logo agrodana futures official
Buka Akun

CHART TECHNICAL ANALYSIS EURUSD

slide13

slide14

Suggest : BUY on Dip
Area : 1.05400 – 1.05600
Target : 1) 1.06200 2) 1.06800
SL : 1.04800

Alternatif :
Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.06200
Switch to SELL jika tembus 1.04500

CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD

slide15

slide16

Suggest : BUY on Dip
Area : 1.26200 – 1.26400
Target : 1) 1.27000 2) 1.27600
SL : 1.25600

Alternatif :
Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.27000
Switch to SELL jika tembus 1.25600

CHART TECHNICAL ANALYSIS  USDJPY

slide17

slide18

Suggest : SELL on Rally
Area : 154.300 – 154.500
Target : 1) 153.700 2) 153.100
SL : 155.100

Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 155.300
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 153.800

CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD (XAUUSD)

slide19

slide20

slide21

Suggest : BUY on Dip
Area : 2603.00 – 2605.00
Target : 1) 2611.00 2) 2617.00
SL : 2597 (ideal 3-5 points di bawah 2596.00)

Alternatif :
Waspada potential supply area 2626-2630 atau 2644-2648
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2630
Switch to SELL jika gagal tembus 2630 atau tembus 2590

Dolar masih menguat terhadap mata uang Yen meski sedikit tertahan terhadap mata uang lainnya seiring dengan ekspektasi akan terhentinya langkah moneter Fed untuk memangkas suku bunga acuan berikutnya. Agenda ekonomi dari pemerintahan Trump mendatang yang fokus pada pengurangan pajak dan menaikkan tarif impor beresiko menaikkan inflasi dan mempersempit ruang bagi Fed untuk kembali memangkas suku bunga lebih lanjut. Sejumlah pejabat Fed, termasuk Ketua Fed – Jerome Powell mewanti-wanti akan berhati-hati dalam menentukan langkah moneter berikutnya dalam mengantisipasi kondisi ekonomi di masa yang akan datang. Bahkan Gubernur Fed Boston – Susan Collins menyarankan untuk segera menghentikan pemangkasan suku bunga acuan mulai dari pertemuan moneter FOMC di bulan Desember mendatang. Ekspektasi akan pemangkasan suku bunga acuan pada pertemuan di bulan Desember mendatang semakin berkurang menjadi di kisaran 54%. Sementara itu Trump sudah mulai merancang susunan kabinet dengan mengisi jabatan di bidang kesehatan dan pertahanan pekan lalu, namun belum menunjuk siapa yang akan mengisi posisi penting di bidang keuangan seperti jabatan menteri keuangan dan menteri perdagangan yang akan menjalankan 2 agenda utama tersebut. Sejumlah media memberikan nama potensial yang akan menduduki jabatan tersebut termasuk mantan Gubernur Fed - Kevin Warsh dan milyarder eksekutif Marc Rowan. Dan Trump harus memastikan bahwa menteri-menteri yang akan dipilih nanti adalah pendukung agenda pengurangan pajak dan kenaikan tarif impor. Sementara di tengah sepinya data ekonomi, indeks sektor perumahan naik tajam dari 43 menjadi 46 yang merupakan indeks tertinggi sejak April lalu, menyambut optimisme akan perubahan aturan yang lebih lunak sehingga menarik kembali minat pembeli sehingga diharapkan ikut mendongkrak sektor konstruksi. Sektor perumahan juga masih akan mendominasi data hari ini dengan data Building Permits dan Housing Start.

