Dolar masih cenderung menguat terhadap mata uang lainnya seiring dengan perubahan sikap Presiden Trump yang menyatakan akan lebih fleksibel perihal pengenaan tarif impor yang akan segera diberlakukan bulan depan. Setelah sejumlah bank sentral termasuk Fed, BOJ dan BOE mempertahankan suku bunga acuan sembari menunggu implementasi agenda ekonomi AS. Dengan Fed bersiap untuk melanjutkan pemangkasan suku bunga acuan, sedangkan Bank Sentral Jepang (BOJ) bersiap untuk menaikkan suku bunga acuan dan Bank Sentral Inggris (BOE) sepertinya masih belum tahu kapan akan mengubah suku bunga acuannya. Ketidakpastian akan kondisi ekonomi akibat agenda kenaikan tarif impor Presiden Trump serta kembalinya ketegangan geopolitik menjadi alasan pengalihan aset-aset beresiko tinggi. Israel kembali melakukan serangan udara di Gaza setelah perundingan damai fase 1 berakhir. Sementara pesawat nirawak Ukraina kembali melakukan serangan terhadap fasilitas militer udara Rusia membuat peluang terjadinya perdamaian semakin menipis. Dan menjadikan pengalihan ke aset safe haven termasuk mata uang dolar. Gubernur Fed Chicago - Austan Golsbee dan Gubernur Fed New York - John Williams sepakat bahwa terlalu dini menyimpulkan agenda ekonomi Presiden Trump dan Fed masih punya waktu yang cukup untuk menentukan langkah moneter yang tepat. Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Fed - Jerome Powell pasca pertemuan moneter pekan lalu. Masih menjadi pertanyaan apakah agenda ekonomi Presiden Trump tersebut akan berdampak kembali pada terjadinya inflasi dengan mempertimbangkan adanya pengurangan pajak, perlawanan dari mitra dagang AS dan faktor lain yang terkait, baik langsung maupun tidak terhadap kebijakan moneter yang akan diambil oleh Fed kemudian. Meski demikian pasar masih memperkirakan Fed akan memangkas suku bunga acuan sebanyak 50 bps hingga akhir tahun ini yang terbagi menjadi 2 bagian. Pekan ini ada data PMI di sektor manufaktur dan jasa, data durable goods order, kepercayaan konsumen, pertumbuhan ekonomi GDP dan yang terpenting adalah data Personal Consumption Expenditure (PCE) yang akan dirilis pada penghujung pekan ini.
Yen terus terkoreksi meski tipis terhadap dolar seiring dengan langkah Bank Sentral Jepang (BOJ) yang masih mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan moneter pekan lalu. Seperti halnya Fed, BOJ menunggu dampak dari agenda kenaikan tarif impor AS yang akan diberlakukan pekan depan. Sementara data inflasi di Jepang sedikit menurun dari 3.2% menjadi 3.0%, namun masih cukup jauh dari target 2% sehingga BOJ diperkirakan masih akan menaikkan suku bunga acuan di tahun ini. Selain inflasi data di sektor tenaga kerja yang kuat juga menjadi alasan perlunya BOJ menaikkan suku bunga acuan karena upah eksekutif diperkirakan akan meningkat pesat dalam waktu dekat ini sehingga berpotensi mendongkrak inflasi.
Euro berlanjut melemah terhadap dolar seiring dengan ketegangan geopolitik yang kembali meningkat antara Ukraina dengan Rusia. Drone Ukraina di akhir pekan kemarin kembali melakukan serangan di pangkalan militer udara Rusia yang membuat potensi perundingan damai akan terhenti. Dan anggaran yang sudah disiapkan oleh Jerman dan juga sedang dibahas oleh Uni Eropa akan menjadi percuma jika tidak tercapai perdamaian di kawasan Eropa. Hari ini ada data PMI di sektor manufaktur dan jasa.
Poundsterling juga terus melemah terhadap dolar setelah Bank Sentral Inggris (BOE) mempertahankan suku bunga acuannnya pekan lalu. Dan BOE sendiri masih belum berencana untuk memangkas suku bunga acuan dalam waktu dekat ini bahkan hingga akhir tahun nanti. Hari ini ada data PMI di sektor manufaktur dan jasa, data yang penting pekan ini di Inggris adalah data inflasi CPI yang akan dirilis pada hari Rabu, sebelum itu Gubernur BOE - Andrew Bailey dijadwalkan akan memberikan pidato yang juga akan dicermati oleh pasar.
Cek informasi lainnya di kanal resmi Agrodana Futures
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial


| Suggest : SELL on Rally Area : 1.08400– 1.08600 Target : 1) 1.07800 2) 1.07200 SL : 1.09200 Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.08000 Switch to BUY jika tembus 1.09500 atau jika tidak tembus 1.07200 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 1.29500– 1.29700 Target : 1) 1.28900 2) 1.28300 SL : 1.30300 Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.29000 Switch to BUY jika tembus 1.30500 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 150.300 – 150.500 Target : 1) 149.700 2) 149.100 SL : 151.100 Alternatif : Switch to BUY jika tembus 151.300 Pertahankan/Follow SELL jika tembus 149.400 |



| Suggest : BUY on Dip Area : 2994.00 – 2996.00 Target : 1) 3002.00 2) 3008.00 SL : 2988.00 (ideal 3-5 points di bawah 2985.00) Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 3036 Switch to SELL jika tembus 2978 Koreksi turun diperkirakan mulai terbatas |

Dolar kembali menguat pasca pengumuman Fed dan sikap Powell yang cenderung dovish. Hal ini terjadi setelah data ekonomi tadi malam cenderung lebih baik dari ekspektasi sehingga meredam kecemasan yang terjadi terkait melemahnya data ekonomi baru-baru ini. Imbal hasil Treasury AS 10-tahun juga rebound meski secara keseluruhan masih dalam jalur penurunan.
Klaim pengangguran dirilis lebih baik dari ekspektasi, 223K vs 224K. Dan Philadelphia Fed Manufacturing Index dirilis 12.5, lebih baik dari ekspektasi 8.8, meskipun turun dibanding bulan sebelumnya 18.1. Laporan regional tersebut yang direspon oleh penguatan dolar karena dianggap sedikit menenangkan dibanding data regional lainnya yang lebih dulu dirilis, NY Empire State yang berada di -20.0.
Bank Sentral
SNB dan BOE umumkan kebijakan moneternya beberapa jam setelah pengumuman FOMC. SNB memangkas 25 bps, sedangkan BOE mempertahankan suku bunga, keduanya sesuai ekspektasi. Meski BOE bertahan, tapi Dhingra menjadi satu-satunya pejabat BOE yang mendukung pemangkasan 25 bps.
BOE mencatat kemajuan substansial dalam proses disinflasi sehingga memungkinkan penarikan kebijakan secara bertahap dengan tetap mempertahankan restriktif. Tapi komite melihat ketidakpastian global dan geopolitik yang meningkat, dan volatilitas di pasar keuangan yang juga meningkat. Survei bisnis Inggris menunjukkan pertumbuhan yang lemah sehingga membuat BOE perlu melakukan pendekatan yang hati-hati terhadap pelonggaran kebijakan.
Secara umum tidak ada perubahan yang signifikan, tapi Bailey menegaskan jika terjadi penurunan lebih lanjut pada inflasi, maka bank bisa kembali memangkas suku bunganya. Hal ini menjadi pondasi yang memperkuat alasan permintaan emas dari bank sentral yang terus berlanjut sehingga emas masih punya ruang untuk naik lebih lanjut di tengah ketidakpastian ekonomi karena kebijakan tarif Trump yang membayangi pertumbuhan global.

