Suggest : SELL on Rally
Area : 1.04500 – 1.04700
Target : 1) 1.03900 2) 1.03300
SL : 1.05300
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.03900
Switch to BUY jika tembus 1.05500
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.25500 – 1.25700
Target : 1) 1.24900 2) 1.24300
SL : 1.26300
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.25000
Switch to BUY jika tembus 1.26500
Suggest : SELL on Rally
Area : 154.300 – 154.500
Target : 1) 153.700 2) 153.100
SL : 155.100
Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 155.400
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 153.200
Suggest : SELL on Rally
Area : 2637.00 – 2639.00
Target : 1) 2631.00 2) 2625.00
SL : 2645 (ideal 3-5 points di atas 2644.00)
Alternatif :
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 2615
Switch to BUY jika tembus 2652
Secara umum, dolar masih ditutup menguat meskipun imbal hasil Treasury justru mulai menunjukkan tanda-tanda koreksi turun. Bahkan pagi ini dibuka dengan gap down dan dolar mulai menunjukkan tanda-tanda penurunan.
Data PMI AS dirilis lebih baik dari ekspektasi. PMI manufaktur berada di 48.8 sesuai ekspektasi, dan naik dibanding sebelumnya 48.5. Sedangkan services dirilis 57.0, lebih tinggi dari ekspektasi 55.2, dan naik jika dibanding bulan sebelumnya 55.0. Sesuai ulasan kemarin bahwa manufaktur tetap berada di sisi kontraksi (di bawah 50), sedangkan services di sisi ekspansi (di atas 50) sehingga cenderung menunjukkan sentimen yang mix.
Kekhawatiran market tertuju pada pertumbuhan yang masih sangat bergantung pada sektor jasa, dengan produksi manufaktur yang menurun pada suku bunga tinggi. Meski demikian posisi manufaktur mendapat kepercayaan diri dari janji program kampanye Trump tentang proteksionisme dan tarif yang lebih besar.
Trump menunjuk Scott Bessent sebagai kandidat kuat Menteri Keuangan. Hal ini nampaknya sudah diperhitungkan pasar karena figurnya tersisa 2 kandidat kuat, Kevin Warsh dan Scott Bessent. Bessent sendiri adalah pemilik Soros Fund Management dan pendiri Key Square Capital Management, dan juga aktif membantu Trump di masa kampanye.
Bessent mendukung tarif Trump, meskipun tidak pada tingkat dan kecepatan yang diinginkan oleh Trump. Tapi kemungkinan harus beradaptasi dengan pandangan Trump setelah terpilih dan menunggu persetujuan Senat yang juga dari partai Republik.

Di sisi lain masalah geopolitik sepertinya masih akan membayangi selama minggu ini. Rusia-Ukraina yang memanas, Iran-Israel yang belum tuntas, keduanya masih bisa membayangi market meski kabar terbaru menyebut bahwa Israel berada cukup dekat dengan kesepakatan gencatan senjata dengan Lebanon.
Jika kabar terakhir benar, maka cukup wajar jika emas turun dengan cepat setelah rally 6 hari berturut-turut karena kenaikan juga diperkuat oleh ketidakpastian geopolitik dan pernyataan pejabat Fed yang masih membuka pintu untuk penurunan suku bunga Desember.
Namun, jika kabar tersebut tidak valid atau gagal mencapai kesepakatan gencatan senjata, maka ketidakpastian geopolitik kembali akan mendukung kenaikan emas.
Minggu ini akan berjalan singkat bagi AS karena libur perayaan Thanksgiving di hari Kamis dan Jumat membuat market AS tutup lebih cepat. Dengan demikian data ekonomi akan terfokus di hari Rabu dan cukup padat dengan initial jobless claims, GDP, Durable goods, dan juga inflasi PCE yang sangat dinantikan pasar.
Jangan lupa juga dengan potensi penguatan dolar di akhir bulan! Jika Kamis dan Jumat market AS libur dan tutup lebih cepat, maka kemungkinan dampak akhir bulan tersebut maju lebih cepat di hari Selasa atau Rabu setelah data ekonomi dirilis.
Note : saat artikel dalam proses penulisan, di jam 10.40 WIB harga emas turun hingga 2659 dan rebound ke 2673 sehingga range pergerakan sudah mencapai 62 poin sehingga hanya menyisakan beberapa poin ke bawah untuk peluang penurunan lanjutan. Tapi jika naik pun kemungkinan akan cukup berat untuk kembali melirik 2710 dalam waktu dekat tanpa ada dorongan data ekonomi ataupun geopolitik yang memanas. Gunakan strategi cadangan yang ada di artikel ini!
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily kembali ditutup bullish di sesi perdagangan hari Jumat, menandakan kenaikan 6 hari beruntun sejak 15 Nov 2024 yang lalu, dengan level tertinggi sentuh 2711.44 dan ditutup di 2709.04. Pagi ini sempat dibuka gap down di 2706, dilanjutkan dengan spike cepat sentuh 2721.32 (high sementara hari ini), sebelum akhirnya tergelincir dengan cepat hingga 2694.93 (low sementara).
Bearish akan dominan jika harga kembali turun di bawah 2686, bahkan bisa berlanjut esok hari jika penutupan juga lebih rendah dibanding penutupan Jumat. Support terjauh 2668 yang merupakan low hari Jumat. Sebaliknya, kenaikan harus mampu berada di atas 2721 untuk mendukung kenaikan lanjutan, atau minimal mampu untuk kembali tembus di atas 2710.

Di H4, kenaikan melebihi ekspektasi kami untuk kenaikan wave C sebelumnya dengan harga tembus di atas MA 200 H4 yang saat itu ada di 2678, dan level tertinggi berhasil mencapai 2711. Pagi ini kenaikan extend ke 2722 dengan cepat sejak dibuka pagi ini. Namun juga turun dengan cepat hingga 2694 karena rumor gencatan senjata Israel-Lebanon. Meski demikian harus diwaspadai bahwa gencatan senjata tersebut masih harus dikonfirmasi lebih lanjut, sementara dari sisi teknikal penurunan masih terbilang wajar karena kenaikan atau rally 6 hari berturut-turut sehingga koreksi kemungkinan akan terjadi.
Di sisi lain, waspada juga dengan area MA 200 H4 yang kini berada di 2680.82, dan area low 2643.42 (swing low sisi kiri)! Area tersebut diharapkan sebagai support yang cukup efektif sehingga potensi terbentuknya pola inverse head & shoulders cukup terbuka. Sebaliknya, jika harga tembus di bawah 2740, maka penurunan cenderung dominan.
Skenario ideal penurunan tertahan di kisaran MA 200 H4 2680.82 atau maksimal area 2673/2675 (ideal untuk incar buy di zona ini), kemudian rebound kembali ke zona 2690-2700 an. Hal ini diasumsikan bahwa range pagi ini sudah mencapai 29 poin dan jika lanjut turun ke 2680, maka range kemungkinan sekitar 40 poin sehingga bisa diasumsikan range sudah cukup besar untuk skala harian. Jika ini yang terbentuk, maka emas diharapkan akan bergerak di dalam range tersebut hingga akhir sesi hari Senin jika tidak ada perubahan sentimen ataupun tekanan terbaru.
Secara umum, faktor geopolitik kemungkinan masih tidak menentu sehingga status safe haven saat ini belum hilang. Namun jika geopolitik benar-benar reda, atau kabar gencatan senjata bukan hanya Israel-Lebanon, melainkan juga Rusia-Ukraina, maka peluang penurunan akan lebih dominan.

Per jam 10.10 WIB, harga berada di 2693.83, dengan high di 2721.32 dan low 2692.33. Penurunan cepat di pagi hari langsung membuat harga turun mendekati trendline support (perhatikan garis merah!) yang berada di 2684-2690, juga cukup dekat dengan support area 2678-2683. Secara teknis juga didukung oleh pola bearish divergence di mana harga membentuk formasi higher high saat sentuh 2720, dan rsi membentuk lower high sehingga koreksi turun dianggap masih cukup normal.
Jika trendline support tetap kuat, dan penurunan terhenti di kisaran support yang dimaksud, maka peluang rebound kemungkinan cukup terbuka. Hal ini juga berpotensi didukung formasi bullish divergence jika harga membentuk formasi higher low dan rsi membentuk formasi lower low (potensi sebaliknya dari koreksi turun sebelumnya). Idealnya buy dilakukan di dekat support, dan Stop Loss dipasang di bawah support untuk mengantisipasi gelombang tekanan yang lebih kuat dan menekan harga.
Sebaliknya, penurunan bisa terjadi jika tembus di bawah 2680, dan berpeluang lanjut menekan hingga kisaran 2670-2673 area support terdekat, dan 2640-2644 area terjauh untuk skala pergerakan harian yang dianggap optimal (80 poin dari 2721 ke 2640). Anda bisa switch strategi menjadi SELL jika harga benar-benar konfirm tembus 2678-2680, dan bisa pertimbangkan buy kembali jika penurunan sentuh 2640 an untuk peluang rebound pendek.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:Â
Opsi BUY dekat support
Entry: 2686.00 – 2688.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward :Â 2700.00 ($12 - $14)Â
(follow/pertahankan BUY jika tembus 2704.00,
Target terdekat 2710, terjauh 2718, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2680.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 2680.00)
Risk Reward: 1: 2Â
Opsi SELL jika support ditembus
Entry : 2675.00 – 2677.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2663.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2683.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 2682)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!
Dolar masih cenderung menguat terhadap mata uang lainnya dengan eskalasi geopolitik antara Rusia dengan pihak barat yang semakin memanas dan juga data data ekonomi di wilayah Eropa yang memburuk. Rusia melakukan serangan balasan setelah Ukraina meluncurkan 2 rudal AS dan Inggris ke wilayahnya. Rusia memberikan peringatan bahwa akan kembali menyerang jika masih diperlukan. Sebaliknya fundamental ekonomi di AS yang masih terus positif serta terpilihnya calon menteri keuangan baru pilihan Trump membuat pasar sedikit lega karena hilangnya 1 faktor resiko dalam investasi. Trump hari Jumat lalu mengumumkan pilihannya, Scott Bessent yang akan menduduki jabatan menteri keuangan dalam kabinetnya nanti dan akan bertanggung jawab pada masalah ekonomi, regulasi dan hubungan internasional. Menurut Trump, Scott adalah sosok yang disegani oleh investor internsional dan pakar ekonomi dan geoplitik. Sebelumnya banyak nama yang tersiar di media seperti mantan pejabat Fed - Kevin Warsh dan Ketua Eksekutif Apollo Global Management - Marc Rowan. Scott sebelumnya dikenal tidak terlalu mendukung kenaikan tarif sehingga dengan terpilihnya sebagai menteri keuangan maka peluang akan kenaikan tarif impor yang agresif kemungkinan akan berkurang. Hal ini membuat sebagian mitra dagang AS bisa tidak terlalu khawatir akan kenaikan tarif impor yang tajam nantinya. Sementara itu data ekonomi berupa PMI di sektor manufaktur naik 48.8 sesuai perkiraan dan data periode sebelumnya direvisi membaik jadi 48.5. Data PMI di sektor jasa malah lebih baik lagi dengan meningkat dari 55.0 menjadi 57 yang jauh melampaui perkiraan hanya naik 55.2. Sehingga secara komposit data PMI meningkat menjadi 55.3 yang merupakan level tertinggi sejak April 2022 yang lalu. Optimisme dengan adanya pemimpin baru di tahun 2025 mendatang membawa harapan akan ekonomi yang lebih baik lagi. Optimisme yang sama membuat bitcoin melonjak hampir menembus level $100.000 yaitu di level $99.697,17/1 BTC. Dengan itu juga ekspektasi akan langkah Fed untuk meneruskan memangkas suku bunga semakin surut dengan perkiraan hanya mencapai 52.7% dari beberapa hari sebelumnya yang di atas 55% menurut CME's FedWatch Tool. Hari ini tidak ada data ekonomi, namun pekan ini akan dirilis data pertumbuhan ekonomi GDP, Durable Goods Order dan data PCE serta nota minuta pertemuan moneter FOMC bulan lalu. Pekan ini menjadi pendek karena AS libur di penghujung pekan ini merayakan Thanksgiving mulai hari Kamis malam yang akan datang.
Yen menguat terhadap dolar seiring dengan peluang Bank Sentral Jepang (BOJ) untuk kembali menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan moneter mereka di bulan Desember mendatang. Dengan angka inflasi yang kembali naik 2.3% dari beberapa waktu lalu yang sempat turun di bawah 2.0%. Hal ini juga dikonfirmasi oleh Gubernur - Kazuo Ueda dalam pidato terakhirnya yang membuka peluang akan diambilnya langkah tersebut. Selain karena inflasi, BOJ juga mendapat tekanan oleh melemahnya mata uang Yen akhir-akhir ini yang akan berdampak buruk pada ekonomi secara keseluruhan dan hanya memberikan manfaat kepada eskportir.
Euro melemah terhadap dolar hingga level terendah dalam 2 tahun terakhir paska dirilisnya data PMI di kawasan ini. Data PMI di sektor jasa yang turun di bawah ambang 50 menandakan kondisi ekonomi di Uni Eropa mengalami degradasi dari ekspansi menjadi kontraksi. PMI di sektor jasa turun menjadi 49.2 yang jauh di bawah perkiraan 51.6 meskipun data periode sebelumnya direvisi membaik menjadi 51.6. Sedangkan di sektor manufaktur juga turun menjadi 45.2 yang juga lebih rendah dari perkiraan stabil sama seperti periode sebelumnya 46.0. Data pertumbuhan ekonomi GDP di Jerman juga menurun menjadi 0.1% yang lebih rendah dari perkiraan stagnan sama seperti periode sebelumnya 0.2%. Dengan data ini dan juga prospek pengenaan kenaikan tarif impor dari AS yang akan datang membuat prospek ekonomi di kawasan ini semakin redup. Hal ini semakin menekan Bank Sentral Eropa (ECB) untuk menurunkan suku bunga acuan lebih lanjut. Hari ini akan dirilis data Iklim Bisnis dari IFO dan data penting yang akan dirilis pekan ini adalah data inflasi CPI.
Poundsterling juga tertekan terhadap dolar seiring dengan data PMI yang juga turun ke zona kontraksi dari ekspansif seperti halnya di kawasan Eropa. Data PMI di sektor manufaktur turun 48.6 yang jauh lebih rendah dari perkiraan 50 dan bahkan data periode sebelumnya juga direvisi menurun menjadi 49.9 yang di bawah ambang batas 50. Sedangkan di sektor jasa juga menurun dari 52.0 menjadi tepat 50 yang jauh lebih rendah dari perkiraan hanya turun 51.9. Rencana kenaikan pajak bisnis menjadi penyebab utama turunnya angka PMI ini. Selain itu di sektor ritel juga mengalami penuruan drastis dengan data Retail Sales menjadi -0.7% yang jauh di bawah perkiraan hanya turun -0.3% dan periode sebelumnya juga direvisi menurun menjadi +0.1% saja. Seperti halnya ECB, Bank Sentral Inggris (BOE) juga diperkirakan akan kembali memangkas suku bunga acuannya guna memicu kembali aktifitas ekonomi di Inggris yang cenderung menurun saat ini. Pekan ini tidak ada data penting yang akan dirilis.
Cek info lain di:
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial
Suggest : BUY on Dip
Area : 1.04000 – 1.04200
Target : 1) 1.04800 2) 1.05400
SL : 1.03600
Alternatif :
Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.05200
Switch to SELL jika tembus 1.03000
Potensi short term rebound, jadi tetap waspada di zona resistance
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.26200 – 1.26400
Target : 1) 1.25600 2) 1.25000
SL : 1.27000
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.25500
Switch to BUY jika tembus 1.27000
Suggest : SELL on Rally
Area : 154.500 – 154.700
Target : 1) 153.900 2) 153.300
SL : 155.300
Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 155.500
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 154.000
Suggest : BUY on Dip
Area : 2686.00 – 2688.00
Target : 1) 2694.00 2) 2700.00
SL : 2680 (ideal 3-5 points di bawah 2680.00)
Alternatif :
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2704
Switch to SELL jika tembus 2678
Secara umum, dolar ditutup menguat seiring US Treasury Yield yang juga berhasil naik. Meski demikian tidak menghalangi kondisi emas yang terus mencatatkan pergerakan positifnya di sepanjang minggu ini.
Namun kenaikan imbal hasil Treasury cenderung terbatas sehingga penguatan dolar kemungkinan lebih didukung oleh kondisi geopolitik yang membayangi dan menguntungkan bagi safe haven dolar dan emas.
Data ekonomi AS dirilis relatif lebih baik dari perkiraan sehingga mendukung kenaikan imbal hasil Treasury, meskipun secara umum tetap dalam jalur kenaikan yang lebih terbatas dibanding penguatan dolar pada umumnya.
Setelah sebelumnya Susan Collins bersikap dovish dengan tetap terbuka untuk peluang penurunan suku bunga lebih lanjut di Desember 2024 dan beberapa di 2025, malam tadi Austan Goolsbee dari Fed Chicago memberikan pernyataan yang serupa.
Goolsbee mendukung terkait pandangan bahwa Fed akan memperlambat laju penurunan suku bunga karena bank sentral semakin dekat dengan tingkat suku bunga yang akan ditetapkan. Goolsbee melihat kemungkinan suku bunga di tahun depan akan berakhir sedikit lebih rendah dibanding suku bunga saat ini. Dia yakin inflasi dalam perjalanan menuju 2% dengan pasar tenaga kerja mendekati kondisi penuh dan stabil.
Meski demikian Goolsbee melihat bahwa tingkat netral akan berada jauh di bawah tingkat suku bunga saat ini sehingga penurunan suku bunga masih diperlukan. Goolsbee menekankan bahwa keputusan Fed akan bergantung pada data ekonomi yang berwawasan ke depan seperti ekspektasi inflasi.

UBS memperkirakan bank-bank sentral utama masih akan menurunkan suku bunga seiring normalisasi inflasi dan mendinginnya pasar tenaga kerja. Hal ini pula yang membuat UBS melihat penguatan dolar AS saat ini hingga beberapa waktu kedepan hanya bersifat sementara dan akan melemah seiring penurunan imbal hasil dan meningkatnya kekhawatiran defisit.
Dan hal tersebut akan membuat emas diuntungkan dari penurunan suku bunga, ketegangan geopolitik dan juga meningkatnya kekhawatiran utang pemerintah. UBS juga melihat potensi yang kuat pada logam mulia seiring meningkatnya permintaan elektrifikasi dan terbatasnya pasokan.
Investor akan mencermati data PMI di jam 21.45 WIB dan Michigan consumer sentiment di jam 22.00 WIB. Khusus PMI, sektor manufaktur sepertinya masih cenderung di bawah 50 atau di zona kontraksi meskipun ekspektasi malam nanti naik dibanding bulan sebelumnya. Angka di bawah 50 mencerminkan perlambatan pada sektor manufaktur sehingga berdampak negatif pada dolar.
Di sisi lain, sektor jasa justru sudah beberapa bulan terakhir di atas 50 yang berarti ekspansi sehingga jika data tetap di atas 50 atau bahkan lebih baik dari ekspektasi, maka dollar akan berpeluang naik sehingga membebani emas. Hal ini yang harus diwaspadai oleh emas di malam hari saat data ekonomi.
Terlepas data ekonomi yang muncul, investor tetap harus mewaspadai peluang konflik geopolitik di akhir pekan sehingga efek data ekonomi kemungkinan hanya bertahan beberapa waktu pasca data jam 22.00 WIB, sebelum akhirnya beralih pada fokus geopolitik.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily kembali ditutup bullish, dan berada cukup dekat di zona FR 38.2% Daily 2668.47. Bahkan pagi ini lanjut naik dan mulai mendekati resistance lain 2678. Secara umum bullish masih relatif lebih dominan untuk beberapa waktu ke depan, namun mulai memasuki fase krusial di mana zona resistance 2680-2710 akan menjadi penentu berikutnya apakah kenaikan akan terus berlanjut, atau justru tertahan dan berpeluang terkoreksi turun.
Bearish akan mengancam jika harga kembali ditutup di bawah 2668, atau jauh lebih menekan jika turun di bawah 2648.

Di H4, kabar baiknya kenaikan terus berlanjut, dan kali ini berhadapan dengan MA 200 H4 yang ada di 2678.51. Jika berhasil tembus dan next candle tetap berada di atas MA 200, maka peluang kenaikan berlanjut ke zona 2682-2688 sebagai resistance psikologis terdekat, sebelum nantinya membuka peluang untuk tembus 2700-an.
Posisi Elliott wave kali ini berada di tahap paling menentukan setelah wave C terkonfirmasi berlanjut. Kondisi ini akan bergantung pada seberapa kuat geopolitik terus mendukung kenaikan emas dan seberapa cepat geopolitik tersebut reda. Jika geopolitik terus membayangi, bahkan hingga libur akhir pekan, maka peluang kenaikan akan lebih mudah melewati zona 2682-2688 tersebut untuk kemudian naik ke zona 2700-an (target potensial 2710-2714).
Sebaliknya, jika geopolitik diredam dengan jalur diplomasi, maka peluang koreksi turun akan lebih cepat menekan emas kembali ke zona support terdekat 2642-2644, atau terjauh 2620-2623.
Skenario ideal penurunan terjadi lebih dulu hingga kisaran 2655-2660 sebelum lanjutkan kenaikan dan tembus 2700. Namun jika terjadi kenaikan lebih dulu hingga sore hari, maka waspada koreksi turun saat data ekonomi AS dirilis di jam 21.45-22.00 WIB! Saat data, sebaiknya ikuti hasil data yang ada. Setelah data dirilis, maka investor kemungkinan kembali fokus dengan geopolitik.
Secara umum, kami masih melihat peluang kenaikan tetap terbuka selama tidak terjadi penurunan ekstrim di bawah 2640 dalam waktu dekat, atau bahkan tembus 2620-2623 beberapa waktu ke depan. Sebaliknya, juga perlu mewaspadai zona-zona resistance yang disebutkan mengingat kenaikan sudah terjadi sejak hari Jumat, 14 Nov 2024 sehingga berpeluang terjadi profit taking.

Per jam 9.10 WIB, harga berada di 2679.35, dengan high di 2679.59 dan low 2668.09. Kenaikan berhasil lanjutkan tren positifnya dengan koreksi yang relatif terbatas dan cenderung didominasi kenaikan. Saat ini dengan posisi harga berada di 2678/2679, maka proyeksi target berikutnya akan melirik zona 2700 dalam waktu dekat.
Namun, perlawanan kemungkinan akan terjadi di zona 2682-2688 mengingat kondisi RSI yang berpeluang membentuk formasi lower high karena high kedua yang masih lebih rendah dibanding high sebelumnya, sementara harga justru membentuk formasi higher high sehingga ada potensi terganggu oleh bearish divergence.
Skenario yang diharapkan penurunan masih relatif terbatas, dengan trendline support di zona 2658-2663 menjadi patokan, sedikit swing low masih dianggap penurunan wajar, kemudian rebound melanjutkan tren naik dengan target utama 2710, target terdekat zona 2686 yang kemungkinan berpotensi menjadi strong resistance terakhir yang harus diwaspadai.
Sebaliknya, penurunan bisa terjadi jika tembus di bawah 2644. Anda bisa switch strategi jika zona ini ditembus, dengan peluang target terdekat di zona 2633, terjauh di bawah 2620-2623. Namun, tekanan bearish akan jauh lebih konfirm jika mampu tembus di bawah 2620 tersebut.
Waspadai data ekonomi di jam 21.45 WIB sebelum berakhir dengan fokus utama kekhawatiran geopolitik yang kemungkinan masih membayangi saat memasuki libur akhir pekan!
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:Â
Opsi BUY dekat support
Entry: 2656.00 – 2658.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward :Â 2670.00 ($12 - $14)Â
(follow/pertahankan BUY jika tembus 2678.00,
Target terdekat 2684, terjauh 2705, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2650.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 2650.00)
Risk Reward: 1: 2Â
Opsi SELL jika support ditembus
Entry : 2640.00 – 2642.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2628.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2648.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 2645)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!
Dolar berlanjut menguat seiring dengan eskalasi geopolitik antara Rusia dengan pihak barat dan juga data di sektor tenaga kerja yang masih solid. Setelah 2 kali Ukraina meluncurkan rudal buatan AS dan Inggris menembus wilayahnya, Rusia melakukan serangan balasan dengan meluncurkan rudal yang menurut Ukraina adalah rudal balistik antarbenua (ICBM) ke wilayah Ukraina. Serangan Rusia ini ditargetkan pada perusahaan dan infrastruktur di wilayah Dnipro yang merupakan pusat industri rudal di era Uni Soviet dahulu. Presiden Putin mengatakan Rusia hanya menggunakan rudal balistik jarak menengah saja dan masih akan mengirimkan rudal yang lainnya jika terpaksa. Apapun jenis rudal yang digunakan tetap akan menjadi ancaman keamanan global dan berpotensi menguncang stabilitas ekonomi dunia jika ketegangan tersebut semakin meningkat. Kondisi ini membuat pelaku pasar mengalihkan aset beresiko mereka menjadi aset safe haven. Permintaan akan mata uang dolar, yen, swiss franc dan emas meningkat tajam. Sementara itu fundamental ekonomi di AS juga masih solid dengan laporan klaim pengangguran di AS mengalami penurunan menjadi 213K yang merupakan level terendah dalam 7 bulan terakhir dan lebih rendah dari perkiraan 224K meski data periode sebelumnya direvisi meningkat dari 217K menjadi 219K. Data ini menunjukkan mulai pulihnya sektor tenaga kerja yang berangsur membaik paska 2 badai dan aksi mogok kerja yang terjadi di bulan lalu. Jika data di sektor tenaga kerja terus membaik semestinya memberi ruang bagi Fed untuk melanjutkan pemangkasan suku bunga acuan. Sementara pejabat Fed masih berbeda pendapat perihal langkah moneter yang akan diambil Fed pada pertemuan moneter di bulan Desember mendatang. Gubernur Fed – Michelle Bowman mengingatkan Fed untuk waspada dalam mengambil keputusannya karena inflasi masih di atas target Fed dan cenderung stagnan akhir-akhir ini. Gubernur Fed San Fransisco – Thomas Barkin juga mengatakan ekonomi AS masih rentan terhadap kemungkinan inflasi naik lagi dengan peluang yang lebih besar dibandingkan dari sebelumnya. Sedangkan Gubernur Fed – Lisa Cook meski tidak mengatakan secara eksplisit mendukung pemangkasan suku bunga acuan, namun masih optimis inflasi akan terus turun dilihat dari data-data di sektor perumahan yang menguat belakangan ini. Senada dengan itu, Gubernur Fed Boston - Susan Collins dan Gubernur Fed New York - John Williams keduanya masih optimis mendukung pemangkasan suku bunga acuan seiring dengan semakin berkurangnya tekanan inflasi. Agenda Trump untuk mengurangi pajak dan menaikkan tarif impor menjadi penghalang langkah Fed karena berpotensi kembali ke inflasi tinggi. Trump belum juga mengumumkan siapa yang akan menjadi menteri keuangan dan menteri perdagangan dalam kabinetnya nanti. Sedangkan bitcoin terus menguat menuju $100.000 oleh euforia atas kemenangan Trump yang menjanjikan akan menjadikan AS sebagai ibukota cryptocurrency. Hari ini akan dirilis data PMI di sektor manufaktur dan jasa serta hasil survey dari University of Michigan perihal sentimen konsumen dan ekspektasi inflasi.
Yen kembali menguat terhadap dolar seiring dengan data inflasi yang mendukung langkah Bank Sentral Jepang (BOJ) untuk kembali menaikkan suku bunga acuan dalam waktu dekat ini. Data inflasi di Jepang masih di atas 2% yaitu 2.3% yang lebih tinggi dari perkiraan 2.2% meski periode sebelumnya lebih tinggi lagi 2.5%. Dengan inflasi yang terus tertahan di atas 2%, selaras dengan rencana BOJ untuk kembali menaikkan suku bunga acuan seperti yang diungkapkan Gubernur BOJ - Kazuo Ueda dalam 2 kesempatan pidato terakhir kemarin. Selain itu pemerintah Jepang juga sedang mempertimbangkan stimulus ekonomi termasuk dengan upah. Jika disetujui maka stimulus ini juga berpotensi menaikkan angka inflasi selain dari agenda kenaikan tarif dari AS tahun depan.
Euro berlanjut melemah selain karena permintaan aset safe haven yang meningkat, namun juga karena hampir dapat dipastikan Bank Sentral Eropa (ECB) akan kembali menurunkan suku bunga acuannya. Tekanan untuk hal tersebut semakin meningkat dan datang dari pejabat ECB sendiri. Semalam giliran Gubernur Bank Sentral Prancis - Francois Villeroy de Galhau yang masih percaya inflasi di Eropa tidak akan banyak berubah setelah Trump menjadi presiden AS nanti. Ini bisa artinya ECB dapat melanjutkan pelonggaran moneter tanpa memperdulikan inflasi dalam waktu dekat ini. Sementara kekhawatiran akan agenda ekonomi Trump karena berpotensi akan menahan pertumbuhan ekonomi di Uni Eropa menjadi negatif. Data ekonomi berupa kepercayaan konsumen di Uni Eropa juga semakin menurun menjadi -14 dari perkiraan stabil sama seperti periode sebelumnya -13. Hari ini akan dirilis data pertumbuhan ekonomi GDP di Jerman dan data PMI.
Poundsterling juga masih cenderung melemah karena penguatan mata uang dolar. Selain itu juga karena sentimen negatif dari data ekonomi di Inggris yang memburuk. Data Hutang sektor publik meningkat 17.4B jauh melampaui perkiraan 13.0B. Meski data periode sebelumnya direvisi sedikit membaik dari 16.6B menjadi 16.1B. Ini akan berakibat pada defisit anggaran yang akan mempengaruhi kemampuan pemerintah untuk membangun infrastruktur. Hari ini akan dirilis data Retail Sales dengan perkiraan menurun sehingga kemungkinan GBP akan semakin terpuruk.
Cek info lain di:



