Suggest : BUY on Dip
Area : 1.08900 – 1.09100
Target : 1) 1.09700 2) 1.10300
SL : 1.08300
Alternatif :
Switch to SELL jika tembus 1.08000
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.28000 – 1.28200
Target : 1) 1.27400 2) 1.26800
SL : 1.28800
Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 1.28900
Suggest : SELL on Rally
Area : 147.500 – 147.700
Target : 1) 146.900 2) 146.300
SL : 148.300
Alternatif :
Switch to BUY jika tembus 148.630
DISCLAIMER ON!
Suggest : BUY on Dip
Area : 2443 – 2445.00
Target : 1) 2451.00 2) 2457.00
SL : 2437.00 (ideal below 2436)
Alternatif :
Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2483.55
Switch to SELL jika tembus 2430.00
DISCLAIMER ON!
Pasar lanjutkan pemulihan pasca tekanan turun yang besar di hari Senin pekan kemarin di mana saham-saham anjlok dipicu oleh kekhawatiran resesi karena pasar menganggap Fed terlambat bertindak mengatasi lonjakan pengangguran. Hal ini juga yang membuat emas sempat turun di hari yang sama karena investor emas mengambil keuntungan di pasar emas untuk menutupi kerugian di pasar saham.
Tapi hal tersebut mulai pulih dengan beberapa data seperti ISM services yang menunjukkan kenaikan kembali di zona ekspansi, dan initial jobless claims yang tidak terlalu tinggi di hari Kamis sehingga kekhawatiran tersebut sedikit mereda. Meski demikian sempit ada beberapa pembicaraan tentang perlunya pertemuan darurat dan pemangkasan suku bunga sebesar 75 bps yang mencerminkan kekhawatiran yang berlebih pada pasar terhadap ketertinggalan Fed dalam menyesuaikan kebijakan suku bunganya.
Dengan pasar saham hampir menghapus penurunan tajamnya, pemulihan tersebut juga diikuti oleh rebound harga emas yang mulai beranjak di atas zona 2400 kembali. Dolar AS berbalik turun dengan aksi jual ringan secara keseluruhan membatasi kenaikan di sesi perdagangan hari Jumat, meredakan permintaan dolar sebagai safe haven.
Di sisi lain, di akhir pekan, pasar minyak berhati-hati dengan menempatkan Israel dalam posisi Siaga Tinggi karena adanya indikasi yang menunjukkan serangan Iran dalam waktu dekat. Hal ini terjadi setelah pengamatan di Iran Barat yang menunjukkan adanya serangan dalam waktu dekat.
Beberapa informasi menyebut kemungkinan Hizbullah akan memulai serangan lebih dulu, kemudian Iran akan menyerang beberapa jam kemudian. Meningkatnya ketegangan di Timur Tengah membuat harga minyak kembali naik di pasar, dan hal ini akan mendorong permintaan emas sebagai safe haven juga. Meski demikian, kami tetap sarankan untuk tidak terlalu mengutamakan efek geopolitik yang biasanya akan cenderung terbatas.

Gubernur Bank Sentral AS Michelle Bowman mengatakan Fed harus berhati-hati pada penurunan suku bunga, mengingat risiko inflasi yang meningkat. Bowman mengatakan hal tersebut di hari Sabtu.
Bowman mengatakan dirinya tidak yakin bahwa inflasi akan turun dengan cara yang sama seperti di paruh kedua tahun lalu. Inflasi menurunya masih “tidak nyaman di atas” target 2%. Pasar tenaga kerja menunjukkan tanda-tanda pendinginan, tapi masih ada ketidakpastian. Risiko kenaikan inflasi masih ada, termasuk dari faktor perumahan dan geopolitik sehingga Bowman menyerukan untuk bersabar dalam pengambilan keputusan terkait kebijakan moneter.
Bank of America (BofA) mengantisipasi pembalikan sebagian dari kejutan inflasi bulan Juni yang sempat turun. BofA khawatir laporan CPI Juli akan terjadi kenaikan moderat pada CPI utama dan CPI inti sehingga bisa mempengaruhi pengambilan keputusan Fed untuk penurunan suku bunga September. BofA menilai beberapa faktor yang berkontribusi terhadap potensi kenaikan inflasi Juli seperti inflasi layanan inti yang meningkat menjadi faktor signifikan terhadap kenaikan CPI utama m/m. Sementara peningkatan harga energi juga diperkirakan berkontribusi pada PI utama yang lebih tinggi.
Di sisi lain, data lain yang juga berpotensi menggerakkan pasar juga dirilis minggu ini, seperti PPI yang dirilis hari Selasa, retail sales dan Philadelphia Fed Manufacturing Index yang dirilis hari Kamis bersamaan dengan initial jobless claims. Volatilitas diperkirakan akan lebih luas dibanding minggu sebelumnya.
Pasar hanya akan mendapatkan data ekspektasi inflasi konsumen 1 tahun dari NY Fed malam nanti di jam 22.00 WIB. Data tersebut cenderung data tingkat kedua yang seharusnya tidak memberi dampak terlalu signifikan pada sentimen pasar. Tapi angka yang turun atau lebih rendah dari bulan sebelumnya akan memberikan harapan bagi pasar terhadap inflasi yang melanjutkan pendinginan sehingga mendukung pemangkasan suku bunga Fed.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!
Analisis Teknikal Gold
Candlestick ditutup bullish tapi dengan real body putih yang pendek, dan tail bawah lebih panjang dari tail atas, mirip dengan pola hanging man. Secara teori seharusnya potensi turun. Namun kenaikan di atas high Jumat 2436.90 berpeluang menggagalkan penurunan tersebut dan bullish lanjut mendominasi, terutama jika berhasil tembus FR 23.6% Daily 2438.70. Jika resistance berhasil ditembus, maka peluang kenaikan lanjutan melirik area 2450-2451 dan 2477.56 (high 2 Agustus 2024), sekaligus membuka peluang untuk mendekati all time high 2483.55.
Di sisi penurunan, support terdekat 2410.95 (FR 38.2% Daily) juga menjadi area yang berpeluang terjadi jika kenaikan gagal berlanjut. Namun secara umum penurunan diharapkan terbatas, dan jika diasumsikan dengan long white candle hari Kamis, 8 Agustus 2024, maka 50% real body long white candle akan berada di kisaran 2407-2410 sehingga diperkirakan menjadi support efektif untuk beberapa waktu ke depan. Dan penurunan di bawah 2388.53 (FR 50% Daily) yang juga dekat dengan trendline support daily, berpotensi memicu penurunan lanjutan hingga menguji FR 61.8% 2366.10.

Di H4, Fibonacci retracement (FR) masih menggunakan area yang sama, yang ditarik dari puncak 2477.56 (FR 100%) ke bottom 2364.19 (FR 0%). Kenaikan sampai saat ini masih tertahan di FR 61.8% 2434.80 dengan level tertinggi sementara tercatat di 2436.90 per hari Jumat. Jika kenaikan mampu tembus zona tersebut, maka peluang kenaikan lanjutan cenderung dominan, dengan target terdekat 2450/2452 sebagai resistance berikutnya, dan FR 100% 2477.56. Penembusan FR 61.8% memicu reversal bullish yang lebih baik, dan penembusan FR 100% akan mendorong kenaikan lanjutan yang lebih kuat.
Zona orange (kisaran 2420-2426) untuk saat ini relatif efektif sehingga diharapkan penurunan tidak terlampau jauh dari zona tersebut. Namun, secara keseluruhan, koreksi turun diharapkan tertahan di area 2405-2407 yang merupakan area support trendline dan juga berdekatan dengan FR 38.2% H4.
Opsi buy cenderung tetap terbuka selama area support trendline 2405-2407 tidak ditembus. Sementara penembusan di bawah trendline support akan memicu penurunan lanjutan hingga kisaran 2390/2392 yang terdekat, dan 2364-2370 yang terjauh. Ini bisa terjadi jika pasar melakukan profit taking lebih tajam dengan asumsi bawah kenaikan di hari Kamis lalu belum menemukan koreksi yang cukup sebelum data CPI dirilis hari Rabu mendatang.

Per jam 10.23 WIB, harga berada di 2426.85, dengan high di 2433.33 dan low 2423.71. FR ditarik dari bottom 2380.91 ke puncak 2436.90. Koreksi normal diharapkan di kisaran FR 23.6% 2423.69 yang terdekat, dan FR 50% 2408.90 yang terjauh. Zona buy bisa menggunakan salah satu area tersebut, atau “Golden Area” yang berada di antara FR 61.8% 2402.30 dan FR 50% 2408.90. Ini berarti bisa saja melakukan buy di kisaran 2402-2408, dengan SL ditempatkan beberapa poin di bawah 2402.30 (FR 61.8%).
Sementara bullish akan melanjutkan tren naiknya jika berhasil tembus FR 0% 2436.90. Anda bisa gunakan area ini sebagai opsi terakhir untuk follow buy jika memang terjadi penembusan secara resmi. Sebaliknya, bearish akan membuat harga berbalik turun untuk jangka pendek jika berhasil tembus di bawah FR 61.8% 2402. Tapi penurunan diperkirakan akan lebih dominan jika berhasil tembus trendline support 2396-2398 sehingga lebih ideal jika follow sell baru dilakukan jika 2396 berhasil ditembus, dengan peluang penurunan terdekat di zona 2388-2391, dan terjauh 2364-2370.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi BUY on Dip
Entry: 2410.00 – 2412.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward : 2424.00 ($12 - $14)
(bisa follow/pertahankan BUY jika tembus 2436 (resistance),
Target terdekat 2443, terjauh 2452, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2404.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 2402)
Risk Reward: 1: 2
Opsi SELL jika support ditembus
Entry : 2395.00 – 2396.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2383.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2402.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 2402)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!
Daily
Suggest : BUY on Dip
Area : 1.08700 – 1.08900
Target : 1) 1.09500 2) 1.10100
SL : 1.08100
Alternatif : Switch to SELL jika tembus 1.08000
DISCLAIMER ON!
Suggest : BUY on Dip
Area : 1.27000 – 1.27200
Target : 1) 1.27800 2) 1.28400
SL : 1.26400
Alternatif : Switch to SELL jika tembus 1.26400
DISCLAIMER ON!
Suggest : SELL on Rally
Area : 147.000 – 147.200
Target : 1) 146.600 2) 146.000
SL : 147.800
Alternatif : Switch to BUY jika tembus 148.630
DISCLAIMER ON!
Suggest : BUY on Dip
Area : 2410.00 – 2412.00
Target : 1) 2418.00 2) 2424.00
SL : 2404.00
Alternatif : Switch to SELL jika tembus 2400.00
DISCLAIMER ON!
Dolar cenderung kembali menguat terhadap mata uang lainnya seiring dengan meredanya kekhawatiran akan potensi terjadinya resesi di AS pekan lalu karena data di sektor tenaga kerja yang merosot tajam. Setelah data sektor tenaga kerja yang menyusul kemudian menunjukkan sektor ini tidak seburuk yang disangka terlihat dari komponen tenaga kerja dari data PMI di sektor jasa yang meningkat dan juga laporan mingguan klaim pengangguran yang cenderung turun. Selain itu sejumlah pejabat Fed juga menepis memburuknya sektor tenaga kerja tersebut dengan mengatakan hal tersebut hanya proses normalisasi. Bank of America juga sepakat bahwa tidak akan terjadi resesi di AS melainkan hanya potensi terjadinya perlambatan pertumbuhan ekonomi. Dan justru akan semakin menekan angka inflasi untuk segera mencapai target Fed sehingga semakin meyakinkan bahwa langkah moneter Fed berikutnya adalah memangkas suku bunga acuan. Sejumlah pejabat Fed juga meyakini hal tersebut dan menyatakan sudah waktunya Fed untuk menurunkan suku bunga acuannya. Gubernur Fed Boston - Susan Collins dalam sebuah wawancara mengatakan jika data ekonomi berlanjut seperti yang diharapkan maka sudah waktunya untuk merubah kebijakan moneter dan melonggarkan kebijakan yang ketat saat ini. Collins juga menambahkan sektor tenaga kerja masih sehat dan inflasi akan segera mencapai target 2% seperti yang diinginkan Fed. Hal senada juga disampaikan oleh Gubernur Fed Kansas City - Jeff Schmidd yang mengatakan jika inflasi terus menurun maka akan tercapai stabilitas harga yang menjadi mandat Fed sehingga sudah semestinya untuk mengubah kebijakan moneternya. Sedangkan Gubernur Fed Chicago - Austan Goolsbee mengatakan membiarkan suku bunga seperti saat ini saat inflasi sudah semakin turun akan berakibat buruk pada sektor tenaga kerja. Meski pemangkasan suku bunga Fed pada pertemuan moneter hampir dapat dipastikan namun ekspektasi akan langkah pemangkasan agresif sebanyak 50 bps semakin menurun dari sebelumnya 69% menjadi hanya 52% dan pemangkasan normal sebanyak 25 bps mendekati 50% menurut CME Group's FedWatch Tool. Pekan ini pasar menantikan data ekonomi yang akan dirilis yaitu data inflasi dari sisi konsumen CPI yang akan dirilis pada hari Rabu dan data Retail Sales pada hari Kamis nanti. Data-data tersebut akan semakin memberikan kejelasan angka inflasi dan daya beli yang menjadi perhatian Fed untuk mengubah kebijakan moneternya. Hari ini ada data ekspektasi inflasi di negara bagian Cleveland.
Yen bergerak menguat terhadap dolar seiring dengan pengalihan aset menjadi safe haven bersama dengan mata uang Swiss Franc. Bank Sentral Jepang (BOJ) sejak bulan Juli lalu merubah arah kebijakan moneternya menjadi lebih modern dengan memperhatikan inflasi dibandingkan dengan kebijakan moneternya terdahulu yang orthodox dengan mempertahankan suku bunga rendah. Dalam pertemuan moneter terakhir BOJ bahkan menaikkan suku bunga acuannya untuk kedua kalinya dengan kenaikan melebihi ekspektasi pasar sebanyak 15 bps. Setelah sebelumnya hanya menaikkan suku bunga sebanyak 10 bps saat mengakhiri kebijakan moneter ultra rendahnya di bulan Maret lalu. Sementara itu BOJ juga tetap mempertahankan kebijakan intervensi mata uang jika memang dirasa akan berdampak negatif terhadap ekonomi. Pekan ini akan dirilis data pertumbuhan ekonomi GDP namun sebelumnya akan dirilis data inflasi dari sisi produsen PPI dan Machine Tools Orders. Hari ini bursa saham dan perbangkan di Jepang tutup libur merayakan hari Mountain Day.
Euro masih flat terhadap mata uang dolar seiring dengan fundamental ekonomi yang stagnan di Jerman. Data inflasi CPI di Jerman masih stagnan 0.3% sesuai perkiraan sama seperti periode sebelumnya. Sementara surplus neraca perdagangan di Italia semakin berkurang dari 6.38B menjadi hanya 5.07B yang lebih rendah dari perkiraan hanya turun 5.55B. Ekspektasi pasar masih memperkirakan Bank Sentral Eropa (ECB) akan kembali memangkas suku bunga pada pertemuan moneter di bulan September mendatang. Meskipun dalam beberapa kali pidato Presiden ECB - Christine Lagarde mengatakan kebijakan moneter selanjutnya akan tergantung pada data ekonomi berikutnya. Pekan ini data penting yang akan dirilis adalah data-data Sentimen Ekonomi dari ZEW dan juga data pertumbuhan ekonomi GDP. Sedangkan sebagian Eropa akan libur di hari Kamis nanti merayakan Assumption Day. Hari ini hanya ada data Indeks Harga Grosir di Jerman.
Poundsterling cenderung menguat terhadap dolar seiring dengan Bank Sentral Inggris (BOE) yang akan mempertahankan suku bunga acuan dalam waktu yang lebih lama setelah pekan lalu memutuskan memangkas untuk pertama kalinya sejak pandemik lalu. Sementara Fed dan bank sentral lainnya dalam hal ini Bank Sentral Eropa (ECB) diperkirakan akan memangkas suku bunga sehingga perbedaan tingkat suku bunga ini menjadikan mata uang GBP lebih menarik minat pelaku pasar. Pekan ini sejumlah data penting akan dirilis mulai dari data di sektor tenaga kerja dengan data klaim pengangguran - Claimant Count di hari Selasa, data inflasi CPi di hari Rabu dan data pertumbuhan ekonomi GDP di hari Kamis serta data Retail Sales di hari Jumat nanti.
Cek info lain di:
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial
Setelah serangkaian peristiwa yang diawali dengan kepanikan pasar ekuitas di hari Senin, bertahap kondisi pasar relatif pulih sehingga tekanan turun pun relatif berkurang. Ini terbukti pada emas yang juga sempat tertekan karena investor memilih untuk mengambil keuntungan di pasar emas untuk menutupi kerugian di pasar saham.
Klaim pengangguran awal (initial jobless claims) menjadi salah satu data yang meredam kekhawatiran resesi tersebut. Minggu lalu, data tersebut dirilis 249K, diikuti dengan laporan pekerjaan bulanan AS (NFP) yang lebih lemah di hari Jumat sehingga membuat pasar tidak nyaman dengan kondisi tersebut. Minggu sebelumnya juga pasar sudah mendapat serangkaian data ekonomi yang lemah sehingga data yang lemah tersebut menjadi berita sangat buruk yang dikhawatirkan menggerus ekonomi ke arah resesi.
Tadi malam, data tersebut dirilis dengan angka 233K, turun dibanding minggu sebelumnya 249K, lebih rendah dari perkiraan, meskipun pasar tenaga kerja tidak mengalami penurunan yang signifikan. Setidaknya pasar sedikit tenang mendapatkan data yang tidak menunjukkan pendinginan pasar tenaga kerja yang terlalu cepat dari perkiraan.
Selain data yang relatif menenangkan, Presiden Fed Richmond Barkin juga menjadi salah satu pemicu. Barkin mengungkapkan dirinya mendengar bahwa Perusahaan tidak merekrut, tapi juga tidak memecat. Barkin mengatakan bahwa Perusahaan-perusahaan banyak yang mengurangi perekrutan tapi tidak melakukan PHK. Dia juga menambahkan bahwa pertumbuhan pekerjaan sudah mulai melambat, tapi tetap positif dan terdapat lebih banyak supply tenaga kerja dari yang diantisipasi sebelumnya sehingga membuat tingkat pengangguran lebih tinggi.
Barkin mengungkap hal yang lebih mengkhawatirkan, yaitu jika pertumbuhan pekerjaan terhenti. Dia mencermati bahwa upah menurun, yang mengindikasikan adanya normalisasi di pasar tenaga kerja. Barkin menyoroti indikator-indikator ekonomi mendekati level normal sehingga memunculkan pertanyaan apakah Fed bisa menormalkan suku bunga.
Di sisi lain, Barkin tetap optimis dengan perkiraan inflasi di masa depan dan mencatat bahwa pasar ekuitas tidak mencerminkan bencana yang terjadi baru-baru ini, sementara pasar keuangan justru mempertimbangkan prospek sentral dan juga risiko.

Tidak ada data ekonomi malam nanti yang cenderung signifikan. Pasar akan menunggu data inflasi CPI yang baru dirilis di tanggal 14 Agustus mendatang. Presiden Fed Kansas City Jeffrey Schmid mengatakan jika inflasi tetap lebih rendah, maka cukup beralasan untuk memangkas suku bunga.
Sikap kebijakan Fed saat ini tidak terlalu ketat. Kondisi keuangan bisa mempengaruhi ekonomi riil, tapi Fed harus tetap fokus pada mandat ganda. Schmid lebih percaya diri karena inflasi sudah sesuai dengan target karena data inflasi yang cukup menggembirakan baru-baru ini.
Sementara di pasar tenaga kerja, terlihat tanda-tanda pendinginan yang nyata, tapi secara keseluruhan masih terlihat sehat. Mendinginnya pasar tenaga kerja menjadi syarat yang diperlukan untuk meredakan inflasi. Schmid biasanya cenderung hawkish, tapi kali ini dia cenderung berada di tengah-tengah.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!
Candlestick ditutup bullish dengan real body putih yang panjang dan berhasil ditutup menjauh dari support trendline 2378 yang sebelumnya sempat diuji. Tapi bullish belum bisa bernafas lega. Posisi resistance berikutnya di 2438 dan 2455 akan menjadi batu sandungan yang serius jika kembali gagal ditembus. Jika keduanya mampu diatasi, maka bullish diperkirakan akan lebih kuat.
Sebaliknya, support 2410 dan juga 2388 akan menjadi area yang tetap perlu dicermati. Penutupan harga di bawah 2400 akan membuka kembali peluang penurunan hingga menguji zona 2388, dan juga support trendline baru di zona yang sama.

Di H4, Fibonacci retracement (FR) ditarik dari puncak 2477.56 (FR 100%) ke bottom 2364.19 (FR 0%). Penurunan berhasil tertahan di zona 2380, juga termasuk mendukung pola double bottom yang juga sempat dicurigai dalam ulasan kemarin. Ternyata berhasil tembus neckline 2406, dan berlanjut mendorong hingga saat ini tertinggi 2428, yang berarti juga cukup dekat dengan target utama dari pola tersebut di kisaran 2430-2432. Dengan demikian jika diasumsikan target double bottom sudah selesai, maka perlu diwaspadai potensi penurunan ataupun profit taking.
Zona orange di kisaran 2420-2426 juga berdekatan dengan FR 50% 2420.88 cenderung menahan laju kenaikan untuk saat ini. Ekspektasi kami penurunan sebatas koreksi turun terbatas pasca rebound bertahap yang terjadi di 2 hari terakhir secara beruntun. Ini berarti diharapkan penurunan tersebut relatif tertahan di kisaran FR 38.2% 2407 atau optimal di kisaran FR 23.6% 2390.
Skenario bullish akan jauh lebih konfirm jika berhasil tembus FR 61.8% 2434.25. Sementara skenario bearish akan jauh lebih konfirm jika berhasil tembus 2388.27 (MA 200 H4). Anda bisa memanfaatkan range kisaran 2390-2430 sebagai area buy dekat support, sell dekat resistance, sampai salah satu area berhasil ditembus. Ini berarti harus gunakan SL di bawah support jika buy, dan SL dekat resistance jika SELL.
Kondisi akhir pekan juga perlu diwaspadai potensi profit taking, terutama karena minimnya data ekonomi hingga menunggu inflasi CPI minggu depan.

Per jam 10.00 WIB, harga berada di 2422.03, dengan high di 2428.70 dan low 2419.97. FR ditarik dari bottom 2380.91 ke puncak 2427.87. Koreksi normal diharapkan di kisaran FR 23.6% 2416.79 yang terdekat, dan FR 50% 2404.39 yang terjauh. Zona buy bisa menggunakan salah satu area tersebut, atau “Golden Area” yang berada di antara FR 61.8% 2398 dan FR 50% 2404. Ini berarti bisa saja melakukan buy di kisaran 2400-2403, dengan SL ditempatkan beberapa poin di bawah 2398 (FR 61.8%).
Sementara bullish akan melanjutkan tren naiknya jika berhasil tembus FR 0% 2427.87. Anda bisa gunakan area ini sebagai opsi terakhir untuk follow buy jika memang terjadi penembusan secara resmi. Sebaliknya, bearish akan membuat harga berbalik turun untuk jangka pendek jika berhasil tembus di bawah FR 61.8% 2398. Kami perkirakan penurunan akan lebih dominan jika berhasil tembus trendline support 2388-2391 sehingga lebih ideal jika follow sell baru dilakukan jika 2388 berhasil ditembus.
Area support jika 2388 ditembus akan berada di kisaran 2380 yang terdekat, dan 2364-2370 yang terjauh. Sementara area resistance jika 2427 ditembus akan berada di kisaran 2435 yang terdekat, dan 2455-2460 yang terjauh dengan asumsi range pergerakan masih akan relatif terbatas karena pasar menahan diri sampai data inflasi CPI dirilis minggu depan.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi BUY on Dip
Entry: 2408.00 – 2410.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward : 2422.00 ($12 - $14)
(bisa follow/pertahankan BUY jika tembus 2427 (resistance),
Target terdekat 2434, terjauh 2448, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2402.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 2400)
Risk Reward: 1: 2
Opsi SELL jika resistance tidak ditembus
Entry : 2455.00 – 2457.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2443.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2463.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 2462)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!
Suggest : BUY on Dip
Area : 1.08700 - 1.08900
Target : 1) 1.09500
2) 1.10100
Stop Loss : 1.08100
(switch to SELL jika tembus 1.08000)
DISCLAIMER ON!
Suggest : BUY on Dip
Area : 1.27000 - 1.27200
Target : 1) 1.27800
2) 1.28400
Stop Loss : 1.26400
(Switch to SELL jika tembus 1.26400)
DISCLAIMER ON!
Suggest ; BUY on Dip
Area : 146.600 - 146.800
Target : 1) 147.400
2) 148.000
Stop Loss : 146.000
(switch to SELL jika tembus 145.150)
DISCLAIMER ON!
Suggest : BUY on Dip
Area : 2408.00 - 2410.00
(Cek artikel untuk area alternatif)
Target : 1) 2416.00
2) 2422.00
(Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2427.00,
potensi target terdekat 2434, terjauh 2448!)
Stop Loss : 2402.00 (ideal 3-5 poin di bawah 2400)
DISCLAIMER ON!



