logo agrodana futures official
Buka Akun

Dolar terus menguat terhadap mata uang lainnya hingga level tertinggi dalam 7 bulan terakhir atau sejak 16 April lalu seiring dengan data inflasi yang kembali naik sesuai perkiraan yang akan menahan langkah Fed untuk kembali memangkas suku bunga acuannya. Departemen tenaga kerja AS melaporkan inflasi CPI bulan Oktober masih stagnan 0.2% sama seperti periode bulan sebelumnya dan sesuai perkiraan. Begitu pula dengan data Core CPI yang tidak menyerakan komponen BBM dan bahan pangan masih stagnan 0.3% sesuai perkiraan. Sementara jika dibandingkan dengan periode setahun yang lalu terjadi kenaikan dari 2.4% menjadi 2.6% sesuai perkiraan, sedangkan data Core CPI masih stagnan 3.3% sesuai perkiraan. Inflasi dikhawatirkan akan terus naik seiring dengan agenda ekonomi dari Donald Trump yang akan kembali menduduki jabatan kepresidenan secara resmi pada Januari mendatang. Potensi inflasi kembali naik akan menahan langkah Fed untuk menjalankan rencana pemangkasan suku bunga di akhir tahun ini dan sepanjang tahun 2025 mendatang. Ekspektasi akan Fed melanjutkan pemangkasan suku bunga diperkirakan akan berhenti pada Januari 2025 tepat sebelum pelantikan Trump. Hal tersebut semakin ditegaskan oleh komentar dari Gubernur Fed St. Louis - Alberto Musalem yang mengatakan Fed berada di titik akhir melawan inflasi meski data terbaru memunculkan resiko inflasi akan melambat atau bahkan akan kembali berbalik. Agenda ekonomi utama Trump berupa kenaikan tarif impor, pengurangan pajak dan pelonggaran aturan industri diperkirakan akan kembali memicu inflasi. Dengan Partai Republik menguasai Kongres AS akan semakin memuluskan agenda tersebut. Setelah menguasai mayoritas di Senat, akhirnya Partai Republik mendapatkan 218 kursi sebagai syarat minimum mayoritas di DPR AS dan masih bisa bertambah, sementara Partai Demokrat tetap bertahan dengan hanya 208 kursi. Meski inflasi kembali naik, Gubernur Fed Minneapolis – Neel Kashkari masih cukup yakin bahwa inflasi akan mencapai target Fed. Selain itu Kashkari juga mengkhawatirkan agenda aturan imigrasi yang ketat dapat berdampak buruk pada sektor tenaga kerja. Sebaliknya Gubernur Fed Dallas – Lorie Logan meminta Fed untuk lebih berhati-hati akan langkah pemangkasan suku bunga lebih lanjut untuk menjaga inflasi tetap terkendali. Hari ini akan dirilis data inflasi dari sisi produsen PPI dan juga laporan mingguan klaim pengangguran. Bitcoin akhirnya menembus level $90.000 membuat rekor tertinggi baru hingga $93.404,95 seiring dengan euphoria akan rencana Trump menjadikan AS sebagai ibukota crypto.

Yen masih cenderung melemah seiring dengan penguatan dolar terhadap semua mata uang dunia. Terpilihnya Perdana Menteri Shigeru Ishiba untuk meneruskan masa kepemimpinan di Jepang membuat keraguan akan rencana BOJ untuk kembali menaikkan suku bunga acuannya. Hal ini juga tercermin pada nota pertemuan moneter bulan lalu yang baru-baru ini dirilis yang menunjukkan sejumlah pejabat BOJ sendiri juga ragu seiring dengan kembalinya Trump terpilih menjadi Presiden AS berikutnya. Gubernur Bank Sentral Jepang (BOJ) – Kazuo Ueda paska pertemuan moneter pekan lalu mengatakan terdapat ruang bagi kenaikan pada pertemuan moneter berikutnya. Data inflasi dari sisi produsen PPI menunjukkan potensi inflasi terus bergerak naik membuat peluang tersebut terbuka. Inflasi PPI bulan lalu naik 0.2% yang lebih tinggi dari perkiraan 0% dan data periode sebelumnya direvisi naik dari 0.0% menjadi 0.3%. Dan jika dibandingkan dengan data setahun sebelumnya juga terjadi kenaikan menjadi 3.4% yang jauh lebih tinggi dari perkiraan 2.9% dan data periode sebelumnya juga direvisi naik dari 2.8% menjadi 3.1%. Namun dengan kembalinya Ishiba yang beberapa waktu lalu meminta BOJ untuk menunda kenaikan suku bunga, akan mengulang kembali permintaan tersebut.

