Dolar menguat terhadap semua mata uang lainnya seiring dengan data di sektor tenaga kerja di AS yang masih solid sehingga semakin mempermudah langkah Fed untuk terus melanjutkan menurunkan suku bunga acuan berikutnya. Data Non-Farm Payroll yang dilaporkan Jumat lalu menunujukkan terjadinya penambahan terisinya lapangan kerja sebanyak 254K yang lebih baik jauh diatas perkiraan hanya 147K dan data periode sebelumnya juga direvisi membaik menjadi 159K. Ini merupakan kenaikan terbanyak dalam 6 bulan terakhir dan angka di atas 200K menunjukkan kondisi sektor ini masih solid sesuai dengan pernyataan Ketua Fed - Jerome Powell paska pertemuan moneter FOMC beberapa waktu lalu. Data lain berupa tingkat pengangguran juga mulai menurun menjadi 4.1% yang lebih rendah dari perkiraan stagnan sama seperti periode sebelumnya 4.2%. Sedangkan upah rata-rata meski menurun 0.4% namun masih lebih baik dari perkiraan 0.3% sementara data periode sebelumnya juga direvisi meningkat menjadi 0.5%. Dengan data-data ini semakin kuat bahwa ekonomi di AS diyakini tidak akan terjadi resesi dan akan mengalami soft landing seperti yang diharapkan oleh Fed. Di sisi lain hal ini semakin mereduksi peluang Fed untuk memangkas suku bunga acuan jumbo seperti pada pertemuan moneter di bulan September lalu. Ekspektasi pemangkasan suku bunga acuan Fed sebanyak 25 bps meningkat tajam menjadi 95% dibandingkan pekan lalu yang hanya 65% dan sisanya untuk pemangkasan jumbo 50 bps menurut CME's FedWatch tool. Sementara itu gejolak geopolitik di Timur Tengah juga berpengaruh terhadap permintaan aset safe haven termasuk mata uang dolar yang menjadi aset paling likuid. Israel akhir pekan kemarin diberitakan kembali melakukan penyerangan di Jalur Gaza dengan lebih dari 180 rudal setelah sebelumnya menyerang basis Hizbullah di Lebanon. Menteri Pertahanan Israel menyatakan masih membuka peluang untuk menyerang kembali terhadap setiap sekutu Iran. Ketegangan di Timur Tengah akan berdampak pada harga minyak dunia yang juga berdampak langsung pada harga BBM di AS dan berpotensi menahan laju turun inflasi. Pekan ini akan dirilis data inflasi CPI dan juga nota minuta pertemuan moneter FOMC bulan September lalu yang akan diirlis pada hari Kamis nanti.
Yen melemah terhadap mata uang dolar hingga level terendah sejak 16 Agustus lalu seiring dengan data sektor tenaga kerja di AS yang positif dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang meningkat. Sementara itu langkah agresif Bank Sentral Jepang (BOJ) untuk kembali menaikkan suku bunga acuan menghadapi pertentangan dari faktor politik. Perdana Menteri - Shigeru Ishiba mengatakan kondisi ekonomi Jepang saat ini masih belum siap untuk kenaikan suku bunga acuan lebih lanjut. Hari ini akan dirilis data Leading Indikator dan tidak ada data penting hanya data minor yang akan dirilis sepanjang pekan ini.
Euro semakin melemah menyusul penguatan mata uang dolar karena faktor-faktor yang sudah disebutkan di atas. Selain itu juga semakin besarnya peluang Bank Sentral Eropa (ECB) untuk kembali memangkas suku bunga acuannya. Dengan data ekonomi yang masih mixed, data Industrial Production di Prancis mengalami peningkatan tajam 1.4% jauh melampaui perkiraan 0.3% dan data periode sebelumnya juga direvisi membaik menjadi 0.2%. Sementara Retail Sales di Italia mengalami penurunan tajam dari 0.5% menjadi -0.5% yang jauh di bawah perkiraan hanya turun 0.2%. Data inflasi CPI yang sudah menurun di bawah target 2% membuka peluang bagi ECB untuk kembali memangkas suku bunga acuannya pada pertemuan moneter pekan depan. Hari ini akan dirilis data Factory Order di Jerman dan data Retail Sales untuk Uni Eropa keseluruhan.
