Dollar rebound secara teknis pasca tekanan berturut-turut dalam 1 minggu terakhir. Namun rebound tidak diikuti oleh imbal hasil Treasury 10-tahun yang tetap ditutup turun. Ini menandakan rebound pada dolar yang relatif berpeluang terbatas atau bersifat sementara. Di sisi lain, juga menandakan pantulan dolar dikarenakan faktor safe haven dan kali ini bersama emas bergerak bersamaan di saat imbal hasil Treasury turun dan pasar ekuitas yang masih terbebani.
Secara fundamental, kabar perkembangan terbaru Rusia-Ukraina tidak berhasil mengangkat sentiment risiko. Pernyataan Trump tentang tarif yang tetap akan berjalan sesuai jadwal, terkait jadwal tarif untuk Meksiko dan Kanada di awal Maret, membuat pasar cenderung berhati-hati dan mulai dilanda kekhawatiran tentang kebijakan tarif. Safe haven kembali dilirik dan menguntungkan emas.
Trump mengatakan bahwa akhir perang bisa terjadi dalam beberapa minggu ke depan. Tidak jelas berapa lama, tapi Trump cukup yakin akan segera tercapai. Presiden Putin memberi komentar tentang kesepakatan logam tanah jarang antara AS-Ukraina bahwa itu bukan urusan Rusia. Tapi Putin menyatakan kesediaannya untuk bekerja sama dengan AS untuk masalah logam tanah jarang (rare earth) dan alumunium. Putin juga menawarkan proyek-proyek bersama dengan AS
Selanjutnya diskusi Rusia dengan AS akan fokus dengan hubungan bilateral, termasuk kemungkinan pemangkasan anggaran pertahanan. Putih juga menyarankan potensi proyek-proyek bersama dengan AS di Rusia dan kerjasama ekonomi yang lebih luas.

Austan Goolsbee mengatakan jika pemerintah berlakukan kebijakan menaikkan harga, maka secara hukum Fed harus memikirkannya. Selain itu juga muncul kekhawatiran dari para pemasok suku cadang mobil tentang tarif yang akan diberlakukan pada otomotif.
Goolsbee menegaskan kembali sebelum Fed turunkan suku bunga, Fed butuh kejelasan lebih lanjut untuk menentukan apa sikap yang harus dilakukan.
Consumer confidence di jam 22.00 WIB akan menjadi fokus data utama. Jika data dirilis lebih baik dari perkiraan, maka emas berpotensi turun. Sebaliknya jika data dirilis lebih lemah dari perkiraan, emas berpeluang naik.
Secara umum, kami tetap melihat 3 faktor yang kemungkinan masih mendukung kenaikan emas atau membatasi penurunan emas, seperti : minat/pembelian emas oleh bank sentral yang masih berlanjut, ketidakpastian ekonomi dan ketidakpastian geopolitik, sehingga penurunan diperkirakan akan relatif terbatas.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup bullish, dengan rekor baru tercatat di 2956.16, dan penutupan berada di 2952.24 lebih tinggi dibandingkan penutupan sehari sebelumnya 2935.96. Hal ini memberi indikasi kenaikan yang masih bisa berlanjut, dengan potensi target terdekat 2960, dan peluang menuju 3000 semakin terbuka.
Support area 2918-2924 akan tetap menjadi rujukan area koreksi yang rasional, selain support psikologis 2900. Sedangkan support terjauh diperkirakan ada di 2876.93 (low 14 Feb 2025) atau area ungu kisaran 2878-2806 sebagai acuan utama. Sementara kenaikan harus konfirm melewati 3 resistance kritis : 2942, 2954 dan 2960 dalam beberapa hari ke depan untuk membuka peluang berlanjut hingga tembus zona 3000-an. PCE minggu ini dan NFP minggu depan akan tetap menjadi penentunya.

Di H4, pergerakan masih sesuai dengan yang diharapkan, di mana penurunan di malam hari tertahan di 2931 dan akhirnya berbalik kembali naik ke zona 2950-an. Meski demikian PR utama masih belum terlewati, dan perlu konfirmasi lebih lanjut untuk bisa bergerak konsisten di atas 2945-2950 sehingga zona 2960 ataupun FE 61.8% di 2968 bisa dilewati.
Ascending Triangle kemungkinan tetap dominan selama harga tidak terjadi penurunan di bawah 2940. Jika berhasil, maka tantangan 2 resistance di atasnya (2954 dan 2960) lebih mudah dilewati. Sebaliknya jika terjadi penurunan di bawah 2940, maka perlu mewaspadai koreksi lebih lanjut yang kemungkinan melirik 2918-2924 atau 2891-2905.
Opsi sell bisa dipertimbangkan jika harga turun di bawah 2920. Tapi ruang/target cenderung terbatas sehingga kami lebih melihat peluang sell hanya jika terjadi penurunan di bawah zona orange atau di bawah 2891, untuk potensi penurunan ke zona 2877 ataupun zona ungu 2857-2877.
Meski demikian, baik area orange (2891-2905) maupun area ungu (2857-2877) merupakan area yang dicurigai sebagai zona demand yang cukup baik sehingga potensi penurunan lebih lanjut kemungkinan relatif terbatas. Opsi utama tetap di jalur kenaikan sehingga buy relatif lebih aman daripada sell untuk saat ini.
Beberapa fundamental yang mendasari bullish emas : pembelian emas oleh bank sentral yang masih berlanjut, kekhawatiran tarif Trump dan juga ketidakpastian geopolitik (bukan hanya perang di Timur Tengah, melainkan juga potensi perang dagang akibat tarif Trump), diperkirakan masih mendukung status emas sebagai safe haven sehingga penurunan diperkirakan masih relatif terbatas.

Per jam 09.10 WIB, harga berada di 2949.25, dengan high di 2953.71 dan low 2945.22. Fibonacci Retracement (FR) ditarik dari bottom 2891.94 (FR 100%) ke puncak 2954.42 (FR 0%), masih menggunakan zona yang sama selama FR 61.8% tidak ditembus. Kenaikan memang sempat sentuh 2956, tapi harga tetap ditutup di bawah FR 0% 2954 sehingga dianggap belum valid tembus FR 0%.
Ekspektasi skenario saat ini penurunan diharapkan tertahan di zona ungu kisaran 2930-2940, yang merupakan area koreksi tadi malam sebelum akhirnya rebound ke zona 2950an. Dengan anggapan bahwa zona tersebut tetap efektif, maka buy bisa dipertimbangkan di zona tersebut.
Selanjutnya, strong bullish akan ditentukan dari keberhasilan penembusan FR 0% 2954. Jika konfirm tembus, maka uptrend berlanjut dengan proyeksi target berikutnya FE 61.8% 2962.90, atau terjauh 2986.86, semakin mendekat ke zona 3000-an.
Sebaliknya, penurunan di bawah 2915 berpotensi memicu koreksi lebih lanjut, dan tekanan diperkirakan berpotensi melirik zona hijau kisaran 2891-2889. Meski terbuka untuk SELL, tapi karena fundamental yang masih mendukung bullish, maka kami lebih menyarankan tunggu area hijau tersebut sebagai zona buy yang relatif lebih rendah risiko. Stop loss sebaiknya di bawah trendline 2889. Dan hanya penembusan di bawah 2889 tersebut yang berpotensi memicu penurunan lebih lanjut, ke kisaran 2857-2877.
Secara keseluruhan opsi buy masih lebih relevan daripada sell, Ketidakpastian geopolitik dan tarif Trump kemungkinan mendukung safe haven selain pembelian bank sentral yang masih kuat.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Opsi BUY on Dip
Entry: 2932.00 – 2934.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward :Â 2946.00 ($12 - $14)Â
(follow/pertahankan BUY jika tembus 2956.00,
Target terdekat 2962, terjauh 2978, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2926.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 2925.00)
Risk Reward: 1: 2Â
Opsi SELL jika Support ditembus
Entry : 2913.00 – 2915.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2901.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2921.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 2918)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!
