Dolar berlanjut menguat terhadap mata uang lainnya menyusul data inflasi dari sisi produsen (PPI) di AS yang kembali naik setelah sebelumnya data inflasi dari sisi konsumen (CPI) juga meningkat. Selain itu langkah moneter dari bank sentral di Kanada, Eropa dan Swiss yang memangkas suku bunga acuannya secara agresif membuat mata uang mereka melemah terhadap dolar. Data inflasi PPI di AS naik dari 0.3% 0.4% atau 2 kali lebih tinggi dari perkiraan turun 0.2%. Meskipun data Core PPI yang tidak menyertakan komponen BBM dan bahan pangan mengalami penurunan dari 0.3% menjadi 0.2% sesuai perkiraan. Sedangkan jika dibandingkan data yang sama setahun sebelumnya PPI juga mengalami kenaikan dari 2.6% menjadi 3.0% sesuai perkiraan dan data Core PPI juga naik dari 3.1% menjadi 3.4% yang lebih tinggi dari perkiraan hanya naik 3.2%. Meski indikator inflasi naik, tapi spekulasi akan langkah Fed untuk kembali memangkas suku bunga acuannya juga meningkat dengan peluangnya yang terus meningkat dari sehari sebelumnya 94% menjadi hampir pasti 99.9% pada pertemuan moneter pekan depan menurut CME Fed Watch Tool. Hal yang mendukung langkah Fed adalah data sektor tenaga kerja dengan laporan klaim pengangguran yang meningkat yang naik dari 225K menjadi 243K jauh lebih jelek dari perkiraan turun 220K. Sehingga rata-rata dari 4 pekan terakhir terjadi kenaikan dari 218.50K menjadi 224.25K. Sektor tenaga kerja sebelumnya juga mulai melambat dengan tingkat pengangguran yang meningkat membuat Fed waspada agar tidak menjadi penghalang pertumbuhan ekonomi yang lebih luas. Bank Sentral Eropa (ECB) kemarin sesuai perkiraan memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps dan Bank Sentral Swiss (SNB) mengikuti langkah Bank Sentral Kanada (BOC) sehari sebelumnya dengan pemangkasan jumbo yang lebih agresif sebanyak 50 bps dan masih terbuka kemungkinan untuk pemangkasan selanjutnya pada pertemuan moneter berikutnya. Kecenderungan suku bunga acuan yang menurun seiring dengan inflasi yang sudah turun mendekati target dan kemungkinan antisipasi potensi kenaikan inflasi berikutnya menyusul agenda ekonomi di bawah kepemimpinan Presiden Trump yang akan datang. Hari ini tidak ada data penting dan fokus pasar akan tertuju pada pertemuan moneter FOMC pekan depan.
Yen ikut melemah seiring dengan penguatan mata uang dolar dan menurunnya ekspektasi akan langkah Bank Sentral Jepang (BOJ) untuk kembali menaikkan suku bunga acuannya. Sejumlah media melaporkan BOJ kemungkinan akan tetap mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan moneter pekan depan. Dengan pertimbangan pejabat BOJ akan mengevaluasi perkembangan ekonomi global paska pergantian Presiden AS dan juga tingkat upah yang diperkirakan akan berubah mulai tahun depan. Sehari sebelumnya dalam wawancara dengan Bloomberg seorang pejabat BOJ mengatakan tidak ada resiko yang berarti jika BOJ menunda kenaikan suku bunga pada pertemuan moneter nanti. Dan pilihan untuk penundaan ini sepertinya hal yang lebih masuk akal dibandingkan dengan memaksakan kenaikan suku bunga acuan. Hari ini ada data industrial production dan Capacity Utilization.
