Imbal hasil Treasury AS 10 kembali lanjutkan kenaikan untuk hari ke-4 secara beruntun, dan membuat dolar tetap menguat. Hal ini membuat emas mengalami tekanan karena emas dalam denominasi dolar dianggap mahal saat dolar menguat. Status safe haven emas saat ini relatif lebih lemah dibanding dolar AS.
Kekhawatiran inflasi melonjak dan membuat Fed batal turunkan suku bunga mungkin sedikit diredam dari pernyataan pejabat Fed Michelle Bowman yang menyebut terlalu dini untuk menilai dampak perang mempengaruhi inflasi dan membuat Fed harus menaikkan suku bunga. Tapi spekulasi penjualan emas oleh bank sentral Polandia memicu aksi jual cepat di malam hari sehingga membuat emas rontok hingga 5050 dari 5170 saat itu.
Kekhawatiran Inflasi
Awalnya pasar merespon positif pada situasi geopolitik yang dipicu serangan Israel dan AS ke Iran di akhir pekan, 28 Februari 2026. Tapi kekhawatiran mulai muncul setelah isu Selat Hormuz ditutup selama perang berlangsung sehingga gangguan pasokan berpotensi mendorong harga minyak mentah global tembus $100 per barel.
Hal ini dikarenakan jika harga minyak melonjak naik, maka inflasi pun akan kembali melonjak tinggi. Situasi ini yang tidak disukai pasar dan memicu kekhawatiran bahwa jika perang terus berlanjut dan penutupan Selat Hormuz berjalan lama, maka inflasi yang melonjak akan membuat Fed hentikan penurunan suku bunga, dan berbalik menaikkan suku bunga. Kondisi ini tidak menguntungkan bagi emas yang cenderung turun di saat suku bunga naik.
Namun, kondisi tersebut relatif reda setelah Michelle Bowman dari Fed menyebut terlalu dini untuk menilai dampak perang pada inflasi. Meski tidak menyebutkan bahwa Fed tetap di jalur pemangkasan, setidaknya pasar mendapat ketenangan bahwa Fed masih akan bertindak tergantung data ekonomi.

Di sisi lain, pernyataan Trump juga bisa dianggap menenangkan kekhawatiran pasar terhadap lonjakan minyak dan inflasi. Trump mengatakan tidak suka jika harga minyak tinggi, saham turun dan pasar mengecilkan peluang pemangkasan suku bunga. Pernyataan ini mencerminkan bahwa Trump tetap dalam tujuan awal : minyak murah, inflasi rendah, suku bunga rendah. Ini seperti yang pernah kami ulas sejak Trump dilantik 20 Januari 2025 dan nampaknya tetap konsisten.
Terlepas dari situasi perang yang dipicu oleh Trump sendiri bersama Israel, Trump tidak menginginkan terjadinya lonjakan harga minyak karena dia tahu jika itu terjadi, maka inflasi akan kembali naik sehingga targetnya untuk meminta Fed turunkan suku bunga tidak akan tercapai. Meski sudah mengganti Powell dengan Warsh di bulan Mei nanti, belum tentu hal itu mudah untuk Warsh menurunkan suku bunga karena para pejabat lainnya berpotensi menentang jika inflasi tetap tinggi, atau bahkan melonjak drastis setelah perang.
Itu sebabnya Trump berusaha meyakinkan pasar minyak dan memberi jaminan untuk pasokan tetap melewati Selat Hormuz, dan bahkan memberi pengawalan melalui armada militernya jika diperlukan. Hal ini tentunya untuk menjamin pasokan minyak mentah tidak terganggu sehingga inflasi masih bisa ditekan.
Arab Saudi dan OPEC+ juga di pertemuan terakhir 1 Maret 2026 menyebut akan kembali menaikkan produksi 206K barel per hari mulai bulan April, dan kuota sukarela yang mungkin bisa dikerahkan untuk menstabilkan harga.
Sebelum fokus dengan geopolitik akhir pekan, pasar akan memantau data Non Farm Payrolls dan retail sales AS di jam 20.30 WIB. NFP diperkirakan turun dari 130K ke 58K, sedangkan unemployment rate diperkirakan tetap 4.3%, dan retail sales diperkirakan turun dari 0% ke -0.3%. Berarti kita punya base yang cenderung mendukung pelemahan dolar sehingga berdampak positif pada emas. Ini bisa terjadi jika data “sesuai ekspektasi” atau “lebih rendah dari perkiraan”. Tapi tidak berlaku jika data secara mengejutkan “jauh lebih baik dari ekspektasi”.