Poundsterling cenderung tertahan terhadap penguatan mata uang dolar karena fundamental ekonomi di Inggris yang terus positif. Data PMI di sektor konstruksi mengalami peningkatan tajam dari 53.6 menjadi 57.2 yang jauh di atas perkiraan mengalami penurunan 53.1. Data sektor perumahan juga positif. Ketua Ahli Ekonomi Bank Sentral Inggris (BOE) - Huw Pill juga mengatakan BOE perlu berhati-hati dalam melakukan pemangkasan suku bunga acuan. Peringatan tersebut diucapkan sehari setelah Gubernur BOE - Andrew Bailey mengatakan BOE bisa lebih agresif memangkas suku bunga jika tekanan inflasi terus menurun. Data penting pekan ini adalah pertumbuhan ekonomi GDP yang akan dirilis pada hari Jumat di penghujung pekan ini. Hari ini hanya ada data sektor perumahan dari Halifax.
Cek info lain di
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial
Dolar AS menguat pasca data ISM services dirilis naik ke level tertinggi sejak Februari 2023. Angka 54.9 juga lebih tinggi dibanding ekspektasi 51.7. Meski kabar positif, tapi peringatan ada di sisi pekerjaan di mana angka yang turun menunjukkan risiko penurunan dalam laporan NFP malam nanti. Angka ISM employment berada di 48.1 vs sebelumnya 50.2. Angka ini merupakan yang terendah sejak bulan Juni.
Di sisi lain, emas kembali bangkit dari tekanan data, terbantu oleh geopolitik yang terfokus pada perkembangan Iran – Israel. Sampai saat ini belum terbukti adanya serangan balasan dari Israel ke Iran, tapi pasar cenderung terus mewaspadai potensi tersebut dalam beberapa hari ke depan. AS berusaha mencegah Israel menyerang fasilitas minyak Iran agar tidak menimbulkan kepanikan global. Namun Financial Times mengutip bahwa AS mungkin saat ini tidak merasa mampu mengendalikan PM Israel Benjamin Netanyahu atas rencananya.
Good News, Bad News Jelang NFP
Kabar baik datang dari aksi mogok di Pelabuhan. Para pekerja dermaga AS setuju untuk kembali bekerja dan menunda aksi mogok mereka sampai 15 Januari. AP melaporkan serikat pekerja yang mewakili 45.000 pekerja dermaga AS yang mogok di Pelabuhan-pelabuhan di pesisir Timur dan Teluk sepakat menangguhkan aksi mogok tersebut untuk memberi waktu dalam perundingan kontrak baru.
Aksi mogok 3 hari terakhir berdampak pada Pelabuhan East Coast dan Gulf Coast. Kesepakatan tersebut juga mencakup kenaikan upah sekitar 62% selama 6 tahun, yang berarti menaikkan upah dari $39 menjadi sekitar $63 per jam. Dengan berakhirnya aksi mogok, maka ancaman kenaikan harga karena tersendatnya pasokan bisa terurai, dan tidak mengancam usaha Fed dalam memerangi inflasi.
Kabar buruk datang dari geopolitik yang nampaknya belum akan segera berakhir dalam waktu dekat. Market masih mewaspadai kemungkinan konflik meluas dan meningkat di akhir pekan di mana konflik sebelumnya juga terjadi jelang penutupan pasar di akhir pekan lalu, yang berlanjut ke libur akhir pekan.

Yang perlu menjadi perhatian kali ini adalah data ekonomi akan dirilis di akhir pekan di saat kekhawatiran terhadap geopolitik masih membayangi. Jika melihat kondisi saat data ADP dirilis hari Rabu kemarin, emas merespon negatif saat data ADP dirilis melonjak jauh lebih baik dari ekspektasi, tapi kemudian berbalik naik karena investor mewaspadai geopolitik. Demikian juga saat data ISM services tadi malam dirilis, emas sempat turun hingga 2636, tapi berhasil bangkit dan kembali ditutup naik.
