Suggest : SELL on Rally
Area : 1.08800 – 1.09000
Target : 1) 1.08200 2) 1.07600
SL : 1.09600
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.08000
Switch to BUY jika tembus 1.10000 atau jika sikap Lagarde kurang dovish
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.30200 – 1.30400
Target : 1) 1.29600 2) 1.29000
SL : 1.31000
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.29600
Switch to BUY jika tembus 1.31200
Suggest : SELL on Rally
Area : 149.500 – 149.700
Target : 1) 148.900 2) 148.300
SL : 150.300
Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 150.500
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 149.000
Pola Rising Wedge untuk reversal bearish konfirm sudah tembus support 149.200
Suggest : BUY on Dip
Area : 2666.00 – 2668.00
Target : 1) 2674.00 2) 2680.00
SL : 2660.00 (ideal 3-5 points di bawah 2658.00)
Alternatif :
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2685
Switch to SELL jika tembus 2650
Minat terhadap aset berisiko relatif memburuk di sesi perdagangan NY malam hari. Hal tersebut mendorong kenaikan dolar secara umum, meskipun emas tidak terpengaruh karena tetap ikut naik. Di sisi lain kenaikan dolar tidak didukung dengan imbal hasil Treasury yang justru turun sehingga menguntungkan bagi emas.
Tekanan pada aset berisiko seperti saham dipicu oleh penurunan sektor teknologi saat laporan keuangan ASML dirilis lebih rendah, dan juga aksi profit taking Nvidia sehari setelah sentuh level tertinggi.
Faktor lain yang juga memicu pergerakan adalah pernyataan Mary Daly dari Fed dan juga sikap skeptis market global terhadap detail stimulus China yang disampaikan sebelumnya.
Kali ini Mary Daly menjadi sorotan para trader. Pernyataannya di malam hari menekankan bahwa ada potensi penundaan (atau “jeda”) penurunan suku bunga di antara 2 sisa pertemuan Fed tahun ini sehingga dirinya memperkirakan hanya ada 1 atau maksimal 2 penurunan suku bunga tahun ini. Sikap tersebut cukup mengejutkan sehingga berhasil membantu penguatan dolar.
Komentar Daly mengejutkan karena memvalidasi kekhawatiran adanya jeda penurunan suku bunga Fed. Pasar memperkirakan pemangkasan 45 bps tahun ini (2 x 25 bps total) sehingga kedua pemangkasan hampir sepenuhnya sudah diperhitungkan pasar. Daly berada di sisi dovish, dan bisa menjadi “corong” bagi Powell. Dengan pernyataan tersebut bisa saja pasar mengartikan sebagai sikap hawkish.
Daly mengatakan bahwa kebijakan moneter masih membatasi dan bekerja untuk menurunkan inflasi. Fed masih tetap harus waspada karena kemajuan berkelanjutan belum terjamin. Fed harus mencapai inflasi 2% sambil menjaga pasar kerja tetap dalam kondisi pekerjaan penuh. Ekonomi AS jelas berada di tempat yang lebih baik, sementara inflasi sudah mereda sepenuhnya.
Meski demikian, Daly sangat optimis terhadap pertumbuhan. Fed mampu turunkan inflasi tanpa adanya gangguan besar pada ekonomi. Tingkat suku bunga Fed masih jauh dari kemungkinan menetap. Daly memperkirakan tingkat suku bunga di 3%, kemungkinan sekitar netral. Namun tingkat suku bunga netral lebih tinggi daripada sebelumnya. Jika proyeksi terpenuhi, maka hanya aka nada 1 atau 2 penurunan suku bunga di tahun ini.

Setelah pengumuman sebelumnya menyebut 6 triliun yuan dalam bentuk obligasi ultra-panjang, nampaknya masih ada keraguan dari pasar apakah stimulus tersebut cukup untuk mendongkrak ekonomi China yang terbebani masalah sektor properti yang sudah cukup lama mengganggu. Realisasi dari paket stimulus tersebut akan berada di tangan Kongres Rakyat Nasional (NPC) China yang baru akan diadakan akhir Oktober.
