logo agrodana futures official
Buka Akun

CHART TECHNICAL ANALYSIS EURUSD

slide13
slide14

Suggest : SELL on Rally
Area : 1.10100 – 1.10200
Target : 1) 1.09400 2) 1.08800
SL : 1.10800

Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 1.10470
Follow/Pertahankan SELL jika tembus 1.09600

CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD

slide15
slide16

Suggest : SELL on Rally
Area : 1.28200 – 1.28400
Target : 1) 1.27600 2) 1.27000
SL : 1.29000

Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 1.27900
Switch to BUY jika tembus 1.29400

CHART TECHNICAL ANALYSIS  USDJPY

slide17
slide18

Suggest : SELL on Rally
Area : 147.500 – 147.700
Target : 1) 146.900 2) 146.300
SL : 148.300

Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 148.630
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 146.226
DISCLAIMER ON!

CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD (XAUUSD)

slide19
slide20
slide21

Suggest : BUY on Dip
Area : 2427.00 – 2429.00
Target : 1) 2435.00 2) 2441.00
SL : 2421.00 (ideal 3-5 points under 2418)

Alternatif :
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2469.50
Switch to SELL jika tembus 2418.73
DISCLAIMER ON!

Dolar berlanjut melemah terhadap mata uang lainnya seiring dengan peluang Fed untuk segera menurunkan suku bunga acuannya semakin besar seiring dengan tekanan inflasi yang sudah semakin menurun. Data inflasi dari sisi konsumen CPI yang dirilis semalam menunjukkan meski terjadi kenaikan dari bulan sebelumnya dari -0.1% menjadi 0.2% dan data Core CPI yang tidak menyertakan komponen BBM dan bahan pangan sama-sama naik dari 0.1% menjadi 0.2%, keduanya sesuai perkiraan. Namun jika dibandingkan dengan periode setahun sebelumnya, data CPI terjadi penurunan menjadi 2.9% yang lebih rendah dari perkiraan masih stagnan sama seperti periode sebelumnya 3.0%. Ini merupakan penurunan di bawah 3.0% untuk pertama kali sejak awal tahun 2021 yang lalu. Begitu pula dengan data Core CPI year-on-year yang turun dari 3.3% menjadi 3.2% sesuai perkiraan. Dengan inflasi yang sudah semakin menurun maka peluang Fed untuk segera memangkas suku bunga acuan semakin terbuka. Sehari sebelumnya data inflasi dari sisi produsen PPI juga memperkuat peluang tersebut. Namun jika melihat angka inflasi bulanannya kemungkinan besar Fed tidak akan memangkas secara agresif seperti yang pasar harapkan sebelumnya. Pejabat Fed sendiri masih belum cukup yakin akan hal ini seperti yang disampaikan oleh Gubernur Fed Atlanta - Raphael Bostic yang mengatakan masih diperlukan data lebih banyak lagi untuk memastikan langkah yang harus dibuat. Meski demikian Bostic memperkirakan Fed baru akan memangkas suku bunga acuannya menjelang akhir tahun nanti sesudah memastikan bahwa inflasi benar-benar terkendali dan tidak akan kembali berbalik menaikkan suku bunga acuan lagi. Ekspektasi akan langkah Fed agresif menurunkan suku bunga acuan sebanyak 50 bps semakin berkurang dari sebelumnya mencapai 53% menjadi hanya 36% dan peluang untuk pemangkasan 25 bps semakin meningkat dari 47% menjadi 64% menurut CME Fed WacthTool. Hari ini akan dirilis sejumlah data penting yaitu data Retail Sales dan laporan mingguan klaim pengangguran serta data indeks manufaktur negara bagian New York dan Philadelphia. Sementara itu di luar perkiraan Bank Sentral New Zealand (RBNZ) memangkas suku bunga acuannya sebanyak 25 bps. Ini merupakan pemangkasan pertama kali dalam 4 tahun terakhir dan masih berencana untuk melanjutkan penurunan suku bunga berikutnya.

Yen kembali melemah terhadap dolar merespon berita Perdana Menteri - Fumio Kishida mengatakan akan mengundurkan diri dan tidak akan kembali mencalonkan diri kembali pada pemilu bulan depan. Meski demikian reaksi pasar tidak terlalu berdampak karena pasar lebih memberati kebijakan moneter dari BOJ dan juga kebijakan dari Kementerian Keuangan. Dengan BOJ yang berencana untuk mengetatkan kebijakan moneter sedangkan bank sentral lainnya masih mulai melonggarkan maka hal ini semakin mempersempit gerak pelaku carry trade. Fundamental ekonomi di Jepang sendiri mulai membaik dengan data pertumbuhan ekonomi GDP meningkat dari -0.5% menjadi 0.8% yang lebih baik dari perkiraan hanya meningkat 0.6%. Meskipun data indeks harga dari GDP mengalami penurunan 3.0% namun masih lebih tinggi dari perkiraan turun sampai 2.6%. Sedangkan data periode sebelumnya direvisi turun dari 3.6% menjadi 3.4%.

Euro sedikit menguat terhadap dolar seiring dengan kondisi ekonomi di kawasan ini yang relatif stabil. Data pertumbuhan ekonomi GDP kuartal lalu masih stabil sesuai perkiraan sama seperti periode sebelumnya 0.3% . Data di sektor tenaga kerja yang sedikit menurun dari 0.3% menjadi 0.2% masih sesuai perkiraan. Hanya data Industrial Production yang mengalami penurunan -0.1% yang meleset dari perkiraan naik 0.4% tapi data periode sebelumnya juga mengalami revisi menurun dari -0.6% menjadi -0.9%. Yang menjadikan data bulan lalu relatif masih meningkat. Hari ini Prancis dan Italia libur merayakan Assumption Day sehingga bursa saham dan perbankan di 2 negara ini tutup. Tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.

Poundsterling melemah meskipun dolar secara umum cenderung melemah dipicu oleh data inflasi yang kembali meningkat walau tidak sebanyak perkiraan. CPI di Inggris meningkat dari 2.0% menjadi 2.2% yang lebih rendah dari perkiraan naik hingga 2.3%. Namun data Core  CPI yang tidak menyertakan komponen BBM, bahan pangan, tembakau dan alkohol mengalami penurunan dari 3.5% menjadi 3.3% yang lebih rendah dari perkiraan hanya turun 3.4%. Inflasi kembali meningkat seiring dengan kenaikan dari sektor jasa yang dicermati oleh Bank Sentral Inggris (BOE) dalam memangkas suku bunga acuan pada pertemuan moneter terdahulu. Dengan data inflasi ini, ekspektasi akan langkah BOE kembali memangkas suku bunga pada pertemuan moneter di bulan September semakin meningkat dari 36% menjadi 44%. Hari ini akan dirilis data penting lainnya berupa pertumbuhan ekonomi GDP dengan perkiraan mengalami penurunan dari 0.4% menjadi hanya 0.0%.

Cek info lain di
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial

Gold (Emas)

Penggerak Pasar

Data PPI AS dirilis lebih rendah dari perkiraan sehingga membuat aksi jual dolar tetap dominan, dan pasar ekuitas mengalami rebound. Emas pun berhasil rebound pasca koreksi turun sentuh 2458.79. Pelemahan dolar tersebut juga didukung dengan penurunan imbal hasil Treasury As tenor 10 tahun.

PPI dirilis 0.1% vs ekspektasi 0.2% m/m. Sementara y/y turun dari 2.7% menjadi 2.2%. PPI inti di luar makanan dan energi juga mencatatkan penurunan menjadi 2.4% dari sebelumnya 3.0% y/y. Hal ini menjadi kabar baik meskipun tidak selalu bisa diartikan bahwa PPI yang lemah akan menghasilkan CPI yang lemah juga. Tapi setidaknya harapan tersebut tetap ada. 

Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic mengatakan keseimbangan risiko dalam perekonomian kembali ke level yang seharusnya. Bostic menilai inflasi baru-baru ini memberinya lebih banyak kepercayaan diri bahwa ekonomi bisa kembali ke 2%. Tapi masih perlu melihat lebih banyak data. Fed perlu memastikan bahwa tren inflasi itu nyata dan akan sangat buruk jika Fed menurunkan suku bunga tapi kemudian harus menaikkannya lagi jika inflasi tiba-tiba naik pasca pemangkasan suku bunga. 

Bostic : Tidak Buru-buru, tapi Cut Rate Akan terjadi

Raphael Bostic menambahkan dirinya bersedia menunggu penurunan suku bunga yang pertama. Tapi hal tersebut akan terjadi. Jika ekonomi berkembang sesuai dengan yang diperkirakan, maka aka nada penurunan suku bunga di akhir tahun ini. 

Bostic melihat inflasi perumahan yang sudah turun dalam beberapa bulan terakhir. Sementara tingkat pengangguran dalam skema besar masih cenderung rendah secara historis. Bagi Bostic masih ada pasar tenaga kerja yang kuat dan solid. Tapi Bostic tidak ingin mewaspadai jangan sampai pasar tenaga kerja beralih dari yang “hangat” menjadi “sangat dingin”. Menurutnya pasar tenaga kerja bisa melambat, tapi tidak terlalu mengkhawatirkan sehingga Bostic tidak melihat ada resesi.

Pandangan Para Ekonom

Beberapa ekonom dari bank investasi dan juga para Analis memberikan proyeksinya tentang inflasi bulan Juli yang akan dirilis malam nanti, jam 19.30 WIB.

july cpi forecasts

Secara rata-rata, perkiraan tengah melihat CPI utama naik 0.2% m/m dan 3.0% y/y. Sementara Core CPI diperkirakan naik di 0.19% m/m dan 3.2% y/y. FOMC sepertinya berada di jalur yang tepat untuk tetap memangkas suku bunga di pertemuan mendatang, 17-18 September 2024. Kira-kira berapa angka yang diperlukan untuk menggagalkan pemangkasan suku bunga tersebut?

Skenario Trading Data Inflasi AS

Berikut beberapa poin yang bisa dijadikan pertimbangan untuk skenario trading malam nanti.

skenario

Yang juga perlu dicermati adalah kenaikan angka inflasi kecil (selisih sekitar 0.1-0.2% dari ekspektasi kemungkinan tidak akan menggagalkan peluang pemangkasan suku bunga Fed di pertemuan September 2024. Seperti yang pernah disampaikan Powell di pertemuan FOMC 30-31 Juli 2024 yang lalu bahwa “satu titik data saja tidak cukup, tapi Fed perlu lebih banyak data yang masuk” sebelum memutuskan kebijakan suku bunga di pertemuan mendatang. Ini berarti dampak dari data yang “sedikit lebih tinggi” dari ekspektasi cenderung membuat dolar menguat terbatas, dan tekanan pada emas yang juga berpotensi terbatas.

Sementara itu pidato Jerome Powell di Jackson Hole Symposium 22-24 Agustus 2024 diperkirakan akan menjadi kunci utama yang akan dicermati investor global. Dan juga masih ada 1 data NFP di 6 September dan CPI di 11 September sebelum pertemuan FOMC 17-18 September 2024.

Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah! 

Analisis Teknikal Gold

Candlestick ditutup spinning tops dengan real body hitam pendek dan memiliki tail atas dan bawah yang relatif imbang sehingga secara teknis peluang bullish dan bearish cenderung imbang. Ini berarti tren berikutnya akan bergantung pada penutupan hari ini. Jika berhasil ditutup naik/lebih tinggi dibanding sebelumnya, maka emas berpeluang lanjutkan kenaikan. Sebaliknya, jika ditutup lebih rendah, maka emas berpeluang terkoreksi turun di hari berikutnya.

Meski terdapat ancaman geopolitik, tapi investor global kemungkinan akan mencermati data inflasi AS malam ini untuk petunjuk kebijakan moneter Fed di pertemuan September sehingga fluktuasi diperkirakan akan lebih besar saat data dirilis. Ini berarti juga potensi support 2438.70 (FR 23.6% Daily) dan resistance 2483.55 *FR 0% Daily) sama-sama memiliki potensi disentuh atau bahkan ditembus.

slide20

Di H4, Fibonacci retracement (FR) ditarik dari bottom 2380.91 (FR 100%) ke puncak 2476.80 (FR 0%). Koreksi turun diharapkan tetap dalam jalur normal koreksi dan itu berarti penurunan ke FR 23.6% 2454.17 yang terdekat maupun FR 50% 2428.86 yang terjauh seharusnya masih dikategorikan sebagai area pilihan untuk melakukan BUY. Sementara FR 61.8% 2417.54 yang juga berdekatan dengan trendline support akan menjadi area support terakhir yang kritis. Selama tidak ditembus, maka bullish masih tetap berpeluang. Sebaliknya, jika FR 61.8% maupun trendline support ditembus, maka tren berubah dari bullish menjadi bearish untuk jangka pendek.    

Area 2448-2452 merupakan area resistance kuat sebelumnya sehingga diharapkan area tersebut menjadi support kuat untuk beberapa waktu ke depan dan harga kembali terdorong naik mendekati resistance 2475-2477. 

Opsi buy bisa juga mengandalkan area 2440 (FR 38.2%), atau di dekat FR 50% 2428.86. Sementara “Golden Area” berada di antara FR 61.8% 2417.54 – FR 50% 2428.86. Ini berarti zona ideal akan berada di kisaran 2418-2426 sebagai “Golden Area” yang dimaksud, dan SL sebaiknya ditempatkan di bawah 2417.Sebaliknya, opsi SELL bisa dipertimbangkan jika tembus trendline support 2415-2417 atau tembus FR 61.8% 2417.54, dengan peluang terdekat tekanan turun bisa mengincar zona 2400-2404 yang terdekat, dan terjauh 2380-2384. Hal ini bisa saja terjadi jika CPI AS malam nanti ternyata dirilis jauh lebih kuat dari ekspektasi (skenario #3).

slide21

Per jam 10.20 WIB, harga berada di 2461.20, dengan high di 2472.45 dan low 2455.28. Harga berada di kisaran FE 61.8% 2458.31 dan FE 100% 2479.70. Meski belum resmi tembus, penurunan di sesi Asia bisa menjadi peringatan untuk potensi penurunan lanjutan yang bisa saja terjadi sebelum rilis data CPI malam nanti. Ini berarti ada 2 skenario yang harus diperhatikan terkait pergerakan. 

Asumsi sebelum data CPI dirilis ternyata Stop Loss disentuh (2452 atau terjauh 2448), maka sebaiknya entry selanjutnya menunggu data CPI di malam hari. Dan jika area penurunan tetap tertahan di 2415-2420, maka peluang buy kemungkinan masih bisa dilakukan. Tapi sebaliknya, jika area 2415 sudah ditembus, maka sebaiknya fokus dengan hasil data CPI yang dirilis.

Sebaliknya, jika sebelum data CPI dirilis malam nanti harga tidak menyentuh Stop Loss 2452 (atau terjauh 2448), dan berhasil naik hingga TP 2472, maka Anda bisa pertahankan BUY jika berhasil tembus 2476/2477. Tapi jika tidak tembus, maka sebaiknya exit terlebih dulu, dan entry berikutnya sesuai skenario saat data CPI (cek di artikel untuk skenario yang dimaksud!).

Secara teknis, koreksi di sesi Asia diharapkan terbatas, kemudian lanjut dengan kenaikan dan pola kenaikan lanjutan akan lebih kuat jika berhasil tembus 2476-2477. Sementara bearish akan lebih kuat jika tembus 2436.90 (FR 0% H1).

Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4! 

Trading Strategy: 
Opsi BUY on Dip
Entry: 2458.00 – 2460.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward :  2472.00 ($12 - $14) 
(bisa follow/pertahankan BUY jika tembus 2477.56 (resistance),
Target terdekat 2483, terjauh 2500, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2452.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 2450)
Risk Reward: 1: 2 

Opsi SELL jika support ditembus
Entry : 2434.00 – 2436.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2422.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2442.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 2442)
Risk Reward: 1: 2

Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!

CHART TECHNICAL ANALYSIS EURUSD

slide13
slide14

Suggest : BUY on Dip
Area : 1.09500 – 1.09700
Target : 1) 1.10300 2) 1.10900
SL : 1.08900

Alternatif :
Switch to SELL jika tembus 1.08700
Follow/Pertahankan BUY jika tembus 1.10100

CHART TECHNICAL ANALYSIS GBPUSD

slide15
slide16

Suggest : BUY on Dip
Area : 1.28200 – 1.28400
Target : 1) 1.29000 2) 1.29600
SL : 1.27600

Alternatif :
Pertahankan BUY jika tembus 1.28900
Switch to SELL jika tembus 1.27400

CHART TECHNICAL ANALYSIS  USDJPY

slide17
slide18

Suggest : SELL on Rally
Area : 147.000 – 147.200
Target : 1) 146.400 2) 145.800
SL : 147.800

Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 148.630
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 146.226
DISCLAIMER ON!

CHART TECHNICAL ANALYSIS GOLD (XAUUSD)

slide19
slide20
slide21

Suggest : BUY on Dip
Area : 2458.00 – 2460.00
Target : 1) 2466.00 2) 2472.00
SL : 2452.00 (ideal 3-5 points under 2450)

Alternatif :
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2483.55
Switch to SELL jika tembus 2436.90
DISCLAIMER ON!

Dolar cenderung melemah terhadap mata uang lainnya paska rilis data fundamental ekonomi yang semakin memperkuat peluang Fed untuk segera menurunkan suku bunga acuannya. Data inflasi dari sisi produsen PPI yang dirilis semalam menunjukkan tekanan inflasi sudah semakin menurun menjadi hanya 0.1% yang lebih rendah dari perkiraan masih sama seperti bulan sebelumnya 0.2%. Dan data Core PPI yang tidak menyertakan komponen  BBM dan bahan pangan juga mengalami penurunan 0.0% yang lebih rendah dari perkiraan hanya 0.2% dan data periode sebelumnya juga direvisi menurun dari 0.4% menjadi hanya 0.3%. Sedangkan jika dibandingkan dengan data periode setahun sebelumnya PPI mengalami penurunan menjadi 2.2% yang lebih rendah dari perkiraan 2.3% meskipun data periode sebelumnya direvisi sedikit meningkat dari 2.6% menjadi 2.7%. Dengan data Core PPI juga turun cukup signifikan dari 3.0% menjadi 2.4% yang lebih rendah dari perkiraan 2.7%. Data-data tersebut di atas diharapkan akan menurun pada data inflasi dari sisi konsumen CPI yang akan dirilis malam ini. CPI malam ini diperkirakan juga mengalami penurunan dari 3.0% menjadi 2.9% dan Core CPI-nya juga diperkirakan turun dari 3.3% menjadi 3.2%. Dengan inflasi yang semakin mendekati target 2% dan tanda-tanda aktifitas ekonomi yang semakin menurun akan membuat Fed perlu segera bertindak untuk menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan melakukan sedikit pelonggaran moneter yaitu dengan memangkas suku bunga acuan. Jika data yang dirilis nanti malam lebih rendah dari perkiraan seperti data PPI tersebut maka Fed berpeluang untuk memangkas suku bunga acuan lebih agresif sebanyak 50 bps. Spekulasi di pasar akan peluang Fed tersebut kembali meningkat yang sebelumnya sempat turun hingga 49% kembali naik menjadi 53.5% menurut CME Group's Fed Watch Tool. Sedangkan peluang memangkas sebanyak 25 bps menurun dari 51% menjadi hanya 47.5%. Data CPI malam ini akan dirilis pada pukul 19:30 WIB. Pagi ini Bank Sentral New Zealand (RBNZ) mengadakan pertemuan moneternya dengan perkiraan masih akan tetap mempertahankan suku bunga acuannya yang sudah bertahan sejak Mei tahun 2023 yang lalu.

Yen kembali menguat seiring dengan melemahnya mata uang dolar selain dari perubahan kebijakan moneter Bank Sentral Jepang (BOJ) yang lebih agresif dengan berorientasi pada inflasi membuat pelaku carry trade semakin berkurang. Perbedaan tingkat suku bunga antara Jepang yang sangat rendah sering dijadikan sasaran carry trade dengan menukarkan dengan suku bunga yang lebih tinggi di negara lain sehingga menyebabkan mata uang Yen bergerak secara tidak wajar. Pemerintah Jepang beberapa kali melakukan intervensi namun terbukti tidak terlalu efektif kecuali beberapa intervensi terakhir yang memanfaatkan momen melemahnya mata uang dolar. Selain perubahan kebijakan moneter BOJ, langkah pemerintah Jepang yang masih membuka peluang untuk melakukan intervensi semakin mempersempit ruang bagi pelaku carry trade. Parlemen Jepang dijadwalkan akan mengadakan pertemuan khusus pada 23 Agustus mendatang untuk membahas langkah BOJ pada pertemuan moneter terakhirnya yang lalu.

Euro menguat tajam karena pelemahan mata uang dolar meskipun fundamental ekonomi justru semakin memburuk di kawasan ini. Data Sentimen ekonomi dari ZEW yang dirilis kemarin menunjukkan merosot tajam dari 43.7 menjadi 17.9 yang jauh lebih buruk dari perkiraan hanya turun 35.4. Data yang sama untuk Jerman juga mengalami penurunan tajam dari 41.8 menjadi 18.2 yang juga jauh lebih buruk dari perkiraan hanya turun 32.6. Penurunan ini dipicu oleh melemahnya permintaan akan produk ekspor ditambah dengan ketidakpastian ekonomi dari kebijakan moneter yang ketat saat ini serta kekhawatiran akan melambatnya ekonomi di AS serta potensi ketegangan geopolitik di Timur Tengah menjadi alasan penurunan tersebut. Hari ini akan dirilis data pertumbuhan ekonomi GDP kuartal lalu dengan perkiraan masih stagnan di 0.3% sama seperti kuartal sebelumnya dan data sektor tenaga kerja dengan perkiraan mengalami penurunan dari 0.3%  menjadi 0.2%.

Poundsterling juga berlanjut menguat seiring dengan melemahnya mata uang dolar terhadap semua mata uang. Fundamental ekonomi di Inggris sendiri cukup variatif dengan data klaim pengangguran Claimant Count melonjak tajam 135.0K yang jauh di atas perkiraan hanya 14.5K dan data periode sebelumnya juga direvisi meningkat dari 32.3K menjadi 36.2K. Indeks upah rata-rata per 3 bulan juga menurun dari 5.7% menjadi hanya 4.5% yang sedikit lebih rendah dari perkiraan 4.6%. Meski demikian tingkat pengangguran mengalami penurunan dari 4.4% menjadi 4.2% yang lebih baik dari perkiraan meningkat 4.5%. Hari ini ada data penting yaitu data inflasi berturut-turut CPI, PPI, RPI dan HPI yang akan menentukan langkah moneter apa yang akan diambil oleh Bank Sentral Inggris (BOE) pada pertemuan moneter yang akan datang. Dengan perkiraan data CPI kembali meningkat dari 2.0% menjadi 2.3%, namun data Core CPI yang tidak menyertakan komponen BBM, bahan pangan, tembakau dari alkohol mengalami penurunan dari 3.5% menjadi 3.4%. Jika melihat perkiraan inflasi tersebut yang masih cukup jauh dari target sepertinya BOE masih akan tetap mempertahankan suku bunga acuannya untuk lebih lama lagi terlebih karena baru saja bulan lalu BOE memangkas suku bunga acuannya. Dan hal ini juga sudah disampaikan oleh Gubernur BOE - Andrew Bailey dan juga Ketua Ahli Ekonomi BOE - Huw Pill dalam beberapa kesempatan.

Cek info lain di
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial

Gold (Emas)

Penggerak Pasar

Sepinya data ekonomi AS di hari Senin tidak membuat kenaikan emas terhenti. Emas lanjutkan kenaikannya dan melampaui resistance 2438 dengan mudah di sesi Asia kemarin. Ada dua hal setidaknya yang kami lihat sebagai faktor pendorong tersebut di tengah minimnya data ekonomi yang high impact di hari Senin.

Faktor pertama adalah ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed bulan September yang semakin kuat pasca tekanan turun yang terjadi pada pasar ekuitas minggu lalu. Pasar memperhitungkan kemungkinan pemangkasan September hampir sepenuhnya terjadi. Namun, pasar bergeser ke fokus berapa besar yang akan dipangkas untuk pertama kalinya di bulan September.

Beberapa menilai Fed layak memangkas 50 bps, beberapa lainnya 25 bps. Bahkan ekspektasi sempat berkembang ke 75 bps di pertemuan September yang cukup agresif. Tapi hal itu dinilai tidak masuk akal. CME Fed Watch tools menunjukkan probabilitas 51% untuk pemangkasan 25 bps, dan 49% untuk pemangkasan 50 bps.

Faktor kedua yang juga menjadi pemicu adalah kondisi geopolitik. Kabar sejak akhir pekan adalah Iran maupun Hizbullah mempersiapkan serangan balasan ke Israel pasca tewasnya pemimpin Hamas saat berkunjung ke Iran. Informasi sebelumnya dari pejabat tinggi AS mengatakan bahwa Iran bersiap untuk menyerang Israel dalam waktu 24 jam. Emas pun naik sebagai safe haven. Tapi kemudian informasi terbaru dari Axios menyebut bahwa serangan tersebut tidak akan terjadi malam tadi. Normalnya jika informasi geopolitik tersebut tidak terbukti, maka emas akan terkoreksi turun dengan cepat. Tapi hal tersebut justru tidak terjadi. Pasar tidak melihat adanya pullback di emas yang signifikan. Bahkan di sesi Asia pagi ini, saat market Jepang mulai aktif dari liburan, emas tetap solid dalam kenaikan.

Geopolitik tetap bayangi Data Ekonomi

Meski belum terbukti, pasar kemungkinan masih mewaspadai jika sewaktu-waktu penyerangan tersebut berjalan. Emas kemungkinan diincar sebagai safe haven jika hal itu terbukti. Tapi di sisi lain, pasar juga tetap menantikan fundamental ekonomi yang memiliki dampak jauh lebih stabil terhadap pergerakan emas.

Namun, jika dalam 1-2 hari ke depan tidak ada yang terjadi pada geopolitik, maka investor global akan mengubah fokus utamanya ke data ekonomi dan inflasi adalah yang utama. AS akan merilis inflasi produsen (PPI) hari ini, dan inflasi konsumen (CPI) besok malam. Data tersebut lebih menunjang untuk kebijakan moneter Federal Reserve yang ditunggu-tunggu pasar. Pasar mencari data pendukung untuk membuat Fed memulai siklus pemangkasan suku bunganya di bulan September. Goldman Sachs memperkirakan data CPI Inti bulan Juli akan berada di bawah konsensus, sekitar 0.16% tanpa pembulatan sebesar 0.2%. GS terus melihat penurunan pada barang-barang inti yang diperkirakan turun 0.11% m/m, tapi diimbangi oleh kenaikan di sektor jasa yang naik 0.23%. Faktor pendorong utamanya adalah sewa setara pemilik yang tercatat naik 0.29% dan harga hotel yang juga naik 0.5%.

Fokus Hari Ini

Pasar akan mencermati data PPI di jam 19.30 WIB. Data ini meskipun tidak berkaitan dengan CPI besok malam, tapi kemungkinan pengaruhi data PCE yang akan dirilis di akhir bulan. PPI diperkirakan stabil di 0.2%, sementara PPI inti diperkirakan turun dari 0.4% menjadi 0.2%.

Data yang lemah akan menunjang untuk alasan pemangkasan suku bunga Fed bulan September, dan itu positif untuk kenaikan emas. Sebaliknya, data yang kuat di atas ekspektasi akan membuat emas berpeluang terkoreksi turun. Tapi perlu diingat bahwa kenaikan inflasi yang tipis (tidak terlalu jauh dari perkiraan) tidak akan mengubah ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed bulan September, sehingga penurunan emas kemungkinan relatif terbatas.

Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah! 

Analisis Teknikal Gold

Candlestick ditutup bullish dengan real body putih yang panjang sehingga secara teknis menunjukkan peluang kenaikan yang masih kuat. Tapi resistance yang juga all time high 2483.55 akan menjadi area resistance yang perlu dicermati. Penembusan di atas zona ini akan membuat emas menciptakan rekor tertinggi baru, dengan potensi target sesuai ketinggian pola yang dicurigai sebagai ascending triangle. Sebaliknya, rejection di zona tersebut akan membuat emas terkoreksi kembali dengan area FR 23.6% di 2438.70 sebagai support secara daily.

Di sisi lain, pasar akan mencermati perkembangan terbaru dari geopolitik di Timur Tengah. Sejauh ini belum ada indikasi serangan terhadap Israel oleh Iran maupun Hizbullah. Tapi emas tetap bertahan dalam kenaikan, karena secara fundamental ekonomi didukung oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed.

slide20

Di H4, Fibonacci retracement (FR) masih menggunakan area yang sama, yang ditarik dari puncak 2477.56 (FR 100%) ke bottom 2364.19 (FR 0%). Dan saat ini FR 100% 2477.56 menjadi resistance terakhir dari FR tersebut yang menentukan apakah emas akan semakin kuat dalam pola bullish, atau kembali ditekan koreksi turun.   

Area 2448-2452 adalah area support terdekat untuk potensi koreksi turun tersebut. Sementara support berikutnya berturut-turut adalah 2434.25 (FR 61.8%) dan 2420.88 (FR 50%) yang sebelumnya cukup kuat menahan laju kenaikan. Penurunan dianggap koreksi normal selama ketiga area tersebut tidak ditembus. Artinya, opsi buy bisa dilakukan di salah satu area, dengan strong support yang diperkirakan juga sebagai area demand yang lebih kuat berada di zona orange 2420-2426, sejajar dengan FR 50% 2420.88.

Opsi buy terdekat bisa mengandalkan area 2448-2452, dengan SL sebaiknya di bawah 2442. Sementara jika melakukan buy di zona 2432-2434, sebaiknya SL ditempatkan di bawah 2428. Dan jika melakukan buy di zona 2420-2426, maka SL sebaiknya ditempatkan di bawah 2418 yang sebelumnya sempat menjadi resistance psikologis.

Sebaliknya, opsi SELL bisa dipertimbangkan jika tembus trendline support 2408-2412, dengan peluang terdekat tekanan turun bisa mengincar zona 2390-2395, dan terjauh 2364-2370. Hal ini bisa saja terjadi jika geopolitik mereda dengan cepat, dan pasar melakukan aksi profit taking sebelum data CPI hari Rabu karena kenaikan yang cukup tinggi di hari Senin.

slide21

Per jam 9.15 WIB, harga berada di 2465.77, dengan high di 2476.80 dan low 2460.74. FR 0% 2436.90 berhasil ditembus, dan kini kami menggunakan Fibonacci Expansion (FE) yang ditarik dengan cara yang sama dengan FR, tapi menambahkan swing low terakhir di 2423. Diperoleh FE 61.8% 2458.54 yang langsung ditembus, dan FE 100% 2480.07 menahan kenaikan sementara waktu.

Idealnya koreksi turun tidak lebih dari FR 0% 2436.90 sehingga area ini kami anggap sebagai support psikologis untuk beberapa waktu ke depan. Selama tidak terjadi penembusan, maka uptrend cenderung menjadi tren utama. Area koreksi terdekat berada di FE 61.8% 2458.54 yang juga sama dengan dengan high 5 Agustus 2024. Support berikutnya terdekat di 2448-2452, dan 2436.90.

Zona buy diharapkan cukup efektif di kisaran 2442-2448, sehingga opsi buy di zona 2443-2445 diperkirakan masih cukup untuk mengincar pantulan kembali ke zona 2460-an dengan asumsi bahwa ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed bulan September semakin kuat mendukung sentimen bullish bagi emas. Opsi terakhir buy bisa dilakukan jika 2483.55 berhasil ditembus, dan membuka peluang kenaikan lanjutan ke FE 161.8% 2514.90.

Sebaliknya, opsi sell bisa dilakukan jika FR 0% 2436 ditembus sehingga membuka peluang koreksi lebih tajam ke zona 2423, 2415 atau 2408, support berikutnya yang cukup dekat.

Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4! 



Trading Strategy: 
Opsi BUY on Dip
Entry: 2443.00 – 2445.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward:  2457.00 ($12 - $14) 
(bisa follow/pertahankan BUY jika tembus 2483.55 (resistance),
Target terdekat 2490, terjauh 2505, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2437.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 2436)
Risk Reward: 1: 2 

 
Opsi SELL jika support ditembus
Entry : 2430.00 – 2432.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2418.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2438.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 2436)
Risk Reward: 1: 2

Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!

Masih ragu dan memiliki pertanyaan lainnya ?

Kantor Pusat
Menara Batavia Lt. 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126,
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Berlangganan Newsletter Agrodana:
Ikuti Kami
facebook agrodanayoutube agrodanainstagram agrodana
agrodana iosagrodana android
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan
/ Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Ikuti Kami
alt=""alt=""alt=""
Kantor Pusat
Menara Batavia Lt 3A
Jl. K.H. Mas Mansyur No.Kav. 126, Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat 10220
Telp: 021 - 57902535
Email:  [email protected]Whatsapp: +6281-988-3777
Berlangganan Newsletter Agrodana :
Berizin & Diawasi Oleh:
bappebti whitebi whiteojk white
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.

Copyright @2025 Agrodana Futures
Waspada Penipuan / Kebijakan Privasi / Pengaduan Nasabah
Whatsapp Non Klien
crossmenuchevron-down