Dengan demikian, kalaupun data NFP nanti malam dirilis lebih baik dari ekspektasi, kami memperkirakan penurunan emas relatif terbatas dan di malam hari(beberapa jam setelah data NFP), investor akan kembali mewaspadai risiko geopolitik jelang penutupan akhir pekan sehingga potensi rebound bisa kembali terjadi.
Sebaliknya, jika NFP dirilis lebih lemah dari ekspektasi, maka kenaikan emas berpotensi lanjut, juga didukung oleh kekhawatiran geopolitik.

Catatan yang harus diperhatikan : skenario 1, 2 dan 4 (terutama 1) kemungkinan akan direspon terbatas, dan sangat mungkin hanya direspon dalam 20-30 menit sejak rilis data. Sementara skenario 3 dan 5 kemungkinan bisa direspon lebih lanjut hingga beberapa jam setelah data dirilis. Namun, mengingat kondisi geopolitik yang juga mengkhawatirkan jelang akhir pekan, maka waspadai kemungkinan dampak data ekonomi direspon singkat, lalu market akan mencermati dan mewaspadai dampak risiko geopolitik di malam hari.
Skenario pagi hari jika berhasil sentuh TP 1 maupun TP 2 di siang atau sore hari sebelum data NFP dirilis nanti malam, sebaiknya exit! Dan entry berikutnya sesuaikan dengan hasil data NFP!
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick kembali ditutup doji candle dengan real body hitam berukuran kecil dan tail bawah yang lebih panjang dibanding tail atas. Tapi Secara keseluruhan hal ini menandakan penurunan yang tetap tertahan dan mengalami rejection kuat di zona support 2635-2641. Level terendah tercatat di 2636.14 sebelum akhirnya rebound dan ditutup di 2655.67, sementara level tertinggi berada di 2662.82.
Support zona 2641 yang merupakan 50% real body long white candle 24 September 2024 akan tetap menjadi area penting selain 2632 dan 2624. Sementara resistance 2663 dan 2673 kembali menjadi area yang harus ditembus dalam waktu dekat untuk membuka peluang kenaikan kembali.

Di H4, masih menggunakan FR yang ditarik dari bottom 2546.73 (FR 100%) sampai puncak 2685.50 (FR 0%). Sempat kembali turun, tapi tertahan di 2636.14, beberapa poin lebih tinggi dari 2624.58 dan 2632.05 yang merupakan area low dalam 1 minggu terakhir hingga saat ini. Elliott wave masih berpeluang untuk lanjutkan kenaikan sebagai wave 5.
Kenaikan diperkirakan bertahap kembali mendekati resistance 2663 atau 2673, sebelum akhirnya wave 5 ditentukan dari penembusan 2685 (high dari wave 3) karena wave 5 secara teori akan lebih tinggi dari high yang dicapai wave 3. Dan juga zona triangle nampaknya memberikan peluang untuk tembus salah satu support atau resistance. Tapi dengan kondisi fundamental yang saat ini tetap positif pada emas, maka peluang tembus resistance dari triangle (2662/2663) tampaknya lebih dominan.
Dengan asumsi panjang wave 5 = wave 1, maka target potensial dari kenaikan tersebut secara teori berada di 2714. Namun pada realisasinya bisa sedikit di bawah atau sedikit lebih tinggi, tergantung dari faktor pendorong dari sisi fundamental, yang berarti akan bergantung dari data NFP malam nanti. Tapi kali ini tidak terlepas juga dari geopolitik yang dibayangi kekhawatiran serangan balasan Israel di akhir pekan.
