Secara umum, imbal hasil Treasury kembali turun, tapi dolar mengabaikan dan justru rebound setelah 5 hari berturut-turut mengalami penurunan.
Beberapa faktor bisa menjadi penyebab penguatan dolar: technical rebound (pasca penurunan 5 hari berturut-turut), zona Euro tertekan dengan politik di Prancis membuat dolar berperan sebagai safe haven, dam data ekonomi yang sedikit lebih baik dari ekspektasi.
Laporan ISM manufaktur AS dirilis 48.4 vs ekspektasi 47.5, dan tercatat mengalami kenaikan dibanding bulan sebelumnya 46.5. Meski demikian angka di bawah 50 menandakan kontraksi di sektor manufaktur AS belum selesai.
Perlambatan konstruksi secara umum di kuartal keempat menciptakan surplus barang jadi, menciptakan kebutuhan untuk penghentian produksi selama dua minggu selama periode liburan Natal. ISM menyoroti dengan seksama di kuartal pertama untuk menentukan apakah pengurangan tenaga kerja secara permanen akan diperlukan.

Dolar sempat turun saat Waller dari Fed memberi pernyataan, meskipun akhirnya kembali pulih karena secara keseluruhan pernyataan yang dianggap imbang. Christopher Waller mengatakan dia cenderung mendukung pemangkasan suku bunga Fed di bulan Desember. Pernyataan ini dinilai dovish karena Waller sendiri sebenarnya adalah gubernur Fed yang paling hawkish.
Waller mengatakan kebijakan cukup ketat sehingga penurunan suku bunga di bulan Desember masih memungkinkan ruang lingkup yang cukup untuk memperlambat laju penurunan di kemudian hari jika diperlukan. Inflasi diperkirakan berada di jalur menuju 2% dalam jangka menengah. Masih banyak jalan yang harus dilalui untuk menurunkan suku bunga sampai ke tingkat netral.
Namun Waller juga menegaskan bahwa kecepatan dan waktu pemangkasan ditentukan oleh kondisi ekonomi. Jika melihat pasar tenaga kerja yang lebih luas, data tersebut menunjukkan konsistensi 1 tahun terakhir tentang moderasi permintaan relatif terhadap penawaran.
Dan tentang inflasi, data terbaru membuka kemungkinan bahwa perkembangan inflasi kemungkinan terhenti di atas 2% sehingga risiko tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa FOMC harus mempertimbangkan untuk mempertahankan suku bunga kebijakan di pertemuan mendatang. Tapi Waller menilai bahwa data yang ada saat ini dan proyeksi yang menunjukkan inflasi akan terus turun sampai 2% dalam jangka menengah, membuatnya condong mendukung pemangkasan suku bunga di bulan Desember. Tapi keputusan akan bergantung apakah data yang akan masuk sebelum pengumuman tersebut memberi kejutan ke arah yang lebih baik dan mengubah perkiraan Waller untuk jalur inflasi.
Akan ada beberapa data ekonomi sebelum menuju FOMC 17-18 Desember mendatang, yaitu : JOLTS (3 Desember), laporan pekerjaan/NFP & Unemployment rate (6 Desember), CPI (11 Desember), PPI (12 Desember), dan retail sales (13 Desember).
Investor akan mencermati satu-satunya data AS dan mungkin satu-satunya data ekonomi yang berdampak tinggi, yaitu JOLTS job openings. Laporan diperkirakan naik tipis dari 7.443M menjadi 7.490M.
Data dirilis jam 22.00 WIB. Jika data dirilis sesuai ekspektasi atau lebih kuat, maka dolar akan menguat, emas berpeluang turun. Sebaliknya, jika data lebih lemah dari perkiraan, maka dolar melemah, emas punya peluang untuk naik.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup bearish, mengkonfirmasi shooting star sehari sebelumnya. Juga candle membentuk hanging man yang juga menandakan potensi penurunan yang masih bisa terjadi hari ini.
Area support dan resistance masih berlaku pada area yang sama dengan sebelumnya di mana 2620-2623 menjadi support pertama yang terbukti belum tembus karena penurunan kemarin tertahan di 2621. Jika tembus, maka 2605-2607 target potensial berikutnya, dan terjauh membuka peluang ke kisaran 2580-2585. Sebaliknya, resistance 2651 dan 2662 adalah area terdekat yang sejauh ini cukup kuat. Dan 2686/2688 akan menjadi area pemicu dorongan ke atas yang jauh lebih kuat jika mampu ditembus.

Di H4, kenaikan tertahan di 2651.73, persis di arsir ungu yang kami tandai, juga bertepatan dengan FR 38.2% H4 yang ada di 2650.85. Sejauh ini pola bearish flag tetap bertahan dan pasca penembusan support 2 hari yang lalu resmi konfirm untuk tersebut. Ini berarti kenaikan kemarin dianggap tidak berhasil membatalkan pola bearish flag yang ada. Bahkan kenaikan pagi ini juga masih cukup dekat dan tetap di bawah flag.
Di sisi lain, perhatikan zona flag yang dimaksud, dan area yang kami tandai sebagai “LS-H-RS”! Ya, jika Anda perhatikan pola pergerakannya di bagian tersebut cenderung bisa dianggap membentuk pola Head & Shoulders. Ini berlaku jika tidak terjadi kenaikan di atas 2665/2666, bagian yang dicurigai sebagai “Head” (H). Dan pola H&S akan konfirm jika tembus neckline (garis biru) yang ada di kisaran 2620/2621. Jika konfirm, maka potensi target melirik area 2576-2578 sebagai target utama, atau 50% target di kisaran 2596-2598.
Tentunya keberhasilan pola H&S juga akan mendukung kelanjutan dari pola bearish flag yang sudah konfirm lebih dulu di hari Senin saat tembus support flag, tapi saat ini sedang retest atau pullback ke zona resistance.
Sementara, dengan pandangan yang sama seperti sebelumnya, skenario buy bisa dilakukan jika tembus di atas 2655, dengan target pendek kemungkinan terbatas di zona 2666 (high Jumat). Potensi strong bullish baru bisa konfirm jika tembus 2681 (MA 200 H4). Ini artinya strategi buy saat ini masih berpeluang terbatas, kecuali jika lanjut dengan penembusan resistance 2681 (MA 200 H4).
Data JOLTS nanti malam kemungkinan menjadi petunjuk di sesi NY. Jika lemah, akan mendukung pembalikan naik. Sebaliknya jika kuat, akan mendukung tekanan lanjut.

Per jam 11.30 WIB, harga berada di 2641.05, dengan high di 2645.18 dan low 2634.05. Secara teknis tidak terlihat perubahan signifikan terhadap range pergerakan yang terjadi di awal pekan. Kenaikan malam tadi terhenti di 2651 dan kembali turun ke 2633. Lalu pagi ini range hampir terbilang sama dengan pagi sebelumnya.
Ekspektasi skenario hari ini rebound naik masih terbatas, dengan zona sell diarsir ungu kisaran 2648-2653 sebagai opsi cukup potensial, dan SL sebaiknya dipasang di atas 2657. Jika sesuai ekspektasi, maka penurunan diharapkan kembali menguji area low tadi malam 2621, dan jika data ekonomi malam nanti mendukung, maka peluang penurunan bisa lebih rendah. Sebaliknya jika data ekonomi lemah, maka waspada potensi pembalikan naik, dan pastikan bahwa resistance masih cukup efektif.
Jika skenario berjalan sesuai ekspektasi (tembus 2620-2623), maka penurunan berikutnya yang terdekat diperkirakan bisa sentuh 2605. Sementara target terjauh (2581-2585) akan bergantung dari data ekonomi AS malam ini.
Sebaliknya, kenaikan berpeluang jika resistance 2666 ditembus atau penurunan terhenti di zona 2578-2582, dan harus didukung oleh data ekonomi AS yang lebih lemah dari ekspektasi. Jika tidak memenuhi syarat (data ekonomi lebih kuat), maka peluang rebound belum tentu terwujud dalam waktu dekat.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi SELL dekat resistance
Entry: 2643.00 – 2645.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward : 2631.00 ($12 - $14)
(follow/pertahankan SELL jika tembus 2630.00,
Target terdekat 2623, terjauh 2610, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2651.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di atas 2645.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi BUY jika Support tidak ditembus
Entry : 2578.00 – 2580.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2592.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2572.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di bawah 2570)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!
Dolar kembali menguat terhadap mata uang lainnya kecuali terhadap Yen dengan pasar kembali normal di AS. Kombinasi akan peritiwa-peristiwa terkini cenderung positif untuk mata uang dolar. Mulai dari ancaman Trump akan mengenakan kenaikan tarif impor 100% terhadap negara-negara anggota BRICS, kisruh politik di Prancis yang berpotensi memicu pemilu darurat dan juga spekulasi akan stimulus pemerintah China yang ingin mata uang yuan melemah sebelum dijalankannya kenaikan tarif impor dari agenda Trump tahun depan. Aliansi dagang BRICS yang diinisialisasi oleh Brazil, Rusia, India, China dan Afrika Selatan mengalami penambahan anggota tetap yaitu Iran, Mesir, Ethiopia dan Uni Emirat Arab dan masih berniat mengajak negara lain untuk bergabung dalam kesepakatannya berencana menggantikan penggunaan mata uang dolar dalam transaksinya dengan mata uang lain. Dalam media sosialnya, Donald Trump menyampaikan ancaman tersebut yang mendapat respon dingin dari Rusia. Sebenarnya penggunaan mata uang lain untuk traksaksi perdagangan sah-sah saja dan ini berbeda dengan cadangan devisa. Namun Trump hanya menginginkan supremasi dolar untuk tetap dipertahankan sehingga ancaman ini menjadi sentimen positif untuk dolar. Sementara defisit anggaran berpotensi menyeret ekonomi di Prancis menjadi seperti kejadian yang dialami Yunani beberapa waktu lalu. Sedangkan data PMI China yang melampaui perkiraan membuka jalan untuk stimulus ekonomi berikutnya. Dan ini diharapkan memicu pelemahan mata uang Yuan lebih lanjut yang akan memberika keuntungan jika agenda kenaikan tarif impor Trump efektif mulai dijalankan. Fundamental ekonomi domestik AS sendiri di sektor manufaktur juga membaik dengan data PMI naik menjadi 49.7 yang lebih baik dari perkiraan stagnan sama seperti periode sebelumnya 48.8. Data yang sama dari ISM juga meningkat dari 46.5 menjadi 48.4 melampaui perkiraan hanya naik 47.7. Meskipun indeks harga mengalami penurunan dari 54.3 menjadi 50.3 jauh dibawah perkiraan naik 55.2. Data-data ini semakin membuka peluang bagi Fed untuk kembali memangkas suku bunga acuannya pada pertemuan moneter beberapa pekan mendatang. Gubernur Fed - Christopher Waller juga mendukung hal tersebut dengan mengatakan inflasi akan segera mencapai target 2% sehingga memungkinkan Fed untuk kembali memangkas suku bunga acuan. Ekspektasi akan langkah Fed memangkas sebanyak 25 bps pada pertemuan moneter nanti meningkat menjadi 75% dari sebelumnya 66%. Hari ini akan dirilis data sektor tenaga kerja berupa data tersedianya lowongan kerja dari JOLTS.
Yen masih cenderung menguat di tengah sentimen positif mata uang dolar. Peluang Bank Sentral Jepang (BOJ) untuk menaikkan suku bunga acuan yang semakin meningkat menjadi pemicu penguatan tersebut. Stimulus fiskal yang disetujui parlemen pekan lalu dan data inflasi yang naik melampaui perkiraan membuat peluang tersebut semakin besar. Gubernur BOJ - Kazuo Ueda di akhir pekan lalu juga memberikan petunjuk dengan mengatakan kenaikan suku bunga berikutnya selaras dengan data ekonomi yang sudah sejalan. Selain kenaikan suku bunga pada pertemuan moneter pada 18-19 Desember nanti, BOJ juga diperkirakan masih menaikkan suku bunga acuan lebih lanjut pada pertemuan moneter di bulan Januari mendatang.
Euro melemah tajam selain karena penguatan mata uang dolar, namun juga karena kondisi politik di Prancis yang semakin memburuk. Defisit anggaran menjadi perdebatan serius hingga memicu mosi tidak percaya akan kepemimpinan Perdana Menteri - Michel Barnier yang dapat menyebabkan terjadinya pemilu darurat untuk menggantikannya. Defisit anggaran yang serius dapat berpotensi mengalami kejadian serupa di Yunani beberapa waktu yang lalu. Namun reaksi pasar masih tertuju pada tekanan terhadap Bank Sentral Eropa (ECB) untuk memangkas suku bunga acuannya lebih lanjut. Dengan spekulasi di pasar kembali akan langkah ECB memangkas suku bunga jumbo sebanyak 50 bps pada pertemuan moneter 12 Desember mendatang kembali meningkat. Setelah pejabat ECB - Francois Villeroy de Galhau pada Kamis lalu mengatakan ECB masih terus membuka peluang untuk pemangkasan suku bunga acuan yang lebih besar.
Poundsterling cukup tertahan oleh penguatan mata uang dolar karena mengalami penguatan terhadap mata uang Euro. Meskipun absennya fundamental ekonomi tidak membuat spekulasi ekspektasi akan langkah moneter Bank Sentral Inggris (BOE) berikutnya adalah memangkas suku bunga acuan untuk ketiga kalinya masih sama. Gubernur BOE - Andrew Bailey masih mengkhawatirkan resiko akan meningkatnya ketegangan geopolitik yang masih menjadi ancaman akan stabilitas dan pertumbuhan ekonomi.
Cek info lain di:
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.04800 – 1.05000
Target : 1) 1.04200 2) 1.03600
SL : 1.05600
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.04600
Switch to BUY jika tembus 1.06000
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.26600 – 1.26800
Target : 1) 1.26000 2) 1.25400
SL : 1.27400
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.26000
Switch to BUY jika tembus 1.27600
Inverse H&S gagal karena kembali tembus neckline support
Suggest : BUY on Dip
Area : 148.800 – 149.000
Target : 1) 149.600 2) 150.200
SL : 148.200
Alternatif :
Switch to SELL jika tembus 148.000
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 150.200
Suggest : SELL on Rally
Area : 2643.00 – 2645.00
Target : 1) 2637.00 2) 2631.00
SL : 2651 (ideal 3-5 points di atas 2652.00)
Alternatif :
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 2630
Switch to BUY jika tembus 2670 atau jika data JOLTS lebih lemah dari ekspektasi
Secara umum, baik dolar maupun imbal hasil Treasury AS ditutup turun di sesi perdagangan hari Jumat sehingga emas leluasa untuk rebound, meskipun akhirnya penurunan tetap membatasi kenaikan tersebut.
Minimnya data ekonomi membuat pergerakan relatif terbatas di hari Jumat. Namun ekspektasi penurunan suku bunga Fed di bulan Desember meningkat dan membuat emas kembali rebound. Hal tersebut akan ditentukan dari data pekerjaan AS minggu ini.
Di akhir pekan, Trump melakukan kunjungan ke beberapa negara. Pasca berlakukan tarif ke Kanada, Trump bertemu dengan PM Kanada Trudeau dan mengklaim pertemuan tersebut sebagai pertemuan yang “produktif” membahas topik-topik penting yang membutuhkan kerjasama kedua negara untuk mengatasi permasalahan krisis obat-obatan yang disebabkan imigrasi illegal.
Di tempat terpisah, Trump mengeluhkan tentang negara-negara anggota BRICS yang tidak menggunakan dolar. Trump bahkan mengancam akan memberlakukan tarif 100% terhadap barang-barang impor dari negara-negara anggota BRICS jika tetap bersikeras mencetak mata uang BRICS dan bertransaksi tanpa dolar.
Hal ini akan menjadi menarik di 2025 karena semakin banyak negara yang dikenakan tarif Trump sehingga potensi konflik antar negara di bidang perdagangan diperkirakan bisa meluas. Ketidakpastian tersebut akan membuat emas dilirik kembali sebagai safe haven.
Di sisi lain, PM Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa Israel dalam kondisi siap setelah berakhirnya perang di utara, untuk menyelesaikan kesepakatan di Gaza. Netanyahu melakukan diskusi keamanan dengan tujuan mencapai kesepakatan di Gaza pada Minggu malam waktu setempat.

Investor akan disuguhkan dengan serangkaian data ekonomi tingkat tinggi dari AS dan beberapa Kawasan lain. Fokus utama akan tertuju pada pasar tenaga kerja AS di hari Jumat, dengan non farm payrolls diperkirakan rebound dari 12K menjadi 202K, sementara tingkat pengangguran diperkirakan akan berada di 4.1%.
Bulan lalu data NFP hanya berada di 12K, jauh lebih rendah dari ekspektasi. Faktor penyebab adalah badai Milton yang membuat hilangnya pekerjaan yang besar di Florida dan juga aksi mogok. Dengan selesainya masalah-masalah tersebut, market akan mencoba mencermati dampak yang signifikan pada data nfp sehingga ada kemungkinan data tersebut rebound lebih tinggi minggu ini. Angka 220K sangat mungkin terjadi, dan tingkat pengangguran juga akan menjadi kunci untuk keputusan Fed jelang pertemuan bulan Desember. Jika pengangguran naik menjadi 4.2%, sementara NFP berada di kisaran 220K, maka ada peluang yang lebih besar untuk penurunan suku bunga Fed di bulan Desember sehingga bisa berdampak pelemahan pada dolar AS.
Meski demikian beberapa data lainnya seperti ISM manufacture di hari Senin, JOLTS job openings di hari Selasa, ADP dan ISM services di hari Rabu, Jobless claims di hari Kamis dan pidato Powell sehari sebelum data NFP.
Malam ini, di jam 22.00 WIB, ISM manufacture diperkirakan naik dari 46.5 menjadi 47.7, sementara manufacturing prices diperkirakan naik dari 54.8 menjadi 55.2. Jika data dirilis sesuai ekspektasi atau lebih kuat, maka dolar akan menguat, emas berpeluang turun. Sebaliknya, jika data lebih lemah dari perkiraan, maka dolar melemah, emas punya peluang untuk naik.
Secara umum, angka ISM manufacture di bawah 50 masih menandakan kontraksi pada sektor manufaktur AS sehingga dolar hanya akan naik terbatas meskipun jika data manufaktur dirilis lebih baik dari ekspektasi (asumsi 48.0). Dan ini akan memberi ruang untuk emas untuk mencoba kembali rebound saat data dirilis.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup shooting star meskipun secara teori tidak cukup ideal mengingat real body putih yang relatif lebih panjang dari real body yang diperlukan sebagai shooting star. Namun dengan tail atas yang lebih panjang dari tail bawah, maka mengindikasikan terjadinya rejection di zona resistance.
Penurunan diperkirakan masih bisa terjadi, dan pagi ini terjadi penurunan lebih cepat di sesi Asia dari level tertinggi sementara 2650.78 hingga terendah sementara di 2622.89. Sementara low 28 Nov 2024 di 2620.89 akan menjadi support terdekat yang harus ditembus untuk lanjutkan penurunan ke zona 2605-2607. Sebaliknya, resistance akan berada di level tertinggi Jumat, 2666.21. Jika tembus, maka tantangan berikutnya akan berada di zona 2686-2688 sebelum membuka jalur ke area 27000-an.

Di H4, kenaikan tertahan di 2666.21, tepat di dekat resistance trend channel yang juga merupakan resistance dari pola yang dicurigai membentuk bearish flag. Hal ini juga sama dengan yang diulas dalam live streaming hari Jumat, 29 Nov 2024, di channel youtube @AgrodanaFuturesOfficial. Berikutnya akan ditentukan apakah support dari channel tersebut berhasil ditembus atau tidak.
Di sesi Asia harga sempat tembus hingga 2622, tapi candlestick masih berjalan dan menempel di support dari channel tersebut sehingga belum dianggap konfirm tembus. Berikutnya jika 2 candle berturut-turut tetap di bawah 2637, maka peluang penurunan dari bearish flag bisa dianggap konfirm. Artinya dalam jangka pendek penurunan akan lebih mendominasi.
Target utama dari pola flag adalah sama panjang dengan bagian tiang, diperkirakan bisa mencapai are arsir orange yang terjauh (kisaran 2659-2668). Tapi support terdekat zona 2605-2607 akan menjadi rintangan pertama yang harus dihadapi setelah penembusan support 2637 (support flag)
Secara umum, selama arsir biru (area 2650-2655) tidak ditembus, maka peluang penurunan akan tetap lebih dominan, dan sell lebih diutamakan. Sebaliknya, jika terjadi kenaikan dan masuk kembali ke channel, maka bearish flag dianggap gagal. Namun, strong bullish baru dianggap konfirm jika mampu tembus di atas MA 200 H4 2681.28 sekaligus menggagalkan secara keseluruhan bearish flag tersebut.
Skenario buy bisa dilakukan jika tembus di atas 2655, namun target terdekat kembali terbatas di zona 2666 (high Jumat), dan strong bullish baru bisa konfirm jika tembus 2681. Ini artinya strategi buy berpeluang terbatas, kecuali jika lanjut dengan penembusan resistance 2681 (MA 200 H4).
Data ISM Manufacture nanti malam kemungkinan menjadi petunjuk di sesi NY. Jika lemah, akan mendukung pembalikan naik. Sebaliknya jika kuat, akan mendukung tekanan lanjut.

Per jam 9.50 WIB, harga berada di 2631.00, dengan high di 2650.78 dan low 2622.89. Secara teknis kenaikan sebelumnya di hari Jumat tertahan sedikit di atas trendline, tapi gagal pertahankan momentum tersebut dan lanjut turun setelah berhasil tembus support kedua 2646.
Penurunan diperkirakan berlanjut jika tembus support 2620. Sementara momentum sell masih cukup kuat selama tidak terjadi kenaikan di atas 2660-2662. Short pullback di kisaran 2637-2645 cukup menunjang untuk area sell. Tapi ini tidak berlaku jika di malam hari data ISM manufacture ternyata dirilis lebih lemah dari ekspektasi.
Jika skenario berjalan sesuai ekspektasi (tembus 2620-2623), maka penurunan berikutnya yang terdekat diperkirakan bisa sentuh 2605. Sementara target terjauh (2681-2685) akan bergantung dari data ekonomi AS malam ini.
Sebaliknya, kenaikan berpeluang jika resistance 2666 ditembus atau penurunan terhenti di zona 2578-2582, dan harus didukung oleh data ekonomi AS yang lebih lemah dari ekspektasi. Jika tidak memenuhi syarat (data ekonomi lebih kuat), maka peluang rebound belum tentu terwujud dalam waktu dekat.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi SELL dekat resistance
Entry: 2635.00 – 2637.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward : 2623.00 ($12 - $14)
(follow/pertahankan SELL jika tembus 2620.00,
Target terdekat 2615, terjauh 2607, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2643.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di atas 2645.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi BUY jika Support tidak ditembus
Entry : 2565.00 – 2567.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2579.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2559.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di bawah 2557)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!
Dolar sedikit terkoreksi terhadap mata uang lainnya terutama terhadap Yen paska semi long weekend di AS karena libur Thanksgiving di akhir pekan lalu. Pekan ini perhatian pasar akan tertuju pada data di sektor tenaga kerja dengan laporan Non-Farm Payroll dengan perkiraan meningkat tajam dari periode sebelumnya. Sektor ini diperkirakan sudah pulih dan kembali normal setelah pada periode sebelumnya anjlok karena 2 badai dan mogok kerja yang terjadi bersamaan dalam periode 1 bulan tersebut. Meski demikian perkiraan tingkat pengangguran justru meningkat sehingga semakin membuka peluang bagi Fed untuk memangkas suku bunga acuan pada pertemuan moneter dalam 2 pekan mendatang. Ekspektasi akan pemangkasan suku bunga acuan sebanyak 25 bps pada pertemuan tersebut semakin meningkat dari pekan lalu yang sempat di bawah 53% naik menjadi 66% di akhir pekan lalu. Dan hanya 17% peluang untuk pemangkasan pada pertemuan moneter selanjutnya di bulan Januari mendatang. Agenda ekonomi dari Trump yang akan dilantik pada Januari mendatang berupa pengurangan pajak dan kenaikan tarif impor justru diperkirakan akan memicu inflasi sehingga Fed diperkirakan akan tetap mempertahankan suku bunga acuan dan berpeluang tipis akan kembali menaikkan suku bunga jika memang diperlukan. Selain data di sektor tenaga kerja, pekan ini juga akan dirilis data PMI dari ISM di sektor manufaktur dan jasa dengan perkiraan sektor manufaktur masih di zona kontraksi di bawah ambang 50 dan sektor jasa relatif masih membaik berada di zona ekspansif. Selain itu pekan ini banyak pejabat Fed juga akan memberikan pidato pada beberapa peristiwa di berbeda tempat termasuk Ketua Fed - Jerome Powell pada hari Kamis dini hari.
Yen semakin menguat terhadap dolar seiring dengan peluang Bank Sentral Jepang (BOJ) untuk menaikkan suku bunga acuan yang juga semakin meningkat. Kombinasi stimulus fiskal dan data inflasi yang naik melampaui perkiraan membuat peluang tersebut semakin besar. Pemerintah Jepang pekan lalu meloloskan stimulus fiskal senilai $141 miliar untuk memicu aktifitas ekonomi. Sementara inflasi juga naik dari 1.8% menjadi 2.2% yang lebih tinggi dari perkiraan hanya naik 2.1%. Dan di akhir pekan kemarin Gubernur BOJ - Kazuo Ueda mengatakan kenaikan suku bunga berikutnya selaras dengan data ekonomi yang sudah sejalan. Spekulasi kenaikan suku bunga pada pertemuan moneter BOJ pada 18-19 Desember nanti meningkat menjadi 56%. Dan masih memungkinkan untuk dilanjutkan pada pertemuan moneter di bulan Januari mendatang.
Euro meski sedikit terangkat terhadap dolar namun masih dibayangi oleh tekanan terhadap Bank Sentral Eropa (ECB) untuk memangkas suku bunga acuannya lebih lanjut. Data inflasi di Jerman cenderung stagnan dan di Prancis naik sesuai perkiraan. Pejabat ECB sekaligus Gubernur Bank Sentral Prancis - Francois Villeroy de Galhau, Kamis lalu mengatakan ECB masih terus membuka peluang untuk pemangkasan suku bunga acuan yang lebih besar. Ini berlawanan dengan komentar dari pejabat ECB sebelumnya - Isabel Schnabel yang menyarankan ECB untuk berhati-hati dalam pemangkasan suku bunga acuan berikutnya. Spekulasi di pasar kembali akan langkah ECB memangkas suku bunga jumbo sebanyak 50 bps pada pertemuan moneter 12 Desember mendatang kembali meningkat. Sementara gejolak politik di Prancis juga membebani ekonomi di kawasan ini seputar tidak sepakatnya dana anggaran. Jika terjadi defisit anggaran, maka Prancis akan mengalami kondisi ekonomi yang mirip dengan kasus Yunani beberapa tahun lalu. Dan akan berdampak pada mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Perdana Menteri - Michel Barnier. Ini menjadi sentimen negatif sehingga investor menjauhi segala bentuk investasi dengan aset Uni Eropa.
Poundsterling masih cenderung melemah terhadap mata uang dolar. Seiring dengan ekspektasi akan langkah moneter Bank Sentral Inggris (BOE) berikutnya adalah memangkas suku bunga acuan untuk ketiga kalinya semakin meningkat. Dalam pidato Gubernur BOE - Andrew Bailey Jumat lalu masih yakin dengan kondisi ekonomi baik dari sisi personal maupun perusahaan. Meski demikian resiko akan meningkatnya ketegangan geopolitik masih menjadi ancaman akan stabilitas dan pertumbuhan ekonomi. Bailey tidak menyinggung langkah moneter yang akan diambil pada pertemuan moneter 2 pekan mendatang.
Cek info lain di:
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.05500 – 1.05700
Target : 1) 1.04900 2) 1.04300
SL : 1.06300
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.04900
Switch to BUY jika tembus 1.06700
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.27200 – 1.27400
Target : 1) 1.26600 2) 1.26000
SL : 1.28000
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.26400
Switch to BUY jika tembus 1.28000
Inverse H&S kemungkinan gagal lanjut jika tembus neckline support
Suggest : SELL on Rally
Area : 150.800 – 151.000
Target : 1) 150.200 2) 149.600
SL : 151.600
Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 152.000
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 150.000
Suggest : SELL on Rally
Area : 2635.00 – 2637.00
Target : 1) 2629.00 2) 2623.00
SL : 2643 (ideal 3-5 points di atas 2645.00)
Alternatif :
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 2630
Switch to BUY jika tembus 2670 atau jika data ISM lebih lemah dari ekspektasi



