Dolar sedikit terangkat terhadap mata uang lainnya seiring dengan adanya sinyal akan rencana pemerintahan Presiden Trump untuk mengurangi kenaikan tarif impor kendaraan pada produsen mobil domestik dan juga tercapainya negosiasi dengan satu mitra dagang AS serta prospek mitra lainnya yang segera akan menyusul. Presiden Trump melalui eksekutif order berencana mengurangi tarif terhadap produk otomotif terutama suku cadang dan bahan baku setelah mendengarkan keluhan dari produsen kendaraan domestik di AS. Menteri Perdagangan - Howard Lutnick menyampaikan bahwa pemerintah AS sudah mencapai kesepakatan final dengan satu mitra dagangnya dan menunggu persetujuan sebelum diumumkan secara publik. Sedangkan Menteri Keuangan – Scott Bessent juga mengatakan pemerintah sudah mencapai perundingan yang lebih mendalam pada negosiasi kenaikan tarif impor dengan prospek terdekat akan tercapai dengan India dan Korea Selatan. Bessent menambahkan setidaknya ada 17 mitra dagang yang sedang bernegosiasi dan diharapkan akan dapat diselesaikan dalam beberapa pekan mendatang. Sementara perundingan dagang antara AS versus China masih belum ada perkembangan yang berarti. Bessent mengatakan seiring dengan waktu, pemerintah China akan menyadari bahwa kenaikan tarif impor tidak bersifat permanen dan ada kemungkinan China akan kehilangan 10 juta lapangan kerja akibat kenaikan tarif impor ini. China sendiri sudah mulai melunak setelah memberikan kelonggaran terhadap sejumlah produk AS dari kenaikan tarif impor sebanyak 125% diantaranya produk ethane, farmasi, semikonduktor dan produk2 untuk keperluan ruang angkasa. Mata uang dolar juga mendapat dukungan menguat menjelang tutup buku perusahaan di akhir bulan ini dengan meningkatnya permintaan guna menyeimbangkan neraca keuangan. Data ekonomi yang dirilis semalam justru tidak mendukung penguatan mata uang dolar dengan data kepercayaan konsumen merosot tajam hingga level terendah dalam 5 tahun terakhir dengan indeks hanya mencapai 86.0 lebih rendah dari perkiraan turun 89.0 meskipun data periode sebelumnya direvisi membaik dari 92.9 menjadi 93.9. Begitu pula dengan data tersedianya lowongan kerja mengalami sedikit penurunan menjadi hanya 7.19M yang juga lebih rendah dari perkiraan 7.40M dan data periode sebelumnya juga direvisi menurun dari 7.57M menjadi 7.48M. Hari ini akan dirilis data penting berupa pertumbuhan ekonomi GDP dan juga indikator inflasi PCE serta personal income/spending yang menjadi acuan bagi Fed untuk menentukan kebijakan moneternya. Selain itu ada juga data dari sektor tenaga kerja berupa terisinya lapangan kerja swasta ADP dan indeks manufaktur negara bagian Chicago.
Yen ikut terkoreksi seiring dengan pulihnya mata uang dolar, selain itu kemarin Jepang libur merayakan Showa Day. Bank Sentral Jepang (BOJ) dijadwalkan akan mengadakan pertemuan moneter pada hari Kamis ini dengan perkiraan tidak akan menaikkan dan masih akan mempertahankan suku bunga acuan untuk sementara waktu menunggu kejelasan dampak kenaikan tarif impor AS terhadap ekonomi secara global. Sementara perundingan dagang dengan AS masih belum final dan akan dilanjutkan dengan pertemuan dua menteri keuangan pekan depan. Data ekonomi yang dirilis pagi ini menunjukkan kondisi ekonomi masih mixed dengan data Retail Sales bulan lalu mengalami penurunan menjadi -1.2% lebih buruk dari perkiraan -0.2% dan data periode sebelumnya direvisi menurun dari 0.5% menjadi 0.4%. Namun jika dibandingkan dengan periode yang sama setahun lalu justru mengalami kenaikan yang cukup signifikan menjadi 3.1% meski tidak sebanyak perkiraan 3.3% dan data periode sebelumnya direvisi sedikit menurun dari 1.4% menjadi 1.3%. Sedangkan data industrial production mengalami penurunan.
Euro juga mengalami koreksi terhadap mata uang dolar meski secara bulan ini masih terhitung menguat dengan kenaikan terbanyak sejak November tahun 2022 yang lalu. Pejabat Bank Sentral Eropa (ECB) sekaligus Gubernur Bank Sentral Italia - Piero Cipollone memberikan peringatan kenaikan tarif impor berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi dan juga menaikkan inflasi yang bisa berakibat sama seperti resesi. Polarisasi ekonomi global juga dikhawatirkan akan menjadi kendala pertumbuhan ekonomi secara global dengan perubahan arah laju modal dan bahkan bisa menggeser status mata uang dolar dari asset safe haven. Untuk itu ECB harus segera menurunkan suku bunga acuannya lebih lanjut pada pertemuan moneter berikutnya di bulan Juni mendatang. Data ekonomi berupa kepercayaan konsumen di Jerman meningkat -20.6 yang lebih baik dari perkiraan -28.0 dan data periode sebelumnya direvisi sedikit lebih baik dari -24.5 menjadi -24.3. Hari ini ada data pertumbuhan ekonomi GDP dan data inflasi di Prancis dan Jerman serta data inflasi untuk Uni Eropa secara keseluruhan. Di Jerman juga akan dirilis data Retail Sales.