Sebaliknya, penurunan juga tetap bisa kembali mengancam jika harga turun di bawah 2624/2626. Wave 4 dari Elliott Wave tidak memenuhi syarat jika harga turun lebih rendah dari area yang dianggap sebagai high dari wave 1 di 2589. Dan hal tersebut bisa membuat Elliott wave benar-benar gagal dan tren berbalik turun. Jika ini yang terjadi, maka switch strategi menjadi sell saat harga tembus FR 61.8% 2599, dan lebih kuat lagi jika turun di bawah 2589, dengan target terdekat 2580-2583, dan terjauh 2545-2550, dengan pertimbangan tidak ada eskalasi geopolitik di akhir pekan dan data ekonomi relatif “jauh lebih baik dari ekspektasi”.

Per jam 09.44 WIB, harga berada di 2662.53, dengan high di 2663.42 dan low 2654.28. Masih menggunakan FR yang sama sebelumnya, yang ditarik dari bottom 2624.58 ke puncak 2673.00 (FR 0%), dan penurunan sejauh ini terpantau masih dalam kategori normal, tertahan di FR 61.8% 2643.08, meskipun level terendah sempat sentuh 2636.14.
Jika mengacu pada FR, maka selama tidak terjadi penurunan di bawah FR 61.8%, penurunan masih dianggap koreksi normal, dan uptrend masih memiliki peluang. Kenaikan akan lebih kuat dan berpotensi berlanjut jika mampu tembus FR 0% 2673.
Di sisi lain, perhatikan area swing high dan swing low terdekat! Saat swing low pertama di sisi kiri sentuh 2641/2643, kemudian naik tertahan di 2662, dilanjut dengan swing low lebih dalam hingga 2636 kemarin, dan rebound tertahan lagi di 2662. Dan jika penurunan pagi ini dianggap sebagai swing low terakhir di 2654 (dekat zona orange), maka pergerakan dicurigai membentuk pola inverse head & shoulders.
Neckline berarti di zona 2662/2663 sehingga kenaikan di atas 2662/2663 adalah konfirmasi dari pola yang dicurigai sebagai inverse head & shoulders. Pertahankan buy jika ini konfirm dengan memastikan 2 candle berikutnya dalam 2 jam ke depan (terhitung dari candle jam 9.00 WIB) tetap di atas 2660-2663! Dan Penembusan di atas FR 0% 2673 semakin membuka peluang untuk kembali menguji 2685 atau tembus 2700 jika data NFP secara mengejutkan “jauh lebih rendah dari ekspektasi”.
Sebaliknya opsi Sell bisa dipertimbangkan jika FR 61.8% 2643 benar-benar ditembus, atau dengan kata lain harga tembus di bawah 2640. Namun downtrend akan lebih kuat jika berhasil tembus di bawah 2630, dengan peluang target terdekat berada di zona kuning, kisaran 2622-2625, terjauh 2600-2605. Dan penurunan bisa lebih lanjut jika NFP nanti malam dirilis “jauh lebih baik dari ekspektasi”!
Penembusan di atas FR 0% 2673 akan memberi indikasi berlanjutnya tren naik yang lebih kuat. Bisa pertahankan buy jika konfirm tembus FR 0% 2673.00, dengan peluang target terdekat 2685 (all time high), atau lebih tinggi mengkonfirmasi Wave 5 di H4 jika didukung dengan data ekonomi yang lebih lemah atau eskalasi geopolitik di hari Kamis dan Jumat minggu ini.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi BUY dekat support
Entry: 2650.00 – 2652.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward : 2664.00 ($12 - $14)
(follow/pertahankan BUY jika tembus 2663.00,
Target terdekat 2670, terjauh 2685, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2644.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 2645.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi SELL jika support ditembus
Entry : 2630.00 – 2632.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2618.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2638.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 2636)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.10700 – 1.10900
Target : 1) 1.10100 2) 1.09500
SL : 1.11500
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.10000
Switch to BUY jika tembus 1.11500
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.31800 – 1.32000
Target : 1) 1.31200 2) 1.30600
SL : 1.32600
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.30900
Switch to BUY jika tembus 1.32200
Suggest : SELL on Rally
Area : 146.700 – 146.900
Target : 1) 146.100 2) 145.500
SL : 147.500
Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 147.500
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 146.200
Suggest : BUY on Dip
Area : 2650 – 2652.00
Target : 1) 2658.00 2) 2664.00
SL : 2644.00 (ideal 3-5 points di bawah 2645.00)
Alternatif :
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2663.00
Switch to SELL jika tembus 2630.00
Dolar semakin menguat terhadap sejumlah mata uang lainnya dan menjadi aset safe haven menyusul serangan dari Israel ke sejumlah fasilitas militer di wilayah Lebanon sebagai balasan atas serangan Iran ke Israel hari Selasa lalu. Kamis pagi ini Israel melakukan serangan balik ke beberapa lokasi yang diduga sebagai basis militer Hizbullah yang di dukung Iran. Meskipun negara-negara G7 mendesak Israel untuk menahan diri agar ketegangan di Timur Tengah tidak meningkat menjadi siklus yang tidak dapat terkendali. Aksi mogok kerja pekerja bongkar-muat di pelabuhan sepanjang pesisir Timur dan Teluk sudah memasuki hari ketiga juga menjadi kekhawatiran akan memicu kembali kenaikan inflasi. Meskipun dalam jangka pendek mungkin tidak banyak berpengaruh karena sejumlah perusahaan sudah melakukan pencegahan dengan meningkatkan pengiriman sebelum aksi mogok dimulai. Aksi mogok sepakat ditunda hingga 15 Januari 2025 mendatang saat pergantian kontrak kerja yang baru. Penundaan ini terjadi setelah pemerintah AS yang mendukung serikat pekerja menekan perusahaan pengapalan dengan kenaikan upah sebanyak 62% dalam jangka waktu 6 tahun. Sebelumnya serikat pekerja menuntut kenaikan sebanyak 77% dan perusahaan pengapalan hanya menyetujui kenaikan 50%. Dari data ekonomi berupa data PMI di sektor jasa dari ISM mengalami peningkatan 54.9 jauh melampaui perkiraan hanya naik 51.7 dari periode sebelumnya 51.5. Ini merupakan angka tertinggi dalam 1,5 tahun terakhir. Meskipun komponen tenaga kerja mengalami penurunan dari 50.2 menjadi 48.4. Hal serupa juga dialami pada sektor manufaktur yang sudah dirilis sebelumnya. Dan juga laporan mingguan klaim pengangguran mengalami kenaikan dari 219K menjadi 225K yang sedikit melampaui perkiraan naik 222K. Sementara menurut Challenger, Gray & Christmas, Inc. angka PHK di bulan ini turun 4% dari 75.891 menjadi hanya 72.821. Meskipun jika dibandingkan periode yang sama setahun sebelumnya terjadi peningkatan tajam sebanyak 53% dari periode sebelumnya yang hanya 1.0%. Sedangkan dari data-data di sektor tenaga kerja yang dirilis sebelumnya cukup positif yaitu data JOLTS dan ADP. Data penting yang akan dirilis malam ini berupa laporan Non-Farm Payroll (NFP) dengan perkiraan sedikit menurun 140K dari periode sebelumnya 142K. Dengan tingkat pengangguran masih stabil 4.2% namun upah rata-rata diperkirakan mengalami penurunan dari 0.4% menjadi 0.3%.
Yen melemah hingga level tertinggi dalam 6 pekan terakhir setelah pejabat Bank Sentral Jepang (BOJ) sepakat dengan pendapat Perdana Menteri yang baru Shigeru Ishiba untuk menunda kenaikan suku bunga acuannya. Sehari setelah dilantik PM Ishiba melakukan pertemuan dengan Gubernur BOJ - Kazuo Ueda dan mengeluarkan pernyataan bahwa kondisi ekonomi saat ini masih belum tepat untuk menaikkan suku bunga acuan. Pernyataan ini bertentangan dengan ekspektasi pasar yang mengharapkan BOJ untuk kembali menaikkan suku bunga acuannya dalam waktu dekat ini. Pejabat BOJ lainnya - Asahi Noguchi kemarin juga sepakat bahwa BOJ harus melangkah secara hati-hati dan perlahan agar tidak membahayakan ekonomi saat ini. Dengan ini ekspektasi akan langkah BOJ untuk menaikkan suku bunga semakin memudar dan investor mengalihkan asetnya ke komoditas lainnya. Terlebih dengan semakin meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.
Euro juga berlanjut melemah terhadap dolar seiring dengan semakin besarnya peluang Bank Sentral Eropa (ECB) untuk kembali memangkas suku bunga acuannya. Mengabaikan data ekonomi Uni Eropa yang membaik, data PMI di sektor jasa mengalami kenaikan 51.4 yang lebih baik dari perkiraan stagnan sama seperti periode sebelumnya 50.5. Sedangkan data inflasi dari sisi produsen PPI mengalami penurunan hanya 0.6% yang lebih tinggi dari perkiraan turun hingga 0.4%, namun data periode sebelumnya direvisi menurun dari 0.8% menjadi 0.7%. Sebelumnya data inflasi CPI juga mengalami penurunan sehingga membuka peluang bagi ECB untuk kembali memangkas suku bunga acuannya pada pertemuan moneter 2 pekan mendatang. Hari ini akan dirilis data Retail Sales di Italia dan juga data Industrial Production di Prancis.
Poundsterling merosot tajam selain karena penguatan mata uang dolar, namun juga oleh komentar tidak terduga dari Gubernur Bank Sentral Inggris (BOE). Gubernur BOE - Andrew Bailey dalam wawancara dengan media Guardian kemarin mengatakan BOE dapat bergerak lebih agresif memangkas suku bunga acuan jika tekanan inflasi terus menurun. Komentar ini bertolak belakang dengan pernyataan Bailey dalam beberapa kesempatan sebelumnya. Perubahan ini tentu saja semakin memperkuat ekspektasi akan langkah pemangkasan suku bunga sebanyak 25 bps pada pertemuan moneter di bulan November mendatang. Data ekonomi juga mengalami penurunan dengan data PMI di sektor jasa turun menjadi 52.4 yang lebih rendah dari perkiraan stagnan sama seperti periode sebelumnya 52.8. Hari ini akan dirilis data PMI di sektor konstruksi.
Cek info lain di
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial
Dari sisi geopolitik masih diliputi ketidakpastian meskipun tidak ada tanda-tanda terjadinya peningkatan ketegangan, tapi pasar masih mewaspadai kemungkinan serangan balasan Israel. Media Axios menyebut bahwa pihak Israel akan melakukan serangan balasan yang signifikan dalam beberapa hari ke depan.
Sementara dari sisi data, laporan ADP dirilis lebih kuat dari yang diperkirakan, 143K vs 120K. Angka ini memberikan indikasi pasar tenaga kerja yang masih solid sehingga menurunkan peluang pemangkasan 50 bps, dan pasar kembali pada penurunan 25 bps standar di bulan November. Hal ini membuat emas cenderung terkoreksi turun ke level 2641, meskipun pada akhirnya rebound dan ditutup di 2658. Namun demikian, NFP hari Jumat masih menjadi penentu yang ditunggu-tunggu pasar.
Sementara dalam beberapa data terakhir, ADP memang cenderung berada lebih rendah dibanding NFP. Tapi hal ini tidak menjadi jaminan bahwa NFP akan sesuai dengan ADP karena di beberapa kasus yang pernah dibahas di @AgrodanaFuturesOfficial, tidak ditemukan korelasi positif antara ADP dan NFP. Artinya, dari sekian banyak data ADP dan NFP yang dirilis, mayoritas justru menunjukkan perbedaan saat ADP dirilis lebih rendah, ternyata NFP dirilis lebih tinggi, dan sebaliknya, ADP dirilis lebih baik, ternyata NFP dirilis lebih rendah.
