logo agrodana futures official
Buka Akun

CHART TECHNICAL ANALYSIS EURUSD

slide13

slide14

Suggest : SELL on Rally
Area : 1.10800 – 1.11000
Target : 1) 1.10200 2) 1.09600
SL : 1.11600

Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.10400
Switch to BUY jika tembus 1.12000

CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD

slide15

slide16

Suggest : SELL on Rally
Area : 1.33000 – 1.33200
Target : 1) 1.32400 2) 1.31800
SL : 1.33800

Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.32300
Switch to BUY jika tembus 1.34000

CHART TECHNICAL ANALYSIS  USDJPY

slide17

slide18

Suggest : SELL on Rally
Area : 143.800 – 144.000
Target : 1) 143.200 2) 142.600
SL : 144.600

Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 144.700
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 142.700

CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD (XAUUSD)

slide19

slide20

slide21

Suggest : BUY on Dip
Area : 2654.00 – 2656.00
Target : 1) 2662.00 2) 2668.00
SL : 2648.00 (ideal 3-5 points di bawah 2646.00)

Alternatif :
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2673.00
Switch to SELL jika tembus 2640.00

Gold (Emas)

Penggerak Pasar

Data ekonomi hanya berkisar pada indeks manufaktur Dallas Fed yang ternyata dirilis sedikit naik dibanding sebelumnya, -9.0 vs -9.7.  Angka tersebut menunjukkan angka yang netral secara keseluruhan di mana ada beberapa indikasi positif pada prospek ekonomi dan inflasi, tapi beberapa mengindikasikan adanya hambatan dari output dan pesanan baru. Cukup mengejutkan mengingat harga minyak yang sedang turun.

Beberapa pidato dari pejabat Fed muncul dimulai dengan pernyataan Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic dan juga Presiden Fed Chicago Austan Goolsbee. Keduanya muncul sebelum pernyataan Powell di pertengahan malam.

Fed Speakers

Bostic menyatakan terbuka untuk penurunan 50 bps di bulan November ika pasar tenaga kerja terus menunjukkan tanda-tanda pelemahan. Ekspektasinya adalah proses pelonggaran yang teratur seiring melambatnya inflasi dan pasar tenaga kerja yang tetap stabil. Meski demikian Bostic tetap mewaspadai inflasi inti karena data PCE di hari Jumat menunjukkan angka core PCE masih di 2.7%. 

Bostic menekankan urgensi untuk memantau pertumbuhan lapangan kerja. Dia mencatat jika pertumbuhan lapangan kerja melambat di bawah 100K, maka akan menimbulkan kekhawatiran tentang potensi masalah-masalah yang mendasari di pasar tenaga kerja. Meski demikian, laporan dari kontak bisnisnya mengatakan tidak ada PHK.

Di sisi lain Bostic memperkirakan pelonggaran Fed bertahap selama 15 bulan ke depan, dengan target suku bunga kebijakan 3.00%-3.25% di akhir 2025. Dot Plot Fed menunjukkan akhir 2025 suku bunga di kisaran 3.40%. Bostic juga mendukung total 50 bps di akhir tahun ini, dan penurunan suku bunga tambahan 25 bps tergantung pada inflasi dan pasar tenaga kerja yang akan dirilis. 

Sedangkan Goolsbee mengungkap keprihatinannya tentang potensi lanjutan dari penutupan Pelabuhan. Dia mencatat bahwa penurunan suku bunga merupakan respon terhadap normalisasi ekonomi. Meski melihat pasar tenaga kerja tetap stabil, tapi ada beberapa indikator peringatan. Bostic memprediksi akan ada banyak penurunan suku bunga di masa mendatang, dan menekankan bahwa pertimbangan penurunan suku bunga sudah jelas dan tidak terkait dengan pertimbangan politik. 

Penegasan Powell

Terlepas dari reaksi dolar yang sempat menguat saat Powell memberikan pernyataan dan sesi tanya jawab di acara National Association of Business Economists  (NABE), pernyataannya cenderung tidak banyak perubahan yang signifikan dari pernyataan sebelumnya di pertemuan FOMC 18 September yang lalu. 