Informasi terbaru menyebut bahwa Menteri Perumahan China akan melakukan press conference bersama Menteri Keuangan dan juga PBOC di hari Kamis, 17 Oktober 2024, jam 09.00 WIB. Besar kemungkinan press conference akan menyinggung kesehatan dan kestabilan sektor property sehingga pasar diperkirakan akan mencermati dengan teliti.
Pada dasarnya kabar ini menjadi harapan yang optimis terhadap upaya pemerintah China mendukung pemulihan ekonomi setelah bank sentral (PBOC) mengumumkan serangkaian pelonggaran moneter untuk pemulihan ekonomi. Jika aktivitas ekonomi meningkat, maka tingkat permintaan emas dari investor China berpeluang meningkat sehingga berdampak positif untuk emas. Namun demikian penurunan jangka pendek bisa terjadi lebih dulu karena imbas utama dari stimulus akan membuat investor mengincar saham lebih dulu sehingga ekuitas China dan Hong Kong naik lebih dulu dan saat ekuitas positif, maka emas akan mengikuti.
Tidak ada data ekonomi AS yang terlalu signifikan malam nanti. Sementara Inggris akan merilis data CPI di siang hari, jam 13.00 WIB. Jika inflasi tersebut turun, maka akan menjadi pendukung utama bagi BOE memangkas suku bunga kembali di pertemuan berikutnya. Meski tidak ada hubungan atau pengaruh langsung pada harga emas, namun pemangkasan suku bunga bank sentral tentunya memberi indikasi bahwa bank sentral global masih dalam program penurunan suku bunga, seperti halnya Federal Reserve.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick berhasil ditutup bullish, dan ditutup lebih tinggi dari penutupan sehari sebelumnya. Secara teori menggagalkan potensi penurunan yang sebelumnya akibat penutupan doji candle di hari Senin. Namun demikian bullish belum terlalu kuat sampai didapatkan penembusan resistance minimal 2670/2673, atau jauh lebih baik jika tembus 2685.50 (FR 0%) yang merupakan all time high sejauh ini.
Dari sisi penurunan, strategi sell kemarin tidak gagal total, karena harga sempat turun dari zona sell sebanyak 2 kali kesempatan, di mana kesempatan pertama turun dari 2653 sampai 2638.00, dan kesempatan kedua turun dari 2656 sampai 2645.53. Dan sesuai ulasan kemarin bahwa penurunan hanya bersifat sementara dan relatif terbatas. Saat ini kenaikan berada cukup dekat dengan 2 resistance utama 2670-2673 dan 2685, dengan peluang kenaikan relatif lebih terbuka dibanding penurunan.

Di H4, harga sempat menyentuh level terendah 2638, kemudian naik hingga 2668. Ini berarti proses penurunan terwakilkan sebagai wave b (dari kenaikan bertahap wave 5), dan selanjutnya diharapkan bergerak lebih tinggi sebagai wave c. Secara umum kita masih melihat proses kenaikan bertahap wave 5 dari Elliott wave untuk tren naik di mana tahap kenaikan diperkirakan mengikuti pola “abcde”. Dengan aturan yang sama dari tren utama, maka selama tidak ada penurunan di bawah 2638, maka proses kenaikan cenderung dominan.
Di sisi lain, penurunan akan lebih dominan jika harga gagal naik di atas 2670/2673, atau penurunan lanjut tembus 2638. Hal ini akan membuyarkan proses kenaikan wave 5 meskipun secara keseluruhan tren utama masih tetap naik. Jika ini yang terjadi (turun di bawah 2638 dan kenaikan tertahan di 2668-2670), maka kami mewaspadai potensi double top dengan neckline support 2638 sebagai penentunya. Jika konfirm tembus (2638), maka target penurunan sesuai ketinggian top dan membuka peluang turun ke zona 2612-2616 (potensi target double top).
Sebaliknya, jika alur kenaikan sesuai ekspektasi, maka kita segera melihat area 2670-2673 diuji atau bahkan ditembus, dan semakin dekat dengan all time high 2685. Dengan minimnya data ekonomi AS malam nanti, maka teknikal akan menjadi hal utama untuk melihat keberhasilan tembus resistance terdekat secara bertahap. Jika kondisi fundamental, seperti respon market terhadap stimulus China dan juga pernyataan pejabat Fed yang tetap mayoritas dovish terus mendukung, maka kenaikan bisa berlanjut menciptakan all time high baru.

Per jam 9.55 WIB, harga berada di 2667.66, dengan high di 2670.01 dan low 2658.59. Fibonacci Retracement (FR) ditarik dari bottom 2616.44 ke puncak 2666.74 (FR 0%). Penurunan tertahan di zona FR 50% 2641.59 dan juga zona orange kisaran 2638-2644. Kenaikan saat ini berada di zona FR 0% 2666 sehingga perlu validasi apakah resmi tembus atau hanya sekedar menguji.
Jika 2 candle H1 berturut-turut tetap di atas FR 0% 2666, maka kenaikan resmi tembus FR 0% sehingga uptrend berpotensi berlanjut ke target resistance terdekat berikutnya 2670-2673, dan 2685. Jika candle masih berada di bawah FR 0%, maka yang harus Anda lakukan adalah memastikan penurunan berikutnya hanya swing low ke zona FR 23.6% 2654 atau maksimal FR 38.2% 2647. Jika terpenuhi, maka zona buy ideal berada di kisaran zona tersebut (2647-2654), dan Stop loss sebaiknya dipasang beberapa poin di bawah 2645 (lebih ideal jika di bawah low kemarin, 2638). Sebaliknya, jika Anda menginginkan SELL, maka opsi sell yang utama adalah saat terjadi penurunan di bawah low kemarin (2638) dengan target terdekat 2625-2627, terjauh 2614-2616. Jika SELL pada resistance, maka pastikan all time high 2685 tidak ditembus (Stop Loss harus diset di atas 2685) karena resistance sewaktu-waktu bisa ditembus.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi BUY on Dip
Entry: 2657.00 – 2659.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward : 2671.00 ($12 - $14)
(follow/pertahankan BUY jika tembus 2670.00,
Target terdekat 2677, terjauh 2700, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2651.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 2648.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi SELL jika Support ditembus
Entry : 2630.00 – 2632.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2618.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2638.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 2638)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!
Dolar terus cenderung menguat terhadap mata uang lainnya seiring dengan ekspektasi Fed hanya akan memangkas suku bunga acuan yang moderat pada pertemuan moneter selanjutnya sampai tahun depan bahkan hingga tahun berikutnya. Fed tidak akan lagi melakukan pemangkasan jumbo lagi seperti pada pertemuan sebelumnya di bulan September lalu. Dolar sempat terkoreksi menyusul berita bahwa Israel tidak akan menyerang fasilitas minyak Iran sesuai arahan dari AS. Hal ini meringankan kekhawatiran akan terjadinya kelangkaan minyak dunia dan menghilangkan resiko inflasi kembali meningkat. Dengan harga minyak yang semakin menurun maka inflasi juga diharapkan akan segera turun mencapai target yang diinginkan Fed sebanyak 2%. Namun kekhawatiran lain muncul setelah hasil polling pemilu di AS menunjukkan meningkatnya peluang Donald Trump dalam kompetisi melawan Kamala Harris untuk menjadi Presiden AS berikutnya pada pemungutan suara di bulan November mendatang. Kebijakan fiskal Trump berpotensi untuk kembali medorong naik angka inflasi yang bertentangan dengan harapan Fed. Data-data inflasi yang terakhir juga menunjukkan tanda-tanda inflasi masih membandel sehingga menghapus peluang Fed kembali memangkas suku bunga dengan ukuran jumbo seperti sebelumnya. Ekspektasi langkah Fed pada pertemuan moneter di bulan November mendatang hanya akan memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps mencapai 99.8% dan menyisakan 0.2% perkiraan Fed akan mempertahankan suku bunga acuan saat ini menurut LSEG. Salah satu pendukung Fed untuk tetap mempertahankan dulu suku bunga acuan saat ini adalah Gubernur Fed Atlanta - Raphael Bostic yang belum merasa perlu untuk kembali memangkas suku bunga dan lebih memilih untuk melewatkan pemangkasan pada pertemuan moneter berikutnya. Hal senada juga diucapkan oleh Gubernur Fed lainnya - Chris Waller yang mengatakan Fed akan berhati-hati memutuskan pemangkasan suku bunga acuan berikutnya. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.
Yen berpotensi menguat terhadap mata uang dolar setelah kembali gagal menembus level psikologis 150 yen per dolar. Meskipun secara fundamental masih belum mendukung karena semakin menipisnya peluang Bank Sentral Jepang (BOJ) untuk menaikkan suku bunga acuannya karena tekanan politik dari Perdana Menteri Shigeru Ishiba. Gubernur BOJ - Kazuo Ueda sendiri masih ragu-ragu akan rencana kenaikan tersebut walaupun rekan-rekan sejawatnya di BOJ masih optimis hal tersebut dapat dilakukan segara. Ekspektasi pasar lebih cenderung BOJ akan menunda lagi membuat perbedaan suku bunga acuan dengan AS masih relatif lebar sehingga dapat dimanfaatkan pelaku transaksi carry trading. Data Machinary Order mengalami penurunan dari sebelumnya -0.1% menjadi -1.9% yang jauh berbanding terbalik dengan perkiraan meningkat menjadi +0.1%. Pasar masih menunggu data inflasi CPI yang akan dirilis pada hari Jumat nanti.
Euro melemah terhadap dolar hingga level terendah di bulan Agustus lalu menjelang pertemuan moneter Bank Sentral Eropa (ECB) esok hari. ECB diperkirakan akan kembali memangkas suku bunga acuannya seiring dengan tekanan inflasi yang semakin menurun dan melemahnya aktifitas ekonomi di kawasan ini. Selain itu ketidakpastian akan politik dan rumitnya kebijakan fiskal untuk diloloskan parlemen menjadi kendala untuk pemulihan ekonomi di Uni Eropa terutama di Prancis. Hari ini tidak ada data yang akan dirilis, namun pasar akan mencermati pidato dari Presiden ECB - Christine Lagarde yang dijadwalkan akan memberikan pidato malam ini.
Poundsterling masih stabil terhadap dolar menjelang rilis data inflasi CPI malam ini. Dengan perkiraan tekanan inflasi semakin menurun membuat peluang semakin lebar bagi Bank Sentral Inggris (BOE) untuk kembali memangkas suku bunga acuannya. Sementara itu di sektor tenaga kerja meski jumlah klaim pengangguran meningkat tajam, namun tingkat pengangguran justru menurun ke level terendah tahun ini dan upah rata-rata turun sesuai perkiraan yang merupakan level terendah dalam 2 tahun terakhir. Dengan upah yang semakin menurun tersebut membuat BOE perlu untuk menurunkan suku bunga acuan lagi. Spekulasi di pasar memperkirakan BOE akan memangkas suku bunga acuan pada pertemuan moneter MPC di bulan November mendatang dengan peluang mencapai 80%. Data inflasi malam ini akan mengkonfirmasi spekulasi tersebut.
Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.09000 – 1.09200
Target : 1) 1.08400 2) 1.07800
SL : 1.09800
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.08500
Switch to BUY jika tembus 1.10000
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.31000 – 1.31200
Target : 1) 1.30400 2) 1.29800
SL : 1.31800
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.30000
Switch to BUY jika tembus 1.32000
Suggest : SELL on Rally
Area : 149.300 – 149.500
Target : 1) 148.700 2) 148.100
SL : 150.100
Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 150.500
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 149.000
Potensi pola Rising Wedge untuk reversal bearish konfirm sudah tembus support 149.200
Suggest : BUY on Dip
Area : 2657.00 – 2659.00
Target : 1) 2665.00 2) 2671.00
SL : 2651.00 (ideal 3-5 points di bawah 2648.00)
Alternatif :
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2670
Switch to SELL jika tembus 2635
Sebagian pasar AS ditutup untuk perayaan Hari Columbus sehingga pergerakan market pun relatif terbatas. Hal ini terlihat dari dolar yang tidak terlalu banyak bergerak secara signifikan mengingat pasar obligasi ditutup. Tidak ada data ekonomi yang dirilis, tapi investor mencermati pernyataan Kashkari dan Waller dari Fed.
Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari mengatakan bahwa ekonomi AS sedang di tahap akhir untuk kembalikan inflasi ke target 2%. Tapi masih belum jelas seberapa ketatnya kebijakan moneter saat ini. Kashkari mencatat bahwa pasar kerja tetap kuat, dan data terbaru menunjukkan pelemahan di pasar tenaga kerja tidak terlalu cepat.
Gubernur Fed Christopher Waller menyerukan kehati-hatian dalam melakukan pendekatan penurunan suku bunga berikutnya dibandingkan pertemuan September.
Baik Kashkari maupun Waller sama-sama mendukung pemangkasan suku bunga 50 bps di pertemuan September yang lalu. Namun meskipun data NFP menunjukkan penguatan, keduanya tidak berpikir bahwa Fed perlu menghentikan penurunan suku bunga. Keduanya justru mengisyaratkan bahwa Fed perlu menurunkan suku bunga lebih lanjut dengan kecepatan yang moderat dibanding agresivitas di bulan September.
Kashkari menyebut bahwa penurunan suku bunga yang moderat kemungkinan sesuai untuk berikutnya, dengan catatan keputusan kebijakan di masa depan tetap bergantung pada data. Dia mengatakan bahwa suku bunga netral kemungkinan lebih tinggi dibanding level sebelum COVID-19, dan bisa meningkat lebih lanjut jika utang AS terus meningkat.
Sementara Waller menekankan perlunya pendekatan penurunan suku bunga yang lebih hati-hati dibanding pertemuan September lalu, dan menyerukan penurunan suku bunga kebijakan secara bertahap selama setahun ke depan. Waller mencatat suku bunga kebijakan saat ini bersifat restriktif dan jika ekonomi berkinerja sesuai harapan, maka Fed bisa beralih ke sikap netral dengan kecepatan yang disengaja.
Waller menambahkan jika inflasi turun di bawah 2% atau kondisi pasar tenaga kerja memburuk, maka penurunan suku bunga bisa dilakukan. Sebaliknya, jika inflasi naik, maka Fed bisa menghentikan sementara penurunan suku bunga. Meski baru-baru ini data inflasi mengecewakan, tapi ekonomi tetap solid di mana ekspektasi pertumbuhan GDP lebih cepat di paruh kedua 2024. Terlepas dari adanya gangguan dari badai dan pemogokan Boeing, Waller memperkirakan kenaikan gaji akan moderat dan pengangguran akan naik lebih tinggi meski tetap rendah secara historis.

China akhirnya mengumumkan akan menerbitkan 6 triliun yuan dalam obligasi Treasury untuk mendukung stabilitas utang lokal dan pasar properti. Rencananya obligasi tersebut dirilis selama 3 tahun, dengan sebagian dari dana dialokasikan khusus untuk membantu pemerintah daerah dalam mengelola utang di luar buku. Langkah tersebut bertujuan untuk meningkatkan stabilitas di pasar properti dan memperluas ruang lingkup penggunaan utang pemerintah daerah.
Rencana tersebut juga termasuk penerbitan 1 triliun yuan dalam obligasi treasury khusus di tahun 2024 yang melebihi ekspektasi pasar, tapi alokasi dana belum jelas. Pasar kemungkinan masih harus menunggu persetujuan Kongres Rakyat Nasional yang akan dilakukan akhir Oktober.
Pada dasarnya kabar ini menjadi harapan yang optimis terhadap upaya pemerintah China mendukung pemulihan ekonomi setelah bank sentral (PBOC) mengumumkan serangkaian pelonggaran moneter untuk pemulihan ekonomi. Jika aktivitas ekonomi meningkat, maka tingkat permintaan emas dari investor China berpeluang meningkat sehingga berdampak positif untuk emas. Namun demikian penurunan jangka pendek bisa terjadi lebih dulu karena imbas utama dari stimulus akan membuat investor mengincar saham lebih dulu sehingga ekuitas China dan Hong Kong naik lebih dulu dan saat ekuitas positif, maka emas akan mengikuti.
Tidak ada data ekonomi AS yang terlalu signifikan malam nanti, tapi NY Empire state manufacture index di jam 19.30 WIB bisa sedikit memberikan dampak meskipun hanya data tingkat 2.
Data ekonomi yang lebih lemah tentunya akan mendukung untuk kenaikan emas, dan sebaliknya akan negatif jika dirilis lebih kuat dari ekspektasi.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick ditutup doji dengan real body hitam yang kecil, dan tail atas lebih panjang dari tail bawah sehingga bisa disebut sebagai shooting star. Biasanya pola candle seperti itu cenderung memberi indikasi akan terjadinya koreksi turun, meskipun bisa saja penurunan yang relatif terbatas. Bisa juga gagal turun jika harga akhirnya mampu naik dan ditutup lebih tinggi dari high sebelumnya.
Resistance 2670-2673 yang merupakan high 4 Okt dan 1 Okt 2024, sejauh ini masih relatif efektif sehingga kenaikan tertahan sementara waktu. Jika mampu ditembus, maka potensi turun dari pola shooting star relatif gagal. Kenaikan berikutnya ditentukan dari resistance FR 0% 2685.50 yang juga merupakan all time high. Di sisi penurunan, support terdekat 2635.07 (FR 23.6%), kemungkinan menjadi target terdekat dari penurunan tersebut. Dan jika ditembus, maka peluang penurunan melirik 2628.09 (low 11 Okt 2024), dan FR 38.2% 2603.87 sebagai target terjauh.

Di H4, harga sempat menyentuh level tertinggi 2666, tapi gagal untuk lanjutkan kenaikan. Meski demikian bukan berarti kenaikan tersebut gagal total dan tren berubah menjadi downtrend. Hal ini masih harus divalidasi dari penembusan level support yang lebih utama, yaitu FR 61.8% H4 2599.74, atau 2589 yang merupakan high dari wave 1 untuk menggagalkan pola naik dari Elliott wave secara keseluruhan. Selama kedua level tidak ditembus, maka penurunan dikategorikan sebagai koreksi turun yang wajar.
Jika dikaitkan dengan falling wedge dengan target utama 2670, maka kenaikan kemarin ke 2666 hanya selisih sedikit sehingga bisa juga dianggap selesai. Namun kenaikan dari wave 5 Elliott wave belum selesai. Wave 5 kemungkinan bergerak menjadi pecahan wave kecil “abcde” sehingga saat ini diperkirakan baru mencapai tahap wave a. Ekspektasi kami hari ini wave b untuk koreksi terbatas, dengan estimasi area orange kisaran 2623-2631 sebagai potensi target terdekat, sebelum akhirnya rebound naik wave c dan seterusnya secara bertahap menuju wave 5 seutuhnya.
Ini berarti opsi buy idealnya bisa dipertimbangkan kembali saat harga mendekati atau masuk zona orange 2623-2631, dengan pertimbangan bullish yang masih dominan ke depan. Termasuk juga bisa pertimbangkan switch to BUY jika ternyata penurunan tidak terjadi sampai area yang diinginkan, dan harga terlanjur naik tembus resistance 2670-2673.
Aturan dasar Elliott Wave, yaitu “Wave 4 tidak boleh lebih rendah dari high wave 1 (2589)” atau “penurunan terdekat dari wave 4 adalah 38.2%-50% dari panjang wave 3”, sejauh ini masih memenuhi syarat sehingga belum terjadi perubahan yang signifikan pada pola pergerakan emas.
Bearish reversal akan konfirm jika harga tembus FR 61.8% H4 2599.74, yang berarti juga mengancam wave 4! Jika berhasil tembus FR 61.8%, maka secara teori sudah membuka peluang untuk reversal bearish sehingga asumsinya target terdekat berada di 2589, dan penembusan di bawah zona tersebut berarti juga Elliott Wave gagal total. Jika syarat ini terpenuhi (diawali dengan konfirmasi penembusan FR 61.8%), maka Anda bisa lanjut melakukan SELL dengan potensi target terdekat 2589 dan terjauh 2570-2572.

Per jam 9.40 WIB, harga berada di 2650.50, dengan high di 2652.66 dan low 2647.16. Fibonacci Retracement (FR) ditarik dari bottom 2616.44 ke puncak 2661.31 (FR 0%). Penurunan sejauh ini 2 kali tertahan di zona FR 38.2% 2644.17, yang secara teori seharusnya mengindikasikan kenaikan masih relatif kuat. Tapi penurunan berikutnya jika kembali menguji FR 38.2%, maka dikuatirkan akan mudah tembus dan berlanjut ke zona FR 50% 2638 atau FR 61.8% 2633 untuk target penurunan terdekat.
Secara teori penurunan di bawah FR 61.8% akan berarti reversal bearish dan penurunan berlanjut dalam jangka pendek. Namun kali ini area 2626-2630 diduga kuat kemungkinan menjadi area demand yang moderat sehingga bisa kembali memicu kenaikan. Ini berarti jika SELL sudah terjadi dan sesuai ekspektasi, maka saat harga turun mendekati zona 2625-2630 sebaiknya segera exit, dan cari candle pembalikan untuk potensi buy di malam hari. Diperkuat dengan asumsi koreksi turun di H4 dan H1 yang terbatas sebelum akhirnya kembali ke jalur utama bullish.
Jika memutuskan buy di zona support yang dimaksud, maka sebaiknya pasang SL di bawah 2625 atau beberapa poin di bawah 2625 untuk mengantisipasi koreksi turun yang masih berlanjut.
Di malam hari hanya akan ada data NY Empire State Manufacture Index di jam 19.30 WIB dan consumer inflation expectation di jam 22.00 WIB yang memungkinkan untuk mendasari adanya rebound, dengan catatan data ekonomi harus lemah.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi SELL on Rally
Entry: 2653.00 – 2655.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward : 2641.00 ($12 - $14)
(follow/pertahankan SELL jika tembus 2644.70,
Target terdekat 2635, terjauh 2625, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2661.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di atas 2664.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi BUY jika Support tidak ditembus
Entry : 2624.00 – 2626.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2638.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2618.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di bawah 2620)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!
