

| Suggest : BUY on Dip Area : 1.08400– 1.08600 Target : 1) 1.09200 2) 1.09800 SL : 1.07800 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.09500 Switch to SELL jika tembus 1.07500 |


| Suggest : BUY on Dip Area : 1.29900– 1.30100 Target : 1) 1.30700 2) 1.31300 SL : 1.29300 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.30700 Switch to SELL jika tembus 1.29000 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 148.200 – 148.400 Target : 1) 147.600 2) 147.000 SL : 149.000 Alternatif : Switch to BUY jika tembus 150.000 Pertahankan/Follow SELL jika tembus 147.100 |



| Suggest : BUY on Dip Area : 3142.00 – 3144.00 Target : 1) 3150.00 2) 3156.00 SL : 3136.00 (ideal 3-5 points di bawah 3135.00) Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 3167 (higher risk) Switch to SELL hanya jika tembus 3115 Area ideal buy di zona hijau (3115-3120) |



| Suggest : SELL on Rally Area : 1.07900– 1.08100 Target : 1) 1.07300 2) 1.06700 SL : 1.08700 Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.07500 Switch to BUY jika tembus 1.08800 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 1.29200– 1.29400 Target : 1) 1.28600 2) 1.28000 SL : 1.30000 Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.28600 Switch to BUY jika tembus 1.30200 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 150.000 – 150.200 Target : 1) 149.400 2) 148.800 SL : 150.800 Alternatif : Switch to BUY jika tembus 150.800 Pertahankan/Follow SELL jika tembus 149.400 |



| Suggest : BUY on Dip Area : 3110.00 – 3112.00 Target : 1) 3118.00 2) 3124.00 SL : 3104.00 (ideal 3-5 points di bawah 3100.00) Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 3138 (higher risk) Switch to SELL hanya jika tembus 3100 Area ideal buy di zona hijau (3076-3095) |

Dolar ditutup melemah meskipun imbal hasil Treasury AS 10-tahun masih bertahan di atas. Secara teknis masih terlihat mendukung untuk penurunan dolar maupun imbal hasil Treasury sehingga peluang kenaikan emas tersebut tetap kuat.
Gejolak yang terjadi di pasar global membuat investor terus mengalihkan minatnya pada aset-aset safe haven, dan emas menjadi salah satunya. Aksi ambil untung berjalan singkat dan investor secara agresif kembali membeli sehingga mendorong logam mulia kembali ciptakan rekor.
Data GDP AS dirilis sedikit lebih tinggi dibanding ekspektasi, 2.4% vs 2.3% q/q, tapi data menunjukkan relatif lebih rendah dibanding kuartal sebelumnya di 2.8%. Meski demikian tidak terlihat dampak yang terlalu signifikan seperti yang diperkirakan, karena investor melihat secara keseluruhan melambatnya laju pertumbuhan ekonomi akibat ketegangan perdagangan yang disebabkan oleh tarif Trump.
Rusia-Ukraina Rumit
Perang Rusia-Ukraina kembali menjadi sorotan. Gencatan senjata parsial yang disepakati justru tidak terlihat seperti layaknya gencatan senjata. Seharusnya ada gencatan senjata yang setidaknya untuk tidak menargetkan infrastruktur/energi.
Presiden Ukraina Zelensky mengatakan hal itu bertolak belakang di lapangan. Zelensky mengatakan akan memberi bukti kepada AS bahwa Rusia melanggar gencatan senjata dan berharap ada reaksi atau respon dari Washington seperti yang dijanjikan. Namun sampai saat ini belum jelas apa reaksi yang akan dilakukan AS terhadap kabar tersebut.

Gejolak yang ada saat ini cenderung mengarah pada kebijakan tarif Trump. Dengan pengumuman tarif terhadap otomotif, dan juga beberapa penambahan lainnya yang akan dilakukan 2 April mendatang terhadap semua negara, market khawatir hal tersebut akan memicu ketegangan perdagangan yang lebih luas.
Meskipun kebijakan tersebut dikatakan Trump akan relatif lebih lunak, tapi pasar justru melihatnya sebagai ketidakpastian yang membuat ekonomi berjalan lambat. Tantangan sepertinya belum berakhir. Trump diagendakan akan mengumumkan tarif resiprokal di 2 April, dan hal ini membuat permintaan emas sebagai safe haven semakin kuat.
Bergabungnya 4 perusahaan asuransi terkemuka di China ke Shanghai Gold Exchange dinilai beberapa pengamat akan mendorong lonjakan permintaan institusional sehingga dampaknya akan membuat emas lanjutkan kenaikan.
Fokus Hari ini
Investor akan menunggu data inflasi PCE dan personal spending di jam 19.30 WIB, dilanjutkan dengan survei Michigan untuk consumer expectation di jam 21.00 WIB.
Data yang lebih lemah dari ekspektasi akan memicu kenaikan emas sebagai safe haven, mengindikasikan kembalinya kekhawatiran pada resesi akibat turunnya konsumsi. Sebaliknya, data yang lebih kuat dari ekspektasi akan berpeluang memicu koreksi turun lebih lanjut pada emas.
Sementara efek akhir bulan kemungkinan hanya akan berdampak pada koreksi turun singkat bagi emas yang saat ini masih diincar sebagai safe haven sehingga penurunan yang terjadi di atas jam 10 malam (penutupan sesi London), mungkin akan menjadi kesempatan untuk kembali membeli.
Dan kembali mengingatkan, secara umum, masih ada 3 faktor utama yang kemungkinan masih mendukung kenaikan emas atau membatasi penurunan emas, seperti : minat/pembelian emas oleh bank sentral yang masih berlanjut, ketidakpastian ekonomi dan ketidakpastian geopolitik, ditambah dengan kekhawatiran resesi, sehingga penurunan diperkirakan akan relatif terbatas.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup bullish dan rekor tertinggi baru kembali tercipta, sentuh 3059.50 setelah level sebelumnya 3057.49 bertahan sejak 20 Maret 2025. Bahkan di sesi Asia pagi ini emas sentuh 3077.52 yang berarti rekor terbaru. Bukan tidak mungkin angka ini terus melonjak karena sesi Asia nanti malam akan ditentukan dari data ekonomi dan juga efek akhir bulan yang mungkin menjadi tantangan penutupan akhir pekan ini.
Secara keseluruhan, penembusan di atas 3062 akan membuat emas semakin kokoh dan belum nampak koreksi turun yang tajam akan terjadi dalam waktu dekat. Hal ini dipicu oleh fundamental yang mendukung sehingga target 3100 bisa saja terjadi dalam waktu dekat. Sementara support 3055-3057 saat ini menjadi support terdekat, dan 3017 (low kemarin) akan menjadi support terjauh untuk potensi koreksi turun yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

Di H4, pergerakan sesuai ekspektasi kami, di mana bullish pennant berhasil terkonfirmasi sejak terjadinya penembusan resistance 3036, dan uptrend berlanjut lebih kuat setelah berhasil naik di atas 3060 (FE 100%).
Secara teori, Elliott wave untuk small trend yang terjadi pada kenaikan sejak 28 Feb 2025 hingga saat ini, juga berlanjut dengan kenaikan wave 5. Jika diukur dengan Fibonacci Expansion (FE) yang ditarik dari wave 3 (low 11 Mar 2025 – high 20 Mar 2025 – swing low 21 Mar 2025), maka didapat FE 61.8% akan berada di 3108.63. FYI, area ini kita anggap small trend. Sedangkan big trend menunjukkan harga sudah di atas FE 100% 3060, dan FE 161.8% akan berada di 3200.04.
Area buy yang ideal (lower risk) akan ada di kisaran 3033-3036, area yang sebelumnya sempat menjadi resistance kuat sebelum akhirnya berhasil ditembus dan ciptakan rekor tertinggi baru. Atau bisa juga pertimbangkan di support terdekat 3055-3057 yang merupakan all time high sebelumnya di 20 Maret 2025. Sedangkan proyeksi target adalah 3108 jika berhasil lewati resistance berikutnya 3077-3080.
Sebaliknya, Sell bisa dipertimbangkan jika terjadi penurunan. Tapi rekomendasi kami hanya jika terjadi penurunan di bawah area 3035, dengan target kemungkinan juga masih relatif terbatas, target terdekat 3022, terjauh 3010.Fundamental yang mendasari bullish emas : pembelian emas oleh bank sentral yang masih berlanjut, kekhawatiran perang dagang, ketidakpastian geopolitik dan kekhawatiran resesi, diperkirakan masih mendukung status emas sebagai safe haven sehingga penurunan diperkirakan tidak berlanjut terlalu tajam.

Per jam 09.40 WIB, harga berada di 3071.05, dengan high di 3077.52 dan low 3054.09. Resistance 3057 berhasil ditembus setelah sebelumnya sempat diragukan tembus karena sempat terjadi swing low lebih dulu hingga 3033 dan kedua kalinya di 3047. Dengan demikian kedua area ini adalah area support terbaru yang juga bisa dipertimbangkan sebagai zona buy yang relatif lower risk.
Secara umum, kita masih berada di tahap kenaikan wave 5 big trend (angka biru) yang kita tunggu-tunggu. Prosesnya saat ini berada di wave 3 small trend (bagian dari wave 5 big trend), sehingga diharapkan masih bisa terjadi swing low untuk wave 4 small trend ke zona merah sebelum akhirnya terdorong naik kembali sebagai wave 5 small trend sekaligus wave 5 big trend (angka merah = small trend, angka biru = big trend).
Jika sesuai skenario yang diharapkan, maka buy bisa dilakukan di kisaran 3048-3055 atau maksimal koreksi zona 3033-3036. Dan kenaikan berikutnya diharapkan lanjut di atas 3077 untuk peluang wave 5 big trend.
Sebaliknya, opsi SELL terbaik hanya direkomendasikan saat harga benar-benar tembus support 3033-3035. Artinya Anda bisa switch strategi menjadi SELL jika konfirm turun di bawah 3033, dengan potensi peluang terdekat 3025, atau terjauh 3010. Selama tidak terpenuhi syarat tersebut, maka opsi utama masih tetap buy.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:Â
Opsi BUY dekat support
Entry: 3050.00 – 3052.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward :Â 3064.00 ($12 - $14)Â
(follow/pertahankan BUY jika tembus 3077.00,
Target terdekat 3085, terjauh 3100, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 3044.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 3042.00)
Risk Reward: 1: 2Â
Opsi BUYÂ jika resistance ditembus
Entry : 3035.00 – 3037.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 3049.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 3029.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di bawah 3026)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!


| Suggest : BUY on Dip Area : 1.07500– 1.07700 Target : 1) 1.08300 2) 1.08900 SL : 1.06900 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.08100 Switch to SELL jika tembus 1.06800 |


| Suggest : BUY on Dip Area : 1.28800– 1.29000 Target : 1) 1.29600 2) 1.30200 SL : 1.28200 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.29700 Switch to SELL jika tembus 1.28000 atau jika gagal tembus 1.30200 |


| Suggest : BUY on Dip Area : 150.300 – 150.500 Target : 1) 151.100 2) 151.700 SL : 149.700 Alternatif : Switch to SELL jika tembus 149.500 Pertahankan/Follow BUY jika tembus 151.600 |



| Suggest : BUY on Dip Area : 3050.00 – 3052.00 Target : 1) 3058.00 2) 3064.00 SL : 3044.00 (ideal 3-5 points di bawah 3042.00) Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 3077 (higher risk) Switch to SELL hanya jika tembus 3035 Uptren lebih kuat selama bertahan di atas 3055/3056 |

Dolar bergerak mixed seiring dengan kekhawatiran akan dampak dari agenda kenaikan tarif impor AS secara umum dan terutama di sektor otomobil yang baru saja diumumkan Presiden Trump sehari sebelumnya. Setelah sebelumnya sempat sedikit optimis akan perubahan sikap Trump yang mengatakan akan lebih fleksibel dalam kenaikan tarif impor. Presiden Trump mengumumkan akan mengenakan kenaikan impor sebanyak 25% terhadap kendaraan bermotor yang tidak diproduksi di AS dan akan segera diberlakukan bersamaan dengan kenaikan tarif impor produk lainnya yang sudah diumumkan sebelumnya. Tahun 2024 lalu AS mengimpor produk otomotif senilai $474 miliar termasuk mobil penumpang di dalamnya senilai $220 milyar. Dengan Mexico, Jepang, Korea Selatan. Kanada dan Jerman sebagai supplier terbesar bagi AS. Mitra dagang AS mulai dari Kanada hingga Prancis mengancam akan melakukan perlawanan, Perdana Menteri Kanada – Mark Carney mengatakan akan melawan kenaikan tarif impor otomobil ini, namun tidak menyebutkan secara spesifik tindakan apa yang akan diambil. Menteri Perdagangan Kanada – Doug Ford menghubungi Menteri Perdagangan AS - Howard Lutnick berharap untuk medapatkan keringanan dari kebijakan tersebut. Menteri Ekonomi Mexico juga sejak kemarin mencari jalan keluar dari agenda AS tersebut. Sedangkan pemerintah Inggris terus bernegosiasi secara intensif dengan pihak AS sebelum waktu pelaksanaan mulai dijalankan pekan depan. Jika tidak ada keringanan dari hasil pertemuan AS dengan mitra dagang, bukan tidak mungkin akan terjadi perang tarif yang lebih buruk dari yang diperkirakan. Yang berpotensi memicu kembali kenaikan inflasi dan akan berdampak terhadap pelambatan ekonomi secara global. Dan dipastikan Fed akan menahan suku bunga acuan saat ini untuk lebih lama lagi. Fundamental ekonomi domestik AS sendiri masih solid dengan data pertumbuhan ekonomi GDP mengalami kenaikan untuk kuartalan menjadi 2.4% yang lebih baik dari perkiraan stabil 2.3% sama seperti pada kuartal sebelumnya. Dan tekanan harga juga malah turun menjadi 2.3% yang lebih rendah dari perkiraan stagnan 2.4%. Sedangkan di sektor tenaga kerja angka klaim pengangguran mengalami sedikit penurunan menjadi 224K yang lebih rendah dari perkiraan sama seperti pekan sebelumnya 225K. Hal ini menunjukkan sektor tenaga kerja relatif masih solid meskipun dampak dari pengurangan pegawai federal yang direncanakan departemen efisiensi pemerintahan di bawah Elon Musk belum terlaksana. Begitu juga dampak dari agenda kenaikan tarif impor belum sampai di sektor tenaga kerja. Hari ini ada data indikasi inflasi dari sisi personal/rumah tangga yaitu Personal Consumption Expenditure (PCE) dan hasil survey dari University of Michigan.
Yen masih cenderung melemah terhadap dolar hingga level terendah dalam 3 pekan terakhir. Kekhawatiran akan kenaikan tarif impor sepertinya tidak terlalu berpengaruh terhadap Jepang karena nilai investasi Jepang di AS yang cukup signifikan. Namun kekhawatiran akan dampak dari agenda tersebut secara global membuat Bank Sentral Jepang (BOJ) menunda menaikkan suku bunga acuannya. Meski pada dasarnya pejabat BOJ masih berencana untuk kembali menaikkan suku bunga acuan. Data inflasi terakhir yang dirilis pagi ini oleh BOJ menunjukkan indikasi masih cenderung meningkat lebih tinggi 2.4% dari perkiraan stabil sama seperti periode sebelumnya 2.2%. Spekulasi di pasar memperkirakan BOJ akan menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan moneter di bulan Juli mendatang.
Euro rebound terhadap dolar setelah sempat melemah dalam 6 hari berturut-turut seiring dengan rencana pemerintah Jerman menaikkan anggaran dan meningkatkan limit hutang. Sementara perang dagang dengan AS sepertinya tidak akan terhindarkan karena neraca perdagangan yang tidak seimbang. Dan dipastikan akan berdampak pada inflasi, namun diperkirakan hanya akan terbatas pada pertumbuhan di kawasan ini. Hal ini disampaikan oleh Gubernur Bank Sentral Prancis sekaligus Wakil Presiden ECB - Luis de Guindos. Dengan asumsi tersebut, ECB diperkirakan akan menurunkan laju pemangkasan suku bunga acuan. ECB diperkirakan hanya akan menurunkan suku bunga acuan hanya sampai 2.0% di bulan September mendatang yang lebih tinggi dari perkiraan semula hingga 1.75%. Pemulihan ekonomi di kawasan ini sepertinya akan tertunda karena faktor berbagai ketidakpastian yang berlangsung secara global menurut pejabat ECB - Isabel Schnabel. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.
Poundsterling juga bergerak menguat seiring revisi anggaran dari Menteri Keuangan - Rachel Reeves agar tidak melampaui batas atas anggaran yang diijinkan. Selain itu Reeves juga mengusahakan perundingan dengan AS guna mendapat pengecualian dari kebijakan kenaikan tarif impor AS. Dengan mengajukan pemberian subsidi pada Tesla guna mendukung industri mobil listrik. Inggris merupakan pengekspor terbesar kedua ke AS setelah Uni Eropa dengan memasok mobil penumpang premium dan mewah senilai $9.8 miliar di tahun 2024 lalu. Hari ini ada data pertumbuhan ekonomi GDP, neraca perdagangan dan retail sales.
Dolar bergerak menguat terhadap mata uang lainnya setelah Presiden Trump mengumumkan akan menaikkan tarif impor produk otomotif sebanyak 25% pagi ini. Kenaikan tarif ini akan segera efektif bersamaan dengan kenaikan tarif impor lainnya yaitu pada 2 April pekan depan. Keputusan ini semakin meningkatkan ketegangan perang tarif global di sektor industri otomobil yang akan berdampak akan menaikkan harga mobil dan menurunkan produksi. Dengan kenaikan tarif impor ini diharapkan akan meningkatkan pendapatan negara seiring dengan tidak seimbangnya neraca perdagangan dengan mitranya. AS diketahui mengimpor produk otomotif di tahun 2024 senilai $474 miliar dengan senilai $220 miliar merupakan mobil penumpang. Dengan mitra penyedia terbesarnya yaitu Mexico, Jepang, Korea Selatan, Kanada dan Jerman. Presiden Trump memberi pengecualian jika produsen membuat kendaraan secara domestik maka tidak akan dikenakan tarif impor. Pasar masih mengharapkan pemberlakuan kenaikan tarif impor yang sebelumnya akan berubah dengan aturan yang lebih fleksibel pada saat diberlakukan 2 April nanti. Namun perlu diingat juga bahwa Presiden Trump yang dulu disebut Tariff Man tidak mudah menyerah sehingga bisa saja harapan pasar tersebut akan berakhir kecewa. Dan agenda kenaikan tarif impor ini akan memperlambat pertumbuhan ekonomi dan memicu inflasi kembali meningkat. Sehingga sebagian investor memilih untuk mengantisipasi dengan mengalihkan asetnya pada safe haven termasuk mata uang dolar. Gubernur Fed Minneapolis – Neel Kashkari semalam mengatakan ketidakpastian seputar kenaikan tarif impor berpotensi menaikkan harga-harga dan memicu inflasi sehingga Fed perlu untuk mempertahankan suku bunga acuannya lebih lama lagi. Sejawatnya Gubernur Fed St. Louis - Alberto Musalem di tempat berbeda mengatakan resiko inflasi akan terus di atas target 2% Fed semakin tinggi dan bahwa bisa naik lagi seiring dengan kenaikan tarif impor AS. Spekulasi akan pemangkasan suku bunga acuan semakin menurun hingga di bawah 15% dengan hanya 13.6% dari pekan lalu yang mendekati 20% menurut CME FedWatch Tools. Data ekonomi berupa Durable Goods Order meski menurun dari periode sebelumnya 3.2% menjadi hanya 0.9%, namun masih lebih baik dari perkiraan turun -1.1%. Sedangkan data Core Durable Goods Order yang tidak menyertakan komponen dari sektor transportasi yang menyumbangkan persentasi terbesar mengalami peningkatan tajam dari 0.1% menjadi 0.7% yang jauh lebih baik dari perkiraan hanya naik 0.2%. Peningkatan tajam ini disebabkan oleh pesanan yang melimpah untuk menghindari rencana kenaikan tarif impor Presiden Trump yang baru saja diumumkan tadi pagi. Hari ini ada data pertumbuhan ekonomi GDP kuartalan dan neraca perdagangan serta laporan mingguan klaim pengangguran.
Yen terus melemah terhadap dolar meskipun Bank Sentral Jepang (BOJ) masih berencana untuk kembali menaikkan suku bunga acuan. Dalam nota pertemuan moneter sebelumnya hal ini juga menjadi bahasan utama. Dan Gubernur BOJ - Kazuo Ueda kemarin mengatakan ada kewajiban untuk menaikkan lagi suku bunga acuan jika inflasi terus naik. Meskipun menurut Ueda ekspektasi inflasi dari sisi konsumen merupakan indikator yang lemah dari angka inflasi yang sesungguhnya, namun BOJ tidak mudah mengabaikan angka tersebut. Pejabat BOJ yang baru - Junko Koeda mengatakan suku bunga acuan saat ini terlalu rendah guna mengimbangi kenaikan inflasi yang didukung oleh upah yang meningkat tajam. Meski demikian kedua pejabat BOJ tersebut tidak menjelaskan kapan akan menaikkan suku bunga acuan. Spekulasi di pasar memperkirakan BOJ akan menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan moneter di bulan Juli mendatang.
Euro terus melemah terhadap dolar menjelang diberlakukannya kenaikan tarif impor AS pekan depan. Uni Eropa menjadi target utama Presiden Trump karena neraca perdagangan yang tidak seimbang dengan menguntungkan pihak Uni Eropa. Presiden Trump menargetkan kenaikan tarif impor sebanyak 25%. Utusan dari komisi perdagangan Uni Eropa - Maros Sefcovic bertemu dengan Presiden Trump pada hari Selasa kemarin untuk menghindari kenaikan tarif impor yang terlalu banyak. Uni Eropa melakukan perlawanan akan kenaikan tarif impor AS dengan akan mengenakan kenaikan serupa terhadap produk-produk dari AS. Namun hingga saat ini masih belum ada hasil dari pertemuan tersebut. Hari ini ada data prakiraan ekonomi dari Komite Eropa.
Poundsterling juga melemah terhadap dolar setelah Menteri Keuangan - Rachel Reeves memangkas anggaran belanja agar tidak melampaui batas anggaran yang diperbolehkan. Sebelum itu data inflasi di Inggris mengalami penurunan menjadi 2.8% yang lebih rendah dari perkiraan stabil 3.0% sama seperti periode sebelumnya. Dengan suku bunga acuan yang menurun, maka Bank Sentral Inggris (BOE) semakin tidak perlu menurunkan suku bunga acuannya. Terlebih dalam pemaparan proyeksi ekonomi Menteri Reeves menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi GDP tahun ini hanya menjadi 1.0%. Meskipun diperkirakan inflasi bisa naik lagi secara global akibat dari agenda kenaikan tarif impor AS. Hari ini tidak ada data ekonomi.