Powell mencatat bahwa pendinginan lebih lanjut dari pasar tenaga kerja tidak diperlukan untuk mencapai target Fed karena ekonomi dan pasar tenaga kerja yang tetap dalam kondisi solid. Powell juga meyakinkan bahwa inflasi berada di jalur yang benar, berkelanjutan menuju 2% dan memperkirakan inflasi jasa perumahan akan terus turun selama pertumbuhan sewa untuk penyewa baru tetap rendah. Itu sebabnya Fed memutuskan memangkas 50 bps di pertemuan September. 

Powell juga kembali menegaskan bahwa proses penurunan suku bunga akan dilakukan secara bertahap, tergantung data ekonomi, dengan peluang 2 kali pemangkasan lagi di tahun 2024. 

Sedangkan data GDP menurut Powell menunjukkan pertumbuhan yang lebih kuat dibanding laporan sebelumnya di mana GDP tumbuh 3.4% di kuartal terakhir. Angka revisi menunjukkan konsumen kemungkinan memiliki lebih banyak daya beli sehingga membantu mempertahankan kekuatan ekonomi. 

Hal ini yang sempat membuat USD rebound diiringi imbal hasil karena pasar mengurangi ekspektasinya terhadap pemangkasan 50 bps lainnya di bulan November. CME Fed Watch tools menunjukkan ekspektasi 50 bps turun dari 53.3% sebelumnya menjadi 36.7%, dan ekspektasi 25 bps naik dari 46.7% menjadi 63.3%.

Fokus Hari Ini

Investor akan mencermati data ISM manufacture di jam 21.00 WIB. Tapi 15 menit sebelumnya akan ada data PMI manufacture yang dirilis versi S&P Global. Versi S&P Global memperkirakan terjadi penurunan dari 47.9 menjadi 47.0. Sementara versi ISM menunjukkan ekspektasi naik dari 47.2 menjadi 47.6. Namun keduanya diperkirakan tetap di zona kontraksi (di bawah angka indeks 50), yang berarti menunjukkan perlambatan di sektor manufaktur.

Sementara data ekonomi yang kuat akan menjadi pemicu penurunan atau koreksi turun dari emas. Dan sebaliknya data yang lemah akan menjadi alasan bagi emas kembali ke jalur kenaikannya.

Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah! 

gold nano 1200x700 kv

Analisis Teknikal Gold

Candlestick ditutup bearish dengan real body hitam dan harga ditutup lebih rendah dibanding hari sebelumnya sehingga memberi indikasi koreksi lanjutan di akhir bulan yang juga sekaligus akhir kuartal 3. Level terendah sentuh 2624.58, sementara tertinggi tertahan di 2665.94. Cermati candle putih panjang di tanggal 24 September 2024! Low berada di 2622.60 sehingga penurunan tadi malam berada sedikit di atas low 24 September tersebut.

Secara keseluruhan koreksi turun yang ditunggu-tunggu sejak 1 minggu terakhir baru muncul dan secara teori seharusnya masih bisa mengalami penurunan kembali. Tapi jika mengacu pada long white candle 24 September 2024 tersebut, maka penurunan bisa dianggap cukup normal dan belum berhasil tembus low 2622.60 tersebut. Ini berarti ada peluang untuk kembali rebound, namun di sisi lain rebound diperlukan penutupan kembali di atas 2640 untuk membuat kenaikan yang cukup kuat. Sebaliknya akan cenderung turun jika tembus 2622.60, dengan target potensial FE 61.8% Daily di 2615.40.

Di H4, FR ditarik dari bottom 2546.73 (FR 100%) sampai puncak 2685.50 (FR 0%) dan sejauh ini penurunan hingga tadi malam tertahan di area antara orange yang berada di kisaran FR 38.2% H4 2632.49 dan FR 50% H4 2616.11. Low tercatat di 2624.58. Ini berarti area orange sejauh ini masih cukup efektif sebagai support psikologis.

Berikutnya perhatikan pola pergerakan yang ada sejak terjadinya kenaikan di tanggal 11-16 September 2024. Jika melihat polanya, ada kecenderungan harga bergerak mengikuti pola Elliott Wave, dengan penurunan tadi malam dianggap sebagai wave 4 dan sejauh ini memenuhi syarat Elliott Wave di mana wave 4 biasanya koreksi sekitar 38.2%-50% dari panjang wave 3. Dengan demikian langkah berikutnya diperkirakan mulai rebound/naik sebagai wave 5. 

Wave 5 biasanya akan sama panjang dengan wave 1 atau sedikit lebih panjang tapi tidak lebih panjang dari wave 3. Tapi secara target, high dari wave 5 akan lebih tinggi dari high wave 3 sehingga peluang berikutnya adalah mencari pemicu untuk mendorong harga secara bertahap melewati FR 0% 2685.50. Jika data ekonomi malam nanti mendukung, maka bisa saja kenaikan bisa didapatkan dalam 1-2 hari ke depan.

Sebaliknya, penurunan juga tetap mengancam dan Elliott Wave bisa benar-benar gagal jika harga ternyata lanjut turun di bawah 2610-2615, terutama jika tembus di bawah 2600. Jika ini yang terjadi, maka disarankan switch strategi menjadi sell dengan target terdekat 2580-2583, dan terjauh 2545-2550.

Per jam 9.56 WIB, harga berada di 2636.66, dengan high di 2639.84 dan low 2632.05. FR ditarik dari bottom 2623.30 ke puncak 2685.50 (FR 0%). Harga bergerak turun di bawah zona orange di grafik H1, dan tertahan di atas FR 100% 2623.30, namun dengan cepat kembali naik dan masuk di dalam zona trend channel. 

Jika melihat pergerakannya, maka kami melihat pergerakan cenderung cukup optimal saat penurunan tersebut tertahan di zona support dari trend channel. Dan jika perhitungannya tepat, maka seharusnya mulai naik secara bertahap.

Kenaikan diperkirakan tidak mudah karena efek profit taking yang masih bisa terjadi ke depan. Namun ketidakpastian geopolitik dan pernyataan para pejabat Fed tentang potensi penurunan suku bunga berikutnya di 2 pertemuan terakhir 2024 bisa menjadi pondasi sehingga penurunan diharapkan tidak berlanjut lebih dalam.

Kenaikan diperkirakan bertahap bisa kembali menguji zona 2645-2650, dan jika data ekonomi nanti malam lemah, maka akan mendukung untuk kenaikan hingga kisaran resistance trend channel 2652-2654. 

Sebaliknya, penurunan juga turut mengancam. Jika support 2624-2625 kembali diuji, maka waspada penurunan tembus di bawah 2623 adalah isyarat bahwa koreksi turun masih bisa berlanjut ke kisaran support berikutnya 2610-2615, atau terjauh 2595-2600. Ini bisa terjadi jika data ekonomi nanti malam dirilis mengejutkan naik lebih kuat.

Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4! 

Trading Strategy: 
Opsi BUY dekat support
Entry: 2630.00 – 2632.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward :  2644.00 ($12 - $14) 
(follow/pertahankan BUY jika tembus 2656.50,
Target terdekat 2665, terjauh 2675, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2624.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 2625.00)
Risk Reward: 1: 2 
Opsi SELL jika support ditembus
Entry : 2623.00 – 2625.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2611.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2631.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 2634)
Risk Reward: 1: 2

Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!

Dolar rebound terhadap semua mata uang lainnya setelah pidato dari Ketua Fed - Jerome Powell tetap optimis terhadap kondisi ekonomi di AS saat ini dan tidak terlalu khawatir akan data-data ekonomi yang menurun. Dalam pidatonya Powell mengatakan revisi data pertumbuhan ekonomi, jumlah tabungan dan tingkat pendapatan personal menghilangkan resiko penurunan yang menjadi perhatian Fed selama ini. Namun ekspektasi akan pemangkasan suku bunga jumbo sepertinya tidak akan terjadi karena menurut Powell 2 kali lagi pemangkasan suku bunga dengan total 50 bps di tahun ini akan menjadi patokan jika ekonomi berjalan seperti yang diharapkan maka perlu beberapa tahun lagi untuk mencapai kondisi normal yang diinginkan Fed. Powell menambahkan ekonomi tetap solid tapi Fed perlu melangkah lebih maju dan mencegah sektor tenaga kerja melemah. Powell menyebutkan langkah pemangkasan jumbo Fed bulan lalu sebagai rekalibrasi terhadap turunnya inflasi yang cukup tajam sejak tahun lalu. Paska pidato Powell tersebut spekulasi akan pemangkasan suku bunga jumbo pada pertemuan moneter berikutnya merosot tajam dari 53% sebelumnya menjadi hanya 35% menurut CME Group's FedWatch Tool. Pejabat Fed lainnya - Michelle Bowman semalam juga masih mengungkapkan hal yang sama seperti yang diucapkan sebelumnya yaitu seputar kekhawatiran akan terlalu agresifnya Fed memangkas suku bunga acuan sementara resiko inflasi masih ada. Data ekonomi yang dirilis semalam juga positif dengan PMI di negara bagian Chicago mengalami peningkatan menjadi 46.6 yang lebih baik dari perkiraan stabil sama seperti periode sebelumnya 46.1. Hari ini akan dirilis data penting yaitu data dari sektor tenaga kerja berupa data lowongan kerja baru dari JOLTS dan data PMI di sektor manufaktur. Pejabat Fed juga akan memberikan pidato diantaranya Gubernur - Lisa Cook dan Gubernur Fed Atlanta - Raphael Bostic.