Euro semakin terpuruk terhadap dolar setelah Bank Sentral Eropa (ECB) memangkas suku bunga acuan untuk ke-4 kalinya kemarin dengan pemangkasan sebanyak 25 bps sesuai perkiraan. Dalam konferensi pers, Presiden ECB - Christine Lagarde juga menyatakan masih terbuka kemungkinan untuk terus memangkas suku bunga selanjutnya seiring dengan inflasi yang sudah mendekati target dan kondisi ekonomi yang melambat. Euro juga mendapat tekanan dari langkah Bank Sentral Swiss (SNB) yang memangkas lebih agresif dengan pemangkasan jumbo sebanyak 50 bps yang melampaui perkiraan hanya 25 bps. Langkah ini dilakukan untuk memicu pertumbuhan ekonomi karena sektor tenaga kerja yang turun drastis dengan tingkat pengangguran mencapai 6.8% di Swiss. Kondisi politik di 2 negara utama di kawasan ini yaitu Jerman dan Prancis yang sedang dilanda krisis kepemimpinan juga menjadi sentimen negatif untuk aset-aset keuangan di Uni Eropa. Hari ini ada data neraca perdagangan di Jerman, data inflasi CPI di Prancis dan Spanyol serta data Industrial Production untuk Uni Eropa secara keseluruhan.
Poundsterling berlanjut melemah terhadap penguatan mata uang dolar secara umum. Meski fundamental ekonomi di Inggris sendiri relatif yang lebih stabil dan lebih baik dibandingkan wilayah tetangganya Uni Eropa, namun prospek langkah moneter berupa pemangkasan suku bunga yang akan diambil oleh sejumlah bank sentral membuat GBP ikut tertekan. Bank Sentral Inggris (BOE) masih memungkinkan untuk mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan moneter pekan depan walaupun tidak menutup kemungkinan untuk kembali memangkas suku bunga acuannya juga guna mengantisipasi resiko ekonomi global setelah Trump diangkat menjadi Presiden Januari mendatang. Kekhawatiran akan kenaikan tarif impor di AS membayangi industri di Inggris yang banyak mengandalkan ekspor ke AS. Hari ini ada data estimasi pertumbuhan ekonomi GDP baik dari biro statisik dan juga dari NIESR. Selain itu juga ada data neraca perdagangan dan data industrial/manufakturing production.
Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://t.me/AGROdanaOFFICIAL
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.04800 – 1.05000
Target : 1) 1.04200 2) 1.03600
SL : 1.05600
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.04600
Switch to BUY jika tembus 1.06000
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.27200 – 1.27400
Target : 1) 1.26600 2) 1.26000
SL : 1.28000
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.26200
Switch to BUY jika tembus 1.28400
Suggest : BUY on Dip
Area : 152.000 – 152.200
Target : 1) 152.800 2) 153.400
SL : 151.400
Alternatif :
Switch to SELL jika tembus 151.100 atau gagal tembus 154.000
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 152.700
Suggest : SELL on Rally
Area : 2700.00 – 2702.00
Target : 1) 2694.00 2) 2688.00
SL : 2708 (ideal 3-5 points di atas 2706.00)
Alternatif :
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 2675
Switch to BUY jika tembus 2710
Dolar AS kembali naik bersama imbal hasil Treasury setelah data inflasi menunjukkan kenaikan dari 2.6% menjadi 2.7% y/y. Namun hal ini tidak menghentikan kenaikan emas yang tetap berlanjut dan bergerak lebih tinggi.
CPI AS dirilis sesuai ekspektasi, 0.3% m/m baik inti maupun utama. Sementara inflasi inti stabil di 3.3% y/y sesuai ekspektasi, dan inflasi utama naik dari 2.6% ke 2.7% y/y sesuai ekspektasi. Hal ini juga mencerminkan kondisi inflasi yang relatif stabil dan tetap membuat pasar optimis bahwa Fed akan tetap turunkan suku bunga di pertemuan minggu depan. Ekspektasi pemangkasan 25 bps dari Fed mencapai 95%, naik dibanding sebelum data CPI dirilis, 85%.
