Suggest : SELL on Rally
Area : 1.03500 – 1.03700
Target : 1) 1.02900 2) 1.02300
SL : 1.04300
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.02300
Switch to BUY jika tembus 1.04500
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.24600 – 1.24800
Target : 1) 1.24000 2) 1.23400
SL : 1.25400
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.23500
Switch to BUY jika tembus 1.25500
Potensi Descending triangle masih cukup kuat
Suggest : SELL on Rally
Area : 157.800 – 158.000
Target : 1) 157.200 2) 156.600
SL : 158.600
Alternatif :
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 156.700
Switch to BUY jika tembus 158.600
Suggest : SELL on Rally
Area : 2645.00 – 2647.00
Target : 1) 2639.00 2) 2633.00
SL : 2653.00 (ideal 3-5 points di atas 2652.00)
Alternatif :
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 2635
Switch to BUY jika tembus 2666
CEK KETERANGAN!
Dolar mengalami koreksi terhadap mata uang lainnya meski data PMI di sektor manufaktur yang membaik. Koreksi ini ditengarai merupakan aksi profit taking dengan kembalinya pelaku pasar setelah liburan tahun baru dan menjelang data ekonomi yang lebih penting di sektor tenaga kerja yaitu Non-Farm Payroll (NFP) yang akan dirilis pekan ini. Data PMI di sektor manufaktur dari ISM yang sejalan dengan data yang sama sehari sebelumnya sudah semakin membaik mendekati ambang batas ekspansif 50. Aktifitas ekonomi di sektor manufaktur meningkat cukup signifikan, yaitu ke level tertinggi sejak Maret tahun lalu dari 48.4 menjadi 49.3 yang jauh lebih baik dari perkiraan sedikit menurun 48.3. Tanda-tanda pemulihan ekonomi semakin meningkat yang menunjukkan laju pertumbuhan ekonomi semakin membaik. Dengan ekonomi yang semakin membaik, maka Fed dirasa tidak perlu terburu-buru untuk memangkas suku bunga acuan lagi. Selaras dengan proyeksi suku bunga acuan yang dirilis pada pertemuan moneter FOMC di bulan Desember lalu. Ditambah dengan potensi inflasi yang diperkirakan akan kembali naik seiring dengan implementasi agenda ekonomi dari Presiden Trump yang akan datang. Dolar menguat oleh ekspektasi akan agenda ekonomi ini setelah Trump memenangkan pemilu di bulan November lalu. Dengan dipastikan akan menjalankan agenda ekonomi berupa pengurangan pajak dan pengenaan kenaikan tarif impor terhadap mitra dagangnya yang akan memicu laju pertumbuhan ekonomi dan diperkirakan berpotensi akan kembali menaikan angka inflasi menjauh dari target Fed. Sehingga Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan lebih lama guna menjaga agar inflasi tidak jauh dari target tersebut. Hal ini diungkapkan oleh Gubernur Fed negara bagian Richmond - Thomas Barkin dengan mengatakan Fed perlu mempertahankan kebijakan yang ketat hingga inflasi betul-betul sudah kembali turun mendekati target 2% Fed. Fed dalam pertemuan di bulan Desember lalu menurunkan target pemangkasan suku bunga acuan dari 4 kali sebanyak 100 bps menjadi hanya 2 kali sebanyak 50 bps. Namun ekspektasi pasar malah lebih skeptis dengan hanya 2 kali penurunan sebanyak 40 bps. Data di sektor tenaga kerja akan menjadi fokus pasar pekan ini setelah sebelumnya laporan pengangguran yang dirilis Kamis pekan lalu turun cukup drastis hingga ke level terendah dalam 8 bulan terakhir. Meski demikian, ekspektasi data NFP di hari Jumat nanti agak skeptis dengan penurunan cukup drastis terisinya lapangan kerja menjadi 154K dari periode sebelumnya sebanyak 227K. Dengan upah rata-rata juga menurun dan tingkat pengangguran relatif stabil. Sebelumnya ada data lowongan kerja tersedia dari JOLTS dan data penambahan lapangan kerja swasta ADP dan PHK dari Challenger serta data PMI di sektor jasa.
Yen juga bergerak menguat seiring dengan koreksi mata uang dolar. Bank Sentral Jepang (BOJ) diperkirakan tidak lama lagi akan menaikkan suku bunga acuannya. Inflasi yang meningkat cukup tajam membuat sejumlah pejabat BOJ khawatir setelah inflasi melampaui 2% di bulan Desember lalu. Dalam nota pertemuan moneter di bulan Desember lalu, beberapa pejabat mengusulkan kenaikan suku bunga acuan meski kalah dalam jumlah suara voting. Kemungkinan pejabat yang memilih untuk kenaikan suku bunga acuan pada pertemuan moneter selanjutnya diperkirakan akan semakin bertambah. Terutama setelah agenda ekonomi AS yang baru terhadap Jepang dirilis dan juga perubahan struktur upah yang direncanakan akan dirilis dalam waktu dekat ini. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.
Euro juga menguat seiring dengan koreksi yang terjadi pada mata uang dolar. Karena kondisi ekonomi dan politik di Eropa tidak cukup mendukung penguatan tersebut. Dengan perekonomian yang belum sepenuhnya pulih dan bahkan cenderung terus melemah menjadi sentimen negatif, belum lagi nanti setelah agenda kenaikan tarif impor AS diterapkan akan menjadi beban tambahan terhadap kondisi ekonomi yang melemah saat ini. Kondisi ini akan membuat Bank Sentral Eropa (ECB) melanjutkan langkah pemangkasan suku bunga acuan bahkan mungkin menjadi lebih agresif lagi guna menahan laju pelambatan ekonomi. Ekspektasi pasar memperkirakan ECB akan memangkas suku bunga acuan sebanyak 100 bps dalam 4 kali pertemuan moneter di tahun 2025 ini. Ketidakpastian politik juga masih membayangi 2 negara utama di Uni Eropa yaitu perdebatan anggaran pemerintahan Prancis dengan Perdana Menteri yang baru dan juga pemilu dini di Jerman yang dijadwalkan pada bulan Februari mendatang, Vakumnya kepemimpinan akan membuat Jerman sulit menghadapi agenda ekonomi dari AS jika tidak segera mendapat perhatian. Hari ini akan dirilis data PMI di sektor jasa dan data inflasi CPI akan dirilis esok hari.
Poundsterling juga bergerak menguat terhadap dolar dan menjauh dari level terendah sebelumnya. Sebelumnya data PMI di sektor manufaktur mengalami penurunan semakin menjauh dari ambang batas menjadi sentimen negatif bagi GBP. Ini merupakan indikasi tanda-tanda terjadinya pelambatan ekonomi di Inggris. Data Kredit Individu dan KPR terbaru juga menunjukkan terjadinya penurunan pengajuan mendekati level terendah sejak pertengahan tahun 2022 mendatang. Meskipun jika dibandingkan dengan negara tetangganya, ekonomi di Inggris lebih baik sehingga Bank Sentral Inggris (BOE) diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga acuannya dalam beberapa waktu mendatang. BOE diperkirakan hanya akan memangkas suku bunga acuan sebanyak 60 bps untuk tahun ini dan kemungkinan bisa berkurang dari angka tersebut. Perbedaan ekspektasi pemangkasan suku bunga acuan terhadap Uni Eropa dan di kawasan sekitarnya menjadi sentimen positif untuk GBP. Hari ini ada data PMI di sektor jasa.
Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://t.me/AGROdanaOFFICIAL
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial
Imbal hasil Treasury AS mulai menunjukkan tanda-tanda kenaikan yang melemah, meskipun di sisi lain USD masih terlihat cukup kuat hingga penutupan. Hal tersebut sempat membatasi pergerakan emas, meskipun pada akhirnya berhasil ditutup naik.
Dolar terus catatkan penguatan di awal tahun yang baru. Namun hal tersebut nampaknya bukan dikarenakan data ekonomi, melainkan lebih disebabkan oleh pergerakan arus modal. Data ekonomi menunjukkan klaim pengangguran yang lebih rendah dari yang diharapkan, 211K vs 222K, bisa saja menjadi pertanda baik untuk data tenaga kerja AS. Tapi hal tersebut mungkin terbantu oleh dampak liburan di mana beberapa retail cenderung mempekerjakan tenaga tambahan selama masa libur.
Sementara laporan PMI manufaktur tercatat tetap di bawah 50, yang berarti zona kontraksi, meskipun angka cenderung lebih baik dari ekspektasi, 49.4 vs ekspektasi 48.3. Namun, data tersebut tetap lebih rendah dibanding bulan sebelumnya 49.7.
China Tebar Janji
PBOC mungkin lebih agresif dalam mendukung ekonomi dibanding pemerintah China. Beberapa menangkap bahwa pemerintah masih menunggu dampak yang ditimbulkan dari kebijakan kenaikan tarif yang akan diberlakukan Trump segera setelah dilantik, 20 Januari 2025.
Kabar terbaru muncul dari PBOC yang mengatakan bahwa mereka akan memangkas suku bunga di 2025 “pada waktu yang tepat”. Suku bunga kebijakan utama di China adalah OMO reverse repo. Dan saat ini suku bunga tersebut berada di level 1.5%. Meskipun PBOC memberi isyarat bahwa mereka akan memangkas reverse repo, tapi kurangnya detail bisa berdampak negative bagi market. Namun setidaknya pasar masih memiliki harapan tersebut karena komitmen bank sentral untuk mendukung ekonomi.
Di sisi lain, NDRC atau yang dikenal sebagai Perencana Negara China dikabarkan kembali melakukan briefing yang mencakup langkah-langkah untuk mendorong pertumbuhan. Hal ini dilakukan setelah pasar saham China anjlok di sesi pertama tahun baru sehingga mendorong upaya untuk mendapat dukungan ekonomi dari pemerintah. Mereka mengatakan akan meningkatkan penerbitan obligasi treasury khusus dengan jatuh tempo yang lebih panjang di tahun 2025.
Jika benar terealisasi (pelonggaran moneter bank sentral dan stimulus fiskal pemerintah), maka hal tersebut akan menjadi kabar baik dan positif untuk ekonomi China, dan juga berarti kabar positif untuk emas karena upaya mendorong pertumbuhan ekonomi China berarti juga mendorong optimism terhadap konsumsi domestik.
Selain itu investor emas masih akan menunggu data terbaru terkait status pembelian emas oleh bank sentral China (PBOC). Data baru akan dirilis di tanggal 7 Januari mendatang. PBOC tercatat mulai kembali melakukan pembelian per November 2024. Jika terus berlanjut, maka emas punya harapan untuk kenaikan lebih tinggi.

Pasca data manufaktur PMI versi S&P Global yang dirilis lebih baik dari ekspektasi, tapi tetap di bawah 50, market akan menantikan data yang sama versi ISM. Data ini biasanya menjadi acuan resmi pemerintah sehingga dinilai lebih menggambarkan situasi yang sebenarnya.
Data ISM manufacture PMI AS akan dirilis di jam 22.00 WIB, dengan laporan diperkirakan akan terjadi penurunan tipis dari 48.4 menjadi 48.3.
Data yang lebih baik dari ekspektasi akan menekan emas kembali. Sebaliknya, data yang lebih lemah dari ekspektasi akan mendorong emas dan peluang penembusan resistance 2686-2688 cukup terbuka.
Namun, melihat yang terjadi tadi malam, maka perlu juga pertimbangkan membandingkan angka yang dirilis dengan angka bulan sebelumnya. Jika tetap turun/lebih rendah dari bulan sebelumnya, atau tetap di bawah 50, maka emas masih punya harapan kembali naik meski reaksi spontan akan cenderung menekan lebih dulu.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup bullish, lebih tinggi dibanding 31 Des 2024. Level terendah bertahan di 2621 sejak pembukaan hingga penutupan. Bahkan pagi ini harga bertahan di zona 2660-an, menandakan kenaikan yang masih berpotensi berlanjut. Namun trader sebaiknya mewaspadai potensi profit taking yang bisa terjadi di akhir pekan. Meski demikian penurunan diharapkan terbatas, dan kenaikan tetap dominan.
Secara keseluruhan, resistance psikologis 2633-2638 berhasil ditembus sehingga kini berperan sebagai support psikologis. Artinya selama penurunan tidak tembus kembali di bawah zona tersebut, maka kenaikan akan lebih dominan. Sebaliknya, kenaikan perlu mencermati area resistance 2663-2666 yang juga dikenal cukup kuat, sebelum akhirnya berhadapan dengan zona 2686-2688 (FR 23.6% Daily) untuk mulai membuka ruang bagi kenaikan ke zona 2700-an berikutnya.

Di H4, penurunan berhasil ditahan di zona 2621 sejak sesi Asia hingga penutupan perdagangan hari Kamis. Dengan demikian zona tersebut akan menjadi support kritikal hari ini sekaligus menjadi pertanda apakah akan terjadi pembalikan arah yang cukup signifikan atau tidak. Selama area tersebut tidak ditembus, maka penurunan bisa dikategorikan koreksi normal dan diharapkan terbatas.
Fibonacci Retracement (FR) diperbarui, ditarik dari bottom 2596.10 ke puncak 2660.31. Area koreksi normal FR 23.6% 2645, FR 38.2% 2635 dan FR 50% 2628. Sementara FR 61.8% 2620 akan menjadi support terakhir yang harus dicermati. Selama tidak turun di bawah FR 61.8%, maka penurunan akan menjadi swing low yang ideal untuk zona buy. Secara teori, area FR 38.2% biasanya menjadi area koreksi yang cukup kuat, sehingga zona buy idealnya bisa dilakukan di zona 2635. Sementara zona buy terdekat bisa memanfaatkan koreksi FR 23.6% 2645.
MA 200 H4 saat ini berada di 2640. Dengan demikian area support 2635, 2640, dan 2645 adalah 3 zona support yang bisa dipertimbangkan sebagai zona buy yang cukup ideal atau lower risk. Alternatifnya Anda bisa juga follow buy jika harga konfirm terdorong tembus resistance 2666 yang dikenal sebagai resistance historical yang cukup kuat. Tembus zona tersebut berpeluang mendorong harga naik ke 2671-2675 atau 2686-2688 resistance kuat berikutnya.
Sebaliknya, bearish akan jauh lebih kuat jika harga mampu tembus di bawah 2620 (FR 61.8%) dengan potensi target 2610 dan 2600 atau terjauh 2596. Penembusan di bawah 2640 (MA 200) bisa juga dijadikan acuan sell, tapi support FR 38.2% 2635 yang dikenal sebagai area support efektif secara teori kemungkinan akan membatasi pergerakan sehingga kami lebih merekomendasikan switch to SELL hanya jika terjadi penurunan di bawah 2620.Secara umum, kondisi fundamental cenderung masih mendukung kenaikan emas (terutama kembalinya bank sentral China melakukan pembelian emas, dan permintaan emas bank sentral masih berlanjut). Even musiman yang saat ini tersisa adalah January effect di mana emas biasanya cenderung kuat di periode Januari.

Per jam 10.00 WIB, harga berada di 2661.50, dengan high di 2663.99 dan low 2656.24. FR baru ditarik dari bottom 2605.32 ke puncak 2660.27. Meski harga saat ini berada di 2661 dan high sementara di 2663, tapi candle tetap dekat dengan FR 0% 2660 sehingga belum bisa dikonfirmasi benar-benar tembus.
RSI menunjukkan kondisi overbought, dan posisi puncak kedua lebih rendah dari puncak pertama (lower High) sedangkan harga berada lebih tinggi sehingga dikondisikan sebagai bearish divergence. Dengan demikian ekspektasi skenario koreksi terjadi lebih dulu, dengan asumsi bahwa area FR 23.6% 2647 ataupun FR 38.2% 2639 kemungkinan menjadi area yang dituju untuk koreksi tersebut.
Zona buy secara teori lebih baik di zona FR 38.2% 2639 atau terjauh FR 50% 2632 karena dianggap memiliki risiko lebih rendah. Sedangkan area buy terdekat di FR 23.6% 2647 bisa juga menjadi pertimbangan.
Sebaliknya, strategi sell bisa dipertimbangkan jika harga benar-benar tembus FR 61.8% 2626.30, atau jika data ISM manufacture AS nanti malam dirilis jauh lebih kuat dari ekspektasi.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi BUY dekat support
Entry: 2645.00 – 2647.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward : 2659.00 ($12 - $14)
(follow/pertahankan BUY jika tembus 2666.00,
Target terdekat 2672, terjauh 2686, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2639.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 2639.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi SELL jika Support ditembus
Entry : 2626.00 – 2628.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2614.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 234.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 2635)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.03200 – 1.03400
Target : 1) 1.02600 2) 1.02000
SL : 1.04000
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.02000
Switch to BUY jika tembus 1.04600
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.24300 – 1.24500
Target : 1) 1.23700 2) 1.23100
SL : 1.25100
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.23000
Switch to BUY jika tembus 1.25300
Potensi Descending triangle masih cukup kuat
Suggest : SELL on Rally
Area : 157.400 – 157.600
Target : 1) 156.800 2) 156.200
SL : 158.200
Alternatif :
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 156.700
Switch to BUY jika tembus 158.500
Suggest : BUY on Dip
Area : 2645.00 – 2647.00
Target : 1) 2653.00 2) 2659.00
SL : 2639.00 (ideal 3-5 points di bawah 2639.00)
Alternatif :
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2666
Switch to SELL jika tembus 2630
CEK KETERANGAN!
Imbal hasil Treasury AS berhasil rebound di sesi perdagangan terakhir tahun 2024, dan juga mendukung dolar yang juga ditutup menguat terhadap sejumlah mata uang global, termasuk juga membebani emas sehingga rally akhir tahun untuk emas tertahan. Meski demikian emas tetap berhasil ditutup bullish dan keluar dari tekanannya di akhir tahun.
Investor membatasi transaksi di hari terakhir 2024 tersebut sehingga range pergerakan cenderung terbatas. Beberapa agenda data ekonomi di minggu ke-2 Januari 2025 kemungkinan menjadi salah satu penyebab kenapa investor menahan diri, meskipun secara musiman, Januari tercatat sebagai salah satu bulan yang positif juga untuk emas selain Desember.
Investor Menunggu China dan Rusia
Secara umum, investor sudah memahami bahwa bank sentral China sudah kembali membeli emas di bulan November 2024, via data yang ditunjukkan di bulan Desember. Hal ini sekaligus menandai kembalinya China dalam pembelian emas setelah sempat jeda di periode Mei – Oktober 2024.
Data terbaru diperkirakan baru akan dirilis sekitar tanggal 7 Januari 2025 untuk mengetahui apakah bank sentral China tetap melanjutkan pembelian tersebut di bulan Desember atau tidak. Hal ini menjadi salah satu catatan penting bagi investor emas, meskipun tanda-tanda lain ditunjukkan oleh permintaan bank sentral global terhadap emas yang masih berjalan hingga saat ini.
Selain itu, pasar juga kemungkinan akan mencermati perkembangan di Rusia sepanjang Januari, dan juga tanda-tanda apakah Trump nantinya bisa mengakhiri perang Ukraina-Rusia. Beberapa catatan menunjukkan sejauh ini sepertinya hal tersebut tidak mungkin terjadi.

Dengan kembali aktifnya market di awal Januari, maka investor akan kembali mencermati data ekonomi AS yang akan dirilis malam nanti. Data jobless claims dan PMI manufaktur akan kembali menjadi rujukan dan bisa saja menjadi faktor penggerak malam nanti.
Klaim pengangguran mingguan di jam 20.30 WIB, diperkirakan naik tipis dari 219K minggu lalu menjadi 220K. Sementara data PMI manufaktur di jam 20.45 WIB, diperkirakan turun dari 49.7 bulan sebelumnya menjadi 48.3.
Data yang lebih baik dari ekspektasi (jobless claims turun, PMI manufaktur naik) akan menekan emas kembali. Sebaliknya, data yang lebih lemah dari ekspektasi (jobless claims naik, PMi manufaktur turun) akan mendorong emas dan peluang penembusan resistance 2638-2640an cukup terbuka.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup bullish, penurunan berhasil ditahan di zona 2600 dengan level terendah tercatat di 2602.54. Harga rebound di malam hari jelang penutupan sesi NY sekaligus jelang penutupan akhir tahun 2024 dengan penutupan di level 2624 setelah sentuh 2627 sebagai level tertinggi hari itu.
Secara keseluruhan, resistance psikologis saat ini berada di zona 2633-2638 masih menjadi area yang wajib dicermati. Kegagalan tembus zona tersebut akan berdampak negatif bagi emas, dan bisa kembali membuat emas turun. Sebaliknya penurunan juga tetap mencermati zona 2601-2605 yang juga masih efektif sejauh ini. Selama tidak terjadi penembusan zona tersebut, emas juga masih punya peluang kembali didorong naik.

Di H4, penurunan tertahan di zona FR 23.6% 2601.72, meski sempat turun hingga 2596 sehari sebelumnya. Dan di akhir tahun 2024 (Selasa) penurunan hanya sempat sentuh 2602.54 sebelum akhirnya cenderung naik di sesi perdagangan NY di hari Selasa hingga sentuh 2627. Meski sempat terjadi pergerakan sesuai ekspektasi sentuh 2617, dan turun ke 2605, namun secara keseluruhan sesi perdagangan di akhir tahun 2024 berhasil ditutup naik.
Dengan zona yang sama, saat ini di sesi Asia emas sedang menguji area 2633-2638 yang merupakan zona resistance psikologis yang relatif kuat dalam 2 minggu terakhir. Jika zona tersebut kembali gagal ditembus, maka bearish akan kembali mendominasi, dengan target penurunan kembali melirik support 2601-2605. Jika zona 2633-2638 berhasil ditembus, maka peluang kenaikan berlanjut melirik 2645-2648 sebagai resistance terdekat, dan terbuka untuk naik lebih lanjut ke zona 2655-2660 jika mampu tembus 2645-2648.
Sebaliknya, di sisi penurunan, jika 2601-2605 kembali kuat atau tidak tembus, maka rebound juga berpeluang kembali mendorong emas ke kisaran 2615-2620an. Ini berarti range pergerakan akan relatif sideways dengan kisaran 2601-2605 di sisi support dan 2633-2638 di sisi resistance, berlaku selama tidak ada pemicu untuk perubahan signifikan pada sentimen pasar.
Sementara bearish akan jauh lebih kuat jika harga mampu tembus di bawah 2600, meskipun area support 2590-2594 juga akan menjadi penahan sementara waktu, dan 2578-2582 akan menjadi support terakhir yang diperkirakan menjadi zona demand. Buy bisa kembali dilakukan jika 2578-2582 tersebut tidak ditembus, tapi Stop Loss sebaiknya diset di bawah 2578. Sedangkan penembusan 2578 akan memicu penurunan lebih dalam ke kisaran 2565 ataupun 2536-2540 yang dicurigai sebagai zona support psikologis.
Secara umum, kondisi fundamental cenderung masih mendukung kenaikan emas (terutama kembalinya bank sentral China melakukan pembelian emas, dan permintaan emas bank sentral masih berlanjut). Namun even musiman yang saat ini tersisa adalah January effect di mana emas biasanya cenderung kuat di periode Januari. Meskipun demikian masih perlu konfirmasi dan pendukung lebih lanjut, terutama dari sisi data ekonomi.

Per jam 9.45 WIB, harga berada di 2633.50, dengan high di 2636.50 dan low 2621.66. Area FR 0% 2627.40 di grafik H1 sejauh ini berhasil ditembus dan candle berikutnya di jam 9.45 tetap bertahan di atas 2627. Jika ini tetap berlangsung hingga 2 candle beruturut-turut, maka zona 2625-2627 akan menjadi area support baru, dan bisa diincar sebagai zona buy baru.
Ekspektasi skenario yang ideal adalah penurunan lebih dulu terjadi dan relatif terbatas, dengan target koreksi ke kisaran FR 38.2% - FR 50% (kisaran 2616-2618) sebelum kembali rebound dan tembus di atas FR 0% 2627, sehingga kami menempatkan zona tersebut sebagai zona buy yang relatif lower risk.
Dengan kenaikan yang sudah terjadi, maka ekspektasi berikutnya adalah zona 2636-2638 masih menahan kenaikan, dan koreksi diharpakan kembali menguji area 2625-2627, dan zona buy baru seharusnya bisa dilakukan di zona tersebut, atau maksimal 2618-2620. Dan jika sesuai ekspektasi, maka kenaikan berikutnya bisa tembus di atas 2636-2638, terutama jika didukung dengan data PMI manufacture yang lebih lemah dari perkiraan di malam hari.
Alternatif terakhir jika tidak terjadi swing low sesuai ekspektasi, maka penembusan di atas 2638 diperlukan untuk konfirmasi kenaikan lebih lanjut, dan Anda bisa pertahankan/follow buy! (Note: berlaku hanya jika benar-benar konfirm tembus!)
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi BUY dekat support
Entry: 2616.00 – 2618.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward : 2630.00 ($12 - $14)
(follow/pertahankan BUY jika tembus 2638.00,
Target terdekat 2645, terjauh 2652, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2610.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 2608.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi SELL jika Support ditembus
Entry : 2601.00 – 2603.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2589.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2609.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 2610)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.03800 – 1.04000
Target : 1) 1.03200 2) 1.02600
SL : 1.04600
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.03000
Switch to BUY jika tembus 1.05000
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.25400 – 1.25600
Target : 1) 1.24800 2) 1.24200
SL : 1.26200
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.25000
Switch to BUY jika tembus 1.26600
Potensi Descending triangle sehingga kenaikan dicurigai terbatas
Suggest : SELL on Rally
Area : 157.700 – 157.900
Target : 1) 157.100 2) 156.500
SL : 158.500
Alternatif :
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 156.700
Switch to BUY jika tembus 158.600
Suggest : BUY on Dip
Area : 2616.00 – 2618.00
Target : 1) 2624.00 2) 2630.00
SL : 2610 (ideal 3-5 points di bawah 2608.00)
Alternatif :
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2638
Switch to SELL jika tembus 2603
CEK KETERANGAN!