Poundsterling menurun dari hari sebelumnya terhadap dolar, namun belum jauh dari level tertinggi dalam 3 tahun terakhir. Menteri Keuangan - Rachel Reeves menekankan untuk meningkatkan hubungan dagang dengan tetangga terdekatnya, yaitu Uni Eropa. Inggris tidak terlalu risau dengan agenda kenaikan tarif impor AS karena neraca perdagangan AS mengalami surplus dibandingan dengan negara lainnya. Bahkan pejabat Bank Sentral Inggris (BOE) – Megan Green mengatakan kenaikan tarif impor AS justru akan menekan turun inflasi dan bukan sebaliknya sehingga suku bunga acuan berpeluang untuk diturunkan dan satu-satunya kendala adalah adanya rencana kenaikan pajak pendapatan. BOE diperkirakan masih akan tetap mempertahankan suku bunga acuan lebih lama lagi. Hari ini tidak ada data penting, hanya data dari sektor perumahan.
Imbal hasil Treasury AS tenor 10-tahun ditutup turun, dan dolar juga akhirnya ikut ditutup melemah. Hal ini menguntungkan bagi emas yang selama 3 hari berturut-turut mengalami tekanan, meskipun secara range pergerakan relatif bertahan di zona yang sama. Optimisme untuk adanya resolusi cepat dalam tarif mulai memudar, dan pasar kembali cemas terhadap pertumbuhan AS sehingga safe haven kembali dilirik.
Indeks manufaktur regional Dallas Fed dirilis -35.8, jauh lebih rendah dari data bulan sebelumnya -16.3, dan tercatat sebagai yang terburuk sejak Mei 2020. Pesanan baru turun dari -0.1 sebelumnya menjadi -20.0. Kebijakan tarif sepertinya mulai terdampak. Pada penjualan komputer dan elektronik, pabrikan memperkirakan penjualan di China akan mencapai 0 sampai situasi tarif berubah. Sedangkan di Eropa terlihat beberapa pelanggan menimbun persediaan untuk mengantisipasi tarif di masa depan.
AS-China Belum Tentu Bertemu Dalam Waktu Dekat
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan hubungan dengan China cukup rumit. AS sudah melakukan diskusi substansial dengan Jepang untuk kesepakatan dagang. Sedangkan China menunjukkan mereka ingin menurunkan ketegangan dalam perdagangan dengan melakukan “exemption”. Tapi semua tergantung China.
Bessent menambahkan mungkin pihak China akan menelponnya suatu hari nanti, tapi tidak khawatir dengan kesepakatan dagang dengan negara lain yang diyakini akan terjadi paling cepat minggu ini atau minggu depan.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengatakan bahwa konsesi dan mundur hanya akan membuat pelaku intimidasi (=mengarah pada Trump) menjadi lebih agresif. Hal ini mengindikasikan bahwa Xi Jinping kemungkinan tidak akan menyerah pada tarif selama Trump menggunakan ancaman tarif, China tidak akan bergeming, dan akan terus berjuang sampai akhir.
Bahkan Bloomberg menulis Xi mendapat dukungan luas di negerinya untuk tetap melawan tindakan Trump. Hal ini berbeda dengan kondisi Covid melanda di 2020 yang lalu di mana Xi mendapat tentangan karena bersikap tidak terbuka ke dunia tentang virus yang menyebar di China. Sekarang, justru Trump yang mendapat desakan dari parlemen pendukungnya dan juga demonstran di beberapa negara bagian yang menuntut Trump untuk tidak memberlakukan kebijakan tarif yang dinilai akan membuat ekonomi AS terpuruk.

Pasar akan terus menantikan perkembangan hubungan dagang AS dan China. Terlepas dari pernyataan Menkeu AS Scott Bessent bahwa kesepakatan dengan negara-negara Asia hampir tercapai, tapi China adalah pengecualian.
Pertemuan badan legislatif tertinggi China di 28-30 April kemungkinan juga perlu dicermati. Pasar akan mencermati petunjuk berikutnya dari para pembuat kebijakan China tentang upaya mereka mengatasi ekonomi yang melambat, dan juga mengatasi isu utama dampak perang dagang dengan AS yang kemungkinan ikut membebani ekonomi.
AS akan merilis data JOLTS job openings dan consumer confidence dari Consumer Board di jam 21.00 WIB. Data diperkirakan menunjukkan pelemahan. Jika data dirilis lebih lemah dari ekspektasi, maka emas punya kesempatan untuk lanjutkan kenaikannya. Sebaliknya jika data dirilis lebih kuat dari ekspektasi, maka emas berpeluang kembali terkoreksi turun dan area 3260-3270 mungkin akan kembali terancam.
Secara umum, masih ada 3 faktor utama yang kemungkinan masih mendukung kenaikan emas atau membatasi penurunan emas, seperti : minat/pembelian emas oleh bank sentral yang masih berlanjut, ketidakpastian ekonomi dan ketidakpastian geopolitik, ditambah dengan kekhawatiran resesi, sehingga penurunan diperkirakan akan relatif terbatas.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup bullish, posisi harga tetap berada dalam range yang sama untuk ketiga kalinya secara berturut-turut. Low 3260 masih bertahan, demikian juga resistance 3370. Level terendah 3267, sedikit lebih tinggi dibanding 2 low sebelumnya 3260 dan 3265. Resistance kuat masih berada di 3370, tapi dengan kenaikan tadi malam sampai pagi ini ke 3348-3350 bisa dibilang pasar mulai bernafas dan bertahap mencoba keluar dari tekanan.
Meski demikian, topik utama belum terlepas dari perang tarif AS-China di tengah kemungkinan kesepakatan dagang AS dengan beberapa negara lain yang diklaim “semakin dekat” dengan kesepakatan. Data ekonomi AS akan dimulai malam nanti, dan akan full data hingga hari Jumat, yang kemungkinan akan membuat emas mulai volatile.

Di H4, Fibonacci Retracement (FR) ditarik dari bottom 2969 (FR 100%) sampai puncak 3500 (FR 0%). Secara meyakinkan harga beranjak naik di atas 3300, dan berhasil tembus 3318 yang sempat bertahan sebagai high di sesi Asia kemarin. Level terendah 3267 menandakan area antara FR 50% 3235 dan FR 38.2% 3297 tetap efektif, dan low historical 3260 tetap menjadi support psikologis yang efisien.
Pandangan kami belum berubah, potensi kenaikan wave 5 masih dinantikan dan kemungkinan terjadi bertahap. Area 3374.94 (FR 23.6%) juga 3386 (high 23 April 2025) menjadi resistance penting dalam bagian kenaikan wave 5. Kedua area tersebut menjadi area resistance yang wajib ditembus untuk membuat emas kembali terbuka dalam jalur kenaikan utama.
Secara teori Anda masih bisa menggunakan zona kisaran 3270-3295 (zona orange), atau area 3260-3270 yang dianggap sebagai zona support psikologis sebagai area buy. Stop loss ideal sebaiknya dipasang 3-5 poin di bawah 3260 untuk antisipasi kemungkinan tekanan kembali dominan hingga tembus di bawah 3260.
Dalam waktu dekat, 3350-3352 akan menjadi area resistance yang perlu ditembus untuk membuka jalur kenaikan setahap lebih tinggi mendekati resistance psikologis 3370. Jika berhasil ditembus, Anda bisa pertahankan posisi buy tersebut.
Sebaliknya, opsi sell bisa dipertimbangkan jika area 3370 masih menghadapi kendala dan sulit ditembus (SL harus dipasang di atas 3370 untuk antisipasi jika ternyata bullish semakin kuat). Dan alternatif lain, bisa juga sell dipertimbangkan jika tekanan lebih besar berhasil tembus 3260, potensi target terdekat 3245 (high 11 April 2025), atau 3235 (FR 50%). Dengan catatan bahwa penurunan diperkirakan masih bersifat terbatas karena ketidakpastian tarif dan hubungan dagang AS-China yang masih mendominasi.
Namun, jika AS dan China mengkonfirmasi keduanya siap bertemu (bukan klaim sepihak), dan bernegosiasi, maka peluang penurunan lebih lanjut akan dominan. Mengingat kondisi fundamental yang mendasari bullish emas saat ini belum hilang seluruhnya, seperti: pembelian emas oleh bank sentral yang masih berlanjut, kekhawatiran perang dagang masih berjalan (meskipun nantinya AS dan China sepakat bertemu negosiasi), ketidakpastian geopolitik dan kekhawatiran resesi, sehingga diperkirakan masih mendukung status emas sebagai safe haven. Dengan demikianpenurunan diperkirakan relatif terbatas.

Per jam 09.50 WIB, harga berada di 3327.80, dengan high di 3348.59 dan low 3322.77. Harga tetap bergerak di dalam zona triangle. Dengan demikian peluang masih imbang, baik naik ataupun turun. Hanya saja sejak tadi malam harga cenderung lebih dekat dengan resistance setelah berhasil rebound dari zona support 3260-3270, dan di sesi Asia pagi ini berada di zona tengah 3328, cukup dekat dengan support 3316 (FR 23.6%) sekaligus resistance dari pola double bottom jangka pendek.
Selanjutnya data ekonomi AS akan menjadi pendorong tambahan, baik naik ataupun turun. Jika data dirilis lebih rendah dari ekspektasi, maka dorongan naik lebih mendukung harga untuk menguji kembali resistance 3350, dan bisa saja lanjut tembus ke resistance berikutnya 3370. Sebaliknya jika data dirilis lebih kuat dari ekspektasi, maka tekanan turun lebih mendukung harga untuk menguji kembali support 3260-3270, atau bisa juga tembus support.
Dengan posisi ketidakpastian yang masih dominan, maka status safe haven diperkirakan masih relatif kuat sehingga rekomendasi buy masih bisa dilakukan.
Skenario bullish bisa dipertahankan selama tidak turun di bawah 3260, atau naik lebih lanjut di atas 3348-3351. Sebaliknya, skenario bearish bisa pertimbangkan ubah strategi menjadi sell jika turun di bawah 3260 (konfirm tembus 3255), dengan target potensi 3245 atau 3235 (terjauh). Setelah itu, sebaiknya exit karena dikhawatirkan remand akan kembali mendorong naik seiring kondisi ketidakpastian yang masih membayangi.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi BUY on Dip
Entry: 3312.00 – 3314.00
(atau cek di artikel untuk opsi buy lainnya)
Target/Reward : 3326.00 ($12 - $14)
(follow/pertahankan BUY jika tembus 3351.00,
Target terdekat 3360, terjauh 3370, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 3306.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 3305.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi SELL jika support ditembus
Entry : 3255.00 – 3257.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif jangka pendek)
Target/Reward: 3243.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 3263.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 3260)
Risk Reward: 1: 2
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis PT Agrodana Futures
Dolar mengalami roller coaster terhadap mata uang lainnya dan semalam kembali melemah menjelang rilis sejumlah data penting sepanjang pekan ini dan juga menunggu kelanjutan perundingan dagang AS dengan mitra-mitranya terkait dengan kenaikan tarif impor baru. Menteri Keuangan – Scott Bessent mengatakan sejumlah mitra dagang utama AS yang membuat kesepakatan dan dapat menghindari kenaikan tarif baru dan yang paling mendekati tercapainya kesepakatan adalah India. Sementara terhadap China, Bessent mengatakan semua unsur pemerintahan Trump berusaha menghubungi pihak China dan tergantung kepada kesediaan China untuk mengurangi ketegangan perang dagang. Perubahan sikap mulai ditunjukkan oleh pemerintah AS dengan sinyal akan mengurangi kenaikan tarif impor setelah pemerintah China memberikan kemudahan dari kenaikan tarif impor sebanyak 125% terhadap sejumlah produk yang diimpor dari AS. China mengimpor produknya ke AS 5 kali lebih lebih banyak daripada sebaliknya. Sedangkan Presiden Trump bersikeras bahwa perundingan dengan China sedang berjalan dan mengatakan sudah berbicara dengan Presiden Xi Jinping. Namun pihak China menyangkal terjadinya perundingan dan Bessent juga tidak mengatakan perundingan dengan China sedang berjalan. Tentu saja perbedaan ini membuat pelaku pasar menjadi kebingungan dan lebih memilih mengalihkan aset ke safe haven. Selain itu pelaku pasar juga mengantisipasi data ekonomi penting yang akan dirilis pekan ini di sektor tenaga kerja, laporan pertumbuhan ekonomi GDP dan indikator inflasi Personal Consumption Expenditure (PCE). Dengan ketiga data ini akan memberikan kejelasan mengenai langkah moneter apa yang akan diambil oleh Federal Reserve. Pejabat Fed termasuk Ketua Fed – Jerome Powell juga mengindikasikan niat untuk kembali memangkas suku bunga acuan jika resiko pertumbuhan ekonomi semakin nyata. Terlebih dampak dari kenaikan tarif impor Presiden Trump belum benar-benar terwujud dampaknya terhadap ekonomi secara umum. Hari ini akan dirilis data kepercayaan konsumen dan lowongan kerja dari JOLTS.
Yen menguat tajam seiring dengan terkoreksinya mata uang dolar dan juga berita dari media Yomuiri yang mengatakan Menteri Keuangan AS – Scott Bessent dalam pertemuan bilateral mengharapkan dolar lebih melemah dan Yen yang menguat lebih disukai. Meskipun kemudian Menteri Keuangan - Atsushi Mimura menyangkal berita tersebut. Bank Sentral Jepang (BOJ) dijadwalkan akan mengadakan pertemuan moneter pada hari Kamis ini dengan perkiraan tidak akan menaikkan dan masih akan mempertahankan suku bunga acuan untuk sementara waktu menunggu kejelasan dampak kenaikan tarif impor AS terhadap ekonomi secara global. Perundingan dagang dengan AS masih belum final dan akan diteruskan pekan depan. Hari ini pasar Jepang libur merayakan Showa Day.
Euro juga kembali menguat terhadap dolar sehingga dalam sebulan mata uang ini mengalami penguatan terbanyak dalam 15 tahun terakhir. Selain itu Euro juga menguat oleh perubahan kebijakan fiskal terbaru dari pemerintah Jerman yang memungkinkan untuk mengeluarkan anggaran yang lebih besar dari sebelumnya. Sementara pejabat Bank Sentral Eropa (ECB) masih tetap optimis akan memangkas suku bunga acuan pada pertemuan moneter mendatang, namun diperkirakan tidak akan agresif dengan pemangkasan jumbo. Karena masih tingginya ketidakpastian seputar kenaikan tarif impor AS. Hari ini ada data Sentimen Konsumen dari GfK di Jerman dan dari Spanyol ada data inflasi dan GDP.
Poundsterling juga menguat seiring dengan kembali melemahnya mata uang dolar. Meski Inggris kemungkinan tidak terlalu mendapat tekanan akan kenaikan tarif impor AS. Menurut Kamar Dagang AS neraca perdagangan AS terhadap Inggris mengalami surplus senilai $12 miliar dibandingkan dengan China yang defisit $300 miliar dan terhadap Uni Eropa juga defisit sebanyak $236 miliar. Bahkan pejabat Bank Sentral Inggris (BOE) – Megan Green mengatakan kenaikan tarif impor AS justru akan menekan turun inflasi dan bukan sebaliknya sehingga suku bunga acuan berpeluang untuk diturunkan, namun akan terkendala oleh adanya rencana kenaikan pajak pendapatan. BOE tentunya akan mempertimbangkan hal tersebut seiring dengan kondisi ekonomi yang lebih baik dibandingkan dengan tetangganya yaitu Uni Eropa.
Imbal hasil Treasury AS tenor 10-tahun ditutup turun, sedangkan dolar ditutup naik. Hal ini memicu redanya status safe haven sehingga emas cenderung lemah. Namun di sisi lain, turunnya imbal hasil Treasury membuat penurunan emas juga relatif terbatas.
Indeks sentimen konsumen Michigan di hari Jumat dirilis positif dibanding data sebelumnya, tapi cenderung masih mendekati level terendah sejak 2009. Angka ekspektasi inflasi juga naik, di mana ekspektasi inflasi 1 tahun naik 6.5%, tapi masih lebih rendah dibanding angka awal 6.7%.
Pasar Mulai Kebal dengan Pernyataan Trump?
Dalam wawancaranya dengan Majalah Time, Presiden Trump memberi beberapa pernyataan. Trump mengatakan bahwa tidak ada atau bahkan hanya terdapat sedikit kekhawatiran tentang gejolak pasar.
Tentang kebijakan luar negeri, Trump menegaskan bahwa Krimea akan tetap menjadi bagian Rusia dan menyatakan bahwa perdamaian merupakan hal yang mungkin terjadi meskipun Vladimir Putin berkuasa. Saat ditanya tentang keterlibatan AS jika Israel perang dengan Iran, Trump mengklarifikasi bahwa dia tidak berkomitmen untuk tidak terlibat.
Hal lain yang juga sempat disampaikan adalah bahwa Presiden Xi Jinping sudah menghubunginya. Sayangnya pernyataan ini bukan hanya dibantah China, tapi juga dibantah oleh Menteri Keuangan Scott Bessent. Meski tidak secara gamblang dibantah, tapi Bessent menghindar saat ditanya tentang hal itu dengan mengatakan bahwa dirinya tidak tahu apakah Presiden Trump benar sudah berbicara dengan Presiden Xi.
Bessent menambahkan dirinya sempat berbicara dengan mitranya dari China minggu lalu dalam pertemuan IMF di Washington, tapi tidak ada membahas tarif. Bessent merupakan salah satu dari sedikit pejabat Trump yang cukup berani membantah ketidakjujuran Trump di depan umum.

Memasuki minggu terakhir April sekaligus minggu pertama di awal Mei diperkirakan akan menjadi minggu yang cukup berat untuk emas. Di hari-hari terakhir April, AS akan merilis data GDP dan PCE yang memang selalu dirilis akhir bulan. Tapi yang membuatnya semakin berat adalah bahwa data komponen tenaga kerja AS juga dirilis di 3 hari pertama minggu ini (masih April) bersamaan dengan data akhir bulan tersebut.
Tidak hanya itu, di akhir pekan, Non Farm Payrolls dan unemployment rate juga menanti. Semua data diperkirakan menunjukkan pelemahan sehingga diperkirakan akan membuat emas lebih mudah untuk tetap mempertahankan kondisi bullishnya.
Selain data, pasar juga akan terus menantikan perkembangan hubungan dagang AS dan China. Terlepas dari pernyataan Menkeu AS Scott Bessent bahwa kesepakatan dengan negara-negara Asia hampir tercapai, tapi China adalah pengecualian. Minggu lalu Bessent mengatakan bahwa negosiasi tarif dengan Beijing akan menjadi pekerjaan yang berat sehingga Bessent tidak memberikan jadwal apapun terkait itu.
Pertemuan badan legislatif tertinggi China di 28-30 April kemungkinan juga perlu dicermati. Pasar akan mencermati petunjuk berikutnya dari para pembuat kebijakan China tentang upaya mereka mengatasi ekonomi yang melambat, dan juga mengatasi isu utama dampak perang dagang dengan AS yang kemungkinan ikut membebani ekonomi.
Fokus Malam Ini
Tidak ada data ekonomi AS yang dirilis malam nanti. AS baru akan memulai rangkaian data ekonominya di hari Selasa sampai Jumat. Dengan demikian perkembangan tarif dan juga AS dan China, tentunya akan menjadi pemicu utama sentiment market yang perlu diperhatikan.
Secara umum, masih ada 3 faktor utama yang kemungkinan masih mendukung kenaikan emas atau membatasi penurunan emas, seperti : minat/pembelian emas oleh bank sentral yang masih berlanjut, ketidakpastian ekonomi dan ketidakpastian geopolitik, ditambah dengan kekhawatiran resesi, sehingga penurunan diperkirakan akan relatif terbatas.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup bearish setelah gagal lanjutkan momentum kenaikan di atas 3370, dan penurunan tertahan di 3265 sebelum akhirnya ditutup rebound di 3308. Secara umum uptrend kemungkinan belum kembali mendominasi setelah 2 hari berturut-turut upaya rebound tertahan di 3367 dan 3370. Tapi di sisi lain, penurunan juga relatif tertahan di 3260 dan 3265.
Jika kondisi ini berlanjut, maka harga diperkirakan akan terus terjebak dalam range yang sama sampai diperoleh pemicu yang cukup besar, baik tembus support 3260 ataupun tembus resistance 3370.

Di H4, Fibonacci Retracement (FR) ditarik dari bottom 2969 (FR 100%) sampai puncak 3500 (FR 0%). Dan lagi-lagi harga bergerak terbatas di antara FR 50% dan FR 38.2% (bottom), juga FR 23.6% 3374 (puncak). Secara umum, belum terlihat perubahan signifikan dari pola pergerakan yang ada. Elliott wave masih bertahan di zona wave 4, dan usaha untuk kenaikan wave 5 nampaknya masih perlu dorongan lebih kuat, terutama untuk membuatnya naik di atas FR 23.6%.
Pandangan kami tetap sama di mana potensi kenaikan wave 5 kemungkinan terjadi bertahap dan area 3374.94 (FR 23.6%) juga 3386 (high 23 April 2025) menjadi resistance penting dalam bagian kenaikan wave 5. Kedua area tersebut menjadi area resistance yang wajib ditembus untuk membuat emas kembali terbuka dalam jalur kenaikan.
Secara teori Anda bisa mengincar buy di zona kisaran 3270-3295 (zona orange), atau area 3260-3270 yang dianggap sebagai zona support psikologis sejauh ini. Stop loss sebaiknya dipasang 3-5 poin di bawah 3260 untuk antisipasi kemungkinan tekanan berlanjut di bawah 3260.
Sebaliknya, jika tembus 3260, Anda bisa bersiap untuk ubah strategi menjadi SELL, dengan potensi target terdekat 3245 (high 11 April 2025), atau 3235 (FR 50%). Dengan catatan bahwa penurunan diperkirakan masih bersifat terbatas karena ketidakpastian tarif dan hubungan dagang AS-China yang masih mendominasi.
Namun, jika AS dan China mengkonfirmasi keduanya siap bertemu (bukan klaim sepihak), dan bernegosiasi, maka peluang penurunan lebih lanjut akan dominan. Tapi selama tidak ada kepastian dari kedua pihak, termasuk tarif yang masih diperdebatkan, maka uptrend tetap punya peluang untuk kembali mendominasi.
Mengingat kondisi fundamental yang mendasari bullish emas saat ini belum hilang seluruhnya, seperti: pembelian emas oleh bank sentral yang masih berlanjut, kekhawatiran perang dagang masih berjalan (meskipun nantinya AS dan China sepakat bertemu negosiasi), ketidakpastian geopolitik dan kekhawatiran resesi, sehingga diperkirakan masih mendukung status emas sebagai safe haven. Dengan demikian penurunan diperkirakan relatif terbatas.

Per jam 09.50 WIB, harga berada di 3285.60, dengan high di 3318.08 dan low 3267.84.Sejauh ini belum banyak perubahan yang signifikan. Harga masih bertahan di atas 3260 (termasuk penurunan pagi ini yang tertahan di 3267). Support psikologis 3260 dan 3245 akan tetap menjadi area yang perlu dicermati. Penurunan di bawah 3245 berpeluang memicu penurunan lebih lanjut ke kisaran 3210 atau di bawah 3200.
Tapi selama harga tetap bertahan di atas 3260, maka ekspektasi kenaikan mendorong kembali ke tengah dengan kisaran 3318-3325 sebagai zona tengah terdekat. Ini juga berarti dalam waktu dekat, area 3318-3325 diharapkan ditembus untuk membuka jalur kenaikan kembali lebih kuat. Sedangkan strong uptrend diperkirakan akan lebih valid jika harga mampu tembus di atas resistance triangle 3358.
Dengan posisi ketidakpastian yang masih dominan, maka status safe haven diperkirakan masih relatif kuat sehingga rekomendasi buy masih bisa dilakukan. Meskipun inverse head & shoulders sebelumnya gagal karena tidak berlanjut naik di atas 3358, tapi secara umum support area 3260 yang cenderung masih bertahan sampai saat ini membuat peluang naik tetap terbuka.
Skenario bullish bisa dipertahankan selama tidak turun di bawah 3260, atau bisa naik di atas 3318-3325. Dan lanjut dipertahankan jika 3358 ditembus. Sebaliknya, skenario bearish bisa pertimbangkan ubah strategi menjadi sell jika turun di bawah 3260 (konfirm tembus 3255), dengan target potensi 3245 atau 3235 (terjauh). Setelah itu, sebaiknya exit karena dikhawatirkan remand akan kembali mendorong naik seiring kondisi ketidakpastian yang masih membayangi.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi BUY on Dip
Entry: 3262.00 – 3264.00
(atau cek di artikel untuk opsi buy lainnya)
Target/Reward : 3276.00 ($12 - $14)
(follow/pertahankan BUY jika tembus 3318.00,
Target terdekat 3325, terjauh 3340, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 3256.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 3255.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi SELL jika support ditembus
Entry : 3250.00 – 3252.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif jangka pendek)
Target/Reward: 3238.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 3258.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 3256)
Risk Reward: 1: 2
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis PT Agrodana Futures


| Suggest : SELL on Rally Area : 1.13600– 1.13800 Target : 1) 1.13000 2) 1.12400 SL : 1.14400 Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.13000 Switch to BUY jika tembus 1.15000 atau gagal tembus 1.11600 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 1.33200– 1.33400 Target : 1) 1.32600 2) 1.32000 SL : 1.34000 Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.32700 Switch to BUY jika tembus 1.34500 atau gagal tembus 1.32000 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 143.600 – 143.800 Target : 1) 143.000 2) 142.400 SL : 144.400 Alternatif : Switch to BUY jika tembus 144.200 Pertahankan/Follow SELL jika tembus 143.200 |



| Suggest : BUY on Dip Area : 3262.00 – 3264.00 Target : 1) 3270.00 2) 3276.00 SL : 3256.00 (ideal 3-5 points di bawah 3255.00) Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 3318 Switch to SELL jika tembus 3250 atau jika gagal tembus 3350 (short term only) |
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis PT Agrodana Futures

Kali ini emas mendapatkan dukungan dari penurunan imbal hasil Treasury AS tenor 10-tahun dan dolar. Keduanya sama-sama ditutup melemah sehingga emas mendapat angin segar untuk ditutup naik.
Indeks manufaktur dari Fed Kansas City menunjukkan angka penurunan -5 vs bulan sebelumnya 1.0. Existing home sales AS bulan Maret dirilis 4.02 vs ekspektasi 4.13, sedikit lebih lemah. Durable goods order dirilis naik hingga 9.2%, jauh di atas ekspektasi 2.0%. Dan klaim pengangguran mingguan dirilis sesuai ekspektasi 222K.
Bank Sentral Tetap Mewaspadai Dampak Tarif
Gubernur BOE Andrew Bailey mengatakan bahwa dampak ketidakpastian tarif mulai terasa pada bisnis dan konsumen. Nagel dan Lane dari ECB menyoroti masalah inflasi. Lane yakin disinflasi masih berlanjut karena energi yang murah. Sedangkan Nagel menilai efek inflasi dari tarif akan lebih kuat di AS daripada Uni Eropa. Sementara Holzman dari ECB mengatakan penurunan suku bunga berikutnya dari ECB harus menunggu kepastian tarif yang lebih besar.
Sementara Waller dan Hammock dari Fed mengatakan ketidakpastian tersebut membebani bisnis dan bahkan banyak perusahaan dibekukan karena ketidakpastian seputar tarif. Lebih lanjut Waller memberikan nada yang sedikit ke arah dovish. Waller menyebutkan bahwa pemangkasan gaji mungkin akan menjadi cara termudah yang dipilih perusahaan untuk menyerap biaya karena tarif. Akan lebih banyak PHK dan meningkatnya pengangguran karena perusahaan-perusahaan sebagian besar dalam pola bertahan karena ketidakpastian, sisanya menunda keputusan.
Waller melihat inflasi karena tarif sebagai kenaikan sementara. Hal ini disebabkan oleh melambatnya permintaan sehingga bisa mengurangi tekanan inflasi. Sedangkan dampak penuh dari tarif menurut Waller kemungkinan baru akan terlihat setelah Juli.

Di saat yang bersamaan, baik Waller maupun Hammock menyinggung tentang pendekatan kebijakan moneter Fed. Menurut Waller penurunan suku bunga bisa jadi tepat jika pengangguran meningkat. Ini berarti data unemployment rate berikutnya (paling cepat minggu depan) akan menjadi rujukan tambahan bagi Fed selain non farm payrolls.
Hammock menambahkan, jika tingkat pengangguran meningkat tajam, maka peluang penurunan suku bunga bisa dilakukan paling cepat di bulan Juni. Ini berarti data tingkat pengangguran April yang dirilis awal Mei minggu depan dan data tingkat pengangguran Mei yang dirilis di awal Juni bisa menjadi rujukan penting bagi trader.
Tidak Ada Pertemuan Selama Tarif Mengancam
Setelah kemarin China menyangkal apa yang dikatakan pihak AS tentang agenda pertemuan Trump dan Xi Jinping di awal Mei, Trump muncul dengan pernyataan di hadapan wartawan bahwa pemerintahannya sudah melakukan pertemuan dengan China meski China tidak mengakui. Namun saat ditanya wartawan departemen mana yang bertemu China, Trump mengelak dengan menyebut “tidak penting siapa dan departemen mana, yang penting nanti kami akan menyampaikan hasil pertemuan”.
Seperti yang disebutkan kemarin, setiap klaim sepihak yang hanya keluar dari AS akan dianggap berita kosong dan sebaiknya tidak dipercaya. China menekankan hanya akan bertemu jika AS mencabut semua tarif sepihak yang diancamkan pada China 145%. Dengan demikian rasanya sulit untuk mendapatkan konfirmasi pertemuan kedua pemimpin negara dalam waktu dekat mengingat Trump pernah mengatakan hanya akan memangkas tarif sampai 50-65%, tidak mungkin 0%.
Jika China belum merespon ataupun belum menerima pernyataan Trump sebagai niat keseriusan AS untuk negosiasi, maka emas berpeluang kembali naik.
Meski demikian, yang juga perlu diingat adalah meskipun nantinya ada pertemuan untuk negosiasi, atau bahkan mengarah pada pengurangan ataupun penghapusan tarif 145%, tarif dasar yang diberlakukan sejak Februari dan beberapa lainnya seperti tarif otomotif, baja, aluminium dan bahkan chip, kemungkinan masih menjadi concern pasar sehingga belum secara total menghapus ketidakpastian pada ekonomi sebagai dampak dari tarif Trump.
Fokus Malam Ini
Meskipun AS akan merilis laporan survei Michigan tentang ekspektasi inflasi 1 dan 5 tahun, juga consumer sentiment, nampaknya market hanya akan merespon terbatas terkait data ekonomi tersebut karena tetap menunggu perkembangan lebih lanjut pada tarif dan hubungan AS dan China.
Dan kembali mengingatkan, secara umum, masih ada 3 faktor utama yang kemungkinan masih mendukung kenaikan emas atau membatasi penurunan emas, seperti : minat/pembelian emas oleh bank sentral yang masih berlanjut, ketidakpastian ekonomi dan ketidakpastian geopolitik, ditambah dengan kekhawatiran resesi, sehingga penurunan diperkirakan akan relatif terbatas.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup bullish dengan real body yang lebih panjang dan menutupi penurunan sehari sebelumnya sehingga bisa dianggap sebagai bullish engulfing pada dua candle terakhir. Kondisi ini seharusnya memperkuat alasan bullish kembali mendominasi. Tapi kenaikan harus mampu tembus di atas high sebelumnya 3367 untuk memvalidasi kekuatan bullish berikutnya.
Sedangkan penurunan secara teori seharusnya mulai berkurang. Tapi jika harga belum mampu tembus 3367-3371, maka penurunan akan terus mengintai. Dan bearish akan jauh lebih kuat jika terjadi penurunan di bawah 3260 (low 23 April 2025).

Di H4, Fibonacci Retracement (FR) ditarik dari bottom 2969 (FR 100%) sampai puncak 3500 (FR 0%). Penurunan sejauh ini masih sesuai ekspektasi di mana low di sesi Asia kemarin di 3291 tidak ditembus karena penurunan atau swing low terakhir di malam hari tertahan di 3306.56, lalu kemudian rebound hingga ditutup di kisaran 3348.
Potensi kenaikan wave 5 diperkirakan terjadi bertahap dan dianggap membuka jalan selangkah lebih lanjut jika secara bertahap mampu naik di atas 3374.94 (FR 23.6%) dilanjutkan dengan kenaikan tahap berikutnya di atas 3386 (high 23 April 2025). Kedua area tersebut menjadi area resistance yang wajib ditembus untuk membuat emas kembali terbuka dalam jalur kenaikan.
Swing low maksimum 3306 bisa dikategorikan swing low normal dan belum mengindikasikan perubahan apapun terkait peluang kenaikan wave 5 tersebut. Sehingga secara teori Anda bisa mengincar buy di zona kisaran 3340 terdekat, atau 3310 terjauh. Dan jika tembus di atas 3370, posisi buy bisa dipertahankan.
Sebaliknya, jika gagal naik sesuai ekspektasi di atas 3374 dan 3386 dalam beberapa waktu ke depan, maka ancaman penurunan juga bisa kembali terjadi, dan harga cenderung berpeluang kembali menguji 3283 dan 3260.
Anda bisa ubah strategi menjadi SELL untuk jangka pendek jika tembus 3306, tapi dengan potensi target yang relatif terbatas maksimum 3283 mengingat posisi bullish yang masih cukup kuat. Secara teori, hanya penembusan di bawah low 3260 (low 23 April 2025) yang akan memicu penurunan lebih lanjut. Dan secara teknis, hanya penembusan di bawah FR 61.8% 3172 yang akan memicu reversal bearish yang cukup panjang. Sedangkan penurunan di bawah 3306 diperkirakan hanya memicu penurunan sementara, atau dengan kata lain penurunan yang terbatas.
Mengingat kondisi fundamental yang mendasari bullish emas saat ini belum hilang seluruhnya, seperti: pembelian emas oleh bank sentral yang masih berlanjut, kekhawatiran perang dagang masih berjalan (meskipun nantinya AS dan China sepakat bertemu negosiasi), ketidakpastian geopolitik dan kekhawatiran resesi, sehingga diperkirakan masih mendukung status emas sebagai safe haven. Dengan demikian penurunan diperkirakan relatif terbatas.

Per jam 09.50 WIB, harga berada di 3345.90, dengan high di 3370.67 dan low 3341.84. Pergerakan sesuai ekspektasi dimana swing low di malam hari terjadi pasca data ekonomi tertahan di 3306.56, nyaris sentuh SL kami 3306.00, tapi kemudian rebound dan naik hingga 3340 di malam hari.
Secara umum, pola yang diharapkan, yaitu inverse head & shoulders, kemungkinan cukup terbuka. Dan bahkan jika mengacu pada gambar, maka seharusnya sudah resmi tembus neckline. Penurunan saat ini di sesi Asia dianggap wajar dan menguji neckline kembali.
Dengan posisi ketidakpastian yang masih dominan, maka status safe haven masih relatif kuat sehingga rekomendasi buy masih bisa dilakukan. Dan jika inverse head & shoulders tetap kokoh, maka kenaikan secara bertahap akan kembali melirik 3370 dan 3380 dalam beberapa waktu ke depan.
Namun, trader juga perlu mewaspadai potensi akhir pekan yang bisa saja terjadi profit taking sebelum mengarah pada data ekonomi tingkat tinggi di minggu depan. Pasar bisa saja membatasi agresivitas dan menyimpannya untuk minggu depan. Atau potensi lainnya bisa saja pasar mulai antisipasi beberapa data yang diperkirakan melemah minggu depan sehingga kenaikan bisa berlanjut hari ini hingga penutupan sesi NY.
Pertahankan buy jika berhasil tembus 3370, dan bahkan jika mampu tembus 3380. Tapi waspada jika kedua level gagal ditembus!
Strategi bearish kemungkinan bisa dilakukan jika tembus 3306 dengan potensi target cukup dekat kisaran 3295-3300, atau maksimum 3283. Hal ini dikarenakan kekhawatiran market atas ketidakpastian yang masih besar sehingga penurunan diperkirakan terbatas.
Secara teknis, support 3283 juga diperkirakan masih dianggap kuat sehingga kemungkinan penurunan masih berpotensi terhambat di zona tersebut. Tapi reversal bearish akan terjadi jika tembus 3260.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi BUY on Dip
Entry: 3338.00 – 3340.00
(atau cek di artikel untuk opsi buy lainnya)
Target/Reward : 3352.00 ($12 - $14)
(follow/pertahankan BUY jika tembus 3370.00,
Target terdekat 3378, terjauh 3390, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 3332.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 3330.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi SELL jika support ditembus
Entry : 3304.00 – 3306.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif jangka pendek)
Target/Reward: 3292.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 3312.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 3310)
Risk Reward: 1: 2
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis PT Agrodana Futures



