Imbal hasil Treasury AS 10 kembali naik di sesi perdagangan tadi malam, tapi di sisi lain dolar sideways sehingga emas masih leluasa dengan kenaikannya, meskipun di malam hari sempat terjadi pullback atau swing low jelang penutupan perdagangan.
Sempat terjadi kekacauan di market saat sesi NY berjalan. Hal itu dipicu oleh pernyataan Menteri Energi AS yang sempat menyebut bahwa Angkatan Laut AS berhasil mengawal kapal tanker melewati Selat Hormuz. Tapi postingan itu dihapus. Dan Gedung Putih sempat membantah tidak ada pengawalan. Akibatnya harga minyak sempat turun ke $77, tapi kemudian rebound hingga $81/82.
Beredar kabar yang dikutip CNN bahwa Iran menempatkan puluhan ranjau di Selat Hormuz. CNN mengutip informasi intelijen AS yang tidak disebutkan namanya. Kondisi ini sempat membuat harga minyak melonjak naik kembali ke level $87 sehingga membuat emas sedikit tertekan. Hal itu membuat kekhawatiran tentang lonjakan inflasi kembali membayangi emas sehingga menimbulkan tekanan.
Tapi kondisi kembali pulih setelah Presiden Trump menyebut tidak ada laporan apapun tentang ranjau. Namun, Trump mengatakan jika memang Iran menempatkan ranjau di Selat Hormuz, maka dia meminta ranjau tersebut untuk dihilangkan segera. Trump mengancam jika ranjau memang ditempatkan dan tidak segera dihilangkan, maka Iran akan menghadapi konsekuensi militer pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Trump menyebut bahwa jika Iran menghilangkan ranjau yang dipasang, maka hal itu menjadi langkah besar ke arah yang benar.
Di sisi lain, beredar kabar juga dari domestik bahwa Trump didesak untuk segera mengikrarkan gencatan senjata jika target melucuti militer Iran sudah tercapai. Tapi hal ini perlu dibuktikan lebih lanjut. Jika benar, maka situasi berangsur-angsur pulih dan mungkin benar seperti yang disampaikan Trump kemarin bahwa perang segera berakhir. Meski demikian, kabar tidak sedap datang dari Israel bahwa mereka akan tetap melanjutkan serangan meski harus tanpa AS.
Kabar baiknya datang dari IEA. IEA disebut-sebut mengajukan proposal untuk pelepasan SPR tertinggi sepanjang sejarah. Kabar menyebut kemungkinan SPR yang dirilis lebih tinggi dari SPR saat invasi Rusia ke Ukraina di 2022, 182 juta barrel per hari. Hal itu memberi ketenangan pada pasar yang sempat dibuat cemas dengan lonjakan harga minyak sehingga mengurangi peluang pemangkasan suku bunga Fed. Dengan rencana tersebut, ekspektasi penurunan suku bunga kembali terbuka karena inflasi relatif bisa terkendali.

Semua mata tertuju pada rilis data CPI AS yang diagendakan malam nanti di jam 19.30 WIB. Bulan sebelumnya inflasi berada di 2.4% y/y dan core CPI di 2.5% y/y. Sedangkan basis bulanan berada di 0.2% m/m dan core CPI 0.3% m/m. Data yang lebih rendah akan kembali memperkuat narasi bahwa inflasi AS terus melunak secara bertahap sehingga berpotensi meredakan tekanan pada imbal hasil obligasi, termasuk juga ekspektasi penurunan suku bunga.
Goldman Sachs memperkirakan data Februari akan menunjukkan pelemahan pada core CPI karena moderasi harga mobil dan perumahan. Core CPI diperkirakan akan berada di 0.17% m/m, di bawah konsensus 0.2%. Ini berarti inflasi inti (core CPI) tahunan akan berada di 2.4% y/y dibanding konsensus 2.5%. Sedangkan CPI utama diperkirakan berada di 0.18% m/m (lebih rendah dari konsensus 0.2%). GS memperkirakan inflasi perumahan akan melambat lebih lanjut.
