Dolar masih cenderung menguat terhadap mata uang lainnya kecuali terhadap Swiss Franc seiring dengan meningkatnya permintaan akan aset safe haven karena kekhawatiran akan resesi dunia akibat kenaikan tarif impor AS. Pekan lalu Presiden Trump mengumumkan kenaikan tarif impor reciprocal terhadap semua mitra dagangnya dan akan segera efektif berlaku pada 9 April nanti. Sejumlah mitra dagang sudah memberikan respon dengan meminta negosiasi dan ada juga yang melakukan pelawanan. Uni Eropa memberikan perlawanan dengan menaikkan tarif impor produk AS sebanyak 25%. Presiden Trump belum menunjukkan indikasi surut, bahkan memberikan ancaman kepada China akan menaikkan tarif impor hingga 50% jika China tidak membatalkan perlawanan kenaikan tarif sebanyak 34%-nya. Dan lebih dari 50 mitra dagang AS lebih memilih melakukan pendekatan negosiasi dengan Gedung Putih. Perang dagang ini dikhawatirkan akan memicu inflasi tinggi dan dapat menjadi ancaman akan terjadi resesi ekonomi secara global. JPMorgan Chase memperingatkan akan efek kenaikan tarif impor ini akan berdampak permanen dan manajer investasi Bill Ackman menyebut sebagai nuklir ekonomi di musim dingin. Di sisi lain dengan adanya potensi pelambatan ekonomi membuat spekulasi di pasar menunjukkan peluang Fed untuk lebih agresif memangkas suku bunga acuan guna mengantisipasi potensi pelambatan ekonomi akibat kenaikan tarif impor tersebut. Ekspektasi Fed akan kembali memangkas suku bunga acuan pada pertemuan moneter di bulan Mei meningkat hingga mendekati 65% dan spekulasi akan akumulasi pemangkasan hingga 100 bps atau 1.0% penuh hingga akhir tahun ini di bulan Desember mendatang. Meskipun ketua Fed – Jerome Powell pada hari Jumat lalu mengatakan masih terlalu dini bagi Fed untuk merespon agenda ekonomi Presiden Trump tersebut. Namun diakui bahwa kebijakan fiskal tersebut berpotensi akan memicu inflasi kembali naik dan menahan laju pertumbuhan ekonomi. Dengan menyebutkan meningkatnya resiko pengangguran dan naiknya inflasi akan mempersulit target inflasi Fed 2%. Gubernur Fed - Adriana Kugler dalam pidato semalam mengatakan kenaikan tarif menjadi indikasi kenaikan inflasi walaupun untuk jangka pendek sedangkan untuk jangka panjang masih belum terukur.  Data inflasi CPI baru akan dirilis esok hari yang masih belum menggambarkan dampak dari kebijakan kenaikan tarif yang baru pekan lalu. Hari ini tidak ada data ekonomi hanya pidato dari Gubernur Fed San Fransisco – Mary Daly yang juga merupakan anggota voting FOMC yang akan dicermati oleh pasar.
Yen juga berlanjut melemah terhadap dolar setelah sehari sebelumnya melemah cukup tajam hingga lebih dari 1.4%. Di luar perkiraan, Jepang yang sebelumnya dinilai akan terhindar dari kenaikan tarif impor ternyata tetap dikenakan kenaikan tarif sebanyak 24%. Pemerintah Jepang memberikan respon, namun diduga akan ada negosiasi ulang setelah Presiden Trump dalam telepon dengan Perdana Menteri Jepang - Shigeru Ishiba sepakat akan menunjuk menterinya untuk bernegosiasi. Bahkan Menteri Keuangan AS - Scott Bessent sendiri secara khusus diutus untuk melakukan negosiasi termasuk pembahasan pergerakan mata uang dolar terhadap Yen. Biasanya yang menjadi utusan hanya perwakilan dari Menteri Perdagangan, namun dengan Besset menjadi indikasi akan lebih tertuju pada pergerakan mata uang Yen. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis, namun pasar mengantisipasi perundingan dagang tersebut diatas dan juga pidato dari Gubernur Bank Sentral Jepang - Kazuo Ueda esok hari.
Euro terus tertekan terhadap dolar meskipun mendapat kenaikan tarif impor dari AS tidak sebanyak perkiraan. Dengan hanya dikenakan sebanyak 20% bahkan Uni Eropa tetap memberikan perlawanan kenaikan tarif yang lebih tinggi yaitu sebanyak 25%. Namun tarif tersebut masih fleksibel dan belum final dengan Uni Eropa terus terbuka untuk bernegosiasi seperti yang disampaikan oleh Presiden Komisi Eropa - Ursula von der Leyen. Seperti halnya Fed, ancaman akan resesi akibat kenaikan tarif ini membuat spekulasi Bank Sentral Eropa (ECB) untuk lebih agresif lagi dalam memangkas suku bunga acuan sehingga spekulasi di pasar menyebutkan akan ada 3 kali hingga 4 kali pemangkasan suku bunga acuan hingga akhir tahun nanti. Dengan pemangkasan terdekat pada 2 kali pertemuan berturut-turut dalam waktu dekat ini. Sejumlah pejabat ECB termasuk Gubernur Bank Sentral Italia - Pierro Cipollone, Gubernur Bank Sentral Prancis - Francois Villeroy de Galhau dan Gubernur Bank Sentral Yunani - Yannis Stournaras meminta ECB untuk segera memangkas suku bunga acuan di tengah kondisi ekonomi saat ini dan tidak satupun yang menarik pendapatnya ketika kenaikan tarif Presiden Trump diumumkan. Sementara itu data industrial production di Jerman mengalami penurunan lebih dalam ke -1.3% yang lebih rendah dari perkiraan -0.9% dari periode sebelumnya 0.9%. Sedangkan surplus neraca perdagangan Jerman meningkat dari 16.2B menjadi 17.7B, namun tidak sebanyak perkiraan naik hingga 18.4B. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.
Poundsterling juga masih melemah terhadap dolar hingga level terendah dalam sebulan terakhir seiring dengan pengalihan aset menjadi safe haven. Kekhawatiran akan terjadinya resesi akibat perang dagang AS membuat pengalihan aset ini menjadi meningkat. Termasuk peluang Bank Sentral Inggris (BOE) untuk memangkas suku bunga acuan guna mengantisipasi pelambatan ekonomi secara global seperti halnya bank sentral dunia lainnya. Data penting di Inggris pekan ini baru akan dirilis pada hari Jumat nanti berupa pertumbuhan ekonomi GDP, neraca perdagangan dan industrial production dan manufacturing production.
Suggest : SELL on Rally
Area : 62.50 – 62.70
Target : 1) 61.50 2) 60.50
SL : 63.70
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 60.60
Switch to BUY jika tembus 64.00
Suggest : SELL on Rally
Area : 39000 - 39020
Target : 1) 38900 2) 38800
SL : 39120
Alternatif :
Follow/Pertahankan SELL jika tembus 38540
Switch to BUY jika tembus 39200
Short term rebound bisa juga dimanfaatkan buy, tapi target terbatas!
Suggest : SELL on Rally
Area : 5200.00 – 5220.00
Target : 1) 5170.00 2) 5140.00
SL : 5250.00
Alternatif :
Pertahankan SELL jika tembus 5060
Switch to BUY jika tembus 5300
Suggest : SELL on Rally
Area : 17900.00 – 17920.00
Target : 1) 17800.00 2) 17700.00
SL : 18020.00
Alternatif :
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 17650
Switch to BUY jika tembus 18120
Suggest : SELL on Rally
Area : 33200 - 33220
Target : 1) 33100 2) 33000
SL : 33320
Alternatif :
Suggest : SELL on Rally
Area : 21000 - 21020
Target : 1) 20900 2) 20800
SL : 21120
Alternatif :
Follow/Pertahankan SELL jika tembus 20300
Switch to BUY jika tembus 21220
Short term bisa incar buy, tapi kenaikan kemungkinan masih terbatas
Dolar ditutup rebound secara teknis, meskipun imbal hasil Treasury AS 10-tahun tetap turun. Hal ini sesuai dengan pembahasan kita di live streaming Jumat, di channel youtube @AgrodanaFuturesOfficial. Secara teknis, dolar mengalami rebound karena penurunan bertubi-tubi yang terjadi sebelumnya, dan sebaliknya emas mengalami penurunan karena profit taking selepas kenaikan berturut-turut hingga rekor tertinggi baru sentuh 3167.
Di sisi lain, data non farm payrolls AS bulan Maret 2025 dirilis mengejutkan, 228K jauh lebih tinggi dari perkiraan 135K. Meskipun tingkat pengangguran mengalami kenaikan menjadi 4.2% dari 4.1%, tapi secara keseluruhan data menunjukkan laporan yang optimis sehingga menahan ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed.
Short Covering masih dominan
Kami masih melihat alasan penurunan emas bukan disebabkan faktor Trump yang umumkan kebijakan tarif resiprokal. Perlu dicatat bahwa yang membuat emas naik cepat hingga cetak rekor baru 3167 adalah pengumuman resiprokal itu sendiri, dan tekanan di pasar saham membuat emas dilirik sebagai safe haven.
Tapi kemudian harga berangsur turun setelah cetak rekor dikarenakan pasar yang harus menutup kerugian di pasar saham setelah penurunan tajam dalam 3 hari berutut-turut, dan berlanjut sampai pagi ini saat dibuka gap down. Investor melikuidasi posisinya di pasar emas untuk mendapatkan uang cash, dan uang ini yang digunakan untuk imbangi kerugian yang terjadi di pasar saham.
Pasar tenaga kerja tetap solid
Di sisi data ekonomi, laporan pekerjaan yang solid membuat Fed dilematis sehingga pasar melihat peluang penurunan suku bunga belum akan terjadi dalam waktu dekat. Hal ini membuat dolar menguat saat data dirilis dan kembali menekan emas. Tapi saham pun hanya mengalami kenaikan singkat karena kekhawatiran perlambatan ekonomi mendominasi, sehingga lagi-lagi emas mengalami profit taking untuk imbangi penurunan saham.
Powell Berhati-hati, Trump terus tekan Powell
Dalam pernyataannya Jumat malam, Powell menyebut tarif yang lebih besar berisiko pada naiknya inflasi lebih tinggi dan pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat. Powell menegaskan akan menunggu kejelasan lebih lanjut dari efek kebijakan tarif.
Pernyataan yang menarik dari Powell : bank melihat ketidakpastian tentang persistensi tarif dan tarif balasan. Juga melihat inflasi yang lebih tinggi dan pertumbuhan yang lebih lambat menjadi dampak dari tarif. Untuk saat ini menjadi kewajiban bagi bank untuk memastikan bahwa peningkatan satu kali dalam data inflasi tidak menjadi masalah yang menyebabkan kenaikan inflasi berkelanjutan. Prospek sangat tidak pasti, dengan risiko pengangguran yang lebih tinggi dan inflasi yang lebih tinggi.
Sedangkan di sisi lain, Trump kembali menekan Powell dengan mengatakan bahwa ini akan menjadi waktu yang sangat tepat untuk ketua Fed Jerome powell mulai memangkas suku bunga. Trump menilai Powell selalu bersikap terlambat sehingga kali ini memiliki peluang untuk mengubah citranya dengan cepat. Trump mengutip alasan bahwa harga energi sudah turun, suku bunga (yield) turun, inflasi turun, bahkan harga telur turun 69%. Dengan lapangan kerja naik, dan semua terjadi dalam waktu 2 bulan. Trump ingatkan Powell untuk segera menurunkan suku bunga.

Beberapa hal yang perlu dicermati minggu ini : negosiasi tarif Trump sebelum diberlakukan 9 April, data CPI AS, stimulus China pasca umumkan retaliation tariff terhadap AS.
Trump masih terbuka untuk negosiasi, tapi hanya jika mitra dagang mau mengurangi atau bahkan menghapus tarif yang dinilai tidak adil oleh Trump yang dikenakan pada barang-barang AS. Jika ini terwujud, maka pasar ekuitas relatif tenang, dan emas bisa mulai stabil dengan potensi kenaikan bertahap. Sebaliknya jika tidak terwujud, maka kepanikan akan kembali terjadi, dan safe haven akan mendorong emas dengan cepat naik ke zona 3100-an kembali.
Sementara data inflasi CPI AS akan ditunggu pasar. Data yang lebih lemah dari ekspektasi akan memicu kenaikan emas kembali, sedangkan data yang lebih kuat dari ekspektasi akan berpeluang memicu koreksi turun lebih lanjut pada emas.
Dan kembali mengingatkan, secara umum, masi ada 3 faktor utama yang kemungkinan masih mendukung kenaikan emas atau membatasi penurunan emas, seperti : minat/pembelian emas oleh bank sentral yang masih berlanjut, ketidakpastian ekonomi dan ketidakpastian geopolitik, ditambah dengan kekhawatiran resesi, sehingga penurunan diperkirakan akan relatif terbatas.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily kembali ditutup bearish dengan penurunan yang cukup tajam hingga sentuh level terendah 3015.74 sebelum akhirnya ditutup rebound di 3037. Namun pembukaan pagi ini terjadi gap down di area 3009.98, dan sempat turun dengan cepat hingga 2970.00, meski akhirnya kembali di atas 3000-an.
Area 3062.98 (FE61.8%) akhirnya ditembus di hari Jumat, terutama setelah data NFP secara mengejutkan dirilis di atas 200K, jauh di atas ekspektasi 135K. Jika mengacu pada pergerakan di 1 bulan terakhir, emas rally cukup fantastis 1 bulan penuh selama Maret, dan juga minggu pertama April (sesuai ulasan bulan lalu di youtube @AgrodanaFuturesOfficial). Dengan demikian penurunan tajam di hari Jumat, juga gap down di pagi ini disebabkan profit taking dan juga short-covering yang masih berlanjut seiring likuidasi oleh investor untuk menutup kerugian di pasar saham. Next support critical berada di 2956.16 (FR 0%).

Di H4, kenaikan wave 5 ternyata terhenti di 2167, dan berbalik turun dengan cepat dalam 2 tahap. Tahapan pertama penurunan sempat terhenti di kisaran 3054, dan sempat rebound hingga 31335/3136. Dan akhirnya di tahapan kedua penurunan lebih tajam hingga tembus 3054 (area coklat) dan lanjut dengan penurunan hingga 3015 di Jumat malam.
Dengan gap down pagi ini dan sempat turun hingga 2970 membuat penurunan tersebut tercatat sebagai yang terendah dalam 3 hari terakhir sejak sentuh all time high 3167.
Jika dilihat dari pergerakannya, maka 2 penurunan tersebut bisa dianggap bahwa correction wave ABC sudah muncul, dan bahkan mungkin saja selesai dengan cepat karena sejauh ini harga berhasil rebound kembali ke 3055. Jika ini yang menjadi patokan, maka MA 200 di H4 yang saat ini ada di 2981 dan area hijau 2939-2952 diharapkan menjadi area koreksi terakhir sebelum emas kembali ke tren utama bullish.
Jangka pendek, sell masih bisa dilakukan selama tidak terjadi kenaikan di atas 3088. Tapi medium term, safe haven masih menjadi pilihan utama, dan area hijau ataupun MA 200 di grafik H4 bisa menjadi acuan untuk opsi buy terbaru. Jika dalam 4 jam ke depan harga tidak lagi turun di bawah 2970, maka swing low berikutnya mendekati 2970-2981 (dekat MA 200) akan menjadi area ideal untuk incar buy
Fundamental yang mendasari bullish emas : pembelian emas oleh bank sentral yang masih berlanjut, kekhawatiran perang dagang, ketidakpastian geopolitik dan kekhawatiran resesi, diperkirakan masih mendukung status emas sebagai safe haven sehingga penurunan diperkirakan tidak berlanjut terlalu tajam.

Per jam 11.40 WIB, harga berada di 3030.62, dengan high di 3055.39 dan low 2970.00. Emas kemungkinan sudah berada pada tahap koreksi ABC dari kenaikan Elliott Wave sebelumnya dengan puncak wave 5 di 3167. Namun penurunan cepat ini yang membuat penurunan wave C diperkirakan langsung selesai.
Kenaikan terjadi dengan cepat di sesi Asia hingga 3054. Namun di sisi lain, bullish mungkin belum terlalu kuat untuk sementara waktu sehingga kenaikan tertahan di zona arsir merah yang juga berhimpitan dengan FR 50% 3056.81. Pola ini memungkinkan harga kembali turun selama area 3055 tersebut tidak ditembus. Bahkan secara garis besar, selama tidak terjadi penembusan di atas FR 61.8% 3075, maka sell jangka pendek masih bisa dibenarkan.
Sebaliknya, buy bisa kembali diincar jika area support 2970 tidak ditembus, atau FR 61.8% 3075 berhasil ditembus. Jika ini terpenuhi, maka Anda bisa pertimbangkan mulai buy.
Dengan demikian, secara umum safe haven masih relatif kuat sehingga penurunan tajam di 2 hari terakhir tercatat sebagai profit taking yang cukup cepat dan tajam sehingga buy bisa mulai dipertimbangkan kembali di zona support yang dimaksud.
Dua hari ke depan, waspadai negosiasi tarif sebelum diberlakukannya tarif resiprokal per 9 April, dan juga data CPI AS!.Â
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:Â
Opsi SELL on Rally
Entry: 3060.00 – 3062.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward :Â 3048.00 ($12 - $14)Â
(follow/pertahankan SELL jika tembus 3025.00,
Target terdekat 3017, terjauh 3005, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 3068.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di atas 3068.00)
Risk Reward: 1: 2Â
Â
Opsi BUY Â jika support tidak ditembus
Entry : 2968.00 – 2970.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2982.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2962.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di bawah 2960)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!


| Suggest : SELL on Rally Area : 1.09800– 1.10000 Target : 1) 1.09200 2) 1.08600 SL : 1.10600 Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.09000 Switch to BUY jika tembus 1.10800 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 1.29000– 1.29200 Target : 1) 1.28400 2) 1.27800 SL : 1.29800 Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.28400 Switch to BUY jika tembus 1.30000 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 146.800 – 147.000 Target : 1) 146.200 2) 145.600 SL : 147.600 Alternatif : Switch to BUY jika tembus 148.000 Pertahankan/Follow SELL jika tembus 145.500 |



| Suggest : SELL on Rally Area : 3060.00 – 3062.00 Target : 1) 3054 .00 2) 3048.00 SL : 3068.00 (ideal 3-5 points di atas 3068.00) Alternatif : Pertahankan/Follow SELL jika tembus 3025 Short term SELL selama harga di bawah 3060-3070 Opsi buy di 2956-2970 atau jika tembus di atas 3085 |

Dolar ditutup melemah seiring penurunan imbal hasil Treasury AS 10-tahun yang berlanjut pasca pengumuman tarif resiprokal. Hal ini dipicu oleh pengumuman tarif resiprokal oleh Trump di hari Kamis subuh kemarin. Emas naik dipicu permintaan safe haven pasca pengumuman, tapi kemudian turun terkoreksi tajam setelah indeks saham AS lanjutkan tekanan tajamnya di hari itu.
Di sisi lain, data ekonomi AS di malam hari menunjukkan angka yang lebih rendah dibanding ekspektasi, 50.8 vs 53.0, dan turun jika dibandingkan bulan sebelumnya 53.5. Sementara data jobless claims dirilis 219K lebih rendah dari ekspektasi 225K. Tapi lagi-lagi data klaim pengangguran mingguan tersebut tidak membuat pasar bergeming karena data yang tidak banyak menunjukkan perubahan dalam beberapa bulan terakhir.
Short Covering vs safe haven
Penyebab penurunan emas bukan dikarenakan status safe haven yang mulai berkurang ataupun dampak dari tarif yang melemahkan emas. Justru sebaliknya, emas semakin kokoh sebagai safe haven di tengah pengumuman tarif resiprokal yang memicu kekhawatiran baru terhadap potensi melambatnya ekonomi global yang memicu resesi.
Lalu, apa penyebab penurunan tajam tadi malam? Ada beberapa poin yang menjadi penyebab. Dari sisi teknis, emas sudah mengalami kenaikan sejak 25 Mar 2025 – 31 Mar 2025, dilanjutkan dengan penurunan yang kurang signifikan di awal bulan, di mana pasar menantikan pengumuman tarif resiprokal di 2 April. Dan kenaikan setelah pengumuman sentuh 3167 sekaligus rekor tertinggi baru. Artinya secara teknis bisa dianggap telah terjadi kenaikan signifikan sejak 25 Mar sampai 3 April pasca pengumuman resiprokal sehingga secara teori market sudah mengantisipasi pengumuman dan berujung pada profit taking yang terjadi cepat di hari tersebut.
Poin lainnya adalah short covering. Hal ini terjadi di saat pasar ekuitas mengalami penurunan tajam sehingga investor melikuidasi posisinya di emas untuk menutup kerugian (short covering) yang terjadi pada pasar saham. Kondisi ini sering terjadi saat terjadi kepanikan yang memicu tekanan jual pada pasar saham secara ekstrim sehingga di sisi lain profit taking yang ada di pasar emas digunakan untuk menutupi kerugian tersebut.
Hal lain yang juga menjadi faktor penyebab adalah market beralih fokus pada NFP yang akan dirilis malam nanti. Secara teori kenaikan yang terjadi dalam hampir 2 minggu terakhir membuat pasar perlu menetralisir posisi mereka, dan mulai mengantisipasi data ekonomi yang akan dirilis. Ini juga sering terjadi saat menjelang data NFP di mana saat terjadi kenaikan yang signifikan dalam 1 minggu sebelum data, maka menjelang data pasar akan menahan diri untuk bersikap agresif. Kadang hal ini juga bisa memicu aksi jual setelah data dirilis, dan pasar sudah mengantisipasi lebih dulu.

Kekhawatiran terhadap resesi semakin meningkat setelah Trump umumkan tarif dasar untuk semua barang dan tarif resiprokal yang lebih tinggi untuk 60 negara, termasuk mitra dagang utama seperti China dan Uni Eropa.
Pengecualian untuk Meksiko dan Kanada yang tetap berlaku 10% tarif dan beberapa poin lain yang mengacu pada kesepakatan USMCA. Sedangkan China secara umum menjadi sorotan setelah dikenakan tarif resiprokal 34% yang menjadikannya salah satu atau bahkan mungkin satu-satunya negara yang dikenakan tarif 54% secara keseluruhan setelah 10% tarif masing-masing diberlakukan sebelumnya di bulan Februari dan Maret 2025.
Pasar akan mencermati reaksi dan respon negara-negara tersebut terhadap kebijakan tarif Trump. Beberapa menyatakan tidak akan melakukan tarif balasan, sedangkan beberapa lainnya akan merespon dengan tarif balasan, termasuk China dan Uni Eropa.
Tarif balasan akan memicu ketidakpastian ekonomi global sehingga memicu kekhawatiran terganggunya pasokan yang berpotensi memicu kenaikan inflasi. Emas menjadi aset melawan inflasi sehingga cenderung naik. Naiknya inflasi menimbulkan kekhawatiran lainnya bahwa permintaan global cenderung turun sehingga memicu kekhawatiran melambatnya pertumbuhan ekonomi sehingga berpeluang memicu resesi. Emas lagi-lagi naik sebagai safe haven saat kekhawatiran resesi muncul.
Fokus Hari ini
Investor akan fokus lebih dulu ke data non farm payrolls yang akan dirilis jam 19.30 WIB. Data diperkirakan turun ke 137K dari sebelumnya 151K dengan tingkat pengangguran diharapkan stabil di 4.1%.
Data yang lebih lemah dari ekspektasi akan memicu kenaikan emas sebagai kembali, sedangkan data yang lebih kuat dari ekspektasi akan berpeluang memicu koreksi turun lebih lanjut pada emas. Secara angka, kami mengharapkan NFP di bawah 110K untuk memicu tekanan dolar yang berkelanjutan sehingga mampu mendorong emas kembali bertahan di atas 3100-an (atau lebih tinggi). Sedangkan angka di atas 200K akan memicu tekanan emas lebih lanjut.
Tapi NFP bukan satu-satunya. Powell di jam 22.25 WIB akan menjadi penutup akhir pekan. Pernyataannya ditunggu pasca reaksi market terhadap pengumuman tarif resiprokal Trump kemarin. Statement dovish akan membantu emas naik kembali. Sedangkan statement hawkish akan membuat emas lanjut koreksi sebelum rintangan berikutnya pada inflasi minggu depan.
Dan kembali mengingatkan, secara umum, masih ada 3 faktor utama yang kemungkinan masih mendukung kenaikan emas atau membatasi penurunan emas, seperti : minat/pembelian emas oleh bank sentral yang masih berlanjut, ketidakpastian ekonomi dan ketidakpastian geopolitik, ditambah dengan kekhawatiran resesi, sehingga penurunan diperkirakan akan relatif terbatas.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup bearish pasca cetak rekor tertinggi baru di 3167.66, merespon pengumuman tarif resiprokal Trump di Kamis subuh. Koreksi turun yang semula diharapkan terjadi bertahap sebelum atau setelah data NFP, ternyata terjadi dalam waktu singkat dengan penurunan $113 dari 3167 ke 3054 sebelum akhirnya ditutup rebound ke 3114.
Secara keseluruhan, koreksi turun ataupun profit taking kemungkinan masih bisa terjadi, mengacu pada akhir pekan dan juga potensi yang bisa terjadi pasca data NFP nanti malam. Tapi secara teknis, low tadi malam 3054 kemungkinan menjadi support kuat untuk sementara waktu. Jika data NFP relatif lebih lemah, maka peluang penurunan kemungkinan terbatas. Jika data NFP lebih kuat, maka peluang penurunan bisa saja menguji kembali 3054 tersebut atau lebih rendah. Status safe haven kemungkinan masih membatasi penurunan tersebut.

Di H4, meski terjadi penurunan tajam, tapi support trendline dan juga area coklat terlihat masih efektif menahan penurunan tersebut. Jika hal ini terus bertahan, maka demand kemungkinan bisa kembali muncul di zona tersebut dan mendorong harga kembali naik. Dengan demikian, swing low dalam waktu dekat kemungkinan masih mendominasi, dan demand diharapkan kembali mendorong di zona tersebut.
Secara teori, Elliott wave diperkirakan masih berlanjut dengan kenaikan wave 5. Jika diukur dengan Fibonacci Expansion (FE) yang ditarik dari wave 3 (low 11 Mar 2025 – high 20 Mar 2025 – swing low 21 Mar 2025), maka didapat FE 61.8% akan berada di 3108.63. FYI, area ini kita anggap small trend. Sedangkan big trend menunjukkan harga sudah di atas FE 100% 3060 yang terbukti sejauh ini sebagai support saat terjadinya penurunan ke 3054 tadi malam.
Selama area support trendline dan juga area coklat tidak ditembus (kisaran 3076-3107), dan juga support FE 100% (big trend) 3060 tidak ditembus, maka peluang kenaikan masih dominan. Koreksi dianggap terbatas. Asumsi #1, wave 5 belum tuntas sehingga penurunan kemarin belum dianggap bagian dari correction wave ABC. Jika ini yang terjadi, maka potensi buy masih lebih dominan. Dan area 3076-3085 bisa dipertimbangkan, atau ideal lebih rendah risiko di dekat low kemarin 3054 (stop loss di bawah 3054).
Sebaliknya, Sell bisa dipertimbangkan di mana asumsi #2 mengindikasikan bahwa kenaikan wave 5 kemungkinan sudah selesai, sehingga penurunan tadi malam adalah bagian dari correction wave A sehingga pantulan ke 3114 adalah wave B. Ini berarti masih akan terjadi penurunan wave C yang diperkirakan bisa lebih rendah dari 3054 (low tadi malam).
Jika asumsi #2 yang dominan, maka selama tidak terjadi kenaikan di atas 3120-3125, Anda bisa lakukan SELL untuk jangka pendek, dengan target terdekat 3085, terjauh 3054. Dan potensi penurunan di bawah 3054 mulai memberi indikasi wave C berlanjut dengan kisaran 3000-3020 menjadi target potensial berikutnya.
Fundamental yang mendasari bullish emas : pembelian emas oleh bank sentral yang masih berlanjut, kekhawatiran perang dagang, ketidakpastian geopolitik dan kekhawatiran resesi, diperkirakan masih mendukung status emas sebagai safe haven sehingga penurunan diperkirakan tidak berlanjut terlalu tajam.

Per jam 09.40 WIB, harga berada di 3094.40, dengan high di 3116.67 dan low 3091.13. Trendline 3114 ditembus dan meluncur hingga 3054. Meski sempat naik kembali ke 3135, tapi harga sampai saat ini masih bertahan di bawah 3114 sehingga short term sell masih bisa dilakukan dengan potensi target terdekat 3080-3085, atau terjauh zona merah 3054-3063 yang juga menunjukkan pertahanan kuat saat terjadi penurunan tadi malam ke 3054.
Secara umum, jangka pendek kemungkinan wave 5 sudah selesai, dan dilanjut dengan correction wave ABC. Ini berarti penurunan kemarin bisa saja dianggap sebagai wave A, dan pantulan yang terjadi setelahnya sebagai wave B. Dengan demikian, kemungkinan swing low masih bisa terjadi sebagai wave C dengan asumsi low 3054 sebagai target potensial atau bisa saja wave C akan lebih rendah dari wave A (3054)
Jika diasumsikan 3054 atau zona merah sebagai support kuat, maka ekspektasi double bottom bisa mendorong harga kembali naik. Ini berarti Anda bisa pertimbangkan buy yang lebih baik di dekat zona merah tersebut. Opsi buy lainnya juga bisa dipertimbangkan jika trendline support 3080 tidak ditembus (tapi area 3054-3063 kemungkinan sebagai area buy yang lebih baik).
Sebaliknya, jika diasumsikan wave C akan lebih rendah dari wave A, maka opsi SELL bisa dilanjut dengan ekstension potensial ke zona 3033 atau terjauh 3002 sebelum akhirnya demand kembali mendorong naik karena faktor kekhawatiran resesi yang memicu permintaan safe haven tetap kuat.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:Â
Opsi BUY dekat support
Entry: 3083.00 – 3085.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward :Â 3097.00 ($12 - $14)Â
(follow/pertahankan BUY jika tembus 3126.00,
Target terdekat 3135, terjauh 3145, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 3077.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 3075.00)
Risk Reward: 1: 2Â
Opsi SELLÂ jika support ditembus
Entry : 3068.00 – 3070.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 3056.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 3076.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 3075)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!


| Suggest : BUY on Dip Area : 1.09800– 1.10000 Target : 1) 1.10600 2) 1.11200 SL : 1.09200 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.10900 Switch to SELL jika tembus 1.09000 |


| Suggest : BUY on Dip Area : 1.30200– 1.30400 Target : 1) 1.31000 2) 1.31600 SL : 1.29600 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.31500 Switch to SELL jika tembus 1.29400 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 147.000 – 147.200 Target : 1) 146.400 2) 145.800 SL : 147.800 Alternatif : Switch to BUY jika tembus 148.400 Pertahankan/Follow SELL jika tembus 145.500 |



| Suggest : BUY on Dip Area : 3083.00 – 3085.00 Target : 1) 3091 .00 2) 3097.00 SL : 3077.00 (ideal 3-5 points di bawah 3075.00) Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 3126 Short term SELL selama harga di bawah 3120-3125 Area ideal buy di zona merah (3054-3063) |




