Dolar melonjak tajam terhadap mata uang lainnya dengan persentase kenaikan terbanyak dalam 2 bulan terakhir setelah Presiden Trump mengkonfirmasi akan diberlakukannya kenaikan tarif terhadap Kanada dan Mexico pekan depan. Trump mengatakan tidak ada penundaan lagi karena membanjirnya narkoba yang masuk AS dari 2 negara tersebut. Perdana Menteri Kanada - Justin Trudeau merespon kenaikan tersebut dengan mengatakan akan bertindak tegas dan segera terhadap kebijakan AS tersebut. Trump juga mengindikasikan kenaikan tarif yang sama sebanyak 25% terhadap kendaraan dan barang lainnya dari Eropa. Selain itu, Trump melakukan langkah yang tidak terduga berupa pembatalan izin operasi perusahaan minyak AS Chevron di Venezuela yang membuat kekhawatiran akan terkendalanya suplai minyak mentah. Ketidakpastian dan masih simpang siurnya informasi akan dampak dari kenaikan tarif tersebut membuat permintaan akan aset safe haven meningkat termasuk mata uang dolar. Sebelumnya dolar sempat tertekan setelah data di sektor tenaga kerja menunjukkan peningkatan sebanyak 242K yang melampaui perkiraan 221K dan data periode sebelumnya direvisi sedikit naik dari 219K menjadi 220K. Sementara data pertumbuhan ekonomi GDP hanya meningkat 2.3% sesuai perkiraan dari periode sebelumnya 2.8%. Dengan indikasi inflasi atau indeks harga dari data GDP mengalami kenaikan menjadi 2.4% yang lebih tinggi dari perkiraan sama seperti periode sebelumnya 2.2%. Sedangkan data Durable Goods Order naik dari 3.1% melampaui perkiraan naik 2.0% dari periode sebelumnya yang juga direvisi membaik dari -2.2% menjadi -1.8%. Data-data ini semakin mempersempit peluang akan langkah pemangkasan suku bunga acuan oleh Fed meskipun ekspektasi akan langkah tersebut masih sama seperti sebelumnya. Gubernur Fed Cleveland - Beth Hammack juga menegaskan kebijakan moneter yang tepat saat ini adalah untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan. Begitu pula pendapat Gubernur Fed Philadelphia - Patrick Harker untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan untuk sementara waktu sampai terdapat kejelasan arah laju inflasi. Hari ini akan dirilis data indikator inflasi personal/rumah tangga yang lebih sering dipakai oleh Fed dalam pengambilan keputusan moneternya yaitu Personal Consumption Expenditure (PCE) dengan perkiraan mengalami kenaikan yang semakin mempertebal peluang Fed untuk mempertahankan suku bunga acuan untuk beberapa waktu lebih lama lagi. Selain itu juga ada data Personal Income/Spending dan data Chicago PMI.
Yen mengalami koreksi terhadap dolar seiring komentar dari Gubernur Bank Sentral Jepang (BOJ) - Kazuo Ueda yang memperingatkan akan ketidakpastian ekonomi global yang semakin meningkat akan dihadapi oleh sejumlah negara. Meskipun peluang semakin besar BOJ akan menaikkan suku bunga acuan lebih lanjut dan BOJ juga akan mengawasi pergerakan mata uang Yen dengan lebih ketat lagi. BOJ juga cukup yakin jika tidak terjadi pertentangan antara menguatnya yen dengan positifnya data ekonomi. Hal ini dimaksudkan bahwa penguatan mata yen disertai dengan kondisi ekonomi yang semakin membaik sehingga sangat memungkinkan kenaikan suku bunga acuan berikutnya di Jepang. BOJ diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuan kembali pada kuartal 3 tahun ini sebanyak 25 bps.