Dolar cenderung menguat terhadap mata uang lainnya seiring dengan optimisme akan pulihnya ekonomi global seiring dengan stimulus fiskal dari pemerintah China yang diumumkan kemarin. Melanjutkan pemaparan program stimulus oleh Menteri Keuangan - Lan Fo'an yang diumumkan sebelumnya di hari Sabtu di akhir pekan lalu, pada awalnya mendapat respon yang negatif karena tidak juga menyebutkan nominal yang akan dianggarkan untuk pemulihan ekonomi tersebut. Namun menyusul kemudian diumumkan bahwa pemerintah menganggarkan CNY 6 trilliun dengan jangka waktu 3 tahun yang dialokasikan untuk mengelola hutang pemerintah daerah dan memulihkan sektor perumahan yang sedang dilanda kemelut. Angka yang dianggarkan sebetulnya selaras dengan perkiraan pasar yaitu CNY 2 trilliun, namun di luar perkiraan pemerintah China menganggarkan hingga 3 tahun mendatang. Hal ini menandakan keseriusan untuk memulihkan kondisi ekonomi yang mengalami deflasi saat ini. Diharapkan pemulihan ekonomi dapat segera dilakukan dan ekonomi global akan kembali meningkat. Sementara itu kondisi ekonomi di AS relatif masih lebih baik dibandingkan negara maju lainnya sehingga ekspektasi akan pemangkasan suku bunga acuan Fed tidak seagresif sebelumnya. Dan stimulus ekonomi di China tersebut di atas secara tidak langsung mendukung langkah Fed untuk lebih konservatif dalam menurunkan suku bunga acuannya. Hal ini juga disepakati oleh Gubernur Fed Minneapolis - Neel Kashkari yang semalam mengatakan kebijakan moneter yang tepat saat ini dan seterusnya adalah pemangkasan suku bunga yang lebih konservatif agar tercapai 2 mandat bank sentral. Yang dimaksud dengan 2 mandat ini adalah mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas sektor tenaga kerja. Sedangkan Gubernur Fed - Michelle Bowman memperingatkan untuk lebih berhati-hati dalam melanjutkan kebijakan moneter dengan menyinggung sektor tenaga kerja yang terdampak oleh badai Helena dan Milton serta PHK yang dilakukan oleh perusahaan raksasa penerbangan Boeing. Kemungkinan hal-hal tersebut akan berpegaruh pada data Non-Farm Payroll yang akan dirilis di awal bulan November mendatang. Hari ini akan dirilis data indeks manufaktur negara bagian New York.
Yen relatif masih melemah terhadap dolar seiring dengan belum adanya kejelasan dari Bank Sentral Jepang (BOJ) untuk menentukan langkah moneter mereka selanjutnya. Di tengah pengaruh politik yang cukup menekan ruang gerak untuk menjalankan kebijakan moneternya. Perdana Menteri Jepang - Shigeru Ishiba yang menentang rencana kenaikan suku bunga BOJ membuat Gubernur - Kazuo Ueda semakin ragu akan rencana tersebut. Meskipun rekan sejawatnya rata-rata masih mendukung rencana kenaikan suku bunga acuan lebih lanjut.
Euro berlanjut melemah terhadap dolar menjelang pertemuan moneter Bank Sentral Eropa (ECB) pada hari Kamis nanti. Hampir dipastikan ECB akan kembali memangkas suku bunga acuannya sebanyak 25 bps seiring dengan melambatnya aktifitas ekonomi di kawasan Uni Eropa. Dalam laporan bulanan kementerian ekonomi di Jerman menunjukkan hal tersebut dalam kuartal terakhir. Selain itu biro Fitch juga menurunkan peringkat negara Prancis dari stabil menjadi negatif seiring dengan ketidakpastian politik dan kebijakan fiskal yang rumit.
Poundsterling relatif tertahan terhadap dolar seiring dengan kondisi ekonomi Inggris yang lebih baik daripada negara tetangganya di Uni Eropa. Setelah data pertumbuhan ekonomi GDP yang meningkat sehari sebelumnya. Hari ini akan dirilis data di sektor tenaga kerja di Inggris berupa klaim pengangguran dengan perkiraan semakin menurun meskipun tingkat pengangguran diperkirakan masih stabil. Dan data berikutnya yaitu berupa data inflasi yang akan dirilis esok hari akan menjadi perhatian pasar karena menjadi acuan bagi Bank Sentral Inggris (BOE) untuk menentukan langkah moneter berikutnya. BOE juga diperkirakan akan kembali memangkas suku bunga acuannya meskipun dengan peluang yang tidak sebanyak ECB.
Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial



