Dolar menguat terhadap mata uang lain terutama terhadap mata uang Yen yang terus melemah paska hilangnya mayoritas partai LDP di bawah pimpinan Perdana Menteri - Shigeru Ishiba. Sementara fundamental ekonomi di AS yang relatif masih solid dan juga adanya peluang kembali terpilihnya Donald Trump dalam pemilu yang tinggal beberapa hari lagi menjadi sentimen positif untuk dolar. Selain itu permintaan akan mata uang dolar juga meningkat menjelang laporan keuangan beberapa emiten saham blue chip di bursa New York pekan ini. Diantaranya Alphabet yang menjadi induk Google, Meta yang menjadi induk Facebook, Raksasa software Microsoft, Apple dan Amazon menjadi daya tarik tersendiri. Selain itu sejumlah data di sektor tenaga kerja yang akan dirilis sepanjang pekan ini juga diharapkan akan semakin memperkuat argumen bahwa Fed hanya akan melonggarkan kebijakan moneter secara moderat. Sehingga perbandingan suku bunga acuan di AS masih lebih tinggi dibandingkan di wilayah negara lainnya yang terus gencar menurunkan suku bunga acuannya. Hari ini akan dirilis data tersedianya lowongan kerja dari JOLTS dan data Kepercayaan Konsumen.
Yen berlanjut melemah terhadap dolar paska pemilu parlemen Jepang di akhir pekan lalu. Dimana Partai Liberal Demokratik (LDP) kehilangan mayoritas untuk pertama kali dalam sejarah sejak perang dunia lalu. Dengan hilangnya mayoritas ini dikhawatirkan akan menimbulkan ketidakpsatian politik dan juga ketidakpastian kebijakan moneter. Kecuali LDP segera membentuk koalisai baru sehingga dapat mengamankan kembali posisi mayoritasnya. Meskipun sepertinya sulit karena harus melakukan kompromi dan kesepakatan politik yang kemungkinan tidak sepenuhnya sejalan dengan kebijakan partai. Dan dipastikan akan menjadi kendala bagi Bank Sentral Jepang (BOJ) untuk dapat dengan leluasa menjalankan mandat dengan rencana kenaikan suku bunga acuan dalam waktu dekat ini. BOJ dijadwalkan akan mengadakan pertemuan moneter di hari Kamis nanti. Sementara data tingkat pengangguran di Jepang sedikit membaik yaitu turun menjadi 2.4% yang lebih baik dari perkiraan stabil sama seperti periode sebelumnya 2.5%.
Euro sedikit terangkat terhadap dolar meski secara umum masih cenderung turun karena prospek langkah moneter Bank Sentral Eropa (ECB) masih akan melanjutkan pemangkasan suku bunga acuannya. Keyakinan bahwa target inflasi 2% akan dapat dicapai pada tahun depan, membuat ECB harus menyeimbangkan suku bunga agar kembali ke kondisi netral. Terlebih dengan peluang Trump kembali naik menjadi presiden yang akan berakibat buruk pada perekonomian di Uni Eropa dengan kenaikan tarif impor dalam perang dagang nantinya. Hari ini ada data Kepercayaan Konsumen dari GFK.
Poundsterling juga masih cenderung melemah terhadap dolar seiring dengan fundamental ekonomi yang tidak baik. Data Realized Sales dari CBI mengalami penurunan cukup tajam dari +4 menjadi -6 walau tidak seburuk perkiraan turun hingga -9. Data ini menunjukkan melemahnya sektor ritel karena mulai berkurangnya daya beli rakyat Inggris. Pasar masih menunggu rencana anggaran pertama kali dari Menteri Keuangan yang baru - Rachel Reeves yang dijadwalkan pada hari Rabu nanti. Perubahan dalam struktur anggaran akan berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi di Inggris ke depannya dan berpeluang menghalangi langkah Bank Sentral Inggris (BOE) untuk kembali memangkas suku bunga acuannya. Hari ini tidak ada data ekonomi penting yang akan dirilis.
Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.08300 – 1.08500
Target : 1) 1.07700 2) 1.07100
SL : 1.09100
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.07600
Switch to BUY jika tembus 1.09200
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.29800 – 1.30000
Target : 1) 1.29200 2) 1.28600
SL : 1.30600
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.29000
Switch to BUY jika tembus 1.30600
Suggest : BUY on Dip
Area : 152.500 – 152.700
Target : 1) 153.300 2) 153.900
SL : 151.900
Alternatif :
Switch to SELL jika tembus 151.800
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 153.950
Suggest : BUY on Dip
Area : 2738.00 – 2740.00
Target : 1) 2746 2) 2752.00
SL : 2732.00 (ideal 3-5 points di bawah 2732.00)
Alternatif :
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2758
Switch to SELL jika tembus 2725 atau jika kenaikan gagal tembus 2758
Sampai hari Jumat tidak ada katalis yang mengubah sentimen sehingga dolar tetap kuat dan imbal hasil Treasury yang juga naik. Hal ini dipicu oleh ketidakpastian seputar pemilu AS yang semakin dekat dan juga geopolitik memasuki akhir pekan kemarin. Jajak pendapat sejauh ini masih menunjukkan dukungan yang ketat antara Trump dan Harris. Ketidakpastian membuat emas cenderung dilirik sebagai safe haven sehingga emas tetap naik di tengah penguatan dolar AS.
Ketidakpastian juga menaungi Jepang setelah partai yang berkuasa LDP kehilangan suara mayoritasnya dalam pemilu akhir pekan kemarin. Ketidakstabilan politik di Jepang saat ini menambah unsur ketidakpastian di pasar.
Seperti yang diulas di hari Jumat baik di artikel maupun live streaming di channel youtube @AgrodanaFuturesOfficial bahwa market akan memasuki fase krusial di 2 minggu ke depan secara beruntun. Dimulai di minggu ini jelang akhir bulan Oktober dan juga memasuki awal November, hingga minggu depan pasca FOMC Meeting.
Minggu ini pasar dikejutkan dengan kehilangan suara mayoritas partai LDP di parlemen. Meskipun LDP tetap sebagai partai pemenang, tapi perolehan suaranya tidak memenuhi syarat untuk memerintah sendirian. Dibutuhkan 233 kursi, sementara perolehan setelah voting kemarin menunjukkan angka 205 sehingga LDP bersama Komeito perlu meyakinkan partai kecil untuk ikut mendukung pemerintah. Ketidakstabilan politik membayangi Jepang beberapa ke depan.
BOJ akan melakukan pertemuan di minggu ini dan diperkirakan suku bunga akan tetap. Pasar akan mencari petunjuk apa yang akan dilakukan BOJ di tahun ini dan rencana kenaikan suku bunga berikutnya. Kemungkinan dengan ketidakstabilan politik akan menunda BOJ dari menaikkan suku bunga November sehingga pasar akan mencari petunjuk untuk Desember.
Data ekonomi AS akan berkisar pada laporan pekerjaan. Dimulai dengan angka JOLTS job openings, ISM, ADP, GDP, inflasi PCE hingga ditutup oleh NFP di hari Jumat. Semua itu akan sensitif untuk melihat peluang penurunan suku bunga Fed di FOMC 7 November mendatang. Laporan yang solid akan membuat pasar menghitung ulang tentang pemangkasan suku bunga Fed. Meski demikian pejabat Fed mayoritas masih mendukung untuk penurunan suku bunga November 25 bps, karena inflasi yang tetap dingin.
Pemilu AS 5 November dan FOMC Meeting 6-7 November sebagai pemuncak di 2 minggu berturut-turut yang diperkirakan krusial bagi pasar. Dengan raihan suara yang imbang antara kedua calon Presiden, saat ini pasar memperhitungkan potensi kemenangan Trump dan diwarnai dengan kekhawatiran tentang perang dagang yang bisa kembali terjadi, dan juga potensi berkurangnya penurunan suku bunga Fed ke depan. Namun independensi Fed dipertaruhkan. Meski demikian, Powell dan kawan-kawan tetap menekankan bahwa Fed hanya bertindak berdasarkan data ekonomi, bukan karena Politik.
Dan akhirnya Kongres Rakyat Nasional (NPC) China yang ditunggu-tunggu. Semula diperkirakan akan terjadi di akhir Oktober. Namun informasi terbaru menyebut bahwa NPC Meeting baru akan dilakukan 4-8 November sehingga banyak spekulasi yang beredar bahwa pengunduran jadwal tersebut berkaitan erat dengan pemilu di AS di mana China perlu mengantisipasi kemenangan Trump. Hal ini sangat sensitif dengan rencana stimulus fiskal yang diumumkan pemerintah China karena dikhawatirkan akan tidak cukup jika tidak memperhitungkan risiko perang dagang yang dipicu kemenangan Trump nantinya.

Tidak ada data ekonomi AS yang signifikan dirilis hari ini sehingga secara teknis zona support dan resistance akan relatif sama dengan sebelumnya. Namun secara fundamental, ketidakpastian pada pasar cenderung menjadi faktor penggerak utama market saat ini hingga terdekat besok malam saat data ekonomi AS mulai dirilis.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily kembali ditutup bullish meskipun harga sempat ditekan turun hingga kisaran 2717.01. Emas berbalik naik di malam hari dan sentuh level tertinggi 2744.96. Secara umum kita belum mendapatkan rekor baru, tapi rebound di malam hari menunjukkan kondisi emas yang masih cenderung bullish sehingga penurunan relatif terbatas.
Meski demikian strong bullish baru akan terlihat valid saat resistance 2758 yang juga sebagai all time high berhasil ditembus. Proyeksi selanjutnya semakin terbuka untuk bertahap tembus 2800-an. FE 100% Daily berada di 2809.83. Sementara support terdekat FE 61.8% 2729.48 dan terjauh 2708.61 (low 23 Okt 2024) akan menjadi zona support psikologis, sekaligus menentukan apakah profit taking berikutnya bisa lebih rendah dibanding 23 Okt yang lalu.Â

Di H4, pola penurunan dari correction wave ABC sebelumnya ternyata relatif terbatas, dengan penurunan wave C yang berada sedikit di atas wave A. Namun secara umum jika mengacu pada tren channel naik, maka uptrend memang masih cenderung lebih kuat. Penomoran untuk Elliott wave pada tren besar yang paling utama digambarkan dengan text warna biru, terlihat bahwa wave 5 (text biru) belum tercapai. Sementara text merah menggambarkan pola kenaikan 5 wave untuk wave terakhir yang belum terwujud tersebut.
Dengan kata lain, penurunan jangka pendek sebelumnya dianggap selesai, dan masih dalam bagian pola kenaikan yang utama. Dan ekspektasi berikutnya bertahap mendorong naik hingga kisaran 2783 atau bahkan 2800an sebagai target kenaikan.
Head & Shoulders yang sebelumnya terdeteksi gagal mendapatkan validasi setelah gagal tembus neckline support 2708-2710 dan justru rebound sejak 2717 hingga 2745.
Dengan minimnya data ekonomi, pasar masih diliputi ketidakpastian jelang pemilu AS, dan jelang FOMC Meeting minggu depan. Sementara minggu ini fokus menunggu data pekerjaan AS sehingga dorongan naik cenderung dominan.
Sebaliknya, bearish akan lebih kuat jika mampu tembus 2708 (low 23 Oktober 2024), dengan potensi koreksi terdekat 2698/2700 dan terjauh 2680-2683. Dengan ketidakpastian yang masih membayangi, maka penurunan ke zona tersebut relatif kecil untuk saat ini.

Per jam 10.00 WIB, harga berada di 2732.00, dengan high di 2740.14 dan low 2724.35. FR ditarik dari bottom 2672.34 ke puncak 2758.35 (FR 0%). Dan penurunan terjauh dalam 1 minggu terakhir tercatat tertahan di 2708 (23 Okt 2024), sedikit di bawah FR 50% H1 @2715.34. Sementara penurunan terakhir di hari Jumat tertahan di 2717, sedikit di atas FR 50%. Dan pagi ini penurunan sedikit tertahan di zona FR 38.2% 2725.49.
Dengan demikian uptrend cenderung masih dominan untuk saat ini, meskipun bullish akan jauh lebih kuat jika resistance FR 0% di 2758.35 berhasil ditembus. Kenaikan di atas FR 0% diperlukan untuk menunjukkan lanjutan tren naik. Sebaliknya, akan berubah turun lebih kuat jika FR 61.8% 2705.19 berhasil ditembus.
Strategi buy lebih dominan karena belum terjadi penembusan FR 61.8%, dan fundamental sejauh ini yang masih mendukung bullish (ketidakpastian seputar pemilu, ketidakpastian geopolitik, penurunan suku bunga Fed, stimulus China).
Sebaliknya, penurunan jangka pendek sebagai profit taking akan lebih kuat jika FR 61.8% ditembus, sehingga strategi sell lebih tepat jika dilakukan saat FR 61.8% 2705 konfirm ditembus.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:Â
Opsi BUY on Dip
Entry: 2722.00 – 2724.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward :Â 2736.00 ($12 - $14)Â
(follow/pertahankan BUY jika tembus 2736.00,
Target terdekat 2745, terjauh 2755, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2716.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 2714.00)
Risk Reward: 1: 2Â
Opsi BUY jika Support ditembus
Entry : 2704.00 – 2705.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2692.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2711.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 2712)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!
Dolar menguat terhadap mata uang lain seiring dengan fundamental ekonomi di AS yang masih solid membuat Fed tidak perlu terburu-buru kembali menurunkan suku bunga acuannya serta meningkatnya ekspektasi akan kemenangan Trump pada pemilu bulan depan. Data ekonomi yang dirilis Jumat pekan lalu relatif masih positif dimana Durable Goods Order meski menurun -0.8% tapi masih lebih baik dari perkiraan menurun hingga -1.1% dan data periode sebelumnya juga direvisi menurun dari 0.0% menjadi -0.8% sehingga dapat dikatakan kondisi saat ini masih stabil. Sedangkan data Core Durable Goods Order yang tidak menyertakan sektor transportasi meski mengalami penurunan dari 0.6% menjadi 0.4%, namun tidak seburuk perkiraan turun hingga -0.1%. Data lain berupa survey dari University of Michigan juga positif dengan indeks sentimen konsumen meningkat dari 68.9 menjadi 70.5 melampaui perkiraan hanya naik 69.2. Dan ekspektasi inflasi dari hasil survey yang sama mengalami penurunan dari 2.9% menjadi 2.7%. Sehari sebelumnya data dari sektor tenaga kerja juga cenderung positif sehingga menggambarkan kondisi ekonomi di AS relatif masih stabil. Sehingga Fed tidak perlu lagi memangkas suku bunga jumbo seperti sebelumnya, bahkan masih bisa mempertahankan suku bunga acuan saat ini untuk beberapa waktu lagi. Ekspekasi akan langkah Fed pada pertemuan moneter FOMC berikutnya di bulan November mendatang diperkirakan akan memangkas hanya 25 bps sebanyak 95.6% dan sisanya 4.4% Fed akan tetap mempertahankan suku bunga saat ini menurut CME's FedWatch Tool. Sementara itu hasil polling pemilihan presiden AS yang dijadwalkan pada 5 November mendatang menunjukkan Donald Trump berhasil menyusul perolehan suara Kamala Harris setelah beberapa pekan sebelumnya selalu tertinggal. Hal ini membuat eskpektasi akan kembalinya Trump ikut meningkat yang disambut positif oleh pasar seiring dengan kampanyenya yang menjanjikan insentif pajak berupa pengurangan pajak yang berarti akan meningkatkan margin profit untuk perusahaan. Pekan ini fokus pasar akan tertuju pada data-data di sektor tenaga kerja mulai dari data dari JOLTS, ADP, Challenger hingga data terpenting yaitu Non-Farm Payroll (NFP) yang akan dirilis pada hari Jumat nanti. Selain itu juga ada data pertumbuhan ekonomi GDP, PCE dan juga PMI sektor manufaktur.
