logo agrodana futures official
Buka Akun

CHART TECHNICAL ANALYSIS EURUSD

slide13

slide14

Suggest : SELL on Rally
Area : 1.07400 – 1.07600
Target : 1) 1.06800 2) 1.06200
SL : 1.08200

Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.06800
Switch to BUY jika tembus 1.08200

CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD

slide15

slide16

Suggest : SELL on Rally
Area : 1.29300 – 1.29500
Target : 1) 1.28700 2) 1.28100
SL : 1.30100

Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.28400
Switch to BUY jika tembus 1.30300

CHART TECHNICAL ANALYSIS  USDJPY

slide17

slide18

Suggest : SELL on Rally
Area : 153.400 – 153.600
Target : 1) 152.800 2) 152.200
SL : 154.200

Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 154.300
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 152.800

CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD (XAUUSD)

slide19

slide20

slide21

Suggest : SELL on Rally
Area : 2684.00 – 2686.00
Target : 1) 2678.00 2) 2672.00
SL : 2692 (ideal 3-5 points di atas 2690.00)

Alternatif :
Potential Strong Demand Area : 2643-2648
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 2668 (FR 23.6% H1)
Switch to BUY jika tembus 2709

Gold (Emas)

Penggerak Pasar

Secara umum dolar menunjukkan koreksi turun menutup beberapa poin kenaikan fantastis saat Trump dinyatakan sebagai pemenang dari pemilu 2024. Imbal hasil Treasury juga turun cukup tajam, mendukung penurunan dolar AS. 

Data jobless claims AS dirilis sesuai ekspektasi, 221K, naik dibanding minggu sebelumnya 218K. Dolar sedikit mendapat tekanan saat data dirilis. Hal paling utama adalah saat pengumuman suku bunga Fed yang sesuai ekspektasi.

Emas naik sejak sesi Asia dimulai, hingga malam hari jelang keputusan suku bunga Fed. Bahkan saat Fed memutuskan memangkas suku bunga 25 bps, emas sempat koreksi kembali ke zona 2680an karena sudah mengantisipasi pemangkasan tersebut. Dan berbalik naik kembali saat Powell mulai memberi pernyataan, dan berlanjut dengan sesi tanya jawab. Pernyataan Powell dianggap pasar sebagai pernyataan dovish sehingga emas dengan mudah mempertahankan kenaikannya di sesi hari itu.

Powell Tetap Dovish

Ketua Fed Jerome Powell menekankan komitmen Fed untuk mencapai lapangan kerja maksimum dan stabilitas harga. Powell mengakui badai dan aksi mogok baru-baru ini mempengaruhi data pekerjaan di bulan November, sementara pertumbuhan upah sudah turun dan pengangguran tetap rendah. Kondisi pasar tenaga kerja saat ini tidak seketat sebelum pandemi sehingga berhasil mengurangi inflasi. 

Beberapa poin yang disampaikan Fed dalam press conference dan sesi tanya jawab :

  1. Tentang terpilihnya Trump, hasil pilpres tidak mempengaruhi kebijakan moneter dalam waktu dekat dan bank sentral belum akan menyesuaikan proyeksi mereka tentang suku bunga sampai kebijakan Pemerintahan Trump disahkan secara hukum atau jadi Undang-undang yang berlaku, dan bank akan menilai dari dampak yang terjadi setelah itu.
  2. Bank sentral tetap terbuka untuk pemangkasan suku bunga Desember ataupun setelahnya (2025). Bank memiliki waktu yang cukup untuk menurunkan suku bunga.
  3. Laju pemangkasan suku bunga bisa lebih cepat (agresif, di atas 25 bps) jika pasar tenaga kerja mendingin lebih cepat dari perkiraan, dan juga bisa mulai melambat jika suku bunga sudah mendekati ‘netral’. Namun, bank belum memutuskan apapun tentang suku bunga netral yang dimaksud.
  4. Powell tidak akan mundur/resign dari jabatannya sampai masa jabatan tersebut selesai Mei 2026. Hal ini menjawab pertanyaan tentang posisi Powell saat Trump resmi dilantik. Powell mengatakan bahwa Presiden tidak memiliki kekuatan untuk memecat atau memberhentikan gubernur bank sentral.