Trump akan berbicara di Ruang Oval di jam 1500 GMT atau sekitar 22.00 WIB. Kemudian Goolsbee dan Williams akan memberi pernyataan di jam 1230 GMT atau sekitar 19.30 WIB setelah periode blackout Fed selesai. Meski ketiganya cukup penting, tapi Trump kemungkinan akan menjadi fokus perhatian pasar.
Goldman Sachs mengatakan tarif tetap menjadi risiko kebijakan utama yang menjadi concern investor global. GS memperbarui pandangannya terhadap ekonomi makro. Sejak pelantikan Trump, investor turunkan ekspektasi pertumbuhan GDP 2025 sebesar 0.6% dan menaikkan perkiraan inflasi PCE inti sebesar 0.2%.
Tidak ada data ekonomi signifikan malam nanti dari AS sehingga pasar hanya akan fokus pada Trump dan pidato pejabat Fed di malam hari. Waspadai volatilitas, termasuk kemungkinan emas bisa berbalik naik di malam hari sehingga strategi sell diperkirakan relatif terbatas.
Selanjutnya pasar akan menunggu data GDP dan inflasi PCE yang baru akan dirilis minggu depan, dan juga diberlakukannya tarif resiprokal per 2 April mendatang.
Setidaknya ada 3 faktor utama yang kemungkinan masih mendukung kenaikan emas atau membatasi penurunan emas, seperti : minat/pembelian emas oleh bank sentral yang masih berlanjut, ketidakpastian ekonomi dan ketidakpastian geopolitik, ditambah dengan kekhawatiran resesi, sehingga penurunan diperkirakan akan relatif terbatas.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup oleh hanging man setelah rally fantastis 7 hari berturut-turut dengan rekor tertinggi baru 3057.49. Peluang koreksi kemungkinan bisa terjadi, terutama mengingat hari Jumat sebagai hari terakhir perdagangan minggu ini. Profit taking biasanya terjadi di akhir pekan, terutama setelah kenaikan bertubi-tubi.
Meskipun tren utama masih cukup kuat untuk naik, tapi hari ini kemungkinan emas cenderung didominasi oleh profit taking. Area 3022 (low 19 Mar 2025), dan 3004 (high 14 Mar 2025) akan menjadi target potensial, dan zona terjauh bisa juga melirik 2978-2982. Sedangkan strong bullish kembali menguat jika harga berhasil tembus 3062.

Di H4, kenaikan tercatat tertahan beberapa poin dari FE 100% 3060.22. Level tertinggi sentuh 3057.49 dan sejak itu harga relatif melandai. Dengan posisi RSI yang juga overbought, penurunan diharapkan mendominasi untuk hari ini dengan asumsi profit taking di akhir pekan.
Secara teknis, peluang terdekat adalah 3022 (low 19 Mar 2025) dan juga 3025 (low 20 Mar 2025). Kedua area ini menjadi target penurunan terdekat, dan bisa saja sedikit bertahan, atau bisa juga ditembus. Jika tembus, maka koreksi lebih lanjut diperkirakan menguji area coklat yang ada di kisaran 2984-3001. Demand diperkirakan akan lebih kuat di zona tersebut sehingga pantulan diperkirakan bisa kembali terjadi, dan kembali ke jalur utama yang masih bullish.
Sell lebih diutamakan untuk jangka pendek dengan asumsi profit taking akhir pekan. Dan pola grafik dicurigai membentuk pola Head & Shoulders (lebih terlihat di grafik H1), dengan neckline berada di 3022-3025. Jika tembus, maka pola tersebut konfirm, dan target penurunan adalah setinggi bagian head, kurang lebih di kisaran 2992-2995, tepat di zona coklat yang diharapkan sebagai zona demand yang kuat.
