Imbal hasil Treasury AS tenor 10-tahun kembali melemah, sekaligus ditutup turun secara mingguan. Sedangkan dolar kembali catatkan pergerakan sideway yang secara umum tetap melemah. Tercatat DXY sendiri relatif stagnan dalam 4 hari berturut-turut minggu lalu. Tapi hal itu tidak menghalangi emas untuk tetap bertahan dan menutup minggu lalu di atas 5000. Meski demikian kenaikan emas juga masih relatif terbatas karena belum mampu tembus resistance utama 5098-5118.
Laporan inflasi AS kembali membuka harapan pemangkasan suku bunga di 2026. Inflasi utama turun dari 2.7% ke 2.4% y/y, di bawah ekspektasi 2.5% dan basis bulanan di 0.2% m/m, turun dari 0.3%. Sedangkan core CPI juga turun dari 2.6% ke 2.5%, sesuai ekspektasi, dan basis bulanan di 0.3%, juga sesuai ekspektasi 0.3% m/m. Angka ini menumbuhkan kembali optimisme pasar terhadap pemangkasan suku bunga di 2026, meskipun secara umum belum mampu mendorong pemangkasan suku bunga di bulan Maret 2026.
Westpac Perkirakan Pemangkasan Fed Kemungkinan Juni 2026
Kabar buruknya adalah bahwa pemangkasan suku bunga Fed tidak akan terjadi dalam waktu dekat, Maret 2026. Kabar baiknya, pemangkasan suku bunga Fed tetap akan terjadi di tahun 2026. Terlepas dari 1 atau 2 kali pemangkasan suku bunga, pasar melihat situasi tetap akan bergantung pada data ekonomi AS.
Westpac berpendapat bahwa ekonomi AS terus menunjukkan pertahanan yang cukup baik. Hanya sedikit bukti bahwa pertumbuhan melambat secara signifikan, meskipun ada ketidakpastian yang tinggi dan juga gangguan politik. Bank mencatat bahwa aktivitas tetap kuat sampai pergantian tahun. Pelacak GDPNow Federal Reserve Atlanta menunjukkan pertumbuhan output tetap di atas tren, bahkan selama penutupan pemerintah terlama dalam sejarah di bulan Oktober 2026 yang lalu.
Tapi Westpac memperkirakan pertumbuhan akan melambat di 2026, dengan sedikit risiko terjadinya penurunan berkelanjutan. Kondisi pasar tenaga kerja stabil, tidak memburuk. Pertumbuhan tenaga kerja non pertanian, meski melambat sampai pertengahan 2025, rata-rata mencatat sekitar 73K pekerjaan per bulan sejak Oktober. Tingkat pengangguran tetap terkendali di 4.2-4.4% selama hampir 1 tahun. Komponen tenaga kerja Ism menunjukkan perekrutan sudah stabil.
Karena situasi tersebut, Westpac memperkirakan Fed akan kesulitan untuk mengembalikan inflasi ke target 2%-nya. Inflasi layanan tetap tinggi dan Westpac menunda perkiraannya untuk pemangkasan suku bunga terakhir dalam siklus ini menjadi Juni 2026.

Fokus Minggu Ini
Agenda utama minggu ini : pertemuan Iran dan AS hari Selasa di Jenewa, Swiss; keputusan pengadilan tentang tarif Trump di hari Jumat. Sedangkan dari data ekonomi, pasar akan menunggu beberapa data penting : GDP, PCE, dan PMI (services dan manufaktur.
Emas mungkin akan mendapat hambatan dari data GDP karena kuartal 4 yang catatkan data yang solid/kuat. Tapi PCE diperkirakan melemah sehingga bisa mendukung ekspektasi penurunan suku bunga Fed di 2026. Data PMI di hari Jumat mungkin bisa memberi gambaran aktivitas ekonomi terbaru AS, sekaligus untuk gambaran pertumbuhan ekonomi AS ke depan.
Pertemuan Iran dan AS akan menyita perhatian pasar karena belum jelas arah kebijakan Trump. Yang jelas pengiriman kapal induk besar kedua sudah dilakukan dan dijadwalkan akan sampai tujuan di Timur Tengah minggu ini. Trump menegaskan akan mengincar diplomasi, tapi di sisi lain menyiagakan semua pasukan di Timur Tengah untuk mengantisipasi kalau Iran tidak mau tuntaskan kesepakatan. Mayoritas pengamat menilai opsi militer tidak terhindarkan, dan pasukan sudah disiapkan untuk menjalani perang yang panjang dengan Iran.
Situasi yang tidak menentu dari geopolitik akan sensitif bagi emas dan berpeluang menjaga asa untuk safe haven.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup bullish setelah berhasil rebound sejak sesi Asia dilanjutkan dengan kenaikan pasca data CPI AS yang lunak. Level terendah bertahan di 4884, dan naik hingga 5046, dan berakhir ditutup di 5032. Dalam jangka pendek, swing low diperkirakan menguji zona 4950-an. Bearish akan berlanjut jika tembus 4950 dengan proyeksi area low hari Jumat di 4884 sebagai target potensial, jika terjadi penurunan.
Sebaliknya, resistance 5032 dan 5046 akan menjadi area resistance terdekat, di mana bullish akan kembali mendominasi jika mampu tembus area high Jumat 5046. Dengan sebagian pasar AS libur, maka tidak ada data ekonomi malam nanti, dan pasar akan fokus mencermati perkembangan hubungan AS dan Iran yang dijadwalkan baru akan bertemu besok, Selasa, di Jenewa, Swiss.

Di H4, kami masih melihat peluang ascending triangle dengan area support yang terbaru ditarik dari titik pertama 4655 (low 6 Feb 2026) ke titik berikutnya 4884 (low 13 Feb 2026). Extension line menunjukkan area 4938-4940 sebagai rujukan. Area ini sekaligus juga berada di zona ungu 4878-4958, area yang dianggap cukup ideal bagi demand untuk kembali mendorong harga ke jalur kenaikan.
Skenario ascending triangle akan berhasil jika support trendline 4938 tidak ditembus dan dianggap valid jika resistance 5098-5100 ditembus. Proyeksi kenaikan berikutnya terdekat adalah zona biru yang ada di 5146-5240.
Sebaliknya, bearish akan mendominasi dalam jangka pendek jika area pink 4829-4882 ditembus. Sedangkan zona pink sendiri masih bisa dianggap zona demand yang lebih efektif dibanding zona support trendline 4938. Ini berarti butuh tekanan besar di bawah 4829 untuk bisa memicu penurunan lebih lanjut. Proyeksi penurunan lanjutan diperkirakan incar MA 200 yang ada di 4785, atau lebih jauh ke zona coklat kisaran 4631-4712. Zona ini bisa dicapai jika terjadi kesepakatan nuklir Iran dan AS. Selama tidak tercapai atau belum terjadi kesepakatan, maka swing low diperkirakan masih relatif terbatas.

Per jam 11.00 WIB, harga berada di 4991.00 dengan high 5035.37, dan low 4973.36. Jika Anda melihat rekomendasi sebelumnya di website Technical Analysis Forex, Gold (XAUUSD) 16 Februari 2026, rekomendasi masih dipertahankan sama, yaitu buy yang dianggap cukup ideal di zona 4950-4952 (area yang dianggap support psikologis saat ini). Sedangkan alternatif buy on breakout berlaku jika tembus 5055, dan sejauh ini harga tertinggi masih tertahan di 5035 sehingga belum berlaku.
Dalam jangka pendek, swing low diharapkan terjadi lebih dulu dengan zona abu-abu di 5039-5074 dianggap resistance kuat untuk sementara waktu sehingga tekanan turun diperkirakan terbuka untuk sentuh zona support trendline di kisaran 4940-4955. Jika sesuai ekspektasi, maka area ini nantinya diharapkan mampu mendorong harga kembali ke jalur kenaikan. Alternatifnya zona biru di kisaran 4884-4926 bisa dipertimbangkan untuk incar buy kembali jika skenario pertama gagal naik dan terlanjur sentuh stop loss.
Di sisi lain, skenario bearish akan dominan jika zona biru yang terendah di 4884 ditembus. Ini akan memicu penurunan lebih lanjut ke zona merah kisaran 4643-4686. Skenario bearish lebih kuat bisa terjadi jika geopolitik selesai, Iran dan AS mencapai kesepakatan.
Dengan CPI AS di hari Jumat cenderung lunak, dan status geopolitik yang belum jelas, maka penurunan diperkirakan tidak terlalu jauh atau dengan kata lain relatif terbatas sehingga buy on dip lebih direkomendasikan untuk saat ini.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi BUY on Dip
Entry: 4950.00 – 4952.00
(atau cek di artikel untuk opsi lainnya)
Target/Reward : 4964 ($12 - $14)
(Alternatif Follow BUY jika tembus 5055, target terdekat 5065, terjauh 5090, sesuaikan stop loss dengan risk management masing-masing)
Stop Loss: 4944.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 4942.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi BUY on Dip
Entry : 4886.00 – 4888.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif )
Target/Reward: 4900.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 4880.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di bawah 4878)
Risk Reward: 1: 2
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis PT Agrodana Futures
| Suggest : BUY on Dip Area : 62.40 – 62.60 Target : 1) 63.60 2) 64.60 SL : 61.40 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 63.50 Switch to SELL jika tembus 61.00 atau jika geopolitik benar-benar reda |
| Suggest : SELL on Rally Area : 49720 - 49740 Target : 1) 49620 2) 49520 SL : 49840 Alternatif : Follow SELL jika tembus 49500 Switch to BUY jika tembus 49900 |
| Suggest : SELL on Rally Area : 24900.00 – 24920.00 Target : 1) 24800.00 2) 24700.00 SL : 25020.00 Alternatif : Pertahankan SELL jika tembus 24700 Switch to BUY jika tembus 25100 |
| Suggest : SELL on Rally Area : 6900.00 – 6910.00 Target : 1) 6870.00 2) 6840.00 SL : 6940.00 Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 6840 Switch to BUY jika tembus 6960 |
| Suggest : SELL on Rally Area : 57000 - 57020 Target : 1) 56900 2) 56800 SL : 57120 Alternatif : Follow SELL jika tembus 56900 Switch to BUY jika tembus 57600 Tetap waspada dengan potensi “intervensi aktual” yen sewaktu-waktu! Alternatif buy : 56075-56545 |
| Suggest : SELL on Rally Area : 26740 - 26760 Target : 1) 26640 2) 26540 SL : 26860 Alternatif : Follow/Pertahankan SELL jika tembus 26430 Switch to BUY jika tembus 27000 Ada ancaman H&S selama di bawah 27000, akan valid jika tembus 26430 |
Research & Analysis PT Agrodana Futures
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.


| Suggest : BUY on Dip Area : 1.18600– 1.18800 Target : 1) 1.19400 2) 1.20000 SL : 1.18000 Alternatif : - Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.19200 - Switch to SELL jika tembus 1.17800 |


| Suggest : BUY on Dip Area : 1.36100– 1.36300 Target : 1) 1.36900 2) 1.37500 SL : 1.35500 Alternatif : - Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.36900 - Switch to SELL jika tembus 1.35000 |


| Suggest : BUY on Dip Area : 152.700 – 152.900 Target : 1) 153.500 2) 154.100 SL : 152.100 Alternatif : - Pertahankan/Follow BUY jika tembus 153.500 - Switch to SELL jika tembus 152.000 |



| Suggest : BUY on Dip Area : 4950.00 – 4952.00 Target : 1) 4958.00 2) 4964.00 SL : 4944.00 (ideal 3-5 points di bawah 4942) Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 5055 Switch to SELL jika tembus 4887 Opsi buy : 4884-4926 (biru), 4643-4686 (merah), breakout resistance 5079 |
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis PT Agrodana Futures

Menariknya, tidak hanya emas yang turun, tapi juga imbal hasil Treasury AS 10 tahun dan USD bergerak melemah. Bahkan pasar obligasi pun tidak menunjukkan reaksi naik yang signifikan. Pasar ekuitas pun turun. Sehingga jika isu terkait CPI benar naik, maka dolar seharusnya lebih mudah menguat. Dan jika isu tentang tercapainya kesepakatan Iran dan AS benar, maka hanya emas yang seharusnya turun, selebihnya seperti dolar maupun indek saham rally. Tapi itu tidak terjadi, dan semua market mengalami penurunan.
Meski demikian, harga minyak turun sehingga isu tentang kesepakatan AS dan Iran bisa saja memberi indikasi bahwa Iran mungkin akan terdesak dan akhirnya sepakat dengan AS. Sampai artikel ditulis, kami belum melihat update terbaru tentang situasi geopolitik sehingga disimpulkan masih cenderung ‘abu-abu’ atau tidak menentu.
Kekhawatiran Sektor Teknologi Picu Likuiditas Emas
Hal lain yang diperkirakan menjadi penyebab adalah margin call yang terjadi pada saham sektor teknologi. Kondisi ini dipicu oleh kekhawatiran pasar tentang gangguan AI pada pendapatan sektor teknologi. Microsoft mempelopori penurunan dan mengakibatkan penurunan besar pada indeks saham utama AS. Dalam kondisi ini, pasar dipaksa melikuidasi posisinya di pasar komoditas untuk menutupi kerugian yang terjadi di pasar saham, sesuatu hal yang cukup klasik pada pasar keuangan global.
Pertanyaan muncul, apakah likuiditas ini permanen sehingga membuat emas mulai memasuki periode bearish? Sumber tertulis menyebut bahwa bank-bank besar sampai saat ini masih meyakini emas masih terbuka untuk kenaikan berikutnya. Ketidakpastian kebijakan, integritas Fed saat Powell diganti, dan pembelian emas oleh bank sentral global yang masih berlangsung, termasuk ketidakpastian dari sisi geopolitik, masih menjadi faktor utama yang membuat bank yakin emas masih akan cetak ATH baru tahun ini.
Ini berarti penurunan tadi malam tidak ada kaitannya dengan perubahan sentiment ataupun berakhirnya periode bullish emas. Meski data NFP 2 hari lalu di luar dugaan melonjak di atas 100K dan tingkat pengangguran berkurang ke 4.3%, sampai saat ini Fed belum mengetuk palu akan menaikkan suku bunga, sehingga peluang penurunan suku bunga tetap terbuka, tergantung data ekonomi. Dan itu berarti data inflasi nanti malam akan menjadi pemicu.
Selain itu, pasar juga masih yakin selepas Powell mundur dan digantikan Kevin Warsh, peluang pemangkasan suku bunga itu masih akan bisa terjadi, terlepas dari profil Warsh di masa lalu yang dianggap hawkish.

Fokus Malam Ini
Inflasi akan menjadi ‘puzzle’ terakhir yang dibutuhkan pasar untuk melihat peluang suku bunga Fed. Data akan dirilis di jam 20.30 WIB. Core CPI diperkirakan turun dari 2.7% ke 2.5% y/y dan basis bulanan stabil di 0.3% m/m. Sedangkan CPI utama diperkirakan turun dari 2.6% ke 2.5% y/y dan naik tipis dari 0.2% ke 0.3% m/m.
Jika data menguat di atas ekspektasi, maka emas berpeluang koreksi turun kembali. Sebaliknya, jika data sesuai ekspektasi atau lebih lemah dari ekspektasi, maka emas berpeluang lanjutkan kenaikan yang sempat tertunda.
Mengingat situasi saat ini mendekati akhir pekan, maka investor perlu juga memantau perkembangan terbaru seputar AS dan Iran. Jika tidak ada kesepakatan, maka eskalasi dikhawatirkan di akhir pekan tidak terhindarkan sehingga emas cenderung naik. Sebaliknya, jika ada kesepakatan, maka emas berpeluang turun dengan cepat di bawah low kemarin 5019.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup bearish setelah penurunan mendadak di malam hari menyebabkan emas turun sampai level terendah 4878, dan ditutup di 4921. Gagalnya emas memanfaatkan momentum kenaikan membuat pasar cenderung melakukan profit taking, juga dikaitkan mengantisipasi kejutan dari data inflasi CPI AS yang baru akan dirilis malam nanti.
Secara teknis, area 4990 dan 5009 menjadi resistance terdekat. Jika mampu tembus, maka bullish bisa kembali mendominasi dan menutup akhir pekan ini dengan kenaikan. Sebaliknya, penurunan bisa kembali mengancam jika data CPI AS secara mengejutkan lebih kuat dari perkiraan dan support 4878 (low tadi malam) bisa saja ditembus. Zona support 4809 dan 4847 berpotensi dilirik, dan dalam skenario paling bearish cukup terbuka untuk tembus di bawah 4800.

Di H4, kabar baiknya adalah penurunan tadi malam tertahan sedikit di atas zona pink yang ditandai di kisaran 4829-4882 (low tercatat di 4878). Kabar buruknya adalah bahwa kenaikan di sesi Asia pagi ini belum tentu membuat bullish kembali kuat. Hal ini akan bergantung pada resistance trendline yang tadi malam ditembus. Saat ini resistance berada di kisaran 4895-5000. Itu pun dengan catatan bahwa bullish belum sepenuhnya kuat karena di atasnya ada 2 zona resistance lagi yang harus dilalui, yaitu zona orange 5039-5083 dan zona biru 5146-4240 sebagai target utama yang harus ditaklukkan.
Secara garis besar bullish masih cukup terbuka secara struktural. Ancaman double top hanya berlaku/valid jika harga tembus neckline, dan neckline tersebut cukup jauh di 4655 sehingga peluang tembus zona tersebut akan bergantung pada beberapa aspek/faktor ke depan. Secara normal, range harian mungkin akan sulit untuk tembus 4655. Tapi secara praktek, range besar sangat mungkin terjadi, apalagi dengan case yang terjadi 1 minggu terakhir yang pernah hit lebih dari $400 penurunan.
Data CPI AS nanti malam akan menjadi penentu seberapa tajam penurunan yang bisa terjadi berikutnya, atau seberapa tinggi kenaikan emas yang bisa kembali. Data inflasi yang “jauh lebih tinggi” dari ekspektasi berpotensi menekan emas kembali dan mengancam zona 4800. Sebaliknya, data inflasi yang lebih lemah dari ekspektasi berpotensi menjadi titik balik bagi emas untuk kembali ke jalur kenaikan sesuai struktur teknikal utama.
Jangka pendek, sell bisa dipertimbangkan selama tidak tembus 4995-5000, tapi target terdekat sementara ini hanya melirik 4960 dan 4940. Dan penurunan terjauh mungkin saja retest zona 4878 (low tadi malam), atau MA 200 di 4767 jika CPI secara mengejutkan jauh lebih tinggi dari perkiraan.
Sebaliknya, strategi buy bisa dipertimbangkan di kisaran zona pink 4829-4882 (asumsi ambil area terendah 4829-4840 sebagai peluang). Atau bisa juga di MA 200. Bullish akan lebih aman jika CPI dirilis lebih lemah sehingga emas tidak lanjutkan tekanan turun di bawah zona pink tersebut (ekspektasi tertahan di 4920-4940).

Per jam 11.10 WIB, harga berada di 4981.00 dengan high 4991.21, dan low 4884.96. Jika Anda melihat rekomendasi sebelumnya di website Technical Analysis Forex, Gold (XAUUSD) 13 Februari 2026, rekomendasi masih dipertahankan sama, yaitu buy yang dianggap cukup ideal di zona 4840-4842 (area yang dianggap support psikologis). Sedangkan alternatif buy on breakout jika tembus 4952 dianggap sudah selesai karena harga sudah naik sampai 4991 saat artikel ditulis (target terjauh yang diharapkan 4980).
Dalam jangka pendek, kami memperkirakan swing low bisa kembali terjadi selama harga belum mampu tembus resistance 5000. Itu sebabnya strategi jangka pendek, sell bisa saja dilakukan di area 4985-4990, dengan stop loss di atas 4990. Target pendek hanya mengincar koreksi kisaran 4960 atau maksimal 4940. Tapi, jika harga berbalik naik dengan cepat, maka switch strategi menjadi buy kembali jika tembus 5000.
Idealnya area buy diharapkan berada di zona support 4840-4860 atau area low tadi malam 4878-4880. Dengan catatan harus didukung data CPI AS yang lebih lemah dari perkiraan. Jika terpenuhi, maka peluang buy lebih dominan dan emas diperkirakan kembali ke jalur kenaikannya.
Waspada! Setelah data CPI, fokus akan bergeser pada situasi geopolitik di akhir pekan, jelang pertemuan AS dan Iran sehingga trading saat CPI disarankan segera keluar dari posisi apapun, lalu mulai waspada dengan dampak geopolitik!
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi BUY on Dip
Entry: 4952.00 – 4954.00
(atau cek di artikel untuk opsi lainnya)
Target/Reward : 4966 ($12 - $14)
(Alternatif Follow BUY jika tembus 5009, target terdekat 5018, terjauh 5028, sesuaikan stop loss dengan risk management masing-masing)
Stop Loss: 4946.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 4945.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi BUY on Dip
Entry : 4840.00 – 4842.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif )
Target/Reward: 4854.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 4834.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di bawah 4832)
Risk Reward: 1: 2
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis PT Agrodana Futures
| Suggest : BUY on Dip Area : 62.00 – 62.20 Target : 1) 63.20 2) 64.20 SL : 61.00 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 63.50 Switch to SELL jika tembus 61.00 atau jika geopolitik benar-benar reda |
| Suggest : SELL on Rally Area : 49500 - 49520 Target : 1) 49400 2) 49300 SL : 49620 Alternatif : Follow SELL jika tembus 49560 Switch to BUY jika tembus 49990 |
| Suggest : SELL on Rally Area : 25260.00 – 25280.00 Target : 1) 25160.00 2) 25060.00 SL : 25380.00 Alternatif : Pertahankan SELL jika tembus 25200 Switch to BUY jika tembus 25340 |
| Suggest : SELL on Rally Area : 6880.00 – 6900.00 Target : 1) 6850.00 2) 6820.00 SL : 6930.00 Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 6840 Switch to BUY jika tembus 6950 |
| Suggest : SELL on Rally Area : 57200 - 57220 Target : 1) 57100 2) 57000 SL : 57320 Alternatif : Follow SELL jika tembus 57000 Switch to BUY jika tembus 57400 Tetap waspada dengan potensi “intervensi aktual” yen sewaktu-waktu! Alternatif buy : 56075-56545 |
| Suggest : SELL on Rally Area : 26740 - 26760 Target : 1) 26640 2) 26540 SL : 26860 Alternatif : Follow/Pertahankan SELL jika tembus 26600 Switch to BUY jika tembus 27000 |
Research & Analysis PT Agrodana Futures
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.


| Suggest : BUY on Dip Area : 1.18600– 1.18800 Target : 1) 1.19400 2) 1.20000 SL : 1.18000 Alternatif : - Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.19200 - Switch to SELL jika tembus 1.17800 |


| Suggest : BUY on Dip Area : 1.36100– 1.36300 Target : 1) 1.36900 2) 1.37500 SL : 1.35500 Alternatif : - Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.36900 - Switch to SELL jika tembus 1.35000 |


| Suggest : BUY on Dip Area : 152.700 – 152.900 Target : 1) 153.500 2) 154.100 SL : 152.100 Alternatif : - Pertahankan/Follow BUY jika tembus 153.500 - Switch to SELL jika tembus 152.000 |



| Suggest : BUY on Dip Area : 4840.00 – 4842.00 Target : 1) 4848.00 2) 4854.00 SL : 4834.00 (ideal 3-5 points di bawah 4832) Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 4952 Short term sell bisa dilakukan selama tidak tembus 5009! Opsi buy : 4839-4872 (biru), 4643-4686 (merah) |
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis PT Agrodana Futures