Hal tersebut menjadikan investor tetap optimis dengan potensi pemangkasan suku bunga Fed berikutnya dan mendorong emas kembali ke zona 2700-an.

JPMorgan Lihat Peluang Kenaikan Tetap Terbuka

Di sisi lain, JP Morgan masih melihat peluang kenaikan emas berlanjut di 2025. Ada beberapa faktor penyebab, seperti diberlakukannya tarif impor terhadap semua barang yang masuk ke AS, ketegangan geopolitik yang kemungkinan masih ada, dan kebijakan fiskal ekspansif. 

Bagi JPMorgan penurunan saat perhitungan cepat hasil pemilu kemarin adalah profit taking dari kenaikan yang tinggi sejak Agustus-Oktober. 

Faktor lain yang memperkuat alasan kenaikan adalah pembelian bank sentral. Meskipun bank sentral China terhenti di bulan April, JPMorgan memperkirakan isu tarif dan geopolitik akan terus mendorong diversifikasi oleh bank sentral, termasuk China. Permintaan investor ritel dan ETF juga tetap tinggi dan diperkirakan berlanjut di 2025.

Dan jika Komite Tetap NPC China meluncurkan stimulus fiskal sesuai janjinya, maka peluang pemulihan ekonomi China bisa mendorong permintaan emas dari China kembali naik. NPC diharapkan memberikan rincian dari hasil pertemuan 4-8 November dalam waktu dekat.

Fokus Malam ini

Malam ini investor hanya akan mencermati data Michigan consumer sentiment di jam 22.00 WIB. Data diperkirakan naik tipis dari 70.5 menjadi 71.0. Jika data dirilis lebih baik dari ekspektasi, maka emas berpeluang kembali turun. Sebaliknya, data yang lemah akan membuat emas berpeluang kembali di jalur kenaikan.

Michelle Bowman dari Fed juga akan memberikan pernyataannya di jam 23.00 WIB. Pernyataan yang dovish seperti halnya Powell tadi malam akan membuat emas berpeluang ditutup positif. Sebaliknya, akan berpeluang turun jika pernyataan Bowman cenderung less dovish atau mengarah ke hawkish. 

Minggu depan investor akan kembali fokus dengan data inflasi AS.

Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah! 

gold nano 1200x700 kv

Analisis Teknikal Gold

Candlestick daily ditutup bullish dengan real body putih yang panjangnya lebih dari setengah candle hitam panjang sehari sebelumnya sehingga pola 2 candle terakhir bisa dianggap sebagai piercing line atau piercing pattern. Hal tersebut mengindikasikan peluang bullish yang juga didukung dengan potensi bullish divergence. 

Secara teknis, penurunan tertahan di atas FR 50% Daily 2630.91 dan di bawah FR 38.2% Daily 2668.47, low tercatat di 2643.42 sehingga ketiganya menjadi area support yang wajib dicermati hari ini. Sementara resistance akan berada di FR 23.6% Daily 2714.93 dan juga 2749.66 (high 6 Nov 2024). Bullish butuh dukungan untuk tutup di atas 2714 sehingga tren naik kembali dominan.

slide20

Di H4, bullish kembali memiliki kesempatan setelah harga dengan cepat naik ke level 2700an kembali dan bahkan di sesi Asia sempat sentuh 2710. Namun untuk menjadikannya kembali dominan, maka emas harus kembali tembus FR 61.8% H4 2712.50 atau di atas zona resistance orange area 2710-2715. Jika memenuhi syarat, maka kenaikan berpotensi lanjut ke zona resistance berikutnya 2728-2730 atau lebih tinggi.

Sebaliknya, waspadai jika ternyata kenaikan belum cukup kuat tembus di ats 2710-2715! Hal ini berpotensi menekan kembali harga hingga di bawah support 2689 (FR 38.2% H4). Penurunan juga akan kembali dominan jika harga tembus di bawah FR 0% 2652.45. Skenario bearish lebih kuat saat FR 0% ditembus, dan peluang penurunan berlanjut menguji low 2638-2643 atau bahkan jauh lebih rendah 2600-2610.

Skenario bullish memiliki beberapa opsi peluang :

  1. Tembus FR 61.8% 2712.50
  2. Retest support 2652 (FR 0%), tertahan di zona tersebut dan rebound sebagai double bottom, atau
  3. Turun dan tertahan di zona 2600-2610 (potensi stronger demand area

Dengan demikian strategi alternatif jika strategi buy pertama gagal (sentuh SL), maka zona alternatif poin 2 ataupun 3 bisa dipertimbangkan.

slide21

Per jam 10.00 WIB, harga berada di 2698.10, dengan high di 2710.36 dan low 2695.14. Rebound sejak sesi perdagangan kemarin hingga sesi Asia pagi ini tertahan di 2710, zona FR 61.8% H1 2709.08. Hal ini berarti tekanan turun belum hilang sepenuhnya, dan kenaikan yang cenderung masih tertahan. 

Secara teknis, bullish akan konfirm jika FR 61.8% ditembus. Dan akan jauh lebih kuat jika mampu tembus trendline resistance 2723-2725. Jika memenuhi syarat, maka Anda bisa pertahankan posisi BUY. Namun, idealnya koreksi diharapkan lebih dulu, dengan potensi terdekat support H1 di kisaran FR 38.2% 2684.

Sebaliknya, harga cenderung lanjut turun jika tembus di bawah 2675, sehingga jangka pendek Anda bisa switch strategi menjadi SELL saat terjadi penembusan support, dengan potensi target terdekat 2655 atau terjauh 2638-2643. 

Dan peluang kenaikan berpotensi kembali muncul jika zona 2638-2643 tidak ditembus, sehingga bisa pertimbangkan kembali sebagai zona buy yang lebih baik dan lower risk.

Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4! 

Trading Strategy: 
Opsi BUY dekat Support 1
Entry: 2686.00 – 2688.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward :  2700.00 ($12 - $14) 
(follow/pertahankan BUY jika tembus 2712.50,
Target terdekat 2720, terjauh 2732, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2680.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 2680.00)
Risk Reward: 1: 2 

Opsi SELL jika Support 2 ditembus
Entry : 2675.00 – 2677.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2663.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2683.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 2683)
Risk Reward: 1: 2

Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!


Dolar mengalami koreksi terhadap mata uang lainnya oleh aksi profit taking setelah Federal Reserve memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps sesuai perkiraan dan mengabaikan kemenangan Trump yang akan menjadi presiden AS berikutnya. Dalam pertemuan moneter FOMC semalam, Fed memutuskan untuk kembali memangkas suku bunga acuan seiring dengan sektor tenaga kerja yang melambat dan angka inflasi yang semakin mendekati target 2% Fed. Ketua Fed - Jerome Powell dalam konferensi pers juga menegaskan bahwa Fed tetap terbuka untuk kemungkinan terus melanjutkan pemangkasan suku bunga acuan di bulan Desember hingga tahun 2025 yang akan datang. Bahkan jika kondisi sektor tenaga kerja berlanjut melemah, maka Fed akan lebih agresif lagi dalam memangkas suku bunga acuannya. Powell menambahkan hasil pemilu tidak akan merubah kebijakan moneter jangka pendek Fed dan tidak akan berspekulasi akan dampak kebijakan fiskal nantinya. Komentar tersebut berlawanan dengan ekspektasi pasar yang memperkirakan Fed akan melakukan jeda pemangkasan seiring dengan kembalinya Trump yang berpotensi menaikkan angka inflasi dengan program kerjanya. Pelaku pasar memperkirakan Fed akan kembali memangkas suku bunga acuan pada pertemuan moneter di bulan Desember mendatang dengan peluang mencapai 75% lebih tinggi dari sebelumnya yang hanya 69% menurut CME Group's Fed Watch Tool. Trump meraih kemenangan kemarin dengan mendapatkan 294 dari 270 electoral vote yang dibutuhkan untuk memenangkan pemilu mengalahkan Kamala Harris. Selain itu Partai Republik juga mendapat kursi mayoritas di Senat sedangkan di DPR untuk sementara waktu juga masih memimpin dalam perolehan kursi. Komposisi ini ideal untuk mempermudah program kerja dan kebijakan ekonomi yang akan diambil oleh Trump sebagai presiden nanti setelah dilantik pada bulan Januari mendatang. Trump dalam kampanye lalu menjanjikan akan memperketat aturan imigrasi, mengurangi pajak dan juga menaikkan tarif impor serta melonggarkan aturan bisnis yang tidak hanya akan mempercepat pertumbuhan ekonomi namun juga berpotensi menaikkan kembali angka inflasi. Dengan demikian ekspektasi pasar bahwa Fed akan mulai menahan pemangkasan suku bunga seperti yang disebut di atas. Malam ini akan dirilis hasil survey dari University of Michigan perihal Sentimen Konsumen dan Ekspektasi Inflasi.

Yen kembali menguat seiring dengan koreksi mata uang dolar. Kemenangan Trump dalam pemilu di AS dalam jangka panjang akan membuat inflasi meningkat tidak hanya domestik namun juga secara global. Kebijakan ekonomi dan fiskal yang akan dikerjakan oleh Trump juga cenderung memperkuat daya tarik mata uang dolar. Sehingga hal ini semakin memberi tekanan bagi Bank Sentral Jepang (BOJ) untuk menaikkan suku bunga dalam waktu dekat ini untuk mencegah mata uang Yen kembali melemah hingga level terendah dalam 3 dekade terakhir seperti sebelumnya.

Euro juga menguat terhadap dolar mengabaikan krisis politik yang memanas di Jerman. Pasar menilai langkah Kanselir Jerman - Olaf Scholz memecat Menteri Keuangan - Christian Lindner berpotensi akan memecah koalisi 3 partai dan berpeluang akan mempercepat pemilu. Namun hal ini dianggap positif karena diharapkan dan dipercaya akan membawa kondisi pemerintahan yang lebih stabil dan kebijakan fiskal yang lebih pro aktif.

Poundsterling juga menguat terhadap mata uang dolar setelah Bank Sentral Inggris (BOE) sesuai perkiraan memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps dengan menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi dan turunnya inflasi lebih cepat dari yang diperkirakan sehingga perlu dilakukan pelonggaran. BOE lebih lanjut mengatakan pemangkasan berikutnya akan dilakukan secara bertahap seiring dengan potensi tertahannya inflasi oleh rencana anggaran baru yang diumumkan pemerintah Inggris pekan lalu. Seperti juga BOE, Bank Sentral Swedia (Riksbank) memangkas suku bunga acuan sebanyak 50 bps sesuai perkiraan dan Bank Sentral Norwegia (Norges Bank) tetap mempertahankan suku bunga acuan saat ini yang juga sesuai perkiraan.

Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial

CHART TECHNICAL ANALYSIS EURUSD

slide13

slide14

Suggest : BUY on Dip
Area : 1.07200 – 1.07400
Target : 1) 1.08000 2) 1.08200
SL : 1.06600

Alternatif :
Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.08400
Switch to SELL jika tembus 1.06600

CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD

slide15

slide16

Suggest : BUY on Dip
Area : 1.29300 – 1.29500
Target : 1) 1.30100 2) 1.30700
SL : 1.28700

Alternatif :
Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.30300
Switch to SELL jika tembus 1.28300

CHART TECHNICAL ANALYSIS  USDJPY

slide17

slide18

Suggest : SELL on Rally
Area : 153.400 – 153.600
Target : 1) 152.800 2) 152.200
SL : 154.200

Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 154.300
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 152.800

CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD (XAUUSD)

slide19

slide20

slide21

Suggest : BUY on Dip
Area : 2686.00 – 2688.00
Target : 1) 2694.00 2) 2700.00
SL : 2680 (ideal 3-5 points di bawah 2680.00)

Alternatif :
Potential Strong Demand Area : 2643-2648
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2710/2712 (FR 61.8% H1)
Switch to SELL jika tembus 2675

Gold (Emas)

Penggerak Pasar

Secara umum, dolar melejit didukung dengan kenaikan imbal hasil Treasury tenor 10 tahun yang kembali naik. Keduanya naik dengan cepat diawali saat proses hitung cepat pemilu menunjukkan keunggulan Donald Trump terhadap lawannya Kamala Harris. Tidak hanya itu, bahkan partai Republik berhasil mengunci suara mayoritas di Senat. 

Dan saat ini hanya terpaut 13 kursi dari total 218 kursi yang dibutuhkan untuk menguasai DPR. Saat ini mereka unggul dengan 205 kursi sehingga jika terwujud hampir dipastikan akan terjadi Red Sweep di mana Partai Republik menguasai pemerintahan dari DPR, Senat hingga Gedung Putih.

Sayangnya emas yang sempat naik, berbalik turun saat kemenangan Trump dan Republik mendominasi pasar.

Terhindar dari Ancaman Terulangnya Pemilu 2020

Kekhawatiran terulangnya pemilu 2020 tidak terbukti. Meskipun awalnya perolehan suara cukup ketat, namun raihan suara Trump tidak terbendung dan unggul jauh dari Harris. Bahkan keunggulan tersebut juga terlihat pada electoral college untuk kursi Senat yang melesat sejak awal perhitungan untuk keunggulan Republik.

Dengan demikian Trump dipastikan keluar sebagai Presiden terpilih 2024 dengan raihan 295 suara (ambang batas 270), dan tidak diperlukan untuk menunggu hingga berhari-hari seperti yang pernah terjadi pada Pemilu 2020.

Repricing Suku Bunga Fed

Kemenangan Trump mungkin tidak begitu saja akan mengganggu kebijakan bank sentral dengan mudah jika tidak disertai dengan Red Sweep. Tapi dengan terbukanya peluang Red Sweep dari Partai Republik, maka peluang tersebut justru membuat market kembali mengkhawatirkan potensi gangguan terhadap kebijakan Federal Reserve.

Seperti yang diketahui Federal Reserve memutuskan untuk memangkas suku bunga per bulan September yang lalu dengan dot plot yang juga mencerminkan peluang pemangkasan suku bunga lebih lanjut di 2025. Dengan program Trump yang berencana untuk memangkas pajak atas segala sesuatu mulai dari keuntungan Perusahaan sampai pembayaran lembur, kebijakan tersebut secara luas dikhawatirkan akan memicu kenaikan inflasi kembali

Tidak hanya itu Trump juga berpikir untuk mengubah kepemimpinan Fed yang saat ini dipimpin oleh Jerome Powell, dan mengklaim haknya untuk mengatur suku bunganya sendiri. Hal ini yang membuat market berpikir tentang kemungkinan pemangkasan suku bunga Fed akan berkurang. Meski demikian, Trump sendiri sebenarnya cenderung menginginkan suku bunga yang rendah, seperti yang pernah disampaikannya dalam kampanye. Tapi hal ini justru bertentangan dengan rencananya menggunakan kebijakan fiskal dengan melakukan pemangkasan pajak yang dinilai berbagai pihak akan memicu permintaan yang tinggi sehingga menaikkan inflasi.
JPMorgan memprediksi pemangkasan 25 bps masih bisa terjadi minggu ini dan bulan depan, tapi melihat potensi Fed melambat di penurunan suku bunga berikutnya di 2025. Ekonom Wall Street saat ini melihat lebih sedikit pemangkasan suku bunga Fed di 2025 dibanding sebelum pemilihan umum, Bahkan Nomura memperkirakan hanya 1 pemangkasan suku bunga di 2025. Hal ini yang membuat akhirnya emas turun karena peluang pemangkasan suku bunga Fed yang berpotensi berkurang di 2025.

Fokus Tertuju ke Federal Reserve

Malam ini FOMC diagendakan akan mengumumkan kebijakan suku bunganya di jam 02.00 WIB. Pasar memperkirakan secara luas Fed masih akan tetap memangkas 25 bps di pertemuan November, dan juga 25 bps di pertemuan Desember. CME FedWatch Tools menunjukkan 98% peluang pemangkasan suku bunga 25 bps.

Namun yang menarik adalah investor akan mencermati pernyataan Fed ataupun Powell setelah pengumuman suku bunga. Dalam press conference nanti Ketua Fed Jerome Powell harus kembali meyakinkan market bahwa bank sentral mampu mengatur dampak dari kebijakan Presiden terpilih yang berencana memberlakukan tarif baru dan pemangkasan pajak. Powell harus meyakinkan investor tentang sikap kebijakan Federal Reserve berikutnya di era Presiden yang baru. 

Jika Powell mampu meyakinkan bahwa kebijakan Fed tetap bergantung data dan tidak dipengaruhi politik, maka emas berpeluang untuk rebound. Sebaliknya, jika Powell tidak mampu meyakinkan market dan cenderung menanggapi rencana tersebut sebagai peluang menghentikan pemangkasan suku bunga ke depan (2025), maka rally emas bisa dipastikan reda untuk beberapa waktu kedepan sehingga penurunan berpotensi berlanjut, dengan zona 2600 kemungkinan sebagai ancaman.

Sementara itu Nick Timiraos, reporter WSJ yang juga dikenal sebagai Fed Watchers, mengatakan bahwa jika Republik benar-benar menguasai Kongres di kedua lapis (Senat dan DPR), maka Fed bisa mulai merevisi beberapa asumsi dasar mereka di pertemuan Desember. Timiraos mengatakan bahwa Fed tidak akan mengubah pendekatan kebijakannya sampai bank bisa melihat apa yang bisa dilakukan Presiden Terpilih Donald Trump dengan proposal perubahan pajak, tarif dan imigrasi. 

Di sisi lain, para Analis menilai bahwa apa yang dilakukan Trump nantinya untuk pemangkasan pajak, juga memunculkan kekhawatiran tentang naiknya defisit dan inflasi sehingga dampaknya bisa berlawanan dengan keuntungan yang didapat. Hal serupa juga tentang rencana penerapan tarif yang bisa berdampak pada aksi serupa dari negara lain dan memiliki dampak negatif baik untuk domestik maupun perdagangan dengan luar negeri

Fokus Malam ini

Malam ini data ekonomi tertuju ke data initial jobless claims yang akan dirilis di jam 20.30 WIB. Data diperkirakan kembali naik dari 216K menjadi 223K. Jika data naik, maka emas memiliki kesempatan untuk rebound lebih dulu. Sebaliknya, jika data turun, maka emas cenderung turun.

Dan di jam 02.00 WIB, FOMC meeting umumkan suku bunga. Fokus lebih tertuju pada press conference yang diharapkan memberi petunjuk ataupun keyakinan bahwa jalur penurunan suku bunga masih tetap berlanjut. Jika benar, maka emas memiliki peluang untuk kembali naik. Sebaliknya, jika Fed cenderung hawkish, maka emas berpeluang lanjutkan penurunan.
Di sisi lain, setelah FOMC, market masih memiliki 1 kesempatan dari pengumuman stimulus China di hari Jumat, 8 November. Jika China sesuai komitmen merilis stimulus lebih besar dari 10 triliun yuan (karena kemenangan Trump), maka emas berpeluang mendapat dukungan untuk kembali naik. Sebaliknya, jika tidak ada stimulus ataupun angka yang diumumkan cenderung lebih rendah, maka emas berpotensi lanjutkan penurunan.

Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah! 

gold nano 1200x700 kv

Analisis Teknikal Gold

Candlestick daily ditutup bearish dengan real body hitam yang cukup panjang sehingga mencerminkan tekanan turun yang berpeluang masih bisa berlanjut hari ini. Fibonacci Retracement ditarik dari bottom 2471.80 ke all time high 2790.03, didapat bahwa penurunan saat ini mendekati FR 50% daily 2639.91, dan di bawah FR 38.2% 2668.47. 

Jika FR 50% ditembus, maka pertahanan terakhir bagi bullish akan berada di FR 61.8% 2593.36 yang cukup kritis karena saat terjadi penembusan akan berpotensi membuat koreksi tajam berlanjut. Sebaliknya, jika tidak ditembus, maka peluang bullish berikutnya masih tetap terbuka. Namun dalam jangka pendek, bullish harus mampu tembus dan ditutup di atas 2668 (FR 38.2% Daily).

slide20

Di H4, bullish mulai melemah dalam jangka pendek karena penurunan kemarin langsung meluncur tembus dibawah support trend channel 2693. Hal ini berarti perubahan tren untuk beberapa waktu ke depan cenderung didominasi penurunan sehingga rebound berpeluang terbatas.  

Retest resistance 2693 dan MA 200 H4 2686 akan menjadi area ideal untuk SELL karena tren jangka pendek saat ini cenderung turun. Target penurunan diperkirakan berlanjut jika harga berhasil tembus FR 0% H4 2652.45. Di sesi Asia penurunan sempat sentuh 2643, namun seperti terlihat pada gambar bahwa harga berbalik naik dan ditutup di atas 2652. Dan kondisi rsi yang oversold membuat harga cenderung berbalik naik untuk sementara waktu.

Strong demand kemungkinan akan berada di zona orange 2600-2610, dan kemungkinan bisa disentuh jika data ekonomi cenderung lebih kuat dari ekspektasi. Sebaliknya, penurunan ke zona tersebut belum tentu terjadi jika Fed tetap di jalur pemangkasan suku bunga nanti malam.Bullish juga akan kembali dominan jika harga mampu naik di atas resistance 2693 atau tembus FR 50% H4 2701. Tapi bearish akan tetap dominan jika harga tetap di bawah 2693.

slide21

Per jam 10.30 WIB, harga berada di 2658.88, dengan high di 2664.28 dan low 2643.42. Rebound saat ini sedang terjadi, didukung dengan peluang bullish divergence karena harga menciptakan lower low, sementara rsi justru membentuk formasi higher low. Pantulan diperkirakan tertahan di kisaran FR 23.6% 2675 atau maksimum di FR 38.2% 2689.58.

Jika benar pantulan tersebut sesuai ekspektasi, maka Anda bisa melakukan SELL di salah satu zona tersebut, atau “mendekati” salah satu zona tersebut, untuk peluang penurunan berikutnya di bawah 2650. 

Sebaliknya, harga akan cenderung naik jika FR 50% 2701 berhasil ditembus, dan hal ini akan bergantung dari seberapa dovishnya Powell nanti malam saat umumkan suku bunga. Penurunan suku bunga 25 bps berdampak positif pada emas sehingga rebound akan layak untuk terjadi. Tapi kondisi tersebut kemungkinan sudah diantisipasi, sehingga pasar butuh pemicu yang lebih kuat dari pernyataan Powell.

Skenario jangka pendek kami adalah rebound terbatas, lalu turun bertahap , dengan potensi strong demand berikutnya diperkirakan akan muncul di kisaran 2600-2610 (area arsir kuning), dengan asumsi bahwa Fed tetap di jalur penurunan suku bunga dan China siap dengan stimulus yang lebih besar. 

Juga pertimbangkan dengan peluang Elliott Wave, tapi kali ini jalur penurunan, dengan peluang penurunan berikutnya kemungkinan sebagai wave 5.

Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4! 

Trading Strategy: 
Opsi SELL dekat resistance 1
Entry: 2670.00 – 2672.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward :  2658.00 ($12 - $14) 
(follow/pertahankan SELL jika tembus 2650.00,
Target terdekat 2643, terjauh 2630, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2678.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di atas 2675.00)
Risk Reward: 1: 2 

Opsi BUY jika Support 2 tidak ditembus
Entry : 2600.00 – 2602.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2614.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2594.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di bawah 2594)
Risk Reward: 1: 2

Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!


Dolar menguat tajam terhadap semua mata uang lainnya setelah hasil hitung cepat menunjukkan dominasi Trump dalam pemilu kemarin dengan mendapat 294 dari 270 electoral vote yang dibutuhkan untuk memenangkan pemilu. Selain kemenangan Trump, Partai Republik juga memenangkan mayoritas kursi di Senat AS dengan 52 kursi dari 50 suara yang dibutuhkan. Dan kemungkinan besar juga akan mendapatkan mayoritas kursi di DPR AS yang masih baru mendapat 205 dari 218 yang dibutuhkan untuk memenangkan karena perhitungan suara belum selesai, sedangkan Partai Demokrat baru mendapat 190 kursi. Komposisi ini akan menjadi ideal bagi kepemimpinan Trump dengan program kerja seputar pemotongan pajak, kenaikan tarif impor barang dan aturan imigrasi yang ketat yang sudah dijanjikan dalam kampanye lalu. Kebijakan ini diharapkan akan mendorong pertumbuhan ekonomi namun juga dikhawatirkan berpotensi akan membuat inflasi kembali naik. Sehingga berpeluang menghalangi langkah Fed untuk terus melanjutkan rencana pemangkasan suku bunga acuan. Yang sebenarnya positif untuk mata uang dolar karena perbedaan suku bunga dengan negara lain yang semakin cenderung turun. Fed dijadwalkan akan mengadakan pertemuan moneter FOMC malam ini dengan perkiraan akan memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps. Dan pasar akan mencermati konferensi pers dari Ketua Fed - Jerome Powell paska pertemuan tersebut. Untuk mengetahui langkah Fed pada pertemuan moneter berikutnya di bulan Desember mendatang. Dengan spekulasi di pasar memperkirakan Fed akan melanjutkan pemangkasan sebanyak 25 bps sebanyak 71% sedikit turun dari sebelumnya 77% di bulan Desember yang akan datang. Menurut biro keuangan Nomura, dengan kemenangan Trump yang berpotensi besar akan kembali membuat inflasi naik sehingga ekspektasi akan langkah moneter Fed di tahun depan hanya akan ada 1 kali lagi pemangkasan suku bunga yaitu di bulan Januari. Memanfaatkan celah waktu sebelum Trump resmi dilantik menjadi presiden. Hari ini ada laporan mingguan sektor tenaga kerja berupa klaim pengangguran dan hasil pertemuan moneter FOMC yang akan diumumkan pada pukul 02:00 WIB dan diikuti dengan konferensi pers 30 menit kemudian.

Yen sempat melemah terhadap USD hingga 154.7 yang merupakan level tertinggi sejak 30 Juli lalu seiring dengan penguatan mata uang dolar paska kemenangan Trump dalam pemilu di AS. Level yen saat ini mendekati kemungkinan besar pemerintah Jepang melakukan intervensi untuk menahan laju pelemahan tersebut. Sekertaris Kabinet - Yoshimasa Hayashi kemarin mengatakan pemerintah memperhatikan dengan cermat pergerakan pasar mata uang untuk mencegah terjadinya aksi spekulatif dan siap bertindak jika diperlukan. Komentar ini dapat menahan sesaat pelemahan mata uang Yen lebih lanjut. Meskipun peluang untuk melakukan intervensi saat ini hampir pasti tidak akan menguntungkan Jepang.

Euro melemah tajam terhadap dolar seiring dengan peluang terjadinya pengenaan tarif impor yang tinggi akan barang yang akan diekspor ke AS. Pemulihan ekonomi di kawasan ini akan semakin melambat sementara Bank Sentral Eropa (ECB) masih perlu menurunkan suku bunga acuan sehingga perbedaan dengan suku bunga Fed semakin melebar. Selain karena itu, kisruh politik di Jerman juga menjadi penyebab melemahnya mata uang Euro, setelah Kanselir Jerman - Olaf Scholz melengserkan Menteri Keuangannya - Christian Lindner seiring dengan perbedaan pandangan akan arah ekonomi negara ini. Linder menyarankan dilakukan pemilu lebih awal sebagai solusi untuk meloloskan rencana anggarannya, namun Scholz menolaknya.

Poundsterling juga melemah selain karena penguatan mata uang dolar namun juga prospek akan diturunkannya suku bunga acuan oleh Bank Sentral Inggris (BOE) pada pertemuan moneter malam ini. Diperkirakan BOE akan memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps. Selain BOE, Bank Sentral Swedia (Riksbank) diperkirakan akan memangkas lebih jumbo dengan 50 bps sedangkan Bank Sentral Norwegia (Norges Bank) diperkirakan akan tetap mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan moneter kali ini.

https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial

Masih ragu dan memiliki pertanyaan lainnya ?

Kantor Pusat
Menara Batavia Lt. 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126,
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Berlangganan Newsletter Agrodana:
Ikuti Kami
facebook agrodanayoutube agrodanainstagram agrodana
agrodana iosagrodana android
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan
/ Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Ikuti Kami
alt=""alt=""alt=""
Kantor Pusat
Menara Batavia Lt 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126, Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Email:  [email protected]Whatsapp: +6281-988-3777
Berlangganan Newsletter Agrodana :
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan / Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Whatsapp Non Klien
crossmenuchevron-down