Faktor Pendorong Emas
Seperti yang diulas sebelumnya, beberapa faktor menyebabkan kenaikan emas baru-baru ini : permintaan bank sentral yang tetap tumbuh, termasuk kembalinya PBOC dalam melakukan pembelian emas; penurunan suku bunga bank sentral; dolar yang melemah; kebijakan Trump picu kekhawatiran pertumbuhan global; dan seasonal atau musiman.
BOC (Bank of Canada) tadi malam memangkas suku bunga 50 bps, sesuai ekspektasi sehingga suku bunga BOC saat ini berada di 3.25%. Ini berarti BOC sudah memangkas suku bunga sebesar 175 bps sejak pemangkasan pertama di bulan Juni 2024, di mana 2 pertemuan terakhir dilakukan dengan pemangkasan 50 bps setelah 3 kali 25 bps di 3 pertemuan pertamanya. Gubernur Macklem mengatakan keputusan tersebut didorong oleh 2 faktor, yaitu kebutuhan untuk keluar dari wilayah kebijakan restriktif dan data ekonomi yang menandakan prospek pertumbuhan GDP yang lebih lemah dibanding estimasi bulan Oktober.
Macklem juga menekankan tentang prospek ekonomi Canada yang dibayangi oleh kemungkinan tarif baru yang dikenakan Trump terhadap barang Canada yang masuk ke Amerika, dan menyebutnya sebagai “ketidakpastian baru yang besar”. Hal ini semakin memperkuat poin terakhir yang disebutkan dalam “beberapa faktor penyebab kenaikan emas baru-baru ini”, di mana “ketidakpastian” kembali membayangi ekonomi global saat Trump nanti memimpin. Emas diuntungkan saat terjadi “ketidakpastian ekonomi dan geopolitik”.

ECB akan menjadi fokus berikutnya dari bank sentral di jam 20.15 WIB yang diperkirakan akan menurunkan suku bunga 25 bps sehingga deposit rate akan berada di 3.00% dari 3.25% sebelumnya. Market sudah mengantisipasi hampir sepenuhnya pemangkasan tersebut, meskipun JP Morgan tetap memperkirakan pemangkasan 50 bps tidak tertutup kemungkinan masih bisa dilakukan.
BofA memperkirakan pemangkasan 25 bps hari ini, dan kemungkinan berlanjut sampai deposit rate sentuh 1.5% di bulan September 2025. Dengan mempertimbangkan ketidakpastian geopolitik dan kebijakan perdagangan AS, bank sentral kemungkinan diperkirakan akan tetap dovish.
Jika pernyataan ECB ataupun Lagarde dovish di jam 20.45 dan 22.15, maka semakin memperkuat alasan untuk penurunan suku bunga bank sentral, yang berarti juga dukungan untuk emas, meskipun harga emas tidak dipengaruhi langsung oleh Euro.
Investor juga akan mencermati data PPI dan Jobless claims AS di jam 20.30 WIB. Jika data dirilis sesuai ekspektasi (0.2% m/m), kemungkinan dolar melemah, dan emas embali naik. Sebaliknya, jika data dirilis lebih baik dari ekspektasi (0.3%), emas masih punya jalan untuk naik kembali karena data yang tidak terlalu signifikan kenaikannya.
Emas berpotensi turun jika data inflasi PPI AS menunjukkan lonjakan yang lebih tinggi di atas 0.4% dan juga initial jobless claims yang cenderung berkurang.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup bullish dan level tertinggi sentuh 2721.16, selisih tipis dari high 25 Nov 2024 di 2721.32. Ini berarti 2721 masih menjadi strong resistance sementara waktu, dan bullish akan ditentukan apakah mampu naik dan ditutup lebih tinggi dari area tersebut atau tidak. Jika gagal, maka FR 23.6% Daily di 2686.88 dan low kemarin di 2675.23 akan menjadi target penurunan yang cukup potensial mengingat kenaikan yang cukup tinggi dalam 3 hari beruntun berhasil menembus kedua zona tersebut.
