Dolar masih cenderung melemah terhadap sejumlah mata uang utama menyusul data di sektor ritel yang mengecewakan dan juga langkah Presiden Trump yang terus menunda kenaikan tarif impor baru. Dengan penundaan kenaikan tarif impor ini ditanggapi pasar dengan adanya kemungkinan yang tidak akan seburuk yang diperkirakan sebelumnya. Menteri perdagangan AS - Howard Lutnick mengatakan pemerintah AS saat ini sedang menyiapkan kenaikan tarif impor kepada setiap negara dan akan selesai pada 1 April mendatang. Jeda waktu tersebut diduga sengaja dirancang untuk memberikan waktu bagi mitra dagang AS untuk bernegosiasi. Karena sebelumnya juru bicara Gedung Putih menyatakan Presiden Trump dengan senang hati menurunkan tarif impor jika mitra dagangnya juga menurunkan tarif impornya. Presiden Trump juga akan mengenakan kenaikan tarif impor produksi mobil pada 2 April mendatang. Sedangkan Menteri Keuangan - Scott Bessent mengatakan pemerintah AS sedang mencari dan mempelajari kemungkinan terjadinya manipulasi mata uang dolar di luar kenaikan tarif impor dan juga kemungkinan lainnya. Menurut pakar ekonomi kenaikan tarif impor akan memicu inflasi sehingga Fed akan mempertahankan suku bunga acuan lebih lama lagi. Namun data di sektor ritel yaitu Retail Sales yang mengalami penurunan tajam menjadi -0.9% jauh di bawah perkiraan hanya turun 0.2% meski data periode sebelumnya direvisi membaik dari 0.4% menjadi 0.7%. Begitu juga dengan data Core Retail Sales yang tidak menyertakan sektor otomotif mengalami penurunan -0.4% jauh di bawah perkiraan hanya turun +0.3% meski periode sebelumnya direvisi meningkat dari 0.4% menjadi 0.7%. Data di sektor ritel yang mengecewakan ini menutupi data dari sektor manufaktur berupa industrial/manufaktur production yang meningkat melampaui perkiraan. Gubernur Fed Dallas - Logan dalam pidato mengatakan meskipun data inflasi sesuai perkiraan dan data di sektor tenaga kerja solid, bukan berarti Fed dapat memangkas suku bunga acuan. Fed tetap harus berhati-hati dalam mengambil keputusan memangkas suku bunga acuan nanti. Pekan ini hanya ada data indeks manufaktur di New York dan Philadelphia, data sektor perumahan dan data Purchasing Manager Indeks (PMI). Hari ini pasar AS tutup merayakan Presiden Day.
Yen berlanjut menguat terhadap mata uang dolar seiring dengan prospek akan kenaikan suku bunga acuan oleh Bank Sentral Jepang (BOJ) tidak lama lagi dengan inflasi yang terus meningkat di Jepang. Hampir semua pejabat BOJ menyuarakan rencana kenaikan tersebut mulai dari Gubernur Ueda, Wakil Gubernur Himino dan juga pejabat senior BOJ - Tamura yang cukup vokal dalam mendorong kenaikan suku bunga di Jepang dalam waktu dekat ini. Jepang juga kemungkinan bisa terhindar dari kenaikan tarif impor AS setelah Perdana Menteri Jepang - Shigeru Ishiba bertemu langsung dengan Presiden Trump. Shigeru mengungkapkan penghormatan Presiden Trump karena nilai investasi Jepang yang dinilai cukup banyak membantu perekonomian dan menciptakan lapangan kerja yang cukup signifikan di AS. Data pertumbuhan ekonomi GDP juga membaik dengan peningkatan 0.7% yang jauh lebih baik dari perkiraan hanya naik 0.3% dan data periode sebelumnya juga direvisi meningkat tajam dari 0.2% menjadi 0.7%. Dan indeks harga dari data GDP juga meningkat dari 2.4% menjadi 2.8% sesuai perkiraan yang mengindikasikan inflasi masih cenderung meningkat sehingga semakin membuka jalan bagi BOJ untuk menjalankan rencana kenaikan suku bunga acuan. Masih ada data Machinery Order, neraca perdagangan dan data inflasi CPI yang akan dirilis pekan ini.
Euro berlanjut menguat terhadap dolar seiring dengan prospek akan tercapainya perdamaian antara Ukraina dan Rusia. Menyusul terjadinya diskusi antara Presiden Trump dengan pemimpin Rusia - Vladimir Putin dan Presiden Ukraina - Volodymyr Zelenskiy via telepon pada hari Rabu pekan lalu secara terpisah. Ini merupakan diplomasi yang cukup besar dari Presiden Trump dan diharapkan akan menjadi langkah maju dalam terjadinya perdamaian di antara kedua negara yang bertikai. Tidak hanya mata uang Euro, namun juga mata uang Eropa lainnya seperti Swiss Franc, Krona Swedia dan juga Krone Norwegia menguat oleh optimisme yang sama. Dari data ekonomi juga optimisme pemulihan ekonomi dengan data pertumbuhan ekonomi GDP kuartal 4 tahun 2024 di Uni Eropa mengalami peningkatan menjadi +0.1% yang lebih baik dari perkiraan stabil 0.0% sama seperti periode sebelumnya. Meskipun di sektor tenaga kerja belum sepenuhnya membaik dengan terjadinya penurunan terisinya lapangan kerja dari 0.2% menjadi 0.1% sesuai perkiraan. Pekan ini akan dirilis data neraca perdagangan, sentimen ekonomi dan data PMI di sektor manufaktur dan jasa.
Poundsterling juga masih cenderung menguat terhadap dolar setelah sebelumnya data pertumbuhan ekonomi GDP meningkat yang di luar perkiraan. Dan menjelang data inflasi CPI yang akan dirilis pada hari Rabu nanti. Sebelumnya akan dirilis data klaim pengangguran Claimant, Tingkat Pengangguran dan Upah rata-rata pada esok hari. Kemudian ada data Retail Sales dan data PMI di sektor manufaktur dan jasa. Data-data ini akan memberikan gambaran yang lebih jelas akan langkah moneter yang akan diambil oleh Bank Sentral Inggris (BOE) pada pertemuan moneter berikutnya yang dijadwalkan pada bulan Maret mendatang. BOE menjadi bank sentral utama yang paling sedikit memangkas suku bunga acuannya setelah 2 pekan lalu melakukan pemangkasan untuk ketiga kalinya.
Cek info lain di:
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial


| Suggest : BUY on Dip Area : 1.04400– 1.04600 Target : 1) 1.05200 2) 1.05800 SL : 1.03800 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.05300 Switch to SELL jika tembus 1.03500 |


| Suggest : BUY on Dip Area : 1.25300 – 1.25500 Target : 1) 1.26100 2) 1.26700 SL : 1.24700 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.26300 Switch to SELL jika tembus 1.24600 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 152.100 – 152.300 Target : 1) 151.500 2) 150.900 SL : 152.900 Alternatif : Switch to BUY jika tembus 153.300 Pertahankan/Follow SELL jika tembus 151.600 |



| Suggest : BUY on Dip Area : 2857.00– 2859.00 Target : 1) 2865.00 2) 2871.00 SL : 2851.00 (ideal 3-5 points di bawah 2848.00) Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2900 Switch to SELL jika tembus 2845 |

Laporan inflasi PPI AS dirilis lebih baik dari ekspektasi, 0.4% vs 0.3% m/m, dan core PPI 0.3, sesuai ekspektasi. Hal ini meredam kekhawatiran market tentang inflasi setelah sehari sebelumnya CPI menunjukkan data yang lebih panas. Pasar bahkan menangkap sinyal dovish dari data tersebut dan imbal hasil Treasury berbalik turun, mengembalikan semua kenaikan yang terjadi saat CPI sebelumnya.
Dolar juga berbalik melemah pasca pengumuman tarif resiprokal Trump yang ternyata baru akan berlaku April 2025.
Tarif Resiprokal Bikin Waswas
Tarif timbal balik atau resiprokal sudah disinggung dalam 1 minggu terakhir. Pasar mencermati hingga pengumuman dilakukan tadi malam (Jumat dinihari waktu Indonesia) oleh Trump. Trump menyebut bahwa kebijakan tersebut segera berlaku di bulan April. Hal ini yang akhirnya meredam kekhawatiran pasar karena berpikir bahwa masa berlaku yang diumumkan menunjukkan adanya toleransi yang bisa diterima oleh para mitra datang, dan kemungkinan bisa dinegosiasikan, atau bahkan tidak akan pernah terjadi.
Meski demikian, emas tetap naik karena banyak ketidakpastian dari kebijakan tarif yang dimaksud. Trump menyinggung bahwa beberapa tarif bisa segera berlaku dalam beberapa minggu ke depan.
Gedung Putih merilis Memorandum Presiden yang mengutip beberapa poin menarik. Trump mengantisipasi kemungkinan barang dagangan dikirim melalui negara lain untuk menghindari tarif, maka barang tersebut akan ditolak di AS. Trump mengatakan telah memutuskan untuk mengenakan tarif resiprokal, di mana kebijakan tarif akan diterapkan berbeda untuk setiap negara, tergantung besaran pajak impor yang diberlakukan mitra dagang terhadap barang-barang AS.
Trump beralasan tarif resiprokal nantinya akan mengembalikan keadilan di antara hubungan kemitraan dagang. Lutnick diutus untuk membahas setiap negara satu per satu. Tarif mobil juga akan segera diberlakukan, dan kemungkinan tarif resiprokal akan melebihi tarif baja, mobil dan obat-obatan.
Di sisi lain, diakui oleh Trump dan tim ekonomi bahwa harga bisa naik dalam jangka pendek saat kebijakan diberlakukan, tapi tidak selamanya dan Trump meyakinkan pasar bahwa suku bunga akan turun. Trump juga menyinggung Uni Eropa yang tidak memperlakukan AS dengan baik dalam perdagangan antar kedua negara.
Sementara tentang perang, Trump menginginkan perang di Ukraina harus berakhir. Dia percaya pada Putin bahwa Putin pun menginginkan perdamaian. Trump menyatakan keinginannya untuk bertemu dan mengatakan pada Putin dan Xi untuk memotong separuh anggaran militer. Trump menekankan tentang de-nuklirisasi karena tidak melihat alasan cukup kuat untuk membangun senjata nuklir.

Sekedar mengingatkan, agenda lain dari geopolitik yang juga harus diwaspadai, yaitu deadline penyerahan sandera Israel oleh Hamas di hari Sabtu, tengah hari waktu setempat. Hal ini berpotensi membuat ketidakpastian geopolitik terus membayangi sampai memasuki weekend. Anda harus waspada dengan kemungkinan gap yang bisa saja terjadi di pembukaan hari Senin. Tapi kami tidak mengharapkan perang, Namun antisipasi hal tersebut harus mewaspadai segala kemungkinan.
Safe haven akan mengalami peningkatan jika Hamas tidak serahkan sandera, dan memicu aksi militer besar dari Israel ataupun AS.
Di sisi data ekonomi, data retail sales AS di jam 20.30 WIB akan menjadi data ekonomi terakhir di minggu ini. Data diperkirakan turun dari 0.4% menjadi -0.2% m/m.
Data yang lebih rendah berpeluang membuat emas lanjut naik di malam hari. Sebaliknya, data yang lebih tinggi dari perkiraan berpotensi membuat emas kembali koreksi turun.
Sebagai catatan pengingat, meski terjadi penurunan jika dipicu oleh data retail sales yang kuat, sebaiknya tidak menahan posisi sell terlalu lama, mengingat kondisi ketidakpastian geopolitik di akhir pekan yang dikhawatirkan memicu konflik lebih luas sehingga disarankan keluar segera dari posisi sell dengan target pendek untuk menghindari kemungkinan adanya perang di jalur Gaza yang kembali membuat geopolitik memanas.
Ketidakpastian geopolitik masih membayangi ke depan sehingga potensi safe haven masih relatif kuat.
Secara umum, kami tetap melihat 3 faktor yang kemungkinan masih mendukung kenaikan emas atau membatasi penurunan emas, seperti : minat/pembelian emas oleh bank sentral yang masih berlanjut, ketidakpastian ekonomi dan ketidakpastian geopolitik, sehingga penurunan diperkirakan akan relatif terbatas.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily kembali ditutup bullish, dengan real body putih yang relatif lebih tinggi dibanding sehari sebelumnya, tapi belum melewati all time high yang saat ini tercatat di 2942.75 (high 11 Feb 2025). Jika area tersebut ditembus, maka proyeksi selanjutnya akan berada di kisaran 2960-2968, dan juga mulai terbuka dengan area 3000-an.
Sedangkan support terdekat akan berada di 2900-2908 dan 2858.45 (FR 23.6% Daily). Sejauh ini kondisi fundamental terus mendukung kenaikan sehingga setiap penurunan yang terjadi cenderung terbatas.

Di H4, harga bergerak naik sejak sesi Asia hingga malam hari. Bahkan saat PPI dirilis lebih baik dari ekspektasi pun emas hanya tercatat sempat turun ke 2905 sebelum berakhir dengan rebound lebih tinggi sentuh 2929. Ini menandakan tren naik yang masih cukup kuat, dan proyeksi kenaikan lebih lanjut sangat mungkin terjadi.
Area hijau kisaran 2905-2921 adalah zona yang paling logis untuk koreksi jangka pendek sebelum akhirnya naik dan menguji atau bahkan tembus resistance 2942. Dengan demikian opsi pertama yang bisa dipertimbangkan untuk buy adalah zona hijau tersebut.
Sedangkan area ungu kisaran 2856-2576 adalah area demand yang diperkirakan lebih kuat, sekaligus sebagai support psikologis. Jangka pendek, penurunan di bawah 2900 akan memicu penurunan kembali melirik zona ungu tersebut sehingga pertimbangan sell bisa dilakukan jika terjadi penurunan di bawah 2900, dengan catatan segera exit sebelum sentuh atau mendekati area ungu tersebut.
Dan karena pertimbangan fundamental yang masih kuat, maka area ungu tersebut akan menjadi opsi buy berikutnya jika terjadi penurunan tajam di bawah 2900. Tapi area ini hanya sebagai opsi cadangan jika terjadi penurunan di bawah 2900. Selama tidak turun di bawah 2900, maka kenaikan lebih dominan, dan penembusan di atas 2942 akan memicu kelanjutan tren naik dengan proyeksi FE 61.8% di kisaran 2968 sebagai target terdekat berikutnya, lalu FE 100% 3033 untuk proyeksi terjauh.
Secara fundamental, pembelian emas oleh bank sentral yang masih berlanjut, kekhawatiran tarif Trump dan juga ketidakpastian geopolitik, diperkirakan masih mendukung status emas sebagai safe haven sehingga penurunan diperkirakan masih relatif terbatas, termasuk kekhawatiran aksi militer besar-besaran di akhir pekan jika Hamas tidak segera melepas sandera hingga deadline Sabtu yang bisa memicu meningkatnya arus safe haven di akhir pekan.

Per jam 09.50 WIB, harga berada di 2928.34, dengan high di 2933.80 dan low 2925.85. Fibonacci Retracement (FR) ditarik dari bottom 2853.30 (FR 100%) ke puncak 2942.75 (FR 0%) dan penurunan tertahan di kisaran area orange 2903-2907, sedikit di bawah FR 38.2% 2908. Ini menandakan tren naik yang masih kuat sehingga diperkirakan selanjutnya menguji FR 0% 2942.75. Jika FR 0% ditembus, maka uptren berlanjut.
Sebaliknya, jika gagal tembus, maka waspadai potensi koreksi turun, dan mungkin saja terbentuk pola double top. Tapi double top sendiri butuh konfirmasi lebih lanjut dari penembusan neckline. Dan jika benar rejection di FR 0%, maka untuk mengkonfirmasi pola double top tersebut butuh penembusan area neckline 2864-2870. Artinya, untuk mengarah pada penurunan besar, perlu penurunan jauh di bawah 2864 yang merupakan low 12 Feb 2025 yang lalu, dan pemicu yang bisa menekan jauh ke bawah.
Di sisi lain, kondisi fundamental yang cenderung masih bullish, termasuk kekhawatiran aksi militer di Gaza jika Hamas tidak melepas sandera sampai deadline hari Sabtu besok akan berpotensi mendorong permintaan safe haven yang lebih kuat sehingga proyeksi penembusan 2942 jauh lebih besar dibanding rejection.
Ekspektasi skenario penurunan terjadi hingga support terdekat, 2900-2908 atau kisaran 2915-2921 sebelum akhirnya lanjut naik dan mendekati 2942. Selanjutnya kenaikan di atas 2942 akan bergantung juga pada data ekonomi AS malam nanti, yaitu retail sales. Jika data kuat, maka emas ada kemungkinan turun lebih dulu sebelum bereaksi atau waspada dengan geopolitik di akhir pekan. Sebaliknya, jika data lebih lemah dari ekspektasi, maka peluang kenaikan semakin mendapat dukungan dari data ekonomi, selain geopolitik.
Sebaliknya, sell hanya bisa dilakukan jika harga tembus di bawah low kemarin 2898-2900, untuk peluang target ke kisaran terjauh 2853-2860. Namun, mengingat kondisi ketidakpastian geopolitik dan juga ekonomi yang membayangi, maka penurunan kemungkinan masih terbatas.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi BUY on Dip
Entry: 2915.00 – 2917.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward : 2929.00 ($12 - $14)
(follow/pertahankan BUY jika tembus 2944.00,
Target terdekat 2952, terjauh 2968, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2909.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 2905.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi SELL jika Support ditembus
Entry : 2895.00 – 2897.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2883.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2903.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 2905)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!
Dolar terkoreksi lagi terhadap sejumlah mata uang utama meskipun data inflasi dari sisi produsen meningkat, namun data core inflasi justru mengalami penurunan yang mengindikasikan adanya potensi inflasi dari sisi personal atau rumah tangga yang akan dirilis kemudian. Data inflasi dari sisi produsen atau PPI di AS mengalami kenaikan 0.4% yang lebih tinggi dari perkiraan 0.3% dan bahkan data periode sebelumnya mengalami revisi tajam dari 0.2% menjadi 0.5%. Kenaikan ini senada dengan data inflasi dari sisi konsumen CPI yang dirilis sehari sebelumnnya. Sementara data Core PPI yang tidak menyertakan komponen energi dan bahan pangan hanya naik 0.3% sesuai perkiraan meski data periode sebelumnya juga direvisi naik dari 0.0% menjadi 0.4% yang menjadikan kecenderungan menurun. Pasar menilai data Core PPI ini akan menjadi pemicu peluang data inflasi dari sisi personal atau rumah tangga (PCE) akan masih bisa mengalami penurunan. Fed lebih mempertimbangkan data inflasi PCE dalam pengambilan keputusan moneter selain dari CPI dalam artian yang lebih luas. Data PCE sendiri kemungkinan baru akan dirilis dalam 1 atau 2 pekan mendatang. Selain itu dolar juga melemah setelah Gedung Putih mengumumkan pengenaan kenaikan tarif impor terhadap negara lain tidak akan segera diimplementasikan. Presiden Trump semalam mengumumkan akan mengenakan kenaikan impor terhadap semua negara yang mengenakan pajak terhadap produk-produk AS. Pengumuman ini didesain untuk memicu negosiasi dengan mitra dagang AS yang akan disambut baik jika mitra dagang AS bersedia menurunkan tarif impornya. Meski demikian Trump memberikan tekanan terhadap negara anggota BRICS dengan ancaman jika meninggalkan mata uang dolar maka akan dikenakan kenaikan tarif impor sebanyak 100%. Hari ini akan dirilis data Retail Sales dengan perkiraan mengalami penurunan tajam dari 0.4% menjadi -0.2% seiring dengan kebakaran di California beberapa waktu lalu.
Yen berbalik arah menguat setelah mata uang dolar terkoreksi lagi. Prospek akan kenaikan suku bunga acuan oleh Bank Sentral Jepang (BOJ) dalam waktu dekat ini kembali menjadi sentimen positif seiring dengan inflasi yang terus meningkat di Jepang. Hampir semua pejabat BOJ mendukung kenaikan tersebut mulai dari Gubernur Ueda, Wakil Gubernur Himino dan juga pejabat senior BOJ - Tamura yang cukup vokal dalam mendorong kenaikan suku bunga di Jepang dalam waktu dekat ini. Jepang juga kemungkinan bisa terhindar dari kenaikan tarif impor Presiden Trump seiring dengan nilai investasi Jepang yang dinilai cukup banyak membantu perekonomian di AS. Hal ini diungkapkan oleh Perdana Menteri Jepang - Shigeru Ishiba yang bertemu langsung dengan Presiden Trump pekan lalu.
Euro semakin pulih dengan menguat terhadap dolar hingga level tertinggi sejak 30 Januari lalu seiring dengan prospek terjadinya perdamaian di Ukraina. Tidak hanya mata uang Euro, namun juga mata uang Eropa lainnya seperti Swiss Franc, Krona Swedia dan juga Krone Norwegia menguat oleh optimisme yang sama. Presiden Trump berjanji akan menghentikan perang di Ukraina dan sudah berdiskusi terpisah dengan Presiden Rusia - Vladimir Putin via telepon dan juga Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy. Ini merupakan diplomasi yang cukup besar dan diharapkan akan menjadi langkah maju dalam terjadinya perdamaian diantara kedua negara yang bertikai. Dari data ekonomi inflasi CPI di Jerman masih stabil -0.2 sesuai perkiraan sama seperti periode sebelumnya dan buletin ekonomi dari ECB masih menunjukkan peluang pemangkasan suku bunga acuan lebih lanjut. Hari ini akan dirilis data di sektor tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi GDP.
Poundsterling juga menguat terhadap dolar seiring dengan data pertumbuhan ekonomi yang di luar perkiraan mengalami peningkatan. Data GDP di Inggris pada kuartal 4 tahun lalu mengalami peningkatan +0.1% lebih baik dari perkiraan 0.0% dan meski data periode sebelumnya direvisi sedikit menurun dari +1.0 menjadi 0.0%. Sedangkan jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya juga terjadi kenaikan +0.4% yang lebih baik dari perkiraan stagnan 0.1% sama seperti periode sebelumnya. Data yang sama dari NIESR juga menunjukkan aktifitas ekonomi di Inggris meningkat menjadi 0.3% dari periode sebelumnya yang juga direvisi meningkat dari 0.0% menjadi 0.1%. Defisit neraca perdagangan juga berkurang dan juga data di sektor industri dan manufaktur juga membaik melampaui perkiraan. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.
Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://t.me/AGROdanaOFFICIAL
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial


| Suggest : BUY on Dip Area : 1.03900– 1.04100 Target : 1) 1.04700 2) 1.05300 SL : 1.03300 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.04800 Switch to SELL jika tembus 1.03000 |


| Suggest : BUY on Dip Area : 1.25000 – 1.25200 Target : 1) 1.25800 2) 1.26400 SL : 1.24400 Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.26000 Switch to SELL jika tembus 1.24000 |


| Suggest : SELL on Rally Area : 152.800 – 153.000 Target : 1) 152.200 2) 151.600 SL : 153.600 Alternatif : Switch to BUY jika tembus 153.800 Pertahankan/Follow SELL jika tembus 152.300 |



| Suggest : BUY on Dip Area : 2915.00– 2917.00 Target : 1) 2923.00 2) 2929.00 SL : 2909.00 (ideal 3-5 points di bawah 2905.00) Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2942 Switch to SELL jika tembus 2898 |

Laporan inflasi AS dirilis lebih panas dari yang diperkirakan, menandakan tahun keempat inflasi Januari yang lebih kuat. Hal ini memperkecil jalan Federal Reserve untuk menurunkan suku bunga di tahun ini karena inflasi yang belum berhasil mendekati target 2%. Inflasi utama berada di 3.0% y/y, lebih tinggi dari ekspektasi 2.9% dan inflasi utama di 3.3% y/y, lebih tinggi dari ekspektasi 3.1%.
Pidato Powell hari kedua relatif sedikit “menenangkan” meskipun tidak menunjukkan peluang penurunan suku bunga di bulan Maret. Dolar sempat menguat saat data, dan emas sempat tertekan. Namun beberapa waktu kemudian dolar melemah meskipun imbal hasil Treasury justru tetap naik, dan emas berhasil rebound.
Pidato Powell Hari Kedua
Di hari keduanya, Powell memberikan beberapa paparan di hadapan Kongres. Terkait kebijakan dan independensi Fed, Powell menegaskan tidak memiliki hubungan dengan Departemen Keuangan dan secara ketat mengontrol akses ke sistem pembayaran. Juga menegaskan kembali bahwa dirinya tidak akan mengundurkan diri jika diminta Trump. Sedangkan kebijakan moneter masih akan melakukan pendekatan yang hati-hati.
Terkait inflasi, Powell mengakui bahwa data inflasi terbaru menunjukkan kemajuan, tapi Fed belum sampai titik tujuan. Meskipun data inflasi baru-baru ini menunjukkan kenaikan, tapi Powell tidak khawatir dan menekankan bahwa Fed masih tetap mempertahankan kebijakan yang restriktif. Target inflasi utama Fed adalah inflasi PCE, dan data tersebut baru akan terbaca setelah rilis data PPI (malam nanti, Kamis, jam 20.30 WIB). Powell menekankan untuk tidak melihat dot plot sebagai panduan ke depan. Di sisi lain, Powell melihat kemajuan yang jelas dari berkurangnya inflasi layanan perumahan.
Tentang pasar tenaga kerja, Powell melihat ekonomi yang tetap kuat sehingga memungkinkan Fed untuk menunggu perkembangan inflasi lebih lanjut. Powell melihat pasokan tenaga kerja dari imigrasi turun tajam di paruh kedua tahun lalu, dan diperkirakan masih akan terus turun.
Tentang Kebijakan Fiskal dan pengeluaran pemerintah, Powell mengatakan akan sulit untuk menentukan dampak yang tepat terhadap ekonomi, tapi menekankan peran utama Fed untuk tetap mencapai stabilitas harga dan lapangan kerja maksimum daripada mempengaruhi keputusan fiskal pemerintah.
Powell juga mengatakan bahwa pasar tidak memperhitungkan inflasi yang lebih tinggi, tapi kemungkinan lebih memperhitungkan risiko inflasi. Menurut Powell kenaikan suku bunga jangka panjang (imbal hasil Treasury) baru-baru ini cenderung didorong oleh faktor-faktor di luar inflasi ataupun kebijakan Fed.

Trump mengatakan bahwa dirinya sudah berkomunikasi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Trump mengklaim bahwa Putin setuju untuk pembahasan perdamaian dengan Ukraina. Dan di sisi lain juga menyebut bahwa Presiden Ukraina Zelensky sangat menginginkan perdamaian.
Terlepas dari proses yang terjadi, Trump dijadwalkan akan bertemu dengan Putin (belum dipastikan kapan). Dan proposal perdamaian akan dibahas di Konferensi Keamanan di Munich 14-16 Februari 2025.
Di sisi data ekonomi, inflasi PPI dan jobless claims AS di jam 20.30 WIB akan menjadi perhatian utama pasca data CPI tadi malam. PPI diperkirakan naik dari 0.2% menjadi 0.3% m/m, dan core PPI diperkirakan naik dari 0% menjadi 0.3% m/m. Sedangkan klaim pengangguran diperkirakan turun dari 219K menjadi 217K.
Data yang lebih rendah berpeluang membuat emas kembali rebound di malam hari. Sebaliknya, data yang lebih tinggi dari perkiraan berpotensi membuat emas kembali koreksi turun.
Di sisi geopolitik, pasar masih akan mencermati perkembangan lebih lanjut Israel-Hamas sampai deadline Sabtu mendatang, Konferensi Keamanan Munich 14-16 Februari, dan juga isu tentang kemungkinan Israel merencanakan penyerangan terhadap fasilitas nuklir Iran. Setidaknya ketidakpastian geopolitik masih membayangi ke depan sehingga potensi safe haven masih relatif kuat.
Pasar juga akan terus mencermati perkembangan terbaru dari tarif timbal balik Trump. Menurut rencana Trump akan menandatangani Executive Order tentang tarif timbal balik tersebut di hari ini, dan pengumuman kemungkinan akan muncul setelahnya. Safe haven akan kembali mendapat dukungan dari kekhawatiran tarif tersebut.
Secara umum, kami tetap melihat 3 faktor yang kemungkinan masih mendukung kenaikan emas atau membatasi penurunan emas, seperti : minat/pembelian emas oleh bank sentral yang masih berlanjut, ketidakpastian ekonomi dan ketidakpastian geopolitik, sehingga penurunan diperkirakan akan relatif terbatas.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily berhasil ditutup bullish, dengan real body putih dan tail bawah yang lebih panjang dari tail atas, menandakan rejection kuat di zona support 2860-an. Level terendah tercatat di 2864.19 dan kemudian rebound hingga ditutup di 2903. Hal ini memberi indikasi bahwa area support 2858-2865 cukup efektif dan tren naik masih relatif kuat.
Secara umum, resistance terdekat 2911.38 (high 10 Feb 2025) akan menjadi salah satu penentu dari kenaikan berikutnya sebelum berhadapan dengan resistance kuat lainnya di 2942.75 (high 11 Feb 2025) dan 2960.67 (FE 100% Daily). Sedangkan support terdekat akan berada di 2881.67 (low 11 Feb 2025) dan 2858.45 (FR 23.6% Daily). Area low tadi malam 2864.19 juga patut diperhitungkan jika penurunan kembali terjadi di malam hari.

Di H4, harga bergerak turun sejak sesi Asia hingga data AS dirilis, dan di malam hari harga berhasil rebound dan kembali naik di atas 2900, sesuai yang diperkirakan dan dibahas dalam artikel kemarin dan video outlook di channel youtube @AgrodanaFuturesOfficial kemarin.
Secara umum, bullish mungkin belum terlalu kuat untuk beberapa jam ke depan mengingat data PPI dan jobless claims di malam hari bisa memberi dampak yang sama seperti sebelum CPI kemarin. Namun, secara teknis, penembusan di atas 2815-2818 akan membuka jalur kenaikan setahap lebih baik, meskipun untuk ciptakan rekor baru kemungkinan perlu pemicu yang lebih besar, seperti geopolitik atau ketidakpastian tarif Trump.
Ekspektasi kami area hijau kisaran 2911-2929 akan menjadi pemicu kenaikan lebih lanjut. Namun sebelum itu, peluang koreksi diharapkan terbatas, dan kali ini melihat zona 2882-2890 sebagai potensi yang terdekat, sedangkan area ungu kisaran 2857-2876 akan menjadi area support yang diharapkan kembali menahan penurunan.
Opsi buy bisa dipertimbangkan di zona 2882-2890, atau terjauh di zona ungu kisaran 2857-2876 (mirip sebelumnya). Atau opsi terakhir bisa pertahankan buy jika harga konfirm tembus di atas 2915-2918.
Sedangkan opsi sell diperkirakan akan tetap terbatas, tapi akan terpicu turun jika tembus 2855-2857, untuk potensi kisaran 2837-2843. Data PPI dan jobless claims serta pengumuman tarif timbal balik Trump akan menjadi perhatian pasar nanti malam.Secara fundamental, pembelian emas oleh bank sentral yang masih berlanjut, kekhawatiran tarif Trump dan juga ketidakpastian geopolitik, diperkirakan masih mendukung status emas sebagai safe haven sehingga penurunan diperkirakan masih relatif terbatas.

Per jam 10.10 WIB, harga berada di 2908.34, dengan high di 2909.13 dan low 2900.49. Fibonacci Retracement (FR) ditarik dari bottom 2853.30 (FR 100%) ke puncak 2942.75 (FR 0%) dan harga sempat turun hingga 2864, di bawah FR 61.8%, tapi kemudian berbalik naik di atas FR 61.8% kembali. Dan saat ini harga mencoba untuk tembus di atas resistance trendline 2915.
Correction Wave ABC sudah selesai setelah harga sempat turun hingga 2864 tadi malam, dan diakhiri dengan rebound kembali di atas 2900. Hal ini sesuai ekspektasi kami di mana area support 2856-2870 menjadi area yang efektif untuk demand mendorong kembali ke atas.
Ekspektasi hari ini adalah penurunan akan relatif terbatas, dengan zona ungu sebagai acuan di kisaran 2864-2885 diperkirakan sebagai zona demand lebih kuat. Sedangkan area buy terdekat diperkirakan berada di kisaran 2887-2898, dengan asumsi bahwa kenaikan di sesi Asia belum tembus trendline resistance 2915.
Tapi jika kenaikan langsung berhasil tembus 2915 (trendline resistance), maka peluang bullish diperkirakan berlanjut hingga zona orange kisaran 2915-2929. Ini berarti range akan bergerak ke kisaran 2929, dan jika data ekonomi lebih rendah dari perkiraan, maka uptren berlanjut dekati 2935 ataupun 2940.
Sebaliknya, sell bisa dilakukan jika harga tembus di bawah low kemarin 2862 untuk peluang target ke kisaran 2853-2855 atau 2837-2843. Namun perlu diwaspadai jika penurunan tersebut masih relatif terbatas mengingat kondisi ketidakpastian geopolitik dan juga potensi tarif timbal balik Trump serta permintaan bank sentral yang masih kuat.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi BUY on Dip
Entry: 2887.00 – 2889.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward : 2901.00 ($12 - $14)
(follow/pertahankan BUY jika tembus 2915.00,
Target terdekat 2921, terjauh 2935, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2881.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 2881.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi SELL jika Support ditembus
Entry : 2860.00 – 2862.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2848.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2868.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 2867)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!



