Suggest : SELL on Rally
Area : 1.06000 – 1.06200
Target : 1) 1.05400 2) 1.04800
SL : 1.06800
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.05200
Switch to BUY jika tembus 1.07400
Suggest : BUY on Dip
Area : 1.25600 – 1.25800
Target : 1) 1.26400 2) 1.27000
SL : 1.25000
Alternatif :
Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.27200
Switch to SELL jika tembus 1.25000
Suggest : BUY on Dip
Area : 155.600 – 155.800
Target : 1) 156.400 2) 157.000
SL : 155.000
Alternatif :
Switch to SELL jika tembus 155.000
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 157.000
Suggest : BUY on Dip
Area : 2548.00 – 2550.00
Target : 1) 2556.00 2) 2562.00
SL : 2542 (ideal 3-5 points di bawah 2540.00)
Alternatif :
Expected Strong Demand Area : 2536-2545
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2575
Switch to SELL jika tembus 2535
Secara umum dolar kembali menguat didukung dengan kenaikan pada imbal hasil Treasury AS di sesi perdagangan hari Rabu. Hal ini menandakan penguatan lanjutan pasca kemenangan Trump di pemilu AS berdasarkan perhitungan cepat electoral college minggu lalu. Penguatan berlanjut setelah Partai Republik memastikan suara mayoritas di DPR sehingga resmi melakukan “sapu bersih” (Red Sweep).
Sebelumnya, dolar maupun US Treasury Yield sempat mengalami penurunan lebih dulu saat data inflasi AS dirilis sesuai ekspektasi. Data CPI dirilis dengan inflasi utama berada di 0.2% m/m dan core CPI di 0.3% m/m. Sementara basis tahunan untuk inflasi utama berada di 2.6% y/y dan core CPI di 3.3% y/y. Meski inflasi utama terlihat naik dibanding bulan sebelumnya, tapi secara keseluruhan semuanya sesuai ekspektasi.
Secara angka, inflasi utama menunjukkan kenaikan dari 2.4% menjadi 2.6% y/y. Neel Kashkari dari Fed Minneapolis berkomentar di Bloomberg TV bahwa CPI utama menegaskan jalur yang ditempuh sudah benar. Meski dirinya tidak melihat secara detail, tapi angka inflasi utama menunjukkan jalur yang ditempuh pada ekonomi AS.
Kashkari mengatakan masih ada sekitar 6 minggu ke depan sebelum pertemuan Fed berikutnya dengan lebih banyak data yang akan dirilis. Dia tetap meyakini bahwa inflasi menuju ke arah yang benar, tapi harus menunggu. Pasar tenaga kerja juga berada di tempat yang baik dan berpikir bahwa pasar tenaga kerja saat ini sedang mendingin.
Sejalan dengan pernyataan Powell di FOMC Meeting minggu lalu bahwa Fed tidak khawatir tentang ekonomi meskipun ada 1-2 laporan inflasi yang “sedikit lebih tinggi dari yang diharapkan”, dan tidak mengubah rencana Fed yang masih membuka pintu untuk pemangkasan berikutnya di bulan Desember ataupun setelahnya. CME Fedwatch tools menunjukkan peluang pemangkasan Desember sebesar 86% setelah data CPI dirilis, naik dari 58.7% peluang sebelum data inflasi dirilis.
Emas naik saat data dirilis karena mencerminkan peluang pemangkasan suku bunga yang masih bisa terjadi di bulan Desember.

Presiden Fed St Louis, Alberto Musalem mengatakan informasi terbaru menunjukkan risiko inflasi meningkat. The Fed kemungkinan berada di jalan terakhir menuju stabilitas harga di mana inflasi diperkirakan akan mencapai 2% dalam jangka menengah. Musalem menambahkan Fed bisa dengan bijaksana dan sabar menilai data yang masuk untuk memutuskan pemangkasan suku bunga lebih lanjut.
Secara implisit, pernyataan tersebut cenderung memberi petunjuk hampir mengarah ke sisi hawkish, tapi tidak memberi sinyal untuk jeda suku bunga di bulan Desember. Namun awal tahun 2025 diperkirakan akan menarik dengan pertemuan di Januari, Maret dan Mei, di mana pasar saat ini memperkirakan 1 pemangkasan yang sudah diperhitungkan sepenuhnya untuk Q1 2025. Tapi semua itu akan bergantung pada angka-angka laporan ekonomi berikutnya dan seterusnya.
Di sisi lain, Trump memastikan partainya mengamankan posisi mayoritas di DPR sehingga dengan demikian mengkonfirmasi Red Sweep atau Republican Sweep dalam pemilu 2024. Dengan kemenangan Trump dalam pilpres, Senat dikuasai Republik dan DPR juga dikuasai, maka hal ini akan memberi Trump dan partai Republik kendali seutuhnya dalam roda pemerintahan AS 4 tahun ke depan. Hal ini tentunya meminimalisir potensi pembatasan terhadap kekuasaan presiden yang akan datang dari partai Demokrat.
CNN dan NBC News di hari Rabu menyebut bahwa Republican sweep secara drastis mengurangi harapan bagi Demokrat untuk membatasi pengaruh Trump dalam perjuangan besar tahun depan tentang ketentuan pajak senilai triliunan dolar yang akan segera berakhir. Trump ingin memperpanjang pemangkasan pajak yang disetujui semasa kepemimpinan pertamanya di 2017 dan menambahkan beberapa yang dia janjikan di kampanye 2024.
Kebijakan pemangkasan pajak yang diusung Trump meski disambut positif, juga menimbulkan kekhawatiran tentang potensi kenaikan inflasi. Jika kebijakan tersebut terus mendorong inflasi, maka Fed kemungkinan harus menyesuaikan kembali kebijakan moneternya sehingga pasar mulai “repricing” tentang pemangkasan suku bunga Fed di 2025. Saat ini pasar mulai memperkirakan hanya 1 pemangkasan di 2025 dari sebelumnya 4 kali pemangkasan di 2025 berdasarkan dot plot September 2024. Hal ini pula yang membuat kenapa emas mengalami penurunan dalam 1 minggu terakhir hingga kembali ke level terendah September 2024
Selanjutnya investor akan tetap fokus dengan data ekonomi yang akan dirilis nanti malam. Initial jobless claims dan PPI dirilis di jam 20.30 WIB. PPI diperkirakan naik dari 0% menjadi 0.2% m/m, demikian juga dengan core PPI yang diperkirakan naik dari 0.2% menjadi 0.3% m/m. Sementara data jobless claims diperkirakan kembali naik dari 221K menjadi 224K.
Jika kedua data menunjukkan penguatan (PPI naik, jobless claims turun), maka emas berpeluang lanjutkan koreksi turun. Sebaliknya, jika data menunjukkan pelemahan (PPI turun, jobless claims naik), maka emas berpeluang rebound dari titik terendahnya, terutama didukung oleh posisi penurunan yang sudah terjadi sejak 31 Oktober yang lalu.
Di sisi lain, investor juga akan kembali mencari petunjuk dari pernyataan Powell yang dijadwalkan di jam 03.00 WIB (Jumat dini hari). Jika Powell konsisten dengan pernyataan dovishnya minggu lalu, maka emas punya peluang untuk kembali rebound dan mencegah penurunan berlarut-larut. Sebaliknya, jika Powell merubah pandangannya menjadi hawkish, maka emas punya peluang turun lebih lanjut, bahkan 2500 akan menjadi area yang cukup wajar untuk muncul.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily kembali ditutup bearish dan support FR 61.8% Daily 2593.36 berhasil ditembus, menandakan risiko penurunan berpotensi membayangi lebih lanjut. Penurunan juga mengancam zona low 2546.73 (low 18 Sep 2024) dan juga MA 100 Daily yang ada di 2542.64. Jika dianggap penurunan sejak 31 Okt 2024 hingga saat ini sudah cukup tajam, maka peluang penurunan bisa saja tertahan di antara 2542-2546 tersebut. Sebaliknya, data ekonomi AS malam nanti dan pidato Powell dinihari nanti akan menjadi penentunya apakah penurunan terhenti atau berlanjut.
Resistance saat ini berada di 2585 dan 2593. Bullish butuh validasi dari penembusan area tersebut untuk membalikkan keadaan. Selama belum ditembus, maka kenaikan akan dianggap sebagai kenaikan yang terbatas untuk beberapa waktu ke depan.

Di H4 penurunan berlanjut lebih rendah dari area yang sebelumnya dianggap sebagai potensial demand 2589-2593. Bahkan pagi ini penurunan berlanjut hingga area 2559-2560 sebagai area low sementara.
Nampaknya wave 5 belum selesai dan cenderung menjadi wave yang terpanjang dibanding wave 1 dan 3. Dalam kasus normal, wave 3 akan menjadi yang terpanjang dibanding 1 dan 5. Tapi dalam beberapa kasus, wave 5 bisa menjadi yang terpanjang, dan hal ini masih tetap memenuhi syarat selama wave 3 tetap lebih panjang dibanding wave 1.
Alternatif lainnya jika wave 3 tetap yang terpanjang, maka penurunan sejak 2758 sampai 2589 dianggap masih bagian dari wave 3 (penurunan abcde sebagai satu wave besar). Dengan demikian rebound kemarin yang tertahan di 2718 saat data CPI dirilis, lalu turun 30 menit kemudian merupakan bagian dari wave 5. Normalnya support area 2541-2450 bisa saja menjadi area wave 5 terakhir sehingga bertahap akan memulai reboundnya jika didukung oleh posisi rsi yang oversold dan data ekonomi AS yang lebih rendah. Jika ini yang terjadi, maka pantulan bisa dimulai di zona 2540-an.Sebaliknya, penurunan bisa terus berlanjut di bawah 2540 jika ternyata data ekonomi AS lebih kuat dan wave 5 masih berpeluang lanjutkan penurunan. Jika ini yang terjadi, maka peluang yang lebih baik adalah tetap mengincar sell di saat terjadi rebound atau pantulan yang tetap berada di bawah 2580-2585.

Per jam 10.50 WIB, harga berada di 2561.20, dengan high di 2581.41 dan low 2558.89. Posisi rsi oversold dengan membentuk area higher low dibanding bottom sebelumnya, sementara harga membentuk area lower low saat ini sehingga bisa dikategorikan bullish divergence. Normalnya secara teori rebound akan terjadi didorong oleh divergence tersebut. Ini berarti dalam jangka pendek diharapkan rebound bisa terjadi lebih dulu sebelum kembali turun menguji kembali zona support atau bahkan turun lebih lanjut ke zona support berikutnya yang ada di kisaran 2531-2540an.
Ekspektasi skenario terdekat rebound maksimal 2580-an, lalu kemudian kembali turun sehingga zona SELL yang relatif dianggap lower risk berada di 2580-2582 (atau mendekati resistance). Target penurunan optimal di kisaran 2540an dengan asumsi low 18 Sept 2024 di 2546 sebagai acuan. Jika mendekati area ini, Anda bisa segera exit untuk antisipasi kemungkinan rebound yang cukup kuat di malam hari, terutama jika didukung oleh salah satu data ekonomi yang lemah atau pidato Powell yang dovish.
Bullish juga diperkirakan akan berpeluang jika resistance tembus zona 2590an sehingga sebaiknya stop loss tetap digunakan saat Anda melakukan SELL untuk mengantisipasi kemungkinan saatnya pembalikan ke atas.
Strategi bisa saja berubah di malam hari karena akan bergantung pada data inflasi malam nanti di jam 20.30 WIB.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi SELL dekat Resistance
Entry: 2580.00 – 2582.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward : 2568.00 ($12 - $14)
(follow/pertahankan SELL jika tembus 2565.00,
Target terdekat 2557, terjauh 2546, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2588.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di atas 2585.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi BUY jika support tidak ditembus
Entry : 2510.00 – 2512.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2524.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2504.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di bawah 2504)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.06000 – 1.06200
Target : 1) 1.05400 2) 1.04800
SL : 1.06800
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.05200
Switch to BUY jika tembus 1.07400
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.27400 – 1.27600
Target : 1) 1.26800 2) 1.26200
SL : 1.28200
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.26300
Switch to BUY jika tembus 1.28400
Suggest : BUY on Dip
Area : 155.100 – 155.300
Target : 1) 155.900 2) 156.500
SL : 154.500
Alternatif :
Switch to SELL jika tembus 154.500
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 156.000
Suggest : SELL on Rally
Area : 2580.00 – 2582.00
Target : 1) 2574.00 2) 2568.00
SL : 2588 (ideal 3-5 points di atas 2585.00)
Alternatif :
Expected Strong Demand Area : 2540-2545
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 2565 (Support psikologis)
Switch to BUY jika tembus 2590
Dolar terus menguat terhadap mata uang lainnya hingga level tertinggi dalam 7 bulan terakhir atau sejak 16 April lalu seiring dengan data inflasi yang kembali naik sesuai perkiraan yang akan menahan langkah Fed untuk kembali memangkas suku bunga acuannya. Departemen tenaga kerja AS melaporkan inflasi CPI bulan Oktober masih stagnan 0.2% sama seperti periode bulan sebelumnya dan sesuai perkiraan. Begitu pula dengan data Core CPI yang tidak menyerakan komponen BBM dan bahan pangan masih stagnan 0.3% sesuai perkiraan. Sementara jika dibandingkan dengan periode setahun yang lalu terjadi kenaikan dari 2.4% menjadi 2.6% sesuai perkiraan, sedangkan data Core CPI masih stagnan 3.3% sesuai perkiraan. Inflasi dikhawatirkan akan terus naik seiring dengan agenda ekonomi dari Donald Trump yang akan kembali menduduki jabatan kepresidenan secara resmi pada Januari mendatang. Potensi inflasi kembali naik akan menahan langkah Fed untuk menjalankan rencana pemangkasan suku bunga di akhir tahun ini dan sepanjang tahun 2025 mendatang. Ekspektasi akan Fed melanjutkan pemangkasan suku bunga diperkirakan akan berhenti pada Januari 2025 tepat sebelum pelantikan Trump. Hal tersebut semakin ditegaskan oleh komentar dari Gubernur Fed St. Louis - Alberto Musalem yang mengatakan Fed berada di titik akhir melawan inflasi meski data terbaru memunculkan resiko inflasi akan melambat atau bahkan akan kembali berbalik. Agenda ekonomi utama Trump berupa kenaikan tarif impor, pengurangan pajak dan pelonggaran aturan industri diperkirakan akan kembali memicu inflasi. Dengan Partai Republik menguasai Kongres AS akan semakin memuluskan agenda tersebut. Setelah menguasai mayoritas di Senat, akhirnya Partai Republik mendapatkan 218 kursi sebagai syarat minimum mayoritas di DPR AS dan masih bisa bertambah, sementara Partai Demokrat tetap bertahan dengan hanya 208 kursi. Meski inflasi kembali naik, Gubernur Fed Minneapolis – Neel Kashkari masih cukup yakin bahwa inflasi akan mencapai target Fed. Selain itu Kashkari juga mengkhawatirkan agenda aturan imigrasi yang ketat dapat berdampak buruk pada sektor tenaga kerja. Sebaliknya Gubernur Fed Dallas – Lorie Logan meminta Fed untuk lebih berhati-hati akan langkah pemangkasan suku bunga lebih lanjut untuk menjaga inflasi tetap terkendali. Hari ini akan dirilis data inflasi dari sisi produsen PPI dan juga laporan mingguan klaim pengangguran. Bitcoin akhirnya menembus level $90.000 membuat rekor tertinggi baru hingga $93.404,95 seiring dengan euphoria akan rencana Trump menjadikan AS sebagai ibukota crypto.
Yen masih cenderung melemah seiring dengan penguatan dolar terhadap semua mata uang dunia. Terpilihnya Perdana Menteri Shigeru Ishiba untuk meneruskan masa kepemimpinan di Jepang membuat keraguan akan rencana BOJ untuk kembali menaikkan suku bunga acuannya. Hal ini juga tercermin pada nota pertemuan moneter bulan lalu yang baru-baru ini dirilis yang menunjukkan sejumlah pejabat BOJ sendiri juga ragu seiring dengan kembalinya Trump terpilih menjadi Presiden AS berikutnya. Gubernur Bank Sentral Jepang (BOJ) – Kazuo Ueda paska pertemuan moneter pekan lalu mengatakan terdapat ruang bagi kenaikan pada pertemuan moneter berikutnya. Data inflasi dari sisi produsen PPI menunjukkan potensi inflasi terus bergerak naik membuat peluang tersebut terbuka. Inflasi PPI bulan lalu naik 0.2% yang lebih tinggi dari perkiraan 0% dan data periode sebelumnya direvisi naik dari 0.0% menjadi 0.3%. Dan jika dibandingkan dengan data setahun sebelumnya juga terjadi kenaikan menjadi 3.4% yang jauh lebih tinggi dari perkiraan 2.9% dan data periode sebelumnya juga direvisi naik dari 2.8% menjadi 3.1%. Namun dengan kembalinya Ishiba yang beberapa waktu lalu meminta BOJ untuk menunda kenaikan suku bunga, akan mengulang kembali permintaan tersebut.
Euro berlanjut melemah terhadap penguatan mata uang dolar dan masih dibayangi akan terjadinya pelambatan ekonomi seiring dengan agenda Trump untuk menaikkan tarif impor ke AS sebanyak 10% untuk semua negara asing dan 60% terhadap China. Hal ini dinilai oleh Gubernur Bank Sentral Jerman (BundesBank) – Joachim Nagel akan mengakibatkan output ekonomi Jerman setidaknya sebanyak 1% dan berpotensi lebih parah dengan kemungkinan pertumbuhan ekonomi yang negatif. Gubernur Bank Sentral Austria (OeNB) - Robert Holzmann mengatakan Eropa harus bersiap menghadapi kebijakan tersebut yang kemungkinan berakibat lebih buruk daripada masa kepemimpinan Trump sebelumnya. Trump pernah memberikan peringatan kepada Uni Eropa yang dinilai tidak cukup seimbang dalam neraca perdagangan dengan AS terutama menyerap mobil-mobil buatan AS. Suasana politik di Jerman juga semakin tidak menentu dengan sisa waktu hingga jadwal pemilu dini yaitu pada 23 Februari mendatang. Keputusan Kanselir Jerman - Olaf Scholz untuk mengadakan pemilu dini ini terjadi untuk membuktikan tingkat kepercayaan terhadap kepemimpinan Kanselir Scholz. Hari ini sejumlah data akan dirilis yaitu data dari sektor tenaga kerja dan data pertumbuhan ekonomi GDP. Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) - Christine Lagarde dijadwalkan akan memberikan pidato malam nanti
Poundsterling juga berlanjut melemah terhadap mata uang dolar hingga level terendah sejak Agustus lalu selain karena penguatan dollar namun juga karena data di sektor tenaga kerja di Inggris yang melemah. Sedangkan data inflasi yang terus menurun semakin memperbesar peluang Bank Sentral Inggris (BOE) untuk melanjutkan pemangkasan suku bunga acuannya. Pekan lalu BOE melakukan pemangkasan untuk kedua kalinya dan masih membuka peluang untuk melakukan pemangkasan berikutnya pada pertemuan moneter MPC di bulan Desember mendatang. Menteri Keuangan – Rachel Reeves dijadwalkan akan memberikan pidato pertamanya di depan pelaku bisnis dan industri keuangan hari ini di Mansion House. Selain itu Gubernur BOE - Andrew Bailey dijadwalkan akan memberikan pidato malam ini.
Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.06400 – 1.06600
Target : 1) 1.05800 2) 1.05200
SL : 1.07200
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.06000
Switch to BUY jika tembus 1.07500
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.27800 – 1.28000
Target : 1) 1.27200 2) 1.26600
SL : 1.28600
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.27000
Switch to BUY jika tembus 1.29000
Suggest : BUY on Dip
Area : 153.800 – 154.000
Target : 1) 154.600 2) 155.400
SL : 153.200
Alternatif :
Switch to SELL jika tembus 153.000
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 155.200
Suggest : SELL on Rally
Area : 2614.00 – 2616.00
Target : 1) 2608.00 2) 2602.00
SL : 2622 (ideal 3-5 points di atas 2620.00)
Alternatif :
Expected Stronger Demand Area : 2585-2590 (disentuh tadi malam di 2589)
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 2600 (Support psikologis)
Switch to BUY jika tembus 2626
Secara umum dolar masih relatif kuat sehingga berdampak negatif pada emas meskipun pasar obligasi ditutup sehingga imbal hasil Treasury relatif tidak bergerak. Sementara data ekonomi AS pun relatif sepi sehingga tidak didapatkan alasan pemicu penurunan tersebut selain karena faktor profit taking yang masih berlanjut pada emas.
Ada beberapa pembicaraan di market tentang posisi kabinet Trump, tapi sejauh ini belum ada yang menarik bagi pasar. Sementara dari Timur Tengah, beredar sebuah kabar yang mengutip dari berbagai sumber yang menyebut bahwa PM Israel Netanyahu mengatakan dia akan mengakhiri ancaman nuklir Iran. Jika benar, maka ada secerca harapan untuk kondisi geopolitik yang tidak memanas setidaknya untuk beberapa waktu ke depan.
Meski demikian, penguatan dolar tidak membuat pergerakan yang agresif karena diawali dengan pergerakan yang mendatar, kemudian sedikit naik di akhir perdagangan.
Ada beberapa hal yang kemungkinan menjadi faktor penggerak emas, terutama penurunan di 1 minggu terakhir. Emas mengalami penurunan terbesar dalam lebih dari 3 tahun terakhir. Alasan pertama adalah penguatan dolar AS pasca pemilu. Meskipun faktor ketidakpastian politik awalnya mendukung emas, tapi kemudian hal tersebut berkurang setelah pemilu selesai dengan hasil kemenangan Trump yang kuat. Suara mayoritas untuk Republik di Kongres pun sudah sesuai ekspektasi sehingga memberikan jalan untuk Trump mendorong agenda-agenda yang direncanakan.
Dan alasan lain adalah suku bunga. Meskipun Fed turunkan suku bunga November, dan akan ada beberapa lagi yang yang akan datang, yang seharusnya mendukung untuk emas, tapi ekspektasi penurunan di tahun berikutnya cenderung sedikit berkurang.

Tidak ada data ekonomi yang signifikan dari AS sejak Senin hingga hari ini. Fokus utama akan tertuju pada data inflasi CPI AS yang dirilis hari Rabu mendatang. CPI y/y diperkirakan 2.6%, naik dari 2.4% sebelumnya, sementara angka m/m kemungkinan stabil di 0.2%. CPI inti y/y diperkirakan tetap di 3.3%, dan angka m/m kemungkinan juga bertahan di 0.3%.
Dalam pernyataannya minggu lalu, Ketua Fed Jerome Powell mengatakan bahwa Fed memperkirakan adanya lonjakan inflasi dan 1-2 bulan data yang buruk pada inflasi tidak akan mengubah proses. Hal tersebut membuat Fed tetap membuka peluang pemangkasan 25 bps di bulan Desember meskipun inflasi lebih tinggi.
Investor juga mungkin ingin mencermati calon-calon Menteri yang akan ditunjuk Trump untuk bergabung dalam kabinetnya. Menurut Financial Times (FT), Trump memilih Robert Lighthizer untuk kembali menjalankan kebijakan perdagangan, meskipun kabar menyebut Lighthizer sudah melakukan lobi untuk posisi yang berbeda, termasuk menteri perdagangan maupun menteri keuangan.
Sosok Lighthizer akan membentuk Trump dalam memberlakukan kebijakan tarif impor yang sangat ambisius. Dia menyebut tarif untuk semua impor diberlakukan dengan tingkat yang semakin tinggi dari tahun ke tahun sampai mencapai keseimbangan. Setelah keseimbangan didapat, maka pemerintah bisa menurunkan tarif sampai ke titik terendah untuk mempertahankan keseimbangan.
Pendekatan tersebut dinilainya sebagai cara efektif untuk mengimbangi nilai dolar yang terlalu tinggi dan ketidakadilan sistemik lainnya di luar negeri. Meski demikian dirinya tidak akan mengusulkan agar Kongres mengimplementasikannya dengan segera. Hal ini harus dilakukan dengan hati-hati dalam jangka waktu tertentu.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup bearish dengan real body hitam yang panjang dan ditutup di zona tengah antara FR 50% Daily 2630.91 dan FR 61.8% Daily 2593.36. Harga juga berada cukup dekat dengan zona trendline support daily 2602.85. Area ini kemungkinan akan menjadi support yang relatif kuat untuk beberapa waktu ke depan. Potensi penurunan masih membayangi, tapi demand kemungkinan akan mendorong rebound mengingat posisi dari harga menciptakan higher low (HL) sementara rsi menciptakan lower low (LL) sehingga potensi rebound bisa didukung oleh bullish divergence.
Secara teknis, area antara FR 50%-61.8% dikenal sebagai “Golden Area”, di mana penurunan tertahan kemudian bertahap terjadi rebound/naik. Maka selama harga tidak tembus FR 61.8%, tren utama akan tetap bullish, dan penurunan hanya dianggap koreksi turun. Secara umum menunjukkan penurunan yang kemungkinan mulai terbatas.

Di H4 menunjukkan penurunan tadi malam mencapai area yang sesuai dengan ekspektasi kami. Artinya bahwa penurunan dalam wave 5 dari Elliott Wave kemungkinan sudah selesai mengingat level terendah sentuh 2610.65, sementara area support orange yang kami tandai sebagai “potensi stronger demand area” berada di 2600-2610, cukup dekat dari low yang disentuh tadi malam.
Dengan asumsi wave 5 selesai dan memenuhi target kami, maka peluang berikutnya adalah skenario untuk mulai rebound bertahap dalam wave ABC (cek pada gambar). Didukung juga oleh kondisi rsi yang mulai oversold sehingga kami melihat peluang kenaikan seharusnya bisa mulai sejak sentuh 2610 tadi malam, dan berlanjut di hari ini. Dengan catatan pullback atau retest support masih memungkinkan, tapi penurunan tetap terbatas sebelum akhirnya mulai wave A-B-C.
Jika perhitungan benar, maka kenaikan kemungkinan bisa mulai menguji area 2634 (FR 23.6% H4), atau lebih tinggi di 2648.74 (FR 38.2% H4). Sebaliknya, kenaikan akan gagal atau tertunda jika support psikologis 2600 ditembus.
Ada kemungkinan rebound hari ini cenderung mulai mengantisipasi data inflasi CPI AS besok malam yang diperkirakan turun atau cenderung sideways. Jika ya, maka hal tersebut akan mendukung untuk skenario wave ABC tersebut.

Per jam 10.25 WIB, harga berada di 2622.73, dengan high di 2627.07 dan low 2619.18. Secara teori, pergerakan diharapkan mulai mendorong naik dan menjauhi support psikologis 2600-2610. Ini berarti sesuai skenario Elliott wave di H4, maka ekspektasi kami cenderung melihat peluang untuk terjadinya kenaikan kembali secara bertahap dalam alur A-B-C dengan resistance terdekat berada di 2634.18 (FR 23.6%).
Jika resistance tersebut ditembus, maka kenaikan berikutnya melirik area resistance 2648.74 (FR 38.2%) atau bahkan lebih tinggi. Namun mengingat data CPI AS baru akan dirilis besok malam, dan malam ini cenderung minim data ekonomi, maka kenaikan tersebut kemungkinan masih relatif terbatas di kisaran FR 38.2%-23.6% tersebut.
Di sisi negatif, ancaman penurunan juga masih bisa terjadi. Dan switch strategi menjadi SELL hanya akan lebih kuat jika terjadi penurunan atau penembusan support psikologis 2600. Selama zona ini tidak ditembus, maka swing low adalah kesempatan untuk mulai mengincar buy kembali, dengan asumsi bahwa data CPI AS besok malam cenderung stabil atau lebih rendah dari ekspektasi.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi BUY dekat support
Entry: 2612.00 – 2614.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward : 2626.00 ($12 - $14)
(follow/pertahankan BUY jika tembus 2634.00,
Target terdekat 2640, terjauh 2652, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2606.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 2604.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi SELL jika support 2 ditembus
Entry : 2596.00 – 2598.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2584.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2604.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 2604)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!