Yen melemah tajam terhadap dolar hingga level terendah dalam 3 bulan terakhir seiring dengan hilangnya mayoritas Partai Liberal Demokratis (LDP) pendukung Perdana Menteri Shigeru Ishiba dalam pemilihan parlemen hari minggu kemarin. Dari 465 kursi di parlemen LDP dan koalisi lamanya hanya mendapat 209 kursi yang turun tajam dari sebelumnya sebanyak 279 kursi. Ini adalah kekalahan partai LDP untuk pertama kali dalam sejarah yang menguasai mayoritas sejak paska perang dunia kedua yang lalu. Hasil dari pemilihan ini dikhawatirkan akan menjadi penghalang kebijakan moneter yang akan diambil oleh Bank Sentral Jepang (BOJ) yang dijadwalkan akan mengadakan pertemuan moneter di hari Kamis nanti. Terlebih lagi data inflasi di Jepang mengalami penurunan di bawah target 2% sehingga semakin mempersempit peluang BOJ untuk kembali menaikkan suku bunga acuannya.
Euro semakin tertekan terhadap dolar meskipun data ekonomi cenderung positif dengan iklim bisnis dari IFO di Jerman yang meningkat dari 85.4 menjadi 86.5 yang lebih baik dari perkiraan hanya naik 85.5. Sedangkan tingkat pengangguran di Spanyol juga turun dari 11.3% menjadi 11.2% yang lebih baik dari perkiraan meningkat 11.4%. Bank Sentral Eropa (ECB) beberapa pekan lalu menurunkan kembali suku bunga acuannya dan diperkirakan masih akan memangkas lagi seperti yang disampaikan oleh Gubernur Bank Sentral Prancis - Francois Villeroy de Galhau. Galhau menambahkan suku bunga acuan saat ini masih jauh dari kondisi normal yang diinginkan. Presiden ECB - Christine Lagarde dalam pidato terakhirnya mengatakan inflasi di Uni Eropa masih berjalan sesuai yang diharapkan dan akan mencapai target 2% pada tahun depan. Pernyataan ini menvalidasi bahwa ECB masih akan memangkas suku bunga acuannya untuk beberapa waktu mendatang.
Poundsterling juga melemah terhadap dolar seiring dengan fundamental ekonomi yang relatif memburuk. Data Kepercayaan Konsumen dari GFK di Inggris mengalami penurunan menjadi -21 lebih rendah dari perkiraan stabil -20 sama seperti periode sebelumnya. Sebelumnya data PMI baik di sektor manufaktur maupun jasa di Inggris mengalami penurunan di bawah perkiraan. Meskipun masih dalam zona ekspansif di atas ambang 50. Pasar masih menunggu rilis rencana anggaran dari Menteri Keuangan yang baru Rachel Reeves yang dijadwalkan mundaru pada hari Rabu nanti. Perubahan dalam struktur anggaran akan berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi di Inggris ke depannya.
Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.08200 – 1.08400
Target : 1) 1.07600 2) 1.07000
SL : 1.09000
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.07600
Switch to BUY jika tembus 1.09200
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.29600 – 1.29800
Target : 1) 1.29000 2) 1.28400
SL : 1.30400
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.29000
Switch to BUY jika tembus 1.30500
Suggest : BUY on Dip
Area : 153.500 – 153.600
Target : 1) 154.200 2) 154.800
SL : 152.900
Alternatif :
Switch to SELL jika tembus 152.400
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 153.950
Suggest : BUY on Dip
Area : 2722.00 – 2724.00
Target : 1) 2730.00 2) 2736.00
SL : 2716.00 (ideal 3-5 points di bawah 2714.00)
Alternatif :
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2736
Switch to SELL jika tembus 2708 atau jika kenaikan gagal tembus 2758
Laporan klaim pengangguran mingguan (initial) dirilis lebih rendah dari ekspektasi, 227K vs 242K. Tapi saat data dirilis, emas justru naik. Hal ini kemungkinan karena continuing claims yang relatif lebih tinggi dari ekspektasi, dan tercatat sebagai yang tertinggi sejak November 2021.
Sementara PMI service dirilis sedikit di atas ekspektasi, 55.3 vs 55.0, dan PMI manufaktur yang juga di atas ekspektasi, 47.8 vs 47.5. Catatan menunjukkan bahwa sektor manufaktur tetap berada di zona kontraksi (di bawah 50), sedangkan services di zona ekspansi (di atas 50). Hal ini kembali menunjukkan bahwa sektor jasa lebih solid daripada sektor manufaktur.
Ketidakpastian jelang pemilu AS menahan emas dari penurunan yang terlampau tajam meski secara keseluruhan aksi profit taking tetap membayangi.
Wall Street Journal (WSJ) melaporkan perkembangan survey nasional terbarunya. Laporan menunjukkan Donald trump saat ini memimpin atas Kamala Harris dengan selisih 2% (47% vs 45%). WSJ mengingatkan bahwa dengan margins of error yang ada, kemungkinan salah satu kandidat bisa saja unggul.
Namun di beberapa jajak pendapat menunjukkan keunggulan Trump yang jauh lebih besar sehingga ketidakpastian jelang pemilu AS cenderung membayangi pasar saat ini.
Dari artikel yang ditulis WSJ tentang jajak pendapat nasional vs swing state yang dilakukan sejak awal bulan Oktober menyebut bahwa jajak pendapat Journal pada awal bulan Oktober tentang 7 negara bagian yang kemungkinan besar akan menentukan pemenang Electoral College mendapati bahwa pada dasarnya keduanya cenderung seri/ketat. Trump memiliki keunggulan signifikan hanya di Nevada dalam jajak pendapat.
Semua menunjukkan kontestasi tersebut sangat menggantung, dan 2 minggu terakhir akan menentukan siapa memilih dan siapa yang menang dalam perlombaan yang ketat tersebut. Dengan 8% sisa suara yang belum memutuskan, maka pemenangnya adalah siapa di antara kedua calon yang bisa memotivasi para pemilih untuk pergi ke tempat pemungutan suara di hari pemungutan suara nanti.
Beberapa Analis menulis, jika Trump menang, maka penurunan suku bunga Fed akan berkurang, dan itu bisa mengancam kenaikan emas. Sebaliknya, jika Harris menang, maka Fed akan tetap lanjutkan penurunan suku bunga sesuai rencana. Tapi sebenarnya jika Fed tetap independent dan tidak terpengaruh politik, maka Fed hanya akan memutuskan kebijakan suku bunganya berdasarkan data ekonomi yang masuk.

Data utama hari ini tertuju pada Durable Goods orders di jam 19.30 WIB. Data diperkirakan turun dari 0.0% menjadi -1.1%, sementara core durable goods diperkirakan turun dari 0.5% menjadi -0.1%. Dan di jam 21.00 WIB, Michigan consumer sentiment diperkirakan turun dari 70.1 menjadi 68.9.
Jika data dirilis lebih baik dari ekspektasi, maka akan semakin memperkuat alasan untuk emas melanjutkan profit taking atau koreksi turunnya malam nanti. Sebaliknya, jika data dirilis lebih rendah dari ekspektasi, maka penurunan mulai terbatas, dan emas punya peluang kembali naik.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup bullish dan harga ditutup di 2735.80, sedikit di atas FE 61.8% Daily 2729.48. Meski demikian bullish nampaknya belum terlalu kuat untuk saat ini dikarenakan penurunan sebelumnya pola bearish engulfing yang masih membayangi, dan high 2758.35 tidak ditembus. Ini berarti secara teknis pola bearish engulfing yang muncul sebelumnya masih tetap mendominasi sehingga penurunan lebih potensial dibandingkan bullish untuk hari ini.
Bullish akan kembali mengambil alih jika harga berhasil tembus 2758.35 (high 23 Okt 2024), sekaligus kembali ke jalur kenaikan utama. Sementara penurunan akan kembali melirik 2714.70 (low 24 Okt 2024) dan 2708.61 (low 23 Okt 2024) sebagai proyeksi terdekat, dan 2691.65 (low 18 Okt 2024) sebagai proyeksi terjauh jika 2700 berhasil ditembus.

Di H4, Elliott wave memasuki periode correction wave ABC, di mana pantulan/rebound yang terjadi sampai tadi malam bisa dikategorikan tahap wave B. Dengan demikian penurunan berikutnya seharusnya menandakan dimulainya penurunan wave C. Normalnya wave C berada lebih rendah dari low wave A sehingga jika low wave A di 2708 (low 23 Okt 2024), maka wave C diperkirakan bisa tembus di bawah 2708. Namun di beberapa kasus, wave C bisa saja sejajar dengan wave A, ini berarti acuan minimum wave C berada di 2708.
Perhatikan juga pola yang dibentuk dari pergerakan terakhir sebelum menuntaskan wave 5 dan kenaikan terakhir sampai tadi malam sebelum akhirnya menginisiasi penurunan wave C! Pola yang dimaksud membentuk head & shoulders sehingga peluang untuk penurunan semakin besar. (sesuai ulasan di artikel kemarin, 24 Okt 2024).
Head & Shoulders akan konfirm jika tembus neckline support, dan saat ini neckline berada di 2708-2710. Ini berarti semakin memperkuat potensi penurunan wave C di bawah low dari wave A. Potensi target dari pola tersebut (jika tembus 2708-2710) akan melirik zona 2690 yang terdekat, dan 2665 yang terjauh. (bisa saja berubah, tergantung kondisi news/fundamental yang terjadi di sepanjang proses penurunan tersebut!)
Sebaliknya, head & shoulders bisa gagal jika harga berbalik naik dan tembus resistance 2750-an. Ini juga akan mengurangi potensi koreksi Elliott wave yang diharapkan turun sebagai wave C. Jika ini yang terjadi, maka waspadai potensi kenaikan lanjutan dan emas kembali ke jalur utama kenaikan.
Sementara trend channel menunjukkan pola utama masih tetap bullish sehingga penurunan diperkirakan masih berjalan di dalam bagian trend channel naik tersebut. Dan ini juga berarti jika penurunan dari wave C sudah berjalan optimal didukung head & shoulders, maka segera exit dekat area target yang dimaksud karena dikhawatirkan demand kembali mendorong emas untuk naik.

Per jam 09.50 WIB, harga berada di 2723.65, dengan high di 2726.67 dan low 2714.70. FR ditarik dari bottom 2672.34 ke puncak 2758.35 (FR 0%). Penurunan sejauh ini tertahan di FR 50% 2715.34 pada grafik H1 (low tercatat di 2708.61). Secara teori, tren naik masih cenderung kuat. Namun jangka pendek cenderung mendukung peluang penurunan sebagai koreksi atau profit taking.
Ekspektasi skenario jangka pendek adalah rebound tertahan maksimal di zona orange (kisaran 2731-2744). Ini juga termasuk mengantisipasi rebound dari wave B dari correction wave ABC yang ada di grafik H4. Jika memenuhi syarat, maka SELL bisa dilakukan dekat zona orange atau tepat di zona orange, dengan Stop Loss sebaiknya ditempatkan di atas 2744.
Selain itu juga membuka peluang terbentuknya head & shoulders dengan right shoulders saat ini sedang dibentuk. Selama tidak terjadi kenaikan di atas 2758, maka rebound bisa dianggap sebagai right shoulder sebelum akhirnya turun dan menguji neckline 2708-2710. Sementara target penurunan diperkirakan di kisaran 2685-2690 jika terkonfirmasi sebagai head & shoulders (tembus neckline). Dan support psikologis kemungkinan juga relatif menahan penurunan lebih lanjut sehingga area 2680-2690 diperkirakan akan menjadi area strong demand yang cukup potensial. Artinya, Anda bisa segera keluar dari posisi SELL saat harga sudah mulai mendekati area tersebut, dan mulai mempertimbangkan opsi BUY dengan Stop Loss di bawah support 2680. Akan lebih baik jika didukung oleh data ekonomi yang lebih lemah dari perkiraan.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:Â
Opsi SELL on Rally
Entry: 2737.00 – 2739.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward :Â 2725.00 ($12 - $14)Â
(follow/pertahankan SELL jika tembus 2725.00,
Target terdekat 2718, terjauh 2710, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2745.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di atas 2743.00)
Risk Reward: 1: 2Â
Opsi BUY jika Support tidak ditembus
Entry : 2683.00 – 2685.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2698.00 ($13 - $15)
Stop Loss: 2676.00 ($7 - $9)
(ideal SL 3-5 poin di bawah 2678)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!