Euro berlanjut melemah terhadap penguatan mata uang dolar dan masih dibayangi akan terjadinya pelambatan ekonomi seiring dengan agenda Trump untuk menaikkan tarif impor ke AS sebanyak 10% untuk semua negara asing dan 60% terhadap China. Hal ini dinilai oleh Gubernur Bank Sentral Jerman (BundesBank) – Joachim Nagel akan mengakibatkan output ekonomi Jerman setidaknya sebanyak 1% dan berpotensi lebih parah dengan kemungkinan pertumbuhan ekonomi yang negatif. Gubernur Bank Sentral Austria (OeNB) - Robert Holzmann mengatakan Eropa harus bersiap menghadapi kebijakan tersebut yang kemungkinan berakibat lebih buruk daripada masa kepemimpinan Trump sebelumnya. Trump pernah memberikan peringatan kepada Uni Eropa yang dinilai tidak cukup seimbang dalam neraca perdagangan dengan AS terutama menyerap mobil-mobil buatan AS. Suasana politik di Jerman juga semakin tidak menentu dengan sisa waktu hingga jadwal pemilu dini yaitu pada 23 Februari mendatang. Keputusan Kanselir Jerman - Olaf Scholz untuk mengadakan pemilu dini ini terjadi untuk membuktikan tingkat kepercayaan terhadap kepemimpinan Kanselir Scholz. Hari ini sejumlah data akan dirilis yaitu data dari sektor tenaga kerja dan data pertumbuhan ekonomi GDP. Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) - Christine Lagarde dijadwalkan akan memberikan pidato malam nanti

Poundsterling juga berlanjut melemah terhadap mata uang dolar hingga level terendah sejak Agustus lalu selain karena penguatan dollar namun juga karena data di sektor tenaga kerja di Inggris yang melemah. Sedangkan data inflasi yang terus menurun semakin memperbesar peluang Bank Sentral Inggris (BOE) untuk melanjutkan pemangkasan suku bunga acuannya. Pekan lalu BOE melakukan pemangkasan untuk kedua kalinya dan masih membuka peluang untuk melakukan pemangkasan berikutnya pada pertemuan moneter MPC di bulan Desember mendatang. Menteri Keuangan – Rachel Reeves dijadwalkan akan memberikan pidato pertamanya di depan pelaku bisnis dan industri keuangan hari ini di Mansion House. Selain itu Gubernur BOE - Andrew Bailey dijadwalkan akan memberikan pidato malam ini.

Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial

Gold (Emas)

Penggerak Pasar

Secara umum dolar kembali menguat di sesi perdagangan hari Selasa, didukung dengan kenaikan imbal hasil Treasury AS tenor 10-tahun pasca libur Veteran day di hari Senin. Kondisi ini kurang lebih sama dengan apa yang sempat diulas di hari Senin di channel youtube @AgrodanaFuturesOfficial, tentang potensi penguatan dolar untuk 2 hari berturut-turut karena minimnya data ekonomi AS. Market tidak mendapat petunjuk terbaru sehingga penguatan dolar pasca pemilu AS minggu lalu masih berlanjut.

Naiknya imbal hasil Treasury dipengaruhi oleh kondisi pasar obligasi yang tertekan sejak awal pembukaan di hari Selasa. Market mulai memperhitungkan kemungkinan kemenangan Partai Republik yang berhasil “sapu bersih” (Red Sweep) dalam pemilu 2024 berdampak pada inflasi dan pertumbuhan (juga kemungkinan meningkatnya defisit).

Trump Mulai Umumkan Kandidat Menteri Secara bertahap

Ada hal yang juga kemungkinan ditunggu-tunggu market saat ini, yaitu siapa saja calon-calon yang akan ditunjuk Trump untuk menjadi anggota kabinetnya saat nanti resmi menjabat Presiden per Januari 2025. 

Jika sebelumnya Robert Lighthizer dikabarkan akan tetap menjabat sebagai Perwakilan Perdagangan AS seperti saat 2017, investor masih menunggu siapa figur yang ditunjuk Trump sebagai Menteri Keuangan, posisi yang strategis dan berpotensi berdampak pada alur kebijakan yang ingin dilakukan Trump nantinya.  Awalnya rumor beredar di market ada 2 sosok yang kemungkinan potensial untuk bergabung dalam kabinet Trump jilid 2 sebagai Menteri Keuangan. Mereka adalah John Paulson dan Scott Bessent. 

Sosok John Paulson dikenal sebagai miliarder AS yang juga pemilik Perusahaan hedge fund Paulson & Co yang berbasis di New York sejak 1994. Dia dikenal sebagai orang yang paling menonjol di dunia keuangan kelas atas. Sementara Scott Bessent merupakan investor anggota dewan dan pendidik asal AS, pendiri Key Square Group, sebuah Perusahaan investasi makro global. Bessent juga dikenal sebagai seorang trader FX dan makro yang sudah lama berkecimpung di bidangnya, dan diketahui sebagai akuntan sekaligus “murid” dari George Soros (sosok investor kawakan yang dikenal karena pertaruhannya dengan Bank of England yang membuat Poundsterling saat itu mengalami penurunan terbesarnya dalam sejarah). 

John Paulson mengundurkan diri dari pencalonannya sebagai Menteri Keuangan. Paulson beralasan memiliki kewajiban keuangan yang kompleks sehingga dikhawatirkan akan menghalangi dirinya untuk memegang posisi resmi dalam pemerintahan Presiden Trump. Dengan demikian Bessent menjadi kandidat kuat untuk dipilih Trump.

Fed Speakers

Thomas Barkin dari Richmond Fed mengatakan bahwa Fed berada dalam posisi untuk merespon dengan tepat, terlepas dari bagaimana kondisi ekonomi. Saat ini ekonomi AS terlihat cukup baik dengan pasar tenaga kerja yang tangguh. Barkin melihat kondisi pasar tenaga kerja mungkin baik-baik saja atau mungkin akan terus melemah. Sementara inflasi kemungkinan akan terkendali, atau mungkin terjebak di atas target 2%. 

Barkin juga menambahkan bahwa saat ini fokus Fed bisa saja berubah antara risiko inflasi yang meningkat atau risiko ketenagakerjaan yang menurun, tergantung pada bagaimana perkembangan ekonomi ke depan. 

Sementara Neel Kashkari dari Minneapolis Fed mengatakan dirinya cukup optimis dengan ekonomi AS sambil mengingatkan bahwa pasar harus menunggu dan melihat apa kebijakan pemerintah yang baru, terutama terkait kebijakan kenaikan tarif 1 kali yang bersifat sementara tapi bisa menjadi “tit-for-tat”, di mana saat ini pasar hanya bisa menebak-nebak

Terkait kebijakan deportasi terhadap imigran gelap, Kashkari menilai hal tersebut bisa berdampak besar, tapi pasar harus melihat apa yang akan terjadi nantinya. Kashkari mengatakan bahwa inflasi sewa rumah baru memerlukan waktu beberapa tahun untuk pulih. Sedangkan pasar tenaga kerja secara mengejutkan tangguh. Ekonomi terlihat dalam posisi yang kuat. 

Terkait inflasi, Kashkari menambahkan jika melihat kejutan kenaikan inflasi antara sekarang dan Desember, maka hal tersebut bisa memberi dampak untuk jeda penurunan suku bunga Fed. Produktivitas terlihat lebih kuat sehingga kemungkinan tingkat suku bunga netral nantinya lebih tinggi. Dengan demikian peluang pemangkasan suku bunga tidak sebanyak yang diperkirakan sebelumnya. Tapi pada akhirnya ekonomi akan memandu Fed dalam hal seberapa jauh Fed perlu menurunkan suku bunga. 

Fokus Inflasi

Data yang ditunggu-tunggu akan dirilis di jam 20.30 WIB, yaitu CPI. CPI utama diperkirakan 0.2% m/m, yang juga berarti sama dengan bulan sebelumnya. Range diperkirakan kisaran 0.1-0.3%. Sementara basis tahunan diperkirakan naik menjadi 2.6%, dari sebelumnya 2.4%, dengan range ekspektasi berada di kisaran 2.3-2.6%.

Kemudian untuk core CPI atau CPI inti diperkirakan berada di 0.3% m/m dan juga 3.3% y/y, sama dengan bulan sebelumnya. Perkiraan range berada di 0.2-0.3% untuk m/m dan 3.2%-3.4% untuk y/y. 

Seperti yang dikatakan Barkin, inflasi kemungkinan akan terkendali atau mungkin juga berisiko terjebak di atas target Fed 2%. Sementara Kashkari menyebut ketidakpastian pada inflasi dikarenakan dampak kebijakan pemerintah yang baru yang belum diketahui saat ini. Namun jika inflasi secara mengejutkan naik lebih tinggi sebelum Desember, maka hal tersebut akan berdampak pada kebijakan berikutnya. Sebelumnya, Powell juga mengingatkan bahwa kenaikan kecil pada inflasi 1-2 kali belum tentu membuat kebijakan suku bunga berubah.

Dengan demikian hal yang harus dicermati kali ini adalah seberapa besar inflasi tersebut naik. Jika kenaikan hanya berselisih 0.1-0.2%, maka akan kecil dampaknya pada perubahan kebijakan suku bunga Fed (dampaknya kecil untuk membuat Fed mengurangi proyeksi penurunan suku bunga Fed), hal ini akan membuat emas masih memiliki peluang untuk kembali rebound. (jika inflasi dirilis sama atau lebih rendah dari ekspektasi, maka emas berpotensi rebound di malam hari).
Dan jika kenaikan berselisih lebih dari 0.2%, maka dampaknya berpotensi membuat Fed “menahan suku bunga” atau “jeda penurunan suku bunga” di pertemuan berikutnya. Hal ini yang berpotensi membuat emas lanjutkan koreksi turunnya.

Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah! 

gold nano 1200x700 kv

Analisis Teknikal Gold

Candlestick daily kembali ditutup bearish dengan range yang sedikit lebih kecil dibanding range pergerakan sehari sebelumnya (Senin). Area terendah sentuh 2589.68 meski ditutup rebound di 2597.89. Di sisi lain, penurunan juga mulai mendekati area FR 61.8% Daily 2593.36. Meski dengan level terendah sentuh 2589.68, tapi secara teknis tidak terjadi atau belum resmi breakout dikarenakan harga ditutup di 2597.89, di atas support 2593.36.

Secara teori, penurunan kemungkinan mulai menghadapi benturan ataupun perlawanan di zona support. Selama tidak terjadi konfirmasi penembusan di bawah 2593, maka pantulan/naik juga cukup terbuka. Resistance terdekat 2612-2614, diikuti dengan area 2624-2627, dan FR 50% Daily 2630.91. Sebaliknya jika konfirm tembus di bawah 2593, maka akan membuka peluang untuk penurunan ke support berikutnya 2560 atau 2546.73 (low 18 Sep 2024).

slide20

Di H4 penurunan berlanjut sedikit di bawah area orange yang merupakan support historical terdekat 2599, meskipun sempat sentuh 2589. Harga ditutup rebound di 2597 sehingga secara agregat masih dalam area yang cukup dekat dengan area yang diperkirakan penurunan wave 5.  

Dengan asumsi wave 5 selesai, maka secara teori seharusnya peluang berikutnya adalah mulai rebound bertahap dalam wave ABC (cek pada gambar). Kondisi rsi masih mendukung dengan kondisi oversold sehingga peluang rebound ataupun kenaikan kemungkinan bisa terjadi. Opsi buy secara teori lebih memungkinkan daripada sell karena diasumsikan wave 5 sudah berjalan optimal dan mulai tahap rebound wave ABC. 

Tapi secara teori, penurunan juga masih mengancam, apalagi jika rebound gagal untuk menunjukkan penembusan resistance 2618 dalam waktu dekat, atau 2635 sebagai potensi kenaikan wave A. Jangka pendek juga masih cenderung terancam oleh penguatan dolar, terutama jika data inflasi CPI nanti malam dirilis lebih baik dari ekspektasi.

Jika diasumsikan ancaman turun masih bisa terjadi karena CPI dikuatirkan lebih tinggi dari ekspektasi, maka peluang tekanan turun akan kembali dominan dan berpotensi mengancam support 2589/2593, dan melirik target terdekat 2585 dan 2560 terjauh. Dengan demikian opsi SELL masih relatif bisa dilakukan hari ini, kecuali jika CPI dirilis lebih rendah dari ekspektasi. Ini berarti strategi buy juga terbuka jika didukung oleh data CPI yang lebih rendah dari ekspektasi.

slide21

Per jam 9.50 WIB, harga berada di 2610.24, dengan high di 2611.14 dan low 2597.52. Rebound berpeluang terjadi, dan resistance 2612-2614 akan menjadi rintangan pertama. Jika berhasil ditembus, maka reversal bullish seharusnya bisa menjadi alasan kenaikan lanjutan dengan resistance berikutnya yang menjadi rintangan di 2624-2627. Dan resistance puncak yang dianggap cukup kuat dalam jangka pendek adalah zona 2642-2644 di mana zona ini akan menjadi rintangan terbesar untuk bullish kembali mendominasi. Selama gagal tembus 2644, maka rebound relatif terbatas.

Sebaliknya, jika 2624-2627 gagal ditembus, maka ekspektasi kami adalah penurunan terjadi dan bahkan berpotensi kembali menguji support historical 2589-2593 sebagai zona penentu kembali. Penurunan lebih jauh bisa berlanjut jika didukung oleh kejutan naik pada data CPI malam nanti, jauh melebihi ekspektasi. 

Strategi bisa saja berubah di malam hari karena akan bergantung pada data inflasi malam nanti di jam 20.30 WIB.

Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4! 

Trading Strategy: 
Opsi SELL on Rally
Entry: 2614.00 – 2616.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward :  2602.00 ($12 - $14) 
(follow/pertahankan SELL jika tembus 2600.00,
Target terdekat 2393, terjauh 2585, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2622.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di atas 2620.00)
Risk Reward: 1: 2 

Opsi BUY jika support 2 tidak ditembus
Entry : 2578.00 – 2580.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2592.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2572.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di bawah 2573)
Risk Reward: 1: 2

Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!

CHART TECHNICAL ANALYSIS EURUSD

slide13

slide14

Suggest : SELL on Rally
Area : 1.06400 – 1.06600
Target : 1) 1.05800 2) 1.05200
SL : 1.07200

Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.06000
Switch to BUY jika tembus 1.07500

CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD

slide15

slide16

Suggest : SELL on Rally
Area : 1.27800 – 1.28000
Target : 1) 1.27200 2) 1.26600
SL : 1.28600

Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.27000
Switch to BUY jika tembus 1.29000

CHART TECHNICAL ANALYSIS  USDJPY

slide17

slide18

Suggest : BUY on Dip
Area : 153.800 – 154.000
Target : 1) 154.600 2) 155.400
SL : 153.200

Alternatif :
Switch to SELL jika tembus 153.000
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 155.200

CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD (XAUUSD)

slide19

slide20

slide21

Suggest : SELL on Rally
Area : 2614.00 – 2616.00
Target : 1) 2608.00 2) 2602.00
SL : 2622 (ideal 3-5 points di atas 2620.00)

Alternatif :
Expected Stronger Demand Area : 2585-2590 (disentuh tadi malam di 2589)
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 2600 (Support psikologis)
Switch to BUY jika tembus 2626

Gold (Emas)

Penggerak Pasar

Secara umum dolar masih relatif kuat sehingga berdampak negatif pada emas meskipun pasar obligasi ditutup sehingga imbal hasil Treasury relatif tidak bergerak. Sementara data ekonomi AS pun relatif sepi sehingga tidak didapatkan alasan pemicu penurunan tersebut selain karena faktor profit taking yang masih berlanjut pada emas.

Ada beberapa pembicaraan di market tentang posisi kabinet Trump, tapi sejauh ini belum ada yang menarik bagi pasar. Sementara dari Timur Tengah, beredar sebuah kabar yang mengutip dari berbagai sumber yang menyebut bahwa PM Israel Netanyahu mengatakan dia akan mengakhiri ancaman nuklir Iran. Jika benar, maka ada secerca harapan untuk kondisi geopolitik yang tidak memanas setidaknya untuk beberapa waktu ke depan. 

Meski demikian, penguatan dolar tidak membuat pergerakan yang agresif karena diawali dengan pergerakan yang mendatar, kemudian sedikit naik di akhir perdagangan.

Faktor Penggerak Emas

Ada beberapa hal yang kemungkinan menjadi faktor penggerak emas, terutama penurunan di 1 minggu terakhir. Emas mengalami penurunan terbesar dalam lebih dari 3 tahun terakhir. Alasan pertama adalah penguatan dolar AS pasca pemilu. Meskipun faktor ketidakpastian politik awalnya mendukung emas, tapi kemudian hal tersebut berkurang setelah pemilu selesai dengan hasil kemenangan Trump yang kuat. Suara mayoritas untuk Republik di Kongres pun sudah sesuai ekspektasi sehingga memberikan jalan untuk Trump mendorong agenda-agenda yang direncanakan. 

Dan alasan lain adalah suku bunga. Meskipun Fed turunkan suku bunga November, dan akan ada beberapa lagi yang yang akan datang, yang seharusnya mendukung untuk emas, tapi ekspektasi penurunan di tahun berikutnya cenderung sedikit berkurang.

Fokus Minggu ini

Tidak ada data ekonomi yang signifikan dari AS sejak Senin hingga hari ini. Fokus utama akan tertuju pada data inflasi CPI AS yang dirilis hari Rabu mendatang. CPI y/y diperkirakan 2.6%, naik dari 2.4% sebelumnya, sementara angka m/m kemungkinan stabil di 0.2%. CPI inti y/y diperkirakan tetap di 3.3%, dan angka m/m kemungkinan juga bertahan di 0.3%. 

Dalam pernyataannya minggu lalu, Ketua Fed Jerome Powell mengatakan bahwa Fed memperkirakan adanya lonjakan inflasi dan 1-2 bulan data yang buruk pada inflasi tidak akan mengubah proses. Hal tersebut membuat Fed tetap membuka peluang pemangkasan 25 bps di bulan Desember meskipun inflasi lebih tinggi. 

Investor juga mungkin ingin mencermati calon-calon Menteri yang akan ditunjuk Trump untuk bergabung dalam kabinetnya. Menurut Financial Times (FT), Trump memilih Robert Lighthizer untuk kembali menjalankan kebijakan perdagangan, meskipun kabar menyebut Lighthizer sudah melakukan lobi untuk posisi yang berbeda, termasuk menteri perdagangan maupun menteri keuangan. 

Sosok Lighthizer akan membentuk Trump dalam memberlakukan kebijakan tarif impor yang sangat ambisius. Dia menyebut tarif untuk semua impor diberlakukan dengan tingkat yang semakin tinggi dari tahun ke tahun sampai mencapai keseimbangan. Setelah keseimbangan didapat, maka pemerintah bisa menurunkan tarif sampai ke titik terendah untuk mempertahankan keseimbangan.
Pendekatan tersebut dinilainya sebagai cara efektif untuk mengimbangi nilai dolar yang terlalu tinggi dan ketidakadilan sistemik lainnya di luar negeri. Meski demikian dirinya tidak akan mengusulkan agar Kongres mengimplementasikannya dengan segera. Hal ini harus dilakukan dengan hati-hati dalam jangka waktu tertentu.

Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah! 

gold nano 1200x700 kv

Analisis Teknikal Gold

Candlestick daily ditutup bearish dengan real body hitam yang panjang dan ditutup di zona tengah antara FR 50% Daily 2630.91 dan FR 61.8% Daily 2593.36. Harga juga berada cukup dekat dengan zona trendline support daily 2602.85. Area ini kemungkinan akan menjadi support yang relatif kuat untuk beberapa waktu ke depan. Potensi penurunan masih membayangi, tapi demand kemungkinan akan mendorong rebound mengingat posisi dari harga menciptakan higher low (HL) sementara rsi menciptakan lower low (LL) sehingga potensi rebound bisa didukung oleh bullish divergence.

Secara teknis, area antara FR 50%-61.8% dikenal sebagai “Golden Area”, di mana penurunan tertahan kemudian bertahap terjadi rebound/naik. Maka selama harga tidak tembus FR 61.8%, tren utama akan tetap bullish, dan penurunan hanya dianggap koreksi turun. Secara umum menunjukkan penurunan yang kemungkinan mulai terbatas.

slide20

Di H4 menunjukkan penurunan tadi malam mencapai area yang sesuai dengan ekspektasi kami. Artinya bahwa penurunan dalam wave 5 dari Elliott Wave kemungkinan sudah selesai mengingat level terendah sentuh 2610.65, sementara area support orange yang kami tandai sebagai “potensi stronger demand area” berada di 2600-2610, cukup dekat dari low yang disentuh tadi malam. 

Dengan asumsi wave 5 selesai dan memenuhi target kami, maka peluang berikutnya adalah skenario untuk mulai rebound bertahap dalam wave ABC (cek pada gambar). Didukung juga oleh kondisi rsi yang mulai oversold sehingga kami melihat peluang kenaikan seharusnya bisa mulai sejak sentuh 2610 tadi malam, dan berlanjut di hari ini. Dengan catatan pullback atau retest support masih memungkinkan, tapi penurunan tetap terbatas sebelum akhirnya mulai wave A-B-C. 

Jika perhitungan benar, maka kenaikan kemungkinan bisa mulai menguji area 2634 (FR 23.6% H4), atau lebih tinggi di 2648.74 (FR 38.2% H4). Sebaliknya, kenaikan akan gagal atau tertunda jika support psikologis 2600 ditembus. 

Ada kemungkinan rebound hari ini cenderung mulai mengantisipasi data inflasi CPI AS besok malam yang diperkirakan turun atau cenderung sideways. Jika ya, maka hal tersebut akan mendukung untuk skenario wave ABC tersebut.

slide21

Per jam 10.25 WIB, harga berada di 2622.73, dengan high di 2627.07 dan low 2619.18. Secara teori, pergerakan diharapkan mulai mendorong naik dan menjauhi support psikologis 2600-2610. Ini berarti sesuai skenario Elliott wave di H4, maka ekspektasi kami cenderung melihat peluang untuk terjadinya kenaikan kembali secara bertahap dalam alur A-B-C dengan resistance terdekat berada di 2634.18 (FR 23.6%).

Jika resistance tersebut ditembus, maka kenaikan berikutnya melirik area resistance 2648.74 (FR 38.2%) atau bahkan lebih tinggi. Namun mengingat data CPI AS baru akan dirilis besok malam, dan malam ini cenderung minim data ekonomi, maka kenaikan tersebut kemungkinan masih relatif terbatas di kisaran FR 38.2%-23.6% tersebut.

Di sisi negatif, ancaman penurunan juga masih bisa terjadi. Dan switch strategi menjadi SELL hanya akan lebih kuat jika terjadi penurunan atau penembusan support psikologis 2600. Selama zona ini tidak ditembus, maka swing low adalah kesempatan untuk mulai mengincar buy kembali, dengan asumsi bahwa data CPI AS besok malam cenderung stabil atau lebih rendah dari ekspektasi.

Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4! 

Trading Strategy: 
Opsi BUY dekat support
Entry: 2612.00 – 2614.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward :  2626.00 ($12 - $14) 
(follow/pertahankan BUY jika tembus 2634.00,
Target terdekat 2640, terjauh 2652, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2606.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 2604.00)
Risk Reward: 1: 2 

Opsi SELL jika support 2 ditembus
Entry : 2596.00 – 2598.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2584.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2604.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 2604)
Risk Reward: 1: 2

Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!

CHART TECHNICAL ANALYSIS EURUSD

slide13

slide14

Suggest : SELL on Rally
Area : 1.07000 – 1.07200
Target : 1) 1.06400 2) 1.05800
SL : 1.07800

Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.06000
Switch to BUY jika tembus 1.08200

CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD

slide15

slide16

Suggest : SELL on Rally
Area : 1.29000 – 1.29200
Target : 1) 1.28400 2) 1.27800
SL : 1.29800

Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.28400
Switch to BUY jika tembus 1.30300

CHART TECHNICAL ANALYSIS  USDJPY

slide17

slide18

Suggest : SELL on Rally
Area : 154.000 – 154.200
Target : 1) 153.400 2) 152.800
SL : 154.800

Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 154.800
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 153.000

CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD (XAUUSD)

slide19

slide20

slide21

Suggest : BUY on Dip
Area : 2612.00 – 2614.00
Target : 1) 2620.00 2) 2626.00
SL : 2606(ideal 3-5 points di bawah 2604.00)

Alternatif :
Potential Strong Demand Area : 2600-2610 .> disentuh tadi malam 2610
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2634 (FR 23.6% H1)
Switch to SELL jika tembus 2600


Dolar menguat tajam terhadap mata uang lainnya setelah Fed memtuskan memangkas suku bunga acuannya lagi dan fokus pasar kembali kepada euforia pilpres dan juga stimulus ekonomi pemerintah China. Prospek pertumbuhan ekonomi dibahwa kepemimpinan Trump diharapkan akan mampu mendongkrak ekonomi lebih jauh. Dengan rencana pengurangan pajak dan peraturan-peraturan yang lebih memudahkan industri di AS termasuk dengan menaikkan tarif impor produk asing menjadi harapan akan peningkatan pertumbuhan ekonomi setelah Trump menjabat menjadi presiden di bulan Januari nanti. Selain kemenangan presiden, Partai Republik juga mendapat mayoritas kursi di Senat dan sementara masih memimpin dalam pemilihan anggota DPR AS. Komposisi ini sudah cukup untuk memudahkan diloloskannya program-program kerja yang direncanakan tersebut diatas. Sementara itu stimullus ekonomi yang dikeluarkan oleh pemerintah China jumat lalu dinilai pasar sedikit mengecewakan karena dibahwa ekspektasi meskipun pagi ini dikonfirmasi bahwa stimulus tersebut hanya untuk mendanai pemerintah daerah yang kesulitan likuiditas. Sedangkan stimulus untuk meningkatkan permintaan domestik baru akan diluncurkan setelah pelantikan Trump di bulan Januari mendatang sekaligus mengantisipasi kenaikan tarif impor yang akan dikenakan pada produk-produk China yang akan ekspor ke AS nantinya. Hari ini US Market tutup libur merayakan hari Veteran dan pekan ini akan dirilis data penting berupa data inflasi CPI di hari Rabu dan Retail Sales yang dapat memberikan gambaran arah inflasi dan daya beli konsumen di AS saat ini. Selain itu Ketua Fed - Jerome Powell juga dijadwalkan akan memberikan pidato pada hari Jumat dini hari.

Yen menguat terhadap mata uang dolar menjelang voting anggota parlemen Jepang untuk menentukan apakah Perdan Menteri Jepang saat ini Shigeru Ishiba akan berlanjut menjabat ataukan akan diganti. Sebelumnya Ishigeru menjadi Perdana Menteri setelah mengadakan pemilihan cepat dan memenangkan kontestasi di internal Partai Liberal Demokratik (LDP). Sementara dalam pemilu lalu Partai LDP sudah kehilangan mayoritas dan belum ada khabar sudah membentuk koalisi baru. Ketidakpastian politik dan prospek Bank Sentral Jepang (BOJ) untuk menaikkan suku bunga dalam waktu dekat ini diperkirakan akan membuat mata uang yen kembali melemah.

Euro terkoreksi cukup tajam seiring dengan kembali menguatnya mata uang dolar. Dengan kebijakan kenaikan tarif impor Trump, industri di Uni Eropa juga kan terdampak negatif seiring dengan semakin tingginya harga jual produk setelah di kenakan kenaikan tarif impor tersebut sehingga mengurangi daya tarik produk tersebut. Selain itu isu politik di Jerman juga mulai dirasakan setelah Kansellir Jerman - Olaf Scholz berbeda pendapat dengan yang berakhir dengan pemberhentian Menteri Keuangan - Christian Lindner. Keptutusan tersbut berpotensi akan memecah koalisi 3 partai dan berpeluang akan mempercepat pemilu. Scholtz bersedia mengadakan voting untuk mendapatkan kepercayaan terhadap kepemimpinanya sebelum malam natal yang akan datang. Hal ini bisa menjadi bumerang jika hasil voting tersebut berlawanan dengan yang diharapkan. Dan memicu pemilu lebih awal untuk menggantikan posisi Scholtz. Pekan ini fundamental ekonomi di Uni Eropa yang penting yaitu CPI di Jerman, Sentimen Ekonomi dari ZEW dihari Selasa dan Flash GDP di hari Kamis. Presiden ECB - Chritirn Lagarde juga dijadwalkan akan memberikan pidato pada hari Jumat dini hari.

Poundsterling juga ikut melemah seiring dengan penguatan mata uang dolar ditambah dengan rencana Bank Sentral Inggris (BOE) untuk lebih lanjut mengatakan pemangkasan berikutnya akan dilakukan secara bertahap setelah pekan lalu memutuskan untuk memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps untuk kedua kalinya. Dengan rencana anggaran yang baru beberapa waktu lalu masih menyimpan potensi tertahannya angka inflasi. Pekan ini akan dirilsi sejumlah data penting di Inggris yaitu data sektor tenaga kerja berupa klaim pengangguran Claimant Count dan data pertumbuhan ekonomi GDP yang akan dirilis pada hari Jumat nanti. Gubernur BOE - Andrew Bailey juga dijadwalkan akan memberikan pidato pada hari Jumat dini hari.

Cek info lain di
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial

Masih ragu dan memiliki pertanyaan lainnya ?

Kantor Pusat
Menara Batavia Lt. 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126,
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Berlangganan Newsletter Agrodana:
Ikuti Kami
facebook agrodanayoutube agrodanainstagram agrodana
agrodana iosagrodana android
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan
/ Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Ikuti Kami
alt=""alt=""alt=""
Kantor Pusat
Menara Batavia Lt 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126, Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Email:  [email protected]Whatsapp: +6281-988-3777
Berlangganan Newsletter Agrodana :
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan / Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Whatsapp Non Klien
crossmenuchevron-down