Ketidakpastian Geopolitik
Axios melaporkan bahwa Israel akan meluncurkan pembalasan yang signifikan dalam beberapa hari ke depan yang menargetkan fasilitas produksi minyak di dalam Iran dan lokasi strategis lainnya.
Korps Garda Revolusi Islam Iran sudah menyebarkan ancaman di beberapa saluran mereka yang mengklaim bahwa jika Israel memutuskan untuk menyerang industri minyak Iran, maka mereka akan membalasnya dengan serangan ditujukan pada Azerbaijan, Oman, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.
Hal ini tentunya akan membuat kondisi geopolitik tidak menentu dalam beberapa hari ke depan, dengan kondisi pasar yang dihantui oleh kemungkinan konflik yang meluas keluar kawasan Timur Tengah. Emas berpotensi kembali diincar sebagai safe haven jika kondisi ini tidak segera reda.
Di sisi lain, AS mungkin tidak menginginkan hal tersebut meluas yang membuat harga minyak berpotensi naik sebulan sebelum pemilu.

Saat ini emas sensitif terhadap beberapa isu utama yang bergulir di market global. Namun hal utama yang menjadi acuan para pelaku pasar global adalah kebijakan ekonomi bank sentral, pembelian bank sentral dan minat investor global terhadap emas. Sementara geopolitik yang kembali memanas menambah faktor dominan dari penggerak market.
Beberapa bank, seperti Goldman Sachs, JP Morgan, dan yang terbaru UBS memperkirakan harga emas cenderung di sisi bullish mengutip beberapa faktor yang menjadi pertimbangan :
Dengan masih liburnya China, maka tidak ada kabar terbaru yang bisa menjadi acuan dari realisasi stimulus fiskal pemerintah China dalam waktu dekat sehingga hal ini juga bisa menjadi alasan kenapa emas kurang bertenaga di 2 hari terakhir.
Sementara dari sisi data ekonomi, market akan mencermati data initial jobless claims di jam 19.30 WIB dan ISM services/non manufaktur di jam 21.00 WIB. Jobless claims diperkirakan kembali naik dari 218K menjadi 221K, sementara ISM services diperkirakan naik tipis dari 51.5 menjadi 51.6.
Data ekonomi yang kuat akan menjadi pemicu penurunan atau koreksi turun dari emas. Dan sebaliknya data yang lemah akan menjadi alasan bagi emas lanjutkan kenaikannya.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick ditutup doji candle dengan real body hitam berukuran kecil dan memiliki tail bawah yang lebih panjang dibanding tail atas. Secara teori seharusnya pola candle tersebut mirip dengan hanging man yang berarti peluang koreksi turun bisa kembali terjadi. Namun secara umum bullish juga masih memiliki peluang dikarenakan fundamental ekonomi yang mendasarinya seperti siklus penurunan suku bunga Fed dan stimulus ekonomi China.
Support zona 2641 yang merupakan 50% real body long white candle 24 September 2024 kembali menjadi area support efektif yang menahan penurunan hingga tadi malam. Jika swing low kembali terjadi, maka 2641 menjadi support pertama yang harus dicermati selain 2632 dan 2624. Sementara resistance 2663 dan 2673 adalah area yang harus ditembus dalam waktu dekat untuk membuka peluang kenaikan kembali.

Di H4, masih menggunakan FR yang ditarik dari bottom 2546.73 (FR 100%) sampai puncak 2685.50 (FR 0%). Meski sempat kembali turun, tapi level terendah tertahan di 2641.03, tidak lebih rendah dari low 2 hari sebelumnya 2624.58 dan 2632.05 sehingga pola pergerakan cenderung dalam pola yang sama, dan Elliott wave masih memiliki peluang untuk lanjutkan proses wave 5 naik.
