Laporan CPI dirilis sesuai ekspektasi, melemah dari 2.9% bulan sebelumnya menjadi 2.5% y/y, dan basis bulanan tetap di 0.2%. Sementara core CPI juga relatif stabil di 3.2% y/y seperti bulan sebelumnya. Satu-satunya yang meleset adalah core CPI basis bulanan yang ternyata naik menjadi 0.3% m/m dari sebelumnya 0.2%.
Angka ini membuat ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga 50 bps berkurang sehingga emas yang semula bereaksi positif justru berbalik turun dengan cepat pasca sentuh 2528. Tapi di sisi lain penurunan juga terhenti di 2500 sebelum akhirnya harga berbalik dengan cepat ke 2516 dan berakhir tutup di 2511.
Imbal hasil Treasury AS berhasil rebound dan mendorong dolar kembali naik. Tapi secara keseluruhan, dolar ditutup dengan posisi candle daily berbentuk hanging man dengan real body kecil dan tail bawah yang panjang dibanding tail atas sehingga memberi indikasi bahwa pelemahan dolar masih bisa terjadi ke depan. Ini berarti juga bahwa posisi emas masih memiliki peluang untuk kembali naik mengingat saat ini harga berada di zona tengah, cukup dekat dengan resistance dan juga all time high 2531.44.
Perdebatan 25 vs 50 bps berlanjut
Dengan data core CPI bulanan menunjukkan kenaikan, pasar melihat peluang pemangkasan suku bunga 50 bps berkurang. CME Fedwatch Tools menunjukkan probabilitas untuk penurunan suku bunga 25 bps melonjak dari 66% sebelum data CPI dirilis, menjadi 85% peluang setelah data CPI dirilis tadi malam. Sementara peluang 50 bps turun dari sebelum data CPI di 34% menjadi hanya sekitar 15% saja.
Citi juga menurunkan proyeksi penurunan suku bunga Fed bulan September dari sebelumnya 50 bps, menjadi 25 bps pasca data CPI dirilis tadi malam. Meski demikian Citi tidak menghapus pandangannya tentang penurunan suku bunga 50 bps. Citi melihat masih ada peluang untuk Fed memangkas lebih agresif sebesar 50 bps di pertemuan 7 November dan 18 Desember 2024. Citi mempertahankan proyeksi pemangkasan suku bunga Fed sebesar 125 bps hingga akhir tahun 2024.
Sementara polling yang dilakukan reuters menunjukkan 92 dari 101 ekonom memperkirakan pemangkasan 25 bps minggu depan. Sebanyak 65 dari 95 ekonom memperkirakan 3 kali pemangkasan 25 bps untuk sisa tahun ini, dan 54 dari 71 ekonom percaya bahwa Fed akan menurunkan suku bunga sebesar 50 bps di salah satu pertemuan sebagai hal yang “tidak mungkin”. Kemudian dari poin terakhir, 13 ekonom berpendapat bahwa hal tersebut “mungkin” terjadi.
Dan JP Morgan masih memperkirakan Fed bisa pangkas 50 bps minggu depan. JP Morgan mengutip adanya pergeseran fokus ke arah pasar tenaga kerja yang melemah. Inflasi sudah mendingin sehingga tidak ada masalah inflasi yang terlalu signifikan. Hasil CPI yang dirilis tadi malam tidak membutuhkan tindakan drastis dari Fed sehingga minim kemungkinan untuk mendapat pemangkasan 50 bps minggu depan, kecuali dari data pekerjaan yang relatif lemah.

Pasar akan kembali mencermati data initial jobless claims malam ini di jam 19.30 WIB, bersamaan dengan rilis data PPI. PPI sendiri diharapkan tetap di 0.1% m/m, sementara initial jobless claims diperkirakan stabil di 227K. Continuing jobless claims diperkirakan sedikit naik dari 1.838K menjadi 1.839K. Minggu lalu data ini juga menjadi pertimbangan sehingga membuat dolar menguat.
Jika data dirilis lebih lemah dari ekspektasi (jobless claims naik, PPI turun), maka emas punya peluang untuk kembali menguji resistance 2527-2531. Atau bahkan tembus jika data jauh lebih lemah. Sebaliknya, jika data lebih kuat dari ekspektasi (jobless claims turun, PPI naik), maka emas berpeluang turun. Bahkan penurunan bisa saja tembus support 2490-2493 jika data dirilis jauh lebih kuat.
Di sisi lain penting untuk diingat bahwa berapapun pemangkasan suku bunga awal di pertemuan September, investor lebih fokus dengan dot plot Fed yang juga akan dirilis di FOMC 17-18 September minggu depan.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick kembali ditutup bearish dengan real body hitam yang pendek, tapi kali ini cenderung membentuk pola candle spinning tops karena tail atas dan bawah yang imbang dan biasanya pertanda market masih “wait and see” untuk menunggu sinyal berikutnya. Di sisi lain penutupan tetap berada di atas zona 2500, meskipun sedikit lebih rendah dibanding penutupan sehari sebelumnya (2511 vs 2516).