Ekspektasi untuk nanti malam berada di 0.3% m/m, dan 2.4% y/y untuk CPI utama, dan 0.2% m/m, dan 2.5% y/y untuk Core CPI.
Semakin rendah inflasi, semakin terbuka untuk peluang pemangkasan suku bunga di pertemuan mendatang, tapi bukan berarti FOMC Maret akan menurunkan suku bunga. Setidaknya inflasi yang rendah akan menjadi catatan tambahan untuk Fed di pertemuan April atau Juni 2026. Sedangkan efek kenaikan harga bahan bakar di AS mungkin mulai diperhitungkan, sehingga perlu diwaspadai jika data mengalami kenaikan. Tapi, selama inflasi tidak lebih tinggi dari 2.7% y/y, maka kemungkinan pasar tidak terlalu cemas, dan emas mungkin turun terbatas.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup bullish, dan sementara ini kondisi kenaikan cenderung lebih dominan daripada penurunan. Tapi resistance psikologis 5225-52449 menjadi area yang patut diperhitungkan. Selama zona ini belum tembus, maka bearish bisa mengancam sewaktu-waktu.
Secara struktural, tren utama masih bullish. Namun, dalam jangka pendek jika support 5120 ditembus, maka ada kecenderungan kembali mengalami penurunan dengan zona support kritis di kisaran 5050-5060. Data CPI nanti malam akan menjadi salah satu penentu, selain harga minyak yang meredakan kekhawatiran pasar terhadap lonjakan inflasi.

Di H4, harga terus bertahan di atas support yang kami tandai. Zona ungu kisaran 5158-5195 saat ini menjadi zona psikologis dan diharapkan tetap efektif. Kenaikan berpeluang berlanjut dan penembusan di atas 5238 (high kemarin) dan 5249 akan menjadi pemicu kenaikan lebih tinggi. Potensi zona orange kisaran 5329-5379 sebagai target potensial, terutama jika didukung dengan data CPI yang lebih lunak.
Sebaliknya, kenaikan berpotensi terhambat, dan bearish akan mendominasi dalam jangka pendek jika support 5120-5140 ditembus. Kondisi ini akan kembali mengancam MA 200 yang saat ini berada di 5074. Jika ditembus, maka kecenderungan area ini menekan lebih lanjut hingga area 4996-5016 atau bahkan lebih lanjut ke zona pink 4854-4907. Namun, penurunan lebih tajam hanya terjadi jika didukung data CPI yang mengejutkan “jauh lebih tinggi” dari perkiraan. Dalam hal ini, strategi sell lebih diutamakan.
Cermati juga harga minyak! Selama minyak tetap berada di bawah zona $90/91, maka emas masih berpeluang naik. Dan kenaikan jauh lebih tinggi jika harga minyak turun di bawah $80 per barel + CPI lebih lunak. Sebaliknya, ubah strategi menjadi sell jika melihat harga minyak kembali tembus di atas $95 atau di atas $100 per barel + data CPI “jauh lebih tinggi” dari ekspektasi, karena hal tersebut berpotensi memicu kembali kekhawatiran lonjakan inflasi yang akan membuat pasar berpikir ruang untuk pemangkasan suku bunga Fed semakin kecil.

Per jam 12.2 WIB, harga berada di 5204.89 dengan high 5223.19, dan low 5183.50. Jika Anda melihat rekomendasi sebelumnya di website Technical Analysis Commodity (Gold, Crude Oil) 11 Maret 2026, strategi buy dipertahankan, dengan opsi alternatif buy on breakout di kisaran 5225 (lebih rendah dibanding saran sebelumnya).
Secara struktural, kenaikan harusnya lebih dominan karena penurunan di malam hari jelang penutupan pasar NY sempat turun hingga 5161, dan ditutup rebound di 5191. Dengan demikian penurunan di bawah zona merah 5178-5194 tidak diharapkan. Tapi jika terjadi, maka area ini akan menjadi area cukup baik untuk demand mendorong harga kembali ke jalur kenaikan.
