Suggest : BUY on Dip
Area : 1.05400 – 1.05600
Target : 1) 1.06200 2) 1.06800
SL : 1.04800
Alternatif :
Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.06200
Switch to SELL jika tembus 1.04500
Suggest : BUY on Dip
Area : 1.26400 – 1.26600
Target : 1) 1.27200 2) 1.27800
SL : 1.25800
Alternatif :
Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.27000
Switch to SELL jika tembus 1.25600 atau gagal tembus 1.27800
Suggest : SELL on Rally
Area : 154.900 – 155.100
Target : 1) 154.300 2) 153.700
SL : 155.700
Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 155.800
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 154.300
Suggest : BUY on Dip
Area : 2618.00 – 2620.00
Target : 1) 2626.00 2) 2632.00
SL : 2612 (ideal 3-5 points di bawah 2610.00)
Alternatif :
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2648
Switch to SELL jika tembus 2600
Secara umum, dolar melemah sesuai ekspektasi, lanjutkan koreksinya setelah kenaikan berturut-turut sejak kemenangan Trump dalam pemilu 5 November 2024. Didukung juga dengan penurunan yang terjadi pada imbal hasil Treasury AS tenor 10-tahun.
Satu-satunya data yang dirilis adalah NAHB housing market index yang dirilis lebih baik dari ekspektasi, 46 vs 43. Secara teori cukup bagus dan menjadi tertinggi sejak bulan April. Namun, angka di bawah 50 menandakan kontraksi, yang berarti juga negative untuk pasar perumahan.
Terlepas dari data ekonomi yang relatif tidak signifikan, market saat ini mencermati siapa figure yang akan ditunjuk Trump untuk menempati jabatan Menteri Keuangan. Tim transisi Trump mendukung mantan Gubernur Fed Kevin Warsh (2006-2011) sebagai Menteri Keuangan.
Presiden Trump sedang mengevaluasi beberapa kandidat untuk posisi tersebut. Sebelumnya Scott Bessent menjadi opsi utama yang diajukan Ellon Musk sebagai kandidat. Bessent dikenal sebagai pendiri Key Square Capital Management, sebuah Perusahaan investasi yang didirikan setelah menjabat sebagai Chief Investment Officer untuk Soros Fund Management milik George Soros. Bessent juga dipertimbangkan sebagai Dewan Ekonomi Nasional di dalam tim ekonomi Trump.
Kevin Warsh pernah menjabat sebagai Gubernur Fed era 2006-2011, dinilai sebagai kandidat yang memiliki pengalaman cukup baik selama krisis keuangan 2007-2008. Saat ini Warsh menjadi dosen di Stanford Graduate School of Business.
Kandidat berikutnya adalah Marc Rowan. Dia dikenal sebagai investor Amerika Serikat dan salah satu pendiri Apollo Global Management, sebuah Perusahaan investasi alternatif terkemuka yang didirikan di tahun 1990, dan menjadi CEO Apollo di tahun 2021.
Howard Lutnick adalah kandidat berikutnya, yang diketahui sebagai Kepala dan CEO Cantor Fitzgerald, sebuah Perusahaan jasa keuangan global. Bergabung di Perusahaan tersebut sejak 1983, dan menjadi CE) di tahun 1991. Lutnick sendiri cukup aktif terlibat dalam tim transisi Trump, meskipun laporan terbaru menyebut ada ketegangan antara Lutnick dengan Presiden terpilih.
Rumor yang berhembus juga menyebut nama Jerome Powell sebagai salah satu kandidat calon Menteri Keuangan Trump. Namun kabar ini masih perlu dipastikan lebih lanjut, mengingat Powell sendiri saat ini masih menjabat sebagai Ketua Federal Reserve, dan menjabat hingga Mei 2026.

Perencana Negara China menyebut bahwa China masih memiliki ruang kebijakan dan perangkat yang cukup untuk mendukung pemulihan ekonomi. NDRC (National Development and Reform Commission of the People’s Republic of China) sebagai perencana negara menyetujui 97 proyek investasi aset tetap senilai total 916 milyar yuan di periode Januari-Oktober.
NDRC memperkirakan ekonomi China akan mampu mempertahankan momentum pemulihan di bulan November dan Desember. Kabar terakhir menyebut PBOC juga berada di balik lonjakan emas setelah rumor menyebut mereka kembali ke pasar emas pasca jeda pembelian sejak bulan Mei 2024. Perlu validasi atas kabar tersebut untuk memastikan apakah PBOC benar mulai melakukan pembelian atau tidak.
Fokus Hari Ini
Data ekonomi AS malam nanti hanya akan fokus pada housing starts di jam 20.30 WIB. Data diperkirakan melemah dari 1.354M menjadi 1.340M. Data yang lemah akan berpeluang membuat dolar lanjut melemah. Dan sebaliknya data yang kuat membuat dolar berbalik naik sehingga negatif untuk emas.
Di sisi lain, zona Euro akan mencermati data CPI di jam 17.00 WIB. Laporan diperkirakan stabil di 2.7% y/y untuk core CPI, dan 2.0% y/y untuk inflasi utama. Jika sesuai atau lebih rendah, maka akan tetap memicu penurunan suku bunga lebih lanjut dari ECB, dan emas kemungkinan mendapat dukungan secara tidak langsung dari potensi tersebut, meski tidak sebesar dampak dari pemangkasan suku bunga Fed.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup ditutup bullish dengan real body yang cukup panjang, bergerak dari level terendah 2566 hingga tertinggi 2615. Kenaikan juga berhasil melewati resistance FR 61.8% yang ada di 2593.36, sekaligus sesuai dengan target yang diharapkan di zona resistance 2610-2616. Namun bullish masih harus menghadapi resistance berikutnya yang juga cukup penting di 2630.91 (FR 50% Daily).
Resistance 2626-2630 adalah rintangan berikutnya yang harus dihadapi sebelum berhadapan dengan resistance kuat 2644-2650. Sebaliknya, gagal tembus 2626-2630 akan membuat emas kembali terancam turun, dengan support psikologis saat ini berada di 2598-2600. Jika zona ini ditembus, maka ancaman berikutnya berada di 2589-2593. Secara umum, selama tidak terjadi penurunan di bawah 25600, maka hari ini cenderung bullish.

Di H4 bergerak sesuai ekspektasi di mana harga terus naik hingga tembus zona orange 2600-2607, bahkan saat ini kenaikan berlanjut hingga 2623.60, mendekati FR 50% H4 (Note : FR ditarik dari puncak 2710.36 ke bottom 2536.85). Jika mengacu pada ulasan sebelumnya tentang 2 sisi pandang (opsi 1 dan 2), maka “opsi 1” yang menganggap kenaikan kemarin adalah wave C, maka kenaikan saat ini masih menjadi bagian dari wave C tersebut (lebih tinggi dari wave A).
Ini berarti lebih cocok untuk mengincar SELL saat harga sentuh resistance tertentu, dengan anggapan bahwa kenaikan belum terlalu kuat untuk membalikkan tren menjadi bullish kembali. Dengan demikian area 2626-2630 bisa menjadi opsi resistance 1 untuk peluang SELL, atau jauh lebih baik jika mendekati FR 61.8% H4 yang ada di 2644.08 (berarti zona sell di dekat 2640-2642, dan SL di atas 2644), dan peluang target terdekat 2610-2615, terjauh 2590-2595.
Sedangkan “opsi 2” ulasan kemarin menganggap bahwa kenaikan masih bagian dari wave A, sehingga kenaikan hari ini pun masih bisa diasumsikan lanjutan dari wave A. Ini berarti lebih cocok mengincar BUY on dip saat harga mengalami koreksi terbatas (swing low) sebagai wave B, untuk mengincar kenaikan wave C. Sekaligus menunjukkan bahwa wave C bisa lebih dari 2623 (jika wave A terhenti di 2623)
Karena kondisi data ekonomi malam nanti relatif ringan dan juga dolar maupun imbal hasil Treasury AS cenderung dalam penurunan hari ini, maka opsi 2 bisa saja lebih memungkinkan. Selama tidak ada penurunan ekstrim di bawah 2600, maka buy lebih disarankan, meskipun harus tetap berhati-hati jika kenaikan sudah berada di zona 2626-2630 atau optimal kisaran 2644-2650.

Per jam 09.50 WIB, harga berada di 2622.67, dengan high di 2624.17 dan low 2510.32. Kenaikan berlanjut hingga sesi Asia pagi ini berhasil mendorong harga di atas 2616 dari target yang sebelumnya sempat dikhawatirkan tertahan di kisaran 2610-2616. Meski demikian bullish belum sepenuhnya bisa bernafas lega karena area berikutnya di 2626 hingga 2644 adalah area yang juga cukup kritis, termasuk area 2646-2648 di atasnya.
Jika kenaikan berlanjut, maka waspada saat memasuki area 2644-2650! Area ini kemungkinan relatif lebih kuat sebagai resistance sehingga dikhawatirkan kenaikan akan mulai terhambat. Di sisi lain, jika terjadi kenaikan di atas 2626, maka secara teknis Anda masih bisa pertahankan BUY, dengan potensi kenaikan terdekat 2630-2632, dan terjauh 2642-2644.
Sebaliknya, peluang pullback ataupun swing low juga bisa terjadi mengingat RSI berada di posisi overbought pada H1 sehingga berpeluang terjadi koreksi, meskipun tidak ditemukan pola bearish divergence karena harga maupun RSI keduanya sama-sama membentuk higher high (HH). Dengan demikian, zona buy idealnya bisa mencari pullback di kisaran 2612-2615 sebagai opsi alternatif jika area buy utama yang diincar (2603-2605) tidak disentuh.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi BUY dekat support
Entry: 2603.00 – 2605.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward : 2617.00 ($12 - $14)
(follow/pertahankan BUY jika tembus 2626.00,
Target terdekat 2632, terjauh 2640, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2597.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 2596.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi SELL jika support ditembus
Entry : 2590.00 – 2592.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2578.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2598.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 2596)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!
Suggest : BUY on Dip
Area : 1.05400 – 1.05600
Target : 1) 1.06200 2) 1.06800
SL : 1.04800
Alternatif :
Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.06200
Switch to SELL jika tembus 1.04500
Suggest : BUY on Dip
Area : 1.26200 – 1.26400
Target : 1) 1.27000 2) 1.27600
SL : 1.25600
Alternatif :
Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.27000
Switch to SELL jika tembus 1.25600
Suggest : SELL on Rally
Area : 154.300 – 154.500
Target : 1) 153.700 2) 153.100
SL : 155.100
Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 155.300
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 153.800
Suggest : BUY on Dip
Area : 2603.00 – 2605.00
Target : 1) 2611.00 2) 2617.00
SL : 2597 (ideal 3-5 points di bawah 2596.00)
Alternatif :
Waspada potential supply area 2626-2630 atau 2644-2648
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2630
Switch to SELL jika gagal tembus 2630 atau tembus 2590
Dolar masih menguat terhadap mata uang Yen meski sedikit tertahan terhadap mata uang lainnya seiring dengan ekspektasi akan terhentinya langkah moneter Fed untuk memangkas suku bunga acuan berikutnya. Agenda ekonomi dari pemerintahan Trump mendatang yang fokus pada pengurangan pajak dan menaikkan tarif impor beresiko menaikkan inflasi dan mempersempit ruang bagi Fed untuk kembali memangkas suku bunga lebih lanjut. Sejumlah pejabat Fed, termasuk Ketua Fed – Jerome Powell mewanti-wanti akan berhati-hati dalam menentukan langkah moneter berikutnya dalam mengantisipasi kondisi ekonomi di masa yang akan datang. Bahkan Gubernur Fed Boston – Susan Collins menyarankan untuk segera menghentikan pemangkasan suku bunga acuan mulai dari pertemuan moneter FOMC di bulan Desember mendatang. Ekspektasi akan pemangkasan suku bunga acuan pada pertemuan di bulan Desember mendatang semakin berkurang menjadi di kisaran 54%. Sementara itu Trump sudah mulai merancang susunan kabinet dengan mengisi jabatan di bidang kesehatan dan pertahanan pekan lalu, namun belum menunjuk siapa yang akan mengisi posisi penting di bidang keuangan seperti jabatan menteri keuangan dan menteri perdagangan yang akan menjalankan 2 agenda utama tersebut. Sejumlah media memberikan nama potensial yang akan menduduki jabatan tersebut termasuk mantan Gubernur Fed - Kevin Warsh dan milyarder eksekutif Marc Rowan. Dan Trump harus memastikan bahwa menteri-menteri yang akan dipilih nanti adalah pendukung agenda pengurangan pajak dan kenaikan tarif impor. Sementara di tengah sepinya data ekonomi, indeks sektor perumahan naik tajam dari 43 menjadi 46 yang merupakan indeks tertinggi sejak April lalu, menyambut optimisme akan perubahan aturan yang lebih lunak sehingga menarik kembali minat pembeli sehingga diharapkan ikut mendongkrak sektor konstruksi. Sektor perumahan juga masih akan mendominasi data hari ini dengan data Building Permits dan Housing Start.
Yen melemah terhadap dolar semenjak pasar Asia kemarin setelah Gubernur Bank Sentral Jepang (BOJ) - Kazuo Ueda meski memberikan sinyal bahwa BOJ masih akan tetap menaikkan suku bunga acuannya namun tidak memberikan petunjuk akan waktu yang tepat untuk dilakukan. Ueda mengulang kembali bahwa kondisi ekonomi sudah mendekati inflasi yang terbentuk karena tingkat upah dan mengingatkan untuk tidak mempertahankan suku bunga rendah namun masih banyak ketidakpastian kondisi ekonomi yang perlu diperhatikan. Hal ini diartikan pasar bahwa BOJ tidak akan segera menaikkan suku bunga acuan dalam waktu dekat ini. Ini bertentangan dengan harapan pasar yang sangat mengharapkan BOJ segera menaikkan suku bunga acuannya lebih lanjut. Jumat lalu, Menteri Keuangan - Katsunobu Kato untuk kesekian kalinya memperingatkan pemerintah Jepang akan bertindak di pasar mata uang jika memang terjadi pergerakan mata uang yang berlebihan. Hari ini tidak ada data yang akan dirilis.
Euro bergerak menguat seiring dengan koreksi yang terjadi pada mata uang dolar. Meski demikian, kekhawatiran akan dampak buruk akan agenda Trump perihal kenaikan tarif impor semakin meningkat. Bahkan mengalihkan perhatian pejabat Bank Sentral yang lebih khawatir dibandingkan dengan kenaikan inflasi. Uni Eropa merupakan mitra dagang utama AS selain China sehingga kenaikan tarif ini akan benar-benar berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi di 2 mitra dagang AS ini. Tidak kurang dari 2 pejabat ECB yaitu Gubernur Bank Sentral Italia seklaigus Wakil Presiden ECB - Luis de Guindos dan Gubernur Bank Sentral Jerman sekaligus Ketua ahli ekonomi ECB - Joachim Nagel di tempat terpisah mengungkapkan kekhawatiran yang sama perihal tersebut. Hari ini akan dirilis data inflasi CPI yang akan menentukan langkah moneter ECB pada pertemuan moneter di bulan Desember mendatang.
Poundsterling juga bergerak menguat seiring dengan mata uang dolar yang terkoreksi meskipun fundamental ekonomi cenderung negatif. Dengan pertumbuhan ekonomi GDP yang menurun akan mendukung Bank Sentral Inggris (BOE) untuk kembali memangkas suku bunga acuannya seperti yang diperkirakan pasar. Hari ini Gubernur dan pejabat BOE akan memberikan pandangan perihal kondisi ekonomi dan moneter saat ini dan langkah yang perlu diambil ke depannya di depan Parlemen Inggris. Sedangkan data inflasi baru akan dirilis esok hari.
Cek info lain di:
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial
Secara umum dolar masih terlalu kuat untuk semua mata uang, termasuk emas, meskipun di hari Jumat berhasil ditutup sedikit lebih rendah dibanding hari sebelumnya. Hal ini juga didukung dengan penurunan yang terjadi di imbal hasil Treasury.
Sementara data retail sales yang menjadi perhatian utama di hari Jumat dirilis lebih baik dari perkiraan, 0.4% vs ekspektasi 0.3%, juga cenderung naik dibanding bulan sebelumnya 0.1%. Namun data bulan lalu mengalami revisi naik dari 0.1% menjadi 0.8%. Konsumen AS bertahan cukup baik sepanjang tahun ini dan laporan tersebut lebih kuat dibanding yang terlihat karena adanya revisi naik. Angka-angka tersebut juga terus menunjukkan belanja konsumen yang tetap tangguh jelang musim liburan, meskipun suku bunga yang tinggi.
Pasca pernyataan Powell sehari sebelumnya yang dinilai pasar sebagai pergeseran ke sisi yang kurang dovish (less dovish), para pejabat Fed lainnya ikut memberi pandangan. Collins menyebut bahwa pemangkasan di bulan Desember tidak begitu saja diabaikan meski Fed tidak buru-buru memangkas.
Susan Collins dari Boston Fed mengatakan bahwa ekonomi saat ini sangat baik, tidak ada jalur yang ditetapkan untuk kebijakan moneter. Tapi tidak menutup peluang untuk bulan Desember. Collins menilai tidak ada bukti adanya tekanan harga baru, yang benar-benar meningkat adalah inflasi hunian. Collins tidak melihat ada urgensi untuk menurunkan suku bunga, tapi ingin mempertahankan ekonomi yang sehat.
Collins berpendapat ada banyak faktor khusus di dalam data ketenagakerjaan, tapi dia melihat pasar tenaga kerja yang mirip dengan lapangan kerja penuh. Sama halnya dengan Powell, Collins mengatakan tidak akan berspekulasi tentang apa yang akan dilakukan Trump. Kebijakan Tarif bisa saja menjadi pendorong inflasi karena gangguan di sisi pasokan bisa kembali terjadi.
Sementara Austan Goolsbee dari Chicago Fed mengatakan Fed harus mencari tahu kenapa imbal hasil 10-tahun naik dan juga menyarankan untuk mengawasi yield jangka panjang. Tentang suku bunga kebijakan, menurut Goolsbee, Fed belum berada di titik netral. Core PCE masih terlalu tinggi. Jika pun ada ketidaksepakatan tentang suku bunga netral, maka cukup masuk akal untuk mulai memperlambat laju penurunan suku bunga. Inflasi tetap turun, pasar tenaga kerja mendingin ke lapangan kerja penuh.

Investor hanya akan mencermati beberapa data ekonomi AS yang bisa dianggap tidak sepanas minggu sebelumnya. AS hanya akan terfokus pada data klaim pengangguran mingguan di hari Kamis dan juga data PMI di hari Jumat.
Klaim pengangguran AS terus menjadi salah satu data yang paling penting untuk diikuti setiap minggunya, karena data tersebut menjadi indikator yang lebih tepat untuk melihat kondisi pasar tenaga kerja.
Sedangkan PMI tertuju pada sektor manufaktur dan jasa yang akan dirilis hari Jumat. Data diperkirakan naik. Tapi sektor manufaktur diperkirakan tetap di jalur kontraksi (di bawah 50), sedangkan sektor jasa diperkirakan di jalur ekspansi (di atas 50).
Emas Melonjak di Sesi Asia
Di sesi Asia pagi ini terjadi lonjakan cepat harga emas hingga kisaran 2597 (high sementara) dari zona 2570-an. Hal ini diperkirakan dampak dari perkembangan terbaru dari Ukraina-Rusia setelah AS memberi wewenang kepada Ukraina untuk menggunakan senjata jarak jauh AS untuk menyerang ke dalam wilayah Rusia. Rusia pun memanas dengan tambahan pasukan dari Korea Utara.
China juga dikabarkan mulai berada di pasar emas kembali setelah sempat berhenti beberapa bulan terakhir. Jika ini valid, maka emas punya peluang untuk kembali naik , terutama semakin dekatnya dengan agenda musiman seperti End of year ataupun January Effect di mana emas cenderung naik.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup doji, mirip dengan inverted hammer, sehingga peluang rebound yang sempat tertahan di hari Jumat berpotensi berlanjut hari ini. Meski demikian bullish diperkirakan belum cukup kuat sehingga perlu tetap mewaspadai potensi rejection di zona resistance harian.
Resistance terdekat berada di zona 2599 – 2617 sehingga saat kenaikan memasuki zona tersebut kemungkinan akan relatif tertahan. Tapi kenaikan akan berlanjut lebih kuat jika harga berhasil tembus zona tersebut. Sebaliknya, waspadai support 2536-2546 yang kali ini merupakan support psikologis. MA 100 Daily berada di 2547.65. Jika kedua area ditembus, maka bearish akan lebih mendominasi.

Di H4 sesuai ekspektasi penurunan mulai terhambat di kisaran 2550-an, di mana level terendah Jumat tercatat di 2554.45, lalu dilanjutkan kenaikan ke 2575. Meskipun kenaikan masih terbatas, tapi rebound secara bertahap mulai menunjukkan peluang wave ABC yang mulai mendapat dukungan. Meski demikian apakah kenaikan Kamis di 2577 dan penurunan Jumat di 2554 adalah bagian dari wave A dan B sehingga kenaikan hari ini di sesi Asia adalah kenaikan terakhir wave C ? Perlu dilihat dari 2 sisi.
Opsi 1 bahwa kenaikan pagi ini adalah wave C sehingga kemungkinan wave A dan B sudah selesai di hari Kamis dan Jumat, dan hari ini berlanjut dengan bagian terakhir dari rebound ABC. Jika ini yang terjadi, maka waspada dengan kenaikan cepat pagi ini, bisa saja berakhir di zona 2600-2607! Dengan demikian penurunan berikutnya setelah sentuh 2607 adalah peluang untuk berbalik turun dan mengancam zona 2536-2543 kembali. Bahkan bisa menjadi tekanan baru untuk emas. Opsi ini lebih cocok untuk mengincar SELL di zona resistance!
Opsi 2 bahwa kenaikan pagi ini adalah wave A sehingga rebound di hari Kamis dan swing low terakhir di hari Jumat adalah masih bagian dari wave A. Dengan demikian jika ini yang terjadi, maka kenaikan/rebound belum selesai. Tapi rejection tetap akan terjadi lebih dulu di zona 2600-2607, kemudian swing low sebagai wave B dengan peluang mencapai 2560-2565 sebelum diakhiri dengan kenaikan kembali sebagai wave C. Jika ini yang berlaku, maka kenaikan bisa lebih dari 2600-2607 mengingat wave C akan lebih tinggi dari wave A.
Jika opsi 2 yang berlaku, maka selama tidak ada penurunan di bawah 2555, maka opsi tersebut lebih cocok untuk mengincar BUY di dekat zona support 2555-2560.

Per jam 09.50 WIB, harga berada di 2591.85, dengan high di 2597.18 dan low 2566.55. Kenaikan berjalan cepat di sesi Asia hingga mendekati resistance 2600. Skenario yang diharapkan adalah kenaikan belum tembus 2600 lebih dulu, setidaknya di sesi Asia. Kemudian turun (swing low) dengan opsi support terbaru kemungkinan berada di kisaran 2570-2575 yang terdekat, atau swing low terjauh kisaran 2562-2567 (menutup gap kecil yang terjadi hari ini), dan diakhiri dengan kenaikan kembali secara bertahap untuk mendorong kenaikan di atas 2600.
Jika skenario tersebut berhasil, maka estimasi kenaikan berikutnya akan menghadapi rintangan di kisaran 2610-2616 sebelum akhirnya ditentukan dari sentimen berikutnya apakah lanjut naik atau kembali dalam tekanan turun.
Skenario paling bullish diperkirakan bisa kembali mendorong hingga kisaran 2640-2644 dalam 2-3 hari ke depan. Skenario bullish yang moderat diperkirakan hanya terdorong naik hingga kisaran 2610-2616. Dan Skenario bearish memungkinkan untuk tekanan kembali mengancam zona 2536-2543 di minggu ini jika data ekonomi AS terus menunjukkan data yang lebih kuat dari perkiraan.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi BUY dekat support
Entry: 2570.00 – 2572.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward : 2584.00 ($12 - $14)
(follow/pertahankan BUY jika tembus 2600.00,
Target terdekat 2606, terjauh 2614, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2564.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 2564.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi SELL jika support ditembus
Entry : 2553.00 – 2555.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2541.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2561.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 2562)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!