Zona resistance 2527-2531 masih bertahan karena kenaikan kembali terhenti di 2528.94, sementara terendah tertahan di 2500.47. Secara agregat range tidak berubah seperti 1 minggu terakhir, tapi range hari Rabu cenderung terbatas. Pasar membutuhkan petunjuk baru untuk menembus salah satu support maupun resistance 1 minggu terakhir 2480-2483 dan 2527-2531.

Di H4, kita kembali melihat pergerakan di zona yang masih relatif sama di mana FE 61.8% 2490.78 sebagai support dan FE 100% 2527.12 sebagai resistance belum mampu ditembus secara konsisten. Harga berada di zona tengah. Untuk selanjutnya pasar akan mencermati data initial jobless claims AS di jam 19.30 WIB untuk mendapat petunjuk baru dari data ekonomi. Jika FE 100% H4 di 2527.12 atau all time high 2531.44 berhasil ditembus, maka resistance terdekat 2556.31 yang merupakan FE 61.8% di grafik Weekly akan menjadi proyeksi target berikutnya yang terdekat.
Secara teknis, peluang BUY masih tetap terbuka, begitu juga SELL karena range area yang relatif tetap sama, dan bisa dikatakan sideway di kisaran 2490-2527. Jadi, strategi yang cukup aman adalah “buy dekat support, sell dekat resistance” selama belum ada perubahan sentimen utama dan belum terjadi breakout/penembusan salah satu zona. Yang harus diperhatikan adalah tetap memasang Stop Loss (SL di atas resistance jika SELL, SL di bawah support jika BUY) untuk mengantisipasi sewaktu-waktu breakout bisa terjadi kapanpun di salah satu zona.
Sentimen utama masih cenderung bullish mengingat ekspektasi suku bunga yang masih kuat meskipun masih terjadi perdebatan antara 25 bps atau 50 bps.
Penembusan zona resistance 2527-2531 akan membuka peluang terciptanya rekor tertinggi baru, dan zona 2556 adalah target terdekat berikutnya. Jika menginginkan SELL, sebaiknya dekat dengan zona 2427-2431 dan SL di atas 2431. Sebaliknya, penembusan support 2490-2493 akan menekan emas hingga support terdekat berikutnya zona 2470-2475. Jika ingin buy, maka relatif aman jika melakukan di dekat 2490-2493, dan SL di bawah 2490. Atau bisa juga menunggu zona 2470-2475 untuk BUY, dan SL di bawah 2470.

Per jam 09.35 WIB, harga berada di 2513.30, dengan high di 2515.15 dan low 2511.04. Masih menggunakan FR yang ditarik dari bottom 2485.24 ke puncak 2528.94. Harga turun dan tembus support trendline kami 2514 tadi malam, dan turun hingga kisaran 2500, sedikit di bawah FR 61.8% 2501.93. Tapi secara umum tidak dikatakan tembus karena harga kembali mampu naik dan ditutup di atas FR 61.8%.
Perhatikan trendline resistance pada gambar! Secara teknis, skenario kenaikan diperkirakan masih akan terhambat atau tertahan di bawah trendline tersebut, sehingga pull up diperkirakan hanya retest resistance (kisaran 2518-2520) sebelum akhirnya turun. Dan penurunan diperkirakan bisa kembali menguji zona low tadi malam 2500. Jika tembus, maka ekspektasi support berikutnya di zona violet kisaran 2490-2495 menjadi target potensial terdekat.
Opsi BUY diperkirakan akan muncul di antara zona violet kisaran 2490-2495 atau di zona orange kisaran 2470-2475. Jika data ekonomi malam nanti relatif lebih lemah dari ekspektasi, maka pantulan bisa lebih cepat terjadi di salah satu zona tersebut. Asumsi kami zona violet merupakan area demand moderat, artinya demand kemungkinan tidak terlalu kuat. Sementara zona orange diperkirakan menjadi zona demand yang lebih kuat dibanding zona violet. Tapi penurunan belum tentu akan mencapai zona orange tersebut.
Secara keseluruhan, kami masih melihat peluang untuk kenaikan dan menciptakan rekor tertinggi seiring ekspektasi penurunan suku bunga Fed minggu depan, dan pasar mulai akan fokus pada dot plot Fed daripada berdebat 25 vs 50 bps pertama.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi SELL on Rally
Entry: 2518.00 – 2520.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward : 2506.00 ($12 - $14)
(follow/pertahankan SELL jika tembus 2507.00,
Target terdekat 2500, terjauh 2494, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2526.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di atas 2526.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi BUY jika support tidak ditembus
Entry : 2488.00 – 2490.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2512.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2482.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di bawah 2480)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!
Dolar berlanjut menguat terhadap mata uang lainnya paska rilis data inflasi CPI semalam yang semakin memastikan bahwa Fed hanya akan memangkas suku bunga acuannya sebanyak 25 bps pekan depan. Meski inflasi CPI bulan lalu relatif masih sama dengan periode sebelumnya di 0.2% sesuai perkiraan dan Core CPI yang justru naik ke 0.3% di atas perkiraan stabil sama periode sebelumnya 0.2%. Namun jika dibandingkan dengan data setahun sebelumnya (year-on-year) inflasi CPI mengalami penurunan cukup signifikan dari 2.9% menjadi hanya 2.5% yang sedikit lebih rendah dari perkiraan turun 2.6%. Sedangkan data Core CPI year-on-yearnya masih stabil 3.2% sesuai perkiraan. Dengan data-data ini semakin mempersempit peluang Fed untuk memangkas suku bunga acuan yang lebih agresif dengan menurunkan sebanyak 50 bps. Dan ekspektasi akan pemangkasan sebanyak 25 bps semakin meningkat dengan peluang naik dari 66% menjadi 85% menurut CME Group's FedWatch tool. Sedangkan menurut perhitungan LSEG peluang tersebut lebih tinggi yaitu sebanyak 87%. Pelaku pasar memperkirakan Fed masih akan terus menurunkan suku bunga acuan sebanyak 100 bps hingga akhir tahun ini. Dari panggung politik dengan debat Capres AS kemarin untuk pemilu di bulan November mendatang antara Mantan Presiden AS - Donald Trump melawan Wakil Presiden AS saat ini - Kamala Harris. Terlihat Kamala lebih unggul dibandingkan dengan Trump sehingga elektabilitas Kamala ikut terangkat. Meskipun pelaku industri lebih mendukung Trump karena kebijakan yang akan diambilnya diantaranya perlindungan produk lokal dengan kenaikan tarif import dan juga janji akan menurunkan pajak perusahaan seperti yang sudah dilakukan pada periode masa jabatannya. Namun Trump kalah argumen dalam hal kesehatan fisik, tuduhan legalitas atas beberapa aksinya selama menjabat dahulu yang belum tuntas dan kebijakan pembatasan aborsi yang menjadi agenda kampanyenya saaat ini. Selain itu Kamala juga mendapat dukungan dari sejumlah artis yang populer di kalangan pemuda yang menjadi demografi pemilih terbanyak. Hari ini masih ada data inflasi dari sisi produsen PPI dan juga laporan mingguan klaim pengangguran.
Yen kembali menguat terhadap dolar setelah pejabat Bank Sentral Jepang (BOJ) mengkonfirmasi peluang besar untuk kembali menaikkan suku bunga acuannya dalam waktu dekat ini. Pejabat BOJ - Junko Nakagawa mengatakan hal tersebut kemarin dengan menyebut resiko inflasi di Jepang yang cenderung kembali naik. Meski demikian Nakagawa mengakui pertumbuhan ekonomi masih berjalan sesuai yang diinginkan namun tidak stabil. Bank Sental Jepang (BOJ) diperkirakan baru akan menaikkan suku bunga pertemuan moneter di bulan Oktober mendatang dengan memperhatikan sejumlah data inflasi yang akan dirilis beberapa waktu ke depan. Sementara data inflasi dari sisi produsen PPI yang dirilis pagi ini menunjukan kecenderungan menurun dari 3.0% menjadi 2.5% yang lebih rendah dari perkiraan hanya turun 2.8%. Sedangkan Manufacturing Indeks mengalami kenaikan tajam dari -1.0 menjadi +4.5 yang jauh lebih baik dari perkiraan semakin menurun -2.5.
Euro melemah terhadap dolar menjelang pertemuan moneter Bank Sentral Eropa (ECB) malam nanti. ECB perkiraan akan kembali memangkas suku bunga acuan untuk kedua kali setelah pertemuan moneter di bulan Juni lalu. Dengan perkiraan memangkas suku bunga acuan dengan pemangkasan sebanyak 25 bps. Presiden ECB dan sejumlah pejabat ECB beberapa waktu lalu mendukung pemangkasan suku bunga acuan yang akan ditentukan hari ini nanti. ECB juga diperkirakan masih akan menurunkan suku bunga pada pertemuan moneter selanjutnya di bulan Desember mendatang walau tidak sebanyak Fed. Hal ini akan semakin diperjelas pada konferensi pers dari Presiden ECB - Christine Lagarde 30 menit setelah pertemuan moneter ECB berakhir. Hasil pertemuan moneter dijadwalkan pada pukul 19:15 WIB.
Poundsterling juga terus melemah selain karena penguatan mata uang dolar namun juga oleh data ekonomi di Inggris yang mulai menunjukkan pelambatan ekonomi. Data pertumbuhan ekonomi GDP yang masih stagnan 0.0% yang lebih rendah dari perkiraan meningkat 0.2% menurut Pusat Statistik dan juga turun dari 0.5% menjadi 0.3% menurut NIESR. Data lain berupa Industrial/Manufakturing Production juga turun lebih rendah dari perkiraan. Termasuk juga data Output di sektor Konstruksi yang turun lebih rendah dari perkiraan. Dengan data-data ini semakin mempersempit ruang bagi Bank Sentral Inggris (BOE) untuk melonggarkan suku bunga acuan dalam waktu dekat ini. Selain karena BOE baru saja memangkas sebanyak 25 bps pada pertemuan moneter di bulan Agustus lalu. Namun masih terbuka peluang pemangkasan akan dilakukan pada pertemuan di bulan November mendatang. Hari ini akan dirilis data di sektor perumahan.