Euro melemah terhadap dolar dengan penurunan terbanyak sejak 2 Januari lalu seiring dengan rencana Presiden Trump akan mengenakan penambahan tarif impor produk dari Eropa dengan kenaikan yang fleksibel di kisaran 25% terutama terhadap produk otomotif. Belum ada tanggapan dari pihak Uni Eropa perihal tindakan yang akan diambil untuk antisipasi agenda tersebut. Sementara itu terjadinya galat teknis dalam sistem penyelesaian perdagangan yang cukup mengganggu transaksi senilai triliunan Euro juga menjadi sentimen negatif di pasar. Bank Sentral Eropa (ECB) diperkirakan akan memangkas suku bunga acuan pada pertemuan moneter mereka pada pekan depan. Seiring dengan kondisi ekonomi yang masih buruk dan potensi kenaikan inflasi akibat dari agenda ekonomi Presiden Trump tersebut. Dalam nota pertemuan moneter ECB bulan lalu disebutkan meskipun kecenderungan inflasi yang tinggi saat ini akan bertahan lebih lama dari yang perkirakan dan ECB masih optimis bahwa inflasi masih dalam toleransi yang dapat diterima. Hari ini ada data inflasi CPI, Retail Sales dan data dari sektor tenaga kerja di Jerman.
Poundsterling juga terkoreksi seiring dengan rencana kenaikan tarif Presiden Trump terhadap Eropa dengan kemungkinan Inggris juga tidak akan terkecuali. Meski belum ada kepastian akan hal tersebut sebelum ada hasil dari kunjungan Perdana Menteri - Keir Starmer ke AS dalam pekan ini. Pasar juga masih menunggu kebijakan ekonomi dan fiskal baru dari Menteri Keuangan - Rachel Reeves yang baru akan diumumkan pada 26 Maret mendatang. Bank Sentral Inggris (BOE) diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga acuannya dan menunggu data ekonomi yang lebih banyak lagi dan juga mempertimbangkan dampak dari kenaikan tarif AS terhadap ekonomi global. Hari ini ada data indeks harga perumahan.
Cek informasi lainnya di kanal resmi Agrodana Futures
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial
Dolar ditutup rebound, meskipun imbal hasil Treasury 10-tahun tetap turun. Hal ini sesuai dengan ulasan kami di channel youtube @AgrodanaFuturesOfficial kemarin di mana kami sempat singgung tentang potensi rebound yang bisa terjadi secara teknis dikarenakan H4 menunjukkan pola falling wedge menemukan supportnya. Meski demikian secara keseluruhan emas yang sempat terkoreksi turun juga berhasil rebound dari titik supportnya di malam hari sesuai ekspektasi.
Data penjualan rumah baru (new home sales) dirilis turun ke level 657K, lebih rendah dari ekspektasi 680K. Semua wilayah kecuali Barat AS mengalami penurunan besar dalam penjualan rumah baru tersebut. Hal ini salah satunya dipicu oleh laporan pendapatan terbaru.
Di sisi lain market juga masih mengantisipasi terkait kesepakatan damai Rusia-Ukraina sehingga membuat emas terkoreksi turun lebih dulu, dan kekhawatiran tarif yang diumumkan Trump di pertengahan malam kembali membuat emas naik sebagai safe haven. Secara umum status safe haven emas masih berimbang di sisi geopolitik dan ketidakpastian tarif Trump.
Perkembangan Rusia-Ukraina
Seperti yang diulas sebelumnya, perkembangan demi perkembangan dalam geopolitik mengarah pada kesepakatan perdamaian antara Rusia-Ukraina yang semakin dekat. Trump menyebut bahwa perdamaian akan segera terwujud dalam beberapa minggu ke depan.
Kami tetap menilai alasan dibalik penurunan emas adalah karena optimism perdamaian yang segera terwujud, tapi juga berhasil rebound dengan cepat karena hasil akhir dari perdamaian tersebut adalah harga minyak yang lebih murah sehingga bisa menekan inflasi, dan suku bunga jangka panjang (US Treasury Yield 10-tahun) bisa turun dan nantinya diikuti oleh pemangkasan suku bunga Fed. Ini sesuai dengan yang dijelaskan dalam website kami : https://agrodana-futures.com/what-trump-wantsworld-economic-forum-davos-january-2025/

Dalam prescon pasca rapat kabinet, Trump mengatakan prioritas ekonomi dan perdagangannya dengan menekankan komitmen untuk menyeimbangkan anggaran AS dalam waktu yang singkat, sekitar 1 atau 2 tahun ke depan. Trump kembali tegaskan tentang tarif, menunda tarif untuk Kanada dan Meksiko sampai 2 April, karena sebelumnya tarif tersebut akan diberlakukan awal Maret (setelah penundaan sebelumnya di Februari).
Beberapa jam kemudian, Axios menulis laporan bahwa Gedung Putih tetap akan menerapkan tarif 25% untuk Kanada dan Meksiko di bulan Maret. Hal ini menimbulkan kebingungan pasar.
Trump juga memberi isyarat bahwa tarif 25% juga akan berlaku untuk mobil Eropa dan barang-barang lainnya, serta memperingatkan bahwa Uni Eropa juga mungkin akan melakukan tarif balasan.
Trump juga mengeluarkan dekrit terkait penerapan efisiensi pemerintah melalui DOGE (departemen yang dipimpin Elon Musk untuk efisiensi pemerintahan). Trump mengharuskan pembayaran pemerintah dan biaya perjalanan untuk dibenarkan dan tersedia untuk umum jika memungkinkan. Trump juga mengharuskan kepala agensi untuk bekerja sama dengan tim DOGE untuk meninjau dan mengakhiri semua kontrak yang tidak perlu.
Di sisi lain, Menteri Perdagangan Howard Lutnick juga memperingatkan bahwa data tarif resiprokal awal akan dirilis 2 April mendatang.
Ketidakpastian terkait tarif dan dampaknya membuat emas tetap kokoh sebagai safe haven sehingga dampak dari berakhirnya perang Rusia-Ukraina kemungkinan diimbangi dari dampak ketidakpastian tersebut.
Fokus Malam Ini
Pasar akan mencermati data Durable Goods, GDP dan Initial Jobless claims di jam 20.30 WIB. Pasar terutama akan mencermati laju pertumbuhan GDP AS untuk melihat apakah perlambatan pertumbuhan mulai mengancam.
Jika data dirilis lebih baik dari ekspektasi, maka emas berpeluang kembali terkoreksi turun. Sebaliknya, jika data dirilis lebih lemah, maka emas berpeluang kembali ke jalur kenaikan.
Secara umum, kami tetap melihat 3 faktor yang kemungkinan masih mendukung kenaikan emas atau membatasi penurunan emas, seperti : minat/pembelian emas oleh bank sentral yang masih berlanjut, ketidakpastian ekonomi dan ketidakpastian geopolitik, sehingga penurunan diperkirakan akan relatif terbatas.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup doji di mana level terendah sentuh 2890 sebelum akhirnya ditutup rebound di 2915. Area terendah kembali sentuh zona support 2878-2906 untuk kedua kalinya secara beruntun, dan sejauh ini menunjukkan efektivitas zona tersebut untuk sementara waktu. Ekspektasi kami adalah rebound kembali terjadi dan area 2878-2906 tetap menjadi area demand yang efektif untuk beberapa waktu ke depan.
Tapi data GDP dan jobless claims nanti malam akan menjadi kunci utama. Jika data lemah, maka area support kemungkinan akan kembali mendorong harga kembali naik, dan resistance 2939-2942 berpeluang untuk disentuh atau bahkan tembus. Tapi jika data terlalu kuat, maka area 2878-2906 terbuka kemungkinan untuk tembus, dan FR 23.6% Daily di 2858 akan menjadi target potensial berikutnya.

Di H4, secara umum pergerakan masih sesuai dengan yang diharapkan. Meski sempat turun, tapi area penurunan bertahan di zona orange 2891-2905 dan rebound dengan cepat kembali ke 2915. Ini berarti area support yang ditandai masih cukup efektif sehingga rebound masih memungkinkan untuk terjadi.
Jika area orange 2891-2905 ataupun support trendline tidak ditembus, maka demand untuk potensi buy bisa dilakukan di zona yang sama seperti sebelumnya (area orange), dan stop loss ditempatkan idealnya di bawah 2891. Potensi target kenaikan berada di zona resistance area hijau 2945-2953. Strong bullish akan bergantung dari area hijau tersebut. Jika tembus, maka uptren lanjut lebih kuat. Sebaliknya, jika tidak tembus, maka koreksi akan berpeluang kembali terjadi.
Sementara skenario bearish kami melihat hanya akan lebih kuat jika area orange dan support trendline ditembus. Itu berarti butuh konfirmasi penembusan 2888-2890. Jika konfirm, maka target terdekat adalah 2878 dan terjauh 2857 (area arsir ungu atau FR 50%). Beberapa fundamental yang mendasari bullish emas : pembelian emas oleh bank sentral yang masih berlanjut, kekhawatiran tarif Trump dan juga ketidakpastian geopolitik (bukan hanya perang di Timur Tengah, melainkan juga potensi perang dagang akibat tarif Trump), diperkirakan masih mendukung status emas sebagai safe haven sehingga penurunan diperkirakan masih relatif terbatas.

Per jam 10.12 WIB, harga berada di 2907.40, dengan high di 2920.77 dan low 2904.24. Fibonacci Retracement (FR) ditarik dari puncak 2944.74 (FR 100%) ke bottom 2888.20 (FR 0%). Sejauh ini area FR 0% 2888 masih efektif, termasuk juga area hijau 2891-2899 yang tetap solid sehingga harga kembali naik. Tapi resistance juga cenderung masih kuat, dengan FR 61.8% di 2923 menjadi patokan, dan spike ke zona 2930 sehari sebelumnya yang menjadi perhatian.
Secara umum kenaikan masih perlu konfirmasi untuk bisa tembus minimal di atas zona 2923-2930 untuk mengincar zona ungu 2932-2944. Rintangan belum selesai karena berikutnya zona ungu ini harus ditembus untuk semakin mengkonfirmasi kenaikan lebih lanjut. Jika gagal tembus zona ungu, maka harga berpotensi berbalik ditekan.
Sebaliknya, zona hijau juga perlu diwaspadai. Jika data ekonomi cenderung lebih kuat dari ekspektasi, maka penurunan bisa saja tembus zona hijau tersebut sehingga switching strategy menjadi SELL lebih disarankan jika terjadi penembusan di bawah 2888. Selama tidak terjadi, maka strategi tetap mengutamakan buy.
Secara keseluruhan opsi buy masih lebih relevan daripada sell, Ketidakpastian geopolitik dan tarif Trump kemungkinan masih mendukung safe haven selain pembelian bank sentral yang masih kuat.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi BUY on Dip
Entry: 2901.00 – 2903.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward : 2915.00 ($12 - $14)
(follow/pertahankan BUY jika tembus 2930.00,
Target terdekat 2938, terjauh 2945, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2895.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 2893.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi SELL jika Support ditembus
Entry : 2886.00 – 2888.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2874.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2894.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 2893)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!


| Suggest : SELL on Rally Area : 1.04800– 1.05000 Target : 1) 1.04200 2) 1.03600 SL : 1.05600 Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.04000 Switch to BUY jika tembus 1.05800 Ascending Triangle berpotensi gagal karena support ditembus |


| Suggest : BUY on Dip Area : 1.26100 – 1.26300 Target : 1) 1.26900 2) 1.27500 SL : 1.25500 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.26900 Switch to SELL jika tembus 1.25000 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 149.500 – 149.700 Target : 1) 148.900 2) 148.300 SL : 150.300 Alternatif : Switch to BUY jika tembus 151.000 Pertahankan/Follow SELL jika tembus 148.800 |



| Suggest : BUY on Dip Area : 2901.00– 2903.00 Target : 1) 2909.00 2) 2915.00 SL : 2895.00 (ideal 3-5 points di bawah 2893.00) Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2930 Switch to SELL jika tembus 2888 Area hijau masih efektif! |

Dolar kembali menguat terhadap mata uang lainnya seiring DPR AS meloloskan rancangan pengurangan pajak Presiden Trump. Dengan DPR AS yang dikuasai oleh mayoritas dari Partai Republik pendukung Presiden Trump meloloskan pemotongan pajak senilai $4.5 triliun yang kemungkinan besar juga akan mendapat persetujuan Senat dimana suara mayoritas juga dari Partai Republik. Rancangan pengurangan pajak ini memang lebih ditujukan untuk menguntungkan korporasi. DIharapkan masih ada lagi insentif lainnya seperti kemudahan regulasi seperti yang dicanangkan dalam kampanye pilpres lalu. Dengan demikian insentif ini menjadi sentimen positif untuk sentimen yang diharapkan akan memacu perekonomian lebih laju. Selain itu juga permintaan akan aset safe haven termasuk dolar juga meningkat seiring dengan ketidakpastian seputar adanya kemungkinan penundaan lagi soal kenaikan tarif impor. Seiring dengan segera diberlakukannya kenaikan tarif impor produk-produk dari tetangga terdekatnya Kanada dan Mexico pekan depan. Meskipun Presiden Trump dalam pertemuan Kabinet mengatakan kenaikan tarif impor terhadap mitra dagang lainnya ditetapkan akan mulai efektif pada 2 April mendatang. Namun pejabat Gedung Putih mengatakan khusus terhadap Kanada dan Mexico tenggat waktu masih sama pada 4 Maret nanti. Khusus terhadap China, Presiden Trump menyampaikan akan membatasi ketat investasi China pada sektor yang strategis seperti semikonduktor, kecerdasan buatan dan studi luar angkasa. Kekhawatiran baru muncul seiring dengan peluang dilakukannya pengurangan pegawai pemerintahan federal atas inisiasi dari Departemen Efisiensi Pemerintahan di bawah pimpinan Elon Musk. Sementara itu perdamaian di Ukraina menjadi penting bagi AS setelah mendapatkan konsesi atas hasil mineral negara ini. Ukraina mengkonfirmasi kebenaran perihal tersebut dan rencana Presiden Volodymyr Zelensky untuk berkunjung ke Washington pada hari Jumat nanti untuk menyelesaikan kesepakatan tersebut. Dengan adanya kepentingan AS di Ukraina sepertinya bisa menjadi penyelesaian konflik yang sudah berlangsung 3 tahun lebih tersebut. Dengan pemerintah Ukraina tunduk pada AS dan Rusia tidak akan sembarang lagi melakukan serangan ke wilayah Ukraina. Dari data ekonomi di sektor perumahan mengalami penurunan seiring dengan tingkat suku bunga yang masih akan tetap tinggi dalam beberapa waktu mendatang. Fed masih akan mempertahankan suku bunga acuan seperti yang diucapkan oleh Gubernur Fed Richmond - Tom Barkin mengatakan kondisi yang tidak menentu saat ini akan membuat Fed perlu berhati-hati dalam memutuskan kebijakan moneternya dan akan terus memantau dengan pendekatan wait-n-see hingga inflasi betul-betul sudah searah dengan yang diharapkan yaitu mendekati target 2%. Meski demikian spekulasi akan langkah pemangkasan Fed sepanjang tahun ini semakin meningkat dari sebelumnya dari 40 bps meningkat menjadi 55 bps. Dan pemangkasan tidak akan dilakukan hingga pertemuan moneter di bulan Juni mendatang. Hari ini akan dirilis data pertumbuhan ekonomi GDP dan juga data Durable Goods Order serta pidato dari sejumlah pejabat Fed.
Yen terus berlanjut menguat terhadap dolar mendekati level terendah sebelumnya pada pekan lalu yang mendekati angka terendah sejak 11 Oktober tahun lalu. Prospek akan kenaikan suku bunga acuan lebih lanjut oleh Bank Sentral Jepang (BOJ) terus menjadi pemicu penguatan mata uang Yen. Wakil Menteri Keuangan urusan Hubungan Internasional - Atsushi Mimura kemarin mengatakan tidak terjadi pertentangan antara menguatnya yen dengan positifnya data ekonomi. Hal ini dimaksudkan penguatan mata uang yen seiring dengan kondisi ekonomi yang semakin membaik sehingga sangat memungkinkan kenaikan suku bunga acuan berikutnya di Jepang. Pertumbuhan ekonomi masih cukup baik dan tekanan inflasi terus meningkat hingga data terakhir menunjukkan angka inflasi mencapai 4%. Mimura juga menegaskan kebijakan mata uang Jepang terus diawasi termasuk keputusan untuk melakukan intervensi jika diperlukan guna menekan pergerakan mata uang yen yang terlalu volatil. Sementara Gubernur BOJ - Kazuo Ueda mengatakan BOJ akan terus menaikkan suku bunga acuan hingga inflasi kembali turun mendekati target 2%. Bahkan BOJ sudah menaikkan target inflasi dari sebelumnya 1.9% menjadi 2.2% yang lebih tinggi dari perkiraan hanya naik 2.0%. Spekulasi di pasar memperkirakan BOJ akan menaikkan suku bunga acuan kembali pada kuartal 3 tahun ini sebanyak 25 bps.