Yen ikut terkoreksi seiring dengan mata uang dolar yang rebound setelah sebelumnya menguat menyambut terpilihnya mantan Menteri Pertahanan - Shigeru Ishiba sebagai Perdana Menteri baru yang akan dilantik hari ini. Dengan terpilihnya Ishiba maka langkah moneter Bank Sentral Jepang (BOJ) akan semakin mudah untuk kembali menaikkan suku bunga acuan sesuai dengan kebijakannya saat ini. Karena Ishiba terkenal kritis terhadap stimulus moneter yang lalu dan pendukung kebijakan moneter kenaikan suku bunga acuan saat ini. Data ekonomi berupa Retail Sales mengalami peningkatan dari 2.7% menjadi 2.8% yang jauh lebih baik dari perkiraan turun 2.6%. Hal ini menunjukkan masih kuatnya daya beli masyarakat Jepang yang berpotensi mengangkat inflasi lebih tinggi. Sehingga memberi peluang bagi Bank Sentral Jepang (BOJ) untuk kembali menaikkan suku bunga acuannya sesuai dengan perkiraan pasar. Data di sektor industri mengalami peningkatan dengan data indeks manufaktur Tankan stabil 13 sama seperti periode sebelumnya yang lebih baik dari perkiraan  turun 12. Sedangkan di sektor non-manufaktur mengalami peningkatan dari 33 menjadi 34 yang lebih baik dari perkiraan turun 32. Sedangkan tingkat pengangguran mengalami penurunan dari 2.7% menjadi hanya 2.5% yang lebih baik dari perkiraan turun 2.6%. Sementara data PMI sektor manufaktur masih dalam zona kontraksi meski naik menjadi 49.7 dari perkiraan stagnan sama seperti periode sebelumnya 49.6.

Euro juga mengalami koreksi selain karena penguatan mata uang dolar namun juga karena data inflasi yang mixed. Data inflasi CPI di Jerman naik dari -0.1% menjadi 0.0% yang lebih rendah dari perkiraan naik +0.1%. Sedangkan di Italia inflasi CPI turun dari +0.2% menjadi -0.2% sesuai perkiraan. Hari ini masih akan dirilis data estimasi inflasi CPI untuk Uni Eropa secara keseluruhan dengan perkiraan turun dari 2.2% menjadi 1.8% dan dan data Core CPI juga turun dari 2.8% menjadi 2.7%. Jika dirilis sesuai atau lebih rendah dari perkiraan akan semakin memperbesar peluang bagi Bank Sentral Eropa (ECB) untuk kembali memangkas suku bunga acuannya pada pertemuan moneter pada pertengahan bulan ini. Selain itu juga akan dirilis data PMI di sektor manufaktur.

Poundsterling tertahan melawan penguatan mata uang dolar seiring dengan masih akan dipertahankannya suku bunga acuan sehingga perbedaan tingkat suku bunga dibanding negara lain membuat permintaan mata uang GBP terus meningkat. Sedangkan data ekonomi tidak terlalu mengembirakan dengan data pertumbuhan ekonomi GDP mengalami penurunan menjadi 0.5% lebih rendah dari perkiraan stabil sama seperti periode sebelumnya 0.6%. Pejabat Bank Sentral Inggris (BOE) - Megan Greene dalam pidato kemarin masih mengkhawatirkan akan adanya potensi inflasi kembali naik seiring dengan meningkatnya permintaan konsumen. Hari ini akan dirilis data PMI di sektor manufaktur dan jasa serta konstruksi. Malam ini Ketua Ahli Ekonomi BOE - Huw Pill dijadwalkan akan memberikan pidato.

Cek info lain di
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial

Gold (Emas)

Penggerak Pasar

Data PCE AS menunjukkan inflasi mendingin. Core PCE dirilis 0.1% vs ekspektasi 0.2%. Inflasi utama 2.2% y/y vs ekspektasi 2.3%, dan turun dibanding bulan sebelumnya 2.5%. Sementara itu pengeluaran konsumen juga menunjukkan penurunan dari 0.5% menjadi 0.2% m/m. Pendapatan pribadi juga relatif rendah di 0.2% vs ekspektasi 0.4%, cenderung stabil dibanding bulan sebelumnya 0.2%. 

Angka-angka tersebut menunjukkan pendapatan dan pengeluaran yang sedikit melunak, dan seharusnya memberi keyakinan bahwa ekonomi sedang mendingin. Dolar AS sentuh level terendah di sesi tersebut, tapi pergerakan relatif moderat.

Aksi jual dolar juga didukung sebagian besar oleh kabar tentang pemangkasan suku bunga China. Beberapa kekhawatiran terhadap risiko geopolitik juga membayangi di akhir pekan setelah beberapa media mengabarkan tewasnya pemimpin Hizbullah karena serangan udara Israel ke Lebanon Jumat malam. 

Sementara penguatan sempat terjadi pada USD disebabkan data sentimen konsumen dari Michigan tadi malam dirilis 70.1, lebih baik dari perkiraan 69.3, dan cenderung naik dibanding bulan sebelumnya 67.9. Sebagian besar dari perubahan ini adalah karena survei Michigan dipengaruhi oleh keberpihakan yang sangat besar. 

Pejabat Fed Tegaskan Dukungan Pemangkasan Suku Bunga

Di sisi lain, dalam interview dengan Financial Times (FT), Presiden Fed St Louis, Alberto Musalem mengatakan bahwa pemangkasan suku bunga di masa depan harus dilakukan secara bertahap. Tapi jika terjadi pelemahan lebih lanjut, maka Musalem mendukung langkah yang lebih cepat dari Fed (langkah lebih cepat = pemangkasan agresif). Hal ini tidak jauh berbeda dengan apa yang disampaikan Powell. 

Kembali ke Data Tenaga Kerja

Dengan inflasi yang mendingin, maka pasar kembali fokuskan diri ke data tenaga kerja yang memang membuat para pejabat berjuang untuk menghindari data tersebut semakin lemah. Itu sebabnya Fed memutuskan untuk menurunkan suku bunga pertamanya di bulan September dengan pemangkasan yang lebih agresif 50 bps.

Data akan diawali dengan ISM manufacture dan JOLTS Job Openings di hari Selasa,yang diperkirakan menguat tipis. Dilanjutkan dengan ADP di hari Rabu yang diperkirakan mengalami rebound dibanding bulan sebelumnya yang sempat turun di bawah 100K. ISM services akan menjadi data berikutnya yang perlu dicermati bersama initial jobless claims di hari Kamis. Kedua data juga diperkirakan sedikit rebound. Dan pusat perhatian utama akhirnya akan tertuju pada non farm payrolls dan unemployment rate di hari Jumat. Ekonom memperkirakan terjadi rebound pada data NFP tipis dari 142K menjadi 144K, sementara tingkat pengangguran diperkirakan stabil di 4.2%.

Data-data tersebut akan menjadi pemicu pergerakan berikutnya di luar risiko geopolitik yang kemungkinan hanya bersifat gangguan sementara. Selama tidak ada tanda-tanda serangan balasan dari Hizbullah, maka peluang kenaikan emas karena risiko geopolitik cenderung minim. Sementara data ekonomi yang kuat akan menjadi pemicu penurunan atau koreksi turun dari emas. Dan sebaliknya data yang lemah akan menjadi alasan bagi emas kembali ke jalur kenaikannya.

Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah! 

gold nano 1200x700 kv

Analisis Teknikal Gold

Candlestick ditutup bearish dengan real body hitam dan harga ditutup lebih rendah dibanding sehari sebelumnya. Secara teknis 2 candle terakhir bisa dianggap bearish engulfing sehingga peluang pergerakan cenderung turun hari ini secara teori. Tapi pembukaan pagi ini yang gap up di 2662.61 dibanding penutupan kemarin 2652.13 cenderung membuka peluang untuk kenaikan kembali. Ini akan valid jika harga mampu kembali naik dan tembus di atas 2674.15 (high 27 Sep 2024), atau minimal ditutup dengan candle hammer di atas 2657 kembali.

Proyeksi penurunan sejauh ini masih sejalan dengan potensi profit taking yang dinantikan mengingat kenaikan sudah berjalan 6 hari berturut-turut sehingga Jumat menjadi inisiator untuk potensi koreksi tersebut. Namun jika mengacu pada long white candle 24 September 2024, maka penurunan sejauh ini berada sedikit di atas 50% real body candle 24 September tersebut. Penurunan akan lebih tajam jika mampu tembus low 24 September 2024 di 2622.60. Selama tidak terjadi penembusan kedua support, maka penurunan hanya sebatas koreksi wajar seperti profit taking.

slide20

Di H4, FR ditarik dari bottom 2546.73 (FR 100%) sampai puncak 2685.50 (FR 0%) dan sejauh ini penurunan hingga Jumat malam cenderung tertahan di area antara FR 38.2% H4 2632.49 dan FR 23.6% H4 2652.75. Low Jumat tercatat di 2643.01. Itu sebabnya area tersebut dianggap cukup efektif sebagai support sejauh ini.

Dengan pembukaan gap up pagi ini di 2662.61 (compare dengan penutupan Jumat 2652.13), maka peluang kenaikan kembali terbuka. Penutupan gap sudah terjadi pagi ini dengan penurunan sentuh level 2647.32 di sesi Asia saat artikel ditulis. Jika area tersebut terus bertahan sebagai low untuk sisa hari ini, maka bisa dikatakan bahwa gap tertutup langsung dengan sempurna, dan pola kenaikan bisa berlanjut. 

Di sisi lain, kenaikan perlu validasi dari penembusan FR 0% 2685.50. Dan itu berarti butuh trigger atau pemicu yang cukup besar. Sejauh ini tidak ada respon ataupun reaksi berlebihan terkait geopolitik yang memanas di akhir pekan kemarin saat Israel mengatakan serangannya ke Lebanon berhasil menewaskan pemimpin Hizbullah dan pihak Hizbullah mengkonfirmasi hal tersebut.

Namun jika eskalasi kembali meningkat, maka emas berpotensi naik karena diincar sebagai safe haven. Sebaliknya, jika tidak ada tanda-tanda peningkatan, maka koreksi turun masih berpeluang terjadi, dengan area FR 38.2% 2632.49 dan FR 50% 2616.11 menjadi area potensial penurunan berikutnya. Dan kedua zona tersebut bisa menjadi opsi area buy selain zona 2640-2642 yang kami sarankan hari ini (berdasarkan area low hari Jumat). Downtrend jangka pendek akan lebih kuat jika harga mampu tembus FR 61.8% H4 yang ada di 2599. Ini berarti Anda bisa switch menjadi SELL jika resmi ditembus. Sebaliknya, jika Anda melihat harga tertahan di kisaran FR 38.2% dan 50%, maka sebaiknya strategi buy tetap dipertahankan.Alasan utama adalah fundamental ekonomi yang masih mendukung validasi sikap dovish para pejabat Fed. Data PCE di hari Jumat yang turun memperjelas kenapa dolar tetap lemah, dan menguntungkan bagi emas.

slide21

Per jam 9.43 WIB, harga berada di 2655.00, dengan high di 2665.94 dan low 2647.32. FR ditarik dari bottom 2623.30 ke puncak 2685.50 (FR 0%). Fokus area pergerakan terakhir di mana penurunan hari Jumat tertahan sedikit di bawah FR 61.8% H1 2647.06. Meski sempat turun hingga level 2643.01, dekat dengan zona orange, tapi candle berikutnya tetap ditutup di atas area tersebut sehingga bullish kembali terbuka.  

Gap yang terjadi pagi ini langsung ditutup dengan cepat dan masih di sesi Asia. Secara teori, karena gap sudah berhasil ditutup, maka peluang kenaikan akan lebih dominan. Namun kenaikan harus mampu naik di atas area FR 38.2% 2661.74, atau sebaiknya di atas resistance trend channel 2668/2670. Jika ini konfirm, maka pertahankan buy untuk incar target terdekat 2675 dan 2685.

Sebaliknya, jika harga turun dan tembus di bawah zona orange (2635-2637), maka Anda bisa switch strategi menjadi SELL, dengan peluang target terdekat 2623-2625, terjauh 2610-2615.

Waspadai pergerakan di malam hari yang bisa saja lebih luas! Market kemungkinan akan mencermati pidato Powell di malam hari yang hadir di acara konferensi National Association for Business Economics di jam 13.00 waktu Amerika atau 1700 GMT (sekitar 24.00 WIB). 

Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4! 

Trading Strategy: 
Opsi BUY dekat support
Entry: 2640.00 – 2642.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward :  2654.00 ($12 - $14) 
(follow/pertahankan BUY jika tembus 2656.50,
Target terdekat 2665, terjauh 2680, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2634.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 2635.00)
Risk Reward: 1: 2 


Opsi SELL jika support ditembus
Entry : 2625.00 – 2627.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2613.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2633.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 2635)
Risk Reward: 1: 2

Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!

Dolar masih cenderung melemah terhadap semua mata uang lainnya setelah data inflasi di AS menunjukkan inflasi semakin surut. Sementara mata uang Yen menguat tajam paska terpilihnya Shigeru Ishiba terpilih menjadi Perdana Menteri Jepang yang baru. Data inflasi dari sisi personal berupa data Personal Consumption Expenditure (PCE) yang dirilis Jumat lalu menunjukkan indikasi inflasi semakin menurun 0.1% sesuai perkiraan dari periode bulan sebelumnya 0.2%. Data Core PCE yang tidak menyertakan komponen BBM dan bahan pangan juga turun 0.1% lebih rendah dari perkiraan stabil sama seperti periode bulan sebelumnya 0.2%. Begitu pula jika dibandingkan dengan data PCE setahun sebelumnya terjadi penurunan dari 2.5% menjadi 2.2% yang lebih rendah dari perkiraan hanya turun 2.3%. Sedangkan Core PCE malah justru naik dari 2.6% menjadi 2.7% namun masih sesuai dengan perkiraan. Data lain berupa Consumer Spending yang menyumbang lebih dari dua pertiga aktivitas ekonomi AS mengalami penurunan dari 0.5% menjadi hanya 0.2% yang lebih rendah dari perkiraan turun 0.3%. Menurunnya anggaran belanja konsumen akan berpengaruh besar terhadap turunnya inflasi di kemudian hari. Meskipun hal ini dikaitkan dengan tingkat pendapatan yang juga menurun dari 2.5% menjadi hanya 2.2% yang lebih rendah dari perkiraan turun 2.3%. Dengan data-data ini semakin memvalidasi langkah moneter Fed yang diambil pekan lalu dengan memangkas suku bunga acuan dengan ukuran jumbo sebanyak 50 bps. Sehingga diperkirakan Fed masih akan terus menurunkan suku bunga acuan pada pertemuan moneter dengan pemangkasan jumbo berikutnya, memiliki peluang sebanyak 56.7% dari sebelum rilis data sebanyak 49.9% menurut CME's FedWatch Tool. Pekan ini akan dirilis sejumlah data dari sektor tenaga kerja dengan data utama berupa Non-Farm Payroll (NFP) yang akan dirilis di penghujung pekan ini. Hari ini ada data Chicago PMI yang akan disusul esoknya dengan data PMI di sektor manufaktur. Ketua Fed - Jerome Powell nanti malam dijadwalkan akan mengadakan pidato malam ini dan akan diikuti oleh pajabat Fed lainnya di tempat dan peristiwa berbeda sepanjang pekan ini.

Yen menguat tajam terhadap dolar setelah mantan Menteri Pertahanan - Shigeru Ishiba memenangkan pemilihan dan akan menjadi Perdana Menteri baru pada 1 Oktober esok hari. Dengan kemenangan tipis Ishiba mengalahkan Sanae Takaichi dalam kontestasi Partai Liberal Demokratik yang berkuasa di Jepang pada Jumat lalu. Ishiba terkenal kritis terhadap stimulus moneter yang lalu dan pendukung kebijakan moneter kenaikan suku bunga acuan saat ini. Sementara Takaichi yang sebenarnya lebih difavoritkan pasar kebalikannya dengan menentang kenaikan suku bunga lebih lanjut dan lebih mempertahankan kebijakan moneter dan fiskal yang longgar serta mata uang Yen yang lemah. Dengan terpilihnya Ishiba maka langkah moneter Bank Sentral Jepang (BOJ) akan semakin mudah untuk kembali menaikkan suku bunga acuan sesuai dengan kebijakannya saat ini. Sementara itu dari fundamental ekonomi, data Retail Sales di Jepang mengalami peningkatan dari 2.7% menjadi 2.8% yang jauh lebih baik dari perkiraan mengalami penurunan 2.6%. Data yang akan dirilis pekan ini berupa tingkat pengangguran dan survey di sektor manufaktur dari Tankan.

Euro melemah terhadap dolar terkait dengan pelemahan dolar terhadap Yen yang menguat tajam setelah terpilihnya Shigeru Ishiba untuk menjadi Perdana Menteri baru. Fundamental ekonomi di kawasan ini relatif mixed dengan data inflasi CPI di Prancis dan Spanyol turun di bawah perkiraan sedangkan Tingkat Pengangguran di Jerman mengalami peningkatan tajam. Dengan inflasi yang semakin menurun dan sektor tenaga kerja yang melemah maka langkah Bank Sentral Eropa (ECB) untuk kembali menurunkan suku bunga acuan semakin terbuka dengan eskpektasi pasar peluang tersebut mencapai lebih dari 90%. Hari ini akan dirilis data inflasi CPI di Jerman dan Italia.

Poundsterling juga melemah terhadap dolar meskipun fundamental ekonomi cenderung positif. Data Realized Sales dari CBI meningkat tajam dari -27 menjadi +4 yang jauh lebih baik dari perkiraan hanya membaik -17. Optimisme ekonomi akan semakin membaik diharapkan akan terwujud dalam rencana anggaran yang akan diumumkan oleh Menteri Keuangan yang baru hari ini. Sebelumnya Perdana Menteri - Keir Starmer pekan lalu mengatakan biaya untuk menutup pembiayaan publik akan didistribusikan secara merata dan akan mendapat dukungan penuh dari pemerintah dengan peraturan pemerintah dengan pendanaan semestinya. Dengan kebijakan ekonomi tersebut dan angka inflasi yang relatif tinggi membuat Bank Sentral Inggris (BOE) diperkirakan masih akan tetap mempertahankan suku bunga acuan saat ini untuk waktu lebih lama lagi. Hari ini akan dirilis data pertumbuhan ekonomi GDP. Pekan ini akan dirilis data PMI di sektor manufaktur dan jasa serta konstruksi. Sejumlah pejabat BOE juga dijadwalkan akan mengadakan pidato di tempat dan peristiwa berbeda.

Cek info lain di
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial

CHART TECHNICAL ANALYSIS EURUSD

slide13

slide14

Suggest : SELL on Rally
Area : 1.11800 – 1.12000
Target : 1) 1.11200 2) 1.10600
SL : 1.12600

Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.11000
Switch to BUY jika tembus 1.12600

CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD

slide15

slide16

Suggest : SELL on Rally
Area : 1.33800 – 1.34000
Target : 1) 1.33200 2) 1.32600
SL : 1.34600

Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.33000
Switch to BUY jika tembus 1.34600

CHART TECHNICAL ANALYSIS  USDJPY

slide17

slide18

Suggest : SELL on Rally
Area : 143.000 – 143.200
Target : 1) 142.400 2) 141.800
SL : 143.800

Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 144.000
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 141.500

CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD (XAUUSD)

slide19

slide20

slide21

Suggest : BUY on Dip
Area : 2640.00 – 2642.00
Target : 1) 2648.00 2) 2654.00
SL : 2634.00 (ideal 3-5 points di bawah 2635.00)

Alternatif :
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2656.50
Switch to SELL jika tembus 2625.00

Masih ragu dan memiliki pertanyaan lainnya ?

Kantor Pusat
Menara Batavia Lt. 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126,
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Berlangganan Newsletter Agrodana:
Ikuti Kami
facebook agrodanayoutube agrodanainstagram agrodana
agrodana iosagrodana android
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan
/ Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Ikuti Kami
alt=""alt=""alt=""
Kantor Pusat
Menara Batavia Lt 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126, Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Email:  [email protected]Whatsapp: +6281-988-3777
Berlangganan Newsletter Agrodana :
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan / Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Whatsapp Non Klien
crossmenuchevron-down