Yen melemah terhadap dolar semenjak pasar Asia kemarin setelah Gubernur Bank Sentral Jepang (BOJ) - Kazuo Ueda meski memberikan sinyal bahwa BOJ masih akan tetap menaikkan suku bunga acuannya namun tidak memberikan petunjuk akan waktu yang tepat untuk dilakukan. Ueda mengulang kembali bahwa kondisi ekonomi sudah mendekati inflasi yang terbentuk karena tingkat upah dan mengingatkan untuk tidak mempertahankan suku bunga rendah namun masih banyak ketidakpastian kondisi ekonomi yang perlu diperhatikan. Hal ini diartikan pasar bahwa BOJ tidak akan segera menaikkan suku bunga acuan dalam waktu dekat ini. Ini bertentangan dengan harapan pasar yang sangat mengharapkan BOJ segera menaikkan suku bunga acuannya lebih lanjut. Jumat lalu, Menteri Keuangan - Katsunobu Kato untuk kesekian kalinya memperingatkan pemerintah Jepang akan bertindak di pasar mata uang jika memang terjadi pergerakan mata uang yang berlebihan. Hari ini tidak ada data yang akan dirilis.

Euro bergerak menguat seiring dengan koreksi yang terjadi pada mata uang dolar. Meski demikian, kekhawatiran akan dampak buruk akan agenda Trump perihal kenaikan tarif impor semakin meningkat. Bahkan mengalihkan perhatian pejabat Bank Sentral yang lebih khawatir dibandingkan dengan kenaikan inflasi. Uni Eropa merupakan mitra dagang utama AS selain China sehingga kenaikan tarif ini akan benar-benar berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi di 2 mitra dagang AS ini. Tidak kurang dari 2 pejabat ECB yaitu Gubernur Bank Sentral Italia seklaigus Wakil Presiden ECB - Luis de Guindos dan Gubernur Bank Sentral Jerman sekaligus Ketua ahli ekonomi ECB - Joachim Nagel di tempat terpisah mengungkapkan kekhawatiran yang sama perihal tersebut. Hari ini akan dirilis data inflasi CPI yang akan menentukan langkah moneter ECB pada pertemuan moneter di bulan Desember mendatang.

Poundsterling juga bergerak menguat seiring dengan mata uang dolar yang terkoreksi meskipun fundamental ekonomi cenderung negatif. Dengan pertumbuhan ekonomi GDP yang menurun akan mendukung Bank Sentral Inggris (BOE) untuk kembali memangkas suku bunga acuannya seperti yang diperkirakan pasar. Hari ini Gubernur dan pejabat BOE akan memberikan pandangan perihal kondisi ekonomi dan moneter saat ini dan langkah yang perlu diambil ke depannya di depan Parlemen Inggris. Sedangkan data inflasi baru akan dirilis esok hari.

Cek info lain di:

https://agrodana-futures.com/

https://instagram.com/agrodanafuturesofficial

https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial

Dolar terus bergerak menguat terhadap mata uang lainnya seiring dengan peluang Fed menahan diri dari pemangkasan suku bunga acuan lebih lanjut. Ketua Fed – Jerome Powell dalam pidato Jumat dini hari mengatakan Fed tidak perlu terburu-buru untuk melanjutkan memangkas suku bunga acuan dan jika memang perlu harus dilakukan secara berhati-hati. Powell menyinggung soal pertumbuhan ekonomi yang masih sehat, sektor tenaga kerja yang solid dan inflasi yang masih di atas target Fed 2%. Pendapat tersebut juga dikaitkan dengan prospek inflasi yang kembali naik karena agenda ekonomi dari Donald Trump yang akan kembali menduduki jabatan Presiden untuk kedua kalinya. Agenda Trump diperkirakan akan mempersempit ruang Fed untuk meneruskan langkah pelonggaran moneter yang selama ini sudah digadang-gadangkan akan memangkas suku bunga acuan yang agresif sepanjang tahun 2025 yang mengalami pengurangan drastis menjadi hanya 1 kali mendekati hari pelantikan secara resmi Presiden AS yang baru. Langkah ini perlu dilakukan agar Fed mempunyai ruang untuk kembali menaikkan suku bunga acuan jika inflasi betul-betul kembali naik. Senada dengan Powell, Gubernur Fed Chicago - Austan Goolsbee pada Jumat lalu mengatakan sudah sewajarnya Fed memperlambat laju penurunan suku bunga acuan karena pejabat Fed masih belum sepakat di level berapa suku bunga dianggap netral. Sedangkan Gubernur Fed Boston - Susan Collins malah menyarankan untuk menghentikan pemangkasan sepenuhnya pada pertemuan moneter di bulan Desember mendatang sesuai dengan data inflasi dan sektor tenaga kerja yang akan dirilis nanti. Sementara data ekonomi di sektor ritel dengan data Retail Sales yang naik 0.4% lebih tinggi dari perkiraan 0.3% dan data periode sebelumnya juga direvisi membaik dari 0.4% menjadi 0.8%. Dengan data Core Retail Sales yang tidak menyertakan sektor otomotif mengalami penurunan dari 0.3% menjadi 0.1% yang lebih jelek dari perkiraan naik 1.0%. Sedangkan jika dibandingkan dengan data yang sama periode setahun yang lalu Retail Sales mengalami kenaikan tajam 2.8% yang melampaui perkiraan 1.9% dari periode sebelumnya 2.0%. Data ini semakin memberikan ruang bagi Fed untuk melakukan pemangkasan suku bunga sebelum angka inflasi kembali naik nantinya. Probabilitas pemangkasan suku bunga acuan kembali menurun menjadi 55% setelah sebelumnya sempat naik lagi mendekati 73% merespon komentar dari pejabat Fed tersebut. Pekan ini tidak banyak data ekonomi yang akan dirilis kecuali pada hari Jumat nanti berupa data PMI di sektor manufaktur dan jasa serta pidato dari sejumlah pejabat Fed di sejumlah peristiwa dan tempat yang berbeda-beda. 

Yen bergerak menguat terhadap dolar setelah sempat melemah hingga level 156 untuk pertama kalinya sejak Juli lalu. Penguatan ini dipicu oleh spekulasi akan diambilnya langkah strategis oleh pemerintah Jepang guna menahan laju pelemahan mata uang Yen. Hari ini Gubernur Bank Sentral Jepang (BOJ) - Kazuo Ueda dijadwalkan akan memberikan pidato yang akan dicermati pasar untuk mengetahui peluang BOJ kembali menaikkan suku bunga acuan mengingat angka inflasi yang terus meningkat di Jepang. Data ekonomi berupa machinary order di Jepang juga membaik dari -1.9% meniadi -0.7% walau tidak sebaik yang diperkirakan +1.4%. Pekan ini selain pidato dari Ueda hanya akan dirilis data neraca perdagangan.   

Euro tertahan laju penurunan terhadap dolar dan menjauh dari level terendah sebelumnya yang merupakan level terendah sejak Oktober 2023 yang lalu. Meskipun tekanan bagi Bank Sentral Eropa (ECB) untuk agresif malakukan pemangkasan suku bunga acuan semakin tinggi. Gubernur Bank Sentral Italia - Piero Cipollone sekaligus anggota voting ECB menyarankan hal tersebut guna mendukung pemulihan ekonomi secepatnya menjelang adanya agenda kenaikan tarif impor di AS yang akan datang. Cipollone mengatakan menurunkan suku bunga acuan akan merupakan stimulus bagi investasi dan diharapkan akan mendorong produktifitas. Sejumlah pejabat ECB mengkhawatirkan agenda proteksi yang akan diambil AS akan menghalangi pertumbuhan ekonomi global dan pembatasan impor akan memperburuk situasi ini. ECB diperkirakan akan kembali memangkas suku bunga acuan untuk keempat kalinya dalam pertemuan moneter pada 12 Desember mendatang. Hari ini tidak ada data yang akan dirilis, hanya pidato dari Gubernur Bank Sentral Jerman (BundesBank) - Joachim Nagel. .

Poundsterling masih melemah tajam terhadap dolar seiring dengan data pertumbuhan ekonomi GDP di Inggris yang menurun dari 0.2% menjadi -0.1%. Begitu pula dengan data kuartalan yang juga turun dari 0.5% menjadi 0.1% yang lebih rendah dari perkiraan turun 0.2%. Defisit neraca perdagangan juga bertambah begitu pula dengan industrial/manufacturing production mengalami penurunan. Kondisi ekonomi yang melemah ini akan mendorong Bank Sentral Inggris (BOE) untuk kembali memangkas suku bunga acuan pada pertemuan di bulan Desember mendatang. Pekan ini akan dirilis sejumlah data inflasi seperti CPI, PPI, RPI, WPI yang akan memberikan kejelasan apakah BOE akan menurunkan suku bunga acuan lebih lanjut atau akan mempertahankan suku bunga acuan saat ini. Selain itu juga akan dirilis data Hutang sektor publik dan Kepercayaan Konsumen.  

Cek info lain di:

https://agrodana-futures.com/

https://instagram.com/agrodanafuturesofficial

https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial

Gold (Emas)

Penggerak Pasar

Secara umum dolar masih terlalu kuat untuk semua mata uang, termasuk emas, meskipun di hari Jumat berhasil ditutup sedikit lebih rendah dibanding hari sebelumnya. Hal ini juga didukung dengan penurunan yang terjadi di imbal hasil Treasury. 

Sementara data retail sales yang menjadi perhatian utama di hari Jumat dirilis lebih baik dari perkiraan, 0.4% vs ekspektasi 0.3%, juga cenderung naik dibanding bulan sebelumnya 0.1%. Namun data bulan lalu mengalami revisi naik dari 0.1% menjadi 0.8%. Konsumen AS bertahan cukup baik sepanjang tahun ini dan laporan tersebut lebih kuat dibanding yang terlihat karena adanya revisi naik. Angka-angka tersebut juga terus menunjukkan belanja konsumen yang tetap tangguh jelang musim liburan, meskipun suku bunga yang tinggi.

Fed Tetap Buka Peluang untuk Desember

Pasca pernyataan Powell sehari sebelumnya yang dinilai pasar sebagai pergeseran ke sisi yang kurang dovish (less dovish), para pejabat Fed lainnya ikut memberi pandangan. Collins menyebut bahwa pemangkasan di bulan Desember tidak begitu saja diabaikan meski Fed tidak buru-buru memangkas. 

Susan Collins dari Boston Fed mengatakan bahwa ekonomi saat ini sangat baik, tidak ada jalur yang ditetapkan untuk kebijakan moneter. Tapi tidak menutup peluang untuk bulan Desember. Collins menilai tidak ada bukti adanya tekanan harga baru, yang benar-benar meningkat adalah inflasi hunian. Collins tidak melihat ada urgensi untuk menurunkan suku bunga, tapi ingin mempertahankan ekonomi yang sehat. 

Collins berpendapat ada banyak faktor khusus di dalam data ketenagakerjaan, tapi dia melihat pasar tenaga kerja yang mirip dengan lapangan kerja penuh. Sama halnya dengan Powell, Collins mengatakan tidak akan berspekulasi tentang apa yang akan dilakukan Trump. Kebijakan Tarif bisa saja menjadi pendorong inflasi karena gangguan di sisi pasokan bisa kembali terjadi. 

Sementara Austan Goolsbee dari Chicago Fed mengatakan Fed harus mencari tahu kenapa imbal hasil 10-tahun naik dan juga menyarankan untuk mengawasi yield jangka panjang. Tentang suku bunga kebijakan, menurut Goolsbee, Fed belum berada di titik netral. Core PCE masih terlalu tinggi. Jika pun ada ketidaksepakatan tentang suku bunga netral, maka cukup masuk akal untuk mulai memperlambat laju penurunan suku bunga. Inflasi tetap turun, pasar tenaga kerja mendingin ke lapangan kerja penuh.

Minggu Yang Relatif Tenang

Investor hanya akan mencermati beberapa data ekonomi AS yang bisa dianggap tidak sepanas minggu sebelumnya. AS hanya akan terfokus pada data klaim pengangguran mingguan di hari Kamis dan juga data PMI di hari Jumat. 

Klaim pengangguran AS terus menjadi salah satu data yang paling penting untuk diikuti setiap minggunya, karena data tersebut menjadi indikator yang lebih tepat untuk melihat kondisi pasar tenaga kerja. 

Sedangkan PMI tertuju pada sektor manufaktur dan jasa yang akan dirilis hari Jumat. Data diperkirakan naik. Tapi sektor manufaktur diperkirakan tetap di jalur kontraksi (di bawah 50), sedangkan sektor jasa diperkirakan di jalur ekspansi (di atas 50). 

Emas Melonjak di Sesi Asia

Di sesi Asia pagi ini terjadi lonjakan cepat harga emas hingga kisaran 2597 (high sementara) dari zona 2570-an. Hal ini diperkirakan dampak dari perkembangan terbaru dari Ukraina-Rusia setelah AS memberi wewenang kepada Ukraina untuk menggunakan senjata jarak jauh AS untuk menyerang ke dalam wilayah Rusia. Rusia pun memanas dengan tambahan pasukan dari Korea Utara. 
China juga dikabarkan mulai berada di pasar emas kembali setelah sempat berhenti beberapa bulan terakhir. Jika ini valid, maka emas punya peluang untuk kembali naik , terutama semakin dekatnya dengan agenda musiman seperti End of year ataupun January Effect di mana emas cenderung naik.

Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah! 

gold nano 1200x700 kv

Analisis Teknikal Gold

Candlestick daily ditutup doji, mirip dengan inverted hammer, sehingga peluang rebound yang sempat tertahan di hari Jumat berpotensi berlanjut hari ini. Meski demikian bullish diperkirakan belum cukup kuat sehingga perlu tetap mewaspadai potensi rejection di zona resistance harian.

Resistance terdekat berada di zona 2599 – 2617 sehingga saat kenaikan memasuki zona tersebut kemungkinan akan relatif tertahan. Tapi kenaikan akan berlanjut lebih kuat jika harga berhasil tembus zona tersebut. Sebaliknya, waspadai support 2536-2546 yang kali ini merupakan support psikologis. MA 100 Daily berada di 2547.65. Jika kedua area ditembus, maka bearish akan lebih mendominasi.

slide20

Di H4 sesuai ekspektasi penurunan mulai terhambat di kisaran 2550-an, di mana level terendah Jumat tercatat di 2554.45, lalu dilanjutkan kenaikan ke 2575. Meskipun kenaikan masih terbatas, tapi rebound secara bertahap mulai menunjukkan peluang wave ABC yang mulai mendapat dukungan. Meski demikian apakah kenaikan Kamis di 2577 dan penurunan Jumat  di 2554 adalah bagian dari wave A dan B sehingga kenaikan hari ini di sesi Asia adalah kenaikan terakhir wave C ? Perlu dilihat dari 2 sisi.

Opsi 1 bahwa kenaikan pagi ini adalah wave C sehingga kemungkinan wave A dan B sudah selesai di hari Kamis dan Jumat, dan hari ini berlanjut dengan bagian terakhir dari rebound ABC. Jika ini yang terjadi, maka waspada dengan kenaikan cepat pagi ini, bisa saja berakhir di zona 2600-2607! Dengan demikian penurunan berikutnya setelah sentuh 2607 adalah peluang untuk berbalik turun dan mengancam zona 2536-2543 kembali. Bahkan bisa menjadi tekanan baru untuk emas. Opsi ini lebih cocok untuk mengincar SELL di zona resistance!

Opsi 2 bahwa kenaikan pagi ini adalah wave A sehingga rebound di hari Kamis dan swing low terakhir di hari Jumat adalah masih bagian dari wave A. Dengan demikian jika ini yang terjadi, maka kenaikan/rebound belum selesai. Tapi rejection tetap akan terjadi lebih dulu di zona 2600-2607, kemudian swing low sebagai wave B dengan peluang mencapai 2560-2565 sebelum diakhiri dengan kenaikan kembali sebagai wave C. Jika ini yang berlaku, maka kenaikan bisa lebih dari 2600-2607 mengingat wave C akan lebih tinggi dari wave A. 

Jika opsi 2 yang berlaku, maka selama tidak ada penurunan di bawah 2555, maka opsi tersebut lebih cocok untuk mengincar BUY di dekat zona support 2555-2560.

slide21

Per jam 09.50 WIB, harga berada di 2591.85, dengan high di 2597.18 dan low 2566.55. Kenaikan berjalan cepat di sesi Asia hingga mendekati resistance 2600. Skenario yang diharapkan adalah kenaikan belum tembus 2600 lebih dulu, setidaknya di sesi Asia. Kemudian turun (swing low) dengan opsi support terbaru kemungkinan berada di kisaran 2570-2575 yang terdekat, atau swing low terjauh kisaran 2562-2567 (menutup gap kecil yang terjadi hari ini), dan diakhiri dengan kenaikan kembali secara bertahap untuk mendorong kenaikan di atas 2600.

Jika skenario tersebut berhasil, maka estimasi kenaikan berikutnya akan menghadapi rintangan di kisaran 2610-2616 sebelum akhirnya ditentukan dari sentimen berikutnya apakah lanjut naik atau kembali dalam tekanan turun.

Skenario paling bullish diperkirakan bisa kembali mendorong hingga kisaran 2640-2644 dalam 2-3 hari ke depan. Skenario bullish yang moderat diperkirakan hanya terdorong naik hingga kisaran 2610-2616. Dan Skenario bearish memungkinkan untuk tekanan kembali mengancam zona 2536-2543 di minggu ini jika data ekonomi AS terus menunjukkan data yang lebih kuat dari perkiraan.

Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4! 

Trading Strategy: 
Opsi BUY dekat support
Entry: 2570.00 – 2572.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward :  2584.00 ($12 - $14) 
(follow/pertahankan BUY jika tembus 2600.00,
Target terdekat 2606, terjauh 2614, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2564.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 2564.00)
Risk Reward: 1: 2 

Opsi SELL jika support  ditembus
Entry : 2553.00 – 2555.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2541.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2561.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 2562)
Risk Reward: 1: 2

Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!

CHART TECHNICAL ANALYSIS EURUSD

slide13

slide14

Suggest : BUY on Dip
Area : 1.05000 – 1.05200
Target : 1) 1.05800 2) 1.06400
SL : 1.04400

Alternatif :
Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.05800
Switch to SELL jika tembus 1.04400

CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD

slide15

slide16

Suggest : SELL on Rally
Area : 1.26600 – 1.26800
Target : 1) 1.26000 2) 1.25400
SL : 1.27400

Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.26000
Switch to BUY jika tembus 1.27600

CHART TECHNICAL ANALYSIS  USDJPY

slide17

slide18

Suggest : SELL on Rally
Area : 154.300 – 154.500
Target : 1) 153.700 2) 153.100
SL : 155.100

Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 155.300
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 153.000

CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD (XAUUSD)

slide19

slide20

slide21

Suggest : BUY on Dip
Area : 2570.00 – 2572.00
Target : 1) 2578.00 2) 2584.00
SL : 2564 (ideal 3-5 points di bawah 2564.00)

Alternatif :
Expected Strong Demand Area : 2536-2545 (sejauh ini efektif)
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2600
Switch to SELL jika gagal tembus 2610 atau tembus 2555

Gold (Emas)

Penggerak Pasar

Secara umum dolar ditutup naik, sementara imbal hasil Treasury mulai menunjukkan kenaikan yang mulai tertahan. Imbal hasil ditutup turun. Meski secara keseluruhan belum berdampak pada perubahan trend, namun teknikal menunjukkan imbal hasil tertahan tepat di zona resistance sehingga peluang koreksi turun sangat mungkin terjadi. Dolar juga sebenarnya sempat melemah pasca penguatan berturut-turut sejak kemenangan Trump di pilpres. Namun hal tersebut berbalik setelah pernyataan Powell yang mengubah nadanya menjadi kurang dovish.

Hal ini juga yang membuat rebound emas kembali tertahan di 2581. Meskipun secara keseluruhan penurunan sepanjang 1 minggu terakhir berhasil terhenti sementara waktu di 2536 dan berbalik rebound pasca data ekonomi AS.

Powell Kurang Dovish

Dalam pernyataannya, Powell mengatakan bahwa perekonomian tidak mengirim sinyal bahwa Fed perlu buru-buru menurunkan suku bunga. Powell menambahkan bahwa ekonomi yang terlihat kuat saat ini memberi kemampuan Fed untuk mengambil keputusan dengan hati-hati. 

Pernyataan tersebut membuat peluang penurunan suku bunga Desember turun menjadi 60% setelah sebelumnya data CPI berhasil mendorong peluang ke 85%. Hal tersebut terjadi setelah beberapa pejabat Fed lainnya minggu ini menyoroti pertumbuhan AS yang optimis dan risiko inflasi yang tinggi. 

Ditanya tentang suku bunga, Powell mengatakan bahwa kebijakan saat ini bersifat restriktif, tapi tidak bisa mengungkap seberapa resitriktifnya kebijakan tersebut. Fed sudah memulai proses pemangkasan suku bunga, dan bergerak ke arah netral, tapi harus sabar dan berhati-hati. 

Powell menambahkan jika suku bunga mulai mendekati kisaran netral yang masuk akal, maka bank perlu memperlambat apa yang dilakukan. Jika data mengizinkan, itu berarti bisa mulai melambat. CPI sedikit lebih tinggi daripada yang bank sentral harapkan, tapi bank sentral akan menelaah lebih lanjut.

Powell Tegas Tentang Politik

Dalam sesi tanya jawab, Powell mengatakan bahwa bank tidak memikirkan tentang partai politik saat membuat keputusan kebijakan moneter. Fed punya kewajiban untuk menjelaskan kepada public dan kongres. Menurut Powell, inflasi merupakan fenomena sosial, di mana jika mereka yakin inflasi akan naik, maka inflasi akan naik. Fed akan berhati-hati dalam mengubah kebijakan sampai mendapat lebih banyak kepastian. 

Fed punya waktu untuk melakukan penilaian terhadap dampak dari perubahan kebijakan sebelum bereaksi. Saat menyangkut kebijakan fiskal, maka butuh waktu yang lama untuk meloloskan sebuah RUU. 

Fokus Data Retail Sales

Rintangan sepertinya belum berakhir, dengan data retail sales yang akan dirilis nanti malam menjadi fokus utama. Meski pernyataan Powell cenderung kurang dovish, tapi pasar tetap menangkap sinyal bahwa Fed juga tidak terburu-buru untuk mengubah kebijakannya, sehingga lebih banyak data ekonomi akan jauh lebih memberi gambaran tentang apa yang akan dilakukan berikutnya. Seperti halnya yang disampaikan Kashkari kemarin bahwa Fed masih ada 6 minggu ke depan sebelum FOMC Desember, dan banyak data yang masuk akan menjadi pertimbangan.

Retail sales akan dirilis di jam 20.30 WIB, dan diperkirakan turun dari 0.4% menjadi 0.3% m/m, sementara core retail sales diperkirakan turun dari 0.5% menjadi 0.3% m/m. 
Jika data menunjukkan penguatan, maka emas berpeluang lanjutkan koreksi turun. Sebaliknya, jika data menunjukkan pelemahan, maka emas berpeluang rebound.

Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah! 

gold nano 1200x700 kv

Analisis Teknikal Gold

Candlestick daily ditutup bearish dengan tail bawah lebih panjang dibanding tail atas dan real body yang kecil sehingga bisa dianggap sebagai hammer. Setelah penurunan 5 hari beruntun munculnya hammer menandakan peluang untuk rebound. Level terendah tercatat di 2536.85 juga relatif bertahan di zona support 2542-2546 (MA 100 Daily dan low 18 Sep 2024) dan penutupan di 2564 menandakan area tersebut masih relatif kuat meskipun sempat sentuh 2536, dianggap false breakout.

Secara teori, seharusnya teknikal mulai menunjukkan rebound ataupun naik, didukung oleh pola candle hammer yang sentuh zona support yang sejauh ini dianggap cukup efektif. Namun, kenaikan perlu menghadapi beberapa resistance, terdekat 2581.41 (high 14 Nov 2024), dan juga 2583.36 (FR 61.8%). Sementara area 2536-2543 kini akan menjadi support kritis, jika ditembus, maka berpeluang lanjut ke 2520 dan 2500.

slide20

Di H4 penurunan mulai tertahan di 2536, sedikit di bawah FE 61.8% H4 yang ada di 2543.80 sekaligus sedikit di bawah support historis 2542. Namun demikian harga berhasil berbalik dan candle berikutnya ditutup di atas 2540 (closing candle berikutnya di 2559 pasca rebound ke 25656). Ini berarti secara teori wave 5 kemungkinan bisa dianggap mendekati selesai (note : harus dipastikan untuk rebound lebih tinggi, untuk mengantisipasi kejadian sebelumnya di mana wave 5 masih terus berlanjut akibat rebound yang terlalu dekat). 

Kali ini kondisi RSI cukup mendukung untuk rebound sehingga jika perhitungan kali ini benar, maka kita akan dapatkan kenaikan wave ABC secara bertahap, dan resistance 2582-2585 kemungkinan bisa dicapai atau bahkan ditembus. Resistance 2588 (FR 0%) juga perlu dicermati. Rebound akan lebih kuat jika zona ini ditembus.

Meskipun demikian, secara keseluruhan kenaikan kemungkinan masih relatif terbatas, terutama selama harga tetap di bawah 2588-2593. Penembusan 2600 kemungkinan akan butuh dukungan dari data retail sales yang lebih lemah mengingat pernyataan Powell tadi malam cenderung bergeser ke sisi yang kurang dovish. Di sisi penurunan, waspadai jika terjadi penurunan di bawah 2536 (low tadi malam). Jika ditembus, maka emas berpeluang memperpanjang koreksinya ke zona 2520 dan 2497-2500 dalam waktu dekat. Ubah strategi menjadi sell jika harga tembus 2536 atau gagal tembus 2600.

slide21

Per jam 10.00 WIB, harga berada di 2570.20, dengan high di 2571.62 dan low 2563.11. Rebound bertahap mulai menjauhi support 2540an dan sempat rebound hingga 2581. Swing low di pagi ini diharapkan hanya menunjukkan retest support sebelum dilanjutkan dengan kenaikan lebih tinggi. 

Ekspektasi skenario kali ini swing low mendekati zona kuning (area support 25346-2545) sebelum akhirnya lanjutkan kenaikan, dan diharapkan kenaikan kali ini tembus di atas 2585. Jika sesuai perkiraan, maka kenaikan berpeluang untuk lanjut hingga kisaran 2593-2595, atau cukup dekat dengan zona 2600.

Skenario bearish masih bisa terjadi jika kenaikan kembali tertahan di bawah 2600 (dengan area optimal diperkirakan kisaran 2608-2610, dekat resistance trendline merah). Atau jika penurunan menekan lebih lanjut level low tadi malam 2536. Jika salah satu ini terjadi, maka Anda bisa ubah strategi menjadi sell.

Secara keseluruhan range diharapkan bergeser ke atas dengan zona kisaran 2545-2585. Artinya jika melewati resistance tersebut, maka akan cenderung naik, dan sebaliknya jika melewati support tersebut, maka cenderung turun.

Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4! 

Trading Strategy: 
Opsi BUY dekat support
Entry: 2548.00 – 2550.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward :  2562.00 ($12 - $14) 
(follow/pertahankan BUY jika tembus 2575.00,
Target terdekat 2582, terjauh 2593, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2542.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 2540.00)
Risk Reward: 1: 2 

Opsi SELL jika support  ditembus
Entry : 2532.00 – 2534.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2520.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2540.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 2540)
Risk Reward: 1: 2

Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!

Masih ragu dan memiliki pertanyaan lainnya ?

Kantor Pusat
Menara Batavia Lt. 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126,
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Berlangganan Newsletter Agrodana:
Ikuti Kami
facebook agrodanayoutube agrodanainstagram agrodana
agrodana iosagrodana android
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan
/ Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Ikuti Kami
alt=""alt=""alt=""
Kantor Pusat
Menara Batavia Lt 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126, Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Email:  [email protected]Whatsapp: +6281-988-3777
Berlangganan Newsletter Agrodana :
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan / Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Whatsapp Non Klien
crossmenuchevron-down