Dengan pola yang sama, maka support terjauh dianggap berada di area orange, kisaran 2624-2632, dan support terdekat berada di 2640-2645. Sementara kenaikan diperkirakan bertahap kembali mendekati resistance 2663 atau 2673, sebelum akhirnya wave 5 ditentukan dari penembusan 2685 (high dari wave 3) karena wave 5 secara teori akan lebih tinggi dari high yang dicapai wave 3.
Dengan asumsi panjang wave 5 = wave 1, maka target potensial dari kenaikan tersebut secara teori berada di 2714. Namun pada realisasinya bisa sedikit di bawah atau sedikit lebih tinggi, tergantung dari faktor pendorong dari sisi fundamental, yang berarti akan bergantung dari data hari ini hingga NFP besok malam, terlepas dari faktor geopolitik.
Sebaliknya, penurunan juga tetap bisa kembali mengancam jika harga turun di bawah 2624/2626. Sementara Elliott Wave bisa benar-benar gagal jika harga lanjutkan tekanan turun di bawah 2600-2605 (wave 4 tidak boleh lebih rendah dari wave 1 di mana high dari wave 1 berada di 2589). Jika ini yang terjadi, maka switch strategi menjadi sell dengan target terdekat 2580-2583, dan terjauh 2545-2550, dengan pertimbangan tidak ada eskalasi geopolitik dalam waktu dekat (Kamis dan Jumat) dan data ekonomi relatif “lebih baik dari ekspektasi”.

Per jam 10.20 WIB, harga berada di 2654.53, dengan high di 2662.82 dan low 2653.43. Dengan menggunakan FR yang sama sebelumnya, yang ditarik dari bottom 2624.58 ke puncak 2673.00 (FR 0%), maka penurunan sejauh ini terpantau masih dalam kategori normal, tertahan di zona orange meskipun level terendah sempat berada di zona 2640-2643 yang merupakan area terdekat dengan support trend channel.
Jika mengacu pada FR, maka selama tidak terjadi penurunan di bawah FR 61.8%, penurunan masih dianggap koreksi normal, dan menjadi opsi area buy. Dengan demikian opsi buy bisa dilakukan yang terdekat di zona orange 2645-2650, atau 2638-2642 (dekat dengan resistance trend channel yang kini menjadi support).
Sementara opsi Sell bisa dipertimbangkan jika FR 61.8% benar-benar ditembus, atau dengan kata lain harga tembus di bawah 2640, dengan peluang target terdekat berada di zona kuning, kisaran 2622-2625, terjauh 2600-2605.
Penembusan di atas FR 0% 2673 akan memberi indikasi berlanjutnya tren naik yang lebih kuat. Bisa pertahankan buy jika konfirm tembus FR 0% 2673.00, dengan peluang target terdekat 2685 (all time high), atau lebih tinggi mengkonfirmasi Wave 5 di H4 jika didukung dengan data ekonomi yang lebih lemah atau eskalasi geopolitik di hari Kamis dan Jumat minggu ini.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi BUY dekat support
Entry: 2644.00 – 2646.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward : 2658.00 ($12 - $14)
(follow/pertahankan BUY jika tembus 2663.00,
Target terdekat 2670, terjauh 2685, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2638.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 2636.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi SELL jika support ditembus
Entry : 2634.00 – 2634.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2622.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2640.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 2640)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.10500 – 1.10700
Target : 1) 1.09600 2) 1.09000
SL : 1.11300
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.10000
Switch to BUY jika tembus 1.11500
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.32800 – 1.33000
Target : 1) 1.32200 2) 1.31600
SL : 1.33600
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.32300
Switch to BUY jika tembus 1.34000
Suggest : BUY on Dip
Area : 146.000 – 146.200
Target : 1) 146.800 2) 147.400
SL : 145.400
Alternatif :
Switch to SELL jika tembus 144.500
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 147.300
Suggest : BUY on Dip
Area : 2644 – 2646.00
Target : 1) 2652.00 2) 2658.00
SL : 2638.00 (ideal 3-5 points di bawah 2636.00)
Alternatif :
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2663.00
Switch to SELL jika tembus 2630.00