Resistance berikutnya berada di 2749.66 yang merupakan high 6 Nov 2024. Jika berhasil ditembus, maka berpotensi lanjut ke resistance 2762.10 yang merupakan high 1 Nov 2024 sekaligus membuka peluang untuk kembali dekati rekor tertinggi sepanjang masa 2790. Namun demikian potensi penurunan juga cukup riskan. Penurunan bisa kembali dominan jika harga tertekan kembali di bawah 2666.

Di H4, support area 2675-2677 terbukti cukup ampuh untuk menahan tekanan turun yang sempat terjadi sangat cepat di sesi Asia-Eropa kemarin. Harga kemudian berbalik naik, dan didorong lebih tinggi setelah data CPI AS dirilis sesuai ekspektasi.
Ekspektasi kami adalah kenaikan sementara terhenti di zona 2721 tersebut, dan seperti gambaran sebelumnya, area tersebut akan menjadi modal berharga bagi bullish untuk naik lebih tinggi. Tapi, sebelum itu, koreksi turun bisa terjadi sampai area terdekat 2692 (area ungu kisaran 2692-2721), atau terjauh kembali menguji area 2675-2677, atau area orange kisaran 2661-2676).
Area buy ideal kemungkinan lebih kuat di zona orange tersebut. Ini berarti opsi buy bisa saja dilakukan di area tersebut, dengan stop loss sebaiknya ditempatkan di bawah 2761. Atau, opsi buy terdekat mengandalkan area 2688-2690 yang sebelumnya sempat menjadi resistance kuat.
Sebaliknya, penurunan akan dominan jika 2661 ditembus. Artinya, Sell lebih dominan jika harga berhasil turun di bawah 2661 yang diperkirakan berpotensi memicu penurunan lanjutan ke kisaran 2650 dan terjauh 2630-2633. Ini bisa terjadi jika market dikejutkan dengan inflasi PPI AS yang melonjak “jauh lebih tinggi dari perkiraan”, misal lonjakan di atas 0.4% untuk PPI inti ataupun utama. Sementara data yang “sesuai ekspektasi” atau lebih lemah akan menguntungkan bagi emas untuk lanjut naik.

Per jam 9.35 WIB, harga berada di 2706.56, dengan high di 2726.07 dan low 2699.59. Untuk sementara waktu kenaikan tertahan di zona 2621-2630 yang merupakan resistance historical yang cukup kuat. Harga bahkan tergelincir hingga 2599 di sesi Asia, dan sedang berjuang untuk mempertahankan momentum bullishnya.
FR ditarik dari bottom 2661.16 ke puncak 2702.20, dan harga yang sudah bergerak lebih tinggi membuatnya cenderung bullish. Namun dengan kondisi yang terjadi saat ini, maka penurunan dinilai masih batas wajar, seperti yang terjadi kemarin di sesi Asia saat pertama kali tembus 2704, terkoreksi cepat hingga 2675, tapi kemudian perlahan tapi pasti bergerak stabil di zona 2688-2690an sebelum akhirnya CPI mendorong emas naik hingga 2721.
Dengan skema pergerakan yang kemungkinan diperkirakan sama, maka swing low mendekati area support 2690-2694 yang juga merupakan FR 23.6% H1, maka zona buy sebaiknya dilakukan di dekat zona tersebut, dengan stop loss sebaiknya ditempatkan beberapa poin di bawah 2687.
Sebaliknya, skenario sell lebih baik jika support 2674-2677 benar-benar ditembus, untuk potensi terdekat 2666-2668 (resistance kuat sebelumnya). Strong bearish diperkirakan baru akan terjadi jika tembus di bawah 2661. Jadi, jika Anda switch SELL saat tembus 2674, maka pastikan waspada saat mulai turun mendekati 2661-2662 untuk mengantisipasi penurunan yang masih bersifat terbatas.
Sekedar mengingatkan, bahwa seasonal trend kemungkinan dominan untuk saat ini sehingga penurunan diperkirakan akan relatif terbatas!