[sseopress_breadcrumbs]
Dolar bergerak menguat setelah sempat terkoreksi seiring dengan penguatan mata uang lainnya dengan agenda kenaikan tarif impor AS yang baru. Presiden Trump mengumumkan hampir menutup kesepakatan mineral dengan Ukraina dengan bekerjasama dengan Presiden Prancis - Emmanuel Macron sekaligus mengakhiri perang Ukraina, meski masih belum tercapai negosiasi perdamaian. Meskipun agenda semua kenaikan tarif tersebut akan dijalankan pada awal April mendatang. Sementara penundaan agenda kenaikan tarif impor mulai mereda seiring dengan kemungkinan adanya perubahan persentase kenaikan seiring dengan kemungkinan tercapainya kesepakatan antara AS dengan mitra dagangnya. Dengan waktu yang tersisa hingga April mendatang, masih memungkinkan bagi mitra AS untuk melakukan negosiasi ulang seperti yang dilakukan oleh Kanada dan Mexico yang dikenakan tambahan kenaikan tarif impor sebanyak 25%. Baik pemerintah Kanada maupun Mexico semakin intensif melakukan negosiasi guna menghindarkan tambahan kenaikan tarif impor sebanyak 25% tersebut. Karena tambahan kenaikan tarif impor ini akan mengikis pendapatan nasional secara signifikan. Gubernur Bank Sentral Kanada (BOC) - Tiff Macklem hari Jumat lalu mengatakan kenaikan tarif impor AS tersebut akan menghapus pertumbuhan ekonomi di tahun 2025 hingga tahun 2026 mendatang dan menyebabkan kenaikan tajam inflasi di Kanada. Dengan kekhawatiran yang sama membuat mitra dagang AS lainnya juga akan terus melobi pemerintah AS yang baru agar terhindar dari kenaikan tarif tersebut. Data ekonomi di AS terbaru juga tidak terlalu baik dengan data Retail Sales yang dirilis beberapa pekan sebelumnya menunjukkan turunnya daya beli rakyat AS. Data aktifitas bisnis yang secara komposit yaitu data PMI mengalami penurunan dari 52.9 menjadi 50.4 yang cukup jauh dari perkiraan hanya turun ke 52.7. Ini merupakan penurunan terendah dalam 17 bulan terakhir atau sejak September 2023 yang lalu. Begitu pula dengan data kepercayaan konsumen dari survey University of Michigan yang cenderung menurun. Sementara indikasi inflasi dari survey yang sama menunjukkan kecenderungan yang meningkat menjadi 3.5% dalam 5 tahun yang akan datang yang juga merupakan level tertinggi sejak 1995 yang lalu. Dan juga rencana pemerintahan Presiden Trump untuk mengurangi pegawai federal mejadi sentimen negatif buat mata uang dolar. Indikator inflasi dari sisi personal (Personal Consumption Expenditure) yang akan menjadi pedoman pengambilan keputusan Fed baru akan dirilis di penghujung pekan ini dengan sebelumnya akan dirilis data pertumbuhan ekonomi GDP akan menjadi fokus pasar sebelum masuk data di sektor tenaga kerja di pekan depan. Setelah kemarin absen data ekonomi, hari ini akan dirilis data Kepercayaan Konsumen dari CBI.
Yen bergerak melemah setelah sempat turun hingga di bawah level 150 seiring dengan liburnya di Jepang merayakan hari kelahiran Kaisar. Meskipun prospek kenaikan suku bunga acuan di Jepang masih akan naik seiring dengan data inflasi CPI di Jepang terus naik meroket menjadi 4.0% lebih tinggi dari perkiraan hanya naik 3.7% dari periode sebelumnya 3.6%. Dan data Core CPI juga naik dari 3.0% menjadi 3.2% sesuai perkiraan. Gubernur BOJ – Kazuo Ueda mengatakan BOJ memungkinkan untuk terus menaikkan suku bunga acuan dalam jangka panjang dengan antisipasi dengan meningkatkan pembelian obligasi negara.