Alternatif lain, jika penurunan berjalan lebih panjang dari perkiraan, maka zona orange kisaran 5141-5163 akan menjadi alternatif buy terbaik. Selama tidak ada penurunan di bawah 5140, maka bullish cenderung tetap dominan. Dan pola kenaikan selanjutnya diperkirakan tembus 5249/5250, dan melirik zona hijau kisaran 5260-5289. Dan peluang naik tembus zona 5300-an jika didukung data CPI yang lebih rendah dari perkiraan. Sebaliknya, sell disarankan hanya jika terjadi penurunan di bawah 5120-5125. Kondisi ini dianggap berpeluang terjadi reversal bearish jangka pendek, dan zona abu-abu 5089-5106 sebagai potensi target terdekat. Tekanan berpeluang lebih lanjut hingga 5000 atau bahkan 4960 jika data CPI di malam hari secara mengejutkan “jauh lebih tinggi dari perkiraan”.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi BUY on Dip
Entry: 5190.00 – 5192.00
(atau cek di artikel untuk opsi lainnya)
Target/Reward : 5204 ($12 - $14)
(Alternatif Follow BUY jika tembus 5225, target terdekat 5235, terjauh 5255, sesuaikan stop loss dengan risk management masing-masing)
Stop Loss: 5182.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 5180.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi BUY on Dip
Entry : 5145.00 – 5147.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif )
Target/Reward: 5159.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 5139.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di bawah 5138)
Risk Reward: 1: 2
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis PT Agrodana Futures
| Suggest : SELL on Rally Area : 86.20 – 86.40 Target : 1) 85.20 2) 84.20 SL : 87.40 Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 85.00 Switch to BUY jika tembus 92.00 Tetap pantau perkembangan geopolitik! |



| Suggest : BUY on Dip Area : 5190.00 – 5192.00 Target : 1) 5198.00 2) 5204.00 SL : 5184.00 (ideal 3-5 points di bawah 5182) Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 5225 (updated!) Switch to SELL jika tembus 5120 Opsi buy : 5178-5194 (merah), 5124-5140 (orange), 5089-5106 (abu), |
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis PT Agrodana Futures

Imbal hasil Treasury AS 10 dan dolar berbalik melemah di malam hari setelah selama seminggu terakhir mengalami kenaikan. Hal ini memudahkan emas untuk kembali rebound hingga kisaran 5150-an, dan berlanjut hingga 5186 pagi ini.
Pemicu utama diawali dengan kabar bahwa negara-negara G7 sepakat untuk mempertimbangkan pelepasan SPR secara terkoordinasi untuk meredam gejolak harga minyak yang sempat tembus $120 per barel. Dan pemicu kedua datang dari pernyataan Trump yang menyebut tentang kemungkinan perang akan segera berakhir, walaupun dia menekankan bahwa tidak akan terjadi minggu ini. Emas bangkit karena kedua hal tersebut setidaknya meredam kekhawatiran pasar terhadap dampak kenaikan harga minyak pada inflasi.
Perhatian tertuju ke pembahasan kebijakan di antara para Menteri keuangan dari negara-negara anggota G7. Kabar menyebut bahwa Jepang mengajukan untuk rilis cadangan minyak darurat secara terkoordinasi untuk meredam gejolak kenaikan harga minyak yang sempat tembus $120 per barel di hari Senin akibat dampak konflik militer yang terus berlanjut antara Israel – AS terhadap Iran.
Pertemuan tingkat Menteri baru akan dilakukan hari ini, dan ada harapan yang semakin besar bahwa dengan pelepasan minyak dari cadangan minyak strategis (SPR) negara-negara G7 bisa disetujui. Kabar tersebut membuat minyak mentah WTI turun dari titik tertinggi $120 ke $84 per barel di malam hari.

