Klaim pengangguran mingguan AS naik dari 214K menjadi 219K, lebih tinggi dari ekspektasi 215K. Sedangkan data indeks manufaktur dari Philadelphia Fed juga turun dari 44.3 menjadi 18.1, lebih rendah dari ekspektasi 19.4. Dolar melemah sehingga memudahkan emas untuk berada di jalur kenaikannya.
Di sisi lain, kekhawatiran dampak tarif Trump, PHK besar-besaran di pemerintahan Federal AS, dan juga kekhawatiran pertumbuhan AS membebani dolar yang turun bersama imbal hasil Treasury 10-tahun. Emas menjadi pilihan saat terjadi ketidakpastian.
Para pejabat Fed silih berganti memberikan pernyataan. Musalem mengatakan kebijakan Fed yang tidak terlalu ketat diperlukan untuk mencapai target inflasi 2% meskipun butuh waktu untuk itu. Di sisi lain, Musalem menyoroti ketidakpastian yang ada, tapi menilai pertumbuhan ekonomi yang tetap tangguh dan kembali menegaskan tentang perlunya keyakinan proses disinflasi sebelum mempertimbangkan penurunan suku bunga.
Raphael Bostic memperkirakan inflasi akan tetap turun menuju 2% meskipun ada ketidakpastian dan volatilitas dalam data. Pasar tenaga kerja sedang melemah tapi tetap stabil. Bostic masih cukup yakin dengan 2 kali penurunan suku bunga sambil memperingatkan outlook bisa saja berubah. Bostic menyampaikan bahwa bisnis saat ini khawatir terhadap dampak dari deregulasi, tarif dan imigrasi. Bahkan informasinya beberapa Perusahaan kemungkinan akan membebankan pajak impor kepada konsumen.
Austan Goolsbee menyoroti inflasi PCE. Menurutnya PCE akan lebih rendah daripada CPI sehingga lebih menunjukkan prospek yang stabil. Sedangkan lapangan kerja masih stabil dan kondisi kredit ketat, tapi mengingatkan untuk berhati-hati terhadap guncangan pasokan, terutama dampak dari tarif.
Sedangkan Kugler lebih menyoroti masalah PHK massal di pemerintahan Federal. Kugler mengatakan Fed memperhatikan secara rinci kasus PHK yang terjadi di semua sektor karena menjadi bagian dari mandat ganda Fed (pekerjaan dan inflasi).
Secara umum, semua pejabat Fed setuju bahwa Fed perlu menunggu beberapa lama untuk memastikan inflasi tetap dalam proses penurunan, dan yakin akan menuju 2% meskipun laju disinflasi cenderung melambat, dan bahka volatile. Jika inflasi turun lebih cepat, atau pasar tenaga kerja melemah lebih cepat dari yang diperkirakan, maka Fed bisa pertimbangkan untuk lanjutkan pemangkasan suku bunga.

Kebijakan tarif Trump kemungkinan tetap menjadi kekhawatiran utama pasar saat ini. Pasar khawatir dengan potensi perang dagang yang bisa terjadi dan berdampak pada gangguan pasokan sehingga mendorong inflasi. Menteri Perdagangan AS mengatakan dampak tarif tidak akan memicu inflasi serius. Namun pasar tetap mengkhawatirkan kondisi tersebut. Para pejabat Fed sedang menunggu dan mengamati seberapa besar dampak tarif dan imigrasi terhadap ekonomi.
Dari geopolitik, Rusia-Ukraina nampaknya masih dalam proses dan belum diketahui kapan akan terjadi pertemuan kembali. Namun Presiden Ukraina mengatakan masih ada harapan yang baik setelah bertemu dengan Kellogg sebagai perwakilan AS yang datang ke Ukraina. Pasar masih menantikan realisasi dari kesepakatan damai Rusia-Ukraina, terutama setelah Presiden Trump menilai Zelensky sebagai diktator. Hal ini dipicu oleh kondisi 2024 yang seharusnya Ukraina melakukan pemilu, tapi pemerintahan Zelensky menundanya sehingga Trump menganggap hal tersebut sebagai diktator dan tidak mewakili keinginan mayoritas warga Ukraina. Dinamika geopolitik yang tidak menentu masih menopang emas.
Data ekonomi AS malam nanti akan fokus dengan PMI services dan manufacture di jam 21.45 WIB dan existing home sales di jam 22.00 WIB yang dirilis bersamaan dengan Michigan consumer sentiment.
Data yang lebih baik dari ekspektasi akan membuat emas terkoreksi, meskipun terbatas. Sebaliknya data yang lebih lemah dari ekspektasi akan memudahkan emas lanjutkan kenaikan.
Secara umum, kami tetap melihat 3 faktor yang kemungkinan masih mendukung kenaikan emas atau membatasi penurunan emas, seperti : minat/pembelian emas oleh bank sentral yang masih berlanjut, ketidakpastian ekonomi dan ketidakpastian geopolitik, sehingga penurunan diperkirakan akan relatif terbatas.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup bullish, bertahap cetak rekor baru dalam 2 hari terakhir, dan tercatat saat ini 2954 menjadi all time high baru untuk sementara waktu. Secara umum, kenaikan masih cukup terbuka. Pola pergerakan di periode 10-13 Jan 2025 terulang di periode yang saat ini terjadi sehingga bullish diperkirakan masih cukup kuat.
Potensi resistance berikutnya yang terdekat adalah 2960-2968, sementara terjauh semakin mendekati 3000-an. Sedangkan support terdekat berada di area 2918-2924 (low di 2 hari terakhir secara berturut-turut) dan juga support psikologis 2900. Support terjauh diperkirakan ada di 2876.93 (low 14 Feb 2025) yang bisa saja dicapai jika harga berbalik turun dan tembus 2900.

Di H4, skenario penurunan masih sesuai dengan ekspektasi kami di mana area terendah tertahan di 2924, tepat di zona yang dianggap ideal untuk buy kemarin. Hal tersebut juga berpotensi terulang hari ini, di mana sesi Asia sudah sempat terjadi swing low sampai 2926, cukup dekat dengan zona support 2918-2924 yang kami harapkan (area low 2 hari berturut-turut), dan kemudian rebound ke 2940.
Ekspektasi skenario relatif sama. Secara keseluruhan selama tidak terjadi penurunan di bawah 2900, maka area hijau (2923-2937) maupun orange (2907-2915) adalah zona yang menurut kami cukup baik sebagai opsi buy, dan penembusan di atas 2954 menjadi harapan utama untuk ciptakan rekor baru dan juga lanjutkan kenaikan berikutnya, proyeksi FE 61.8% 2968 akan menjadi potensi target berikutnya.
Secara keseluruhan, minimal dibutuhkan penutupan di atas 2940 untuk membuatnya semakin kuat dalam jalur kenaikan berikutnya.
Sebaliknya, opsi sell tetap hanya disarankan jika harga turun di bawah 2900. Selama tidak terjadi penurunan di bawah 2900, maka kenaikan tetap dominan. Jika 2900 tembus, diperkirakan area 2889-2891 sebagai area target yang terdekat, dan terjauh ke kisaran 2877 ataupun zona ungu kisaran 2857-2877 (area yang diperkirakan sebagai demand yang lebih kuat).
Anda bisa ubah strategi menjadi sell hanya jika terjadi penembusan di bawah 2900, tapi dengan catatan waspada jika penurunan sudah mulai dekati zona ungu mengingat faktor ketidakpastian yang masih membayangi dan mendukung kenaikan emas.
Beberapa fundamental yang mendasari bullish emas : pembelian emas oleh bank sentral yang masih berlanjut, kekhawatiran tarif Trump dan juga ketidakpastian geopolitik (bukan hanya perang di Timur Tengah, melainkan juga potensi perang dagang akibat tarif Trump), diperkirakan masih mendukung status emas sebagai safe haven sehingga penurunan diperkirakan masih relatif terbatas.

Per jam 10.00 WIB, harga berada di 2939.40, dengan high di 2949.71 dan low 2926.41. Fibonacci Retracement (FR) ditarik dari bottom 2891.94 (FR 100%) ke puncak 2954.42 (FR 0%). Penurunan tadi malam dan pagi ini di sesi Asia tertahan di zona orange (2918-2926), cukup dekat dengan FR 50% 2919.40. Kembali menunjukkan peluang naik masih cukup kuat, dan koreksi turun yang terbatas. Dengan kata lain minim kemungkinan untuk turun dibawah 2918 (low 19 Feb 2025).
Bullish harus memastikan kenaikan di atas FR 0% 2954, dan diharapkan candle tetap bertahan di atas FR 0% untuk mengkonfirmasi jalur kenaikan yang lebih kuat. Jika konfirm tembus, maka proyeksi kenaikan berikutnya FE 61.8% ada di 2962.90, atau terjauh FE 100% 2986.86.
Zona 2918-2926 menjadi area buy yang cukup baik, relatif lebih rendah risiko, dengan stop loss sebaiknya ditempatkan di bawah 2915 (FR 61.8%).
Sebaliknya, penurunan di bawah 2915 akan memicu penurunan lebih lanjut, tapi pemicu reversal bearish jangka pendek kemungkinan hanya terjadi jika turun di bawah 2900-2903. Anda bisa switch strategi menjadi SELL jika tembus 2900-2903 dengan potensi target 2891 atau terjauh 2880-2885. Setelah itu waspada, karena demand bisa kembali mendorong harga untuk naik.
Secara keseluruhan opsi buy kemungkinan masih lebih relevan daripada sell, Ketidakpastian geopolitik dan tarif Trump kemungkinan mendukung safe haven selain pembelian bank sentral yang masih kuat.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:Â
Opsi BUY on Dip
Entry: 2918.00 – 2920.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward :Â 2932.00 ($12 - $14)Â
(follow/pertahankan BUY jika tembus 2954.00,
Target terdekat 2960, terjauh 2972, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2912.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 2912.00)
Risk Reward: 1: 2Â
Opsi SELL jika Support ditembus
Entry : 2897.00 – 2899.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2885.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2905.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 2905)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!


| Suggest : SELL on Rally Area : 1.05000– 1.05200 Target : 1) 1.04400 2) 1.03800 SL : 1.05800 Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.04000 (double top konfirm) Switch to BUY jika tembus 1.05800 |


Suggest : BUY on Dip Area : 1.25800 – 1.26000 Target : 1) 1.26600 2) 1.27200 SL : 1.25200 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.27200 Switch to SELL jika tembus 1.25300 atau gagal tembus 1.27200 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 150.600 – 150.800 Target : 1) 150.000 2) 149.400 SL : 151.400 Alternatif : Switch to BUY jika tembus 152.000 Pertahankan/Follow SELL jika tembus 149.600 |



| Suggest : BUY on Dip Area : 2918.00– 2920.00 Target : 1) 2926.00 2) 2932.00 SL : 2912.00 (ideal 3-5 points di bawah 2912.00) Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2954 Switch to SELL jika tembus 2900 |

Dolar melemah terhadap mata uang lainnya seiring dengan agenda kenaikan tarif impor dari Presiden Trump yang tidak serta merta langsung efektif berjalan, namun masih memberi ruang untuk negosiasi sebelum mulai diberlakukan pada 2 April mendatang. Dalam wawancara sehari sebelumnya, Trump berencana akan menaikkan tarif impor produk kendaraan bermotor, semikonduktor dan juga produk farmasi. Dengan kenaikan setidaknya sebanyak 25% atau lebih, selain itu Trump juga masih menargetkan produk lain yaitu kayu mentah dan produk perhutanan lainnya, namun belum menentukan presentasenya. Namun seperti yang sudah dijalankan, kenaikan tarif impor ini lebih merupakan alat bagi pemerintahan Presiden Trump untuk melakukan negosiasi agar AS mendapatkan keuntungan untuk mengurangi defisit neraca perdagangan. Sehingga diharapkan akan dapat menghemat anggaran belanja yang akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur nantinya. Meski kenaikan tarif ini masih menjadi penggerak pasar, namun sebagian pelaku pasar mulai menunjukkan tanda-tanda lesu terhadap agenda ini dan lebih selektif bereaksi terhadap kenaikan tarif yang lebih krusial. Data ekonomi di sektor tenaga kerja berupa laporan mingguan klaim pengangguran di luar perkiraan mengalami peningkatan sebanyak 219K yang lebih banyak dari perkiraan hanya 215k dari periode sebelumnya 214K. Data lain berupa indeks manufaktur negara bagian Philadelphia juga turun drastis dari 44.3 menjadi hanya 18.1 yang lebih rendah dari perkiraan turun 19.4. Begitu pula dengan data Leading Index dari CBI mengalami penurunan -0.3% yang lebih jelek dari perkiraan hanya turun -0.1%, meskipun data periode sebelumnya direvisi membaik dari -0.1% menjadi +0.1%. Pasar juga mengkhawatirkan perundingan damai Ukraina yang malah terdistorsi dalam pertemuan perdana pihak Rusia dengan AS di Arab Saudi justru memanas setelah Presiden Ukraina - Volodymyr Zelensky mengatakan AS terpengaruh oleh Rusia dan menunda kepergian ke Riyadh. Sampai Presiden Trump menyebut Zelensky sebagai diktator yang memicu perseteruan antara kedua pemimpin negara ini. Meski akhirnya Zelensky menyatakan bersedia kooperatif dengan mengatakan Ukraina siap siaga dan bekerja cepat untuk membuat kesepakatan perihal investasi dan keamanan dengan AS. Zelensky mengatakan sudah berdiskusi secara konstruktif dengan Keith Kellog yang menjadi perantara perundingan antara Ukraina dan Rusia. Sementara itu Presiden Trump menyatakan sikap terbuka untuk bernegosiasi dagang dengan China dan berharap Presiden Xi Jinping sendiri yang akan berkunjung ke AS, meski belum ada agenda secara resmi. Hari ini akan dirilis data PMI sektor manufaktur dan jasa serta data dari University of Michigan berupa ekspektasi inflasi dan sentiment konsumen.
Yen semakin menguat terhadap dolar dan menguat hingga level tertinggi dalam 11 pekan terakhir. Seiring prospek Bank Sentral Jepang (BOJ) untuk melanjutkan pengetatan langkah moneter dengan kenaikan suku bunga acuan tidak lama lagi. Terlebih setelah Gubernur BOJ – Kazuo Ueda melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri – Shigeru Ishiba yang diduga membicarakan kemungkinan langkah yang akan diambil tersebut. Pejabat BOJ – Hajime Takata mengatakan BOJ harus menaikkan suku bunga acuan karena jika mempertahankan suku bunga rendah akan sangat beresiko di tengah inflasi yang terus cenderung naik. Hal ini senada dengan pernyataan pejabat BOJ lainnya – Naoki Tamura pekan lalu. Kemungkinan kenaikan suku bunga acuan baru akan dilakukan setelah negosiasi upah di musim semi mendatang selesai dilakukan.
Euro rebound setelah sebelumnya turun 3 hari berturut-turut terhadap dolar, meski masih terus dibayangi oleh kenaikan tarif impor dari AS. Presiden Trump secara spesifik menyebutkan Uni Eropa sebagai target, meskipun belum ditentukan seperti Mexico, Kanada dan China yang sudah ditetapkan. Defisit neraca perdagangan AS terhadap Uni Eropa menjadi penyebab utama penargetan Presiden Trump. Dari data neraca perdagangan yang baru beberapa hari lalu dirilis menunjukkan ekspor ke AS meningkat dan sedangkan impor dari AS mengalami penurunan. Jadi sepertinya wajar bagi AS yang ingin menyeimbangkan neraca perdagangan tersebut. Meskipun bagi Uni Eropa ini merupakan beban berat karena kondisi ekonomi yang masih sulit pulih sejak pandemi berakhir beberapa tahun lalu. Data kepercayaan konsumen di Uni Eropa masih stagnan -14 sesuai perkiraan sama seperti periode sebelumnya. Hari ini akan dirilis data PMI di sektor manufaktur dan jasa serta Proyeksi Ekonomi dari Komisi Eropa.
Poundsterling juga menguat terhadap dolar menjelang sejumlah data ekonomi yang akan dirilis malam ini. Mulai dari data Kepercayaan Konsumen, data Retail Sales, data PMI di sektor manufaktur dan jasa serta data Hutang Sektor Publik. Data-data ini akan menjadi pertimbangan bagi Bank Sentral Inggris (BOE) dalam memutuskan langkah yang akan diambil pada pertemuan moneter berikutnya. Ekspektasi BOE akan mempertahankan suku bunga acuan semakin kuat seiring dengan data inflasi CPI yang meningkat tajam dan data-data yang akan dirilis tersebut akan memvalidasi apakah ekspektasi tersebut cukup beralasan.
Cek informasi lainnya di kanal resmi Agrodana Futures:
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial
Data building permits dirilis lebih baik dari ekspektasi, 1.48M vs 1.46M. Sementara housing starts lebih rendah dari ekspektasi, 1.366M vs 1.390M. Relatif mix, tapi tidak terlalu banyak mempengaruhi pergerakan emas yang cenderung terfokus pada Trump dan juga upaya perdamaian Rusia-Ukraina.
Secara umum kondisi Rusia-Ukraina lebih rumit dari yang diperkirakan sehingga belum nampak proses kesepakatan antara kedua pihak mengingat pertemuan awal masih sebatas kesepakatan Rusia-AS daripada Rusia-Ukraina.
Perkembangan terbaru seputar upaya perdamaian Rusia-Ukraina. Trump mengkritik Zelensky, Presiden Ukraina, dengan menyebutnya sebagai diktator dan menyerukan pemilihan umum di Ukraina. Zelensky merespon dengan mengatakan bahwa polling menunjukkan dukungan untuknya naik dari 52% menjadi 57%, dan menuduh balik Trump dipengaruhi informasi tidak benar dari Rusia.
Nampaknya proses perundingan damai Rusia-Ukraina akan berjalan rumit dan tidak semudah yang dibayangkan.

Trump kembali menekankan bahwa dia akan umumkan tarif mobil, semikonduktor dan farmasi. Hal ini membuat Uni Eropa dan Jepang mencoba untuk melobi Trump agar mengendorkan kebijakan tersebut untuk mereka. Trump menargetkan mengenakan tarif 25% untuk mobil dan kemungkinan lebih dari 25% untuk farmasi.
Di sisi lain Uni Eropa bersedia mengurangi tarif 10% untuk mobil sebagai bagian dari negosiasi yang lebih luas dengan AS. Komisioner Perdagangan Uni Eropa juga menyatakan kesediaannya untuk diskusi yang lebih besar, termasuk aturan teknologi maupun belanja pertahanan. Trump mengkritik tarif mobil Uni Eropa dan ancam mengenakan tarif imbal balik (resiprokal) di semua sektor, termasuk otomotif, semikonduktor dan farmasi.
Fokus Malam Ini
Data ekonomi AS malam nanti akan fokus dengan jobless claims dan indeks manufaktur Philadelphia Fed di jam 20.30 WIB. Jobless claims diperkirakan naik tipis dari 213K menjadi 214K, sedangkan indeks Philadelphia Fed diperkirakan turun dari 44.3 menjadi 19.4.
Data yang lebih baik dari ekspektasi akan membuat emas terkoreksi, meskipun terbatas. Sebaliknya data yang lebih lemah dari ekspektasi akan memudahkan emas lanjutkan kenaikan.
Pengumuman Trump juga akan kembali menjadi sorotan dan kemungkinan ketidakpastian masih membayangi sehingga safe haven kembali dilirik.
Secara umum, kami tetap melihat 3 faktor yang kemungkinan masih mendukung kenaikan emas atau membatasi penurunan emas, seperti : minat/pembelian emas oleh bank sentral yang masih berlanjut, ketidakpastian ekonomi dan ketidakpastian geopolitik, sehingga penurunan diperkirakan akan relatif terbatas.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup doji pasca cetak rekor tertinggi baru beberapa poin di atas rekor lama, 2946.86 vs 2942.75. Secara umum, kenaikan masih cukup terbuka mengingat doji yang ditunjukkan masih memberikan potensi seimbang antara bearish dan bullish. Pola pergerakan di periode 10-13 Jan 2025 kemungkinan masih memiliki peluang untuk terulang di periode yang saat ini terjadi. Meski demikian, penurunan juga membayangi, terutama jika gagal tembus dan bertahan di atas 2942.
Potensi berikutnya yang terdekat adalah 2960-2968, sementara terjauh semakin mendekati 3000-an. Support terdekat akan berada di 2911.38 (high 10 Feb 2025) dan 2891.94 (low 18 Feb 2025). Sedangkan support terjauh ada di 2876.93 (low 14 Feb 2025).

Di H4, meski sempat terjadi penurunan di malam hari, tapi level terendah tepat berada di zona yang kami harapkan untuk zona buy kemarin, 2919-2921, dengan level terendah sentuh 2918.52, dan kemudian harga rebound naik hingga penutupan dan lanjut di sesi Asia pagi ini.
Zona orange di kisaran 2907-2915 tetap menjadi area yang paling direkomendasikan yang dianggap sebagai area buy yang relatif lebih rendah risikonya (dekat trendline support). Sedangkan bullish akan berlanjut jika mampu naik di atas 2942 dan stabil di atas zona tersebut sehingga 2946 yang kemarin disentuh bisa dilewati juga membuka peluang untuk proyeksi selanjutnya FE 61.8% 2968.97.
Jika sesuai perkiraan, maka penurunan akan relatif terbatas dan tetap di jalur bullish. Potensi pola ascending triangle cukup terbuka dan mendukung kenaikan lebih lanjut jika konfirm tembus resistance 2942-2946.
Sebaliknya, opsi sell tetap hanya disarankan jika harga turun di bawah 2900. Selama tidak terjadi penurunan di bawah 2900, maka kenaikan tetap dominan. Jika 2900 tembus, diperkirakan akan lanjut turun hingga kisaran 2889-2891 yang terdekat, dan terjauh ke kisaran 2877 ataupun zona ungu kisaran 2857-2877. Anda bisa ubah strategi menjadi sell hanya jika terjadi penembusan di bawah 2900, tapi dengan catatan waspada jika penurunan sudah mulai dekati zona ungu mengingat faktor ketidakpastian yang masih membayangi dan mendukung kenaikan emas. Beberapa fundamental yang mendasari bullish emas : pembelian emas oleh bank sentral yang masih berlanjut, kekhawatiran tarif Trump dan juga ketidakpastian geopolitik (bukan hanya perang di Timur Tengah, melainkan juga potensi perang dagang akibat tarif Trump), diperkirakan masih mendukung status emas sebagai safe haven sehingga penurunan diperkirakan masih relatif terbatas.

Per jam 10.05 WIB, harga berada di 2942.20, dengan high di 2942.93 dan low 2933.35. Fibonacci Retracement (FR) ditarik dari bottom 2891.94 (FR 100%) ke puncak 2946.86 (FR 0%). Penurunan semalam tepat di zona orange, dan tertahan di FR 50% 2919.40. Ini berarti peluang naik masih cukup kuat, dan koreksi turun seharusnya mulai terbatas. Dengan kata lain minim kemungkinan untuk turun di bawah 2918 (low kemarin).
Tapi bullish juga harus memastikan kenaikan di atas FR 0% 2946. Jika konfirm tembus, maka proyeksi kenaikan berikutnya FE 61.8% ada di 2952.50, atau terjauh FE 100% 2973.50.
Koreksi turun yang masih dianggap normal adalah zona orange sebagai target maksimum kisaran 2913-2921, atau terdekat kisran 2925-2933 (FR 38.2% - FR 23.6%). Area ini kemungkinan cukup baik untuk menjadi opsi area buy.
Sebaliknya, penurunan di bawah 2912 akan memicu penurunan lebih lanjut, dan pemicu reversal bearish jangka pendek adalah 2900-2903. Anda bisa switch strategi menjadi SELL jika tembus 2900-2903 dengan potensi target 2891 atau terjauh 2880-2885. Setelah itu waspada, karena demand bisa kembali mendorong harga untuk naik.
Secara keseluruhan opsi buy kemungkinan masih lebih relevan daripada sell, Ketidakpastian geopolitik dan tarif Trump kemungkinan mendukung safe haven selain pembelian bank sentral yang masih kuat.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:Â
Opsi BUY on Dip
Entry: 2924.00 – 2926.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward :Â 2938.00 ($12 - $14)Â
(follow/pertahankan BUY jika tembus 2946.00,
Target terdekat 2953, terjauh 2968, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2918.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 2912.00)
Risk Reward: 1: 2Â
Opsi SELL jika Support ditembus
Entry : 2897.00 – 2899.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2885.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2905.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 2905)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!


| Suggest : SELL on Rally Area : 1.04400– 1.04600 Target : 1) 1.03800 2) 1.03200 SL : 1.05200 Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.04000 Switch to BUY jika tembus 1.05500 atau gagal tembus 1.03800 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 1.25800 – 1.26000 Target : 1) 1.25200 2) 1.24600 SL : 1.26600 Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.25300 Switch to BUY jika tembus 1.26600 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 151.000 – 151.200 Target : 1) 150.400 2) 149.800 SL : 151.800 Alternatif : Switch to BUY jika tembus 152.500 Pertahankan/Follow SELL jika tembus 150.500 |



| Suggest : BUY on Dip Area : 2924.00– 2926.00 Target : 1) 2932.00 2) 2938.00 SL : 2918.00 (ideal 3-5 points di bawah 2912.00) Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2946 Switch to SELL jika tembus 2900 |

Dolar bersama dengan Yen dan Swiss Franc menguat seiring dengan permintaan akan asset safe haven yang meningkat pasca pengumuman kenaikan tarif impor AS yang baru dari Presiden Trump. Dalam wawancara dengan media, Presiden Trump mengatakan akan mengenakan kenaikan tarif impor terhadap produk kendaraan roda empat, semikonduktor dan produk farmasi mulai dari 25% atau lebih tinggi dan akan terus ditingkatkan setelah setahun diberlakukan. Meskipun pihak Gedung Putih pada Jumat pekan lalu sudah menyatakan pernyataan resmi baru akan dirilis pada 2 April mendatang. Diperkirakan yang akan pertama menjadi target Presiden Trump adalan tarif impor produk kendaraan bermotor. Pernyataan ini meningkatkan permintaan pengalihan aset safe haven yang lebih aman yaitu mata uang dolar, yen, swiss franc dan juga komoditi emas. Bahkan komoditi emas terus menembus rekor tertinggi sebanyak 9 kali dalam selang setahun ini. Selain kenaikan tarif impor yang cukup signifikan tersebut, tertundanya perundingan antara Rusia dan Ukraina membuat prospek perdamaian di Ukraina masih jauh dari yang diharapkan. Rusia menghendaki Ukraina dikeluarkan dari NATO dengan menagih janji di Bukares pada tahun 2008 yang lalu. Permintaan ini tentu saja mendapat respon negative dari Ukraina yang selama ini mendapat bantuan dari NATO. Hingga Presiden Ukraina – Volodymyr Zelensky membatalkan kunjungan ke Riyadh – Arab Saudi yang menjadi tempat perundingan damai tersebut. Pemerintah AS akan terus mengusahakan negosiasi dengan pihak Rusia sekaligus meninggalkan pendekatan kebijakan luar negeri sebelumnya yang mengajak sekutunya untuk memboikot Rusia dan meminta untuk mengakhiri perang di Ukraina. Setelah perundingan awal yang tidak menyertakan pihak Ukraina menciptakan ketegangan yang membuat Presiden Zelensky menuduh pihak AS mendapat informasi yang salah dari pihak Rusia. Presiden Trump memperkirakan invasi Rusia pada tahun 2022 lalu merupakan kesalahan pemerintah Ukraina. Penolakan Presiden Zelensky membuat Trump menyebut Zelensky sebagai diktator tanpa pemilu karena menolak diadakan pemilu dengan tingkat kepercayaan rakyat Ukraina yang rendah dan hanya memanfaatkan pemerintahan Biden sebagai permainan. Trump juga mengancam agar Zelensky segera membuat keputusan yang cepat agar tercipta perdamaian yang diinginkan dan jika tidak, maka Zelensky akan digantikan. Ketegangan antara AS dan Ukraina membuat prospek perdamaian semakin suram. Dari data ekonomi, sektor perumahan di AS meski Ijin Mendirikan Bangunan mengalami peningkatan, namun proses pembangunannya mengalami penurunan sebanyak 8.4% seiring dengan badai salju dan suhu beku di beberapa wilayah di utara. Sementara nota minuta pertemuan moneter FOMC menunjukkan pejabat Fed mengkhawatirkan dampak agenda kenaikan tarif impor Presiden Trump akan membuat inflasi kembali naik. Malam ini ada data indeks manufaktur negara bagian Philadelphia dan juga laporan mingguan klaim pengangguran. Sejumlah pejabat Fed juga dijadwalkan akan memberikan pidato.
Yen juga terus menguat terhadap dolar seiring dengan pengalihan aset ke safe haven. Selain itu prospek kebijakan moneter dari Bank Sentral Jepang (BOJ) yang hampir dapat dipastikan akan menaikkan lagi suku bunga acuan dalam waktu tidak lama lagi. Sementara kebijakan Presiden Trump dengan rencana kenaikan tarif impor kendaraan bermotor masih belum diketahui apakah ada pengecualian terhadap Jepang. Setelah beberapa waktu lalu pemimpin kedua negara bertemu dan optimisme akan mendapat pengecualian seiring dengan nilai investasi Jepang di AS yang memberikan kontribusi berupa tersedianya lapangan kerja. Namun yang pasti tanpa kenaikan tarif impor AS, inflasi di Jepang terus meningkat semakin menjauh dari target BOJ 2%. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.
Euro terus melemah terhadap dolar seiring dengan pelarian aset yang beresiko tinggi menjadi aset safe haven yang lebih aman. Agenda kenaikan tarif Presiden Trump diperkirakan akan berdampak sangat buruk pada perekonomian di Uni Eropa. Dengan kondisi ekonomi saat ini yang masih tertahan, kebijakan tersebut dikhawatirkan akan menyeret ekonomi di Uni Eropa ke jurang resesi. Prospek perdamaian di Ukraina yang semakin suram membuat prospek ekonomi menjadi semakin memburuk. Pemimpin negara anggota Uni Eropa berusaha dan memberikan dukungan agar perdamian segera tercapai agar tercipta stabilitas politik dan ekonomi di kawasan ini. Data ekonomi sebenarnya cukup positif dengan surplus neraca keuangan Uni Eropa yang meningkat menjadi 38.4B yang lebih tinggi dari perkiraan 30.2B meski data periode sebelumnya direvisi menurun dari 27.0B menjadi hanya 25.1B. Hari ini akan dirilis data Proyeksi Ekonomi dan data kepercayaan konsumen.
Poundsterling sempat menguat terhadap dolar, meski pada penutupan kembali melemah seiring dengan data inflasi CPI di Inggris yang mengalami peningkatan tajam dari 2.5% menjadi 3.0% yang melampaui perkiraan hanya naik 2.8%. Sedangkan data Core CPI yang tidak menyertakan komponen BBM, bahan pangan, tembakau dan alkohol juga mengalami peningkatan dari 3.2% menjadi 3.7% sesuai perkiraan. Dengan data-data ini sepertinya akan membuat Bank Sentral Inggris (BOE) untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan untuk waktu yang lebih lama lagi. Hari ini hanya ada data Industrial Order dari CBI.
Cek informasi lainnya di kanal resmi Agrodana Futures:



