logo agrodana futures official
Buka Akun


Dolar berlanjut menguat tajam terhadap mata uang lainnya masih dengan ekspektasi akan program kerja dari Donald Trump yang berhasil memenangkan pemilu di AS untuk kedua kalinya pada pekan lalu. Diperkirakan kebijakan yang pertama kali akan dijalankan oleh Trump setelah pelantikan pada Januari mendatang adalah menaikkan tarif impor seiring dengan penyebutan nama Robert Lighthizer dalam daftar yang akan dipanggil untuk menjabat menteri dalam kabinet yang akan dibentuk Trump. Lighthizer adalah Menteri Perdagangan di masa pemerintahan Trump sebelumnya yang dikenal sangat tegas dalam menghambat masuknya produk-produk impor. Meskipun belum dapat dipastikan apakah Lighthizer akan kembali menduduki jabatan yang sama pada kabinet mendatang. Kebijakan yang akan diambil tersebut mendapat sebutan Trump 2.0 termasuk dengan rencana pengurangan pajak dan perubahan peraturan yang lebih mudah serta memperketat imigrasi di perbatasan. Peluang kebijakan tersebut terealisasi semakin besar setelah Partai Republik berhasil mendapatkan kembali kursi mayoritas di Senat AS dan juga masih unggul di DPR AS yang sudah mengantongi 214 suara dari 218 suara untuk memenangkan pemungutan suara dibandingkan dengan Partai Demokrat yang tertinggal jauh dengan 204 suara. Kebijakan-kebijakan tersebut memang akan mendorong pertumbuhan ekonomi namun di sisi lain juga akan berpotensi kembali mengangkat naik inflasi. Sehingga dapat membuat Fed menunda rencana pemangkasan suku bunga acuan yang lebih agresif seperti sebelumnya. Ekspektasi akan langkah Fed selanjutnya masih akan memangkas suku bunga acuan pada pertemuan moneter FOMC di bulan Desember mendatang sebanyak 25 bps dengan peluang tersebut semakin menyusut dengan hanya 65% dari sebelumnya yang mencapai 80% sebelum pilpres pekan lalu. Kemenangan Trump sendiri disambut baik dengan menguatnya mata uang dolar dan juga bitcoin yang kembali mencapai rekor tertinggi karena Trump merupakan pendukung mata uang digital. Hari ini tidk ada data penting, hanya pidato dari sejumlah pejabat Fed termasuk Gubernur Fed - Christopher Waller, Thomas Barkin dan juga Neel Kashkari.

Yen sempat melemah seiring dengan penguatan mata uang dolar hingga mendekati level 158 yang digadangkan merupakan level dimana Bank Sentral Jepang dikabarkan siap untuk melakukan intervensi. Dalam nota pertemuan moneter BOJ di bulan lalu menunjukkan sejumlah pejabat BOJ masih belum yakin untuk kembali menaikkan suku bunga pinjman dengan menyebutkan masih adanya keetidakpastian domestik dan juga global. Sementara itu Perdana Menteri - Shigeru Ishiba akan meneruskan jabatannya setelah memenangkan voting suara di parlemen Jepang yang diadakan kemarin. Ishiba mendapatkan 221 suara melampaui suara pesaingnya Yoshihiko Noda yang hanya mendapatkan 160 suara dan 84 suara tidak sah. Dengan Ishiba masih menjabat akan mempersempit ruang gerak BOJ yang berencana untuk kembali menaikkan suku bunga acuan.

Euro terus melemah terhadap dolar hingga level terendah dalam 7 bulan terakhir seiring dengan kekhawatiran yang muncul akibat kenaikan tarif impor yang akan dijalankan pemerintahan Trump mendatang. Kenaikan tarif impor ini akan memberikan dampak negatif terhadap ekonomi di Uni Eropa. Sementara gejolak politik di Jerman yang masih belum menemukan titik temu membuat kekhawatiran investor asing sehingga mengurangi asetnya dalam denominasi mata uang Eropa ini. Hari ini akan dirilis data inflasi CPI di Jerman dan Sentimen Ekonomi dari ZEW.

Poundsterling juga masih cenderung melemah seiring dengan penguatan mata uang dolar. Hari ini akan dirilis data dari sektor tenaga kerja yang akan memberikan pandangan langkah moneter apa yang akan diambil oleh Bank Sentral Inggris (BOE) lebih lanjut setelah beberapa waktu lalu memutuskan untuk memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps untuk kedua kalinya. Sama seperti Uni Eropa, Inggris juga akan terdampak oleh kenaikan tarif impor AS yang akan diberlakukan setelah Trump dilantik menjadi Presiden AS secara resmi di bulan Januari mendatang.

Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial

CHART TECHNICAL ANALYSIS EURUSD

slide13

slide14

Suggest : SELL on Rally
Area : 1.07000 – 1.07200
Target : 1) 1.06400 2) 1.05800
SL : 1.07800

Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.06000
Switch to BUY jika tembus 1.08200

CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD

slide15

slide16

Suggest : SELL on Rally
Area : 1.29000 – 1.29200
Target : 1) 1.28400 2) 1.27800
SL : 1.29800

Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.28400
Switch to BUY jika tembus 1.30300

CHART TECHNICAL ANALYSIS  USDJPY

slide17

slide18

Suggest : SELL on Rally
Area : 154.000 – 154.200
Target : 1) 153.400 2) 152.800
SL : 154.800

Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 154.800
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 153.000

CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD (XAUUSD)

slide19

slide20

slide21

Suggest : BUY on Dip
Area : 2612.00 – 2614.00
Target : 1) 2620.00 2) 2626.00
SL : 2606(ideal 3-5 points di bawah 2604.00)

Alternatif :
Potential Strong Demand Area : 2600-2610 .> disentuh tadi malam 2610
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2634 (FR 23.6% H1)
Switch to SELL jika tembus 2600


Dolar menguat tajam terhadap mata uang lainnya setelah Fed memtuskan memangkas suku bunga acuannya lagi dan fokus pasar kembali kepada euforia pilpres dan juga stimulus ekonomi pemerintah China. Prospek pertumbuhan ekonomi dibahwa kepemimpinan Trump diharapkan akan mampu mendongkrak ekonomi lebih jauh. Dengan rencana pengurangan pajak dan peraturan-peraturan yang lebih memudahkan industri di AS termasuk dengan menaikkan tarif impor produk asing menjadi harapan akan peningkatan pertumbuhan ekonomi setelah Trump menjabat menjadi presiden di bulan Januari nanti. Selain kemenangan presiden, Partai Republik juga mendapat mayoritas kursi di Senat dan sementara masih memimpin dalam pemilihan anggota DPR AS. Komposisi ini sudah cukup untuk memudahkan diloloskannya program-program kerja yang direncanakan tersebut diatas. Sementara itu stimullus ekonomi yang dikeluarkan oleh pemerintah China jumat lalu dinilai pasar sedikit mengecewakan karena dibahwa ekspektasi meskipun pagi ini dikonfirmasi bahwa stimulus tersebut hanya untuk mendanai pemerintah daerah yang kesulitan likuiditas. Sedangkan stimulus untuk meningkatkan permintaan domestik baru akan diluncurkan setelah pelantikan Trump di bulan Januari mendatang sekaligus mengantisipasi kenaikan tarif impor yang akan dikenakan pada produk-produk China yang akan ekspor ke AS nantinya. Hari ini US Market tutup libur merayakan hari Veteran dan pekan ini akan dirilis data penting berupa data inflasi CPI di hari Rabu dan Retail Sales yang dapat memberikan gambaran arah inflasi dan daya beli konsumen di AS saat ini. Selain itu Ketua Fed - Jerome Powell juga dijadwalkan akan memberikan pidato pada hari Jumat dini hari.

Yen menguat terhadap mata uang dolar menjelang voting anggota parlemen Jepang untuk menentukan apakah Perdan Menteri Jepang saat ini Shigeru Ishiba akan berlanjut menjabat ataukan akan diganti. Sebelumnya Ishigeru menjadi Perdana Menteri setelah mengadakan pemilihan cepat dan memenangkan kontestasi di internal Partai Liberal Demokratik (LDP). Sementara dalam pemilu lalu Partai LDP sudah kehilangan mayoritas dan belum ada khabar sudah membentuk koalisi baru. Ketidakpastian politik dan prospek Bank Sentral Jepang (BOJ) untuk menaikkan suku bunga dalam waktu dekat ini diperkirakan akan membuat mata uang yen kembali melemah.

Euro terkoreksi cukup tajam seiring dengan kembali menguatnya mata uang dolar. Dengan kebijakan kenaikan tarif impor Trump, industri di Uni Eropa juga kan terdampak negatif seiring dengan semakin tingginya harga jual produk setelah di kenakan kenaikan tarif impor tersebut sehingga mengurangi daya tarik produk tersebut. Selain itu isu politik di Jerman juga mulai dirasakan setelah Kansellir Jerman - Olaf Scholz berbeda pendapat dengan yang berakhir dengan pemberhentian Menteri Keuangan - Christian Lindner. Keptutusan tersbut berpotensi akan memecah koalisi 3 partai dan berpeluang akan mempercepat pemilu. Scholtz bersedia mengadakan voting untuk mendapatkan kepercayaan terhadap kepemimpinanya sebelum malam natal yang akan datang. Hal ini bisa menjadi bumerang jika hasil voting tersebut berlawanan dengan yang diharapkan. Dan memicu pemilu lebih awal untuk menggantikan posisi Scholtz. Pekan ini fundamental ekonomi di Uni Eropa yang penting yaitu CPI di Jerman, Sentimen Ekonomi dari ZEW dihari Selasa dan Flash GDP di hari Kamis. Presiden ECB - Chritirn Lagarde juga dijadwalkan akan memberikan pidato pada hari Jumat dini hari.

Poundsterling juga ikut melemah seiring dengan penguatan mata uang dolar ditambah dengan rencana Bank Sentral Inggris (BOE) untuk lebih lanjut mengatakan pemangkasan berikutnya akan dilakukan secara bertahap setelah pekan lalu memutuskan untuk memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps untuk kedua kalinya. Dengan rencana anggaran yang baru beberapa waktu lalu masih menyimpan potensi tertahannya angka inflasi. Pekan ini akan dirilsi sejumlah data penting di Inggris yaitu data sektor tenaga kerja berupa klaim pengangguran Claimant Count dan data pertumbuhan ekonomi GDP yang akan dirilis pada hari Jumat nanti. Gubernur BOE - Andrew Bailey juga dijadwalkan akan memberikan pidato pada hari Jumat dini hari.

Cek info lain di
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial

Gold (Emas)

Penggerak Pasar

Secara umum dolar menunjukkan koreksi turun menutup beberapa poin kenaikan fantastis saat Trump dinyatakan sebagai pemenang dari pemilu 2024. Imbal hasil Treasury juga turun cukup tajam, mendukung penurunan dolar AS. 

Data jobless claims AS dirilis sesuai ekspektasi, 221K, naik dibanding minggu sebelumnya 218K. Dolar sedikit mendapat tekanan saat data dirilis. Hal paling utama adalah saat pengumuman suku bunga Fed yang sesuai ekspektasi.

Emas naik sejak sesi Asia dimulai, hingga malam hari jelang keputusan suku bunga Fed. Bahkan saat Fed memutuskan memangkas suku bunga 25 bps, emas sempat koreksi kembali ke zona 2680an karena sudah mengantisipasi pemangkasan tersebut. Dan berbalik naik kembali saat Powell mulai memberi pernyataan, dan berlanjut dengan sesi tanya jawab. Pernyataan Powell dianggap pasar sebagai pernyataan dovish sehingga emas dengan mudah mempertahankan kenaikannya di sesi hari itu.

Powell Tetap Dovish

Ketua Fed Jerome Powell menekankan komitmen Fed untuk mencapai lapangan kerja maksimum dan stabilitas harga. Powell mengakui badai dan aksi mogok baru-baru ini mempengaruhi data pekerjaan di bulan November, sementara pertumbuhan upah sudah turun dan pengangguran tetap rendah. Kondisi pasar tenaga kerja saat ini tidak seketat sebelum pandemi sehingga berhasil mengurangi inflasi. 

Beberapa poin yang disampaikan Fed dalam press conference dan sesi tanya jawab :

  1. Tentang terpilihnya Trump, hasil pilpres tidak mempengaruhi kebijakan moneter dalam waktu dekat dan bank sentral belum akan menyesuaikan proyeksi mereka tentang suku bunga sampai kebijakan Pemerintahan Trump disahkan secara hukum atau jadi Undang-undang yang berlaku, dan bank akan menilai dari dampak yang terjadi setelah itu.
  2. Bank sentral tetap terbuka untuk pemangkasan suku bunga Desember ataupun setelahnya (2025). Bank memiliki waktu yang cukup untuk menurunkan suku bunga.
  3. Laju pemangkasan suku bunga bisa lebih cepat (agresif, di atas 25 bps) jika pasar tenaga kerja mendingin lebih cepat dari perkiraan, dan juga bisa mulai melambat jika suku bunga sudah mendekati ‘netral’. Namun, bank belum memutuskan apapun tentang suku bunga netral yang dimaksud.
  4. Powell tidak akan mundur/resign dari jabatannya sampai masa jabatan tersebut selesai Mei 2026. Hal ini menjawab pertanyaan tentang posisi Powell saat Trump resmi dilantik. Powell mengatakan bahwa Presiden tidak memiliki kekuatan untuk memecat atau memberhentikan gubernur bank sentral.

Hal tersebut menjadikan investor tetap optimis dengan potensi pemangkasan suku bunga Fed berikutnya dan mendorong emas kembali ke zona 2700-an.

JPMorgan Lihat Peluang Kenaikan Tetap Terbuka

Di sisi lain, JP Morgan masih melihat peluang kenaikan emas berlanjut di 2025. Ada beberapa faktor penyebab, seperti diberlakukannya tarif impor terhadap semua barang yang masuk ke AS, ketegangan geopolitik yang kemungkinan masih ada, dan kebijakan fiskal ekspansif. 

Bagi JPMorgan penurunan saat perhitungan cepat hasil pemilu kemarin adalah profit taking dari kenaikan yang tinggi sejak Agustus-Oktober. 

Faktor lain yang memperkuat alasan kenaikan adalah pembelian bank sentral. Meskipun bank sentral China terhenti di bulan April, JPMorgan memperkirakan isu tarif dan geopolitik akan terus mendorong diversifikasi oleh bank sentral, termasuk China. Permintaan investor ritel dan ETF juga tetap tinggi dan diperkirakan berlanjut di 2025.

Dan jika Komite Tetap NPC China meluncurkan stimulus fiskal sesuai janjinya, maka peluang pemulihan ekonomi China bisa mendorong permintaan emas dari China kembali naik. NPC diharapkan memberikan rincian dari hasil pertemuan 4-8 November dalam waktu dekat.

Fokus Malam ini

Malam ini investor hanya akan mencermati data Michigan consumer sentiment di jam 22.00 WIB. Data diperkirakan naik tipis dari 70.5 menjadi 71.0. Jika data dirilis lebih baik dari ekspektasi, maka emas berpeluang kembali turun. Sebaliknya, data yang lemah akan membuat emas berpeluang kembali di jalur kenaikan.

Michelle Bowman dari Fed juga akan memberikan pernyataannya di jam 23.00 WIB. Pernyataan yang dovish seperti halnya Powell tadi malam akan membuat emas berpeluang ditutup positif. Sebaliknya, akan berpeluang turun jika pernyataan Bowman cenderung less dovish atau mengarah ke hawkish. 

Minggu depan investor akan kembali fokus dengan data inflasi AS.

Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah! 

gold nano 1200x700 kv

Analisis Teknikal Gold

Candlestick daily ditutup bullish dengan real body putih yang panjangnya lebih dari setengah candle hitam panjang sehari sebelumnya sehingga pola 2 candle terakhir bisa dianggap sebagai piercing line atau piercing pattern. Hal tersebut mengindikasikan peluang bullish yang juga didukung dengan potensi bullish divergence. 

Secara teknis, penurunan tertahan di atas FR 50% Daily 2630.91 dan di bawah FR 38.2% Daily 2668.47, low tercatat di 2643.42 sehingga ketiganya menjadi area support yang wajib dicermati hari ini. Sementara resistance akan berada di FR 23.6% Daily 2714.93 dan juga 2749.66 (high 6 Nov 2024). Bullish butuh dukungan untuk tutup di atas 2714 sehingga tren naik kembali dominan.

slide20

Di H4, bullish kembali memiliki kesempatan setelah harga dengan cepat naik ke level 2700an kembali dan bahkan di sesi Asia sempat sentuh 2710. Namun untuk menjadikannya kembali dominan, maka emas harus kembali tembus FR 61.8% H4 2712.50 atau di atas zona resistance orange area 2710-2715. Jika memenuhi syarat, maka kenaikan berpotensi lanjut ke zona resistance berikutnya 2728-2730 atau lebih tinggi.

Sebaliknya, waspadai jika ternyata kenaikan belum cukup kuat tembus di ats 2710-2715! Hal ini berpotensi menekan kembali harga hingga di bawah support 2689 (FR 38.2% H4). Penurunan juga akan kembali dominan jika harga tembus di bawah FR 0% 2652.45. Skenario bearish lebih kuat saat FR 0% ditembus, dan peluang penurunan berlanjut menguji low 2638-2643 atau bahkan jauh lebih rendah 2600-2610.

Skenario bullish memiliki beberapa opsi peluang :

  1. Tembus FR 61.8% 2712.50
  2. Retest support 2652 (FR 0%), tertahan di zona tersebut dan rebound sebagai double bottom, atau
  3. Turun dan tertahan di zona 2600-2610 (potensi stronger demand area

Dengan demikian strategi alternatif jika strategi buy pertama gagal (sentuh SL), maka zona alternatif poin 2 ataupun 3 bisa dipertimbangkan.

slide21

Per jam 10.00 WIB, harga berada di 2698.10, dengan high di 2710.36 dan low 2695.14. Rebound sejak sesi perdagangan kemarin hingga sesi Asia pagi ini tertahan di 2710, zona FR 61.8% H1 2709.08. Hal ini berarti tekanan turun belum hilang sepenuhnya, dan kenaikan yang cenderung masih tertahan. 

Secara teknis, bullish akan konfirm jika FR 61.8% ditembus. Dan akan jauh lebih kuat jika mampu tembus trendline resistance 2723-2725. Jika memenuhi syarat, maka Anda bisa pertahankan posisi BUY. Namun, idealnya koreksi diharapkan lebih dulu, dengan potensi terdekat support H1 di kisaran FR 38.2% 2684.

Sebaliknya, harga cenderung lanjut turun jika tembus di bawah 2675, sehingga jangka pendek Anda bisa switch strategi menjadi SELL saat terjadi penembusan support, dengan potensi target terdekat 2655 atau terjauh 2638-2643. 

Dan peluang kenaikan berpotensi kembali muncul jika zona 2638-2643 tidak ditembus, sehingga bisa pertimbangkan kembali sebagai zona buy yang lebih baik dan lower risk.

Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4! 

Trading Strategy: 
Opsi BUY dekat Support 1
Entry: 2686.00 – 2688.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward :  2700.00 ($12 - $14) 
(follow/pertahankan BUY jika tembus 2712.50,
Target terdekat 2720, terjauh 2732, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2680.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 2680.00)
Risk Reward: 1: 2 

Opsi SELL jika Support 2 ditembus
Entry : 2675.00 – 2677.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2663.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2683.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 2683)
Risk Reward: 1: 2

Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!


Dolar mengalami koreksi terhadap mata uang lainnya oleh aksi profit taking setelah Federal Reserve memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps sesuai perkiraan dan mengabaikan kemenangan Trump yang akan menjadi presiden AS berikutnya. Dalam pertemuan moneter FOMC semalam, Fed memutuskan untuk kembali memangkas suku bunga acuan seiring dengan sektor tenaga kerja yang melambat dan angka inflasi yang semakin mendekati target 2% Fed. Ketua Fed - Jerome Powell dalam konferensi pers juga menegaskan bahwa Fed tetap terbuka untuk kemungkinan terus melanjutkan pemangkasan suku bunga acuan di bulan Desember hingga tahun 2025 yang akan datang. Bahkan jika kondisi sektor tenaga kerja berlanjut melemah, maka Fed akan lebih agresif lagi dalam memangkas suku bunga acuannya. Powell menambahkan hasil pemilu tidak akan merubah kebijakan moneter jangka pendek Fed dan tidak akan berspekulasi akan dampak kebijakan fiskal nantinya. Komentar tersebut berlawanan dengan ekspektasi pasar yang memperkirakan Fed akan melakukan jeda pemangkasan seiring dengan kembalinya Trump yang berpotensi menaikkan angka inflasi dengan program kerjanya. Pelaku pasar memperkirakan Fed akan kembali memangkas suku bunga acuan pada pertemuan moneter di bulan Desember mendatang dengan peluang mencapai 75% lebih tinggi dari sebelumnya yang hanya 69% menurut CME Group's Fed Watch Tool. Trump meraih kemenangan kemarin dengan mendapatkan 294 dari 270 electoral vote yang dibutuhkan untuk memenangkan pemilu mengalahkan Kamala Harris. Selain itu Partai Republik juga mendapat kursi mayoritas di Senat sedangkan di DPR untuk sementara waktu juga masih memimpin dalam perolehan kursi. Komposisi ini ideal untuk mempermudah program kerja dan kebijakan ekonomi yang akan diambil oleh Trump sebagai presiden nanti setelah dilantik pada bulan Januari mendatang. Trump dalam kampanye lalu menjanjikan akan memperketat aturan imigrasi, mengurangi pajak dan juga menaikkan tarif impor serta melonggarkan aturan bisnis yang tidak hanya akan mempercepat pertumbuhan ekonomi namun juga berpotensi menaikkan kembali angka inflasi. Dengan demikian ekspektasi pasar bahwa Fed akan mulai menahan pemangkasan suku bunga seperti yang disebut di atas. Malam ini akan dirilis hasil survey dari University of Michigan perihal Sentimen Konsumen dan Ekspektasi Inflasi.

Yen kembali menguat seiring dengan koreksi mata uang dolar. Kemenangan Trump dalam pemilu di AS dalam jangka panjang akan membuat inflasi meningkat tidak hanya domestik namun juga secara global. Kebijakan ekonomi dan fiskal yang akan dikerjakan oleh Trump juga cenderung memperkuat daya tarik mata uang dolar. Sehingga hal ini semakin memberi tekanan bagi Bank Sentral Jepang (BOJ) untuk menaikkan suku bunga dalam waktu dekat ini untuk mencegah mata uang Yen kembali melemah hingga level terendah dalam 3 dekade terakhir seperti sebelumnya.

Euro juga menguat terhadap dolar mengabaikan krisis politik yang memanas di Jerman. Pasar menilai langkah Kanselir Jerman - Olaf Scholz memecat Menteri Keuangan - Christian Lindner berpotensi akan memecah koalisi 3 partai dan berpeluang akan mempercepat pemilu. Namun hal ini dianggap positif karena diharapkan dan dipercaya akan membawa kondisi pemerintahan yang lebih stabil dan kebijakan fiskal yang lebih pro aktif.

Poundsterling juga menguat terhadap mata uang dolar setelah Bank Sentral Inggris (BOE) sesuai perkiraan memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps dengan menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi dan turunnya inflasi lebih cepat dari yang diperkirakan sehingga perlu dilakukan pelonggaran. BOE lebih lanjut mengatakan pemangkasan berikutnya akan dilakukan secara bertahap seiring dengan potensi tertahannya inflasi oleh rencana anggaran baru yang diumumkan pemerintah Inggris pekan lalu. Seperti juga BOE, Bank Sentral Swedia (Riksbank) memangkas suku bunga acuan sebanyak 50 bps sesuai perkiraan dan Bank Sentral Norwegia (Norges Bank) tetap mempertahankan suku bunga acuan saat ini yang juga sesuai perkiraan.

Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial

CHART TECHNICAL ANALYSIS EURUSD

slide13

slide14

Suggest : BUY on Dip
Area : 1.07200 – 1.07400
Target : 1) 1.08000 2) 1.08200
SL : 1.06600

Alternatif :
Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.08400
Switch to SELL jika tembus 1.06600

CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD

slide15

slide16

Suggest : BUY on Dip
Area : 1.29300 – 1.29500
Target : 1) 1.30100 2) 1.30700
SL : 1.28700

Alternatif :
Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.30300
Switch to SELL jika tembus 1.28300

CHART TECHNICAL ANALYSIS  USDJPY

slide17

slide18

Suggest : SELL on Rally
Area : 153.400 – 153.600
Target : 1) 152.800 2) 152.200
SL : 154.200

Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 154.300
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 152.800

CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD (XAUUSD)

slide19

slide20

slide21

Suggest : BUY on Dip
Area : 2686.00 – 2688.00
Target : 1) 2694.00 2) 2700.00
SL : 2680 (ideal 3-5 points di bawah 2680.00)

Alternatif :
Potential Strong Demand Area : 2643-2648
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2710/2712 (FR 61.8% H1)
Switch to SELL jika tembus 2675

Masih ragu dan memiliki pertanyaan lainnya ?

Kantor Pusat
Menara Batavia Lt. 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126,
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Berlangganan Newsletter Agrodana:
Ikuti Kami
facebook agrodanayoutube agrodanainstagram agrodana
agrodana iosagrodana android
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan
/ Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Ikuti Kami
alt=""alt=""alt=""
Kantor Pusat
Menara Batavia Lt 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126, Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Email:  [email protected]Whatsapp: +6281-988-3777
Berlangganan Newsletter Agrodana :
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan / Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Whatsapp Non Klien
crossmenuchevron-down