logo agrodana futures official
Buka Akun

Gold (Emas)

Penggerak Pasar

Imbal hasil Treasury AS ditutup turun untuk kedua kalinya dalam 2 hari beruntun. Sementara dolar justru sempat mengalami kenaikan cepat meskipun akhirnya ditutup di titik awal sebelum kenaikan tersebut terjadi. Namun hal tersebut tetap membebani emas sehingga sulit untuk mendapatkan rebound yang kuat di malam hari dan berakhir di zona psikologis 2605. 

Penurunan drastis di pasar saham AS sepertinya ikut berdampak pada nasib emas yang juga mengharapkan rally akhir tahun. Hal ini membuat investor berhati-hati dan cenderung melakukan aksi profit taking meskipun data ekonomi tadi malam menunjukkan Chicago PMI yang lebih rendah dari ekspektasi, 36.9 vs 42.7.  

Nasib Rally Terancam, Cermati Indeks Saham!

Rally akhir tahun berpotensi terancam dengan penurunan dibawah 2600 yang terjadi tadi malam. Hal tersebut juga sejalan dengan penurunan drastis yang terjadi pada indeks saham AS yang tertekan untuk hari kedua berturut-turut karena penurunan di sektor teknologi. 

Dengan kondisi memasuki hari terakhir Desember yang juga sekaligus hari terakhir tahun 2024, maka nasib rally emas akan bergantung pada penutupan hari ini. Biasanya ada daya tarik musiman yang cukup kuat setiap tahunnya sejak 2016. Tapi dengan Fed yang berubah menjadi hawkish, penguatan dolar dan tekanan pada obligasi membuat emas terbebani dan berpotensi ditutup lebih rendah di bulan Desember, kecuali jika terjadi perubahan yang cukup “Ajaib” di hari terakhir perdagangan bulan ini. 

Secara keseluruhan emas sudah naik 26.5% sepanjang tahun ini, menjadikannya sebagai tahun terbaik sejak 2010. Meskipun kondisi terkini berpotensi merintangi kenaikan emas di akhir tahun, tapi sejarah menunjukkan emas pernah mengalami penurunan di Desember 2015 dan 2016 kemudian menguat di bulan Januari, masing-masing 6.6% dan 5.4%. Dengan demikian hal tersebut bisa saja memperkuat kasus untuk terjadinya pengulangan kenaikan di bulan Januari (jika memang ternyata Desember gagal untuk catatkan kenaikan di hari terakhir). 

Di sisi lain, jika mencermati kondisi minggu lalu saat mau memasuki libur Natal, emas juga mengalami penurunan di hari Senin dan Selasa. Namun kemudian berhasil naik saat penutupan jelang libur dipicu dengan kenaikan yang terjadi pada indeks saham AS sebelum libur. Dan hal tersebut berlanjut saat pembukaan setelah libur Natal. Dengan demikian bisa saja hal tersebut kembali terjadi di hari Kamis, 2 Januari 2024, dengan catatan bahwa indeks saham akan menjadi indikator yang menarik untuk dicermati.

Fokus Minggu Ini

Tidak ada data ekonomi malam ini yang efektif ataupun signifikan berpengaruh sehingga pasar akan mencermati perkembangan di malam hari. Jika tidak ada kejutan ataupun tekanan yang signifikan, maka indeks saham bisa menjadi indikator yang baik untuk mendapatkan sinyal apakah emas akan rebound di malam hari atau tidak.

Data besar lainnya muncul di hari Kamis, dengan jobless claims mingguan yang akan kembali disorot, beserta PMI manufacture, versi ISM dan juga S&P Global. 

Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah! 

gold nano 1200x700 kv

Analisis Teknikal Gold

Candlestick daily ditutup bearish, kenaikan terhambat di 2627, gagal untuk pulih di atas 2633. Bahkan penurunan sempat menyentuh 2596, meskipun akhirnya ditutup rebound di 2605. Rally akhir tahun terancam jika hari ini harga kembali bertahan di bawah 2610, atau dengan kata lain gagal tembus di atas 2630-an.

Secara keseluruhan, resistance psikologis saat ini berada di zona 2633-2638 sehingga jika rebound kembali gagal tembus atau minimal ditutup di zona tersebut, maka peluang kenaikan di beberapa hari pertama Januari akan relatif kecil dan investor harus menunggu NFP minggu depan. Sebaliknya, penurunan di bawah 2580 akan membuka peluang untuk menguji zona 2571 ataupun 2540, dengan catatan bahwa kondisi akhir tahun yang berpotensi membatasi aktivitas jelang libur, maka penurunan diharapkan tertahan di zona 2578-2582.

slide20

Di H4, kenaikan gagal lanjut di atas 2630-an, dan catatkan tertinggi hanya berada di 2627 sebelum akhirnya turun hingga 2596. Di penurunan pertama 2605 harga sebenarnya sempat rebound hingga 2622. Tapi sayangnya gagal lanjut hingga akhirnya turun drastis ke 2596. 

Secara umum tekanan turun kemungkinan masih dominan untuk beberapa waktu ke depan dan area 2618-2627 adalah area resistance yang diperkirakan akan menjadi zona sell yang cukup kuat untuk saat ini. Dengan catatan stop loss harus ditempatkan di atas resistance untuk mengantisipasi kemungkinan berbalik naik karena kesempatan untuk penutupan positif di akhir tahun masih cukup terbuka.

Level support 2601-2605 kemungkinan akan kembali ditembus, dan itu berarti area 2590-2594 akan kembali dilirik. Jika tembus, maka potensi berikutnya melirik zona 2578-2582. Di area ini akan sangat kritikal. Jika tembus juga, maka berpotensi lanjut ke 2571 (support FR 50% Daily) atau terjauh 2554.45 (low 15 Nov 2024).  

Sebaliknya, jika 2578-2582 tidak ditembus, maka demand diperkirakan muncul dan berpeluang kembali mendorong harga naik kembali, setidaknya ke zona 2588-2594 atau mendekati 2600 kembali. 

Minimnya data ekonomi dan juga kemungkinan profit taking jelang libur akhir tahun diperkirakan akan membuat harga bergerak sideways sehingga penurunan diperkirakan tidak terlalu besar. Dengan demikian zona 2578-2582 diharapkan mampu menahan penurunan tersebut. 

Secara umum, kondisi fundamental cenderung masih mendukung kenaikan emas (terutama kembalinya bank sentral China melakukan pembelian emas, dan permintaan emas bank sentral masih berlanjut, dan even musiman di akhir Desember hingga awal Januari). Namun, kondisi penurunan di saham AS membuat peluang Santa Claus Rally di emas juga turut terancam!

slide21

Per jam 10.00 WIB, harga berada di 2606.16, dengan high di 2611.50 dan low 2603.80. Trendline support berhasil ditembus sehingga kali ini harga cenderung turun. Dengan menarik garis dari puncak 2638.09 ke 2622.51, lalu tarik garis sejajar, maka didapat trend channel seperti pada gambar.  

Ekspektasi skenario hari ini swing high terbatas untuk beberapa waktu ke depan, dengan area resistance trend channel berada di kisaran 2615-2622 sebagai area retest sekaligus zona sell yang berisiko rendah (lower risk), dan penurunan berlanjut mendekati 2578-2582. 

Jika harga bergerak sesuai skenario, maka potensi bearish lebih dominan sehingga SELL di sesi Asia maupun Eropa masih bisa dilakukan selama tidak tembus di atas 2623. 

Namun, di malam hari, terutama jika harga sentuh area yang diperkirakan sebagai area demand yang lebih kuat (kisaran 2578-2582), maka rebound diharapkan terjadi di zona tersebut. Dan hal ini bisa menjadi pertimbangan untuk zona buy, jika memenuhi syarat tersebut, dengan stop loss sebaiknya dipasang beberapa poin di bawah 2578.

Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4! 

Trading Strategy: 
Opsi SELL on Rally
Entry: 2616.00 – 2618.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward :  2604.00 ($12 - $14) 
(follow/pertahankan SELL jika tembus 2605.00,
Target terdekat 2596, terjauh 2580, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2624.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di atas 2623.00)
Risk Reward: 1: 2 

Opsi BUY jika Support tidak ditembus
Entry : 2578.00 – 2580.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2592.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2572.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di bawah 2572)
Risk Reward: 1: 2

Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!

CHART TECHNICAL ANALYSIS EURUSD

slide13

slide14

Suggest : SELL on Rally
Area : 1.04200 – 1.04400
Target : 1) 1.03600 2) 1.03000
SL : 1.05000

Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.03800
Switch to BUY jika tembus 1.05400

CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD

slide15

slide16

Suggest : SELL on Rally
Area : 1.25600 – 1.25800
Target : 1) 1.25000 2) 1.24400
SL : 1.26400

Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.25000
Switch to BUY jika tembus 1.26600
Potensi Descending triangle sehingga kenaikan dicurigai terbatas

CHART TECHNICAL ANALYSIS  USDJPY

slide17

slide18

Suggest : SELL on Rally
Area : 157.200 – 157.400
Target : 1) 156.600 2) 156.000
SL : 158.000

Alternatif :
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 156.000
Switch to BUY jika tembus 158.000

CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD (XAUUSD)

slide19

slide20

slide21

Suggest : SELL on Rally
Area : 2616.00 – 2618.00
Target : 1) 2610.00 2) 2604.00
SL : 2624 (ideal 3-5 points di atas 2623.00)

Alternatif :

CEK KETERANGAN!

Pertahankan/Follow SELL jika tembus 2605

Switch to BUY jika tembus 2633

Dolar sedikit pulih terhadap mata uang lainnya kecuali terhadap Yen di akhir tahun ini. Prospek pertumbuhan ekonomi yang pesat di tahun 2025 di bawah agenda ekonomi Trump yang akan menjadi presiden AS untuk kedua kalinya dikhawatirkan akan kembali memicu inflasi kembali naik. Sehingga Federal Reserve dalam pertemuan moneter terakhirnya mengurangi proyeksi penurunan suku bunga acuannya menjadi setengahnya dari 4 kali atau sebanyak 100 bps menjadi hanya 2 kali sebanyak 50 bps di tahun 2025 nanti. Bahkan pelaku pasar meyakini Fed hanya akan memangkas suku bunga acuan sebanyak 35 bps dan bukan 50 bps guna mengendalikan inflasi tersebut. Sementara di belahan dunia lainnya prospek ekonomi justru memburuk seiring dengan akan dikenakan kenaikan tarif impor oleh pemerintah AS dan kemungkinan kebijakan lain yang berpeluang menghambat laju pertumbuhan ekonomi sehingga bank sentral akan terus menurunkan suku bunga acuan guna mendongkrak perekonomian. Perbedaan prospek kebijakan moneter tersebut menjadi penggerak pasar di tahun 2025 nanti yang secara jelas menjadi daya tarik mata uang dolar. Data ekonomi jelang tutup tahun cukup mixed dengan data indeks manufaktur PMI negara bagian Chicago yang turun tajam dari 40.2 menjadi 36.9 yang lebih buruk dari perkiraan naik 42.7. Sektor manufaktur masih belum pulih sejak pandemi berakhir. Sementara data sektor perumahan positif dengan angka penjualan rumah yang tertunda mengalami kenaikan 2.2% yang jauh melampaui perkiraan turun 0.9% meski data periode sebelumnya direvisi menurun dari 2.0% menjadi hanya 1.8%. Hari ini merupakan hari terakhir di tahun ini dan diperkirakan volume perdagangan semakin menuurun dengan hanya ada data indeks harga perumahan.

Yen berlanjut menguat terhadap dolar seiring dengan spekulasi akan dilakukannya langkah intervensi oleh pemerintah Jepang. Pada akhir pekan lalu Menteri Keuangan Jepang - Katsunobu Kato menyampaikan pandangannya terhadap mata uang Yen yang kembali cenderung melemah dengan mengatakan jika pemerintah Jepang siap beraksi jika pergerakan mata uang Yen terlalu cepat dan tidak menggambarkan kondisi fundamental ekonomi di Jepang. Pernyataan ini diduga ada kemungkinan pemerintah Jepang akan melakukan intervensi di saat pasar sepi seperti di akhir tahun saat ini. Selain itu juga semakin santernya isu seputar prospek Bank Sental Jepang (BOJ) yang akan segera menaikkan suku bunga acuannya dalam waktu tidak lama lagi. Hal ini tercermin dalam nota pertemuan moneter BOJ pekan lalu yang menunjukkan sejumlah pejabat BOJ menghendaki kenaikan suku bunga acuan secepatnya guna mengantisipasi angka inflasi yang cenderung naik.

Euro masih cenderung melemah terhadap dolar seiring dengan sentimen negatif seputar kondisi politik, ekonomi dan ancaman perdagangan dengan AS mendatang. Kondisi ekonomi yang terus menurun membuat Bank Sentral Eropa (ECB) diperkirakan masih akan terus menurunkan suku bunga acuan guna memicu pertumbuhan ekonomi agar menjadi lebih baik. Setelah memangkas suku bunga acuan sebanyak 4 kali di tahun ini, ECB diperkirakan masih akan memangkas serupa di tahun depan. Cukup jauhnya perbedaan proyeksi pemangkasan dibandingkan dengan Fed membuat sentimen negatif terhadap aset-aset Euro. Sementara kondis politik di Jerman masih akan terus mewarnai pergerakan mata uang Euro setidaknya hingga pemilu dini di bulan Februari mendatang. Sedangkan di Prancis pengangkatan Perdana Mentari yang baru masih belum menjamin stabilitas politik seiring dengan posisi oposisi yang sangat kritis di bawah pimpinan Marine Le Pen yang menjadi rival utama Presiden Macron dalam pemilu Prancis lalu. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.

Poundsterling sedikit melemah terhadap dolar seiring dengan performa ekonomi yang lumayan baik dan langkah Bank Sentral Inggris (BOE) yang terus mempertahankan suku bunga acuannya. Inflasi di Inggris yang terus membandel membuat BOE menjadi bank sentral yang paling sedikit memangkas suku bunga acuan di antara negara G10 selain Jepang. Sehingga membuat Goldman Sachs mengecualikan Inggris dari bank sentral yang terus bergerak menyesuaikan dengan inflasi. Hal ini dikarenakan inflasi yang relatif stabil dan kecenderungan naik terutama di sektor jasa yang terus diawasi oleh BOE. Dan perbedaan suku bunga masih menjadi daya tarik bagi pelaku pasar menjelang ketidakpastian ekonomi global karena agenda ekonomi pemerintah AS yang baru nanti. Meski demikian Bank Sentral Inggris (BOE) diperkirakan akan segera menurunkan suku bunga acuan kembali, terlebih setelah anggota voting untuk pemangkasan bertambah dari 1 orang menjadi 3 orang. Kemungkinan besar jumlah voting akan semakin bertambah. Hari ini tidak ada data ekonomi.

Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://t.me/AGROdanaOFFICIAL
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial

Gold (Emas)

Penggerak Pasar

Imbal hasil Treasury AS dan dolar kembali bergerak berbeda arah. Imbal hasil Treasury ditutup naik, sedangkan dolar AS ditutup turun. Meski hal tersebut membuat emas turun dengan cepat, tapi pergerakan yang terbatas membuat tekanan turun juga relatif terbatas. 

Dengan minggu terpendek karena libur Natal, pasar nyaris tidak mendapatkan tekanan yang terlalu signifikan. Trader masih membatasi aktivitasnya dari liburan Natal dan juga Boxing day. Sementara di sesi NY, neraca perdagangan AS bulan November cukup baik dengan mencatatkan penurunan dari -99 miliar bulan lalu menjadi -100.6. Kemungkinan hal tersebut akan berbeda saat kebijakan tarif Trump nanti diberlakukan. 

Rally Akhir Tahun Tetap Terbuka?

Tanda-tanda rally akhir tahun sepertinya belum nampak dengan pergerakan yang terus menerus tertahan di zona 2638-2640, di mana 1 minggu terakhir kenaikan sempat tertahan di kisaran 2632-2633, lalu sempat membuka peluang dengan kenaikan lebih tinggi di 2638 dan 2639, tapi kemudian tertahan dan tertekan kembali ke 2611, meskipun tidak terlalu signifikan. 

Apakah ini berarti kenaikan tidak akan terwujud untuk akhir tahun ini? Dengan kondisi kenaikan tahun ini yang sudah lebih dari 27% sepanjang 2024, hal ini menjadi agak menyulitkan untuk emas. Meski tekanan turun efek dari pilpres AS mulai berkurang, tapi penyesuaian ekspektasi pasca pengumuman FOMC Desember sepertinya belum sepenuhnya memudar. Hal inilah yang membuat kenapa emas kesulitan untuk naik lebih cepat dan lebih tinggi seperti yang terlihat minggu lalu. 

Meski demikian, bukan berarti hal tersebut tertutup secara keseluruhan. Jika Desember gagal memulihkan sentiment akhir tahun, masih ada Januari yang tercatat sebagai bulan dengan performa terbaik untuk emas. 

Pola musiman menunjukkan bahwa Januari adalah bulan terbaik untuk emas selama 1 dekade terakhir. Pengecualian untuk era pasca pandemi. Pertanyaan muncul apakah ada hubungannya dengan kondisi China yang sedang mengalami kesulitan selama periode ini sehingga membuat rally akhir tahun cenderung terhambat. Meski demikian, selalu ada pemikiran tentang kenaikan emas yang akan terjadi menjelang perayaan Tahun Baru Imlek (tahun 2025 jatuh di bulan Januari, sekitar akhir bulan). PBOC sendiri sudah kembali melakukan pembelian emas, tercatat sejak November 2024, pasca jeda 6 bulan terhitung sejak April 2024.

Fokus Minggu Ini

Kita kembali dengan sesi perdagangan yang mulai sedikit aktif minggu ini, pengecualian di hari Rabu, 1 Januari 2025 dimana market akan libur perayaan Tahun Baru. Beberapa agenda data ekonomi akan dirilis, termasuk dari AS yang kembali diperkirakan akan menjadi penggerak market, terutama emas, selain tentunya kabar terbaru dari China tentang stimulus yang dijanjikan.

Malam ini kita berhadapan dengan data Chicago PMI dan pending home sales, dengan fokus utama sepertinya lebih tertuju pada indikator Chicago PMI. Data tersebut akan menentukan kesehatan ekonomi sektor manufaktur di wilayah Chicago. Data ini diyakini bisa membantu dalam memperkirakan PMI manufaktur versi ISM yang akan dirilis minggu ini (Kamis/Jumat). 

Data yang lebih baik dari ekspektasi akan membuat emas kembali terkoreksi turun, dan data yang lebih lemah dari ekspektasi akan menunjang kenaikan emas yang diperlukan menjelang akhir tahun 2024

Data besar lainnya muncul di hari Kamis, dengan jobless claims mingguan yang akan kembali disorot, beserta PMI manufacture, versi ISM dan juga S&P Global. Namun khusus data ISM masih perlu konfirmasi lebih lanjut karena economic calendar menunjukkan jadwal 2 kali rilis di hari Kamis dan Jumat sehingga akan dipastikan lebih lanjut apakah akan rilis Kamis atau Jumat.

Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah! 

gold nano 1200x700 kv

Analisis Teknikal Gold

Candlestick daily ditutup bearish, level tertinggi tertahan di 2638.09 dan turun hingga 2611.58, tertahan di dekat MA 100 Daily yang berada di 2613. Secara umum, range pergerakan relatif terbatas, dan penurunan juga masih batas wajar dan sesuai perkiraan kami sebelumnya yang menandai area 2605-2610 sebagai support psikologis yang cukup efektif.

Secara keseluruhan, peluang rally akhir tahun tetap terbuka, meskipun sempat turun di hari Jumat. Namun, bullish akan lebih kuat jika mampu keluar dari resistance 2640an tersebut. Dengan demikian zona resistance penting saat ini berada di kisaran 2640-2651 yang harus ditembus untuk mempermudah kenaikan. Sebaliknya, waspadai 2600-2605 sebagai support psikologis dalam waktu dekat. 

slide20

Di H4, kenaikan kembali terhambat di dekat MA 200 H4 @2637 saat itu (high tercatat di 2638.09), lalu turun hingga 2611.58. Harga berada di bawah garis trend. Tapi kemudian rebound, dan pagi ini kembali menguji area tersebut, terbantu dengan pembukaan gap up di pagi ini. 

Secara keseluruhan pergerakan yang sideway tersebut belum menandakan perubahan tren yang signifikan, meskipun trendline berhasil ditembus. Jika beberapa jam kedepan harga berhasil naik di atas trendline atau di atas 2633 kembali, maka tren cenderung bullish. Sebaliknya, jika beberapa jam kedepan harga tetap di bawah trendline, maka tren cenderung bearish/turun. 

Level support 2601-2605 akan menjadi penentu. Jika support tersebut ditembus, maka penurunan berpotensi berlanjut di bawah 2600, dengan target support terdekat 2590-2594, dan terjauh 2578-2582. Namun penurunan diperkirakan masih relatif terbatas mengingat kondisi akhir tahun yang kian dekat, dan market masih menunggu apakah rally akhir tahun tetap terjadi hingga beberapa hari pertama Januari 2025. 

Rally akan berlanjut jika resistance 2638/2640 berhasil ditembus. Dan kenaikan bisa lebih kuat jika didukung data ekonomi yang relatif lemah.

Sebaliknya, penurunan di bawah 2601-2605 berpotensi memicu penurunan. dengan potensi terdekat ke 2590-2594, dan terjauh 2578-2582. Dengan demikian, strategi sell bisa terpenuhi jika benar-benar tembus 2600, dengan catatan bahwa proyeksi penurunan diperkirakan masih relatif terbatas. 

Secara umum, kondisi fundamental cenderung masih mendukung kenaikan emas (terutama kembalinya bank sentral China melakukan pembelian emas, dan permintaan emas bank sentral masih berlanjut, dan even musiman di akhir Desember hingga awal Januari) sehingga penurunan ke zona 2601-2605 sebenarnya masih dipertimbangkan sebagai area buy yang cukup ideal, dengan Stop loss ideal di bawah 2600.

slide21

Per jam 9.50 WIB, harga berada di 2624.14, dengan high di 2626.62 dan low 2619.36.Trendline support diperbarui, ditarik dari bottom 2582.68 ke bottom berikutnya 2611.58 sehingga terlihat seperti pada gambar. 

Ekspektasi skenario hari ini swing low terbatas, menguji kembali area trendline support 2613-2616, dan kemudian dilanjutkan dengan dorongan kenaikan kembali hingga zona kuning terdekat kisaran 2635-2639. Dan secara bertahap kembali naik lebih tinggi dengan asumsi swing low kedua tidak lebih dari 2618-2622, dengan proyeksi target resistance berikutnya di zona 2648-2651.

Sebaliknya, potensi bearish tetap terbuka. Secara teknis, sell bisa dilakukan jika konfirm tembus di bawah 2611 (low 27 Des 2024). Namun penurunan diperkirakan jauh lebih konfirm jika berhasil tembus 2600 sehingga strategi sell sebaiknya dilakukan hanya jika tembus 2600, dengan catatan target akan relatif terbatas kisaran 2590-2594 atau terjauh 2578-2582. 

Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4! 

Trading Strategy: 
Opsi BUY on Dip
Entry: 2615.00 – 2617.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward :  2629.00 ($12 - $14) 
(follow/pertahankan BUY jika tembus 2640.00,
Target terdekat 2646, terjauh 2660, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2609.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 2608.00)
Risk Reward: 1: 2 

Opsi SELL jika Support ditembus
Entry : 2600.00 – 2602.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2588.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2608.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 2606)
Risk Reward: 1: 2

Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!

CHART TECHNICAL ANALYSIS EURUSD

slide13

slide14

Suggest : SELL on Rally
Area : 1.04400 – 1.04600
Target : 1) 1.03800 2) 1.03200
SL : 1.05200

Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.03800
Switch to BUY jika tembus 1.05400

CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD

slide15

slide16

Suggest : SELL on Rally
Area : 1.26400 – 1.26600
Target : 1) 1.25800 2) 1.25200
SL : 1.27200

Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.25000
Switch to BUY jika tembus 1.27200
Potensi Descending triangle sehingga kenaikan dicurigai terbatas

CHART TECHNICAL ANALYSIS  USDJPY

slide18

slide18

Suggest : SELL on Rally
Area : 157.900 – 158.100
Target : 1) 157.300 2) 156.700
SL : 158.700

Alternatif :
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 157.400
Switch to BUY jika tembus 159.000

CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD (XAUUSD)

slide19

slide20

slide21

Suggest : BUY on Dip
Area : 2615.00 – 2617.00
Target : 1) 2623.00 2) 2629.00
SL : 2609 (ideal 3-5 points di bawah 2608.00)

Alternatif :
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2640
Switch to SELL jika tembus 2600
CEK KETERANGAN!

Dolar mengalami koreksi terhadap mata uang lainnya masih dengan kondisi pasar yang masih sepi menjelang akhir tahun. Dengan pelaku pasar yang absen dan menunggu agenda ekonomi pemerintahan baru Presiden Trump untuk periode kedua kalinya di bulan depan. Pengurangan pajak individu maupun korporasi diharapkan akan memacu pertumbuhan ekonomi lebih cepat, namun di sisi lain juga berpotensi dapat memicu inflasi kembali naik. Sehingga Fed dalam pertemuan moneter lalu selain memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps, namun juga menurunkan proyeksi suku bunga acuan di tahun 2025 mendatang menjadi hanya 2 kali dari proyeksi sebelumnya sebanyak 4 kali. Ketua Fed – Jerome Powell juga mengkonfirmasi hal tersebut dengan mengatakan Fed akan lebih cermat dan berhati-hati lagi untuk kembali memangkas suku bunga acuan di masa depan. Bahkan spekulasi di pasar, Fed akan memangkas suku bunga acuan sebanyak 2 kali dengan hanya total keseluruhan 37 bps dan bukan 2 kali 25 bps. Ekspektasi penurunan suku bunga acuan yang terbatas membuat mata uang dolar lebih menarik dibandingkan mata uang lainnya dimana bank sentral lainnya cenderung lebih agresif memangkas suku bunga acuannya, guna memacu pemulihan ekonomi yang terancam dengan kenaikan tarif impor dari kebijakan moneter pemerintah AS yang akan datang. Dengan pengecualian Bank Sentral Jepang (BOJ) yang berpeluang akan segera menaikkan suku bunga acuannya. Data ekonomi juga tidak cukup penting yang akan dirilis pekan depan, hanya data-data PMI di sektor manufaktur. Sedangkan data sektor tenaga kerja yang sangat penting baru akan dirilis di pekan kedua bulan Januari mendatang.

Yen bergerak menguat terhadap dolar seiring dengan rilis nota pertemuan moneter Bank Sentral Jepang (BOJ) pekan lalu. Dalam nota pertemuan tersebut sejumlah pejabat BOJ cukup yakin perlunya segera menaikkan suku bunga acuan meski kalah suara dalam pemungutan suara dalam pertemuan lalu. Seiring dengan sejumlah pejabat lainnya yang mempertimbangkan perlunya menunggu dampak dari agenda ekonomi dari pemerintah AS yang tidak lama lagi akan dijalankan dan juga struktur upah yang diperkirakan juga segera berubah dalam waktu dekat ini. Gubernur BOJ - Kazuo Ueda juga sepakat perlu lebih banyak data ekonomi untuk mengambil keputusan yang tepat menghadapi situasi yang tidak menentu setelah Trump menjadi presiden untuk kedua kalinya nanti. Di sisi lain pemerintah Jepang juga terus mengawasi pergerakan mata uang Yen yang terus melemah tanpa dasar fundamental ekonomi yang riil. Selain itu BOJ juga mulai melakukan tapering dengan mengurangi pembelian obligasi pemerintah mulai bulan Januari mendatang secara bertahap. Agenda BOJ di bulan Januari dimulai dari laporan ekonomi regional pada 9 Januari lalu diikuti oleh pidato resmi dari Wakil Gubernur BOJ - Ryozo Himino yang kemungkinan akan memberikan sinyal langkah moneter yang akan diambil oleh BOJ dan pertemuan moneter BOJ dijadwalkan pada 23-24 Januari.

Euro hanya naik tipis terhadap dolar dan relatif tertahan di kisaran level terendah dalam 2 tahun terakhir. Selain kondisi politik di Jerman dan Prancis yang masih menghadapi krisis, kondisi ekonomi juga tidak cukup baik dan malah cenderung menurun. Serta prospek akan pemangkasan suku bunga acuan lebih lanjut dari Bank Sentral Eropa (ECB) ditambah dengan kemungkinan tekanan setelah beberapa waktu lalu Trump mengungkit neraca perdagangan AS yang lebih banyak menguntungkan Uni Eropa dan meminta untuk menyeimbangkannya yang merupakan tantangan yang sulit bagi Uni Eropa. Sentimen negatif tersebut semakin membebani mata uang Euro. Tidak ada data penting pekan ini hanya PMI sektor manufaktur di Jerman.

Poundsterling juga sedikit menguat terhadap dolar, namun penguatannya juga tertahan karena volume perdagangan yang rendah di akhir tahun. Di antara mata uang negara G7, hanya GBP yang relatif bertahan terhadap penguatan mata uang dolar. Seiring dengan langkah moneter Bank Sentral Inggris (BOE) yang paling sedikit dalam menurunkan suku bunga acuannya dengan kondisi ekonomi yang juga lebih stabil jika kondisi Inggris dibandingkan dengan negara-negara lainnya. Kondisi ekonomi fiskal sebenarnya juga tidak jauh dari negara tetangganya yang berjuang untuk memenuhi keperluan anggarannya. Namun keunggulan di politik yang lebih stabil menjadi sentimen positif bagi GBP. Pekan ini juga tidak ada data penting hanya PMI di sektor manufaktur.

Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://t.me/AGROdanaOFFICIAL
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial

Masih ragu dan memiliki pertanyaan lainnya ?

Kantor Pusat
Menara Batavia Lt. 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126,
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Berlangganan Newsletter Agrodana:
Ikuti Kami
facebook agrodanayoutube agrodanainstagram agrodana
agrodana iosagrodana android
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan
/ Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Ikuti Kami
alt=""alt=""alt=""
Kantor Pusat
Menara Batavia Lt 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126, Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Email:  [email protected]Whatsapp: +6281-988-3777
Berlangganan Newsletter Agrodana :
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan / Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Whatsapp Non Klien
crossmenuchevron-down