Beberapa skenario :
Dolar naik 1-2 resistance, emas turun 1-2 support. Tekanan kemungkinan terbatas selama data rilis.
Dolar naik 3 resistance atau lebih, emas turun 3 support atau lebih. Tekanan kemungkinan berlanjut pasca data untuk beberapa waktu.
Dolar turun 1-2 support, emas naik 1-2 resistance.
Dolar turun 3 support atau lebih, emas naik 3 resistance atau lebih. Dorongan naik kemungkinan berlanjut pasca data untuk beberapa waktu ke depan
Dolar naik terbatas, emas turun terbatas.
Khusus skenario 5, bisa saja pasar akan cenderung mengabaikan sehingga tidak terlihat pergerakan signifikan. Khusus skenario 2 maupun 4, emas berpotensi bergerak volatile lebih lanjut, bahkan mungkin berlanjut di atas 15 menit pasca data rilis. Tapi karena memasuki akhir pekan, perlu juga mewaspadai risiko geopolitik yang bisa membuat pasar cemas seperti pekan sebelumnya. Jadi, sebaiknya disarankan merespon data NFP hanya maksimal jam 21.00 WIB, karena di malam hari dikhawatirkan pasar akan fokus dengan risiko geopolitik!
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup bearish setelah gagal tembus resistance 5200, kenaikan saat itu tertahan di 5194 dan turun cepat di malam hari hingga 5050, meskipun akhirnya ditutup rebound di 5080. Hal ini masih disebabkan kekhawatiran pasar tentang lonjakan harga minyak yang bisa membuat Fed batal menurunkan suku bunga di 2026.
Secara struktural, tren utama masih bullish. Tapi area support 4996-5016 kemungkinan terancam seandainya data NFP nanti malam memberi kejutan lebih tinggi, dan pasar tetap dalam kekhawatiran lonjakan inflasi. Sementara resistance akan berada di zona 5194-5200. Jika dalam waktu dekat mampu bangkit di atas zona tersebut, maka bisa membuka peluang untuk kembali ke jalur bullish, terutama jika NFP nanti malam dirilis lebih rendah dari ekspektasi.

Di H4, support 5120 saat itu berhasil ditembus, dan emas tergelincir sampai 5050. Area terbaru menunjukkan zona trend channel hijau, dengan area support yang berhimpitan dengan MA 200 H4 di 5044. Dan dari area terakhir tersebut terlihat membuka peluang untuk membentuk double bottom, meski dengan bottom ke-2 yang lebih tinggi dari bottom ke-1. Alternatif lain, bisa saja membentuk triangle jika harga tetap tertahan di bawah resistance zona ungu dan juga di atas support trend channel.
Secara hitungan, peluang tahap kenaikan wave (v) tetap terbuka, meski dengan pergerakan bertahap. Asumsi penurunan tadi malam sebagai koreksi wave 2, maka kenaikan berikutnya tahap wave 3 naik, ini berlaku jika zona ungu 5137-5180 berhasil ditembus. Setelah itu diikuti kenaikan bertahap lainnya menyempurnakan Elliott Wave 12345 untuk rangkaian wave (v) secara keseluruhan. Skenario ini relatif paling bullish. Syaratnya mutlak : tidak boleh tembus support 5050, atau di bawah MA 200 5044, dan wajib tembus zona ungu 5137-5180.
Skenario bullish lainnya masih bisa terjadi, tapi melewati fase bearish lebih dulu. Ini berarti skenario bearish yang berjalan lebih dulu. Bisa terjadi jika support 5044 ditembus, pola double bottom gagal, dan harga lanjut turun hingga support terdekat 4996-5016, Hal ini bisa terjadi jika NFP dirilis lebih baik dari ekspektasi sehingga menekan emas di bawah low sebelumnya 5050, dan tembus MA 200 H4 di 5044.
Atau paling jauh zona pink 4854-4907. Hal ini bisa terjadi jika NFP dirilis mengejutkan “jauh lebih baik dari ekspektasi:, asumsi di atas 130K, sehingga menekan emas di hingga zonan pink 4854-4907.
Dan skenario bullish lainnya kemungkinan demand akan kembali muncul di antara zona 4996-4016 (jika NFP “lebih baik dari ekspektasi), atau jauh lebih kuat jika berada di zona pink 4854-4907 (jika NFP mengejutkan “jauh lebih baik dari ekspektasi”). Hal ini mempertimbangkan risiko geopolitik di akhir pekan di mana AS dan Israel masih membuka peluang untuk melakukan serangan besar ke Iran, meskipun perkembangan terbaru menyebut Trump tidak terpikir untuk serangan tersebut.

Per jam 10.53 WIB, harga berada di 5132.08 dengan high 5143.62, dan low 5066.50. Jika Anda melihat rekomendasi sebelumnya di website Technical Analysis Commodity (Gold, Crude Oil) 6 Maret 2026, strategi buy masih dipertahankan di zona yang sama, bahkan saat ini tercatat sudah 2 kali diuji resistance sekaligus zona sell yang disarankan di 5138-5140, dan harga pun di tes pertama berhasil langsung turun sampai 5122, yang berarti melewati TP 2 yang direferensikan di 5126. Saat artikel ditulis, retest kedua kalinya juga tetap tertahan di 5141, dan harga turun ke 5130 (TP1 @5132).
Secara selintas, zona resistance ungu 5129-5160 masih efektif, dan sell tetap dipertahankan. Swing low berikutnya diharapkan kembali menguji zona 5100 atau 5085. Dan jika tekanan akibat kekhawatiran lonjakan inflasi tetap dominan, maka kemungkinan tembus di bawah 5060 untuk lanjut lebih rendah.
Tapi kami memperkirakan akan sedikit kokoh di zona 5065-5085 tersebut sehingga emas berpeluang sideways di kisaran bawah 5065-5085 dan atas 5120-5140 sampai saat rilis NFP malam nanti. Jika ini sesuai, maka penentu sentiment berikutnya datang dari NFP.
Jika NFP dirilis lebih baik dari ekspektasi, maka penurunan terbuka untuk menguji 5060-5085. Jika data “jauh lebih baik dari ekspektasi” (asumsi 100-130K), maka tekanan berlanjut di bawah 5050. Sebaliknya, jika data NFP sesuai atau lebih lemah dari ekspektasi, maka ini akan membuka peluang untuk naik di atas 5160, dan berlanjut di atas 5200 di pertengahan malam pasca data NFP karena pasar juga tetap mewaspadai risiko geopolitik di akhir pekan.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi SELL on Rally
Entry: 5138.00 – 5140.00
(atau cek di artikel untuk opsi lainnya)
Target/Reward : 5126 ($12 - $14)
(Alternatif Follow SELL jika tembus 5060, target terdekat 5050, terjauh 5030, sesuaikan stop loss dengan risk management masing-masing)
Stop Loss: 5146.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di atas 5148.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi BUY on Dip
Entry : 5018.00 – 5020.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif )
Target/Reward: 5032.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 5012.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di bawah 5010)
Risk Reward: 1: 2
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis PT Agrodana Futures
| Suggest : BUY on Dip Area : 76.70 – 76.90 Target : 1) 77.90 2) 78.90 SL : 75.70 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 80.50 Switch to SELL jika tembus 74.00 Tetap waspadai perkembangan geopolitik jelang akhir pekan! |



| Suggest : SELL on Rally Area : 5138.00 – 5140.00 Target : 1) 5132.00 2) 5126.00 SL : 5146.00 (ideal 3-5 points di atas 5148) Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 5060 Switch to BUY jika tembus 5170 Opsi buy : 4996-5016 (last low 3 Mar 2026), 4961-4975 (abu), 4842-4882 (biru), tembus 5185-5190 |
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis PT Agrodana Futures

Imbal hasil Treasury AS 10 tetap dominan naik di sesi hari Rabu, sedangkan dolar mulai menunjukkan tanda-tanda melemah. Meski demikian, situasi ini tidak langsung membuat emas naik lebih kuat. Emas masih cenderung dalam zona sideways, tapi relatif stabil dibanding sehari sebelumnya.
Data ADP dirilis lebih baik dari ekspektasi, dan bahkan dilanjut dengan ISM services yang juga tetap berada di zona ekspansi sehingga emas sempat tertekan hingga 5109. Tapi kemudian berhasil pulih kembali hingga ditutup di zona 5140.
Data ADP menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja secara umum relatif stabil. Sebagian besar wilayah di AS melaporkan sedikit perubahan dalam perekrutan karena perusahaan tetap berhati-hati dalam melakukan perekrutan di tengah ketidakpastian dan biaya yang lebih tinggi. Pertumbuhan upah juga terus berlanjut dengan laju moderat hingga sedang.
Sedangkan inflasi, ada kecenderungan harga-harga meningkat dengan laju moderat, didorong terutama oleh kenaikan biaya input non-tenaga kerja, termasuk asuransi, energi, utilitas dan bahan baku. Tarif masih menjadi faktor penyebab yang mendorong kenaikan biaya. Banyak yang memperkirakan pertumbuhan harga akan relatif sedikit melambat beberapa bulan ke depan.
Secara umum, kondisi tersebut tidak mendukung untuk pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat. Bahkan ekspektasi penurunan suku bunga Maret cenderung kecil. Pasar saat ini mulai memperhitungkan ulang peluang pemangkasan suku bunga, bahkan untuk peluang Juni. Pasar melihat kemungkinan Fed tetap mempertahankan suku bunga tinggi untuk beberapa waktu ke depan. Dengan situasi perang yang belum diketahui kapan berakhir, kini pasar menunggu FOMC Maret untuk mengetahui apakah Fed memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga jika inflasi mengalami lonjakan akibat penutupan Selat Hormuz.

Di sisi lain, penurunan tajam di hari Selasa yang membuat emas turun dari 5379 sampai 4996 setelah sehari sebelumnya tembus 5400 membuat pertanyaan bergulir apakah emas tidak lagi menarik investor di saat ketidakpastian geopolitik mendominasi. Beberapa teori sebelumnya mengaitkan dengan kenaikan harga minyak yang dikhawatirkan memicu inflasi dan membuat Fed akhirnya memutar balik kebijakan dengan mulai menaikkan suku bunga. Sebagian lainnya mengaitkan dengan situasi perang Rusia-Ukraina di 2022.
Jika diperhatikan selintas, memang cenderung memiliki kemiripan. Tapi jika diteliti lebih lanjut, hal ini lebih disebabkan oleh kebutuhan pasar untuk menutupi kerugian yang sempat terjadi di pasar saham saat terjadi penurunan. Tekanan yang terjadi hingga membuat margin calls di pasar saham, membuat investor harus memilih antara menaikkan kapital untuk mempertahankan posisi, atau melikuidasi semua posisi, termasuk posisi di emas untuk menutupi kerugian tersebut. Beberapa juga dikaitkan dengan kekhawatiran perang yang berkepanjangan dan memicu Perang Dunia 3 sehingga berpikir tentang “menjual segalanya” untuk mendapatkan “cash”.
Kami tidak melihat alasan pengulangan 2022 saat perang Rusia-Ukraina terjadi saat ini dikarenakan situasinya relatif berbeda pada kebijakan moneter. Saat itu di 2022, Fed sedang dalam siklus kenaikan suku bunga sehingga kenaikan emas akibat perang, berbalik dengan anjloknya emas setelah pasar tidak lagi menganggap perang tersebut mengancam. Emas kembali turun karena sebelum geopolitik terjadi, Fed sedang dalam fase menaikkan suku bunga, di mana hal itu (kenaikan suku bunga) cenderung berdampak negatif pada emas.
Sedangkan situasi saat ini, sebelum terjadinya perang, Fed sedang dalam fase “menunggu” untuk melanjutkan penurunan suku bunga. Inflasi terganggu akibat tarif Trump sehingga membuat Fed menunda penurunan suku bunga. Namun, perang membuat pasar khawatir bahwa inflasi tersebut akan kembali melonjak seiring ditutupnya Selat Hormuz. Tapi selama Fed tidak memberi indikasi untuk menaikkan suku bunga, maka seharusnya kekhawatiran tersebut bisa diredam dalam waktu dekat, setelah pasar mendapat kepastian dari FOMC Maret.
Kami cenderung melihat penurunan emas saat ini adalah faktor margin calls di pasar saham, dan kebutuhan uang “cash” yang memaksa investor melikuidasi posisi di emas. Namun, secara keseluruhan pasar emas tetap bullish dan penurunan justru menjadi kesempatan untuk kembali membeli dalam harga relatif lebih murah.
Data initial jobless claims di jam 20.30 WIB akan menjadi concern utama. Jika data lebih rendah, maka emas berpeluang kembali terkoreksi turun. Sebaliknya, jika data lebih tinggi, maka emas berpeluang lanjutkan kenaikannya.
Sedangkan di sisi geopolitik, pasar masih harus mewaspadai kemungkinan eskalasi ketegangan yang signifikan, terutama menjelang akhir pekan. Dengan konflik yang belum jelas kapan berakhir, pasar perlu curiga bahwa AS dan Israel sedang menyusun serangan lebih besar di akhir pekan. Masa berkabung selama 3 hari setelah pemakaman Ali Khamenei dimulai hari Rabu, diperkirakan akan berakhir di hari Jumat sehingga hal itu memberi waktu yang cukup untuk Israel dan AS menyusun rencana. Selama belum ada pertanda jalur diplomasi maupun gencatan senjata, maka risiko geopolitik masih mengintai, terutama memasuki akhir pekan.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup bullish dengan small body candle, memiliki tail atas lebih panjang daripada tail bawah, mirip dengan candle inverter hammer. Secara teori, candle seperti ini muncul di zona support pasca penurunan tajam menandakan peluang untuk recover atau rebound. Data ekonomi yang lebih baik dari ekspektasi membuat emas kembali tertekan, tapi situasi ketidakpastian dari geopolitik, terutama menjelang akhir pekan membuat emas tetap bertahan.
Secara struktural, tren utama masih bullish. Namun, untuk kembali ke jalur bullish yang lebih kuat, emas butuh tembus di atas resistance 5250, sekaligus menjaga agar tidak turun lebih rendah dari support 5083 (low sehari sebelumnya), atau lebih parah di bawah 4996 (low 3 Mar 2026). Pasar kemungkinan tidak akan terlalu agresif sampai hari Jumat, karena menunggu NFP, sebelum akhirnya fokus ke risiko geopolitik akhir pekan.

Di H4, level terendah sesi Asia saat itu 5083 tidak ditembus saat terjadi penurunan kembali di malam hari. Penurunan di sesi NY tertahan di 5109, tepat sedikit di bawah trendline support, dan diikuti rebound sampai 5146. Ini berarti zona ungu 5130-5192 berperan efektif sejauh ini. Dengan harga saat ini berada di zona tersebut, mencerminkan kehati-hatian pasar terhadap perkembangan situasi yang ada.
Secara hitungan, berarti harga kemungkinan berada di zona wave (v) yang diperkirakan akan mengalami kenaikan bertahap seperti sebelumnya. Jika diasumsikan rebound pertama dari level terendah 4996 ke high kemarin 5205 sebagai wave 1, maka swing low ke 5109 di malam tadi sebagai wave 2. Ini berarti kenaikan pagi ini sesi Asia hingga selanjutnya didefinisikan sebagai wave 3 yang masih menjadi bagian dari proses kenaikan wave (v) yang dimaksud. Ini akan berlaku selama harga tidak kembali turun di bawah 5083-5109, dan akan valid jika harga akhirnya mampu tembus 5205 dan lanjut menguji zona 5250.
Sebaliknya, jika kenaikan masih rapuh dan belum mampu tembus 5205, maka trader juga perlu waspada pembalikan turun di bawah 5083 akan memicu penurunan lebih lanjut untuk kembali menguji MA 200 H4 di 5028, atau lebih lanjut 4996-5000. Jika ini yang terjadi, maka hitungan sebelumnya untuk progress wave (v) tidak berlaku. Penurunan berpotensi berlanjut hingga zona pink 4854-4907 jika geopolitik tidak menunjukkan eskalasi signifikan sehingga pasar relatif dalam mode profit taking kembali. Sell lebih disarankan jika tembus 5080.

Per jam 10.00 WIB, harga berada di 5177.60 dengan high 5187.96, dan low 5144.79. Jika Anda melihat rekomendasi sebelumnya di website Technical Analysis Commodity (Gold, Crude Oil) 5 Maret 2026, strategi buy masih dipertahankan di zona yang sama, dengan asumsi bahwa kenaikan saat ini di sesi Asia kemungkinan tertahan lebih dulu di zona merah 5187-5205 sehingga memungkinkan untuk terjadinya swing low kembali, dan diperkirakan tetap membentuk formasi higher low sehingga area 5110-5150 berpeluang sebagai area demand yang lebih baik dalam jangka pendek.
Ekspektasi skenario formasi higher low dan consistent high akan membentuk pola mirip ascending triangle, sehingga setelah swing low yang diharapkan muncul, akan dilanjutkan dengan penembusan resistance zona merah tersebut. Dan jika valid, maka kenaikan lebih lanjut mendorong ke zona resistance berikutnya 5240-5250, atau bahkan naik lebih tinggi jika situasi geopolitik menunjukkan eskalasi yang signifikan. Tapi jika tidak, maka kami cenderung melihat zona 5250 sebagai resistance kuat sampai pasar mendapat kejelasan dari situasi geopolitik, terutama menjelang akhir pekan.
Sebaliknya, skenario bearish juga diperhitungkan. Belum adanya eskalasi yang signifikan membuat pasar cenderung berhati-hati sampai data NFP dirilis hari Jumat. Ini berarti potensi rejection di zona merah juga berpeluang membentuk pola double top. Pola ini akan valid jika tembus neckline 5109. Tapi akan lebih kuat jika tembus support 5080 (sedikit di bawah zona ungu 5082-5110) yang diperkirakan bisa memicu penurunan lebih lanjut ke 4996-5000, atau zona abu-abu 4961-4975).
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi BUY on Dip
Entry: 5140.00 – 5142.00
(atau cek di artikel untuk opsi lainnya)
Target/Reward : 5154 ($12 - $14)
(Alternatif Follow BUY jika tembus 5182, target terdekat 5192, terjauh 5215, sesuaikan stop loss dengan risk management masing-masing)
Stop Loss: 5134.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 5132.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi SELL on Rally
Entry : 5078.00 – 5080.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif )
Target/Reward: 5058.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 5086.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 5085)
Risk Reward: 1: 2
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis PT Agrodana Futures
| Suggest : BUY on Dip Area : 74.50 – 74.60 Target : 1) 75.60 2) 76.60 SL : 73.50 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 76.50 Switch to SELL jika tembus 69.00 Tetap waspadai perkembangan geopolitik! |



| Suggest : BUY on Dip Area : 5140.00 – 5142.00 Target : 1) 5148.00 2) 5154.00 SL : 5134.00 (ideal 3-5 points di atas 5132) Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 5182 Switch to SELL jika tembus 5080 Opsi buy : 5082-5110 (ungu), 4961-4975 (abu), 4842-4882 (biru), tembus 5185-5190 |
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis PT Agrodana Futures

Imbal hasil Treasury AS 10 dan dolar berhasil lanjutkan kenaikan, meski sempat turun menjelang penutupan sesi NY. Namun, hal ini cukup membuat emas terbebani sepanjang sesi perdagangan hari Selasa, 3 Mar 2026. Pasar tidak mendapati eskalasi ketegangan baru dari situasi geopolitik sehingga memutuskan untuk melakukan aksi profit taking karena kenaikan emas yang sudah berlangsung 3 hari terakhir (include gap Senin).
Di sisi lain, emas juga turun akibat pasar mulai pesimis dengan pemangkasan suku bunga Fed karena lonjakan harga minyak sempat membuat khawatir tentang lonjakan inflasi yang berpotensi membuat Fed batal menurunkan suku bunga. Tapi pernyataan Trump yang muncul berhasil meredam kekhawatiran tersebut, dan emas rebound jelang penutupan.
Perang Belum Berakhir, Tapi Tidak Ada Eskalasi Baru
Salah satu faktor yang membuat emas enggan lanjutkan kenaikan adalah situasi geopolitik yang cenderung stagnan sejak serangan akhir pekan. Emas sudah naik sejak hari Kamis dan Jumat, akhir bulan Februari saat pasar mencerna informasi bahwa potensi serangan kepada Iran bisa terjadi di akhir pekan. Dan saat serangan muncul di akhir pekan, pasar mulai memperhitungkan hal tersebut di pembukaan hari Senin dengan posisi gap up.
Meski terjadi aksi balasan dari Iran sejak terbunuhnya pemimpin mereka Ayatollah Khamenei, hampir tidak ditemukan ancaman yang terlalu signifikan yang membuat situasi ketegangan meningkat. Hal ini membuat pasar cenderung melakukan aksi profit taking sehingga emas terhenti sementara waktu, dan penurunan cepat hingga 4996 terjadi di malam hari.
Namun, kondisi geopolitik yang masih tidak menentu tetap dianggap sebagai peluang untuk kenaikan emas berikutnya. Israel dan AS mengancam serangan besar belum dilakukan, dan bisa terjadi segera. Hal ini kemungkinan yang ditunggu pasar sehingga cenderung membatasi penurunan emas di sisi lain.
AS keluarkan perintah untuk mengevakuasi warganya yang masih tertahan di Timur Tengah untuk segera kembali ke AS dengan jalur komersil. Tapi belakangan militer dikerahkan untuk mengevakuasi. Jika dirunut pada kejadian minggu lalu, maka ini merupakan sinyal bahwa AS kemungkinan mulai siapkan serangan besar lainnya dan kemungkinan besar kembali dikerahkan di akhir pekan. Jika benar, maka penurunan emas di hari Selasa dan mungkin Rabu, kemungkinan hanya bersifat sementara dan mulai terbatas.

Data terbaru dari World Gold Council menunjukkan bank sentral membeli kurang dari 20% dari rata-rata permintaan bulanan dari tahun 2025 ke bulan Januari. Tapi “pemain baru” juga masuk pasar sehingga hal ini menunjukkan bahwa basis permintaan untuk akumulasi cadangan emas semakin meluas.
Momentum pembelian emas bank sentral boleh saja mereda di awal tahun 2026, jika dibandingkan dengan rata-rata 12 bulan sebelumnya sebesar 27 ton. Tapi WGC mengatakan geopolitik kemungkinan akan terus berlanjut sampai 2026 dan seterusnya. WGC percaya bahwa meluasnya permintaan dari Kumpulan bank sentral yang lebih luas bisa menjadi tema utama di tahun 2026.
Fokus Malam ini
Saat geopolitik cenderung stabil tanpa ada eskalasi yang signifikan, trader sebaiknya fokus dengan data ekonomi lebih dulu. Data ADP dan ISM services dari AS di jam 20.14 WIB dan 22.00 WIB menjadi fokus utama malam nanti. Data ADP diperkirakan naik dari 22K menjadi 50K, sedangkan ISM services diperkirakan turun dari 53.8 menjadi 53.5.
Data yang lebih lemah dari perkiraan akan membuat emas mampu kembali naik di malam hari. Sebaliknya, jika data dirilis lebih kuat, maka penurunan diperkirakan akan kembali membebani emas.
Sedangkan di sisi geopolitik, pasar tetap harus mewaspadai jika terjadi eskalasi ketegangan yang signifikan. Kunci utamanya adalah diplomasi dan gencatan senjata. Jika itu yang terjadi, maka emas dominan turun selain oleh data ekonomi yang lebih kuat. Tapi selama belum ada arah diplomasi ataupun gencatan senjata, maka pasar menganggap situasi geopolitik masih tidak menentu, dan sewaktu-waktu bisa kembali memanas, sehingga emas di sisi lain masih bisa kembali bullish.
Untuk sementara, kami melihat AS dan Israel sedang mempersiapkan evakuasi warganya dari Timur Tengah, sehingga kondisi ini dianggap pasar masih terlihat stabil.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup bearish dengan real body panjang, memberi indikasi bahwa koreksi turun relatif lebih kuat dari perkiraan. Secara umum, profit taking membayangi pasar karena minimnya eskalasi ketegangan yang signifikan sejak serangan akhir pekan, dan emas sudah naik lebih dulu sejak Jumat peringatan tentang serangan hingga gap yang terjadi di hari Senin. Meski demikian, penurunan cenderung mulai menemukan bottom yang menahan untuk sementara waktu.
Secara struktural, tren utama masih bullish, sentiment utama geopolitik belum berakhir, hanya saja tidak adanya eskalasi ketegangan yang baru membuat pasar cenderung mengalihkan sementara fokus mereka ke data ekonomi. Support 4996-5000 akan menjadi area psikologis, dan sejauh ini penurunan tertahan di zona tersebut. Sebaliknya, resistance 5185-5200 untuk sementara menahan kenaikan, sampai didapat pemicu baru yang lebih segar ataupun kuat.

Di H4, tampak penurunan sempat tembus trendline support 5080, dan berlanjut hingga 4996. Tapi kemudian candle berikutnya ditutup kembali di atas trendline. Hal ini menunjukkan MA 200 saat itu di 5006 cenderung masih kuat sehingga terjadi rejection yang mendorong harga kembali di atas 5100, sekaligus menunjukkan tren utama bullish yang masih tetap dominan setelah 2 hari beruntun ditekan turun.
Secara hitungan, wave (iii) ternyata selesai lebih cepat dari perkiraan. Sebelumnya kami memperkirakan wave (iii) baru akan selesai saat sentuh zona coklat 5470-5549), tapi ternyata kenaikan terakhir tertahan di 5419, dan penurunan dengan cepat tembus 2 support di bawahnya, yaitu 5249 dan 5140. Namun, kenaikan kembali di atas 5140 seharusnya menjadi pertanda positif. Tapi di sisi lain, ini menjadi ancaman baru untuk tekanan berikutnya, jika harga tidak mampu tembus di atas 5190-5200 dalam waktu dekat.
Skenario berikutnya yang diharapkan terbagi 2, yaitu : #1 bullish terus mendorong naik sejak harga tidak tembus MA 200 (5006), atau #2 bullish belum terlalu kuat, harga masih bisa retest 4996-5000 atau bahkan jauh lebih rendah ke zona pink 4854-4907.
Skenario #1 menunjukkan peluang bullish yang tetap dominan. Asumsi 1 adalah bahwa harga tetap berada di atas 5110-5140. Jika dalam 4-6 jam ke depan terus berlaku seperti ini, maka buyer kemungkinan kembali masuk dan mendorong harga naik lebih tinggi, kembali di atas 5200-an. Atau, asumsi 2, akan terjadi swing low lebih dulu, setidaknya menguji kembali area MA 200 yang saat ini ada di zona 5011. Jika ini yang terjadi, maka trader bisa mempertimbangkan mulai buy di zona tersebut (dekat MA 200). Bullish akan lebih kuat jika didukung data ekonomi yang lebih lemah dari perkiraan, dan terjadi eskalasi ketegangan geopolitik yang signifikan.
Sebaliknya, “asumsi 2” pada skenario #1 bisa berkembang lebih lanjut sebagai peluang sell jika MA 200 ditembus. Ini berarti akan menekan harga hingga kisaran support berikutnya 4854-4907. Seller akan mendominasi selama harga tidak tembus 5190 dan berpeluang lebih kuat jika tembus 5000. Kondisi ini akan dominan jika didukung data ekonomi yang lebih kuat dan jalur diplomasi dari Iran dan AS.

Per jam 10.50 WIB, harga berada di 5166.02 dengan high 5190.74, dan low 5083.66. Jika Anda melihat rekomendasi sebelumnya di website Technical Analysis Commodity (Gold, Crude Oil) 4 Maret 2026, strategi sell jangka pendek tetap dipertahankan, tapi area diperluas sampai kisaran 5185. Terlihat bahwa harga sempat naik ke 5190, tapi kemudian mengalami rejection dan harga ditutup di 5154, dan candle berbentuk bearish bisa dianggap piercing line (2 candle terakhir bullish + bearish).
Zona merah yang sebelumnya bertindak sebagai support di 5168-5180 kini berperan sebagai resistance. Selama harga belum mampu naik dan ditutup stabil di atas zona ini, maka tekanan turun diperkirakan masih bisa terjadi sehingga sell tetap bisa dilakukan. Namun, potensi target ataupun area support perlu diwaspadai. Dalam hal ini, zona ungu di kisaran 5082-5110 kemungkinan sebagai support yang diperkirakan cukup kuat untuk beberapa waktu ke depan.
Jika dalam 2-3 jam ke depan harga tetap di bawah 5190, maka strategi sell tetap dipertahankan, dengan peluang target terdekat 5140, atau terjauh kisaran 5083-5090 yang menjadi area low sementara di sesi Asia hari ini. Dan jika tembus 5083, maka tren cenderung berlanjut dengan dominan turun hingga sesi NY (sisanya tergantung data ekonomi).
Sebaliknya, buyer bisa pertimbangkan untuk entry jika : 1) zona ungu 5082-5110 tidak ditembus, atau bisa saja terdapat false breakout; 2) harga tembus dan stabil di atas zona merah atau di atas 5190. Dan jika berhasil tembus 5190, maka tren cenderung berlanjut dengan dominan naik hingga sesi NY kembali bergantung pada data ekonomi.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi SELL on Rally (updated jam 11.00 WIB)
Entry: 5178.00 – 5180.00
(atau cek di artikel untuk opsi lainnya)
Target/Reward : 5166 ($12 - $14)
(Alternatif Follow BUY jika tembus 5380, target terdekat 5390, terjauh 5410, sesuaikan stop loss dengan risk management masing-masing)
Stop Loss: 5186.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di atas 5185.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi BUY on Dip
Entry : 5090.00 – 5092.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif )
Target/Reward: 5104.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 5084.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di bawah 5083)
Risk Reward: 1: 2
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis PT Agrodana Futures
| Suggest : BUY on Dip Area : 72.50 – 72.70 Target : 1) 73.70 2) 74.70 SL : 71.50 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 75.50 Switch to SELL jika tembus 69.00 Tetap waspadai perkembangan geopolitik! |



| Suggest : SELL on Rally (updated!) Area : 5178.00 – 5180.00 Target : 1) 5172.00 2) 5166.00 SL : 5185.00 (ideal 3-5 points di atas 5185) Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 5140 (updated!) Switch to BUY jika tembus 5195 (updated!) Opsi buy : 5082-5110 (ungu) (updated!), 4961-4975 (abu), 4842-4882 (biru), tembus 5185-5190 |
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis PT Agrodana Futures