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi BUY on Dip
Entry: 2694.00 – 2696.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward : 2708.00 ($12 - $14)
(follow/pertahankan BUY jika tembus 2725.00,
Target terdekat 2732, terjauh 2749, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2688.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 2687.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi SELL jika Support ditembus
Entry : 2672.00 – 2674.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2660.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2680.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 2682)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.05300 – 1.05500
Target : 1) 1.04700 2) 1.04100
SL : 1.06100
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.04600
Switch to BUY jika tembus 1.06400
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.27800 – 1.28000
Target : 1) 1.27200 2) 1.26600
SL : 1.28600
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.27300
Switch to BUY jika tembus 1.28600
Suggest : BUY on Dip
Area : 152.000 – 152.200
Target : 1) 152.800 2) 153.400
SL : 151.400
Alternatif :
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 152.700
Switch to SELL jika tembus 151.100
Suggest : BUY on Dip
Area : 2694.00 – 2696.00
Target : 1) 2702.00 2) 2708.00
SL : 2688 (ideal 3-5 points di bawah 2687.00)
Alternatif :
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2725
Switch to SELL jika tembus 2675
Fokus PPI AS, cek keterangan!
Dolar AS menguat lebih tinggi dibanding hari sebelumnya, meskipun akhirnya melemah di paruh kedua hari itu. Meskipun demikian, tidak ada dukungan fundamental yang kuat untuk mendukung kenaikan lebih lanjut. Market masih menunggu inflasi AS yang baru akan dirilis malam nanti.
Kenaikan emas didorong oleh China yang kembali melakukan pembelian di bulan November, berdasarkan data yang diterbitkan di akhir pekan kemarin. Hal ini sekaligus juga ditambah dengan dorongan ekspektasi stimulus fiskal China yang akan mendukung kebijakan moneter yang lebih longgar seperti yang diumumkan Politbiro 2 hari yang lalu.
Faktor Pendorong Emas
Setidaknya ada beberapa faktor yang berhasil mendorong emas dalam 2 hari terakhir secara beruntun.
Pertama, permintaan bank sentral yang tetap tumbuh, termasuk kembalinya PBOC dalam melakukan pembelian emas. Hal ini menunjukkan diversifikasi bank sentral terhadap potensi ketidakpastian ekonomi yang masih relatif kuat. Kemungkinan hal ini juga mendorong pembelian investor retail.
Kedua, penurunan suku bunga bank sentral. Mayoritas bank sentral global masih dalam mode penurunan suku bunga, demikian juga diperkirakan Federal Reserve masih akan lanjutkan penurunan suku bunga. ECB, SNB, dan BOC minggu ini diperkirakan lanjutkan penurunan tersebut, sedangkan RBA menjadi satu-satunya yang terus mempertahankan suku bunganya di sepanjang 2024. Sementara FOMC baru akan umumkan penurunan suku bunga minggu depan dan pasar juga akan mencermati dot plot untuk mengetahui kebijakan moneter Fed di Q1-2025 mendatang.
Ketiga, dolar yang melemah. Kondisi ini menguntungkan bagi emas, di mana secara musiman, dollar cenderung melemah di bulan Desember. Penguatan baru-baru ini diperkirakan relatif terbatas. Tapi akan ditentukan dari data inflasi yang akan dirilis malam nanti.
Keempat, Trump diperkirakan akan berlakukan kebijakan tarif tahun depan. Market kini berfokus pada kekhawatiran gangguan pertumbuhan global saat kebijakan tersebut diberlakukan. Hal tersebut memicu ketidakpastian ekonomi global, dan juga di tengah ketidakpastian geopolitik yang kemungkinan masih akan berlanjut di 2025.
Kelima, secara musiman, emas positif di bulan Desember dan Januari. Hal ini membuat keyakinan investor bahwa emas memiliki peluang yang bagus untuk naik, terutama didukung dengan 4 faktor lain yang positif untuk emas.

Investor akan fokus dengan data inflasi AS yang akan dirilis di jam 20.30 WIB. Inflasi utama diperkirakan naik dari 2.6% menjadi 2.7% y/y dan dari 0.2% menjadi 0.3% m/m. Sementara core inflation diperkirakan stabil di 3.3% y/y dan 0.3% m/m.
Market bertanya-tanya apakah Fed sedang mengulur-ulur waktu dalam perjuangannya melawan inflasi. Kadang pasar percaya perkataan Fed yang yakin bahwa inflasi cenderung lebih rendah dan akan turun menjadi 2% di tahun 2025. Tapi terkadang pasar juga dengan mudah mentoleransi jika inflasi di atas 2%.
Fed secara jelas mengatakan keinginan untuk melanjutkan penurunan suku bunga secara bertahap ke kisaran 3.50% dari 4.50-4.75% saat ini, tapi laju penurunan suku bunga tersebut masih bisa diperdebatkan dan akan menjadi perdebatan yang sangat sengit minggu depan. Waller bahkan mengatakan dia condong ke arah penurunan suku bunga lagi di bulan Desember, tapi hal tersebut akan bergantung pada beberapa indikator, termasuk CPI di malam ini.
CME Fedwatch tools saat ini mengarah pada 85% peluang penurunan suku bunga sehingga perlu ada kejutan lebih dari sekedar selisih 0.1 poin pada data CPI yang bisa benar-benar merubah narasi penurunan suku bunga tersebut. Ini berarti selisih 0.1% dari ekspektasi 2.7% y/y tidak akan mengubah potensi penurunan suku bunga Fed minggu depan, dan emas akan tetap naik.
Jika data dirilis sesuai ekspektasi (2.7% y/y), kemungkinan dolar hanya akan menguat terbatas, dan emas memiliki peluang untuk tetap naik. Sebaliknya, jika data dirilis lebih lemah dari ekspektasi, emas punya jalan untuk naik lebih kuat. Sedangkan untuk membuat emas kembali turun drastis, maka diperlukan data CPI lebih dari 2.8% y/y, ini pun dengan catatan bahwa core CPI harus naik lebih tinggi. Jika tidak ada perubahan pada Core CPI, maka akan sia-sia kenaikan CPI di 2.7 ataupun 2.8%.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup bullish dan ditutup di atas FR 23.6% daily 2686.88, yang berarti juga berhasil tembus 2 resistance 2666 dan 2688 dalam 2 hari kenaikan terakhir. Hal ini sekaligus mendorong peluang bullish lebih lanjut sehingga di sesi Asia pagi ini berada di 2700-an.
Resistance berikutnya berada di 2721.32 yang merupakan high 25 Nov 2024. Jika berhasil ditembus, maka berpotensi lanjut ke resistance 2749.66 yang merupakan high 6 Nov 2024. Sebaliknya, support ekstrim sekaligus psikologis akan berada di 2657.90, jika support 2686 dan 2666 kembali ditembus. Artinya, selama tidak terjadi penurunan di bawah 2666, maka bullish cenderung tetap dominan.

Di H4, kenaikan berhasil mendorong harga lebih tinggi, tembus di atas MA 200 2669 kemarin, dan resistance 2677 (FR 23.6% H4). Dan pola bearish rectangle resmi gagal setelah konfirm tembus resistance tersebut. Ini berarti 2 pola di H4 (head & shoulders dan juga bearish rectangle) resmi gagal, dan bullish punya peluang untuk berlanjut.
Kenaikan di sesi Asia saat ini memasuki area yang diperkirakan menjadi area Strong resistance atau supply, kisaran 2692-2721. Artinya koreksi turun sewaktu-waktu bisa terjadi jika high 25 Nov 2024 di 2721.32 gagal ditembus. Namun, penurunan diperkirakan akan relatif terbatas dan diperkirakan area 2672-2677 akan menjadi support terdekat yang dituju jika terjadi koreksi. Demand kemungkinan akan berada di zona tersebut, dan jika tidak tembus, maka berpeluang kembali lanjutkan kenaikan.
Sebaliknya, penurunan akan dominan jika 2670 ditembus, terutama jika memicu kembali penurunan di bawah MA 200 H4 yang kali ini berada di 2668. Artinya, Sell lebih dominan jika harga berhasil turun di bawah MA 200 tersebut, dan peluang target penurunan melirik 2650 dan terjauh 2630-2633. Ini bisa terjadi jika market dikejutkan dengan inflasi AS yang melonjak “jauh lebih tinggi dari perkiraan”, misal inflasi utama naik ke 2.9% atau 3.0% y/y. Tapi penurunan akan relatif terbatas jika data inflasi hanya dirilis 2.7% y/y (sesuai ekspektasi), atau lebih rendah.

Per jam 9.25 WIB, harga berada di 2701.74, dengan high di 2703.53 dan low 2693.36. Kenaikan berlanjut, dan support trendline cukup efektif sampai saat ini. Selama tidak terjadi penurunan di bawah support trendline, maka peluang bullish relatif dominan.
FR 0% 2676.38 juga berhasil ditembus sehingga saat ini mengacu pada Fibonacci Extension atau Expansion (FE) di mana kenaikan juga saat ini sudah berada di atas FE 100% 2697.79. Dengan demikian target potensial berikutnya akan berada di FE 161.8% 2723.26, sedikit di atas high 25 Nov 2024, 2721.32. Waspada jika kenaikan sudah dekat atau berada di zona ini! Koreksi turun bisa terjadi sewaktu-waktu, terutama jika inflasi dirilis lebih tinggi dari perkiraan.
Sebaliknya, penembusan di atas 2721 juga sangat mungkin terjadi jika didukung inflasi yang lebih rendah, dan kenaikan berikutnya berpeluang lebih tinggi, dengan resistance berikutnya berada di 2749.66, yang merupakan high 6 Nov 2024.
Skenario ideal, swing low terjadi lebih dulu di sesi Asia-Eropa karena RSI yang mulai memasuki oversold, dan area buy kemungkinan cukup ideal jika berada di zona 2682-2688 (area yang sebelumnya menjadi resistance psikologis, sekarang jadi support). Stop loss sebaiknya dipasang beberapa poin di bawah 2682.
Sebaliknya, skenario sell lebih baik jika support 2674-2676 benar-benar ditembus, untuk peluang target penurunan ke 2666 atau terjauh 2655-2658.
Sekedar mengingatkan, bahwa seasonal trend kemungkinan dominan untuk saat ini sehingga penurunan diperkirakan akan relatif terbatas!
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi BUY on Dip
Entry: 2688.00 – 2690.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward : 2702.00 ($12 - $14)
(follow/pertahankan BUY jika tembus 2710.00,
Target terdekat 2717, terjauh 2730, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2682.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 2682.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi SELL jika Support ditembus
Entry : 2673.00 – 2675.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2661.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2681.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 2682)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.05400 – 1.05600
Target : 1) 1.04800 2) 1.04200
SL : 1.06200
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.05000
Switch to BUY jika tembus 1.06400
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.27600 – 1.27800
Target : 1) 1.27000 2) 1.26400
SL : 1.28400
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.27000
Switch to BUY jika tembus 1.28600
Suggest : SELL on Rally
Area : 152.100 – 152.300
Target : 1) 151.500 2) 140.900
SL : 152.900
Alternatif :
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 151.000
Switch to BUY jika tembus 153.000
Suggest : BUY on Dip
Area : 2688.00 – 2690.00
Target : 1) 2696.00 2) 2702.00
SL : 2682 (ideal 3-5 points di bawah 2682.00)
Alternatif :
Fokus CPI AS, cek keterangan!
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2710
Switch to SELL jika tembus 2675