Buy bisa dipertimbangkan jika penurunan sudah mulai dekat dengan zona coklat, atau minimal sudah turun ke kisaran 3000-3004. Yang juga perlu diwaspadai adalah potensi di malam hari yang bisa berbalik naik, terutama mendekati penutupan jelang akhir pekan. Fundamental yang mendasari bullish emas : pembelian emas oleh bank sentral yang masih berlanjut, kekhawatiran perang dagang, ketidakpastian geopolitik dan kekhawatiran resesi, diperkirakan masih mendukung status emas sebagai safe haven sehingga penurunan diperkirakan tidak berlanjut terlalu tajam.

Per jam 10.00 WIB, harga berada di 3032.51, dengan high di 3047.40 dan low 3032.07. Kenaikan terhenti di 3057 untuk sementara waktu sehingga bisa kita anggap wave 5 dari jalur small trend sudah tercapai, dan penurunan pertama ke 3025 dianggap sebagai koreksi wave A, diikuti rebound ke 3047 pagi ini sebagai wave B sehingga penurunan berikutnya diharapkan sebagai wave C dan diperkirakan tembus zona hijau 3022-3031.
Secara teori, koreksi wave ABC merupakan bagian dari penurunan wave 4 big trend sehingga jalur utama bullish belum selesai, melainkan sedang terjadi koreksi/profit taking. Jika memenuhi ekspektasi, maka buy bisa dipertimbangkan kembali saat penurunan cukup dekat dengan potensi penurunan wave 4 (wave c small trend).
Di sisi lain, pola pergerakan yang terjadi dalam 203 hari terakhir terlihat membentuk pola head & shoulders. Pola tersebut konfirm jika tembus neckline 3022-3025, dan target potensial dari pola tersebut adalah kisaran 2988-2990, yang juga bagian dari zona coklat yang kita tandai di kisaran 2986-2991. Ini berarti zona buy yang berikutnya dan dianggap sebagai potensi penurunan wave 4 big trend akan berada di zona 2986-2991.
Opsi Sell tetap dilakukan selama tidak tembus di atas 3055-3057, dan bisa dipertahankan jika konfirm tembus 3022-3025. Tapi sell sebaiknya segera keluar jika harga sudah berada di 3000 atau mendekati zona coklat 2086-2991. Dan jika sudah cukup dekat, maka tidak disarankan untuk pertahankan sell.
Sebaliknya, opsi BUY justru direkomendasikan saat harga sudah terkoreksi turun cukup banyak atau mendekati zona coklat tersebut. Atau alternatif lain untuk buy adalah saat tembus resistance 3055-3057. Kekhawatiran market saat ini beralih dari kekhawatiran inflasi ke kekhawatiran melambatnya pertumbuhan yang menyebabkan resesi sehingga status safe haven kemungkinan lebih kuat untuk mendorong penembusan resistance daripada support.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi SELL dekat resistance
Entry: 3044.00 – 3046.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward : 3032.00 ($12 - $14)
(follow/pertahankan SELL jika tembus 3022.00,
Target terdekat 3015, terjauh 3000, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 3051.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di atas 3050.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi BUY jika Support tidak ditembus
Entry : 2987.00 – 2989.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 3001.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2981.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di bawah 2981)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!


| Suggest : SELL on Rally Area : 1.08700– 1.08900 Target : 1) 1.08100 2) 1.07500 SL : 1.09500 Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.08000 Switch to BUY jika tembus 1.09500 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 1.29700– 1.29900 Target : 1) 1.29100 2) 1.28500 SL : 1.30500 Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.29300 Switch to BUY jika tembus 1.31000 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 149.200 – 149.400 Target : 1) 148.600 2) 148.000 SL : 150.000 Alternatif : Switch to BUY jika tembus 150.200 Pertahankan/Follow SELL jika tembus 148.800 |



| Suggest : SELL on Rally Area : 3044.00 – 3046.00 Target : 1) 3038.00 2) 3032.00 SL : 3051.00 (ideal 3-5 points di atas 3050.00) Alternatif : Pertahankan/Follow SELL jika tembus 3022 (area hijau) Switch to BUY jika tembus 3060 Ada potensi H&S untuk koreksi jangka pendek |

Dolar sempat menguat pasca pengumuman suku bunga BOJ di sesi Asia kemarin, dan sikap Ueda yang cenderung kurang hawkish. Namun seiring waktu, proyeksi ekonomi Fed dan pidato Powell di pertengahan malam kembali menekan dolar. Meski secara keseluruhan dolar masih ditutup lebih tinggi dibanding sehari sebelumnya, tapi isyarat Powell berdampak kenaikan yang terbatas pada dolar.
Sedangkan imbal hasil Treasury AS lanjutkan penurunan sesuai ekspektasi. Proyeksi GDP diturunkan dan dot plot menunjukkan peluang 2 kali penurunan suku bunga tetap dipertahankan sudah cukup membuat imbal hasil Treasury turun.
Ketidakpastian geopolitik juga menambah dorongan positif bagi emas di tengah pasar yang menantikan pengumuman FOMC tadi malam.
Powell Effect
Fed mempertahankan suku bunga tidak berubah sesuai ekspektasi (market tidak bergerak banyak karena sudah mengantisipasi suku bunga). Market bereaksi lebih tegas saat dot plot menunjukkan bahwa Fed tetap mempertahankan peluang 2 kali pemangkasan suku bunga di 2025. Hal ini juga sesuai yang diharapkan pelaku pasar.
Berikutnya proyeksi ekonomi ke depan. Fed turunkan proyeksi pertumbuhan GDP dari 2.1% menjadi 1.7%, tapi menaikkan proyeksi PCE dari 2.5% menjadi 2.7% y/y dan core PCE dari 2.5% menjadi 2.8% y/y.
Diturunkannya proyeksi GDP memberi isyarat bahwa Powell dan kawan-kawan di Federal Reserve juga melihat adanya perlambatan pada pertumbuhan ekonomi AS yang dipicu oleh kekhawatiran kebijakan tarif. Hal ini juga sekaligus memvalidasi kekhawatiran pasar atas potensi resesi yang bisa terjadi pada ekonomi AS. Namun, proyeksi inflasi yang naik dilandasi oleh dampak tarif yang diberlakukan pemerintahan baru. Meski demikian Fed memperkirakan bahwa kenaikan inflasi tersebut bersifat transitory. Emas naik setelah pengumuman proyeksi ekonomi dan dot plot Fed.
Dalam sesi tanya jawab, Ketua Fed Jerome Powell mengatakan beberapa poin:
Kami melihat penekanan di poin ke-3 bahwa Powell lebih cenderung mempertahankan suku bunga atau memangkas suku bunga lebih lanjut daripada menaikkan suku bunga. Artinya, tidak ada kepentingan untuk Fed menaikkan suku bunga selama inflasi masih dianggap transitory. Emas lanjutkan kenaikan setelah pidato dan QnA Powell.

Di sisi geopolitik, meski di satu sisi AS berupaya untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina dengan jalur diplomasi, tapi di sisi lain AS memberi ultimatum pada Iran untuk segera mencapai kesepakatan nuklir dalam waktu 2 bulan. Laporan menyebut bahwa jika Iran menolak ajakan Trump dan juga menolak negosiasi, kemungkinan aksi militer AS atau Israel terhadap fasilitas nuklir Iran akan meningkat dramatis.
Kondisi ini tentunya membuat ketidakpastian pada geopolitik tetap mendominasi sehingga lagi-lagi emas dilirik sebagai safe haven.
Fokus Hari Ini
BOE dan SNB adalah bank sentral berikutnya yang akan umumkan kebijakan moneternya. SNB diperkirakan kembali pangkas suku bunga 25 bps, sementara BOE diperkirakan mempertahankan suku bunga. Mayoritas bank sentral masih dalam siklus penurunan suku bunga atau pelonggaran moneter, menjadi pondasi yang positif untuk emas.
Sedangkan data ekonomi AS malam nanti berkisar pada jobless claims mingguan dan indeks manufaktur regional dari Philadelphia Fed di jam 19.30 WIB, dilanjutkan dengan existing home sales di jam 21.00 WIB.
Jika data dirilis lebih lemah dari ekspektasi, maka emas punya peluang untuk kembali naik, atau minimal ditutup tetap di zona resistance. Jika data dirilis lebih kuat dari ekspektasi, maka emas berpotensi mengalami koreksi turun.
Setidaknya ada 3 faktor utama yang kemungkinan masih mendukung kenaikan emas atau membatasi penurunan emas, seperti : minat/pembelian emas oleh bank sentral yang masih berlanjut, ketidakpastian ekonomi dan ketidakpastian geopolitik, ditambah dengan kekhawatiran resesi, sehingga penurunan diperkirakan akan relatif terbatas.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily kembali ditutup bullish, dan rekor tertinggi baru kini tercatat sentuh 3056.23 di sesi Asia pagi ini setelah tadi malam sentuh 3051 pasca pernyataan Powell yang dianggap dovish atau less hawkish. Proyeksi terdekat adalah 3062 dan jika sentimen pasca FOMC tidak berubah sampai nanti malam, maka peluang zona tersebut bisa saja disentuh atau pun ditembus. Dan ini membuka peluang untuk semakin dekatnya zona 3100.
Meski demikian, potensi koreksi juga membayangi. Support terdekat 3022 yang merupakan low tadi malam sehingga jika ditembus, maka akan menekan emas koreksi lebih lanjut ke kisaran 3000-3004. Atau perkiraan koreksi terjauh bisa saja melirik area 2978 (low 14 Mar 2025) jika ada kabar positif dari perdamaian Rusia-Ukraina.

Di H4, harga terus bergerak naik dan semakin dekat dengan FE 100% big tren yang ada di 3060.22. Secara tren, jelas menunjukkan tren naik yang masih cukup kuat. Tapi ancaman koreksi juga tetap terbuka, dan area 3026-3038 adalah zona yang diperkirakan sebagai koreksi terdekat. Penembusan di atas 3060 akan semakin memperkuat potensi kenaikan lanjutan, dan FE 161.8% berada cukup jauh di depan, ke kisaran 3200. Namun estimasi kami secara bertahap mungkin 3077 dan 3100 adalah proyeksi yang rasional jika 3060 berhasil ditembus.
Secara teknis, kami juga mewaspadai potensi koreksi yang lebih tajam di bawah 3026 tersebut. Jika low tadi malam 3022 ditembus, maka estimasi penurunan berikutnya melirik zona 3004.88 yang menjadi level tertinggi 14 Maret 2025. Dan jika Rusia-Ukraina memberi sinyal positif untuk gencatan senjata menyeluruh, maka proyeksi terjauh koreksi diperkirakan melirik zona 2973 (FE 61.8%).
Namun, dengan ketidakpastian pada geopolitik lain yang membayangi (AS ancam serang fasilitas nuklir Iran jika tidak segera terjadi kesepakatan nuklir dalam 2 bulan, Israel-Hamas kembali memanas), perlambatan ekonomi yang diakui Fed, dan ketidakpastian ekonomi karena tarif Trump, maka penurunan relatif terbatas sehingga penurunan ekstrim nantinya akan menjadi kesempatan beli baru yang lebih murah.
Opsi buy lebih direkomendasikan meskipun ancaman koreksi juga tetap dipertimbangkan.
Fundamental yang mendasari bullish emas : pembelian emas oleh bank sentral yang masih berlanjut, kekhawatiran perang dagang, ketidakpastian geopolitik dan kekhawatiran resesi, diperkirakan masih mendukung status emas sebagai safe haven sehingga penurunan diperkirakan tidak berlanjut terlalu tajam.

Per jam 9.50 WIB, harga berada di 3046.51, dengan high di 3056.23 dan low 3045.03. Kabar baiknya adalah emas masih dalam jalur kenaikan dan tren utama cenderung masih kuat. Kabar buruknya, emas belum terlihat dalam jalur koreksi ABC yang diharapkan. Ini berarti wave 5 dari Elliott wave bisa saja belum selesai.
Secara teori, jika wave 5 selesai, maka skema penurunan selanjutnya koreksi dimulai dengan penurunan wave A diikuti rebound terbatas wave B dan berakhir dengan penurunan wave C. Sayangnya ini belum terwujud karena swing low sebelum FOMC tertahan di 3022, dan emas berbalik lanjutkan kenaikan pasca FOMC.
Dengan memplot ulang Elliott wave diperoleh bahwa penurunan sebelum FOMC bisa saja sebagai wave 4 jalur big trend, atau koreksi ABC jalur small trend. Dalam gambar angka warna merah menandakan small trend, angka warna biru sebagai big trend. Dengan demikian wave 5 big trend kemungkinan masih bisa berlanjut di atas 3056, dengan proyeksi sementara melihat FE 100% di 3077 sebagai target potensial.
Opsi buy untuk saat ini diharapkan cukup kokoh di area support 3039-3042, di atas trendline support. Atau opsi lainnya di zona hijau kisaran 3022-3031. Stop loss sebaiknya dipasang di bawah support masing-masing trading plan untuk antisipasi kemungkinan koreksi sudah dimulai.
Sebaliknya, opsi SELL hanya direkomendasikan jika terjadi penembusan di bawah 3026-3031, atau menggunakan acuan low tadi malam sebelum FOMC di 3022. Jika tembus 3022, maka short term reversal bisa dimanfaatkan untuk lakukan sell dengan target potensi 3004-3010 mengingat kondisi fundamental yang masih cukup kuat untuk safe haven.
Kekhawatiran market saat ini beralih dari kekhawatiran inflasi ke kekhawatiran melambatnya pertumbuhan yang menyebabkan resesi sehingga status safe haven kemungkinan lebih kuat untuk mendorong penembusan resistance daripada support. Dan pasar saat ini juga masih tunggu FOMC Meeting!
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi BUY dekat support
Entry: 3040.00 – 3042.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward : 3054.00 ($12 - $14)
(follow/pertahankan BUY jika tembus 3062.00,
Target terdekat 3068, terjauh 3080, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 3034.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 3030.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi SELL jika Support ditembus
Entry : 3020.00 – 3022.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 3008.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 3028.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 3026)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!
Dolar masih cenderung terkoreksi terhadap mata uang lainnya pasca berakhirnya pertemuan moneter FOMC semalam yang sesuai dengan perkiraan masih mempertahankan suku bunga acuan. Pejabat Fed secara bulat menyepakati untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan dan juga masih memproyeksikan pemangkasan suku bunga acuan untuk tahun ini sebanyak 25 bps dalam 2 pertemuan moneter yang akan datang. Masih sama dengan proyeksi suku bunga pada pertemuan 3 bulan yang lalu meskipun diproyeksikan pertumbuhan ekonomi akan melambat dan tekanan inflasi kembali meningkat. Dalam konferensi pers Ketua Fed - Jerome Powell mengatakan ketidakpastian kondisi saat ini semakin meningkat akibat manuver agenda ekonomi Presiden Trump yang menjadi tantangan yang dihadapi oleh Fed sehingga perlunya mengubah proyeksi ekonomi. Fed memperkirakan inflasi di tahun ini akan naik menjadi 2.7% lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya yang hanya 2.5%. Sedangkan target yang hendak dicapai oleh Fed masih sama yaitu 2%. Untuk mengimbangi resiko lambatnya pertumbuhan ekonomi, Fed juga akan menurunkan laju pengurangan neraca keuangan. Namun Powell masih optimis bahwa ekonomi masih solid dan sektor tenaga kerja masih cukup kuat. Kekhawatiran seputar agenda kenaikan tarif impor terhadap pertumbuhan ekonomi dan inflasi membuat Fed akan memilih pendekatan "wait and see". Sehingga kemungkinan Fed baru akan menaikkan suku bunga acuan selanjutnya paling cepat pada pertemuan moneter di bulan Mei atau bahkan bisa lebih lama lagi. Tergantung dari seberapa keras perlawanan mitra dagang AS terhadap agenda kenaikan tarif impor Presiden Trump tersebut. Dolar sempat menguat tajam karena goncangan politik di Turki dimana rival politik Presiden Erdogan sekaligus walikota Istanbul - mayor Ekrem Imamoglu ditangkap polisi dengan tuduhan melakukan korupsi guna mendukung kelompok teroris yang diduga berencana untuk melakukan tindakan melawan Presiden berikutnya. Hari ini hanya ada data ekonomi berupa laporan mingguan klaim pengangguran dan juga data indeks manufaktur di negara bagian Philadelphia.
Yen juga masih cenderung menguat pasca pertemuan moneter Bank Sentral Jepang (BOJ) yang juga masih belum menaikkan suku bunga acuannya. Seperti halnya Fed yang untuk sementara ini menunggu perkembangan perang dagang, BOJ juga masih akan menunggu dampak dari agenda Presiden Trump tersebut terhadap ekonomi secara global. Meskipun Jepang sepertinya akan terhindar dari agenda tersebut seiring dengan nilai investasi Jepang di AS yang cukup signifikan. Gubernur BOJ - Kazuo Ueda dalam konferensi pers mengatakan BOJ tetap akan menaikkan suku bunga acuan seiring dengan kecenderungan inflasi yang meningkat dan juga sektor tenaga kerja yang kuat karena upah dipekirakan akan meningkat pesat dalam waktu dekat ini. Dengan optimisme tersebut membuat permintaan akan mata uang Jepang meningkat.
Euro berhasil ditutup sedikit menguat setelah sebelumnya sempat turun hingga level terendah sebelumnya. Prospek akan tercapainya perdamaian di Ukraina meningkat setelah Presiden Ukrainia Volodymyr Zelensky melakukan pembicaraan dengan Presiden Trump untuk mulai perundingan damai dengan Rusia. Pihak Rusia juga sudah sepakat pada beberapa poin yang diajukan, namun masih ada keberatan akan poin lainnya. Namun sejauh ini negosiasi masih berjalan lancar. Ditambah dengan diloloskannya stimulus fiskal dengan ukuran jumbo akan memberikan manfaat pada pertumbuhan ekonomi yang melambat saat ini dan menambah keyakinan bahwa perdamaian tinggal soal waktu saja. Hari ini Presiden ECB - Christine Lagarde dijadwalkan akan memberikan pidato dan juga ECB akan merilis buletin ekonominya.
Poundsterling bergerak menguat terhadap dolar menjelang pertemuan moneter MPC - bank Sentral Inggris (BOE) malam ini. Berbeda dengan Uni Eropa terutama Pemerintahan baru di Jerman yang mendapat dana segar setelah rencana anggaran senilai €500 juta disetujui oleh parlemen. Sedangkan menteri keuangan Inggris mendapat kesulitan untuk mendapatkan dana segar guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Meskipun pemerintah Inggris juga berencana meningkatkan anggaran di bidang militer pertahanan. Sehingga membuat peluang semakin besar Bank Sentral Inggris (BOE) kemungkinan besar masih akan mempertahankan suku bunga acuannya. Dan Gubernur BOE - Andrew Bailey akan memberikan komentar pada konferensi pers setengah jam setelah pengumuman hasil pertemuan tersebut. Sebelum pertemuan moneter MPC, siang ini akan dirilis data di sektor tenaga kerja berupa klaim pengangguran dan tingkat pengangguran serta indeks upah rata-rata.
Cek informasi lainnya di kanal resmi Agrodana Futures



