 200 H4 yang saat itu berada di 2680.82. Penurunan tersebut diperpanjang hingga di bawah FR 50% H4 2629.09. Bahkan pagi ini di sesi Asia berlanjut hingga 2605, sedikit di bawah FR 61.8%, tapi belum dianggap tembus karena harga tetap berada di atas 2607.
Secara tren, kenaikan 6 hari beruntun sebelumnya merupakan bagian dari pullback pasca penembusan dari trend channel di 6 Nov 2024, sehingga terlihat sebagai bagian dari wave B dalam pola pergerakan besar. Ini berarti penurunan berikutnya diperkirakan masih bisa terjadi sebagai bagian dari wave C.
Skenario ideal rebound tertahan di kisaran 2638-2641, atau maksimum dekat FR 38.2% H4 2650.85, kemudian dilanjutkan tekanan turun kembali menguji FR 61.8% 2607, bahkan bisa saja terjadi penembusan. Dengan demikian SELL lebih baik dilakukan di kisaran 2635-2640, atau di dekat area 2650 (kisaran 2648-2652).
Sebaliknya, kenaikan akan kembali berpeluang jika harga mampu bergerak di atas 2655 sehingga Anda bisa switch strategi jika resistance berhasil ditembus. Dari sisi fundamental, hanya gagalnya kesepakatan gencatan senjata yang bisa mendorong kenaikan lebih kuat karena pasar baru akan melihat data ekonomi AS yang signifikan di hari Rabu

Per jam 9.30 WIB, harga berada di 2628.35, dengan high di 2632.12 dan low 2605.22. Harga mengalami rebound di sesi Asia setelah turun cukup tajam di sesi perdagangan hari Senin dari zona 2721 sampai 2615.
Secara umum, rebound terjadi karena rsi menunjukkan kondisi oversold sehingga pantulan naik diharapkan terjadi di awal sesi Asia hingga mendekati resistance terdekat 2644. Secara teknis ini berarti peluang sell lebih baik dilakukan saat pantulan tersebut cukup dekat dengan resistance. Area 2635-2640an adalah zona yang cukup dekat untuk hal tersebut, dengan Stop loss sebaiknya ditempatkan beberapa poin di atas resistance 2644.
Jika skenario berjalan sesuai ekspektasi, maka penurunan berikutnya membuka peluang untuk tembus di bawah 2600. Dan target penurunan terdekat berikutnya diperkirakan melirik zona 2590-2593, atau terjauh 2570an.
Sebaliknya, kenaikan berpeluang mendominasi jika harga kembali tembus di atas 2655. Jika ini terjadi, maka jangka pendek kenaikan dimungkinkan melirik zona 2662-2665, atau terjauh 2677-2680. Anda bisa switch menjadi buy jika 2655 konfirm ditembus.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:Â
Opsi SELL dekat resistance
Entry: 2637.00 – 2639.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward :Â 2625.00 ($12 - $14)Â
(follow/pertahankan SELL jika tembus 2615.00,
Target terdekat 2607, terjauh 2593, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2645.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di atas 2644.00)
Risk Reward: 1: 2Â
Opsi BUY jika resistance ditembus
Entry : 2654.00 – 2656.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2668.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2648.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di bawah 2648)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!
Dolar masih cenderung menguat terhadap mata uang lainnya dengan dipilihnya Scott Bessent sebagai calon menteri keuangan di kabinet Trump mendatang. Kehadiran Bessent diterima baik oleh pasar karena posisi sebelumnya sebagai veteran pelaku pasar yaitu sebagai pendiri Key Square Group dapat mengerti keinginan dan harapan pasar akan kebijakan fiskal yang terbuka guna dapat melakukan langkah antisipasi yang diperlukan. Bessent juga diharapkan dapat pengurangi dampak negatif dari kebijakan agenda ekonomi Trump yang akan dijalankan nantinya. Selain itu Bessent juga dikenal secara terbuka mendukung strong dolar dan ikut mendukung rencana kenaikan tarif impor. Pemilihan Bessent ini memberikan angin segar di tengah ketidakpastian akan kandidat lain sebelumnya. Faktor resiko akan dampak agenda ekonomi Trump yang drastis dapat dihindarkan. Semalam Trump juga menurunkan target agenda kenaikan tarif impor dengan mengatakan hanya akan mengenakan kenaikan 25% produk dari Kanada dan Mexico. Kenaikan 25% terhadap Kanada dan Mexico dilakukan sekaligus untuk membatasi perdagangan di perbatasan dengan kedua negara tersebut. Sementara itu pembicaraan akan gencatan senjata di Timur Tengah antara Israel dan Lebanon yang sepakat akan menghentikan perseteruan Israel - Hamas sudah semakin mendekati final dalam pertemuan kedua pihak disertai penengah AS dan Prancis. Menyisakan geopolitik antara Rusia - Ukraina yang setelah sempat memanas belum ada lagi perkembangan yang signifikan. Hari ini akan dirilis data Kepercayaan Konsumen dan indeksmanufaktur di negara bagian Richmond. Lewat tengah malam nanati Fed akan merilis nota minuta pertemuan moneter bulan lalu yang akan memberikan pandangan akan pejabat Fed perihal langkah moneter yang akan diambil pada pertemuan moneter berikutnya di bulan Desember mendatang. Data penting berikutnya baru akan dirilis esok hari berupa pertumbuhan ekonomi GDP.
Yen terus menguat terhadap dolar seiring dengan semakin besarnya peluang Bank Sentral Jepang (BOJ) untuk kembali menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan moneter mereka bulan depan. Gubernur BOJ - Kazuo Ueda dalam pidato terakhirnya mengatakan peluang kenaikan suku bunga acuan sangat terbuka. Terlebih didukung oleh data ekonomi berupa inflasi yang kembali naik di atas 2% dan tekanan karena melemahnya mata uang Yen akhir-akhir ini yang akan berdampak buruk pada ekonomi secara keseluruhan. Sementara tekanan dari pemerintahan Perdana Menteri - Shigeru Ishiba yang meminta untuk menunda kenaikan tersebut kemungkinan akan diabaikan oleh BOJ.
Euro masih cenderung melemah terhadap dolar meski sempat menguat sesaat dari level terendah sebelumnya. Tekanan terhadap Bank Sentral Eropa (ECB) untuk kembali menurunkan suku bunga acuan setelah data aktifitas ekonomi menurun drastis menuju zona kontraksi. Dengan menurunnya aktifitas ekonomi ini diperkirakan ECB akan memangkas suku bunga acuan lebih agresif sebanyak 50 bps pada pertemuan moneter beberapa pekan mendatang. Data ekonomi berupa iklim bisnis di Jerman turun drastis dari 86.5 menjadi 85.7 yang lebih rendah dari perkiraan hanya turun 86.1. Data inflasi baru akan dirilis di hari Jumat di penghujung pekan ini yang akan mengkonfirmasi apakah perkiraan tersebut kemungkinan dapat terjadi. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.
Poundsterling juga masih cenderung tertekan terhadap dolar setelah data aktifitas ekonomi di Inggris juga turun walau tidak seburuk di kawasan Eropa lainnya. Hanya di sektor ritel yang turun drastis yang menggambarkan rendahnya daya beli konsumen periode bulan sebelumnya. Hal ini dapat diartikan bahwa Bank Sentral Inggris (BOE) juga diperkirakan akan kembali memangkas suku bunga acuannya guna memicu kembali aktifitas ekonomi di Inggris yang cenderung menurun saat ini. Data ekonomi yang akan dirilis hari ini juga diperkirakan cenderung negatif.
Cek info lain di:



