logo agrodana futures official
Buka Akun

Dolar berlanjut terkoreksi terhadap mata uang lain setelah menyentuh level tertinggi dalam 2 tahun terakhir. Pekan lalu Fed memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps sesuai perkiraan namun mengurangi peluang untuk melanjutkan pemangkasan berikutnya dari 4 kali menjadi hanya 2 kali melalui proyeksi dot plot-nya. Langkah ini diambil mengingat tekanan inflasi yang belakangan ini kembali cenderung meningkat. Sementara data Personal Consumption Expenditure (PCE) yang dirilis pada hari Jumat lalu menunjukkan tekanan inflasi mengalami penurunan menjadi 0.1% yang lebih rendah dari perkiraan sama seperti periode sebelumnya 0.2%. Sedangkan data Core PCE justru menurun dari 0.3% menjadi 0.1% yang lebih rendah dari perkiraan turun 0.2%. Dan jika dibandingkan dengan data yang sama setahun sebelumnya PCE mengalami kenaikan dari 2.3% menjadi 2.4% yang lebih rendah dari perkiraan naik hingga 2.5% serta data Core PCE relatif stagnan sama seperti periode sebelumnya 2.8% yang juga lebih rendah dari perkiraan sedikit naik 2.9%. Data-data ini berlawanan dengan proyeksi Fed yang membuat pasar merujuk pada agenda ekonomi Presiden Trump nanti yang beresiko berdampak pada kenaikan inflasi. Turunnya mata uang dolar sebenarnya normal mengingat beberapa waktu sebelum FOMC sudah menguat cukup lama sehingga lonjakan paska FOMC digunakan sebagai momen untuk profit taking. Selain itu juga dipicu oleh kemungkinan pemerintah AS menutup sebagian kegiatannya jika Kongres AS tidak meloloskan penambahan anggaran hingga hari Jumat ini. Sebelumnya penambahan anggaran tertolak di DPR AS hari Kamis pekan lalu. Pekan ini pasar akan terbatas dengan tutupnya sebagian besar pusat keuangan dunia karena merayakan Natal dan Tahun Baru di pekan depan. Yang artinya peluang dolar untuk rebound juga akan tertahan sehingga pelemahan dolar masih lebih dominan. Pekan ini sebelum libur di hari Rabu akan dirilis data Chicago PMI dan Kepercayaan Konsumen malam ini serta data Durable Goods Order esok hari.

Yen bergerak menguat seiring dengan koreksi mata uang dolar setelah pertemuan moneter Bank Sentral Jepang (BOJ) pekan lalu yang mempertahankan suku bunga acuannya sesuai perkiraan. Spekulasi sebelumnya perkiraan langkah BOJ adalah menaikkan suku bunga acuannya seiring dengan laju inflasi yang terus naik. Namun kondisi ekonomi global yang masih beresiko tinggi serta akan adanya kemungkinan perubahan struktur upah di Jepang membuat BOJ menunda kenaikan suku bunga pada pertemuan kemarin. Komentar dari Gubernur BOJ - Kazuo Ueda dalam konferensi pers juga sedikit mengecewakan pasar. Alih-alih memberikan petunjuk untuk langkah yang akan diambil pada pertemuan moneter berikutnya, Ueda mengatakan BOJ perlu lebih banyak lagi waktu dan data ekonomi untuk mengambil keputusan berikutnya dan juga antispasi dari implikasi agenda pemerintahan AS yang baru. Sehingga tidak ada kepastian akan langkah BOJ berikutnya dalam pertemuan moneter di bulan Januari nanti.

Euro juga menguat terhadap dolar dan juga terangkat oleh penguatan terhadap mata uang GBP yang gagal memanfaatkan momentum pertemuan moneter Bank Sentral Inggris (BOE) pekan lalu yang menetapkan untuk mempertahankan suku bunga acuannya. Selain itu sejumlah negara tetangga terdekat Uni Eropa juga mengumumkan hasil pertemuan moneter yang bervariasi. Bank Sentral Swedia (Riksbank) mempertahankan suku bunga acuan untuk saat ini. Sementara Bank Sentral Norwegia (Norges Bank) sesuai perkiraan memangkas suku bunga acuannya sebanyak 25 bps kemarin menyusul langkah Bank Sentral Eropa (ECB) pekan lalu. Data ekonomi juga cukup positif dengan Kepercayaan Konsumen di Jerman dari GfK meningkat dari -23.1 menjadi -21.3 yang lebih baik dari perkiraan hanya naik -22.5. Sedangkan Bisnis Sentimen di Prancis masih stagnan 97 sama seperti periode sebelumnya yang lebih dari perkiraan menurun 96. Ini merupakan data bulan lalu dimana kisruh politik di Prancis belum memuncak sehingga kondisi ekonomi masih kondusif.

Poundsterling relatif tertahan meski dolar cenderung melemah hari Jumat lalu dan juga tekanan dari mata uang Euro. Pekan lalu, Bank Sentral Inggris (BOE) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya sesuai perkiraan. Hasil voting anggota MPC menunjukkan adanya 3 orang pejabat BOE yang memilih untuk memangkas suku bunga acuan dari 9 anggota seluruhnya yang cukup mengejutkan karena sebelumnya diperkirakan hanya ada 1 orang yang melakukannya. Dengan demikian ekspektasi akan langkah BOE pada pertemuan moneter berikutnya akan memangkas suku bunga acuan menjadi lebih besar peluangnya. Hal ini juga didukung oleh komentar dari Gubernur BOE - Andrew Bailey yang mengatakan ekspektasi pasar tersebut cukup beralasan untuk dilaksanakan pada pertemuan moneter berikutnya di bulan Februari mendatang, namun BOE tidak serta merta memastikan lebih rinci perihal kebijakan moneter sepanjang tahun 2025 mendatang.

Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://t.me/AGROdanaOFFICIAL
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial

Gold (Emas)

Penggerak Pasar

Imbal hasil obligasi dan dolar AS kembali naik lebih tinggi, melanjutkan kenaikan sesuai perkiraan kami di youtube @AgrodanaFuturesOfficial kemarin. Hal tersebut didukung dengan data GDP AS yang dirilis lebih baik dari ekspektasi, dan juga jobless claims yang kembali turun dibanding minggu sebelumnya. 

GDP AS untuk Q3 final dirilis 3.1%, lebih tinggi dari ekspektasi 2.8%, dan naik dibanding bulan sebelumnya 3.0%. Sementara initial jobless claims menunjukkan klaim yang turun ke 220K, lebih rendah dari ekspektasi 230K, dan turun dibanding klaim minggu sebelumnya 242K. 

Pembahasan ‘Debt Ceiling’ Kembali Menghangat

Di sisi lain, pembicaraan tentang debt ceiling (pagu utang) kembali menghangat di beberapa hari terakhir. Trump mengharapkan plafon utang dihapuskan atau diperpanjang. Trump menginginkan perlindungan untuk penghapusan pagu utang di bawah pemerintahan Biden sehingga nantinya dia bisa meningkatkan defisit saat mulai bekerja 20 Januari 2025 mendatang.

Namun sayangnya Partai Demokrat masih menguasai Senat sehingga akan sangat sulit bagi anggota Partai Republik untuk memberikan suara untuk menghapuskan pagu utang tersebut. 

Dengan posisi “Red Sweep” di pemilu November 2024, kemungkinan Partai Republik baru akan leluasa saat mulai dilantik dan dengan mudah untuk mendukung tindakan yang akan dilakukan Trump nantinya.

PCE dan Kesempatan Terakhir Sebelum Akhir Tahun

Data PCE malam nanti bisa dianggap sebagai penentuan mengingat pasar segera masuk libur Natal dan juga Tahun Baru minggu depan sehingga data ekonomi relatif lebih ringan memasuki minggu terakhir Desember. Hal ini juga akan pengaruhi peluang rally akhir tahun yang dinantikan investor untuk Santa Claus Rally pada pasar ekuitas, juga seasonal event untuk emas.

Data akan dirilis di jam 20.30 WIB, dengan fokus tertuju pada core PCE. Data PCE atau Personal Consumption Expenditures adalah ukuran utama inflasi yang melacak perubahan harga barang dan jasa yang dibeli konsumen. Data tersebut dirilis oleh Biro Analisis Ekonomi (BEA) setiap bulannya dan menjadi alat penting yang digunakan Federal Reserve untuk menilai inflasi dan memandu kebijakan moneter ke depan. 

PCE utama mengukur perubahan harga secara keseluruhan untuk semua barang dan jasa, termasuk komponen yang mudah menguap seperti makanan dan energi yang bisa berfluktuasi tajam karena guncangan pasokan, perubahan musim, atau geopolitik. Sementara core PCE tidak memperhitungkan harga pangan dan energi yang dinilai lebih bergejolak dan memberi gambaran yang lebih jelas tentang tren inflasi yang mendasarinya. Core PCE inilah yang menjadi pengukur inflasi yang lebih disukai Fed karena gambaran yang lebih stabil tentang tekanan inflasi jangka panjang. 

Data PCE mirip dengan CPI, hanya saja memiliki cakupan lebih luas dan mencerminkan perubahan perilaku konsumen. 

Range perkiraan untuk core PCE kali ini diperkirakan ada di kisaran 0.1% - 0.3% untuk m/m, dan kisaran 2.8% - 3.0% untuk y/y. Sementara ekonom memperkirakan terjadi kenaikan pada Core PCE dari 2.8% menjadi 2.9% y/y dan penurunan pada basis bulanan dari 0.3% menjadi 0.2% m/m. Normalnya secara teori angka lebih tinggi dari ekspektasi akan mendorong penguatan dolar dan menekan emas. Namun, pasar butuh faktor kejutan sehingga angka yang ekstrim lebih tinggi di atas 3.0% y/y akan jauh lebih mendukung penguatan dolar sehingga emas lanjut tertekan. (berlaku juga untuk basis bulanan, diperlukan jauh di atas 0.3% m/m)

Sebaliknya angka lebih rendah dari ekspektasi akan menekan dolar dan menguntungkan untuk emas (naik).  Namun, faktor kejutan dengan angka lebih rendah di bawah 2.8% y/y akan membuat dolar tertekan dan emas berpeluang naik.  (begitu juga dengan basis bulanan, diperlukan jauh di bawah 0.2% m/m). 

Dengan demikian untuk memanfaatkan ‘seasonal event’ emas jelang memasuki minggu terakhir Desember, maka pastikan swing low terakhir terjadi setelah data PCE (jika data dirilis lebih baik dari ekspektasi). Secara history, emas punya peluang untuk naik di minggu terakhir Desember sehingga investor kemungkinan akan mengincar level terendah setelah data ekonomi dirilis sebagai kesempatan tersebut.

Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah! 

gold nano 1200x700 kv

Analisis Teknikal Gold

Candlestick daily ditutup inverted hammer dengan level tertinggi tertahan di 2626.35 akan menjadi resistance, dan level terendah tertahan di 2582.68 akan menjadi support untuk hari ini. Jika support ditembus, maka penurunan berikutnya berpeluang lirik support historical di kisaran 2571, 2554 dan 2536 yang terjauh. Sebaliknya, jika resistance ditembus, maka kenaikan berikutnya berpeluang lirik resistance 2651, 2664/266 dan 2686 terjauh. 

Secara umum tekanan kemungkinan masih mendominasi, terutama setelah data GDP tadi malam menunjukkan angka yang lebih baik dari ekspektasi dan dolar yang masih kuat. Hari ini pasar akan ditentukan dari data PCE sehingga ekspektasi secara keseluruhan mengharapkan adanya penurunan terakhir pasca PCE sebelum akhirnya mulai rebound bertahap memasuki minggu terakhir Desember untuk memanfaatkan rally akhir tahun sampai awal Januari.

slide20

Di H4, sesuai perkiraan, kenaikan tertahan di bawah FR 61.8% 2633 dan kembali dengan penurunan di bawah 2600. Level tertinggi sentuh 2626, sedikit di atas FR50% 2623 yang kita incar sebagai area SELL. Dan nampaknya skenario tidak berubah jauh sehingga area optimal ataupun ideal untuk SELL masih bisa dilakukan di kisaran yang sama. Namun area sell terdekat bisa memanfaatkan area FR 38.2% 2613. 

Selama tidak terjadi kenaikan di atas 2633, maka peluang Sell masih cenderung dominan. Dan saat penurunan skenario yang diharapkan adalah terjadi penurunan lebih lanjut di bawah FR 0% 2582 untuk turun hingga kisaran zona ungu, area 2536-3540 yang diperkirakan sebagai area potensial untuk demand. Dengan asumsi bahwa data PCE nanti malam tidak terlalu kuat, atau hanya selisih tipis dari ekspektasi sehingga peluang penurunan bisa diredam di malam hari.

Opsi buy bisa dilakukan di zona ungu tersebut, dengan harapan area 2536-3540 tidak ditembus, pastikan menggunakan Stop Loss di bawah 2530 untuk mengantisipasi penembusan dan low baru sebelum akhir sesi perdagangan.

Opsi buy juga dibenarkan jika harga tembus FR 61.8% 2633, yang berarti reversal bullish. Tapi target terdekat akan berpotensi tertahan di MA 200 H4 yang ada di 2647. Artinya posisi buy akan relatif pendek, kecuali jika MA 200 tersebut berhasil ditembus. 

Secara umum, kondisi fundamental cenderung masih mendukung kenaikan emas (terutama kembalinya bank sentral China melakukan pembelian emas, dan permintaan emas bank sentral masih berlanjut, dan even musiman di akhir Desember hingga awal Januari).

slide21

Per jam 9.40 WIB, harga berada di 2596.73, dengan high di 2603.91 dan low 2589.55. Dalam perhitungan Elliott wave sebelumnya, kami menganggap penurunan wave 5 sudah selesai sehingga diperkirakan sudah mulai memasuki fase rebound wave ABC di mana kenaikan sesi Asia kemarin sebagai wave A, lalu diikuti dengan penurunan wave B, sehingga seharusnya kita akan mulai dengan fase wave C yang berarti kenaikan lebih tinggi dari wave A kemarin (2626). 

Namun, skema ke 2 (alternatif), kami mencoba memperhitungkan ulang tentang Elliott wave tersebut sehingga didapatkan seperti pada gambar bahwa penurunan wave 5 justru belum selesai. Dengan demikian kenaikan kemarin hingga 2626 bisa dianggap sebagai wave 4. Ini berarti penurunan yang terjadi saat ini bagian dari wave 5 sehingga pantulan di kisaran 2605-2613 (di bawah resistance trendline merah) merupakan area sell yang relatif logis.

Penurunan kemungkinan bisa tembus di bawah support 2580-2582, dan berpeluang mengincar zona 2555 terdekat, atau 2531-2536 terjauh, dan kita anggap sebagai proyeksi target wave 5.

Sementara skenario buy dengan asumsi wave 5 selesai dilanjut dengan rebound wave ABC akan dimulai saat area wave 5 selesai, atau minimal 2536-2540 (low 14 Nov 2024 @2536) berhasil disentuh atau didekati. Buy bisa dipertimbangkan jika harga cukup dekat dengan zona ini.

Dan untuk peluang seasonal trend, kemungkinan tetap bisa terjadi memasuki minggu terakhir Desember sehingga dip atau koreksi tajam hari ini bisa dipertimbangkan untuk area buy, tapi pastikan lakukan setelah data PCE selesai dirilis!

Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4! 

Trading Strategy: 
Opsi SELL on Rally
Entry: 2610.00 – 2612.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward :  2598.00 ($12 - $14) 
(follow/pertahankan SELL jika tembus 2590.00,
Target terdekat 2583, terjauh 2575, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2618.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di atas 2620.00)
Risk Reward: 1: 2 

Opsi BUY jika Support gagal ditembus
Entry : 2538.00 – 2540.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2552.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2532.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di bawah 2532)
Risk Reward: 1: 2

Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!

CHART TECHNICAL ANALYSIS EURUSD

slide13

slide14

Suggest : SELL on Rally
Area : 1.03800 – 1.04000
Target : 1) 1.03200 2) 1.02600
SL : 1.04600

Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.03000
Switch to BUY jika tembus 1.05000

CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD

slide15

slide16

Suggest : SELL on Rally
Area : 1.25300 – 1.25500
Target : 1) 1.24700 2) 1.24100
SL : 1.26100

Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.24400
Switch to BUY jika tembus 1.26200
H&S nyaris sentuh target, didukung juga dengan potensi Descending Triangle

CHART TECHNICAL ANALYSIS  USDJPY

slide17

slide18

Suggest : BUY on Dip
Area : 156.600 – 156.800
Target : 1) 157.400 2) 158.000
SL : 156.000

Alternatif :
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 158.000
Switch to SELL jika tembus 155.800

CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD (XAUUSD)

slide19

slide20

slide21

Suggest : SELL on Rally
Area : 2610.00 – 2612.00
Target : 1) 2604.00 2) 2598.00
SL : 2618 (ideal 3-5 points di atas 2620.00)

Alternatif :
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 2590
Switch to BUY jika tembus 2626
CEK KETERANGAN!

Gold (Emas)

Penggerak Pasar

Imbal hasil obligasi dan dolar AS naik lebih tinggi setelah pengumuman FOMC tadi malam (dinihari). Fed memangkas suku bunga 25 bps sesuai ekspektasi, dan dolar berbalik naik setelah di waktu bersamaan dot plot terbaru menunjukkan proyeksi penurunan suku bunga 2025 hanya sekitar 50 bps (total) yang berarti 1x penurunan suku bunga “jumbo” 50 bps atau 2x penurunan suku bunga 25 bps. 

Hal ini lebih rendah dibanding ekspektasi para Analis yang memperkirakan setidaknya masih ada sekitar 75 bps penurunan suku bunga di tahun depan. Dot plot juga menunjukkan angka lebih rendah dibanding proyeksi pada dot plot September yang memperkirakan 4 kali pemangkasan suku bunga di 2025.

‘Dot Plot’ terbaru Fed

Sesuai dengan yang sempat diulas beberapa kali di artikel maupun youtube channel @AgrodanaFuturesOfficial bahwa penggerak utama market bukan lagi tertuju pada pemangkasan suku bunga Desember yang sudah diantisipasi hampir sepenuhnya (96% peluang) melainkan dot plot terbaru yang dirilis di jam yang bersamaan.

Dot plot Desember menunjukkan pemangkasan suku bunga 1 kali lebih sedikit dari yang diantisipasi pasar untuk tahun 2025 dan 2026, yang semula mengharapkan akan ada sekitar 3 kali penurunan total 75 bps dibanding dot plot September 4 kali penurunan total 100 bps. 

Meski demikian kami menilai bahwa potensi tersebut masih cukup sesuai dengan Analisa kami sebelumnya yang memperkirakan masih ada sekitar 2-3x pemangkasan di 2025 dengan kisaran total 50-75 bps. Dengan demikian secara umum emas masih memiliki harapan untuk tetap naik di tahun 2025 karena Fed masih membuka peluang untuk penurunan suku bunga tersebut.

‘Bounty Hunter’ dan Rumor Januari ‘Hold’ Suku Bunga 

Penurunan diperkirakan sebagai reaksi dari pasar yang harus mengkalibrasi ulang ekspektasi mereka terhadap sikap kebijakan Fed sehingga rally akhir tahun kemungkinan sedikit tertahan. Namun kesempatan untuk naik tetap terbuka, meskipun dengan opsi kenaikan yang mungkin terbatas. 

‘Bounty hunter’ mendominasi di pergerakan sesi Asia pagi ini karena harga yang relatif murah dan mendekati libur Natal dan akhir tahun. Kenaikan juga didukung oleh ‘seasonal event’ yang cenderung positif bagi emas di bulan Desember dan Januari, dengan perkiraan rally hanya akan terjadi sampai kurang lebih minggu pertama atau maksimal di minggu kedua Januari 2025.  Ini jika dikaitkan dengan rumor ataupun spekulasi yang memperkirakan bahwa Fed akan mempertahankan suku bunga di bulan Januari 2025. 

Terlepas dari hal tersebut, Fed tetap menunjukkan bahwa kebijakan tersebut bukan hal yang ‘fix’ atau tetap, melainkan akan terus memantau data-data ekonomi yang masuk. Setidaknya akan ada data PCE besok malam, NFP di awal Januari dan juga CPI sebelum akhirnya FOMC meeting di 28-29 Januari 2025.

Fokus Malam Ini

Investor akan mencermati data GDP dan initial jobless claims AS di jam 20.30 WIB. GDP diperkirakan turun dari 3.0% menjadi 2.8%, sedangkan jobless claims diperkirakan turun dari 242K menjadi 229K. 

Jika data dirilis sesuai ekspektasi atau bahkan jauh lebih rendah dari ekspektasi, maka dolar berpeluang melemah sehingga emas berpotensi naik. Sebaliknya, jika data dirilis lebih baik dari ekspektasi, maka emas berpotensi kembali turun.

Khusus jobless claims, angka yang naik akan mendukung kenaikan emas. Dan perlu mewaspadai potensi ‘seasonal event’ yang masih mendukung emas sehingga penurunan diperkirakan mulai terbatas.

Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah! 

gold nano 1200x700 kv

Analisis Teknikal Gold

Candlestick daily ditutup bearish dengan real body hitam yang panjang dan penurunan tajam hingga 2582.68 setelah pengumuman Fed yang cenderung kurang dovish atau ke arah hawkish. Support historical akan berada di kisaran 2571, 2554 dan 2536 yang terjauh. Sebaliknya, resistance akan berada di 2605, 2623 dan 2651. 

Secara umum tekanan kemungkinan masih mendominasi karena market masih merespon pengumuman Fed tadi malam. Namun ‘bounty hunter’ di sesi Asia saat ini berhasil mendorong naik kembali di atas 2600-an, dengan high sementara di 2618. Kenaikan kemungkinan masih relatif terbatas.

slide20

Di H4, penurunan tertahan sementara waktu di area orange kisaran 2580-2582 saat pengumuman dot plot Fed. Dan rebound terjadi di sesi Asia pagi ini didukung dengan kondisi RSI yang sudah oversold. Fibonacci Retracement (FR) ditarik dari puncak 2664.34 ke bottom 2582.38. 

Rebound secara teknis diperkirakan bisa terjadi dengan area target kisaran FR 38.2% 2613, FR 50% 2623 atau maksimal FR 61.8% 2633. Dengan catatan, harga masih dianggap dalam tren turun selama tidak tembus FR 61.8% 2633 tersebut. Ini berarti zona sell masih bisa dilakukan di kisaran FR 38.2%-50% atau dengan kata lain selama tidak terjadi kenaikan di atas 2633 (FR 61.8%). 

Di sisi lain, opsi buy juga bisa dilakukan untuk jangka pendek karena demand yang masih efektif di zona orange tersebut (2580-2582) karena kondisi RSI yang oversold tersebut. Namun waspada karena kenaikan kemungkinan masih relatif terbatas.

Opsi buy juga dibenarkan jika harga akhirnya tembus FR 61.8% 2633, yang berarti reversal bullish. Tapi target terdekat akan berpotensi tertahan di MA 200 H4 yang ada di 2651. Artinya posisi buy akan relatif pendek, kecuali jika MA 200 tersebut berhasil ditembus. 

Dan penurunan akan kembali dominan jika harga kembali tembus FR 0% 2582, dan support berikutnya yang berpotensi dilirik adalah 2554-2560 yang terdekat, atau 2536-2540 yang terjauh, berdasarkan low historical yang terjadi di bulan November 2024. 

Data GDP dan jobless claims nanti malam juga berpotensi pengaruhi pergerakan di malam hari , jadi harus waspada skenario bisa berubah jika data relatif lebih rendah!

Secara umum, kondisi fundamental yang cenderung masih mendukung kenaikan emas (terutama kembalinya bank sentral China melakukan pembelian emas, dan permintaan emas bank sentral masih berlanjut), meskipun pengumuman Fed tadi malam cenderung hawkish.

slide21

Per jam 9.50 WIB, harga berada di 2607.52, dengan high di 2618.00 dan low 2582.68. Jika berdasarkan perhitungan sebelumnya, maka penurunan tajam ke 2582 bisa dianggap sebagai wave 5 sehingga seharusnya secara bertahap kita melihat kenaikan dari wave ABC. Dengan demikian kenaikan di sesi Asia bisa dianggap sebagai wave A.

Meski demikian kenaikan diperkirakan masih terbatas, sehingga koreksi wave B nantinya berlaku selama tidak terjadi penurunan di bawah 2582. Tapi jika penurunan kembali tembus 2582, maka rebound wave ABC belum konfirm terbentuk.

Sebaliknya, jika perkiraan kami benar dan swing low tetap bertahan di atas 2590-2600 (tidak tembus 2582), maka peluang kenaikan wave C bisa terjadi. 

Ini berarti Sell masih bisa dilakukan dengan asumsi market masih merespon pengumuman Fed tadi malam, dan buy akan bergantung dari apakah support ditembus kembali atau tidak, atau bergantung pada data ekonomi nanti malam.

Dan kembali mengingatkan, bahwa seasonal trend kemungkinan tetap dominan untuk saat ini sehingga penurunan diperkirakan akan relatif terbatas, meskipun pengumuman Fed tadi malam sempat menekan emas!

Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4! 

Trading Strategy: 
Opsi SELL on Rally
Entry: 2621.00 – 2623.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward :  2609.00 ($12 - $14) 
(follow/pertahankan SELL jika tembus 2600.00,
Target terdekat 2594, terjauh 2585, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2629.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di atas 2628.00)
Risk Reward: 1: 2 

Opsi BUY jika Support gagal ditembus
Entry : 2580.00 – 2582.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2594.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2574.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di bawah 2572)
Risk Reward: 1: 2

Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!

Dolar berlanjut menguat terhadap mata uang lainnya setelah Fed memutuskan untuk memangkas suku bunga acuannya sebanyak 25 bps dari 4.50% menjadi 4.25% sesuai perkiraan. Fed juga memberikan sinyal akan memperlambat laju pemangkasan suku bunga acuan untuk tahun 2025 nanti. Dalam dot plotnya Fed menurunkan proyeksi suku bunga acuannya dari sebelumnya 4 kali menjadi hanya 2 kali sepanjang tahun mendatang. Proyeksi ekonomi Fed juga masih optimis dengan perkiraan pertumbuhan ekonomi GDP dinaikkan dari 2.0% di bulan September lalu menjadi 2.1%. Dan proyeksi tingkat pengangguran diturunkan dari 4.4% menjadi hanya 4.3%. Sedangkan perkiraan inflasi (PCE) juga dinaikkan dari 2.1% menjadi 2.5% dengan Core Inflasi juga dinaikkan dari 2.2% menjadi 2.5%. Dengan perkiraan inflasi kembali meningkat tersebut maka Fed memilih untuk tetap mempertahankan kebijakan moneter cukup ketat setidaknya untuk pertemuan berikutnya di bulan Januari mendatang. Dan akan mengurangi jumlah pemangkasan di tahun 2025 mendatang dengan memilih waktu yang lebih tepat dan sesuai dengan data ekonomi yang akan dirilis di kemudian hari. Ketua Fed – Jerome Powell dalam konferensi pers mengatakan saat ini resiko ekonomi dalam kondisi yang seimbang dan hanya perlu memperhatikan inflasi. Dengan kondisi ekonomi masih kuat, inflasi mendekati target 2% dan kebijakan moneter yang sudah sesuai untuk menghadapi resiko yang ada. Berikutnya Fed akan lebih perlahan, lebih berhati-hati dan lebih cermat lagi, terlebih terhadap tarif impor dan agenda ekonomi lainnya dari presiden Trump yang akan datang. Hari ini akan dirilis indikator pertumbuhan ekonomi GDP di AS dengen perkiraan mengalami penurunan pada periode ini. Namun dengan proyeksi GDP dari Fed yang naik di tahun depan, kemungkinan data nanti malam akan diabaikan oleh pasar.

Yen masih cenderung melemah seiring dengan penguatan mata uang dolar menjelang hasil pertemuan moneter Bank Sentral Jepang (BOJ) siang ini. Hasil pertemuan hari ini dari BOJ diperkirakan akan diumumkan antara pukul 10:00 WIB hingga 11:30 WIB. Besar kemungkinan BOJ akan tetap mempertahankan suku bunga acuannya meski tidak menutup kemungkinan juga akan menaikkan suku bunga acuannya. Meskipun sepertinya bukan saat yang tepat setelah Fed memangkas suku bunga acuannya semalam. Keputusan yang cukup sulit di tengah pertumbuhan ekonomi global yang menurun dan juga resiko dari agenda dagang pemerintah AS yang baru nanti. Hal ini juga bergantung dengan pandangan dari pejabat BOJ terhadap kondisi ekonomi di Jepang saat ini yang cukup kuat menahan tekanan inflasi yang cenderung naik dan juga permintaan domestik yang terus meningkat. Gubernur BOJ - Kazuo Ueda dijadwalkan akan memberikan konferensi pers pada 13:30 WIB. BOJ juga akan merilis studi instrumen kebijakan moneter yang sudah diterapkan sejak 25 tahun terakhir dengan suku bunga negatif sebelumnya yang secara simbolis menandai akan berakhirnya stimulus ekonomi yang masif.

Euro melemah tajam seiring dengan dolar yang menguat paska pertemuan moneter FOMC. Sementara kondisi politik di 2 negara utama Uni Eropa masih menjadi fundamental yang tidak stabil di kawasan ini. Ketua Ahli ekonomi Bank Sentral Eropa (ECB) - Philip Lane semalam menapik kekhawatiran tersebut dengan mengatakan defisit anggaran yang membengkak sudah dapat diatasi dan ini merupakan hal yang normal. Lane menujukan komentar ini terhadap kondisi di Prancis yang baru saja mendapat Perdana Menteri baru - Francois Bayrou. Bayrou setelah dilantik mengatakan sedang menghadapi tantangan sebesar Himalaya untuk mengatasi defisit anggaran. Dan hal ini tidak hanya kewajiban secara finansial, namun juga sebagian sebagai kewajiban moral. Sedangkan pembahasan politik secara umum, Gubernur Bank Sentral Belgia - Pierre Wunsch mengatakan tidak akan lebih mempersulit apa yang terjadi perihal politik yang sedang panas saat ini. Namun juga jangan berharap dapat penyelesaian instan seperti kejatuhan duit dari langit. Hari ini akan dirilis data Setimen Konsumen dari GfK.

Poundsterling bahkan sudah melemah terhadap sebelum keputusan dari Fed. Bank Sentral Inggris (BOE) juga dijadwalkan akan mengumumkan hasil pertemuan moneter hari ini menyusul BOJ. Dengan perkiraan yang sama yaitu akan tetap mempertahankan suku bunga acuan pada saat ini. Seiring dengan inflasi yang kembali naik 2.6% dan Core inflasi naik 3.5%, bahkan inflasi dari sektor jasa saja melambung hingga 5.0%. Sehingga BOE belum bisa menyatakan sudah menang melawan inflasi. Meski demikian ekspektasi akan langkah pemangkasan akan dilanjutkan pada tahun depan.

Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://t.me/AGROdanaOFFICIAL
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial

Dolar berlanjut menguat terhadap mata uang lainnya menjelang berakhirnya pertemuan moneter FOMC dan juga data fundamental yang menunjukkan ekonomi di AS masih solid. Data Retail Sales yang dirilis semalam mengalami kenaikan 0.7% yang melampaui perkiraan hanya naik 0.6% dan bahkan data periode sebelumnya juga direvisi membaik dari 0.4% menjadi 0.5%. Meskipun data Core Retail Sales yang tidak menyertakan sektor otomotif masih stabil 0.2% sama seperti periode sebelumnya, namun meleset dari perkiraan naik 0.4% Data ini semakin memperkuat ekspektasi akan terjadinya soft landing sehingga Fed dapat kembali menurunkan suku bunga acuannya. Fed akan mengakhiri pertemuan moneter FOMC malam ini dan hasilnya akan diumumkan lewat tengah malam nanti tepatnya pukul 02.00 dini hari nanti. Hampir dapat dipastikan Fed akan kembali memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps. Dan yang paling ditunggu adalah proyeksi ekonomi terutama prakiraan inflasi dan dot plot suku bunga yang akan datang. Selain itu juga ditunggu konferensi pers dari Ketua Fed - Jerome Powell, 30 menit setelah hasil pertemuan moneter diumumkan. Setelah memangkas suku bunga malam ini, diperkirakan Fed akan menahan diri setidaknya hingga paruh pertama atau paling cepat setelah kuartal pertama tahun 2025 berakhir. Sembari menunggu data inflasi yang sesuai yang diharapkan berikutnya serta menantikan dampak dari agenda ekonomi presiden Trump yang akan datang. Selain Fed, pekan ini ada Bank Sentral Jepang (BOJ) dan Bank Sentral Inggris (BOE) yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya. Serta Bank Sentral Swedia (Riksbank) dan Bank Sentral Norwegia (NorgesBank) yang diperkirakan akan memangkas suku bunga acuan dalam pertemuan moneter mereka pekan ini.

Yen bergerak menguat terhadap dolar seiring dengan peluang Bank Sentral Jepang (BOJ) menunda kenaikan suku bunga acuan pada pertemuan moneter esok hari. BOJ baru akan mengambil langkah untuk menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan moneter berikutnya di bulan Januari mendatang. Menunggu hingga tahun depan merupakan kebijakan yang lebih rasional sembari menunggu kemungkinan adanya perubahan struktur upah domestik, namun juga melihat seberapa besar dampak dari agenda ekonomi pemerintah AS yang baru. Hari ini tidak ada data penting yang akan dirilis

Euro kembali melemah terhadap dolar seiring dengan resiko terjadinya kredit macet setelah Bank Sentral Eropa (ECB) mengharuskan 13 bank di kawasan ini untuk menambah modalnya. Kewajiban ini dikeluarkan untuk menjamin bahwa bank-bank tersebut dapat menutup hutang yang beresiko cukup tinggi. Jumlah ini hampir 2 kali lipat dari tahun sebelumnya dan dikenakan kenaikan modal yang bervariasi antara 10 hingga 40 bps. Selain itu kondisi politik yang kurang sehat di 2 negara utama Uni Eropa yaitu Jerman dan Prancis masih menjadi sentimen negatif untuk aset-aset berdenominasi mata uang Euro. Hari ini tidak ada data penting yang akan dirilis

Poundsterling sedikit terangkat terhadap dolar seiring dengan data di sektor tenaga kerja dengan pertumbuhan upah yang meningkat dalam triwulan hingga Oktober lalu. Indeks upah rata-rata dalam 3 bulan tersebut naik 5.2% yang melampaui perkiraan naik 4.6% dan bahkan data periode sebelumnya juga direvisi membaik dari 4.3% menjadi 4.4% Ini merupakan kenaikan terbanyak dalam 4 kuartal terakhir. Sementara tingkat pengangguran relatif masih stabil di angka 4.3% sesuai perkiraan sama seperti periode sebelumnya. Dengan data-data ini semakin memperkuat peluang BOE untuk tetap mempertahankan suku bunga acuannya dan tidak perlu tergesa-gesa memangkas suku bunga acuannya lagi. Pertemuan moneter MPC - BOE dijadwalkan esok hari setelah BOJ. Hari ini akan dirilis data inflasi CPI, PPI, RPI dan HPI.

Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://t.me/AGROdanaOFFICIAL
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial

Masih ragu dan memiliki pertanyaan lainnya ?

Kantor Pusat
Menara Batavia Lt. 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126,
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Berlangganan Newsletter Agrodana:
Ikuti Kami
facebook agrodanayoutube agrodanainstagram agrodana
agrodana iosagrodana android
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan
/ Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Ikuti Kami
alt=""alt=""alt=""
Kantor Pusat
Menara Batavia Lt 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126, Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Email:  [email protected]Whatsapp: +6281-988-3777
Berlangganan Newsletter Agrodana :
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan / Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Whatsapp Non Klien
crossmenuchevron-down