

| Suggest : SELL on Rally Area : 1.14400– 1.14600 Target : 1) 1.13800 2) 1.13200 SL : 1.15200 Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.13000 Switch to BUY jika tembus 1.15500 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 1.33400– 1.33600 Target : 1) 1.32800 2) 1.32200 SL : 1.34200 Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.32300 Switch to BUY jika tembus 1.35000 |


| Suggest : BUY on Dip Area : 141.200 – 141.400 Target : 1) 142.000 2) 142.600 SL : 140.600 Alternatif : Switch to SELL jika tembus 140.500 Pertahankan/Follow BUY jika tembus 142.300 |



| Suggest : SELL on Rally Area : 3382.00 – 3384.00 Target : 1) 3376.00 2) 3370.00 SL : 3390.00 (ideal 3-5 points di atas 3392.00) Alternatif : Pertahankan/Follow SELL jika tembus 3360 Opsi SELL : 3386, 3407 (lower risk) Switch to BUY hanya jika tembus 3430 (FR 61.8%) |
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis PT Agrodana Futures

Dolar sedikit pulih setelah beberapa hari terakhir terus melemah terhadap mata uang lainnya seiring dengan sedikit optimisme akan terjadinya perundingan dagang antara AS dengan China. Dan didukung oleh rebound di bursa saham karena laporan keuangan sejumlah emiten blue chip yang lebih baik dari perkiraan. Sementara isu seputar usaha Presiden Trump untuk melengserkan Jerome Powell dari posisi jabatan Ketua Fed semakin santer. Tindakan yang akan mempengaruhi kepercayaan dunia keuangan terhadap independensi Fed di masa depan. Trump sudah sejak lama menginginkan suku bunga rendah bahkan sejak menjadi Presiden pada periode pertamanya dahulu. Trump mengkritik langkah yang diambil oleh Powell dengan menyebutnya sebagai "pecundang besar" dan menuntut Fed untuk segera menurunkan suku bunga. Seperti diketahui Fed baru memangkas suku bunga acuannya sebanyak 3 kali mulai September dan berhenti di bulan Desember tahun lalu. Sejak itu Fed belum melanjutkan pemangkasan bertepatan dengan dimulainya periode kedua masa kepemimpinan Trump sebagai Presiden untuk kedua kalinya. Penurunan suku bunga acuan diharapkan akan sangat membantu perusahaan dalam membayar hutang dan menekan harga jual sehingga diharapkan dapat memicu kembali serta meningkatkan aktifitas ekonomi. Dengan demikian akan mengurangi beban dari agenda kenaikan tarif impor AS yang dilancarkan oleh AS terhadap mitra dagangnya. Namun langkah ini direspon negatif oleh pasar karena dianggap mencederai kepercayaan pasar akan independensi Federal Reserve dan campur tangan politik ini akan terus membayangi keputusan Fed di masa yang akan datang. Atas kemungkinan hilangnya kepercayaan ini membuat investor mengalihkan investasi di AS menjadi aset safe haven mulai dari Swiss Franc, Yen dan komoditas Emas. Kekhawatiran yang sama juga dirasakan oleh pejabat Fed sendiri dengan Gubernur Fed Chicago – Austan Goolsbee mengatakan independensi Fed dalam memerangi inflasi amat sangat kritis sehingga mengharapkan AS tidak beralih membatasi independensi Fed untuk memutuskan kebijakan moneter dan bebas dari tekanan politik sama sekali. Soal inflasi, Goolsbee mengatakan jangka pendek ekspektasi inflasi cenderung naik, namun yang lebih penting adalah untuk jangka panjang diharapkan tidak naik lagi. Gubernur Fed Mineapolis – Neel Kashkari dalam pidato semalam juga menekankan pentingnya independensi Fed untuk memberikan keputusan moneter yang tepat pada ekonomi. Sementara itu perang dagang dengan China semakin memanas dengan AS pada akhirnya menaikkan kenaikan tarif impor sebanyak 245%. Pihak China sendiri masih terus menyatakan sikap siap berperang dan tidak akan menyerah hingga akhir. Terlebih setelah Wakil Presiden - JD Vance menyebut China sebagai orang udik yang berkonotasi terbelakang secara ekonomi. China mengkritisi ucapan tersebut karena dianggap menghina martabat China dan meminta AS untuk menunjukkan sikap saling menghormati. Kabar terakhir dari Menteri Keuangan - Scott Bessent dalam pertemuan tertutup masih yakin bahwa perang dagang dengan China masih bisa diredakan walau perlu usaha yang lebih keras karena belum ada tanda-tanda akan dimulainya perundingan antara keduanya. Sedangkan data ekonomi berupa indeks manufaktur di negara bagian Richmond relatif masih menurun dari -4 menjadi -13 yang lebih buruk dari perkiraan turun -6. Hari ini ada data PMI di sektor manufaktur dan jasa.
Yen juga kembali terkoreksi terhadap dolar setelah sebelumnya sempat menembus di bawah level 141. Bank Sentral Jepang (BOJ) diperkirakan masih akan melanjutkan kenaikan suku bunga acuannya dengan inflasi yang terus cenderung naik. Namun dengan adanya ketidakpastian akan kenaikan tarif impor dari AS membuat kenaikan tersebut sepertinya tidak akan dilakukan dalam waktu dekat ini. Pertemuan moneter BOJ terdekat dijadwalkan pada pekan depan tepatnya pada 1 Mei nanti. Dampak ekonomi global akibat kenaikan tarif impor AS masih belum bisa diprediksi, namun diperkiran tidak akan banyak mengganggu siklus kenaikan upah dan inflasi di Jepang. Pekan ini Perdana Menteri - Shigeru Ishiba dan Menteri Keuangan - Katsunobu Kato akan berada di AS untuk berunding dengan Presiden Trump dan Menteri Keuangan AS - Scott Bessent bersamaan dengan pertemuan Menteri Keuangan G20 disela-sela pertemuan musim semi IMF. Jepang sendiri sebenarnya bisa menggunakan obligasi untuk negosiasi, sebagai pemegang terbesar surat berharga AS tersebut yang mencapai lebih dari $1triliun. Namun Jepang tidak menggunakannya karena menghargai negosiasi harus berdasarkan kepercayaan kedua belah pihak untuk menciptakan stabilitas baik bilateral maupun secara global. Jepang berencana akan membeli lebih banyak energi dari AS berupa LNG yang masih menjadi pertanyaan kemampuan AS dalam menghantarkannya. Dan melonggarkan aturan keamanan kendaraan yang selama ini menjadi kendala non-tarif bagi produk otomotif AS karena tidak memenuhi standar keamanan dan jalan di Jepang.
Euro juga sama mengalami koreksi terhadap dolar setelah sebelumnya sempat menembus level 1.15. Pekan lalu Bank Sental Eropa (ECB) memangkas suku bunga acuan pada pertemuan moneter pekan lalu dari 2.65% menjadi 2.40%. Dengan suara bulat pejabat ECB memangkas suku bunga acuan untuk ke 7 kalinya sejak berakhirnya pandemi lalu. Dalam konferensi pers Presiden ECB - Christine Lagarde secara tegas mengatakan ECB masih akan memangkas suku bunga acuan berikutnya. Hal sama juga disampaikan oleh pejabat ECB lainnya pasca berakhirnya pertemuan moneter tersebut. Sementara negosiasi dagang dengan AS sepertinya akan berjalan lancar seiring dengan kenaikan tarif impor yang tidak sebanyak perkiraan pasar dan diharapkan tidak akan memperburuk kondisi ekonomi di kawasan ini. Kepercayaan Konsumen di kawasan ini juga memburuk seiring dengan kekhawatiran akan dampak kenaikan tarif impor AS. Hari ini ada data PMI di sektor manufaktur dan jasa.
Poundsterling juga ikut terkoreksi terhadap dolar meskipun kondisi ekonomi di Inggris mulai pulih dengan pertumbuhan ekonomi yang meningkat. Sedangkan tekanan inflasi mulai menurun yang merupakan kondisi ideal bagi Bank Sentral Inggris (BOE) untuk kembali memangkas suku bunga acuannya. Ditambah dengan upah pekerja di Inggris juga masih cenderung meningkat sebanyak 3% dalam triwulan terakhir. Selain itu Inggris juga tidak terancam oleh kenaikan tarif impor AS kecuali di sektor otomobil. Hari ini ada data PMI di sektor manufaktur dan jasa serta pidato dari Gubernur BOE - Andrew Bailey.
Imbal hasil Treasury AS 10-tahun bergerak naik meskipun dolar terus berada dalam tekanan. Hal ini dikarenakan status safe haven obligasi pemerintah AS yang sedikit redup dibanding emas saat ini. Dolar lanjutkan tertekan seiring aksi jual yang semakin meluas sejak pembukaan sesi NY karena Gedung Putih gagal mencapai kemajuan yang konkret dalam kesepakatan dagang sehingga pasar menjadi lebih tidak sabar.
Tekanan semakin berlanjut setelah Trump kembali melakukan tekanan pada Ketua Fed, Jerome Powell di malam hari.
Trump Salahkan Powell
Gejolak yang kian membuat ketidakpastian di pasar membuat investor beralih melirik safe haven sejak tarif resiprokal diumumkan. Meski terjadi penundaan untuk sebagian besar negara sampai 90 hari ke depan, tapi keputusan Trump menaikkan tarif untuk China dan berbuah retaliation (pembalasan) dari China membuat pasar cemas dengan potensi perang dagang kedua negara.
Penundaan di sisi lain juga menimbulkan ketidakpastian ekonomi yang semakin meluas. Lagi-lagi emas diuntungkan dalam situasi tersebut sehingga beberapa kali berhasil cetak rekor tertinggi baru dan tidak terlihat koreksi turun yang signifikan sejak saat itu.
Yang terbaru, Trump kembali menyalahkan Federal Reserve atas kelemahan ekonomi yang ditimbulkan dari perang dagang yang dibuatnya. Trump menekan Powell dan menganggapnya terlalu lambat bertindak. Trump mengatakan Fed seharusnya sudah mulai turunkan suku bunga karena kondisi geopolitik yang sudah reda, ditandai gencatan senjata Israel-Hamas, dan ke depan status perang Rusia-Ukraina yang diyakininya akan segera selesai. Harga minyak mentah pun sudah turun jauh sejak Trump menjabat dan menilai bahwa inflasi sudah turun sejak minyak turun.
Trump menginginkan Powell segera turunkan suku bunga dan mengatakan bahwa inflasi tidak naik meskipun ada gangguan dari kebijakan tarifnya. Bahkan saat ECB minggu lalu kembali turunkan suku bunga, Trump lanjut menyerang Powell. Rumor meluas menyebut bahwa Trump sedang berdiskusi dengan para penasehatnya tentang pertimbangannya untuk memecat Powell dari posisi Ketua Fed sebelum masa kepemimpinan Powell berakhir Mei 2026.
JP Morgan menilai bahwa setiap pengurangan dalam independensi Fed akan menambah risiko kenaikan pada prospek inflasi yang sudah mengalami tekanan dari tarif. Hal ini semakin membuat prospek aktivitas ekonomi terbebani dan memperburuk posisi fiskal.

Masih belum ada data ekonomi AS yang signifikan hari ini yang bisa mengubah atau menghentikan sementara waktu sentimen pasar sehingga kenaikan emas nampaknya belum terhenti.
Jika imbal hasil Treasury AS terus naik sedangkan dolar terus tertekan, maka status emas sebagai safe haven diperkirakan masih tetap kuat sehingga peluang rally berlanjut dengan potensi penembusan 3500 sangat besar kemungkinannya terjadi.
Minggu ini AS akan fokus dengan data new home sales di hari Rabu, dan juga data PMI manufacture dan services di hari yang sama. Lanjut dengan durable goods dan jobless claims mingguan di hari Kamis, dan ditutup dengan survei Michigan di hari Jumat. Namun akan banyak pernyataan pejabat Fed di pekan ini. Kemungkinan dampaknya akan tetap lemah dibandingkan dampak dari perkembangan hubungan antara AS dan China sehingga kami tetap melihat penggerak utama masih seputar tarif dan juga kekhawatiran perang dagang AS-China yang berpotensi masih berlanjut.
Dan kembali mengingatkan, secara umum, masih ada 3 faktor utama yang kemungkinan masih mendukung kenaikan emas atau membatasi penurunan emas, seperti : minat/pembelian emas oleh bank sentral yang masih berlanjut, ketidakpastian ekonomi dan ketidakpastian geopolitik, ditambah dengan kekhawatiran resesi, sehingga penurunan diperkirakan akan relatif terbatas.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup bullish, dan koreksi turun yang dinantikan tidak terjadi sesuai harapan. Level terendah bertahan di 3343 hingga penutupan sesi perdagangan Senin. Bahkan emas langsung tancap gas lanjutkan kenaikan sejak sesi Asia dan tembus resistance 3357 dengan mudah. Kenaikan berlanjut hingga level tertinggi baru di 3430 di malam hari.
Di sesi Asia pagi ini rekor kembali tercipta, dengan level tertinggi sementara tercatat di 3457. Jika tidak ada perubahan, maka sentiment market saat ini bisa saja kembali cetak rekor baru dan peluang kemunculan zona 3500-an bisa terjadi lebih cepat. Sementara koreksi turun, juga cukup terbuka mengingat kenaikan yang sangat cepat tersebut. Area 3357-3362 akan menjadi area support psikologis.

Di H4, terlihat harga tetap bertahan di atas FE 61.8% 3362 sejak sesi Asia kemarin hingga penutupan sesi NY. Bahkan pagi ini bergerak semakin dekati FE 100% 3466. Bullish akan berlanjut jika area 3466 ditembus, dan secara teori FE 161.8% 3634 akan menjadi target potensial dari kenaikan berikutnya. Meski demikian, kami juga mencermati kemungkinan rally akan sedikit terhambat saat mulai mendekati zona 3500 seperti hal yang selalu terjadi saat mulai mendekati zona-zona tertinggi baru.
Namun jika 3466 tidak ditembus, maka kami melihat ada peluang juga untuk koreksi sesaat meskipun tidak terlalu panjang. Hal ini didukung dengan posisi RSI yang cenderung sudah berada di area overbought. Meski demikian tidak menjamin kondisi overbought tersebut membuat harga turun tajam mengingat kondisi fundamental yang masih terlalu kuat untuk bullish.
Jika koreksi muncul, maka area support 3412 (low saat ini) akan menjadi pilihan pertama untuk incar buy setelah kenaikan cepat di pagi hari ini ke 3459. Area support berikutnya akan berada di kisaran 3386-3390 dan 3357-3362 (high 17 April 3357 dan FE 61.8% 3362). Ketiga zona tersebut kami perkirana sebagai opsi buy yang lebih baik dibanding 3412, karena dianggap sebagai area demand yang lebih kuat sehingga cenderung lower risk.
Sedangkan 3466 sebagai opsi terakhir. Anda bisa follow/pertahankan buy jika terjadi penembusan di atas 3466 tersebut, dengan catatan area ini cukup higher risk, tapi selama sentimen market cenderung dilanda ketidakpastian dan kekhawatiran tarif dan juga dolar yang melemah, maka safe haven akan diuntungkan sehingga emas berpeluang lanjut naik.
Sedangkan opsi SELL bisa memanfaatkan potensi koreksi jangka pendek. Namun pilihan sell di zona 3460-3466 meskipun potensial, tapi cenderung berisiko sehingga disarankan memasang stop loss di atas 3466 untuk antisipasi kenaikan yang masih berlanjut dan tembus di atas 3466. Reversal bearish jangka pendek kemungkinan jauh lebih konfirm jika 3357 ditembus karena area ini cenderung menjadi pemicu reversal jangka pendek dibandingkan resistance 3466.Fundamental yang mendasari bullish emas saat ini : pembelian emas oleh bank sentral yang masih berlanjut, kekhawatiran perang dagang yang terus meningkat antara AS-China, ketidakpastian geopolitik dan kekhawatiran resesi, diperkirakan masih mendukung status emas sebagai safe haven sehingga penurunan diperkirakan relatif terbatas.

Per jam 09.40 WIB, harga berada di 3462.32, dengan high di 3462.80 dan low 3412.37. Kenaikan berlanjut tembus FE 100% 3389.85 dan sejak saat itu sampai sesi Asia pagi ini harga lanjut naik lebih tinggi. Bahkan sampai artikel ditulis, emas terus berupaya untuk menciptakan rekor tertinggi baru dan belum terlihat tanda-tanda akan terjadinya koreksi tajam.
Beberapa alternatif skenario yang diperkirakan bisa terjadi : 1) Lanjut naik di atas 3466 (resistance H4), dan membuka peluang untuk dekati 3500 (perkiraan resistance kisaran 3480 dan 3490), di mana target potensial berikutnya mengincar FE 161.8% 3511 dan baru terjadi koreksi setelah kenaikan beruntun (note : koreksi turun belum tentu bertahan lama selama status safe haven masih kuat).
Skenario berikutnya, 2) turun koreksi terbatas sebelum lanjutkan kenaikan di atas 3466. Area koreksi diperkirakan berada di zona support terdekat 3429-3432, 3406-3412, atau maksimal 3389-3400. Skenario ini yang paling ideal untuk mendapatkan buy on dip yang memberi peluang buy yang lebih rendah risiko. Tapi mengingat kondisi fundamental yang masih mendukung safe haven, maka penurunan jauh sulit untuk diperoleh sehingga koreksi kemungkinan hanya berlangsung singkat dan terbatas.
Sebaliknya, penurunan jangka pendek ataupun reversal bearish jangka pendek diperkirakan baru akan berpeluang menekan lebih jauh jika harga turun di bawah trendline support 3380-3382. Jika ini yang terjadi, maka Anda bisa ubah strategi menjadi SELL dengan asumsi bahwa kenaikan sudah mencukupi dan fantastis dalam 2 hari terakhir sehingga diperlukan koreksi turun yang memungkinkan harga tertekan kembali hingga kisaran 3314-3320.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:Â
Opsi BUY on Dip
Entry: 3412.00 – 3414.00
(atau cek di artikel untuk opsi buy lainnya)
Target/Reward :Â 3426.00 ($12 - $14)Â
(follow/pertahankan BUY jika tembus 3466.00,
Target terdekat 3472, terjauh 3490, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 3406.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 3405.00)
Risk Reward: 1: 2Â
Opsi SELLÂ jika support ditembus
Entry : 3378.00 – 3380.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif jangka pendek)
Target/Reward: 3366.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 3386.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 3386)
Risk Reward: 1: 2
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis PT Agrodana Futures


| Suggest : BUY on Dip Area : 1.14000– 1.14200 Target : 1) 1.14800 2) 1.15400 SL : 1.13400 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.15000 Switch to SELL jika tembus 1.13400 |


| Suggest : BUY on Dip Area : 1.33100– 1.33300 Target : 1) 1.33900 2) 1.34500 SL : 1.32500 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.34000 Switch to SELL jika tembus 1.32000 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 141.200 – 141.400 Target : 1) 140.600 2) 140.000 SL : 142.000 Alternatif : Switch to BUY jika tembus 142.500 Pertahankan/Follow SELL jika tembus 140.400 |



| Suggest : BUY on Dip Area : 3412.00 – 3414.00 Target : 1) 3420.00 2) 3426.00 SL : 3406.00 (ideal 3-5 points di bawah 3405.00) Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 3466 (high risk) Opsi buy : 3388-3400 (lower risk) Switch to SELL hanya jika tembus 3380 (short term) |
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis PT Agrodana Futures

Dolar masih cenderung melemah terhadap mata uang lainnya setelah libur panjang Paskah di akhir pekan, akibat kekhawatiran akan buruknya ekonomi domestik AS akibat agenda kenaikan tarif impor terhadap mitra dagangnya terutama dengan China yang melambung hingga 245%. Hal ini akan berdampak tidak hanya dalam skala bilateral, namun juga dipastikan akan berdampak secara global. IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi global akan menurun akibat kenaikan tarif impor ini, meski tidak sampai terjadi resesi. Kondisi ini juga mempersulit langkah Fed dimana konsekuensi langsung akan pelambatan ekonomi. Seharusnya Fed menurunkan suku bunga, namun potensi terjadinya kenaikan inflasi juga meningkat sehingga Fed perlu menaikkan atau setidaknya mempertahankan suku bunga acuan yang masih tinggi saat ini. Dalam beberapa pidato Ketua Fed - Jerome Powell juga masih menahan diri dan belum secara tegas mengatakan langkah apa yang akan diambil dalam waktu dekat ini. Presiden Trump sudah sejak lama menginginkan suku bunga rendah guna mendongkrak ekonomi sehingga sikap Ketua Fed tersebut tidak terlalu disukai. Trump secara terbuka menyerang Powell di media sosial miliknya dengan menuduh Powell menjalankan misi politiknya sendiri dan berharap dapat segera diturunkan dari jabatannya. Penasehat ekonomi Gedung Putih - Kevin Hassett mengatakan Presiden Trump dan timnya sedang berusaha mencari jalan untuk melengserkan Powell jika memungkinkan. Langkah ini dinilai sangat beresiko di tengah wacana kenaikan tarif yang masih mengambang karena tiba-tiba mengalami penundaan selama 90 hari setelah 2 hari diumumkan. Kepercayaan akan independensi bank sentral dan kepercayaan akan pengganti Powell nantinya akan menjadi pertanyaan besar jika Powell dilengserkan sebelum masa jabatannya berakhir. Kekacauan akan tarif impor ditambah dengan pelengseran Ketua Fed akan berdampak buruk bagi dunia keuangan karena merusak kepercayaan akan independensi bank sentral dan juga kepercayaan akan kepemimpinan Presiden Trump sekaligus. Kondisi ini mengakibatkan investor mengalihkan asetnya menjauh dari mata uang dolar, bursa saham AS dan juga surat berharga lainnya. Gubernur Fed Chicago - Austan Goolsbee kemarin menyatakan kepeduliannya dengan mengatakan harapannya agar AS tidak mengubah independensi bank sentral dalam menentukan kebijakan moneter ditunggangi oleh kepentingan politik. Pekan ini ada data PMI di sektor manufaktur dan jasa, data Durable Goods Order dan hasil survey dari University of Michigan.
Yen juga bergerak menguat seiring dengan melemahnya dolar setelah perundingan dagang dengan AS sepertinya berjalan lancar. Presiden Trump yang di luar perkiraan ikut hadir dalam negosiasi mengatakan negosiasi menghasilkan kemajuan besar. Terkait dengan tuduhan manipulasi mata uang, Perdana Menteri Jepang - Shigeru Ishiba mengatakan tetap mengedepankan asas keadilan. Diskusi masalah mata uang akan dilanjutkan oleh Menteri Keuangan - Katsunobu Kato bersama Menteri Keuangan AS - Scott Bessent pekan ini bersamaan dengan pertemuan Menteri Keuangan G20 disela-sela pertemuan musim semi IMF. Trump mengenakan kenaikan tarif impor sebanyak 24% terhadap Jepang, namun seperti sudah disebutkan sebelumnya ditunda hingga awal Juli mendatang. Kenaikan awal sebanyak 10% tetap berlaku dan kenaikan sebanyak 25% terhadap produk kendaraan masih diberlakukan yang merupakan ekspor utama Jepang. Jepang juga akan melonggarkan aturan keselamatan sebagai hasil dari negosiasi dagang yang selama ini dianggap sebagai kendala non-tarif terhadap produk otomobil AS. Menurut Jepang dan pakar otomobil mengatakan produsen mobil Detroit selama ini tidak memenuhi standar jalan dan pengemudi di Jepang. Jepang sendiri sebenarnya bisa menggunakan obligasi untuk negosiasi, sebagai pemegang terbesar surat berharga AS tersebut yang mencapai lebih dari $1triliun. Namun Jepang tidak menggunakannya karena menghargai negosiasi harus berdasarkan kepercayaan kedua belah pihak untuk menciptakan stabilitas bilateral dan secara global. Jepang berencana akan membeli lebih banyak energi dari AS berupa LNG yang masih menjadi pertanyaan kemampuan AS dalam menghantarkannya.
Euro juga menguat hingga level tertinggi dalam 3 tahun terakhir terhadap dolar meski sebelumnya sempat melemah setelah Bank Sental Eropa (ECB) memangkas suku bunga acuan pada pertemuan moneter pekan lalu. Dengan suara bulat pejabat ECB memangkas suku bunga acuan untuk kali ke-7 sejak berakhirnya pandemi lalu. Dalam konferensi pers Presiden ECB - Christine Lagarde secara tegas mengatakan ECB masih akan memangkas suku bunga acuan berikutnya. Hal sama juga disampaikan oleh pejabat ECB lainnya paska berakhirnya pertemuan moneter tersebut. Sementara negosiasi dagang dengan AS sepertinya akan berjalan lancar seiring dengan kenaikan tarif impor yang tidak sebanyak perkiraan pasar yang diharapkan tidak akan memperburuk kondisi ekonomi di kawasan ini. Pekan ini ada data PMI di sektor manufaktur dan jasa, data kepercayaan konsumen dan pidato dari Presiden ECB Lagarde pada esok hari.
Poundsterling juga menguat terhadap dolar seiring melemahnya mata uang dolar. Sementara kondisi ekonomi di Inggris mulai pulih dengan pertumbuhan ekonomi yang meningkat. Sedangkan tekanan inflasi mulai menurun yang merupakan kondisi ideal bagi Bank Sentral Inggris (BOE) untuk kembali memangkas suku bunga acuannya. Selain itu Inggris juga tidak terancam oleh kenaikan tarif impor AS kecuali di sektor otomobil. Namun yang masih perlu dipertimbangkan adalah menurunnya permintaan global akibat kenaikan tarif impor AS setelah berakhirnya penundaan 90 hari atau di awal Juli mendatang. Sehingga perkiraan pasar masih belum terlalu jelas akan langkah yang akan diambil oleh BOE dalam pertemuan moneter yang dijadwalkan pada awal bulan depan nanti. Pekan ini ada data PMI di sektor manufaktur dan jasa serta pidato dari Gubernur BOE - Andrew Bailey pada hari Rabu lewat tengah malam.
Imbal hasil Treasury AS kembali naik, sedangkan dolar kembali mengalami tekanan. Hal ini kembali menandakan tingkat kekhawatiran pasar terhadap perang dagang yang masih mendominasi sehingga status emas sebagai safe haven tetap kuat.
Meski sempat dirumorkan Trump melunak terhadap China, dan bahkan Trump mengklaim semakin dekat dengan kesepakatan dengan China, tapi belum nampak realisasi apapun dari klaim tersebut sehingga harga pagi ini dibuka dengan gap up (close Kamis 3327, open hari ini 3346).
Data ekonomi dari Philadelphia Fed di hari Kamis juga menjadi penghambat bagi dolar. Data tercatat turun dan komponen pesanan baru turun ke level krisis. Hal tersebut meningkatkan keluhan dari industri pengangkutan AS bahwa pesanan pengiriman saat ini sedang melemah.
AS Terus Tekan China, ECB Pangkas Suku Bunga
Meskipun berbeda rumor tentang melunaknya Trump dan klaim bahwa kesepakatan dengan China segera terwujud, tapi realitas di lapangan justru sebaliknya. AS terus berupaya menekan China lewat jalur pengiriman barang.
USTR mengumumkan tindakan yang dimaksudkan untuk membalikkan dominasi China dalam pembuatan kapal. Tindakan tersebut dirancang untuk memulihkan pembuatan kapal AS sekaligus mengurangi gangguan. USTR akan menerapkan biaya Pelabuhan mulai dari $50 per ton bersih dalam 180 hari untuk pemilik dan operator kapal dari China. Selain itu juga menerapkan kenaikan biaya sebesar $30 per ton per tahun selama 3 tahun ke depan.
Tidak cukup sampai di situ. USTR juga akan mengenakan biaya mulai dari $150 per kendaraan dalam 180 hari untuk pengangkut mobil yang dibuat di luar AS. Biaya untuk kapal-kapal yang terkait dengan China akan dinilai per pelayaran AS, bukan per panggilan Pelabuhan dan akan dikenakan tidak lebih dari 5 kali per tahun. Hal ini tentunya akan membuat China enggan untuk segera lakukan pertemuan dengan AS sehingga menimbulkan kecemasan bahwa perang dagang keduanya akan terus berlanjut.
Di sisi lain, ECB kembali pangkas suku bunga 25 bps sesuai ekspektasi. Dalam pernyataannya, Lagarde menyoroti risiko-risiko penurunan. Lagarde bahkan menyoroti pengetatan dalam kondisi keuangan sehingga membuka jalan untuk memangkas suku bunga lebih lanjut. Pasar saat ini mengimplikasikan 75% untuk kemungkinan pemangkasan suku bunga di pertemuan ECB bulan Juni. Hal ini kembali menunjukkan bahwa bank sentral global masih dalam tahap pelonggaran moneter yang berarti juga emas tetap didukung oleh sikap longgar bank sentral. Apakah ini pertanda bahwa Fed akan menyusul di pertemuan berikutnya?

Sebagian kawasan diperkirakan masih libur perayaan Paskah sehingga pergerakan di hari Senin di sesi Eropa dan Inggris nampaknya tidak terlalu aktif. Sedangkan AS di malam nanti hanya akan merilis data leading index yang diperkirakan turun dari -0.3% menjadi -0.5%.
Minggu ini AS akan fokus dengan data new home sales di hari Rabu, dan juga data PMI manufacture dan services di hari yang sama. Lanjut dengan durable goods dan jobless claims mingguan di hari Kamis, dan ditutup dengan survei Michigan di hari Jumat. Namun akan banyak pernyataan pejabat Fed di pekan ini. Kemungkinan dampaknya akan tetap lemah dibandingkan dampak dari perkembangan hubungan antara AS dan China sehingga kami tetap melihat penggerak utama masih seputar tarif dan juga kekhawatiran perang dagang AS-China yang berpotensi masih berlanjut.
Dan kembali mengingatkan, secara umum, masih ada 3 faktor utama yang kemungkinan masih mendukung kenaikan emas atau membatasi penurunan emas, seperti : minat/pembelian emas oleh bank sentral yang masih berlanjut, ketidakpastian ekonomi dan ketidakpastian geopolitik, ditambah dengan kekhawatiran resesi, sehingga penurunan diperkirakan akan relatif terbatas.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup hanging man setelah sentuh level tertinggi 3357.60 dan ditutup di 3327. Secara teori ada peluang untuk terjadinya koreksi turun atau profit taking. Namun pagi ini harga dibuka gap up di 3346, dan berlanjut naik hingga cetak rekor tertinggi baru 3382.57. Dengan demikian, pola koreksi sepertinya belum terjadi karena kenaikan berlanjut di atas resistance 3357.
Selanjutnya, area 3357, 3327 dan 3283 adalah area-area support yang perlu dicermati. Gap yang terjadi pagi ini kemungkinan bisa saja ditutup dengan cepat dalam 1-2 hari. Ini berarti zona 3327-3330 akan menjadi area support yang cukup baik sebagai area buy jika terjadi koreksi pendek, mengingat tren naik yang masih tetap kuat. Sedangkan proyeksi kenaikan berikutnya diperkirakan tembus 3400-an, dengan area 3435 sebagai proyeksi potensial.

Di H4, emas kembali menunjukkan area-area support yang efektif dan tidak menekan lebih lanjut setelah sempat koreksi hingga 3283. Di hari Kamis yang lalu, kami sempat mengulas bahwa area support terdekat berada di kisaran 3284-3300 sebagai potensi koreksi terjauh, dan mempertimbangkan sebagai area buy yang cukup ideal saat itu. Ternyata area tersebut muncul, dan langsung terjadi rebound dengan cepat dan ditutup di 3327.
Pagi ini dengan dibuka gap up dan lanjut naik di atas 3357, maka area 3357-3362 adalah area support terdekat yang bisa dipertimbangkan sebagai salah satu opsi area buy selain area 3340-3342 yang disarankan hari ini. Sedangkan penutupan Kamis di 3327 (area orange kisaran 3310-3328) akan menjadi opsi lainnya untuk zona buy (Note: Anda bisa pilih salah satu, jangan average buy dengan area yang terlalu dekat!).
Opsi lainnya adalah area 3283-3300 (low terakhir di hari Kamis, 17 Apr 2025) yang kembali diperkirakan sebagai area demand yang lebih efektif, jika terjadi penurunan cepat di bawah 3310-3315.
Sedangkan penurunan di bawah 3310 bisa dimanfaatkan untuk sell, tapi hanya relatif turun terbatas seperti yang terjadi di hari Kamis yang lalu. Sementara reversal bearish jangka pendek diperkirakan baru akan terjadi jika harga gagal tembus 3400 atau harga turun di bawah 3283.Fundamental yang mendasari bullish emas saat ini : pembelian emas oleh bank sentral yang masih berlanjut, kekhawatiran perang dagang yang terus meningkat antara AS-China, ketidakpastian geopolitik dan kekhawatiran resesi, diperkirakan masih mendukung status emas sebagai safe haven sehingga penurunan diperkirakan relatif terbatas.

Per jam 09.20 WIB, harga berada di 3379.32, dengan high di 3382.57 dan low 3343.33. Skema kenaikan masih sesuai ekspektasi, meskipun sempat turun hingga 3283.
Skenario pagi ini adalah buy di zona 3340-3342 yang dipertimbangkan sebagai zona support terdekat. Namun jika diasumsikan gap yang terjadi pagi ini akan langsung ditutup, maka area 3314-3327 adalah area yang lebih baik untuk opsi beli karena alasan dekat dengan penutupan gap dan juga dekat dengan support trendline. Koreksi turun jika didukung oleh peluang bearish divergence yang terlihat pada rsi yang menyusun formasi lower high (LH) meskipun harga menciptakan area lebih tinggi (higher high-HH).
Sementara penembusan di atas 3389 (FE 100%) adalah sinyal kenaikan lebih lanjut dan membuka peluang untuk tembusnya area 3400-an. Anda bisa follow/pertahankan buy jika konfirm.
Sedangkan area alternatif lainnya untuk buy (jika terjadi penurunan kembali), maka Anda bisa pertimbangkan zona 3284-3300 (area low 17 April yang lalu).
Untuk strategi sell jangka pendek, bisa dilakukan jika gagal tembus 3389, dengan target penurunan cepat di zona 3360 dan terjauh 3327-3330 (tutup gap). Namun harus pasang stop loss di atas 3389 karena sell tersebut berada pada jalur uptrend sehingga harus mengantisipasi kemungkinan penurunan tidak terjadi sesuai ekspektasi, dan tren naik berlanjut lebih kuat.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:Â
Opsi BUY on Dip
Entry: 3340.00 – 3342.00
(atau cek di artikel untuk opsi buy lainnya)
Target/Reward :Â 3354.00 ($12 - $14)Â
(follow/pertahankan BUY jika tembus 3389.00,
Target terdekat 3395, terjauh 3420, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 3334.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 3330.00)
Risk Reward: 1: 2Â
Opsi SELLÂ jika support ditembus
Entry : 3312.00 – 3314.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif jangka pendek)
Target/Reward: 3300.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 3320.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 3320)
Risk Reward: 1: 2
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis PT Agrodana Futures