Kabar kedua yang juga berhasil meredam kekhawatiran pasar terhadap ancaman inflasi dari lonjakan harga minyak adalah pernyataan Trump. President Trump berbicara dengan CBS News, dengan melontarkan nada sedikit optimis tentang situasi geopolitik. Presiden menyebut bahwa konflik berpotensi berakhir lebih cepat dari yang semula dikhawatirkan 4-5 minggu. Trump beralasan bahwa kemampuan militer Iran sudah berkurang jauh. Dia mengklaim saat ini Iran tidak memiliki angkatan laut yang berfungsi, kemampuan komunikasi terbatas, dan Angkatan udara yang efektif.
Trump juga mengakui bahwa AS bisa mengambil alih kendali Selat Hormuz jika diperlukan untuk memastikan pasokan energi global lancar. Trump menambahkan, sudah memiliki calon pengganti yang dipertimbangkan untuk Pemimpin Tertinggi Iran sehingga memungkinkan adanya perubahan politik di kawasan tersebut.
Selain itu, Trump juga mengatakan bahwa pemerintahannya sedang mempertimbangkan untuk pelonggaran sanksi terhadap ekspor minyak Rusia, untuk merespon lonjakan harga minyak global baru-baru ini.
Hanya existing home sales yang dirilis dari AS nanti malam di jam 21.00 WIB. Data yang lemah berpotensi mendukung kenaikan emas. Dan sebaliknya, data yang kuat akan meredam kenaikan emas.
Di sisi lain, pasar juga perlu memantau lebih lanjut rencana rilis SPR dari negara-negara G7. Jika disepakati, maka diharapkan harga minyak WTI lanjutkan penurunan di bawah $85 per barel sehingga emas dengan leluasa kembali naik, dan terbuka kemungkinan tembus $5200-an. Meski demikian juga perlu diwaspadai bahwa situasi perang belum berakhir seutuhnya. Bahkan Trump menyebut konflik akan berlanjut sampai Iran ditaklukkan. Hal ini berpotensi membuat emas kemungkinan tetap diincar sebagai safe haven, dan lanjutkan kenaikan selama harga minyak masih terkendali.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup hammer pasca gap down di hari Senin yang diikuti tekanan turun sampai 5014. Situasi berubah di siang hari, dan dilanjutkan kenaikan malam hari sesuai ekspektasi yang diulas di live streaming youtube Agrodana Senin sore. Meski demikian, secara teknis, resistance 5186-5194 adalah area penting yang belum ditembus sehingga dalam waktu dekat menyebabkan rejection sementara.
Secara struktural, tren utama masih bullish. Dan jika resistance 5186-5194 berhasil ditembus, maka peluang kenaikan akan lebih kuat. Resistance berikutnya di kisaran 5225 dan 5250. Jika keduanya juga ditembus, maka rally berpeluang berlanjut kembali melirik zona 5300-an. Sebaliknya, support saat ini berada di 5108-5116. Dan jika ditembus, maka membuka peluang untuk penurunan ke zona low kemarin 5014 paling jauh, atau 5050-5060 terdekat, sekaligus support psikologis saat ini.

Di H4, MA200 kemarin di 5054 tetap efektif, terbukti penurunan di malam hari tidak tembus meski sempat diuji kembali. Resistance triangle saat ini sudah ditembus, sehingga secara teori seharusnya mulai melanjutkan kenaikan atau dominan naik. Kondisi ini akan lebih kuat jika minimal 4 jam ke depan harga tidak lagi turun di bawah 5130-5150 sehingga bullish dari triangle tetap valid.
Target kenaikan berikutnya melirik zona 5225-5240 yang tidak mudah. Bahkan sebelum berhadapan dengan zona tersebut, emas harus memastikan bisa tembus resistance 5186-5194 lebih dulu. Dan jika syarat terpenuhi, maka kenaikan cenderung lebih dominan.
Sebaliknya, jika dalam 4 jam ke depan harga kembali turun di bawah 5130-5150, maka peluang alternatif buy hanya memiliki kesempatan di kisaran 5106-5116 (support trendline). Selama zona ini tidak ditembus, demand kemungkinan masih bisa kembali mendorong harga kembali ke jalur kenaikan.
Sedangkan skenario bearish diperkirakan akan lebih kuat jika tembus 5080-5090, atau jauh lebih kuat jika mampu tembus MA 200 yang saat ini di 5065. Jika MA 200 ditembus, maka terbuka untuk turun lebih lanjut melirik zona 4996-5000, atau paling ekstrim zona pink kisaran 4854-4907.
Cermati juga harga minyak! Jika minyak tetap berada di bawah zona $90/91, maka emas masih punya peluang rebound naik, meski di sesi Asia pagi ini terlihat tertekan. Sebaliknya, ubah strategi menjadi sell jika melihat harga minyak kembali tembus di atas $95 atau di atas $100 per barel, karena hal tersebut berpotensi memicu kembali kekhawatiran lonjakan inflasi yang akan membuat pasar berpikir ruang untuk pemangkasan suku bunga Fed semakin kecil.

Per jam 10.40 WIB, harga berada di 5162.47 dengan high 5186.53, dan low 5117.59. Jika Anda melihat rekomendasi sebelumnya di website Technical Analysis Commodity (Gold, Crude Oil) 10 Maret 2026 | PT. Agrodana Futures, strategi buy dipertahankan, tapi area lebih tinggi mengingat posisi harga berhasil tembus resistance triangle 5155, dan level tertinggi sementara saat ini di 5186 saat artikel ditulis.
Triangle berhasil ditembus, dan kenaikan sementara tertahan di zona merah area 5175-5194 sesuai perkiraan. Saat artikel ditulis, area hijau 5141-5163 yang juga zona resistance triangle di 5155 sedang diuji (retest). Secara teori, selama zona ini tidak ditembus, maka demand akan tetap dominan, dan zona buy baru disarankan di zona ini, seperti yang diperbarui pada referensi hari ini. Jika sesuai ekspektasi, maka selanjutnya kenaikan bertahap diharapkan tembus, zona merah dalam retest kedua kalinya sehingga lanjut hingga kisaran 5225-5240an. Namun, jika harga tembus di bawah zona hijau, maka zona orange sebagai area terakhir demand di kisaran 5106-5118 bisa dipertimbangkan zona buy alternatif. Sementara jika tembus di bawah zona orange, maka tren cenderung berbalik turun untuk jangka pendek sehingga strategi bisa diubah menjadi sell dengan peluang target ke kisaran 5085, atau terjauh 5050-5060.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi BUY on Dip (updated!)
Entry: 5138.00 – 5140.00
(atau cek di artikel untuk opsi lainnya)
Target/Reward : 5122 ($12 - $14)
(Alternatif Follow BUY jika tembus 5190, target terdekat 5200, terjauh 5220, sesuaikan stop loss dengan risk management masing-masing)
Stop Loss: 5132.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 5130.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi BUY on Dip
Entry : 5108.00 – 5110.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif )
Target/Reward: 5122.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 5102.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di bawah 5100)
Risk Reward: 1: 2
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis PT Agrodana Futures
| Suggest : SELL on Rally Area : 90.00 – 90.20 Target : 1) 89.00 2) 88.00 SL : 91.20 Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 87.00 Switch to BUY jika tembus 95.00 Tetap pantau perkembangan geopolitik! |



| Suggest : BUY on Dip (udpated!) Area : 5138 – 5140.00 Target : 1) 5146.00 2) 5152.00 SL : 5132.00 (ideal 3-5 points di bawah 5130) Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 5190 (udpated!) Switch to SELL jika tembus 5090 (udpated!) Opsi buy : (udpated!) 5141-5163 (hijau), 5106-5118 (orange), 4996-5016 (low 3 Mar 2026), 4961-4975 (abu) tembus 5178-5194 (merah) |
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis PT Agrodana Futures

Imbal hasil Treasury AS 10 dan dolar nampaknya lanjutkan penguatannya sehingga kenaikan emas di hari Jumat menjadi ‘barang langka’ yang ditunggu. Hal itu terbantu oleh data NFP yang lebih lemah dari perkiraan, sehingga emas berhasil ditutup rebound dari level terendah 5062 ke 5170. Tapi sayangnya pagi ini mengawali sesi dengan hal yang kurang kondusif. Emas dibuka gap down di 5130 dan meluncur hingga 5014 di awal sesi Asia pagi ini.
Akhir pekan menjadi pekan yang tidak baik. Situasi geopolitik tidak kunjung reda, dan seperti yang dibahas kemarin di live streaming Jumat, harga minyak akhirnya naik dan tembus di atas $100 per barel pagi ini, akibat serangan terhadap sekitar 30 depot penyimpanan minyak Iran di akhir pekan, diikuti dengan balasan Iran di lokasi minyak dan pabrik desalinasi air sehingga membuat pasar menyimpulkan bahwa situasi perang mulai meluas di luar kendali. Emas pun tertekan karena munculnya kecemasan inflasi tinggi akan berdampak pada Fed yang terpaksa menaikkan suku bunga.
Memasuki sesi NY, semua mulai terkendali. Penurunan emas yang awalnya menekan hingga 5060an, mendekati low sehari sebelumnya, berhasil reda, dan pasar mulai fokus dengan data non farm payrolls AS saat itu karena mencoba mencari petunjuk dari sisi data untuk mendapatkan gambaran terhadap potensi suku bunga Fed.
Data pun dirilis dan secara mengejutkan jauh lebih rendah dari perkiraan, -92K vs +58K. Data bulan sebelumnya juga mengalami revisi dan semakin menunjukkan angka yang lemah. Pasar pun merespon positif, sebagai pertanda positif untuk ekspektasi penurunan suku bunga Fed ke depan. Harga emas rebound hingga 5174, dan berakhir ditutup di 5168.
Data ini memberi angin segar bagi pasar di tengah kekhawatiran dampak perang yang tidak jelas kapan berakhir, membuat kecemasan terhadap kondisi inflasi jika terjadi lonjakan harga minyak beberapa bulan ke depan.

Di akhir pekan, Israel menyerang 30 depot penyimpanan minyak Iran, diikuti dengan balasan Iran di lokasi minyak dan pabrik desalinasi air. PM Israel Netanyahu dan Menteri Perang AS Hagseth berulang kali menyebut bahwa serangan yang lebih keras masih akan datang. Harga minyak pun melonjak di pembukaan sesi Asia pagi ini sentuh $110 per barel, dan sempat sentuh level tertinggi $119 per barel.
Kecemasan muncul karena 105 juta barel minyak yang diproduksi setiap hari di dunia, sekitar 20% diantaranya harus melewati Selat Hormuz, dan selat tersebut ditutup, meskipun Iran menyebut tidak menutup total, hanya membatasi akses untuk kapal-kapal tanker yang terafiliasi Israel dan AS.
Situasi semakin memburuk karena Irak, Kuwait dan negara lain menghentikan pasokan besar-besaran karena tidak ada kapal pengangkut. Jika terjadi penutupan total, maka hal ini akan membutuhkan waktu untuk memulai kembali. Kondisi ini memicu lonjakan permintaan untuk mengamankan pasokan minyak hari ini atau melakukan lindung nilai.
Trump menulis dalam akun media sosialnya tentang harga minyak bahwa harga tersebut akan turun drastis setelah Iran menghentikan program senjata nuklirnya. Jika diperhatikan, penghentian senjata nuklir menjadi jalan keluar untuk Iran dan sebelumnya pernah ditawarkan dalam negosiasi. Jika Trump menganggap “penghentian program nuklir” sebagai tujuan, maka kemungkinan akan ada jalan menuju mediasi ataupun gencatan senjata. Tapi jika Trump tetap menargetkan “menyerah tanpa syarat” seperti yang disampaikannya di hari Jumat kemarin, maka konflik kemungkinan akan terus memanas karena Iran menyatakan siap meladeni sampai 6 bulan ke depan seperti yang diancamkan AS.
Mirip dengan situasi minggu lalu di mana pasar dihadapkan pada kondisi geopolitik yang memanas dan data pekerjaan AS yang ditunggu-tunggu, maka minggu ini pasar juga akan mencermati data inflasi CPI yang akan dirilis hari Rabu, dan PCE di hari Jumat. Data ini menjadi lebih sensitif dari sebelumnya karena situasi perang yang dikhawatirkan membuat inflasi melonjak.
Jika data inflasi relatif “tidak sepanas yang dikhawatirkan”, atau minimal menunjukkan data yang reda, maka hal ini cukup untuk menenangkan pasar yang cemas dengan situasi inflasi, emas mungkin punya kesempatan untuk berbalik naik dengan cepat.
Jika data inflasi “lebih panas dari yang dikhawatirkan”, maka hal ini akan semakin keras menekan emas, karena pasar akhirnya menutup ekspektasi mereka terhadap pemangkasan suku bunga Fed.
Di sisi lain, menariknya adalah semua hal yang dikhawatirkan Trump, saat ini justru terjadi. Harga minyak yang tinggi adalah sumber masalah inflasi, dan jika inflasi melonjak, maka hal ini akan mempersulit ruang bagi Fed untuk memangkas suku bunga seperti yang diinginkan Trump. Hmm, minggu lalu trump sempat memberi sinyal akan melakukan upaya apapun untuk meredam harga minyak tersebut. Apakah ini pertanda pasar tinggal menunggu sinyal “TACO (Trump Always Chicken Out) trade“? Jika ya, kemungkinan dia sendiri yang akan menarik tombol “panik” lalu merubah situasi perang menjadi perdamaian atau mediasi untuk mengakhiri perang.
Di sisi lain, penurunan emas juga disebabkan salah satunya adalah untuk mengcover kerugian di pasar saham. Dan saat pasar menunggu apakah perang ini berjalan lebih panjang, maka akan ada fase di mana pasar kembali mengincar safe haven, atau menjadikan emas sebagai aset hedging terhadap inflasi.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup bullish setelah data NFP di hari Jumat secara mengejutkan dirilis “jauh di bawah ekspektasi”, -92K vs +58K. Kondisi tersebut membuka harapan bagi pasar tentang peluang pemangkasan suku bunga Fed, minimal di tahun ini, meskipun tidak signifikan mendorong ekspektasi pemangkasan Maret. Namun, situasi geopolitik di akhir pekan memanas sehingga membuat harga emas pagi ini dibuka gap down.
Secara struktural, tren utama masih bullish. Tekanan di pagi ini tertahan di 5014, dan berbalik naik bertahap hingga 5095 saat artikel ditulis. Zona terendah 3 Maret 2026 di 4996 dan support psikologis 5016 sejauh ini bertahan. Tapi kenaikan perlu menghadapi beberapa resistance terdekat sebagai kunci kenaikan selanjutnya di 5125-5135, 5184 dan 5225. Jika rebound gagal mencapai atau tembus minimal di atas 5135, maka bearish berpotensi kembali mengintai dalam jangka pendek.

Di H4, MA200 saat ini di 5054 berhasil menahan penurunan. Sempat terjadi tekanan sampai 5014, tapi harga berbalik naik dengan cepat dan candle tetap bertahan di atas MA 200. Secara teori, berarti triangle tidak ditembus atau bisa dikategorikan false breakout.
Jika dalam 4 jam ke depan harga tetap stay di atas 5054 (MA 200), maka secara hitungan emas cenderung naik. Ini berarti membuka peluang untuk kenaikan mengincar kembali zona ungu 5137-5180. Dan jika berhasil ditembus, maka peluang tembus resistance dari triangle 5164 juga secara tidak langsung mengkonfirmasi kenaikan lebih lanjut. Area 5200-5225 akan menjadi area yang potensial dari kenaikan tersebut.
Sebaliknya, jika dalam 4 jam ke depan harga tetap bertahan di bawah 5100, dan bahkan ada kecenderungan menguji kembali MA 200 di 5054, maka trader perlu waspada! Kemungkinan risiko penurunan berlanjut dan level area support 4996-5016 kembali terancam.
Dalam skenario ini, pilihan trader ada 2, yaitu : mempertahankan sell dengan peluang penurunan lebih lanjut ke kisaran 4960, maksimum zona pink 4854-4907 jika kecemasan berlanjut, atau bersiap mengincar buy dengan asumsi zona 4996-5016 tetap kuat sehingga tidak terjadi penembusan lebih lanjut.
Data NFP yang lemah di hari Jumat, kemungkinan juga belum mendapat respon maksimal dari sesi NY sehingga kami mengantisipasi kemungkinan reaksi baru terlihat di malam hari. Meski demikian, lonjakan harga minyak yang memicu kekhawatiran pada kenaikan inflasi sehingga membuat ekspektasi pemangkasan suku bunga berkurang, juga perlu diwaspadai karena hal tersebut sempat membuat emas turun di pembukaan sesi Asia pagi tadi!

Per jam 11.20 WIB, harga berada di 5091.14 dengan high 5135.63, dan low 5014.97. Jika Anda melihat rekomendasi sebelumnya di website Technical Analysis Commodity (Gold, Crude Oil) 9 Maret 2026, strategi diubah mengingat area support 4996-5016 sejauh ini bertindak sebagai support yang efektif sehingga mampu mendorong harga kembali ke zona 5095-5098.
Triangle sempat ditembus di pagi hari, dan awalnya mempertimbangkan sell on rally kisaran resistance 5080-5085. Tapi harga ternyata berhasil naik dan kembali di atas support dari triangle, tembus di atas 5085, meskipun memang sempat turun dari 5085 ke 5066 kembali. Dengan harga kembali di dalam zona triangle, maka penurunan sebelumnya di pagi hari tadi dianggap gagal berlanjut sehingga kami melihat layak untuk ubah strategi kembali menjadi buy.
Meski demikian, resistance zona 5129-5160 tidak mudah untuk ditembus. Ini berarti perlu kewaspadaan jika di sore atau malam hari zona ini gagal ditembus! Anda bisa kembali incar SELL jika zona tidak ditembus.
Sedangkan jika berhasil tembus, maka buy bisa dipertahankan dengan proyeksi target berikutnya ke kisaran 5180-5200, dengan asumsi bahwa reaksi pasar terhadap data NFP Jumat belum sepenuhnya terlihat sejak pembukaan pagi ini di sesi Asia.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi BUY on Dip (updated!)
Entry: 5078.00 – 5080.00
(atau cek di artikel untuk opsi lainnya)
Target/Reward : 5092 ($12 - $14)
(Alternatif Follow BUY jika tembus 5095, target terdekat 5105, terjauh 5125, sesuaikan stop loss dengan risk management masing-masing)
Stop Loss: 5072.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 5070.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi BUY on Dip
Entry : 4995.00 – 4997.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif )
Target/Reward: 5009.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 4989.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di bawah 4983)
Risk Reward: 1: 2
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis PT Agrodana Futures
| Suggest : BUY on Dip Area : 106.90 – 107.10 Target : 1) 108.10 2) 109.10 SL : 105.90 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 109.20 Switch to SELL jika tembus 105.00 Waspada jika harga sudah sentuh/di atas 110, terlalu berisiko! |



| Suggest : BUY on Dip (updated!) Area : 5078.00 – 5080.00 Target : 1) 5086.00 2) 5092.00 SL : 5072.00 (ideal 3-5 points di bawah 5070) Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 5095 Switch to SELL jika tembus 5020 Opsi buy : 4996-5016 (last low 3 Mar 2026), 4961-4975 (abu), 4842-4882 (biru), tembus 5095-5100 |
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis PT Agrodana Futures