Cek info lain di
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial
Secara umum tidak ada data ekonomi AS yang cukup signifikan sampai malam tadi yang bisa mendukung volatilitas. Namun, sentiment nampaknya mulai mengarah pada ekspektasi inflasi yang lebih lunak seiring penurunan harga minyak mentah dunia yang tetap turun di bawah $70 per barel. Turunnya harga minyak dunia bisa membantu meredakan inflasi karena salah satu penyebab dari lonjakan inflasi adalah harga minyak yang tinggi sehingga mendorong harga-harga kebutuhan pokok cenderung naik.
Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun juga kembali turun sehingga penguatan dolar yang sempat terjadi pasca pernyataan Waller beberapa jam setelah data NFP dirilis hari Jumat hingga berlanjut di sesi perdagangan hari Senin, kini mulai menunjukkan tanda-tanda melemah. Turunnya imbal hasil tersebut meningkatkan pertaruhan pasar untuk laporan CPI yang lebih rendah.
Inflasi Diperkirakan Turun ke Level Terendah
Saat data inflasi AS meningkat, biasanya terjadi pergerakan pasar yang sangat besar pada data CPI. Tapi saat harga-harga mulai mendingin, pasar pun akan bereaksi. Sayangnya hal tersebut mulai berubah setelah Fed mengindikasikan bahwa mereka lebih fokus ke data ketenagakerjaan setelah melihat lonjakan pengangguran bulan Juli melalui data unemployment rate yang dirilis bulan Agustus lalu.
Tapi beberapa pengamat tetap meyakini bahwa inflasi akan tetap menjadi penggerak pasar dan tentunya menjadi data yang paling penting minggu ini.
Ekspektasi untuk CPI utama adalah +0.2% m/m dan +2.6% y/y. Ini akan menjadi angka terendah sejak tahun 2021. Bahkan faktanya berapapun angka tersebut, selama di bawah 2.9% (data bulan sebelumnya), akan tetap dianggap level terendah sejak 2021.
Bantuan lain untuk inflasi datang dari pasar minyak di mana harga sudah turun cukup jauh dalam seminggu terakhir dan sentuh level $65 per barel, turun lebih dari 25% di bawah harga saat waktu yang sama setahun lalu. Hal ini tentunya akan mendorong beberapa momentum penurunan inflasi dalam laporan bulan depan dan bisa membantu pasar melihat kejutan inflasi di kisaran 0.1 atau 0.2% m/m di bulan ini.
Inflasi yang lebih rendah akan membuat ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed semakin kuat sehingga dolar berpeluang melemah. Ini berarti positif untuk emas. Para ekonom dari beberapa bank besar merilis proyeksi inflasinya untuk Agustus yang akan dirilis nanti malam. Median forecast memperkirakan CPI utama turun di 2.5% y/y dan CPI core di kisaran 3.2%.

Untuk mendapatkan reaksi pasar yang volatile, maka dibutuhkan angka aktual 2 persentase poin lebih tinggi atau lebih rendah dari ekspektasi. Jika hanya selisih 1 persentase poin, maka tidak akan terlalu berdampak banyak, terutama jika itu berkaitan dengan kenaikan inflasi.

Kenaikan inflasi yang menunjukkan selisih sedikit di atas ekspektasi atau sama dengan bulan sebelumnya diperkirakan tidak akan mempengaruhi ekspektasi penurunan suku bunga Fed minggu depan. Ekspektasi tersebut hanya akan reda jika terjadi lonjakan ekstrim dengan selisih besar di atas ekspektasi atau di atas bulan sebelumnya (misal lonjakan di 3.2% atau lebih tinggi).
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick kembali ditutup bullish dengan real body putih yang pendek, dan kembali melirik zona resistance psikologis 2527-2531 sekaligus cukup dekat untuk membuka peluang ciptakan rekor tertinggi baru kembali. Level resistance 2531 berpeluang ditembus jika CPI malam nanti menunjukkan pendinginan inflasi (disinflasi) berlanjut.
Di sisi lain support terdekat saat ini berada di 2500 dan zona 2490-2493. Jika ditembus, maka peluang koreksi berlanjut hingga kisaran 2480-2483, atau kembali menguji 2470-2475. Sebaliknya, resistance akan berada di kisaran 2556 sebagai target potensial terdekat dan terjauh di 2585 jika berhasil tembus 2531.44.

Di H4, dengan zona yang masih relatif sama di mana FE 61.8% 2490.78 sebagai support dan FE 100% 2527.12 sebagai resistance, harga saat ini kembali mendekati FE 100% setelah dorongan naik di hari Selasa berhasil membuat harga tetap bertahan di atas zona 2511. Untuk selanjutnya pasar akan mencermati data inflasi AS di jam 19.30 WIB untuk mendapat petunjuk baru dari data ekonomi. Resistance terdekat 2556.31 merupakan FE 61.8% di grafik Weekly.
Secara teknis, peluang BUY diperkirakan kembali dominan. Namun jika kembali gagal tembus resistance 2527-2531 dan menciptakan rekor tertinggi baru, maka emas berpeluang kembali ditekan turun. Ini bisa terjadi jika ternyata terdapat kejutan pada data inflasi AS, yaitu kejutan lonjakan kenaikan inflasi di atas 2 persentase poin sehingga membuat sentiment bullish karena ekspektasi penurunan suku bunga diredam.
Sebaliknya, emas akan dengan mudah naik dan tembus resistance jika inflasi AS menunjukkan data yang melemah, atau bahkan bisa naik lebih tinggi jika inflasi turun 2 poin persentase. Ekspektasi inflasi turun 2.6% dari 2.9% y/y. Dengan angka tersebut sudah cukup membuat emas kembali naik dan menciptakan rekor tertinggi baru, dengan catatan angka core CPI maupun CPI basis bulanan (m/m) minimal tetap atau lebih rendah. Sebaliknya, penurunan di bawah zona 2490 – 2493 juga masih berpeluang terjadi, terutama jika data inflasi AS ternyata melonjak naik secara mengejutkan dari 2.9% menjadi 3.1% y/y, atau basis bulanan (m/m) naik ke 0.4% dari 0.2%. Jika ini yang terjadi, maka Anda bisa switch strategi menjadi SELL, dengan potensi terdekat penurunan ke zona 2480-2483 atau 2470-2475.

Per jam 10.00 WIB, harga berada di 2518.70, dengan high di 2522.46 dan low 2514.89. FR ditarik dari bottom 2485.24 ke puncak 2519.07. Harga sempat naik ke 2522 tapi candle masih ditutup di bawah 2519 sehingga belum dikatakan tembus secara resmi. False breakout yang terjadi di sesi Asia hari ini berpotensi memberi indikasi masih kuatnya zona resistance 2522-2527 sementara waktu, sehingga berpeluang terjadi penurunan lebih dulu. Hal ini juga didukung kondisi RSI yang nampak lebih landai meski tidak menunjukkan pola bearish divergence.
Secara teknis, skenario penurunan diharapkan terjadi lebih dulu di sesi Asia dan Eropa, dengan catatan trendline support yang juga berdekatan dengan FR 23.6% di 2511.09 akan menjadi area support terdekat, dan alternatif pertama untuk opsi buy. Kenaikan akan jauh lebih kuat jika setelah retest support dilanjutkan dengan kenaikan di atas 2519, dan terus berlanjut menguji resistance psikologis 2527-2531.
Opsi kedua BUY bisa dilakukan di Golden Area yang merupakan zona antara FR 61.8% 2498.16 dan FR 50% 2502.15 (asumsi buy di kisaran 2499-2501) dan Stop Loss ditempatkan di bawah 2498 untuk mengantisipasi reversal bearish jangka pendek.
Sementara, opsi SELL lebih baik dilakukan jika FR 61.8% 2498 ditembus dengan peluang penurunan kembali melirik zona orange kisaran 2470-2475 yang cukup potensial, atau jika data inflasi CPI benar-benar menguat sehingga menunda kenaikan emas.
Secara keseluruhan, kami melihat peluang untuk kenaikan dan menciptakan rekor tertinggi baru cenderung lebih besar, terutama jika didukung dengan inflasi yang lebih rendah. Dengan asumsi harga minyak yang tetap turun di bawah $70 per barel, maka inflasi AS diperkirakan akan kembali menunjukkan pendinginan inflasi terus berlanjut.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi BUY on Dip
Entry: 2508.00 – 2510.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward : 2522.00 ($12 - $14)
(follow/pertahankan BUY jika tembus 2531.44,
Target terdekat 2537, terjauh 2550, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2502.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 2498.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi BUY jika support tidak ditembus
Entry : 2471.00 – 2473.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2485.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2465.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di bawah 2464)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.10500 – 1.10700
Target : 1) 1.09600 2) 1.09000
SL : 1.11300
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.10000
Switch to BUY jika tembus 1.11500
Suggest : BUY on Dip
Area : 1.30500 – 1.30700
Target : 1) 1.31300 2) 1.31900
SL : 1.29900
Alternatif :
Pertahankan/follow BUY jika tembus 1.31200
Switch to SELL jika tembus 1.29800
Suggest : SELL on Rally
Area : 142.400 – 142.600
Target : 1) 141.800 2) 141.200
SL : 143.200
Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 143.500
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 141.000
Suggest : BUY on Dip
Area : 2508.00 – 2510.00
Target : 1) 2516.00 2) 2522.00
SL : 2502.00 (ideal 3-5 points di bawah 2498.00)
Alternatif :
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2531.44 (all time high)
Switch to SELL jika tembus 2493.90
DISCLAIMER ON!
Secara umum dolar AS masih menguat di hari Senin pasca kenaikan di hari Jumat saat Fed’s Waller mengatakan bahwa “pasar tenaga kerja melunak, tapi tidak memburuk” yang ditangkap oleh pasar sebagai pesan bahwa Fed tidak melihat alasan kuat untuk turunkan suku bunga 50 bps. Namun kenaikan ini kontradiksi dengan kondisi imbal hasil Treasury AS tenor 10-tahun yang justru mulai berbalik turun di pertengahan malam hingga penutupan sesi NY.
Emas yang awalnya sempat tertahan di zona 2500, dan turun selama sesi Asia dan Eropa, mulai mengalami rebound dari level terendah 2485 hingga ke 2507 di malam hari. Sesuai dengan pembahasan di live streaming hari Senin di channel youtube @AgrodanaFuturesOfficial, bahwa penurunan kemungkinan dicurigai masih relatif terbatas meskipun kenaikan juga relatif belum mampu bergerak lebih tinggi seiring minimnya petunjuk terbaru dari data ekonomi di hari Senin.
Minim Data, Debat Capres AS hari Selasa
Tidak ada agenda data ekonomi yang signifikan terlihat di hari ini dari AS. Sementara Inggris akan fokus dengan data pekerjaan, dan zona Eropa lebih fokus pada inflasi Jerman. Inggris mungkin akan menjadi alasan kuat untuk BOE tidak tergesa-gesa menurunkan suku bunga di pertemuan berikutnya, sementara inflasi Jerman bisa menjadi petunjuk tambahan tentang kondisi ekonomi di zona Euro mengingat Jerman sebagai negara dengan ekonomi terbesar di Kawasan tersebut sehingga bisa mempengaruhi kondisi zona Euro secara umum.
Jika inflasi Jerman cenderung memberi tekanan untuk ECB lanjutkan penurunan suku bunga pasca pertemuan September (pengumuman 12 September 2024), maka tekanan Euro berpotensi berlanjut. Dan hal ini bisa menjadi isyarat sekaligus tekanan untuk Federal Reserve yang juga sedang mempertimbangkan penurunan suku bunga perdana di pertemuan minggu depan. Jika ECB hampir dipastikan akan memangkas 25 bps minggu ini, Federal Reserve masih berdebat antara 25 atau 50 bps, dan hal itu sepertinya baru akan terlihat setelah data CPI besok malam.
Sementara itu, Selasa malam waktu Indonesia, pasar akan mencermati debat Calon Presiden AS Kamala Harris vs Donald Trump. Seharusnya debat ini merupakan debat putaran kedua. Tapi posisi Harris menggantikan Biden yang mundur setelah beberapa tekanan dan permintaan di internal partai mengingat kondisi Biden yang terlihat tidak prima di putaran pertama debat capress beberapa bulan lalu.
Yang akan menjadi menarik tentunya program-program yang akan diusung Harris yang diperkirakan masih akan melanjutkan program yang sempat diusung Biden. Tapi pasar akan mencoba mencermati lebih jauh figure Harris untuk pilpres AS yang kian dekat.

Mengingat posisi Harris menggantikan Biden di pilpres AS 2024, maka kita bisa saja menggunakan acuan saat debat perdana Biden vs Trump beberapa bulan lalu untuk melihat bagaimana reaksi pasar keuangan pasca debat. Saat itu Biden kalah telak dari Trump dengan performa yang kurang menguntungkan bagi Partai Republik, dan dolar saat itu menguat karena Trump unggul.
Meski Debat Capres AS tidak selalu menjadi market mover, tapi bisa saja apa yang terjadi pada putaran pertama Debat Capres AS tersebut kembali terulang. Jadi, jika Harris unggul dalam debat, maka dolar ada kemungkinan melemah, pasar ekuitas turun, dan itu berarti emas cenderung naik. Sebaliknya, jika Trump unggul dalam debat, maka ada peluang dolar lanjut menguat, pasar ekuitas naik, dan itu berarti kurang menguntungkan bagi emas. Tapi hal ini bisa berubah jika Harris mampu meyakinkan pasar melalui program unggulan yang diusungnya.
Namun, pada akhirnya reaksi dari debat capres tersebut diperkirakan relatif terbatas, dan pasar masih akan menahan diri sampai data inflasi CPI AS dirilis hari Rabu malam.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick ditutup bullish dengan real body putih dan tail bawah yang lebih panjang dari tail bawah, dan harga kembali ditutup di atas 2500. Secara keseluruhan tidak banyak perubahan yang terjadi dan pergerakan cenderung sideway dengan range 2485 sampai 2507 di hari Senin. Sementara secara teknis, belum ada perubahan range sejak 6 hari sesi perdagangan terakhir di kisaran 2471 – 2529. Pasar masih menunggu data inflasi yang akan dirilis hari Rabu, 11 September 2024.
Selama belum ada perubahan sentimen pasar terhadap ekspektasi penurunan suku bunga Fed di pertemuan minggu depan, maka zona yang sama masih diharapkan terjadi hari ini. Terlebih tidak adanya data ekonomi malam nanti, maka support akan menjadi zona buy, dan resistance akan menjadi zona sell. Support terdekat kisaran 2493-2497, dan terjauh 2470-2476 yang diperkirakan tetap menjadi area demand yang lebih kuat. Sementara resistance terdekat kisaran 25110-2515, terjauh 2527-2531 yang diperkirakan masih tetap bertahan sebagai supply kuat. Breakout salah satu zona kemungkinan bisa terjadi jika ada pemicu yang lebih jelas (kemungkinan CPI hari Rabu).

Di H4, kembali dengan kondisi harga yang masih mengalami kesulitan untuk tembus FE 100% 2527.12 dan support FE 61.8% 2490.78 meskipun penurunan kemarin sempat sentuh 2485.07 sebagai level terendah. Potensi terjauh yang terlihat potensial saat ini adalah mengulangi kembali pola pergerakan minggu lalu pada tanggal 3 dan 4 September 2024, di mana zona 2470-2476 kembali menjadi area support kuat yang tetap diperhitungkan, dan zona tersebut berhasil menahan penurunan lalu mendorong kembali harga naik di atas 2500-an.
Hari kedua dengan minimnya data ekonomi AS yang high impact hari ini kemungkinan dimanfaatkan pasar sebagai peluang konsolidasi dengan range pergerakan yang sama di tengah ketidakpastian berapa besar suku bunga yang akan dipangkas Fed di pertemuan September. Pasar masih tunggu data inflasi CPI besok malam.
Secara teknis, peluang BUY kali ini cenderung dominan. Namun kenaikan juga diperkirakan masih bisa terhambat di zona 2518-2520 atau resistance kuat 2527-2531 sehingga penurunan masih bisa membayangi jika resistance kembali gagal tembus. Di sini Anda bisa pertimbangkan untuk SELL, dengan SL di atas 2531 untuk mengantisipasi kemungkinan tembus dan menciptakan rekor tertinggi baru sebelum data inflasi hari Rabu.Sebaliknya, penurunan ke zona 2483 – 2485 juga masih berpeluang terjadi, dan double bottom dari H4 bisa saja terbentuk. Tapi jika support tersebut ditembus, maka double bottom gagal dan berpeluang turun lebih lanjut dengan target terdekat potensial menguji kembali area 2470-2476 seperti yang terjadi di 3 dan 4 September 2024. Dan jika tidak ada perubahan sentimen apapun yang signifikan terhadap penurunan suku bunga, maka zona 2470-2476 bisa kembali terjadi rebound. Di sini Anda bisa pertimbangkan kembali untuk peluang BUY dengan SL di bawah 2470.

Per jam 10.00 WIB, harga berada di 2503.70, dengan high di 2507.60 dan low 2501.71. FR masih menggunakan pola yang sama, ditarik dari bottom 2471.80 ke puncak 2523.38. Swing low terakhir tertahan di kisaran 2485, sedikit di bawah FR 61.8% 2491.50. Beruntung harga kembali naik dan candle berikutnya tetap bertahan di atas FR 61.8%, dan double bottom pun konfirm saat bottom 2483-2485 tidak ditembus dan neckline saat itu 2500 berhasil ditembus di malam hari.
Secara teknis, skenario hari ini diperkirakan cenderung naik, dengan asumsi area 2497 – 2500 akan menjadi support terdekat, dan harga kemudian berbalik naik hingga kisaran di atas 2511 (potensi mendekati area FR 0% 2523 atau sedikit lebih tinggi). Dan Anda harus tetap mewaspadai potensi rejection di dekat zona resistance, terutama mendekati resistance psikologis 2527-2531 yang sampai saat ini masih sulit ditembus.
Short-term cenderung dominan buy dan area 2495-2500 adalah zona yang cukup logis untuk peluang tersebut, dengan SL sebaiknya ditempatkan 3-5 poin di bawah 2491 (FR 61.8%) atau beberapa poin di bawah low tadi malam (2485).
Sementara, zona orange (2470-2476) bisa kembali muncul jika harga tembus 2483, dan bisa kembali diincar sebagai area demand (peluang buy), dengan SL sebaiknya ditempatkan di bawah 2468-2470 untuk mengantisipasi penembusan dan tekanan koreksi turun yang masih membayangi.
Secara keseluruhan kami cenderung melihat zona yang sama sebagai pengulangan area pergerakan seperti 1 minggu terakhir yang cenderung terbatas karena minimnya data ekonomi sampai setidaknya rilis data inflasi CPI besok malam!
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi BUY on Dip
Entry: 2495.00 – 2497.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward : 2509.00 ($12 - $14)
(follow/pertahankan BUY jika tembus 2511.20,
Target terdekat 2518, terjauh 2529, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2486.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 2485.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi BUY jika support tidak ditembus
Entry : 2471.00 – 2473.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2485.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2465.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di bawah 2464)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!
Dolar berlanjut menguat terhadap mata uang lainnya menjelang rilis data inflasi CPI esok hari yang akan memastikan seberapa banyak Fed akan memangkas suku bunga acuannya. Pertemuan moneter FOMC dijadwalkan pekan depan dengan perkiraan utama Fed hanya akan memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps. Laporan Non-Farm Payroll pekan lalu yang menunjukkan sektor tenaga kerja mulai melambat dan data inflasi CPI yang akan dirilis esok yang diperkirakan semakin turun memastikan langkah Fed tersebut. Ketua Fed - Jerome Powell dalam simposium Jackson Hole di Wyoming akhir Agustus lalu menegaskan sudah waktunya bagi Fed untuk melonggarkan kebijakan moneter merujuk pada pertemuan FOMC di bulan September pekan depan. Sektor tenaga kerja yang mulai melambat menjadikan Fed semakin perlu untuk segera menurunkan suku bunga acuannya. Sejumlah pejabat Fed juga sependapat untuk memangkas suku bunga acuan setelah rilis data di sektor tenaga kerja tersebut. Namun pejabat Fed tidak sepakat untuk menurunkan suku bunga acuan sebanyak 50 bps sehingga ekspektasi pasar semakin condong kepada penurunan 25 bps dengan peluang mencapai 71% dan hanya 29% untuk pemangkasan 50 bps menurut CME's FedWatch tool dan data LSEG London. Namun pemangkasan sebanyak 50 bps diperkirakan masih akan dilakukan pada pertemuan moneter FOMC di bulan November mendatang jika memang inflasi terus turun. Data ekonomi yang dirilis semalam berupa Consumer Credit menunjukkan terjadinya peningkatan tajam menjadi 25.5B yang lebih dari 2 kali lipat dari perkiraan 12.3 dan data periode sebelumnya direvisi menurun dari 6.9B menjadi hanya 5.2B. Hal ini menunjukkan meningkatnya permintaan kredit dengan harapan Fed akan segera menurunkan suku bunga acuannya. Hari ini tidak ada data penting hanya ada pidato dari 2 Gubernur Fed yaitu Michael Barr dan Michelle Bowman.
Yen melemah untuk pertama kali terhadap dolar setelah dalam 5 hari berturut-turut sebelumnya cenderung menguat. Pengalihan aset safe haven sepertinya lebih banyak ke mata uang dolar sehingga mata uang Yen terkoreksi. Dan karena perkiraan Bank Sental Jepang (BOJ) diperkirakan baru akan menaikkan suku bunga pertemuan moneter di bulan Oktober mendatang. Sehingga untuk sementara waktu pelaku pasar masih cenderung memilih aset safe haven berupa mata uang dolar dengan perkiraan Fed hanya akan memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps dan bukan 50 bps. Meskipun data ekonomi berupa Sentimen Ekonomi masih terus meningkat dari 47.5 menjadi 49.0 yang jauh lebih baik dari perkiraan hanya sedikit membaik 47.6. Siang ini akan dirilis data Preliminary Machine Tool Order.
Euro terus tertekan untuk hari kedua seiring dengan menguatnya mata uang dolar dan menjelang pertemuan moneter Bank Sentral Eropa (ECB) pada hari Kamis nanti. Dengan perkiraan ECB akan kembali memangkas suku bunga acuan untuk kedua kali setelah pertemuan moneter di bulan Juni lalu. Kondisi ekonomi di kawasan ini yang terus menerus menurun sehingga ekspektasi pasar memperkirakan ECB perlu bertindak pada pertemuan moneter kali ini. Tidak ini saja tapi ECB juga diperkirakan masih akan menurunkan suku bunga pada pertemuan moneter selanjutnya di bulan Desember mendatang. Hal ini terlihat dari data Sentimen Investor dari Sentix yang dirilis semakin mengalami penurunan dari -13.9 menjadi -15.4 jauh lebih buruk dari perkiraan membaik -12.4. Hari ini akan dirilis data inflasi CPI di Jerman dan data Industrial Production di Italia.
Poundsterling juga berlanjut melemah terhadap dolar hingga level terendah dalam 2 pekan terakhir menjelang data ekonomi di sektor tenaga kerja yang akan dirilis hari ini. Diperkirakan Klaim Pengangguran semakin berkurang dari 135.0K menjadi hanya 95.5K dan Tingkat Pengangguran menurun dari 4.2% menjadi 4.1 namun Upah rata-rata mengalami penurunan dari 4.5% menjadi 4.1%. Dengan semakin menurunnya upah meski lapangan kerja semakin meningkat namun tidak menambah pendapatan sehingga menandakan menurunnya aktifitas ekonomi. Sehingga Bank Sentral Inggris (BOE) masih akan mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan pekan depan. Gubernur BOE - Andrew Bailey dan Ketua Ahli Ekonomi BOE - Huw Pill sama-sama mengatakan belum waktunya BOE untuk memangkas suku bunga lebih lanjut. Selain karena BOE baru saja memangkas sebanyak 25 bps pada pertemuan moneter di bulan Agustus lalu. Namun masih terbuka peluang pemangkasan akan dilakukan pada pertemuan di bulan November mendatang.
Cek info lain di
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial



