logo agrodana futures official
Buka Akun

CHART TECHNICAL ANALYSIS EURUSD

slide13

slide14

Suggest : BUY on Dip
Area : 1.10900 – 1.11100
Target : 1) 1.11700 2) 1.12300
SL : 1.10300

Alternatif :
Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.11500
Switch to SELL jika tembus 1.10000

CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD

slide15

slide16

Suggest : BUY on Dip
Area : 1.31400 – 1.31600
Target : 1) 1.32200 2) 1.32800
SL : 1.30800

Alternatif :
Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.32290
Switch to SELL jika tembus 1.30600

CHART TECHNICAL ANALYSIS  USDJPY

slide17

slide18

Suggest : SELL on Rally
Area : 141.700 – 141.900
Target : 1) 141.100 2) 140.500
SL : 142.500

Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 143.000
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 141.000

CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD (XAUUSD)

slide19

slide20

slide21

Suggest : BUY on Dip
Area : 2564.00 – 2566.00
Target : 1) 2572.00 2) 2578.00
SL : 2558.00 (ideal 3-5 points di bawah 2555.00)

Alternatif :
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2589.58 (FR0% H1)
Switch to SELL jika tembus 2540

Gold (Emas)

Penggerak Pasar

Secara umum, dolar bergerak lebih rendah seiring penurunan yang juga terjadi pada imbal hasil obligasi AS tenor 10-tahun. Hal ini dikarenakan rumor tentang penurunan suku bunga agresif yang semakin kuat di akhir pekan hingga Senin malam. 

Pembahasan tentang 25 vs 50 bps cukup ramai dengan probabilitas terbaru menunjukkan 63% untuk 50 bps. Bahkan pagi ini CME Fed Watch tools menunjukkan peluang 67% untuk penurunan suku bunga 50 bps dibandingkan 33% peluang untuk 25 bps. Angka ini mengalami lonjakan dibandingkan per 9 Sep 2024 yang memperkirakan peluang 70% untuk penurunan 25 bps dan 30% untuk penurunan 50 bps, termasuk juga lebih tinggi dibandingkan per 13 Sep 2024 yang memperkirakan peluang 50%-50% untuk penurunan 25 dan 50 bps.

Pandangan tertuju pada pernyataan reporter WSJ Nick Timiraos sejak akhir pekan lalu yang menulis bahwa Fed dalam kondisi dilema untuk mengawali penurunan suku bunga antara penurunan yang agresif 50 bps atau cukup penurunan standar 25 bps. Dan saat ini pasar akan menunggu sampai pengumuman dan pernyataan dari FOMC di hari Rabu malam waktu AS atau Kamis dinihari waktu Indonesia.

Rumor Suku Bunga Agresif Makin Kuat

Setidaknya ada 3 senator AS yang menyerukan pemangkasan suku bunga Fed sebesar 75 bps di hari Rabu. Ketiganya beralasan bahwa Fed sudah menunda terlalu lama. Elizabeth Warren, Sheldon Whitehouse dan John Hickenlooper (ketiganya dari Demokrat) berkirim surat kepada Ketua Federal Reserve Jerome Powell. Mereka menulis “ini jelas waktu yang tepat bagi Fed untuk menurunkan suku bunga. Faktanya, mungkin sudah terlambat, penundaan Fed sudah mengancam perekonomian dan membuat Fed tertinggal di belakang”. 

Mereka juga menyoroti kondisi pasar tenaga kerja yang terlihat mulai melambat sehingga mendesak Fed untuk segera menurunkan suku bunga untuk menghindari tergelincir ke arah potensi krisis.

Mantan pejabat Fed Dudley juga menyerukan hal yang sama sejak akhir pekan lalu dengan alasan bahwa dirinya sudah mengingatkan Fed untuk mulai menurunkan di pertemuan Juli, tapi diabaikan sehingga September diperkirakan akan menjadi pemangkasan yang agresif dari Fed.

Sementara penasihat ekonomi Gedung Putih Lael Brainard, yang juga mantan wakil ketua Fed di era Powell, menyebutkan bahwa saat ini cukup penting untuk menjaga momentum kemajuan di pasar tenaga kerja AS. Brainard menegaskan bahwa ekonomi AS sudah mencapai titik balik yang penting dalam memerangi inflasi. Inflasi kembali turun mendekati tingkat normal sehingga sangat penting untuk melanjutkan upaya mengatasi tantangan keterjangkauan dan menciptakan peluang bagi keluarga yang bekerja. 

Dan terakhir adalah report WSJ yang juga sebelumnya sempat dikenal sebagai Fed Watcher (pengamat Fed) sebelum Nick Timiraos, Jon Hilsenrath. Dia mengatakan bahwa Fed kemungkinan akan memangkas 50 bps di hari Rabu. Menurut Hilsenrath, Fed berada dalam apa yang disebutnya sebagai “Kereta Cepat” untuk menuju suku bunga netral. Dia juga memperkirakan Fed akan memangkas suku bunga sekitar 2 poin persentase (2%) sepanjang tahun depan. Sementara minggu ini sebagai langkah pembuka cukup masuk akal untuk bergerak paling agresif (50 bps). Hilsenrath menambahkan bahwa jika Fed tidak memberikan penurunan 50 bps, maka akan memberikan dampak negatif pada pasar yang bisa merugikan perekonomian AS.

Fokus Malam ini

Hari ini adalah hari pertama Fed melakukan pertemuan selama 2 hari, dan diakhiri besok dengan pengumuman suku bunga September dan juga proyeksi ekonomi ke depan. Pasar akan menantikan pengumuman Fed disertai press conference besok malam waktu setempat atau Kamis dinihari waktu Indonesia.

Sementara malam nanti, pasar akan mencermati data retail sales AS di jam 19.30 WIB yang diperkirakan menunjukkan penurunan dari 1.0% menjadi -0.2% m/m, dan core retail sales melemah dari 0.4% menjadi 0.2%. 

Jika data dirilis sesuai ekspektasi atau bahkan lebih rendah, maka dolar kembali melemah, dan emas berpeluang kembali naik. Sebaliknya, jika data lebih kuat dari ekspektasi, maka dolar berpeluang menguat, dan emas berpeluang terkoreksi turun.

Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah! 

gold nano 1200x700 kv

Analisis Teknikal Gold

Candlestick kembali ditutup bullish dengan real body putih yang pendek dan tail atas cenderung lebih panjang dari tail bawah. Biasanya ini menjadi pertanda akan terjadinya koreksi turun karena candle menyerupai shooting star yang muncul setelah bullish panjang sebelumnya. Tapi penurunan bisa gagal jika harga berhasil tembus dan tutup lebih tinggi dari high sebelumnya 2589.58.

Resistance saat ini berada di 2589.58 dan 2600 yang terdekat berikutnya. Jika gagal tembus, maka koreksi turun diperkirakan bisa kembali terjadi dengan peluang support kisaran 2575.31 (low 16 Sep 2024), dan 2561.78 (FR 23.6% Daily). Di sisi lain, target utama dari ascending triangle yang cenderung cukup jauh, kemungkinan baru akan terlihat setelah pengumuman FOMC besok malam. Namun secara umum market cenderung bullish seiring ekspektasi penurunan suku bunga Fed bulan September.

slide20

Di H4, FR ditarik dari bottom 2500.47 ke puncak 2589.58. Koreksi turun diperkirakan lebih dominan di sesi Asia hingga memasuki sesi Eropa ke depan. Ini didukung juga oleh posisi RSI yang cenderung overbought sehingga peluang koreksi turun bisa diharapkan terjadi hingga kisaran terdekat FR 23.6% 2568.55 atau FR 38.2% 2555.54, dan terjauh ke kisaran FR 50% 2545.02. 

Jika benar koreksi tersebut terjadi, maka opsi buy seharusnya bisa diincar di kisaran FR 23.6%, FR 38.2% atau FR50% tersebut. Atau area yang cukup ideal berada di antara FR 61.8% 2534.51 sampai FR 50% 2545.02 (misal 2535-2540), dengan SL idealnya ditempatkan di bawah 2534. 

Sementara jangka pendek opsi SELL masih bisa dilakukan dengan potensi target terjauh adalah zona FR 50% 2545, dan terdekat FR 23.6% 2568 atau low tadi malam di kisaran 2575. Namun, untuk SELL, sebaiknya tempatkan SL di atas FR 0% 2589.58 karena saat terjadi penembusan FR 0%, maka uptren akan berlanjut dan harga kembali mengikuti tren utamanya. 

Waspadai juga data retail sales di malam hari yang akan dirilis di jam 19.30 WIB. Data yang kuat akan membuat emas lanjut terkoreksi turun. Sebaliknya, data yang lemah, akan membuat emas kembali naik dan berada di jalur utamanya.

slide21

Per jam 09.55 WIB, harga berada di 2581.29, dengan high di 2586.25 dan low 2578.30. FR ditarik dari bottom 2512.96 ke puncak 2589.58 (FR 0%). Areanya sedikit lebih sempit dibanding penarikan FR di H4. Secara umum, ekspektasi skenario jangka pendek penurunan terjadi lebih dulu dengan catatan bahwa penurunan tersebut bersifat jangka pendek dengan mengacu ke area FR 23.6%, FR 38.2% atau FR 50%. 

RSI mulai menunjukkan area berada lebih rendah, meskipun tidak oversold. Namun dengan kondisi yang sudah mulai melandai, artinya dalam waktu dekat penurunan tersebut kemungkinan akan mulai terbatas. Ini berarti zona FR 23.6% (2571.50) ataupun 38.2% (2560.31). Atau bahkan area FR 50% yang juga cukup dekat dengan trendline support, kemungkinan akan menjadi strong support area.

Secara keseluruhan, kami masih melihat peluang untuk kenaikan seiring ekspektasi penurunan suku bunga yang semakin kuat sehingga penurunan dianggap sebagai peluang untuk mengicar zona buy, dan area demand yang cukup kuat diperkirakan akan berada di zona violet yang merupakan Golden Area, area yang diapit antara FR 61.8% 2542.23 dan FR 50% 2551.27.

Sementara strategi jangka pendek masih diperkenankan untuk SELL, tapi target pendek dengan jarak terdekat di 2571-2573 (FR 23.6%) dan terjauh 2551-2554 (dekat FR 50%). Tapi, waspada sebaiknya gunakan SL karena Anda sedang melawan sentimen pasar bullish yang cukup kuat!.

Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4! 

Trading Strategy: 
Opsi BUY on Dip
Entry: 2560.00 – 2562.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward :  2574.00 ($12 - $14) 
(follow/pertahankan BUY jika tembus 2590.00,
Target terdekat 2596, terjauh 2610, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2554.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 2555.00)
Risk Reward: 1: 2 

Opsi SELL jika support ditembus
Entry : 2540.00 – 2542.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2528.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2548.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 2545)
Risk Reward: 1: 2

Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!

Dolar melemah cukup tajam terhadap mata uang lainnya menjelang pertemuan moneter FOMC selama 2 hari yang akan dimulai hari ini dan akan berakhir besok. Ekspektasi akan langkah Fed yang lebih agresif dengan pemangkasan 50 bps kembali meningkat seiring dengan laporan dari Wall Street Journal dan Financial Times yang memberitakan bahwa Fed perlu memangkas suku bunga 50 bps untuk menjaga arah ekonomi menuju soft landing yaitu dengan mengendalikan inflasi dengan tetap mempertahankan pertumbuhan yang melambat terutama di sektor tenaga kerja. Dengan ekspektasi tersebut membuat spekulasi akan langkah Fed yang lebih agresif melonjak menjadi 60% dari peluang sebelumnya yang sempat menyentuh 15%. Dan juga terjadi pada yield obligasi pemerintah AS yang turun tajam menggambarkan spekulasi tersebut, dengan yield jangka terpendek yaitu 2 tahun mencapai level terendah dalam 2 tahun terakhir dari 3.94% 2 pekan lalu turun menjadi 3.5509%. Sedangkan yield jangka 10 tahun  juga turun 3.1 bps sehingga total dalam sepekan turun 30 bps. Hal ini menggambarkan antisipasi dari peluang Fed untuk memangkas suku bunga acuan dengan angka yang lebih agresif. Beberapa pekan  sebelumnya sejumlah data ekonomi baik berupa inflasi yang hanya sedikit menurun dan perlambatan di sektor tenaga kerja membuat ekspektasi langkah Fed yang moderat dengan hanya akan memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps. Namun laporan dari 2 media mainstream tersebut membuat ekspektasi pasar berubah drastis dengan meyinggung terjadinya perlambatan di sektor tenaga kerja dan masih tertahannya inflasi dikhawatirkan akan mengubah target soft landing Fed. Untuk kali ini pasar mengabaikan data ekonomi di sektor manufaktur di negara bagian New York yang meningkat tajam dari -4.7 menjadi +11.5 yang jauh lebih baik dari perkiraan hanya membaik -4.1. Hari ini akan dirilis data Retail Sales dengan perkiraan mengalami penurunan yang semakin memperkuat peluang Fed untuk lebih agresif agar tidak meleset dari target Fed. Selain itu juga akan dirilis data Industrial Production dan Business Inventories dan data di sektor perumahan.

Yen menguat terhadap dolar hingga level terendah sejak juli 2023 lalu dengan prospek akan kembalinya Bank Sentral Jepang (BOJ) menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan moneter mendatang. Pertemuan moneter BOJ terdekat dijadwalkan pada hari Jumat penghujung pekan ini, namun tidak diharapkan akan menaikkan dalam pekan ini juga mengingat BOJ belum lama atau tepatnya di akhir Juli lalu sudah menaikkan suku bunga acuan untuk kedua kalinya dan Fed juga baru saja akan menurunkan suku bunga acuannya. Sejumlah pejabat BOJ juga mendukung langkah moneter yang lebih berorientasi pada inflasi seperti pada umumnya bank sentral dunia lainnya. Prospek semakin menyempitnya perbedaan suku bunga di Jepang dengan negara-negara lain yang mulai memangkas suku bunga menjadi daya tarik mata uang Yen sekaligus mengurangi aksi carry trade yang membuat tingginya spekulasi pada mata uang ini. Setelah kemarin perbankan dan bursa saham di Jepang libur, hari ini kembali normal seperti biasa. Hari ini tidak ada data penting yang akan dirilis.

Euro terus menguat terhadap dolar meski pekan lalu Bank Sentral Eropa (ECB) kembali memangkas suku bunga acuan sesuai perkiraan. Namun prospek untuk pemangkasan suku bunga acuan berikutnya tidak sesuai ekspektasi pasar karena masih belum bisa dipastikan. Hal ini disampaikan oleh Presiden ECB - Christine Lagarde yang dalam konferensi pers-nya mengatakan keputusan moneter selanjutnya akan ditentukan oleh data dan kondisi ekonomi yang terjadi di kemudian hari. Berita yang agak memberikan kejelasan data dari anggota dewan gubernur ECB - Peter Kazimir yang mengatakan ECB kemungkinan baru akan kembali memangkas suku bunga acuan pada pertemuan moneter di bulan Desember mendatang untuk memastikan pengambilan keputusan yang tidak keliru dengan tidak terlalu terburu-buru. Data ekonomi juga cukup positif dengan surplus neraca perdagangan semakin meningkat menjadi 15.5B yang melampaui perkiraan 14.9B meski data periode sebelumnya direvisi sedikit menurun dari 17.5B menjadi hanya 17.0B. Hari ini akan dirilis data sentimen ekonomi dari ZEW.

Poundsterling juga menguat terhadap dolar menjelang pertemuan moneter Bank Sentral Inggris (BOE) yang dijadwalkan pada hari Kamis nanti sehari setelah pertemuan moneter FOMC. Setelah sebelumnya memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps pada bulan Agustus lalu membuat ekspektasi akan langkah BOE pada pertemuan tersebut adalah akan tetap mempertahankan suku bunga acuan saat ini. Berbeda dengan Fed yang hampir pasti akan memangkas suku bunga, dengan BOE diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga acuannya membuat daya tarik mata uang GBP semakin meningkat. BOE diperkirakan masih akan melakukan pemangkasan suku bunga acuan pada pertemuan moneter di bulan November mendatang. Data penting yang akan dirilis pekan ini adalah data inflasi yang akan dirilis esoak hari, dengan perkiraan inflasi CPI masih stagnan di angka 2.2% meski data Core CPI diperkirakan justru kembali meningkat.

Cek info lain di
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial

CHART TECHNICAL ANALYSIS EURUSD

slide13

slide14

Suggest : BUY on Dip
Area : 1.10800 – 1.11000
Target : 1) 1.11600 2) 1.12200
SL : 1.10200

Alternatif :
Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.11500
Switch to SELL jika tembus 1.10000

CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD

slide15

slide16

Suggest : BUY on Dip
Area : 1.31400 – 1.31600
Target : 1) 1.32200 2) 1.32800
SL : 1.30800

Alternatif :
Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.32290
Switch to SELL jika tembus 1.30600

CHART TECHNICAL ANALYSIS  USDJPY

slide17

slide18

Suggest : BUY on Dip
Area : 139.500 – 139.700
Target : 1) 140.300 2) 140.900
SL : 138.900

Alternatif :
Switch to SELL jika tembus 138.900
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 141.000

CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD (XAUUSD)

slide19

slide20

slide21

Suggest : BUY on Dip
Area : 2560.00 – 2562.00
Target : 1) 2568.00 2) 2574.00
SL : 2554.00 (ideal 3-5 points di bawah 2555.00)

Alternatif :
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2589.58 (FR0% H1)
Switch to SELL jika tembus 2540

Gold (Emas)

Penggerak Pasar

Ada dua faktor setidaknya yang mendukung kenaikan harga sehingga terciptanya rekor tertinggi baru untuk emas saat ini. Faktor pertama adalah data ekonomi yang relatif lunak, baik PPI maupun initial jobless claims. Data PPI dirilis 1.7% y/y vs ekspektasi 1.8%, sementara basis bulanan berada di 0.2% vs ekspektasi 0.1% m/m. Bukan kombinasi yang bagus, tapi kenaikan basis bulanan tidak berpengaruh signifikan. 

Sementara initial jobless claims kembali catatkan kenaikan di 230K sehingga membuat pasar melihatnya sebagai kondisi ketenagakerjaan yang relatif lunak.

Awalnya kedua data tersebut tidak mengubah persepsi apapun tentang pemangkasan suku bunga 25 bps dari Fed minggu depan. Namun, beberapa jam setelah data ekonomi pasar mulai optimis bahwa data pekerjaan tetap akan membuka peluang untuk siklus penurunan suku bunga (2-3 kali di tahun 2024, dan lanjut  beberapa di 2025). Bahkan kabar menyebut tentang kombinasi data CPI dan PPI terbaru memungkinkan untuk membuat data PCE yang dirilis di akhir bulan akan berada di kisaran 0.13% - 0.17% sehingga akan membuat inflasi tetap lebih rendah.

Reporter WSJ Nick Timiraos yang juga dikenal sebagai Fed Watcher mengungkap adanya dilema yang dihadapi oleh The Fed. Hal ini terkait apakah mereka akan memangkas suku bunga standar (25 bps) atau besar (50 bps). Hal ini memicu lebih banyak ekspektasi pasar bahwa Fed masih cukup terbuka untuk opsi pemangkasan suku bunga 50 bps.

Fokus Pasar Adalah Pangkas Suku Bunga!

Sampai saat ini sentimen pasar sedikitpun tidak goyah bahwa Fed dipastikan akan memangkas suku bunga di pertemuan bulan September (17-18 September) seperti yang disinyalkan oleh Jerome Powell di Jackson Hole Symposium 23 Agustus 2024 yang lalu didukung dengan pernyataan para pejabat Fed yang mayoritas bergeser ke sisi dovish. 

Pertanyaan tentang apakah 25 atau 50 bps masih terus bergulir, tapi tidak menjadi yang utama karena pasar saat ini terfokus pada kepastian penurunan suku bunganya. Meskipun demikian opsi 25 dan 50 bps masih tetap terbuka. 

CME Fedwatch tools menunjukkan probabilitas untuk penurunan suku bunga 25 bps turun dari 86% menjadi 59% setelah data semalam, sementara probabilitas 50 bps naik dari 14% menjadi 41%. 

Namun jangan lupakan bahwa yang terpenting dari semua itu bukanlah pemangkasan suku bunga September, melainkan pasar akan mencermati terkait dot plot dan juga estimasi GDP, inflasi dan ketenagakerjaan terbaru dari FOMC yang akan dirilis bersamaan dengan pengumuman suku bunga minggu depan. 

Dot plot yang menunjukkan alur suku bunga lebih penting. Jika dot plot menunjukkan 2-3 kali penurunan suku bunga di 2024 dilanjutkan dengan beberapa penurunan di 2025, maka Fed dinilai dovish dan itu akan positif untuk emas. Sebaliknya, jika dot plot hanya menunjukkan 1 kali penurunan di 2024, maka hal itu akan berpeluang membuat emas terkoreksi turun dengan cepat di minggu depan.

Fokus Malam ini

Investor hanya akan melihat data Michigan consumer sentiment yang juga diikuti dengan 1 & 5 year inflation expectation. Meski bukan data tingkat tinggi, tapi kadang cukup berguna untuk melihat ekspektasi inflasi tahun depan. 

Jika data dirilis lebih lemah dari ekspektasi, maka emas punya peluang naik. Sebaliknya, jika data lebih kuat dari ekspektasi maka emas berpeluang turun

Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah! 

gold nano 1200x700 kv

Analisis Teknikal Gold

Candlestick kembali ditutup bullish dengan real body putih yang panjang dengan harga tertinggi berhasil sentuh 2559.89 yang juga akhirnya ditutup dengan rekor tertinggi baru. Kenaikan ini juga sekaligus tembus dari zona resistance rectangle yang merupakan bagian dari konsolidasi 1 bulan terakhir pasca tembus resistance dari pola yang dicurigai sebagai ascending triangle. Dengan demikian secara teori seharusnya kita masih akan mendapatkan kenaikan lanjutan dari pola ascending triangle yang sempat tertunda selama 1 bulan.
Zona resistance 2527-2531 berhasil ditembus dan emas ciptakan rekor tertinggi baru di 2567.95 di sesi Asia pagi ini. Sementara FE 161.8% H4 berada di 2585.90, dan target utama dari pola ascending triangle daily adalah 2676. Namun estimasi kami kita mungkin belum akan mencapai target tersebut karena malam ini data ekonomi relatif ringan. Di sisi lain, support kini berada di kisaran 2556.31 (FE 61.8% Weekly) yang terdekat, lalu 2527-2531 yang sebelumnya sempat menjadi resistance tangguh dalam 1 bulan terakhir.

slide20

Di H4, akhirnya kita mendapatkan breakout atau penembusan zona resistance 2527-2531 yang merupakan zona resistance tangguh dalam 1 bulan terakhir, dan FE 100% 2527.12 menjadi bagian yang sulit ditembus beberapa waktu terakhir. Ini berarti membuka peluang untuk mencapai FR 161.8% di 2585.90. Juga sekaligus semakin terbuka untuk mencapai zona 2600-an dalam waktu dekat.

Secara teknis, peluang BUY masih tetap terbuka, tapi idealnya koreksi turun diperlukan untuk mendapatkan zona BUY yang relatif lower risk. Ini berarti peluang koreksi yang wajar bisa terjadi di kisaran 2527-2531 (FE 100% H4 sekaligus resistance psikologis sebelumnya) sampai support terdekat 2553-2556 yang diperoleh dari FE 61.8% Weekly. 

Sebaliknya, penurunan di bawah 2527-2531 akan menandakan reversal bearish jangka pendek dengan asumsi kenaikan yang sudah terlalu tinggi. Jika ini yang terjadi, maka opsi SELL bisa dilakukan jika konfirm tembus, dengan target terdekat 2518-2520, dan terjauh 2500-2504. 

Mengingat data ekonomi malam nanti hanya berkisar pada Michigan Consumer Sentiment, maka respon market diperkirakan tidak terlalu signifikan karena pasar saat ini terfokus pada ekspektasi penurunan suku bunga Fed minggu depan.

slide21

Per jam 09.55 WIB, harga berada di 2564.30, dengan high di 2567.95 dan low 2556.65. Pagi ini kami menggunakan FR yang ditarik dari bottom 2500.47 ke puncak 2559.89 (FR 0%). Ternyata harga berhasil tembus di atas FR 0%, dan jika 2 jam ke depan (sekitar jam 10 dan 11 WIB) harga tetap di atas FR 0%, maka resistance resmi ditembus. Dengan demikian zona support terbaru akan berada di 2556-2559, selain tentunya support area 2545 (FR 23.6% H1) dan 2537.19 (FR 38.2% H1). 

RSI cenderung menunjukkan overbought sehingga akan relatif aman dan risiko lebih rendah jika Buy dilakukan saat terjadi koreksi ke kisaran FR 23.6% atau maksimum FR 38.2%. Sebaliknya SELL akan jauh lebih konfirm jika harga berhasil tembus support area hijau ataupun trendline support yang ada di kisaran 2523-2525. Jika ini yang terjadi, maka target penurunan diperkirakan bisa kembali menguji zona 2512-1514 atau maksimum tekanan hingga 2498-2500. 

Secara keseluruhan, kami masih melihat peluang untuk kenaikan dan menciptakan rekor tertinggi seiring ekspektasi penurunan suku bunga Fed minggu depan, dan pasar mulai akan fokus pada dot plot Fed daripada berdebat 25 vs 50 bps pertama.

Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4! 

Trading Strategy: 
Opsi BUY on Dip
Entry: 2546.00 – 2548.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward :  2560.00 ($12 - $14) 
(follow/pertahankan BUY jika tembus 2565.00,
Target terdekat 2572, terjauh 2585, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2540.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 2537.00)
Risk Reward: 1: 2 

Opsi SELL jika support ditembus
Entry : 2521.00 – 2523.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2509.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2529.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 2530)
Risk Reward: 1: 2

Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!

CHART TECHNICAL ANALYSIS EURUSD

slide13

slide14

Suggest : BUY on Dip
Area : 1.10500 – 1.10700
Target : 1) 1.11300 2) 1.11900
SL : 1.09900

Alternatif :
Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.11000
Switch to SELL jika tembus 1.09600

CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD

slide15

slide16

Suggest : BUY on Dip
Area : 1.30600 – 1.30800
Target : 1) 1.31400 2) 1.32000
SL : 1.30000

Alternatif :
Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.31500
Switch to SELL jika tembus 1.30000

CHART TECHNICAL ANALYSIS  USDJPY

slide17

slide18

Suggest : SELL on Rally
Area : 141.500 – 141.700
Target : 1) 140.900 2) 140.300
SL : 142.300

Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 143.000
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 140.500

CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD (XAUUSD)

slide19

slide20

slide21

Suggest : BUY on Dip
Area : 2546.00 – 2548.00
Target : 1) 2554.00 2) 2560.00
SL : 2540.00 (ideal 3-5 points di bawah 2537.00)

Alternatif :
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2565.00 (R2)
Switch to SELL jika tembus 2523
DISCLAIMER ON!

Masih ragu dan memiliki pertanyaan lainnya ?

Kantor Pusat
Menara Batavia Lt. 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126,
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Berlangganan Newsletter Agrodana:
Ikuti Kami
facebook agrodanayoutube agrodanainstagram agrodana
agrodana iosagrodana android
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan
/ Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Ikuti Kami
alt=""alt=""alt=""
Kantor Pusat
Menara Batavia Lt 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126, Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Email:  [email protected]Whatsapp: +6281-988-3777
Berlangganan Newsletter Agrodana :
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan / Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Whatsapp Non Klien
crossmenuchevron-down