logo agrodana futures official
Buka Akun

Dolar sedikit mengalami koreksi terhadap mata uang lainnya seiring dengan data inflasi di AS yang lebih tunggi dari perkiraan. Data inflasi CPI AS stabil di angka 0.2% sama seperti periode sebelumnya yang lebih tinggi dari perkiraan menurun 0.1%. Dengan data Core CPI yang tidak menyertakan konponen BBM dan bahan pangan juga sama stabil 0.3% sama seperti periode sebelumnya namun lebih tinggi dari perkiraan turun 0.2%. Sedangkan jika dibandingkan dengan data setahun sebelumnya CPI mengalami sedikit penurunan dari 2.5% menjadi 2.4% yang lebih tinggi dari perkiraan turun sampai 2.3%. Meski demikian angka tersebut merupakan kenaikan paling sedikit dalam 3.5 tahun terakhir atau sejak Februari 2021 yang lalu. Namun data Core CPI year on year justru meningkat menjadi 3.3 dari perkiraan stabil sama seperti periode sebelumnya 3.2%. Data-data ini masih tidak akan merubah rencana Fed untuk memangkas suku bunga acuannya selanjutnya pada pertemuan moneter berikutnya di bulan November mendatang. Yang justru menjadi kekhawatiran justru datang dari sektor tenaga kerja berupa laporan klaim pengangguran yang meningkat cukup tajam dari 225K menjadi 258K yang lebih tinggi dari perkiraan 230K. Peningkatan ini dikaitkan dengan badai Helena yang menyerang sebagian wilayah di AS setelah melewati Mexico. Data-data tersebut di atas masih mendukung Fed untuk melanjutkan pemangkasan suku bunga acun namun dengan peluang yang semakin menurun dari sebelumnya mendekati 90% menjadi hanya mendekati 80% untuk pemangkasan sebanyak 25 bps menurut CME's FedWatch Tool. Gubernur Fed Atlanta - Raphael Bostic dalam wawancara dengan Wall Street Journal menyarankan untuk menunda pemangkasan pada pertemuan moneter mendatang setelah rilis kedua data tersebut. Selain data ekonomi, pasar juga menantikan Menteri Keuangan China yang dijadwalkan akan memberikan rincian stimulus ekonomi yang akan disampaikan pada hari Sabtu besok, setelah sebelumnya pernyataan dari perencana ekonomi China kemarin yang mengecewakan. Selain itu pelaku pasar juga menantikan laporan keuangan sejumlah perbankan di AS malam nanti. Hari ini akan dirilis data inflasi dari sisi Produsen PPI dan juga hasil survey dari University of Michigan perihal ekspektasi inflasi dan sentimen konsumen.

Yen kembali menguat terhadap dolar seiring dengan sejumlah pejabat Bank Sentral Jepang (BOJ) yang masih optimis akan peluang BOJ untuk kembali menaikkan suku bunga acuannya. Wakil Gubernur BOJ - Ryozo Himino kemarin menyatakan dukungannya untuk kembali menaikkan suku bunga acuan jika kondisi ekonomi sesuai dengan proyeksi BOJ selama ini. Pernyataan ini sekaligus memberitahukan pasar bahwa BOJ tetap independen meskipun mendapat tekanan politik dari Perdana Menteri Jepang yang baru beberapa waktu lalu dilantik. PM - Shigeru Ishiba yang sebelumnya menyatakan kondisi ekonomi di Jepang saat ini belum siap untuk kenaikkan suku bunga acuan berikutnya.

Euro berlanjut melemah terhadap dolar masih dengan sentimen semakin besarnya peluang Bank Sentral Eropa (ECB) untuk kembali menurunkan suku bunga acuan pada pertemuan moneter pekan depan. Dengan inflasi yang sudah turun 1.8% di bawah target 2%, ECB diperkirakan akan kembali memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps dan masih akan dilanjutkan dengan pemangkasan pada pertemuan moneter terakhir di tahun ini pada bulan Desember mendatang. Hari ini akan dirilis nota pertemuan moneter ECB bulan lalu. Hari ini juga akan dirilis data inflasi CPI di Jerman.

Poundsterling juga melemah terhadap dolar menjelang rilis data pertumbuhan ekonomi GDP malam ini. GDP diperkirakan meningkat yang dapat meningkatkan ekspektasi akan langkah moneter yang akan diambil oleh Bank Sentral Inggris (BOE) untuk meneruskan pemangkasan berikutnya. Sesuai dengan pernyataan Gubernur BOE - Andrew Bailey beberapa waktu lalu yang mengatakan suku bunga acuan sangat memungkinkan untuk dipangkas jika memang diperlukan. Meskipun mendapat sanggahan dari Ketua Ahli Ekonomi BOE - Huw Pill yang mengatakan BOE perlu berhati-hati dalam menentukan langkah moneter selanjutnya agar tidak berdampak negatif pada ekonomi.

Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial

CHART TECHNICAL ANALYSIS EURUSD

slide13

slide14

Suggest : SELL on Rally
Area : 1.09600 – 1.09800
Target : 1) 1.09000 2) 1.08400
SL : 1.10400

Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.09000
Switch to BUY jika tembus 1.10500

CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD

slide15

slide16

Suggest : BUY on Dip
Area : 1.30400 – 1.30600
Target : 1) 1.31200 2) 1.31800
SL : 1.29800

Alternatif :
Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.31500
Switch to SELL jika tembus 1.29600

CHART TECHNICAL ANALYSIS  USDJPY

slide17

slide18

Suggest : SELL on Rally
Area : 148.600 – 148.800
Target : 1) 148.000 2) 147.400
SL : 149.400

Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 149.600
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 148.200
Waspada kemungkinan penurunan terakhir dari wave C

CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD (XAUUSD)

slide19

slide20

slide21

Suggest : BUY on Dip
Area : 2626.00 – 2628.00
Target : 1) 2634.00 2) 2640.00
SL : 2620.00 (ideal 3-5 points di bawah 2620.00)

Alternatif :
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2640.30
Switch to SELL jika tembus 2616

Gold (Emas)

Penggerak Pasar

Tidak ada data ekonomi yang signifikan terjadi sampai malam hari sesi NY dimulai. Market menanti hasil percakapan Presiden AS Joe Biden dengan PM Israel Benjamin Netanyahu untuk perkembangan geopolitik lebih lanjut. Beberapa jam sebelumnya disebutkan bahwa AS mencoba membujuk Israel untuk mempertimbangkan ulang sasaran target serangan balasannya ke Iran. AS mencoba meyakinkan Israel untuk tidak menyerang fasilitas energi Iran agar tidak menimbulkan kepanikan di market global.

Namun sampai artikel ini ditulis pagi ini, belum ada laporan terkait hasil dari pembicaraan seutuhnya. 

Faktor lain yang menjadi perhatian market kemarin tertuju pada China dan juga FOMC Minutes. China yang sempat kecewakan pasar saat press conference hari Selasa lalu karena tidak ada detail terkait stimulus yang dijanjikan pemerintah, kembali muncul dengan kabar positif. Sementara Notulen Rapat FOMC bulan September dirilis dan investor mencerna bahwa keputusan penurunan suku bunga disepakati oleh mayoritas para pejabat Fed, meskipun ukuran pemangkasan terdapat 1 orang yang berbeda pendapat dengan mayoritas mendukung pemangkasan 50 bps, dan 1 orang hanya mendukung pemangkasan 25 bps.

3 Faktor Penggerak Emas Saat ini

Laporan ekonomi jelas menjadi yang paling utama sehingga  data CPI akan menjadi hal yang paling dinantikan market minggu ini. FOMC Minutes menunjukkan bahwa para pejabat mendapat keyakinan yang besar bahwa inflasi akan terus turun menuju target yang diinginkan Fed 2% sehingga memutuskan mendukung penurunan suku bunga lebih lanjut, meskipun tidak buru-buru menyatakan kemenangan melawan inflasi.

Menteri Keuangan China dijadwalkan akan mengumumkan detail paket stimulus fiskal di hari Sabtu. China menjadi faktor kedua yang dihubung-hubungkan dengan ekspektasi pemulihan ekonomi China sehingga aktivitas ekonomi China kembali meningkat, dan pada akhirnya memicu konsumsi domestik yang lebih baik. Hal ini bisa menjadi pertanda positif juga untuk permintaan emas ke depan, meskipun 5 bulan berturut-turut jumlah cadangan emas PBOC tidak berubah.

Dari geopolitik, market menantikan hasil percakapan Biden dengan Netanyahu. Sebelumnya dikabarkan bahwa Israel mau mengikuti saran AS untuk tidak mengincar fasilitas energi Iran. Namun terbaru dikabarkan bahwa kabinet Israel belum menentukan, dan masih cantumkan fasilitas energi Iran sebagai opsi target serangan balasan yang sedang disusun Israel. 
Axios melaporkan bahwa serangan besar terhadap Iran mungkin akan terjadi, tapi tidak menyebut apapun tentang waktunya. Laporan menyebut bahwa kabinet keamanan Israel tidak akan bersidang sampai hari Kamis sehingga market ada kemungkinan menunggu sampai hari ini. Laporan lain versi WSJ menyebut bahwa AS frustasi karena Israel sejauh ini menolak membocorkan rencana serangannya ke pihak AS.

Fokus Hari Ini

Data inflasi akan menjadi yang terdepan dicermati investor setelah kejutan yang terjadi pada data NFP minggu lalu. Data yang turun jelas diharapkan Fed, sehingga data yang lemah akan berpeluang membuat emas kembali naik. Sebaliknya data yang kuat akan berpeluang membuat emas cenderung turun kembali.

skenario 10102024

Secara umum, kenaikan selisih 1 poin persentase tidak terlalu mengkhawatirkan dan tidak rencana penurunan suku bunga lebih lanjut di bulan November. Sedangkan jika terjadi selisih yang cukup jauh (misal ekspektasi 2.3%, aktual naik di atas 2.7%), maka pasar berpotensi bereaksi negatif dan memperkirakan Fed akan menahan suku bunga di bulan November. Jika ini yang terjadi, maka emas berpeluang koreksi lebih lanjut di bawah 2600.

Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah! 

gold nano 1200x700 kv

Analisis Teknikal Gold

Candlestick ditutup bearish dengan harga penutupan kembali berada lebih rendah dibanding hari sebelumnya. Fibonacci Retracement (FR) daily chart ditarik dari bottom 2471.80 ke puncak 2685.50 (FR 0%). Dan penurunan sejauh ini tertahan di zona FR 38.2% 2603.87, di mana level terendah sejak 1 minggu terakhir tercatat di 2604.68 di tanggal 8 Okt 2024 sehingga secara teknis koreksi turun cenderung masih dikategorikan normal.

Peluang rebound kemungkinan akan didapat jika data CPI nanti malam menunjukkan penurunan. Dengan demikian FR 38.2% 2603.87 dianggap sebagai support efektif untuk saat ini. Jika turun, maka FR 50% akan menjadi target penurunan berikutnya. Jika naik, maka FR 23.6% 2635 sebagai resistance sekaligus target potensial. Dan selama tidak ada penurunan di bawah FR 61.8% 2553.43, maka jalur kenaikan tetap terbuka.

slide20

Di H4, penurunan tetap bertahan di atas FR 61.8% H4 2599.74, dengan level terendah kemarin berada di 2605.07. Ini berarti penurunan masih tetap dianggap koreksi wajar, dan “golden zone” atau area di antara FR 50% dan 61.8% masih tetap kuat sehingga demand kemungkinan muncul dan mendorong harga kembali naik. 

Tapi kenaikan akan lebih kuat jika kenaikan berhasil lewati resistance FR 38.2% 2632.49 kembali, atau di atas zona orange kisaran 2625-2632. Anda bisa pertahankan buy jika resistance berhasil ditembus, dengan catatan dukungan dari inflasi yang lebih rendah nanti malam.

Sementara untuk Elliott wave, sesuai aturan dasar, yaitu “Wave 4 tidak boleh lebih rendah dari high wave 1 (2589)” dan “penurunan terdekat dari wave 4 adalah 38.2%-50% dari panjang wave 3”. Dan sampai saat ini penurunan masih memenuhi syarat sehingga peluang Elliott wave juga dianggap masih terbuka untuk kemudian berjalan di wave 5 karena high dari wave 1 ada di 2589 dan penurunan wave 4 sejauh ini tertahan di 2604. Sebaliknya, bearish reversal akan konfirm jika harga tembus FR 61.8% H4 2599, yang berarti juga mengancam wave 4! Jika berhasil tembus FR 61.8%, maka secara teori sudah membuka peluang untuk reversal bearish sehingga asumsinya target terdekat berada di 2589, dan penembusan di bawah zona tersebut berarti juga Elliott Wave gagal total. Jika syarat ini terpenuhi (diawali dengan konfirmasi penembusan FR 61.8%), maka sebaiknya ubah strategi menjadi SELL dengan potensi target terdekat 2589 dan terjauh 2570-2572. Ini bisa terjadi jika CPI secara mengejutkan menunjukkan lonjakan 0.2% atau 2 poin persentase di atas ekspektasi.

slide21

Per jam 09.50 WIB, harga berada di 2614.50, dengan high di 2614.77 dan low 2605.87. Support area orange di kisaran 2600-2605 sejauh ini efektif menahan penurunan, dan demand mendorong harga kembali naik ke 2614 sejauh ini. 

Jika sesuai ekspektasi, maka kenaikan berpotensi menguji kembali area high tadi malam 2624.21. Dan jika resistance berhasil ditembus, maka kenaikan berpeluang berlanjut ke zona orange resistance area 2628-2632. Waspada di zona ini karena bisa saja terjadi rejection. Namun, jika data inflasi dirilis lebih rendah dari ekspektasi, maka peluang tembus resistance kedua ini juga akan cukup terbuka, dan emas kembali di atas zona 2630-an.

Ekspektasi skenario penurunan mulai terbatas mengingat FOMC Minutes atau notulen rapat FOMC tadi malam menunjukkan bahwa mayoritas pejabat Fed mendukung pemangkasan 50 bos di bulan September kemarin, dan juga mendukung untuk penurunan suku bunga lebih lanjut, dan optimis terhadap proses disinflasi sehingga emas cenderung memiliki alasan untuk tetap di jalur kenaikan. Dan data inflasi yang rendah akan mendukung pantulan lebih tinggi. Sebaliknya data inflasi yang kuat akan menahan kenaikan sementara waktu.

Penurunan akan berlanjut di bawah 2600 jika area support 2600-2605 ditembus. Anda bisa switch strategi menjadi SELL jika harga berhasil tembus di bawah 2590/2592 yang merupakan support psikologis untuk saat ini, dengan potensi target terdekat 2683/2685, dan terjauh 2670.

Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4! 

Trading Strategy: 
Opsi BUY on Dip
Entry: 2608.00 – 2614.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward :  2616.00 ($12 - $14) 
(follow/pertahankan BUY jika tembus 2625.00,
Target terdekat 2632, terjauh 2640, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2594.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 2595.00)
Risk Reward: 1: 2 

Opsi SELL jika Support ditembus
Entry : 2588.00 – 2590.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2576.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2596.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 2595)
Risk Reward: 1: 2

Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!

Dolar kembali cenderung menguat terhadap mata uang lainnya menjelang rilis data inflasi malam ini. Semalam dalam rilis nota minuta pertemuan moneter FOMC bulan lalu pejabat Fed menunjukkan dukungan era baru pelonggaran kebijakan moneter dengan menyetujui pemangkasan jumbo 50 bps dan masih akan terus dilanjutkan dengan pemangkasan berikutnya. Namun pemangkasan jumbo di awal era tersebut tidak menjadi patokan bahwa Fed akan melakukan hal yang sama pada pertemuan moneter selanjutnya. Gubernur Fed Dallas - Lorie Logan menyatakan dukungan untuk pemangkasan jumbo pada pertemuan lalu itu tapi pemangkasan berikutnya mengharapkan tidak sebanyak pemangkasan pertama tersebut karena masih adanya resiko inflasi yang belum sampai target yang diinginkan serta masih adanya ketidakpastian seputar prakiraan ekonomi di masa mendatang. Dari 12 anggota voting FOMC, hanya Gubernur Fed - Michelle Bowman yang menolak pemangkasan tersebut. Selebihnya dapat diyakinkan oleh Ketua Fed - Jerome Powell untuk memangkas 50 bps bukan hanya 25 bps seperti rencana awal mereka. Dan dengan data Non-Fam Payroll yang menunjukkan sektor tenaga kerja di AS masih solid maka keputusan tersebut dinilai sudah tepat dan akan mengantarkan ekonomi AS menuju soft landing seperti yang diharapkan. Dengan keyakinan bahwa inflasi segera mencapai target 2% Fed, maka data inflasi CPI yang akan dirilis malam ini sepertinya tidak akan banyak berpengaruh pada pemangkasan suku bunga acuan Fed selanjutnya. Fed akan memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps pada pertemuan moneter di bulan November mendatang dengan peluang mencapai 79.4% dan 20.6% sisanya diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan menurut CME's FedWatch Tool. Tidak jauh berbeda menurut LSEG, peluang Fed memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps mencapai 83% dan sisanya 17% akan tetap mempertahankan suku bunga. Data inflasi malam ini berupa CPI juga menunjukkan tekanan inflasi semakin mendekati target Fed sehingga sudah tidak terlalu penting lagi. Sementara itu setelah pernyataan dari perencana ekonomi China kemarin yang mengecewakan, Menteri Keuangan China dijadwalkan akan memberikan rincian stimulus ekonomi yang akan disampaikan pada hari Sabtu di akhir pekan ini. Selain itu pelaku pasar juga menantikan laporan keuangan sejumlah perbankan di AS hari Jumat nanti.

Yen masih cenderung menguat seiring dengan pernyataan Wakil Menteri Keuangan urusan Hubungan Internasional yang baru - Atsushi Mimura bahwa pemerintah Jepang mengawasi ketat pergerakan mata uang Yen untuk menghindari agar tidak terjadi aksi spekulatif yang akan merugikan ekonomi Jepang. Sementara langkah moneter Bank Sentral Jepang (BOJ) yang agresif untuk segera menaikkan suku bunga acuan kembali menghadapi tantangan dari Perdana Menteri yang baru juga - Shigeru Ishiba yang sebelumnya sering mengkritik kondisi moneter yang longgar di Jepang secara mengejutkan menyatakan kondisi ekonomi di Jepang saat ini belum siap untuk kenaikkan suku bunga acuan berikutnya. Sedangkan data inflasi di Jepang terus meningkat, data inflasi dari sisi produsen PPI meningkat dari 2.6% menjadi 2.8% yang jauh lebih tinggi dari perkiraan turun 2.3%. Dengan resiko inflasi meningkat maka semestinya BOJ perlu menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan moneter yang akan datang.

Euro semakin tertekan terhadap dolar seiring dengan semakin besarnya peluang Bank Sentral Eropa (ECB) untuk kembali menurunkan suku bunga acuan seiring dengan inflasi yang sudah turun 1.8% di bawah target 2%. ECB diperkirakan akan kembali memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps pada pertemuan moneter pekan depan dan akan dilanjutkan dengan pemangkasan pada pertemuan moneter terakhir di tahun ini pada bulan Desember mendatang. Hari ini akan dirilis nota pertemuan moneter ECB bulan lalu.

Poundsterling masih tertekan terhadap mata uang dolar meskipun fundamental ekonomi masih cenderung positif. Data di sektor perumahan menunjukkan daya beli rakyat Inggris terus meningkat terbukti dengan harga properti yang terus meningkat 11% yang lebih tinggi dari perkiraan hanya naik 9% meskipun data periode sebelumnya direvisi menurun menjadi 0%. Dengan ekonomi yang solid ini memungkinkan bagi Bank Sentral Inggris (BOE) untuk memikirkan kembali langkah pemangkasan suku bunga acuan seperti yang diungkapkan oleh Gubernur BOE - Andrew Bailey yang mengatakan suku bunga acuan sangat memungkinkan untuk dipangkas jika memang diperlukan. Namun pernyataan tersebut mendapat sanggahan dari Ketua Ahli Ekonomi BOE - Huw Pill semalam mengatakan ECB perlu berhati-hati dalam menentukan langkah moneter selanjutnya agar tidak berdampak negatif pada ekonomi. Hari ini masih ada data hasil survey Kondisi Kredit di Inggris.

Cek info lain di
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial

CHART TECHNICAL ANALYSIS EURUSD

slide13

slide14

Suggest : SELL on Rally
Area : 1.09600 – 1.09800
Target : 1) 1.09000 2) 1.08400
SL : 1.10400

Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.09000
Switch to BUY jika tembus 1.10500

CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD

slide15

slide16

Suggest : BUY on Dip
Area : 1.30600 – 1.30800
Target : 1) 1.31400 2) 1.32000
SL : 1.30000

Alternatif :
Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.31500
Switch to SELL jika tembus 1.30000

CHART TECHNICAL ANALYSIS  USDJPY

slide17

slide18

Suggest : SELL on Rally
Area : 149.300 – 149.500
Target : 1) 148.700 2) 148.100
SL : 150.100

Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 150.300
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 148.900
Waspada kemungkinan penurunan terakhir dari wave C

CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD (XAUUSD)

slide19

slide20

slide21

Suggest : BUY on Dip
Area : 2600.00 – 2602.00
Target : 1) 2608.00 2) 2614.00
SL : 2594.00 (ideal 3-5 points di bawah 2595.00)

Alternatif :
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2625
Switch to SELL jika tembus 2590

Gold (Emas)

Penggerak Pasar

Harga bergerak melebar setelah dalam 3 hari terakhir terjebak dalam range pergerakan yang terbatas. Emas sentuh level 2604 setelah perkembangan terbaru dari geopolitik menyebut Israel kemungkinan tidak akan menargetkan fasilitas energi Iran dalam rencana serangan balasannya. AS dikabarkan berhasil membujuk Israel untuk tidak bertindak gegabah, dan menjanjikan dukungan diplomasi jika Israel bersedia mengalihkan sasaran serangannya.

Hal ini ditanggapi sebagai kabar melegakan bagi market di tengah minimnya data ekonomi di hari Senin dan Selasa berturut-turut. Market sebelumnya dihantui oleh kekhawatiran bahwa Israel segera melakukan balasan dan menargetkan kilang minyak dan fasilitas energi Iran sehingga minyak mentah dunia sempat melonjak. Namun dengan kabar tersebut membuat harga minyak mereda, dan status safe haven emas berkurang.

Penurunan juga dimungkinkan sebagai reaksi negatif dari data NFP Jumat yang sangat kuat tapi tertunda oleh geopolitik. Namun beberapa pernyataan pejabat Fed yang tetap dovish dengan menunjukkan dukungan terhadap penurunan suku bunga lebih lanjut berhasil menahan penurunan emas lebih lanjut.

Konflik geopolitik juga diperkirakan masih tidak menentu sehingga status safe haven tidak sepenuhnya hilang. 

Konflik Geopolitik Masih Membayangi

Kabar terbaru menyebut bahwa Israel masih mempertimbangkan untuk menyerang fasilitas energi di Iran. Laporan NBC mengutip para pejabat AS yang meragukan bahwa Israel sudah membuat keputusan akhir tentang respon spesifik mereka terhadap serangan Iran. Laporan sebelumnya dari Jerusalem Post mengatakan bahwa Israel hanya melihat target-target militer. 

Para pejabat AS mengatakan bahwa Israel sudah mulai mempersempit dan mematangkan opsi-opsinya melalui pertemuan-pertemuan tambahan di minggu ini. Opsi-opsi yang disebut adalah infrastruktur militer dan intelijen Iran, pertahanan udara dan fasilitas energi. 

Israel akan mengadakan rapat kabinet hari ini dan sebuah pernyataan dari juru bicara militer Israel akan dirilis dalam waktu kurang dari 20 menit setelah rapat tersebut.

Fokus Hari Ini

Tidak ada data ekonomi yang dirilis dari AS malam nanti sehingga pasar akan kembali merespon perkembangan yang terjadi pada geopolitik dan efek data ekonomi sebelumnya. Penurunan emas kemungkinan sebagai reaksi dari data NFP di hari Jumat yang mengejutkan sangat kuat yang sempat tertunda akibat efek geopolitik. Namun secara umum, fundamental menunjukkan dukungan kenaikan emas masih cukup kuat dari suku bunga Federal Reserve.

Dini hari nanti akan dirilis notulen rapat FOMC 17-18 September yang lalu. Seharusnya tidak akan menjadi penggerak market yang signifikan selama tidak ada perubahan apapun dari hasil keputusan rapat yang lalu. Tapi pasar akan mencoba kembali cermati pernyataan Fed dan Powell di pertemuan tersebut dalam notulen yang dirilis nanti malam sehubungan dengan melonjaknya NFP September yang dirilis hari Jumat lalu.

Selama tidak ada perubahan, maka emas seharusnya bisa kembali naik setelah Minutes dirilis sehingga penurunan emas saat ini dianggap sebagai profit taking atau penurunan sementara. Dan selanjutnya akan fokus menanti data inflasi CPI di hari Kamis malam.

Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah! 

gold nano 1200x700 kv

Analisis Teknikal Gold

Candlestick ditutup bearish dan level terendah tembus FE 61.8% Daily 2615.40 (low 2604.68). Support kuat sebelumnya 2641 dan 2632 ditembus sehingga kali ini berperan sebagai resistance. Peluang penurunan kemungkinan masih bisa berlanjut mengingat data NFP yang kuat di hari Jumat belum mendapat respon karena sempat tertahan oleh efek geopolitik. Sebaliknya, kenaikan pun belum hilang begitu saja karena secara fundamental Fed masih tetap dalam jalur penurunan suku bunga meski data NFP kuat.

Area support psikologis saat ini 2600 dan FR 0% 2589.58, dan jika tekanan berlanjut, maka peluang penurunan bisa mencapai zona tersebut atau lebih rendah. Sebaliknya, resistance terdekat saat ini adalah 2632 dan 2641, sehingga bullish baru akan kembali kuat jika mampu berada di atas zona tersebut.

slide20

Di H4, triangle berhasil tembus support sehingga penurunan terjadi lebih lanjut hingga di bawah FR 50% 2616.11. Namun penutupan candle berikutnya kembali di atas FR 50% sehingga peluang bullish tetap terbuka. Di sisi lain penurunan juga tidak tembus FR 61.8% 2599.74 sehingga reversal bearish belum terjadi untuk saat ini.

Sementara untuk Elliott wave, sesuai aturan dasar, yaitu “Wave 4 tidak boleh lebih rendah dari high wave 1 (2589)” dan “penurunan terdekat dari wave 4 adalah 38.2%-50% dari panjang wave 3”, maka peluang Elliott wave juga masih terbuka. Hal ini dikarenakan penurunan tajam tadi malam tertahan di 2604, dan harga kembali rebound. 

Jika rebound terwujud, maka kenaikan wave 5 seharusnya masih bisa diharapkan secara bertahap untuk kembali mendekati beberapa resistance penting sebelum akhirnya tembus FR 0% 2685.50 yang sekaligus all time high sejauh ini. Sebaliknya, Elliott wave akan gagal total jika penurunan berlanjut di bawah 2600 sehingga wave 4 tidak memenuhi syarat. 

Dari sisi Fibonacci Retracement (FR), maka FR 61.8% 2599 akan menjadi acuan. Selama tidak terjadi penurunan di bawah zona tersebut, maka  penurunan masih dikategorikan koreksi normal dan wajar. Zona buy ideal atau yang disebut sebagai Golden Area, seharusnya berada di antara FR 61.8% dan 50% (area 2599-2616) sehingga pantulan tadi malam dari level terendah 2604 menuju 2620 menunjukkan area tersebut masih cukup efektif. Tapi bullish baru akan bisa bernafas dan cenderung kembali menguat jika harga mampu kembali naik minimal di atas zona orange atau di atas FR 23.6% 2652.75.

slide21

Per jam 09.50 WIB, harga berada di 2618.50, dengan high di 2624.21 dan low 2616.82. Support area 2624-2630 berhasil ditembus sehingga penurunan berlanjut ke zona 2600-2605. Dengan demikian area 2624-2630 saat ini menjadi resistance terdekat, dan pantulan ke zona tersebut diharapkan efektif lalu kembali turun menguji support 2600-2605. 

Ekspektasi skenario rebound terbatas di sesi Asia hingga Eropa, kemudian kembali turun hingga zona 2600-2605. Namun, perlu waspadai zona 2600-2605 di malam hari! Zona ini bisa saja menjadi support area atau demand area sehingga berpeluang membentuk double bottom. Jika benar, maka opsi buy bisa diambil di zona tersebut, dengan SL di bawah 2600. Dan selanjutnya akan bergantung pada penembusan neckline resistance (jika benar terjadi double bottom nantinya).

Sebaliknya, penurunan akan berlanjut di bawah 2600 jika area support 2600-2605 ditembus. Anda bisa pertahankan SELL dengan target potensial di kisaran 2589-2593 yang terdekat, dan 2575-2580 yang terjauh. 

Dengan FOMC Minutes dirilis dini hari 01.00 WIB, maka jika diasumsikan tidak ada perubahan hasil keputusan FOMC 17-18 September, maka seharusnya rebound bisa kembali terjadi setelah Minutes dirilis. Dan selanjutnya akan bergantung pada CPI besok malam.

Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4! 

Trading Strategy: 
Opsi SELL on Rally
Entry: 2628.00 – 2630.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward :  2616.00 ($12 - $14) 
(follow/pertahankan SELL jika tembus 2615.40,
Target terdekat 2607, terjauh 2590, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2636.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di atas 2635.00)
Risk Reward: 1: 2 

Opsi BUY jika resistance ditembus
Entry : 2640.00 – 2642.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2654.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2634.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di bawah 2635)
Risk Reward: 1: 2

Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!

Masih ragu dan memiliki pertanyaan lainnya ?

Kantor Pusat
Menara Batavia Lt. 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126,
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Berlangganan Newsletter Agrodana:
Ikuti Kami
facebook agrodanayoutube agrodanainstagram agrodana
agrodana iosagrodana android
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan
/ Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Ikuti Kami
alt=""alt=""alt=""
Kantor Pusat
Menara Batavia Lt 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126, Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Email:  [email protected]Whatsapp: +6281-988-3777
Berlangganan Newsletter Agrodana :
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan / Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Whatsapp Non Klien
crossmenuchevron-down