Euro masih terus cenderung tertekan terhadap dolar seiring dengan kekhawatiran akan agenda kenaikan tarif impor AS yang menargetkan Uni Eropa secara khusus. Selain itu kondisi ekonomi di Jerman sebagai negara dengan kontribusi terbesar yang belum pulih setelah pertumbuhan ekonomi GDP yang cenderung stagnan seperti yang sudah dirilis sehari sebelumnya. Data malam ini juga menunjukkan sentimen konsumen yang terus menurun menjadi -24.7 yang jauh lebih buruk dari perkiraan membaik -21.7 dan bahkan data periode sebelumnya juga direvisi semakin menurun dari -22.4 menjadi -22.6. Partai pemenang pemilu yang sekaligus mendapatkan hak untuk menduduki jabatan Kanselir Jerman justru mengesampingkan reformasi fiskal yang diharapkan untuk memacu perekonomian menjadi sentimen negatif di pasar. Hari ini ada data inflasi CPI di Spanyol, Proyeksi ekonomi dari Komisi Eropa dan nota pertemuan moneter dari Bank Sentral Eropa (ECB) bulan lalu.
Poundsterling masih cenderung menguat seiring dengan optimisme Menteri Keuangan - Rachel Reeves meyakini terjadi peningkatan yang signifikan buat perdagangan dan investasi antara Inggris dengan AS di masa depan. Perdana Menteri - Keir Starmer dijadwalkan akan mengunjungi Washington untuk kunjungan resmi tentu saja juga akan membahas perundingan perihal agenda kenaikan tarif. Presiden Trump di awal bulan lalu berpikir akan mengusahakan dan bekerjasama perihal tarif bersama dengan negara-negara Uni Eropa lainnya. Revees juga akan mengumumkan kebijakan ekonomi dan fiskal baru pada 26 Maret mendatang. Pejabat Bank Sentral Inggris (BOE) - Swati Dhingra mengatakan kebijakan moneter BOE akan disesuaikan dengan kenaikan tarif dan pembatasan perdagangan lainnya yang bisa mengganggu rantai supply serta kenaikan biaya lainnya. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.
Cek informasi lainnya di kanal resmi Agrodana Futures
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial
Dolar dan imbal hasil Treasury AS 10-tahun sama-sama mengalami penurunan. Tekanan muncul setelah sebelumnya imbal hasil Treasury turun untuk hari ke-5 secara berturut-turut sehingga membuat mata uang dolar melemah. Hal ini membuat emas berhasil naik kembali saat penutupan meski sempat tertekan hingga 2888.
Namun penurunan cepat yang terjadi pada emas diperkirakan terjadi karena pasar mulai mengantisipasi tanda-tanda perdamaian Rusia-Ukraina yang semakin kuat. Hal tersebut menjadi angin segar bagi pasar yang mengharapkan perdamaian segera terwujud setelah perang yang berlarut-larut selama 3 tahun.
Seperti yang diulas sebelumnya, perkembangan demi perkembangan dalam geopolitik mengarah pada kesepakatan perdamaian antara Rusia-Ukraina yang semakin dekat. Trump menyebut bahwa perdamaian akan segera terwujud dalam beberapa minggu ke depan.
Ukraina dikatakan setuju dengan kesepakatan mineral yang diinginkan AS. Pemerintahan Zelensky siap untuk tandatangani kesepakatan tersebut setelah AS membatalkan tuntutan untuk mendapatkan hak atas potensi pendapatan $500 miliar. Perjanjian akhir menyebut nantinya akan ada dana di mana Ukraina akan mengalokasikan 50% dari hasil monetisasi sumber daya mineral milik negara di masa mendatang. Tujuannya adalah untuk berinvestasi pada proyek-proyek di Ukraina.
Reporter Fox Business, Charlie Gasparino menyebut dalam kesepakatan tersebut juga disebutkan bahwa diharapkan Zelensky menyetujui konsesi dalam hal penyerahan kontrol atas sejumlah lahan untuk perdamaian.
Emas turun karena optimism perdamaian yang segera terwujud, tapi juga berhasil rebound dengan cepat karena hasil akhir dari perdamaian tersebut adalah harga minyak yang lebih murah sehingga bisa menekan inflasi, dan suku bunga jangka panjang (US Treasury Yield 10-tahun) bisa turun dan nantinya diikuti oleh pemangkasan suku bunga Fed. Ini sesuai dengan yang dijelaskan dalam website kami : https://agrodana-futures.com/what-trump-wantsworld-economic-forum-davos-january-2025/

Di sisi lain data consumer confidence AS turun, dari 102.5 menjadi 98.3. Angka ini merupakan penurunan bulanan terbesar sejak Agustus 2021. Tapi tidak jelas apakah penurunan tersebut dikarenakan kekhawatiran tarif Trump atau hal lain. Data tercatat sebagai penurunan dalam 3 bulan berturut-turut, dan cukup dekat dengan level terendah sejak 2022.
Yang juga cukup mengkhawatirkan adalah ekspektasi inflasi 12 bulan yang naik menjadi 6.0% dibandingkan 5.2% bulan sebelumnya. Hal ini tentunya akan menjadi perhatian Fed. Ekuitas turun, imbal hasil turun dan dolar AS pun melemah. Emas justru terdukung naik sebagai aset hedging melawan inflasi.
Pasar akan mencermati data new home sales AS di jam 22.00 WIB. Inflasi dari perumahan mungkin bisa menjadi petunjuk untuk kondisi ekonomi AS saat ini dan juga memberi petunjuk tentang kondisi inflasi.
Jika data dirilis lebih baik dari ekspektasi, maka emas berpeluang kembali terkoreksi turun. Sebaliknya, jika data dirilis lebih lemah, maka emas berpeluang kembali ke jalur kenaikan.
Secara umum, kami tetap melihat 3 faktor yang kemungkinan masih mendukung kenaikan emas atau membatasi penurunan emas, seperti : minat/pembelian emas oleh bank sentral yang masih berlanjut, ketidakpastian ekonomi dan ketidakpastian geopolitik, sehingga penurunan diperkirakan akan relatif terbatas.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup bearish, rekor tertinggi sementara terhenti di zona 2954-2956, dan koreksi cepat terjadi hingga sentuh 2888.20, namun berhasil ditutup rebound kembali ke 2914.59. Meski demikian ancaman bearish engulfing tetap membayangi, terutama jika pergerakan hari ini gagal untuk ditutup kembali di atas 2920an, atau penurunan terjadi lebih rendah di bawah 2888 (low kemarin).
Support area 2878-2906 (high dan low 17 Feb 2025) sejauh ini cukup efektif sehingga penurunan mampu ditahan di zona tersebut dan ditutup rebound di atas 2900 kembali. Area ini akan kembali menjadi area wajib pantau. Penurunan di bawah 2878 akan membuka peluang koreksi lebih lanjut ke 2858 (FR 23.6% Daily). Sebaliknya penutupan candle bullish, dengan minimal close di atas 2920 akan membuka kembali peluang pengulangan pola candle sebelumnya di periode 13-14 Februari dan 10-13 Januari 2025 yang mengindikasikan gagalnya bearish engulfing karena candle ke-3 ditutup bullish.

Di H4, secara umum pergerakan masih sesuai dengan yang diharapkan, bahkan termasuk tekanan turun yang terjadi sangat cepat hingga sentuh 2888. Meski kenaikan sementara terhenti, tapi tidak mengubah alur bullish yang masih terlalu kuat. Penurunan cepat ke 2888 bukti bahwa area orange kisaran 2891-2905 dan juga trendline support kedua masih cukup efektif sehingga emas berhasil kembali didorong di atas 2900.
Ascending Triangle memang gagal karena tembus support trendline 1 yang ada di 2930, dan sesuai dengan ulasan kemarin, bahwa penurunan berikutnya incar zona orange dan demand diperkirakan akan lebih baik di zona tersebut.
Meski demikian, tekanan koreksi turun kemungkinan masih bisa membayangi, terutama jika dalam 1-2 hari ke depan kita tidak lagi melihat area 2942-2944 ditembus. Area arsir hijau kisaran 2946-2954 adalah area resistance yang wajib ditembus untuk mengkonfirmasi kondisi bullish yang lebih kuat. Jika belum berhasil ditembus kembali, maka emas berpeluang tetap dalam koreksi turun.
Kami masih melihat area orange (2891-2905) maupun area ungu (2857-2877) merupakan area yang dicurigai sebagai zona demand yang cukup baik sehingga potensi penurunan kemungkinan relatif terbatas atau terhambat di kedua zona tersebut.
Secara teknis zona orange masih menunjukkan zona support yang efektif sehingga area buy masih bisa dipertimbangkan di dekat zona tersebut. Sedangkan opsi sell dipertimbangkan jika terjadi penurunan di bawah trendline support 2 area 2880-2882. Tapi tentunya dengan target maksimal zona ungu (jika konfirm tembus support) karena dicurigai demand yang jauh lebih kuat kemungkinan muncul di zona tersebut.Beberapa fundamental yang mendasari bullish emas : pembelian emas oleh bank sentral yang masih berlanjut, kekhawatiran tarif Trump dan juga ketidakpastian geopolitik (bukan hanya perang di Timur Tengah, melainkan juga potensi perang dagang akibat tarif Trump), diperkirakan masih mendukung status emas sebagai safe haven sehingga penurunan diperkirakan masih relatif terbatas.

Per jam 09.30 WIB, harga berada di 2919.40, dengan high di 2930.12 dan low 2913.56. Fibonacci Retracement (FR) ditarik dari puncak 2944.74 (FR 100%) ke bottom 2888.20 (FR 0%). Penembusan di atas FR 61.8% seharusnya menjadi pertanda bahwa harga kembali ke jalur bullish setelah tekanan koreksi cepat di malam hari sentuh 2888. Namun kita masih butuh konfirmasi lebih lanjut karena secara bersamaan area ungu kisaran 2932-2944 adalah zona yang dicurigai sebagai supply sehingga potensi koreksi masih bisa terjadi.
Sebaliknya, zona hijau kisaran 2891-2899 terbukti menjadi area demand yang cukup efektif, bahkan penurunan langsung kembali rebound sesaat setelah sentuh trendline yang juga cukup dekat dengan zona hijau tersebut. Ini artinya, koreksi turun yang terbatas, dan bullish yang masih relatif kuat sehingga demand berhasil kembali mendorong harga.
Ekspektasi skenario hari ini, swing low diharapkan bisa terjadi lebih dulu hingga mendekati zona hijau, dan kemudian rebound sebagai double bottom. Skenario bullish alternatif adalah jika penurunan/swing low tidak sentuh area yang diharapkan, tren lanjut naik dengan lanjut tembus 2932-2944 (area ungu) untuk lanjutkan kenaikan.
Sedangkan yang harus diwaspadai adalah jika kenaikan lebih dulu terjadi, tapi kemudian tertahan di zona ungu 293202944 atau mengalami rejection. Jika ini yang terjadi, maka kami mewaspadai potensi rejection tersebut kembali menekan harga hingga mendekati area hijau, atau bahkan bisa lebih rendah jika penyebab penurunan cukup kuat (misal data ekonomi atau safe haven benar-benar melemah karena perdamaian Rusia-Ukraina yang belum diantisipasi sepenuhnya).
Secara keseluruhan opsi buy masih lebih relevan daripada sell, Ketidakpastian geopolitik dan tarif Trump kemungkinan masih mendukung safe haven selain pembelian bank sentral yang masih kuat.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Opsi BUY on Dip
Entry: 2902.00 – 2904.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward :Â 2916.00 ($12 - $14)Â
(follow/pertahankan BUY jika tembus 2944.00,
Target terdekat 2950, terjauh 2960, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2896.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 2893.00)
Risk Reward: 1: 2Â
Opsi SELL jika Support ditembus
Entry : 2886.00 – 2888.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2874.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2894.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 2893)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!


| Suggest : BUY on Dip Area : 1.04800– 1.05000 Target : 1) 1.05600 2) 1.06200 SL : 1.04200 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.05400 Switch to SELL jika tembus 1.04000 Double Top gagal, cenderung Ascending Triangle |


| Suggest : BUY on Dip Area : 1.26100 – 1.26300 Target : 1) 1.26900 2) 1.27500 SL : 1.25500 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.26900 Switch to SELL jika tembus 1.25000 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 149.200 – 149.400 Target : 1) 148.600 2) 148.000 SL : 150.000 Alternatif : Switch to BUY jika tembus 151.000 Pertahankan/Follow SELL jika tembus 148.800 |



| Suggest : BUY on Dip Area : 2902.00– 2904.00 Target : 1) 2910.00 2) 2916.00 SL : 2896.00 (ideal 3-5 points di bawah 2893.00) Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2944 Switch to SELL jika tembus 2888 |




