logo agrodana futures official
Buka Akun

Dolar sedikit terkoreksi terhadap mata uang lainnya terutama terhadap Yen paska semi long weekend di AS karena libur Thanksgiving di akhir pekan lalu. Pekan ini perhatian pasar akan tertuju pada data di sektor tenaga kerja dengan laporan Non-Farm Payroll dengan perkiraan meningkat tajam dari periode sebelumnya. Sektor ini diperkirakan sudah pulih dan kembali normal setelah pada periode sebelumnya anjlok karena 2 badai dan mogok kerja yang terjadi bersamaan dalam periode 1 bulan tersebut. Meski demikian perkiraan tingkat pengangguran justru meningkat sehingga semakin membuka peluang bagi Fed untuk memangkas suku bunga acuan pada pertemuan moneter dalam 2 pekan mendatang. Ekspektasi akan pemangkasan suku bunga acuan sebanyak 25 bps pada pertemuan tersebut semakin meningkat dari pekan lalu yang sempat di bawah 53% naik menjadi 66% di akhir pekan lalu. Dan hanya 17% peluang untuk pemangkasan pada pertemuan moneter selanjutnya di bulan Januari mendatang. Agenda ekonomi dari Trump yang akan dilantik pada Januari mendatang berupa pengurangan pajak dan kenaikan tarif impor justru diperkirakan akan memicu inflasi sehingga Fed diperkirakan akan tetap mempertahankan suku bunga acuan dan berpeluang tipis akan kembali menaikkan suku bunga jika memang diperlukan. Selain data di sektor tenaga kerja, pekan ini juga akan dirilis data PMI dari ISM di sektor manufaktur dan jasa dengan perkiraan sektor manufaktur masih di zona kontraksi di bawah ambang 50 dan sektor jasa relatif masih membaik berada di zona ekspansif. Selain itu pekan ini banyak pejabat Fed juga akan memberikan pidato pada beberapa peristiwa di berbeda tempat termasuk Ketua Fed - Jerome Powell pada hari Kamis dini hari.

Yen semakin menguat terhadap dolar seiring dengan peluang Bank Sentral Jepang (BOJ) untuk menaikkan suku bunga acuan yang juga semakin meningkat. Kombinasi stimulus fiskal dan data inflasi yang naik melampaui perkiraan membuat peluang tersebut semakin besar. Pemerintah Jepang pekan lalu meloloskan stimulus fiskal senilai $141 miliar untuk memicu aktifitas ekonomi. Sementara inflasi juga naik dari 1.8% menjadi 2.2% yang lebih tinggi dari perkiraan hanya naik 2.1%. Dan di akhir pekan kemarin Gubernur BOJ - Kazuo Ueda mengatakan kenaikan suku bunga berikutnya selaras dengan data ekonomi yang sudah sejalan. Spekulasi kenaikan suku bunga pada pertemuan moneter BOJ pada 18-19 Desember nanti meningkat menjadi 56%. Dan masih memungkinkan untuk dilanjutkan pada pertemuan moneter di bulan Januari mendatang.

Euro meski sedikit terangkat terhadap dolar namun masih dibayangi oleh tekanan terhadap Bank Sentral Eropa (ECB) untuk memangkas suku bunga acuannya lebih lanjut. Data inflasi di Jerman cenderung stagnan dan di Prancis naik sesuai perkiraan. Pejabat ECB sekaligus Gubernur Bank Sentral Prancis - Francois Villeroy de Galhau, Kamis lalu mengatakan ECB masih terus membuka peluang untuk pemangkasan suku bunga acuan yang lebih besar. Ini berlawanan dengan komentar dari pejabat ECB sebelumnya - Isabel Schnabel yang menyarankan ECB untuk berhati-hati dalam pemangkasan suku bunga acuan berikutnya. Spekulasi di pasar kembali akan langkah ECB memangkas suku bunga jumbo sebanyak 50 bps pada pertemuan moneter 12 Desember mendatang kembali meningkat. Sementara gejolak politik di Prancis juga membebani ekonomi di kawasan ini seputar tidak sepakatnya dana anggaran. Jika terjadi defisit anggaran, maka Prancis akan mengalami kondisi ekonomi yang mirip dengan kasus Yunani beberapa tahun lalu. Dan akan berdampak pada mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Perdana Menteri - Michel Barnier. Ini menjadi sentimen negatif sehingga investor menjauhi segala bentuk investasi dengan aset Uni Eropa.

Poundsterling masih cenderung melemah terhadap mata uang dolar. Seiring dengan ekspektasi akan langkah moneter Bank Sentral Inggris (BOE) berikutnya adalah memangkas suku bunga acuan untuk ketiga kalinya semakin meningkat. Dalam pidato Gubernur BOE - Andrew Bailey Jumat lalu masih yakin dengan kondisi ekonomi baik dari sisi personal maupun perusahaan. Meski demikian resiko akan meningkatnya ketegangan geopolitik masih menjadi ancaman akan stabilitas dan pertumbuhan ekonomi. Bailey tidak menyinggung langkah moneter yang akan diambil pada pertemuan moneter 2 pekan mendatang.

Cek info lain di:

https://agrodana-futures.com/

https://instagram.com/agrodanafuturesofficial

https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial

CHART TECHNICAL ANALYSIS EURUSD

slide13

slide14

Suggest : SELL on Rally
Area : 1.05500 – 1.05700
Target : 1) 1.04900 2) 1.04300
SL : 1.06300

Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.04900
Switch to BUY jika tembus 1.06700

CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD

slide15

slide16

Suggest : SELL on Rally
Area : 1.27200 – 1.27400
Target : 1) 1.26600 2) 1.26000
SL : 1.28000

Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.26400
Switch to BUY jika tembus 1.28000
Inverse H&S kemungkinan gagal lanjut jika tembus neckline support

CHART TECHNICAL ANALYSIS  USDJPY

slide17

slide18

Suggest : SELL on Rally
Area : 150.800 – 151.000
Target : 1) 150.200 2) 149.600
SL : 151.600

Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 152.000
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 150.000

CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD (XAUUSD)

slide19

slide20

slide21

Suggest : SELL on Rally
Area : 2635.00 – 2637.00
Target : 1) 2629.00 2) 2623.00
SL : 2643 (ideal 3-5 points di atas 2645.00)

Alternatif :
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 2630
Switch to BUY jika tembus 2670 atau jika data ISM lebih lemah dari ekspektasi

Gold (Emas)

Penggerak Pasar

Secara umum, dolar maupun imbal hasil Treasury AS masih turun sehingga penurunan emas bukan disebabkan menguatnya dolar maupun kenaikan imbal hasil Treasury. Dengan liburnya AS dan tidak ada data ekonomi dari AS, emas dipengaruhi sentimen geopolitik yang membayangi dalam 1 minggu terakhir.

Kesepakatan gencatan senjata Iran – Lebanon kemungkinan diikuti juga oleh Israel – Hamas dalam waktu dekat sehingga redanya geopolitik berada di balik penurunan emas daripada data ekonomi. Meski demikian, kenaikan juga tidak dipengaruhi oleh data ekonomi, melainkan geopolitik lain di Rusia-Ukraina yang masih belum pasti.

Faktor Penggerak

Dengan minimnya aktivitas trading saat perayaan Thanksgiving, maka pasar juga cenderung tidak mendapatkan petunjuk apapun terkait data ekonomi yang ada. Namun pasca data PCE, jobless claims dan GDP yang rata-rata sesuai ekspektasi, pasar menilai Fed tetap berpeluang untuk menurunkan suku bunga di pertemuan Desember. 

Pagi ini harga sempat spike (naik cepat) hingga kisaran 2662.68. Kenaikan disebabkan oleh meningkatnya peluang pemangkasan suku bunga Fed sebesar 25 bps di FOMC 17-18 Desember mendatang, dari 50% menjadi 70% pasca data PCE yang sesuai ekspektasi. 

Faktor lain yang menjadi penyebab juga dari sisi geopolitik di mana Rusia kembali menembakkan rudal ke Ukraina sehingga emas diincar sebagai safe haven.

Semua hal tersebut sesuai pembahasan yang kami ulas 1 minggu terakhir terkait potensi pergerakan pasar berikutnya di mana investor juga menunggu pertemuan FOMC Desember untuk mengetahui dot plot suku bunga Fed di 2025, dan ketidakpastian geopolitik dari Rusia-Ukraina yang masih tidak menentu meskipun konflik Timur Tengah sudah berlaku gencatan senjata (Israel-Lebanon).

Fokus Hari Ini

Market AS libur perayaan Thanksgiving hari ini sehingga tidak ada data ekonomi dari AS dan market ditutup lebih cepat di jam 02.45 WIB.

Investor hanya akan mendapati data CPI zona Euro di jam 17.00 WIB yang diperkirakan akan kembali mendorong pemangkasan suku bunga ECB di pertemuan berikutnya, jika inflasi sesuai ekspektasi, atau lebih rendah.

Di sisi lain, pasar masih akan menunggu data Non Farm Payrolls AS yang baru akan dirilis minggu depan sehingga dengan liburnya market AS diharapkan volatilitas di malam hari cenderung terbatas, dan pergerakan di sesi Asia hingga Eropa kemungkinan menjadi yang paling aktif untuk hari ini.

Penurunan sebagai profit taking diperkirakan masih bisa terjadi, namun khusus malam hari sebaiknya hindari posisi overnight dikarenakan kekhawatiran geopolitik dari Rusia-Ukraina yang bisa membayangi pasar sewaktu-waktu di akhir pekan.

Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah! 

gold nano 1200x700 kv

Analisis Teknikal Gold

Candlestick daily ditutup doji dengan kecenderungan lebih ke sisi hanging man sehingga dianggap peluang turun yang masih terbuka. Kenaikan tertahan di 2649.68, lebih rendah dibanding high sehari sebelumnya 2658.21. Sementara terendah sempat sentuh 2620 di pagi hari, dan harga tidak pernah kembali bergerak lebih rendah setelah terhenti di 2637. 

Bearish diperkirakan masih berpeluang selama harga tidak menunjukkan kenaikan di atas 2665. Bahkan secara umum resistance psikologis saat ini berada di 2681-2688. Selama tidak terjadi penembusan di atas area tersebut, maka kenaikan apapun akan diartikan rebound yang masih cenderung terbatas sehingga opsi SELL lebih dipilih. Sebaliknya, penurunan juga perlu mewaspadai support 2620-2623, dan terjauh 2605. Karena mayoritas pelaku pasar masih libur Thanksgiving, kemungkinan pergerakan juga relatif terbatas.

slide20

Di H4, kenaikan tertahan di 2649.68, beberapa poin lebih rendah dari high sehari sebelumnya 2658. Hal ini sekaligus menandakan resistance FR 38.2% H4 di 2650.85 masih cukup efektif karena harga kembali turun di bawah 2650. Lagi-lagi menjadi pertanda bahwa kekuatan bullish belum sepenuhnya pulih.  

Secara umum, kita masih berada dalam jalur koreksi yang belum tuntas, dan penurunan wave C masih bisa terjadi selama harga tidak terjadi kenaikan di atas MA 200 H4 yang saat ini ada di 2681.23. Ini berarti kalaupun terjadi kenaikan di atas 2655-2660, maka potensi kenaikan yang bisa dimanfaatkan sebagai buy diperkirakan maksimum tertahan di 2680 (mendekati MA 200).  

Skenario ideal masih tetap sama, di mana rebound dianggap sebagai peluang untuk sell. Kemudian dilanjutkan tekanan turun kembali, dengan target terdekat di FR 50% H4 yang ada di 2629.09, atau terjauh menguji FR 61.8% 2607.

Sebaliknya, kenaikan akan membuka peluang jika mampu tembus di atas 2658-2660, dengan catatan itu pun masih relatif terbatas dengan MA 200 H4 menjadi acuan di 2681.55. Jika kenaikan mampu tembus MA 200 tersebut, maka peluang bullish baru dikatakan lebih kuat. Ini berarti jika Anda switch strategi menjadi BUY saat tembus 2660 (lebih baik beri jarak 3 poin di atas resistance untuk entry buy), maka target maksimal kemungkinan masih terbatas di bawah 2675-2680 (dekat MA 200 H4). Kenaikan lebih tinggi hanya dimungkinkan jika konflik geopolitik kembali memanas (Rusia-Ukraina) karena data ekonomi AS dipastikan tidak ada malam nanti.

slide21

Per jam 9.50 WIB, harga berada di 2657.30, dengan high di 2657.68 dan low 2633.86. Secara teknis kenaikan diperkirakan masih terbatas di zona yang ditandai sebagai “potential strong supply area” sehingga idealnya SELL dilakukan di zona tersebut, dengan Stop loss beberapa poin di atas resistance 2657. 

Pola bearish flag masih dominan, sehingga kenaikan dianggap pullback untuk menguji kembali resistance. Penurunan selanjutnya masih dalam proses pembentukan wave 5 dari Elliott wave alur penurunan sehingga dominasi bearish masih bisa terjadi, selama tidak tembus di atas 2665.

Jika skenario berjalan sesuai ekspektasi, maka penurunan berikutnya yang terdekat diperkirakan menguji area 2620-2623 (low 2 hari terakhir). Sementara keterbatasan range pergerakan kemungkinan diragukan untuk emas bisa sentuh 2605 sehingga area low yang memungkinkan jika tembus 2620 akan berada di support 2610-2615. 

Sebaliknya, kenaikan berpeluang mendominasi jika harga kembali tembus di atas 2655-2658 (high 2 hari sebelumnya). Tapi bullish diperkirakan masih relatif terbatas. Dengan demikian, switch strategi menjadi buy jika harga benar-benar konfirm tembus 2662-2665 dan Anda hanya punya peluang ke area 2670-2675 sebagai resistance terdekat, sementara strong bullish diperkirakan baru akan konfirm jika harga tembus 2685. Artinya kenaikan apapun selama masih tetap di bawah 2685, maka bullish akan bersifat terbatas.

Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4! 

Trading Strategy: 
Opsi SELL dekat resistance
Entry: 2650.00 – 2652.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward :  2638.00 ($12 - $14) 
(follow/pertahankan SELL jika tembus 2630.00,
Target terdekat 2623, terjauh 2610, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2658.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di atas 2657.00)
Risk Reward: 1: 2 

Opsi BUY jika Support tidak ditembus
Entry : 2562.00 – 2564.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2576.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2556.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di bawah 2554)
Risk Reward: 1: 2

Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!

Dolar relatif tidak banyak bergerak terhadap mata uang lainnya di tengah sepinya pasar karena US Market tutup merayakan Thanksgiving dan kondisi ini diperkirakan masih akan berlanjut karena di penghujung pekan ini US Market hanya buka setengah hari saja. Sentimen pasar masih di seputar langkah moneter yang akan diambil oleh Fed setelah indikator inflasi dari sisi personal yang kemarin dirilis. Di mana inflasi walau sudah mendekati target, namun sepertinya masih belum berlanjut turun. Sementara aktifitas ekonomi juga stagnan dan sektor manufaktur dan industri cenderung menurun. Namun sektor tenaga kerja masih solid dengan tingkat upah yang terus meningkat. Sehingga dengan data-data ini membuat spekulasi akan perlunya Fed kembali memangkas suku bunga acuan meningkat guna terus memicu aktifitas ekonomi. Spekulasi akan langkah Fed memangkas suku bunga pada pertemuan moneter di bulan Desember meningkat dari sebelumnya yang di kisaran 58% naik menjadi 70% menurut data CME Group's FedWatch tool terakhir. Selain itu pasar juga mewaspadai resiko akan langkah presiden terpilih, Trump melanjutkan perang dagangnya dengan menaikkan tarif impor. Hari ini tidak ada data yang akan dirilis karena seperti dijelaskan di atas, pasar hanya buka setengah hari yang kemungkinan akan membatasi perdagangan dengan pelaku pasar yang terbatas juga.

Yen terus menguat terhadap dolar seiring dengan semakin besarnya peluang Bank Sentral Jepang (BOJ) untuk menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan moneter dalam beberapa pekan mendatang. Spekulasi di pasar memperkirakan BOJ akan melakukan hal tersebut dengan peluang mencapai 53%. Data Core inflasi CPI meningkat dari 1.8% menjadi 2.2% yang lebih tinggi dari perkiraan hanya naik 2.0%. Meskipun data di sektor tenaga kerja sedikit menurun dengan tingkat pengangguran yang meningkat dari 2.4% menjadi 2.5% sesuai perkiraan. Sementara parlemen juga sudah menyetujui stimulus fiskal pemerintah Jepang sebanyak $141 miliar yang diharapkan akan memicu aktifitas ekonomi. Dengan stimulus ini potensi inflasi juga meningkat yang harus diimbangi dengan kenaikan suku bunga acuan.

Euro masih cenderung tertekan meski mata uang dolar mengalami koreksi sejak kemarin. Peluang pemangkasan lebih lanjut bahkan dengan ukuruan jumbo oleh Bank Sentral Eropa (ECB) membuat mata uang Euro menjadi kurang menarik. Anggota Dewan Eksekutif ECB - Isabel Schnabel juga mendukung argumen tersebut dalam wawancara semalam. Kekhawatiran akan agenda ekonomi Trump berupa kenaikan tarif impor akan sangat memukul ekonomi di kawasan ini. Sementara gejolak politik di Jerman dan Prancis juga menjadi sentimen negatif untuk perdagangan instrumen keuangan. Hari ini akan dirilis data estimasi inflasi CPI untuk Uni Eropa secara keseluruhan dengan perkiraan meningkat.

Poundsterling cukup tertahan dengan masih sedikit menguat terhadap mata uang dolar. Meski demikian ekspektasi akan langkah moneter Bank Sentral Inggris (BOE) berikutnya adalah memangkas suku bunga acuan untuk ketiga kalinya semakin meningkat. Dengan data PMI turun di bawah ambang batas 50 yang menandakan aktifitas di sektor ini masuk dalam kategori kontraksi. Ditambah dari dari sektor ritel yang menunjukkan daya beli rakyat Inggris yang menurun drastis. Hal ini dikaitkan dengan tingginya suku bunga acuan BOE saat ini. Pasar juga akan mencermati pidato dari Gubernur BOE - Andrew Bailey yang dijadwalkan pada malam ini.

Cek info lain di:

https://agrodana-futures.com/

https://instagram.com/agrodanafuturesofficial

https://www.youtube.com/agrodanafuturesofficial

CHART TECHNICAL ANALYSIS EURUSD

slide13

slide14

Suggest : SELL on Rally
Area : 1.05500 – 1.05700
Target : 1) 1.04900 2) 1.04300
SL : 1.06300

Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.04900
Switch to BUY jika tembus 1.06500

CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD

slide15

slide16

Suggest : BUY on Dip
Area : 1.26500 – 1.26700
Target : 1) 1.27300 2) 1.27900
SL : 1.25900

Alternatif :
Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.27200
Switch to SELL jika tembus 1.25900

CHART TECHNICAL ANALYSIS  USDJPY

slide17

slide18

Suggest : SELL on Rally
Area : 150.500 – 150.700
Target : 1) 149.900 2) 149.300
SL : 151.300

Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 152.100
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 150.000

CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD (XAUUSD)

slide19

slide20

slide21

Suggest : SELL on Rally
Area : 2650.00 – 2652.00
Target : 1) 2644.00 2) 2638.00
SL : 2657 (ideal 3-5 points di atas 2656.00)

Alternatif :
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 2630
Switch to BUY jika tembus 2665

Gold (Emas)

Penggerak Pasar

Secara umum, dolar maupun imbal hasil Treasury AS tetap ditutup turun sehingga penurunan emas bukan disebabkan menguatnya dolar maupun kenaikan imbal hasil Treasury. Hal ini kembali membuktikan data ekonomi yang solid juga bukan menjadi alasan utama dalam penurunan emas kali ini. 

Data PCE bulan Oktober dirilis masing-masing dengan PCE utama di 0.2% m/m dan core PCE 0.3% m/m, sementara basis tahunan menunjukkan PCE utama 2.3% y/y dan core PCE 2.8% y/y. Secara keseluruhan data tersebut dirilis sesuai ekspektasi sehingga tidak berdampak signifikan terhadap potensi penurunan suku bunga Fed di bulan Desember 2024. 

Data Ekonomi Tetap Solid

Di sisi data ekonomi, jobless claims mingguan menunjukkan penurunan di 213K, lebih rendah dari ekspektasi 215K, bahkan turun jika dibanding minggu sebelumnya. Sementara GDP juga menunjukkan angka sesuai ekspektasi, 2.8%, turun dari periode sebelumnya 3.0%. 

Data lain seperti pendapatan pribadi dirilis lebih tinggi dari perkiraan, 0.6% vs 0.3%. Konsumsi juga lebih tinggi, +0.4% vs exp 0.3%. 
CME Fedwatch tools pasca data PCE dirilis menunjukkan probabilitas penurunan suku bunga Desember meningkat dari 59.4% menjadi 68.2%. Hal ini berarti menunjukkan optimisme pasar terhadap penurunan suku bunga Fed di akhir tahun 2024 masih cukup besar.

Dampak Geopolitik

Penurunan emas dalam 2 hari terakhir lebih cenderung dilatarbelakangi oleh kondisi geopolitik di mana Israel dan Lebanon akhirnya resmi menyepakati untuk gencatan senjata 60 hari ke depan. Redanya geopolitik menjadi alasan investor mengurangi eksposurnya terhadap safe haven sehingga emas bersama dolar cenderung turun.

Kabar tersebut juga berdampak pada Hamas. Pihak Hamas dikabarkan membuka diri untuk pembahasan gencatan senjata dengan Israel setelah kepastian gencatan senjata antara Israel – Lebanon. AS, Mesir dan negara lainnya berusaha untuk mendorong perjanjian gencatan senjata tersebut bisa terwujud dalam waktu dekat, sebelum pemerintahan Biden resmi diambil alih oleh pemerintahan Trump di bulan Januari 2025. 

Meskipun Israel menekankan bahwa keberlangsungan dari gencatan senjata tersebut akan bergantung pada perkembangan di Lebanon, tapi pasar merespon positif kabar tersebut. Dengan demikian menyisakan konflik Rusia-Ukraina yang tampaknya masih sulit untuk terwujud dalam waktu dekat mengingat aksi saling serang masih terjadi meskipun intensitasnya tidak lebih panas dibanding minggu lalu.

Fokus Hari Ini

Market AS libur perayaan Thanksgiving hari ini sehingga tidak ada data ekonomi dari AS malam nanti, dan market ditutup lebih cepat di jam 02.30 WIB untuk emas dan komoditi lainnya. Volatilitas diperkirakan hanya akan terjadi di sesi Asia hingga sesi Inggris yang akan berakhir di jam 22.00 WIB sehingga data CPI Jerman di jam 20.00 WIB akan menjadi satu-satunya data ekonomi yang dicermati pasar.

Sementara agenda penting lainnya tertuju pada Sidang Parlemen Luar Biasa Jepang yang akan dimulai hari ini 28 November, sampai 21 Desember mendatang. Kemungkinan akan membahas tentang rencana anggaran tambahan dan lebih banyak lagi. Sesi khusus di Diet adalah membahas anggaran tambahan yang diperlukan untuk mendanai langkah-langkah baru untuk mengatasi inflasi yang diusulkan pemerintahan PM Ishiba.

Gubernur BOJ Kazuo Ueda diperkirakan akan memberikan testimoni, tapi belum ada ketetapan tanggal. Ueda kemungkinan tampil dihadapan komite anggaran atau keuangan, mencakup pandangan tentang kebijakan moneter, inflasi dan ekonomi. BOJ akan bertemu di tanggal 18-19 Desember, sehari setelah FOMC 17-18 Desember 2024, sehingga pidato Ueda akan ditelusuri lebih dalam untuk mendapatkan petunjuk tentang potensi kenaikan suku bunga BOJ. (Suku bunga BOJ naik, dolar turun, sehingga emas punya peluang untuk naik)

Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah! 

gold nano 1200x700 kv

Analisis Teknikal Gold

Candlestick daily ditutup shooting star setelah sempat spike (naik cepat) hingga sentuh 2658.21, dan kemudian turun hingga ditutup di 2635.71. Secara teknis hal ini menunjukkan kegagalan dari emas memanfaatkan momentum bullish sehingga penurunan masih cenderung tetap dominan untuk hari ini. 

Bearish akan menjadi lebih kuat jika support 2605-2607 berhasil ditembus, dan FR 50% 2571.50 menjadi target potensial berikutnya. Sebaliknya, bullish akan kembali terbuka jika harga berbalik naik dan tembus high kemarin 2658. Tapi akan jauh lebih kuat jika mampu tembus di atas 2885.

slide20

Di H4, kenaikan tertahan di 2658.21, menandakan resistance FR 38.2% H4 di 2650.85 masih cukup efektif karena harga kembali turun di bawah 2650 setelah sentuh level tertinggi tersebut. Ini menandakan bahwa kekuatan bullish belum sepenuhnya pulih. Di sisi lain hal tersebut juga memunculkan peluang bahwa zona 2605-2607 cukup terbuka untuk kembali disentuh, atau bahkan ditembus.  

Secara tren, kita masih berada dalam jalur koreksi yang belum tuntas, dan tren utama menunjukkan peluang penurunan masih bisa terjadi dalam penurunan wave C. Ini berarti juga bahwa FR 61.8% H4 di 2607.32 yang cukup dekat dengan low 26 Nov 2024 di 2605.22 cenderung terbuka untuk ditembus. 

Skenario ideal masih tetap sama, di mana rebound masih tetap tertahan di kisaran 2638-2641, atau maksimum dekat FR 38.2% H4 2650.85, kemudian dilanjutkan tekanan turun kembali menguji FR 61.8% 2607, atau bahkan bisa saja terjadi penembusan. Zona SELL lebih baik dilakukan di kisaran 2635-2640, atau di dekat area 2652-2658 (high kemarin) sebagai patokan.

Sebaliknya, kenaikan akan membuka peluang jika mampu tembus di atas 2658-2660, dengan catatan itu pun masih relatif terbatas dengan MA 200 H4 menjadi acuan di 2681.55. Jika kenaikan mampu tembus MA 200 tersebut, maka peluang bullish baru dikatakan lebih kuat.

slide21

Per jam 9.50 WIB, harga berada di 2628.35, dengan high di 2638.39 dan low 2620.89. Secara teknis kenaikan terbukti tertahan di zona yang dicurigai sebagai “potential strong supply area” sehingga peluang penurunan masih bisa terjadi. 

Pola bearish flag cenderung konfirm setelah pagi ini harga berhasil turun di bawah support trend channel 2636. Dengan demikian penurunan seharusnya lebih dominan untuk beberapa waktu ke depan. Rebound diharapkan terbatas dengan asumsi sebagai retest resistance 2635-2640. Area ini adalah area ideal untuk mulai mengincar sell saat terjadi pullback.

Jika skenario berjalan sesuai ekspektasi, maka penurunan berikutnya membuka peluang untuk kembali menguji area 2605-2607 dalam waktu dekat. Dan jika area 2605-2607 ditembus, maka peluang penurunan lebih lanjut bisa terjadi. 

Sebaliknya, kenaikan berpeluang mendominasi jika harga kembali tembus di atas 2655-2658 (high kemarin). Tapi bullish diperkirakan masih relatif terbatas. Dengan demikian, jika switch strategi menjadi buy saat 2660 ditembus, Anda hanya punya peluang ke area 2670-2675 sebagai resistance terdekat, sementara strong bullish diperkirakan baru akan terjadi saat harga mampu tembus 2685. Artinya kenaikan apapun selama masih tetap di bawah 2685, maka bullish akan bersifat terbatas.

Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4! 

Trading Strategy: 
Opsi SELL dekat resistance
Entry: 2637.00 – 2639.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward :  2625.00 ($12 - $14) 
(follow/pertahankan SELL jika tembus 2625.00,
Target terdekat 2618, terjauh 2607, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2645.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di atas 2646.00)
Risk Reward: 1: 2 

Opsi BUY jika Support tidak ditembus
Entry : 2562.00 – 2564.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2576.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2556.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di bawah 2554)
Risk Reward: 1: 2

Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!

Masih ragu dan memiliki pertanyaan lainnya ?

Kantor Pusat
Menara Batavia Lt. 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126,
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Berlangganan Newsletter Agrodana:
Ikuti Kami
facebook agrodanayoutube agrodanainstagram agrodana
agrodana iosagrodana android
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan
/ Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Ikuti Kami
alt=""alt=""alt=""
Kantor Pusat
Menara Batavia Lt 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126, Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Email:  [email protected]Whatsapp: +6281-988-3777
Berlangganan Newsletter Agrodana :
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan / Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Whatsapp Non Klien
crossmenuchevron-down