Euro mulai terkoreksi terhadap dolar setelah sebelumnya sempat menguat tajam hingga level tertinggi dalam 1 bulan terakhir seiring dengan hasil pemilu di Jerman yang disambut positif oleh pasar. Partai Konservatif CDU/CSU memenangkan pemilu di hari Minggu 2 hari lalu sesuai dengan harapan pasar. CDU/CSU memenangkan mayoritas dengan mendapatkan 28.7% suara dan mengalahkan partai sayap kiri AfD yang hanya mendapat 19.8% suara dan Friedrich Merz akan dilantik menjadi Kanselir Jerman berikutnya. Keberhasilan partai CDU/CSU yang semula diharapkan memberikan kemudahan untuk berkoalisi dengan partai lainnya dengan visi dan misi yang sejalan dan memungkinkan untuk membentuk koalisi yang besar. Namun sepertinya dalam prakteknya mengalami kesulitan dengan tantangan yang dihadapi meskipun kebijakan fiskal diharapkan akan lebih mudah untuk mendapatkan persetujuan dari parlemen. Bahkan kemungkinan akan memudahkan pemilihan pemimpin Uni Eropa yang akan mengadakan pertemuan tingkat tinggi pada 6 Maret mendatang. Dan pasar menunggu kebijakan fiskal terutama pembatalan pembatasan hutang yang membuat defisit dengan anggaran nasional yang hanya mencapai 1/3 dari output nasional. Data ekonomi yang dirilis berupa iklim bisnis masih cenderung stagnan 85.2 sama seperti periode sebelumnya. Begitu pula dengan data inflasi CPI year-on-year masih sama 2.5% dan data Core CPI juga sama 2.7% sesuai perkiraan sama seperti periode sebelumnya. Hari ini akan dirilis data GDP untuk Uni Eropa secara keseluruhan.
Poundsterling juga mulai terkoreksi terhadap dolar meskipun optimisme kemungkinan akan terhindar dari kenaikan tarif AS. Perdana Menteri - Keir Starmer berencana berkunjung ke AS dan bertemu dengan Presiden Trump untuk berunding perihal tersebut. Selain itu bersama dengan Presiden Prancis - Macron untuk menolak semua permintaan Presiden Rusia untuk mencapai perdamaian di Ukraina. Meski berharap untuk terus terlibat dalam diskusi militer dan perundingan damai di Ukraina. Fundamental ekonomi juga masih variatif dengan data terbaru dengan data Retail Sales yang naik tajam sedangkan data aktifitas ekonomi cenderung menurun. Pejabat Bank Sentral Inggris (BOE) - Swati Dhingra semalam mengatakan pejabat BOE masih terbagi dalam proyeksi suku bunga acuan yang akan datang. Hari ini akan dirilis data Realized Sales dan data indeks harga perumahan. Pakar ahli ekonomi BOE juga akan dijadwalkan akan memberikan pidato malam ini.
Cek informasi lainnya di kanal resmi Agrodana Futures
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial


| Suggest : SELL on Rally Area : 1.04900– 1.05100 Target : 1) 1.04300 2) 1.03700 SL : 1.05700 Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.04400 Switch to BUY jika tembus 1.05700 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 1.26400 – 1.26600 Target : 1) 1.25800 2) 1.25200 SL : 1.27200 Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.25700 Switch to BUY jika tembus 1.27200 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 150.600 – 150.800 Target : 1) 150.000 2) 149.400 SL : 151.400 Alternatif : Switch to BUY jika tembus 151.500 Pertahankan/Follow SELL jika tembus 149.800 |



| Suggest : BUY on Dip Area : 2932.00– 2934.00 Target : 1) 2940.00 2) 2946.00 SL : 2926.00 (ideal 3-5 points di bawah 2925.00) Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2954 Switch to SELL jika tembus 2915 |

Kekhawatiran kembali melanda pasar ekuitas. Kekhawatiran tentang pemotongan pajak AS dan juga kebijakan tarif Trump membuat pasar mengkhawatirkan kembali masalah inflasi. Puncaknya ditunjukkan dengan ekspektasi inflasi 5 tahun survei dari Universitas Michigan yang ternyata naik dari 3.2% menjadi 3.5%, level tertinggi selama 30 tahun. Praktis emas menjadi safe haven dari kekhawatiran inflasi tersebut. Flight to safety kali ini tidak berpihak pada dolar sehingga emas dengan leluasa naik.
Sementara pembicaraan dengan Ukraina masih berlanjut. Dan beberapa laporan mengindikasikan sepertinya perang akan segera berakhir.
Ada beberapa laporan yang menulis tentang perkembangan terbaru dari Ukraina dan Rusia. Reuters melaporkan bahwa Rusia kemungkinan setuju untuk menggunakan sebagian dari $300 miliar aset-aset negara yang dibekukan di Eropa untuk rekonstruksi di Ukraina. Tapi juga bersikeras bahwa sebagian dari uang tersebut dibelanjakan di 1/5 bagian dari negara yang dikendalikan oleh Rusia.
Dalam laporan terpisah, Axios menyebut bahwa para pejabat AS dan Ukraina terus bernegosiasi untuk mencapai kesepakatan tentang mineral langka yang ada di Ukraina sebagai bagian pertukaran atas semua bantuan yang dikerahkan AS untuk Ukraina. Tapi laporan tidak menyebut tentang ketentuan-ketentuan dari kesepakatan tersebut.
Terlepas dari upaya Trump untuk mendamaikan Rusia-Ukraina yang sampai saat ini masih berproses, Trump mendapat kabar gembira bahwa Kurdistan di Irak mencapai kesepakatan dengan Irak untuk melanjutkan ekspor minyak setelah sempat terhenti selama 2 tahun. Tahap pertama ekspor 185K barel per hari, dikirim via Pelabuhan Ceyhan di Turki. Hal itu akan diputuskan dalam 24 jam ke depan. Trump menginginkan harga minyak turun sehingga inflasi ditekan dan suku bunga segera turun lebih rendah.
Dengan turunnya harga minyak maka sebagian tujuan yang diinginkan Trump bisa dianggap tercapai meskipun Rusia-Ukraina belum menemukan kepastian damai. Dengan minyak yang turun, maka ada kemungkinan suku bunga jangka panjang bisa ditekan sehingga emas relatif mendapatkan dukungan untuk dorongan naik di lingkungan suku bunga rendah yang kondusif.

Hal lain yang membuat emas berhasil rebound di hari Jumat adalah penurunan di pasar ekuitas yang cukup cepat. Hal ini dikarenakan beberapa kekhawatiran terkait pemotongan pajak di AS, kebijakan tarif Trump dan beberapa hal lainnya. Emas relatif diuntungkan dalam kondisi tersebut sebagai safe haven.
Tidak ada data ekonomi dari AS malam nanti sehingga perkembangan geopolitik, harga minyak dan kondisi pasar ekuitas bisa menjadi petunjuk Sementara data ekonomi akan tertuju pada GDP dan inflasi PCE yang akan dirilis di hari Kamis dan Jumat.
Secara umum, kami tetap melihat 3 faktor yang kemungkinan masih mendukung kenaikan emas atau membatasi penurunan emas, seperti : minat/pembelian emas oleh bank sentral yang masih berlanjut, ketidakpastian ekonomi dan ketidakpastian geopolitik, sehingga penurunan diperkirakan akan relatif terbatas.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup doji untuk ketiga kalinya secara berturut-turut, mengindikasikan pasar yang masih wait and see untuk pijakan berikutnya. Secara teknis, seharusnya kita sudah melihat koreksi tersebut sejak minggu lalu, tapi kondisi fundamental yang tidak mendukung membuat penurunan relatif singkat dan terbatas sehingga peluang bullish diperkirakan masih akan lebih kuat dibanding koreksi turun yang diharapkan.
Support terdekat berada di area 2918-2924 akan kembali menjadi rujukan area koreksi yang rasional, selanjutnya support psikologis 2900. Sedangkan support terjauh diperkirakan ada di 2876.93 (low 14 Feb 2025) atau area ungu kisaran 2878-2806 sebagai acuan. Sebaliknya kenaikan harus melewati 3 resistance kritis : 2942, 2954 dan 2960 dalam beberapa hari ke depan untuk membuka peluang berlanjut hingga tembus zona 3000-an. Tapi PCE minggu ini dan NFP minggu depan akan menjadi penentunya.

Di H4, pergerakan relatif sama seperti 2-3 hari sebelumnya. Dan pagi ini harga sempat turun ke 2921, menekan trendline support yang ada, tapi sejauh ini berhasil rebound kembali ke zona 2938-2939. Namun pantulan ini belum dianggap menyelamatkan emas dari tekanan turun jangka pendek mengingat harga masih berada di trendline tersebut. Jika next candle dalam 4-8 jam ke depan tetap bertahan di atas trendline 2929, dan resistance 2942 ditembus, maka strong bullish akan lebih dominan dengan proyeksi 2954 dan 2968 yang akan menjadi target berikutnya.
Jika dalam 4-8 jam ke depan (2 candle H4) gagal tembus 2954, maka waspada penurunan yang bisa menekan kembali harga di bawah 2930. Jika ini terjadi, maka skema buy bisa dipertimbangkan di zona orange, kisaran 2891-2905. Atau area yang lebih dekat dengan trendline support berikutnya 2877.
Namun, opsi sell jangka pendek bisa juga dilakukan jika harga tembus 2890. Dan target maksimal zona ungu (2857-2877) menjadi rujukan. Artinya, meskipun sempat melakukan sell saat tembus 2890, Anda hanya memiliki peluang maksimal zona ungu karena diperkirakan demand lebih kuat akan muncul di zona tersebut dan mendorong harga kembali naik.
Sebaliknya, Anda bisa saja melakukan SELL di zona 2950-2954, tapi mengingat tren utama yang masih bullish, maka area ini akan terlalu riskan.
Beberapa fundamental yang mendasari bullish emas : pembelian emas oleh bank sentral yang masih berlanjut, kekhawatiran tarif Trump dan juga ketidakpastian geopolitik (bukan hanya perang di Timur Tengah, melainkan juga potensi perang dagang akibat tarif Trump), diperkirakan masih mendukung status emas sebagai safe haven sehingga penurunan diperkirakan masih relatif terbatas.

Per jam 10.00 WIB, harga berada di 2940.70, dengan high di 2943.33 dan low 2921.26. Fibonacci Retracement (FR) ditarik dari bottom 2891.94 (FR 100%) ke puncak 2954.42 (FR 0%), masih menggunakan zona yang sama dengan hari Jumat. Kenaikan yang tertahan di 2942 di hari Jumat, diikuti penurunan yang juga masih bertahan di zona orange 2918-2926 pagi ini di sesi Asia, membuat peluang kenaikan yang tetap berpotensi berlanjut.
Kenaikan semakin terbuka jika menganggap area kanan yang membentuk bottom di zona orange tersebut dianggap sebagai double bottom. Jika ini yang terjadi, maka neckline 2942 seharusnya menjadi penentunya. Dan saat tembus neckline, maka double bottom terkonfirmasi, dan target 2954 cukup potensial dicapai.
Selanjutnya, strong bullish akan ditentukan dari keberhasilan penembusan FR 0% 2954. Jika konfirm tembus, maka uptren berlanjut dengan proyeksi target berikutnya FE 61.8% 2962.90, atau terjauh 2986.86, semakin mendekat ke zona 3000-an.
Sebaliknya, penurunan di bawah 2915 berpotensi memicu koreksi lebih lanjut, dan tekanan diperkirakan berpotensi melirik zona hijau kisaran 2891-289. Meski terbuka untuk SELL, tapi karena fundamental yang masih mendukung bullish, maka kami lebih menyarankan tunggu area hijau tersebut sebagai zona buy yang relatif lebih rendah risiko. Stop loss sebaiknya di bawah trendline 2889. Dan hanya penembusan di bawah 2889 tersebut yang berpotensi memicu penurunan lebih lanjut, ke kisaran 2857-2877.
Secara keseluruhan opsi buy kemungkinan masih lebih relevan daripada sell, Ketidakpastian geopolitik dan tarif Trump kemungkinan mendukung safe haven selain pembelian bank sentral yang masih kuat.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:Â
Opsi BUY on Dip
Entry: 2900.00 – 2902.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward :Â 2914.00 ($12 - $14)Â
(follow/pertahankan BUY jika tembus 2942.00,
Target terdekat 2948, terjauh 2960, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2894.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 2891.00)
Risk Reward: 1: 2Â
Opsi SELL jika Support ditembus
Entry : 2886.00 – 2888.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2874.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 294.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 2894)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!


| Suggest : BUY on Dip Area : 1.04600– 1.04800 Target : 1) 1.05400 2) 1.06000 SL : 1.04000 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.05200 Switch to SELL jika tembus 1.03800 |


| Suggest : BUY on Dip Area : 1.26000 – 1.26200 Target : 1) 1.26800 2) 1.27400 SL : 1.25400 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.27000 Switch to SELL jika tembus 1.25300 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 149.700 – 149.900 Target : 1) 149.100 2) 148.500 SL : 150.500 Alternatif : Switch to BUY jika tembus 150.800 Pertahankan/Follow SELL jika tembus 148.800 |



| Suggest : BUY on Dip Area : 2900.00– 2902.00 Target : 1) 2908.00 2) 2914.00 SL : 2894.00 (ideal 3-5 points di bawah 2891.00) Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2942 Switch to SELL jika tembus 2888 |

Dolar berlanjut menguat terhadap mata uang lainnya, kecuali terhadap Yen seiring dengan permintaan akan aset safe haven yang masih tinggi di tengah ketidakpastian kenaikan tarif impor AS dan potensi perdamaian di Ukraina. Meskipun data fundamental ekonomi justru tidak mendukung kenaikan tersebut. Data PMI mulai mengalami perubahan arah dimana sektor manufaktur terus meningkat menjadi 51.6 yang lebih baik dari perkiraan 51.3 dan data periode sebelumnya juga direvisi membaik dari 50.1 menjadi 51.2. Sementara data PMI di sektor jasa memburuk turun di bawah ambang ekspansif 50 dengan hanya 49.7 yang jauh lebih buruk dari perkiraan naik 53.0 meskipun data periode sebelumnya juga direvisi sedikit membaik dari 52.8 menjadi 52.9. Sehingga secara komposit data PMI mengalami penurunan dari 52.9 menjadi 50.4 yang cukup jauh dari perkiraan hanya turun 52.7. Ini merupakan penurunan terendah dalam 17 bulan terakhir atau sejak September 2023 yang lalu. Dengan sektor jasa yang memberi porsi lebih besar kontribusi dalam pertumbuhan ekonomi. Kondisi ini membuat kekhawatiran akan perlambatan ekonomi dengan potensi inflasi yang terus naik akan semakin mempersulit langkah moneter yang akan diambil oleh Fed nantinya. Data lain dari University of Michigan menunjukkan inflasi cenderung stagnan, namun masih tinggi 4.3% sama seperti periode sebelumnya dan Sentimen Konsumen juga menurun menjadi 64.7 yang lebih jelek dari perkiraan 67.8 sama seperti periode sebelumnya. Ini juga merupakan angka terendah dalam 15 bulan terakhir. Fokus pasar akan tertuju pada data inflasi dari sisi personal yang akan dirilis pekan ini yaitu Personal Consumption Expenditure (PCE) yang menjadi pedoman bagi Fed untuk memutuskan kebijakan moneternya. Sejumlah pejabat Fed termasuk Gubernur Fed – Adriana Kugler dan Gubernur Fed Atlanta – Raphael Bostic masih cukup optimis inflasi masih bisa turun, meski mungkin butuh waktu lebih lama dan masih memungkinkan bagi Fed untuk memangkas suku bunga acuan nantinya. Sementara itu dari agenda ekonomi Presiden Trump setelah merancang sejumlah kenaikan tarif impor yang masih akan terus dijalankan. Trump juga mencanangkan untuk memangkas sebanyak 2.3 juta pegawai federal dengan harapan akan menghemat anggaran. Meskipun belum dipastikan kapan rencana tersebut akan dijalankan. Pekan ini akan dirilis data Kepercayaan Konsumen, data pertumbuhan ekonomi GDP, data Durable Goods Order dan data PCE di penghujung pekan nanti.
Yen juga menguat hingga di bawah level 150 terhadap dolar dan juga menguat terhadap mata uang lainnya. Data inflasi CPI di Jepang terus naik meroket menjadi 4.0% lebih tinggi dari perkiraan hanya naik 3.7% dari periode sebelumnya 3.6%. Dan data Core CPI juga naik dari 3.0% menjadi 3.2% sesuai perkiraan. Dengan inflasi yang terus naik menjauh dari target 2% sangat memungkin untuk Bank Sentral Jepang (BOJ) untuk kembali menaikkan suku bunga acuannya. Gubernur BOJ – Kazuo Ueda mengatakan masih memungkinkan untuk terus menaikkan suku bunga acuan dalam jangka panjang dengan antisipasi meningkatkan pembelian obligasi pemerintah Jepang. Sebelumnya pejabat BOJ – Hajime Takata mengatakan BOJ perlu segera menaikkan suku bunga acuannya guna mengantisipasi kenaikan inflasi. Optimisme akan kenaikan suku bunga acuan di Jepang ini yang membuat mata uang Yen menguat selain karena permitaan akan aset safe haven yang meningkat. Meskipun kemungkinan kenaikan suku bunga acuan baru akan dilakukan paling cepat di bulan Mei dan paling lambat di bulan September mendatang. Hari ini di Jepang libur merayakan ulang tahun kaisar.
Euro sempat melemah seiring dengan data PMI yang menurun di Prancis dan hanya naik sedikit di Jerman. Dan kembali menguat seiring dengan pemilu di Jerman dimana partai konservatif CDU/CSU memenangkan mayoritas 28.7% mengalahkan partai sayap kiri AfD yang hanya mendapat 19.8%. Keberhasilan partai CDU/CSU memberikan kemudahan untuk berkoalisi dengan partai lainnya dengan visi dan misi yang sejalan dan memungkinkan untuk membentuk koalisi yang besar. Dan pasar menunggu kebijakan fiskal yang baru dari koalisi partai yang berkuasa nanti. Salah satunya pembatasan hutang yang membuat defisit dengan anggaran nasional yang hanya mencapai 1/3 dari output nasinal. Optimisme ini menjadi sentimen positif untuk mata uang Euro. Hari ini akan dirilis data inflasi CPI untuk Uni Eropa secara keseluruhan yang akan disusul dengan data pertumbuhan ekonomi GDP pada esok hari dan data lainnya termasuk nota pertemuan moneter Bank Sentral Eropa (ECB) di akhir bulan lalu.
Poundsterling masih cenderung melemah terhadap dolar, meski sempat menguat pasca rilis data Retail Sales yang naik tajam menjadi 1.7% jauh lebih baik dari perkiraan hanya naik 0.4% meskipun data periode sebelumnya direvisi menurun dari -0.3% menjadi -0.6%. Namun data berikutnya yaitu data aktifitas bisnis PMI di sektor manufaktur mengalami penurunan semakin menjauh dari zona ekspansif dan di sektor jasa yang hanya naik sedikit dari periode sebelumnya membuat reaksi pasar menjadi negatif. Terlebih dengan komponen tenaga kerja dari data ini menunjukkan terjadinya pengurangan yang cukup signifikan. Pekan ini tidak banyak data akan dirilis di Inggris, namun sejumlah pejabat Bank Sentral Inggris (BOE) dijadwalkan akan memberikan pidato yang diharapkan akan memberikan sinyal langkah moneter yang akan diambil oleh BOE di kemudian hari.
Temukan informasi lainnya di kanal resmi Agrodana Futures:



