Pasar ekuitas global awalnya bergerak positif setelah BOJ memberi isyarat bahwa mereka tidak akan kembali membuat riuh dengan kebijakan kenaikan suku bunganya. Hal ini setidaknya memberi ketenangan pada pasar yang sempat khawatir tindakan BOJ dan melemahnya data AS menjadi indikasi resesi di awal pekan ini.
Tapi kemudian di sesi perdagangan NY semuanya berbalik negatif. Dipicu oleh laporan pendapatan beberapa saham AS, dipicu dari SMCI yang turun tajam dan merugikan sektor teknologi, juga peringatan dari Disney yang menunjukkan melemahnya taman hiburan sebagai sinyal yang buruk bagi konsumen.
Kekhawatiran pasar nampaknya belum reda sepenuhnya terhadap potensi resesi yang ditakutkan. Pasar masih berpikir Fed terlambat bertindak sehingga risiko ekonomi ketidakpastian ekonomi tetap ada.
Di sisi lain, Claudia Sahm yang menulis tentang “Sahm Rule”, mengatakan bahwa AS tidak dalam kondisi resesi meskipun Aturan Sahm yang ditulisnya mengkonfirmasi hal tersebut. Sahm menulis untuk Bloomberg, menambahkan risiko resesi meningkat sehingga memperkuat kasus untuk Federal Reserve memangkas suku bunga.
Sahm menambahkan tujuan dari ‘Aturan Sahm’ adalah untuk menindaklanjuti diagnosis awal. Sahm membuatnya di tahun 2019 untuk memangkas waktu tunggu dari NBER dan berperan sebagai pemicu otomatis untuk kebijakan fiskal, seperti stimulus.

Dengan minimnya data ekonomi sejak hari Senin dengan rilis data terakhir adalah ISM Services yang menunjukkan ekspansi, investor nyaris tidak mendapatkan petunjuk apapun untuk meredam ketegangan tersebut. Pasar akan mencermati data klaim pengangguran mingguan yang akan dirilis malam nanti.
Data klaim pengangguran setidaknya bisa memberikan gambaran apakah lonjakan pengangguran yang dirilis Jumat tersebut sekedar lonjakan musiman atau memang pelonggaran di pasar pekerjaan benar-benar terjadi seperti yang dikatakan oleh Presiden Fed San Francisco, Mary Daly kemarin.
Klaim pengangguran mingguan sudah mengalami kenaikan sejak Mei 2024, dan semakin kuat sejak akhir Mei 2024. Ini artinya pelonggaran atau pendinginan di pasar tenaga kerja memang sudah mulai terlihat dan diakui oleh para pejabat Fed. Itu sebabnya Fed sempat mengakui adanya tanda-tanda pendinginan di pasar tenaga kerja saat FOMC Juni. Namun pasar menjadi cemas saat tingkat pengangguran menunjukkan lonjakan dari 4.1% menjadi 4.3% sementara Fed belum mulai memangkas suku bunga di pertemuan FOMC Juli.
Goldman Sachs memperingatkan bahwa penurunan pasar saham bisa mengurangi pertumbuhan GDP AS. GS memperkirakan setiap penurunan pasar saham sebesar 10% akan memangkas pertumbuhan GDP sebesar 45 bps. Termasuk pergerakan aset-aset lainnya dengan dampak total bisa mencapai 85 bps. GS juga mengingatkan akan membutuhkan aksi jual lebih dari 20% untuk mendorong perekonomian ke dalam resesi mengingat pertumbuhan GDP AS saat ini berada di atas 2%.
Penurunan pasar lebih lanjut bisa mempengaruhi keputusan kebijakan moneter Fed. Menurut GS, Fed tidak mungkin melakukan intervensi dengan penurunan S&P 500 saat ini hanya sebesar 7% dari rekor tertinggi. Meski beberapa komentar menyerukan Fed untuk melakukan penurunan suku bunga darurat, tapi GS mengatakan belum ada gangguan pasar yang serius yang bisa memaksa para pembuat kebijakan melakukan intervensi.
Initial jobless claims akan menjadi satu-satunya data yang akan dicermati. Data akan dirilis di jam 19.30 WIB, dan diperkirakan menunjukkan penurunan angka di 241K dari sebelumnya kenaikan 249K.
Data yang relatif kuat (angka lebih tinggi), maka berpotensi membuka peluang ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed lebih cepat sehingga emas berpeluang naik. Sebaliknya data yang relatif lemah (angka lebih rendah), maka berpotensi membuat emas terkoreksi turun kembali.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!
Candlestick ditutup inverted hammer dengan real body hitam dan tail atas yang lebih panjang dibanding tail bawah sehingga secara teori biasanya memberikan indikasi akan terjadinya reversal naik. Terutama karena harga berada di zona support trendline dan harga berhasil ditutup di atas trendline 2378. Di sisi lain, bullish memerlukan konfirmasi untuk penembusan area resistance 2410.95 (FR 38.2% Daily). Tapi strong bullish baru akan lebih konfirm jika resistance 2438.70 (FR 23.6% Daily) berhasil ditembus. Dengan kata lain, bullish memiliki peluang untuk mendorong naik, tapi belum terlalu kuat beberapa waktu kedepan kecuali 2 resistance tersebut berhasil ditembus.
Sebaliknya, support 2378 juga cukup rentan ditembus, dan jika terjadi penembusan, maka support 2364-2366 (FR 61.8% Daily) berpotensi diuji kembali. MA 100 Daily berada di 2345.90 kemungkinan bisa diharapkan sebagai area support yang relatif kuat sehingga jika terjadi penurunan cepat ke zona tersebut, demand bisa saja kembali muncul dan mendorong kembali harga untuk naik.

Di H4, Fibonacci retracement (FR) ditarik dari puncak 2477.56 (FR 100%) ke bottom 2364.19 (FR 0%). Saat ini di sesi Asia, penurunan kembali tertahan di MA 200 H4 yang ada di 2385.00 dan harga saat ini kembali menguji FR 23.6% 2390.95. Posisi RSI cenderung datar di bagian bawah sehingga peluang kenaikan bisa membuka peluang terbentuknya double bottom (neckline di 2406). Pola ini akan konfirm bullish jika neckline berhasil ditembus. Tapi akan gagal jika support 2378-2380 ditembus.
Anda bisa pertimbangkan hold/follow buy jika neckline 2406 benar-benar ditembus, dengan peluang kenaikan ke kisaran 2418-2420, dan target double bottom optimal di 2430-2432. Tapi waspada dengan 2 area tersebut karena baik 2418-2420 maupun 2430-2432 merupakan resistance yang cukup tangguh beberapa waktu terakhir sehingga dikhawatirkan kenaikan dengan cepat berbalik turun jika keduanya gagal ditembus.
Sebaliknya, jika support 2378-2380 ditembus, maka waspada penurunan mengincar zona 2364-2366 (FR 0%) kembali. Dan bahkan jika tekanan bearish masih cukup kuat, maka peluang munculnya zona hijau kisaran 2350-2355 akan semakin terbuka. SELL mungkin bisa dipertimbangkan saat 2378-2380 ditembus, tapi diperkirakan relatif jangka pendek karena cukup dekat dengan area support psikologis 2350-2352. Ini berarti SELL sebaiknya tidak ditahan terlalu lama, terutama jika penurunan sudah mendekati area 2350-2355 (arsir hijau) karena dikhawatirkan demand yang lebih kuat akan muncul di zona tersebut dan mendorong harga kembali naik.
Di sisi lain, berarti opsi buy bisa dipertimbangkan di antara area 2364-2366 atau 2350-2355, dengan Stop Loss sebaiknya ditempatkan di bawah support 2350.

Per jam 10.10 WIB, harga berada di 2390.09, dengan high di 2391.25 dan low 2380.91. Fibonacci Retracement (FR) ditarik dari puncak 2458.64 sampai ke bottom 2364.19 (FR 0%). Dan posisi harga saat ini berada di dekat FR 23.6% 2386.48. Di sisi lain, kami juga melihat potensi dari Symmetrical Triangle dengan resistance di kisaran 2400 dan support di 2382.
Triangle memiliki peluang yang sama untuk tembus resistance ataupun support. Jika tembus resistance 2400, maka harga cenderung naik, dengan target terdekat 2411 dan terjauh 2422 sebagai resistance berikutnya. Area 2422 yang juga merupakan FR 61.8% H1 akan menjadi penentu apakah bullish kembali menguat atau justru tetap terbatas. Jika FR 61.8% ditembus, maka bullish akan konfirm lebih kuat dan reversal bullish mendukung.
Ekspektasi kami adalah penurunan kemungkinan masih membayangi dengan potensi rejection di dekat resistance dari triangle, lalu menekan turun hingga tembus support triangle. Dan demand diperkirakan akan lebih optimal jika harga mendekati support 2364-2366 atau zona hijau kisaran 2350-2355. Ini berarti opsi buy akan jauh lebih ideal jika dilakukan di dekat zona 2364-2366 atau dekat zona 2350-2355.
Sementara opsi buy saat tembus 2400 diasumsikan sebagai alternatif terakhir jika didukung oleh data ekonomi yang relatif lebih lemah (initial jobless claims naik) sehingga ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed akan lebih mendukung untuk kenaikan emas.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi BUY on Dip
Entry: 2362.00 – 2364.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward : 2376.00 ($12 - $14)
(bisa follow/pertahankan BUY jika tembus 2404 (resistance),
Target terdekat 2411, terjauh 2420, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2356.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 2355)
Risk Reward: 1: 2
Opsi SELL jika resistance tidak ditembus
Entry : 2436.00 – 2438.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2424.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2444.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 2442)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!
Suggest : BUY on Dip
Area : 1.08900 - 1.09100
Target : 1) 1.09700
2) 1.10300
Stop Loss : 1.08300
(switch to SELL jika tembus 1.08200)
DISCLAIMER ON!
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.2700 - 1.27200
Target : 1) 1.26400
2) 1.25800
Stop Loss : 1.27800
(Switch to BUY jika tembus 1.28000)
DISCLAIMER ON!
Suggest : SELL on Rally
Area : 146.600 - 146.800
Target : 1) 146.000
2) 145.400
Stop Loss : 147.400
(switch to BUY jika tembus 147.500)
DISCLAIMER ON!
Suggest : BUY on Dip
Area : 2362.00 - 2364.00
(Cek artikel untuk area alternatif)
Target : 1) 2370.00
2) 2376.00
(Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2404.00,
potensi target terdekat 2411, terjauh 2420!)
Stop Loss : 2356.00 (ideal 3-5 poin di bawah 2355)
DISCLAIMER ON!
‘Black Monday’ yang sempat menekan pasar global mulai sedikit mereda, meskipun emas belum kembali ke sifat dasarnya sebagai safe haven di saat pasar mulai mengkhawatirkan potensi resesi ekonomi AS akibat data yang melemah di hari Jumat. Namun demikian, penurunan relatif tertahan lebih tinggi dibanding low sebelumnya di hari Senin yang tercatat di 2364.19.
Pasar ekuitas bergerak lebih tinggi di sesi NY, meski akhirnya aksi jual menjelang akhir sesi perdagangan membuat kenaikan tersebut kembali redup. Namun tanda-tanda rebound tersebut memberi tanda bahwa pasar mulai memperhitungkan ulang laporan pekerjaan AS yang lemah, dan beberapa pejabat Fed yang mencoba meyakinkan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda mengarah ke resesi yang dimaksud.
Emas relatif stabil dan mulai menemukan support pasca volatilitas tajam di hari Senin karena mayoritas investor melakukan aksi profit taking untuk menutupi kerugiannya di pasar saham. Namun secara umum emas belum menemukan dukungan yang lebih kuat untuk mendorongnya kembali ke tren bullish yang utama. Dolar rebound seiring kenaikan imbal hasil treasury yang juga rebound pasca tekanan turun sebelumnya. Tapi kenaikan dolar juga relatif terbatas.
Di sisi lain, ada hal positif yang didapatkan dari kepanikan di hari Senin. Turunnya harga minyak hingga berada di kisaran $72-$73 per barel berpotensi positif untuk proses disinflasi yang diinginkan Fed. Hal ini akan membantu ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed di pertemuan mendatang.
Sebelumnya, dalam kondisi market panik, para trader bereaksi dengan ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed yang lebih agresif. Mereka bertaruh tentang pemangkasan darurat yang mungkin dilakukan Fed. Bahkan Profesor Wartin dan Jeremy Siegel dalam wawancaranya di CNBC sempat menyarankan tentang pemangkasan darurat 75 bps diikuti dengan 75 bps lainnya di bulan September karena kekhawatiran pasar yang memuncak.
Namun reaksi berlebihan tersebut reda seiring rilis data pelacak GDP Q3 dari Fed Atlanta yang menunjukkan angka +2.9%, juga dengan ISM Services di hari Senin yang berada di atas angka 50 (menandakan ekspansi, dari sebelumnya 48).

Reporter WSJ yang juga dikenal sebagai Fed Watcher, Nick Timiraos, mengatakan sebagian besar ekonom dan pengamat Fed professional lainnya memperkirakan Fed akan memangkas suku bunga 0.25% masing-masing di 3 pertemuan kebijakan yang tersisa tahun 2024. Tapi ada kecenderungan yang lebih besar saat ini karena beberapa orang melihat kemungkinan pergerakan yang lebih besar.
Citigroup, JP Morgan dan Wells Fargo melihat peluang pemangkasan 50 bps di bulan September, dan total 125 bps pemangkasan di sisa tahun 2024, dilanjutkan dengan 100 bps di 2025. Sementara Goldman Sachs melihat pemangkasan 25 bps di bulan September, dan total 75 bps di sisa 2024, dilanjutkan dengan 100 bps di 2025. Pandangan ini sejalan dengan pandangan dari Morgan Stanley dan Nomura.
Investor belum akan mendapatkan data ekonomi AS yang signifikan hari ini. Tapi besok malam kemungkinan akan mencermati klaim pengangguran mingguan untuk mendapatkan gambaran tentang situasi pasar tenaga kerja AS berikutnya. Dan inflasi CPI AS baru akan dirilis 14 Agustus adalah acuan terbesar untuk ekspektasi selanjutnya.
Di sisi lain, pasar tetap akan mencermati kondisi pasar ekuitas untuk melihat indikasi apakah suasana sudah kembali stabil dengan ketakutan resesi yang mereda, atau bank gagal memberi keyakinan sehingga kekhawatiran resesi kembali mencuat. Sejauh ini, pasar ekuitas berhasil rebound dan menunjukkan tanda-tanda yang relatif stabil dibanding 2 hari lalu.
Dengan demikian, penurunan emas hari ini diperkirakan akan relatif mulai terbatas, dan ekspektasi swing low terakhir untuk menguji kembali area support, bisa saja menunggu waktu untuk mulai rebound bertahap.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!
Candlestick ditutup bearish dengan real body hitam, tapi level terendah yang lebih tinggi dibanding sehari sebelumnya, 2381 vs 2364. Ini menjadi salah satu hal positif yang bisa terlihat sehingga penurunan kemungkinan mulai terbatas. Di sisi lain, penutupan harga juga tetap berada di atas trendline support daily 2378 sehingga peluang untuk rebound/naik cukup terbuka. FR 61.8% Daily di 2366.10 akan tetap dicermati. Selama tidak terjadi penembusan ataupun penutupan di bawah FR 61.8%, maka peluang rebound tetap terbuka.
Sementara resistance kuat untuk saat ini akan berada di kisaran 2410.95 (FR 38.2% Daily) dan juga area 2422 yang sejauh ini masih tetap efektif. Bullish diperkirakan akan membuka peluang lebih lanjut jika kedua level tersebut mampu ditembus.

Di H4, Fibonacci retracement (FR) ditarik dari puncak 2477.56 (FR 100%) ke bottom 2364.19 (FR 0%). Saat ini di sesi Asia, harga tertahan di MA 200 H4 yang ada di 2380.00. Level terendah 2378.90, dan harga berada di 2387. FR 23.6% 2390.95 kemungkinan akan menjadi salah satu resistance yang juga diuji. Jika tembus, maka kenaikan bisa lanjut melirik zona 2400 kembali, dengan resistance 2407.50 (FR 38.2%) adalah area yang berpeluang diincar.
Tapi bullish kemungkinan masih harus berusaha untuk menembus zona orange kisaran 2418-2424 yang juga terdapat FR 50% H4 di 2420.88. Dengan kata lain, jika zona ini gagal ditembus, kita mungkin akan melihat kembali penurunan. Tapi jika ditembus, kenaikan belum bisa bernafas lega karena resistance FR 61.8% 2434 berpeluang kembali menjegal. Strong reversal bullish bisa diharapkan terjadi jika berhasil tembus FR 61.8%.
Sebaliknya, jika FR 50% 2420.88 dan zona orange gagal ditembus, maka emas berpeluang kembali terkoreksi turun. Dan penurunan kembali akan melirik zona di bawah 2400-an. Bahkan FR 0% 2364.19 akan menjadi penentu yang memperkuat penurunan lanjutan jika sampai ditembus.

Per jam 10.20 WIB, harga berada di 2386.29, dengan high di 2392.38 dan low 2378.90. Fibonacci Retracement (FR) ditarik dari puncak 2458.64 sampai ke bottom 2364.19 (FR 0%). Kenaikan tertahan di zona FR 50% 2411.41 sehingga penurunan mendominasi sejak tadi malam. Namun, di sesi Asia harga tertahan di FR 23.6% 2386.48.
Secara keseluruhan, opsi SELL kemungkinan masih dominan dalam waktu dekat karena pasar masih mewaspadai gelombang kekhawatiran lanjutan dari pasar ekuitas. Di sisi lain, fundamental seharusnya tetap positif untuk emas karena ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed yang semakin terbuka.
Secara teknis, kenaikan diatas FR 61.8% 2422.56 diperlukan untuk merubah tren turun menjadi naik. Tapi area 2400 dan juga 2380 akan menentukan dalam waktu dekat. Ekspektasi kami skenario penurunan hari ini diharapkan menjadi penurunan terakhir, dengan peluang support 2364 menjadi area double bottom, dan neckline di zona 2418/2420. Perlu konfirmasi penembusan neckline untuk membuat double bottom tersebut dikatakan konfirm.
Sebaliknya, jika FR 0% 2364 ditembus, yang berarti juga double bottom gagal, ekspektasi kami penurunan akan relatif tertahan di zona hijau kisaran 2350-2355, yang juga bisa saja dikategorikan wave 5 dari pola penurunan Elliott wave. Dan selanjutnya rebound mulai bertahap membentuk pola pantulan ABC untuk kenaikan. Demand kuat juga diperkirakan muncul di zona hijau tersebut.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi BUY on Dip
Entry: 2356.00 – 2358.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward : 2370.00 ($12 - $14)
(bisa follow/pertahankan BUY jika tembus 2391 (FR 23.6% H4),
Target terdekat 2398, terjauh 2410, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2350.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 2350)
Risk Reward: 1: 2
Opsi SELL jika resistance tidak ditembus
Entry : 2436.00 – 2438.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2424.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2444.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 2442)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!
Dolar mulai pulih terhadap sejumlah mata uang lainnya seiring dengan setelah sempat merosot tajam oleh kekhawatiran akan terjadinya resesi di AS paska rilis data di sektor tenaga kerja yang meleset jauh dari perkiraan. Kekhawatiran tersebut sedikit mereda setelah pejabat Fed yang mengartikan penurunan di sektor tenaga kerja tersebut tidak serta merta sebagai indikasi ekonomi akan jatuh ke dalam resesi. Setelah sebelumnya Gubernur Fed San Fransisco - Mary Daly mengatakan menurunnya data di sektor tenaga kerja tersebut lebih dikarenakan dampak dari badai yang terjadi beberapa waktu lalu dan perlu melihat data sektor tenaga kerja berikutnya untuk memastikan apakah data tersebut benar-benar mencerminkan kondisi sebenarnya atau hanya temporer. Semalam Daly kembali berkomentar dengan mengatakan data sektor tenaga kerja memberi keyakinan bahwa ekonomi melambat namun bukan berarti ekonomi langsung jatuh menjadi resesi, meskipun demikian sangat penting untuk menjaga pasar tenaga kerja agar tidak terus melemah. Sebelumnya Daly juga mengatakan sangat terbuka untuk memangkas suku bunga acuan pada pertemuan moneter berikutnya. Gubernur Fed Chicago - Austan Goolsbee juga menyampaikan hal senada dengan mengatakan data tenaga kerja memang lebih rendah dari perkiraan namun bukan berarti akan terjadi resesi. Meskipun sebagian pelaku pasar menyebutkan Fed terlalu lama menunggu untuk memangkas suku bunga sehingga dikhawatirkan keputusan tersebut akan membuat ekonomi jauh memburuk yang terbukti dengan data tenaga kerja tersebut. Sehingga muncul spekulasi bahwa Fed bisa saja memangkas suku bunga di luar pertemuan moneter atau inter-meeting dalam beberapa waktu ke depan. Langkah ini merupakan keputusan yang sangat darurat sehingga peluangnya masih sangat kecil. Perihal ini Goolsbee mengatakan semua kemungkinan masih bisa terjadi tergantung dengan kondisi dan data ekonomi yang ada. Namun untuk sementara masih dirasa masih belum perlu. Sejumlah data penting termasuk data inflasi dan konfimasi dari sektor tenaga kerja yang baru akan dirilis di awal bulan depan membuat peluang tersebut semakin kecil. Kemungkinan terbesar adalah mempersiapkan pasar dengan manyuarakan langkah Fed berikutnya pada Simposium di Jackson Hole Wyoming menjelang akhir bulan Agustus ini. Ekspektasi pasar masih memperkirakan Fed akan memangkas suku bunga acuan sebanyak 50 bps pada pertemuan moneter di bulan September mendatang dengan peluang yang menurun dari mendekati 90% menjadi hanya di kisaran 70% menurut CME FedWatch tool. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis hanya ada data Crude Oil Inventories.
Yen mengalami koreksi terhadap dolar setelah selama 5 hari sebelumnya terus menguat hingga naik mendekati 6%. Perubahan arah kebijakan moneter Bank Sentral Jepang (BOJ) yang lebih agresif dengan pertimbangan lebih berat pada inflasi yang berbeda dari kebiasaan moneter sebelumnya yang orthodox dengan mempertahankan suku bunga rendah. Sehingga mempersempit ruang bagi pelaku carry trade yang membuat gejolak mata uang Yen menjadi tidak terkendali. Menteri Keuangan juga masih memantau pergerakan mata uang Yen dan tetap mempertahankan kebijakan intervensi jika memang diperlukan. Faktor-faktor tersebut yang menyebabkan mata uang Yen menguat dalam beberapa hari belakangan ini. Hari ini hanya ada data Leading Indicator dengan perkiraan menurun dari 111.2% menjadi 109.1%.
Euro juga mulai terkoreksi selain karena pulihnya mata uang dolar namun juga karena fundamental ekonomi yang negatif di kawasan ini. Data Retail Sales bulan Juli mengalami penurunan cukup tajam dari +0.1% menjadi -0.3% yang jauh lebih rendah dari perkiraan hanya turun 0.0%. Dan jika dibandingkan dengan data setahun sebelumnya juga terjadi penurunan -0.3% yang lebih rendah dari perkiraan hanya turun +0.2% dari data periode sebelumnya meski direvisi meningkat dari +0.3% menjadi +0.5%. Ekspektasi akan langkah moneter yang akan diambil oleh Bank Sentral Eropa (ECB) berikutnya untuk melanjutkan memangkas suku bunga juga menjadi sentimen negatif untuk mata uang Euro. Hari ini akan dirilis data Neraca Perdagangan di Jerman dan Prancis serta data Industrial Production di Jerman.
Poundsterling berlanjut melemah terhadap dolar hingga level terendah dalam 5 pekan terakhir menyusul langkah Bank Sentral Inggris (BOE) memangkas suku bunga acuan untuk pertama kali pada pekan lalu. Berbeda dengan Fed yang diperkirakan akan memangkas suku bunga acuan yang lebih agresif. BOE setelah memangkas suku bunga acuan 25 bps pekan lalu belum berencana untuk melanjutkan pada pertemuan moneter berikutnya. Gubernur BOE - Andrew Bailey dan Ketua ahli ekonomi BOE - Huw Pill senada dengan mengatakan suku bunga acuan tidak akan turun lagi dalam waktu dekat ini. BOE harus memastikan inflasi tetap rendah dan bersikap hati-hati untuk tidak memangkas suku bunga terlalu cepat dan terlalu banyak. Ketua ahli ekonomi BOE - Huw Pill juga mengatakan hal senada dalam pernyataan perang melawan inflasi masih belum berakhir dan suku bunga masih harus dipertahankan. Data PMI di sektor konstruksi yang dirilis kemarin sebenarnya positif dengan kenaikan 55.3 yang melampaui perkiraan naik 52.5 dari periode sebelumnya 52.2. Hari ini akan dirilis data Indeks Harga Perumahan dari Halifax
Cek info lain di
https://agrodana-futures.com/
https://instagram.com/agrodanafuturesofficial
https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.09200 - 1.09400
Target : 1) 1.08600
2) 1.08000
Stop Loss : 1.10000
(switch to BUY jika tembus 1.10100)
DISCLAIMER ON!
Suggest : SELL on Rally
Area : 1.27100 - 1.27300
Target : 1) 1.26500
2) 1.25900
Stop Loss : 1.27900
(Switch to BUY jika tembus 1.28000)
DISCLAIMER ON!
Suggest : BUY on Dip
Area : 144.800 - 145.000
Target : 1) 145.600
2) 146.100
Stop Loss : 144.200
(switch to SELL jika tembus 143.820)
DISCLAIMER ON!
Suggest : BUY on Dip
Area : 2356.00 - 2358.00
(Cek artikel untuk area alternatif)
Target : 1) 2364.00
2) 2370.00
(Pertahankan/Follow BUY jika tembus 2391.00,
potensi target terdekat 2398, terjauh 2410!)
Stop Loss : 2350.00 (ideal 3-5 poin di bawah 2350)
DISCLAIMER ON!
Kepanikan pasar sepertinya belum menunjukkan tanda-tanda berakhir sampai memasuki sesi NY tadi malam di saat para trader masuk dengan kekhawatiran bahwa saham-saham teknologi besar terlihat akan anjlok lebih dari 10%. Puncaknya terjadi sekitar sesi NY di mana imbal hasil obligasi AS tenor 2 tahun turun lebih dari 25 bps, juga didorong oleh pembicaraan tentang penurunan suku bunga.
Data ISM service AS bulan Juli dirilis dengan angka lebih baik dari ekspektasi, 51.4 vs 51.0. Angka ini sedikit memberikan ketenangan karena naik ke level ekspansi dibanding bulan sebelumnya yang berada di zona kontraksi, 48.8. Fed kemungkinan akan melihat hal ini sebagai hal yang konsisten dengan narasi ‘soft landing’ mereka dan mendorong kembali terhadap ekspektasi pemangkasan suku bunga yang agresif.
Austan Goolsbee dari Fed sepertinya cukup berhasil mengembalikan fokus pasar pada ekonomi dan menenangkan kepanikan tersebut. Goolsbee menekankan bahwa ekonomi yang mendasarinya masih baik-baik saja meskipun Fed kemungkinan berada di belakang kurva (terlambat bertindak), tapi mengingatkan bahwa ini bukan saatnya panik.
Presiden Fed Chicago Austan Goolsbee mengatakan angka pekerjaan memang lebih rendah, tapi tidak terlihat seperti dalam kondisi resesi. Pasar harus sedikit berhati-hati dalam menyimpulkan tentang laporan pekerjaan tersebut. Namun, komentar Goolsbee tersebut memang cenderung terfokus pada ekonomi, bukan gejolak di pasar.
Goolsbee setuju bahwa Fed memang harus berwawasan ke depan dalam menetapkan kebijakan. Dia menunjuk pada kondisi GDP yang relatif lebih kuat dari yang diperkirakan Fed. Goolsbee menambahkan bahwa Fed akan mendapat lebih banyak informasi antara saat ini sampai pertemuan berikutnya.
Terkait pemangkasan darurat, Goolsbee menerangkan bahwa dia hanya bisa berbicara untuk dirinya sendiri. Segala sesuatu selalu ada “di atas meja” (untuk dipertimbangkan). Fed akan merespon kondisi jika ekonomi memburuk. Jika data pekerjaan menunjukkan tanda-tanda jangka panjang, maka Fed harus merespon.
Sementara Mary Daly dari San Francisco Fed mengatakan ada kemungkinan untuk memangkas suku bunga di pertemuan-pertemuan mendatang. Risiko terhadap mandat Fed menjadi lebih seimbang. Daly terbuka untuk pemangkatan suku bunga di pertemuan mendatang. Menurutnya laporan pekerjaan Juli mencerminkan banyak PHK sementara karena efek dari badai. Namu, Daly menegaskan bahwa dirinya akan mencermati dengan seksama apakah laporan pasar kerja berikutnya mencerminkan dinamika yang sama atau berbalik.
Jika bertindak hanya berdasarkan 1 titik data saja, maka kita hampir dipastikan akan salah bertindak. Pendekatan “diam di tempat” terlihat berhasil. Daly meyakinkan pasar bahwa Fed akan melakukan apa yang diperlukan untuk memastikan Fed mencapai kedua tujuan.

Kekhawatiran resesi membuat pasar ekuitas global turun cepat, ditunjukkan dengan Wall Street yang turun drastis dengan penurunan terlihat di sektor teknologi. Dan hal ini merembet ke pasar Asia sehingga investor cenderung mengamankan keuntungannya di pasar emas untuk menutupi kerugian yang terjadi di pasar saham.
Secara fundamental, seharusnya dengan data ekonomi yang menunjukkan pelemahan, maka Fed semakin terbuka untuk melakukan pemangkasan suku bunga di pertemuan mendatang. JP Morgan dan Citigroup memperkirakan pemangkasan suku bunga agresif 50 bps di pertemuan September dan November, dilanjutkan dengan 25 bps di pertemuan Desember 2024. Sementara Goldman Sachs memperkirakan 3 kali pemangkasan 25 bps hingga akhir tahun 2024, kecuali jika data NFP Agustus yang dirilis awal September kembali menunjukkan angka yang lebih rendah.
Meski JP Morgan memperkirakan akan terjadi pemangkasan suku bunga darurat (di luar jadwal pertemuan bank sentral resmi), tapi nampaknya hal tersebut sulit untuk terjadi. Pasar masih harus menunggu inflasi CPI AS yang baru dirilis 14 Agustus mendatang, dan juga Jackson Hole Symposium 22-24 Agustus mendatang. Untuk saat ini pasar relatif stabil pasca penurunan tajam sejak Jumat dan Senin.
Tidak ada data ekonomi yang dirilis dari AS malam nanti sehingga pasar akan mencermati stabilitas pasar ekuitas. Investor akan kembali memperhitungkan potensi pemangkasan suku bunga. Dan emas diperkirakan baru mulai beranjak naik jika pasar ekuitas global mulai stabil dan fokus kembali ke ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed.
Dengan demikian, penurunan hari ini diperkirakan akan relatif terbatas, dan ekspektasi swing low terakhir untuk menguji kembali area support, dan tidak diharapkan untuk membuat low baru.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!
Candlestick ditutup bearish dengan real body hitam agak panjang, tapi juga memiliki tail bawah yang lebih panjang dari tail atas. Secara agregat, penurunan diperkirakan masih bisa terjadi, tapi support psikologis 2366 (FR 61.8% Daily) menunjukkan area tersebut masih cukup kuat menahan tekanan turun tersebut sehingga bullish kemungkinan masih memiliki kesempatan.
Trendline support juga berperan menahan penurunan tadi malam yang tertahan di 2364 dan berbalik ditutup naik di 2409. Tapi bullish perlu menunjukkan mampu ditutup di atas 2388 sehingga peluang kenaikan di hari berikutnya relatif terbuka lebar. Strong bullish akan lebih konfirm jika harga mampu kembali bertahan di atas 2410, dan resistance 2438 (FR 23.6% Daily) tetap menjadi area wajib tembus.

Di H4, Fibonacci retracement (FR) ditarik dari puncak 2477.56 (FR 100%) ke bottom 2364.19 (FR 0%). Saat ini di sesi Asia, harga mencoba mendekati FR 50% 2420.88 yang juga berada di zona orange (kisaran 2420-2426. Secara umum, pola penurunan kemungkinan belum berakhir sehingga zona SELL bisa tetap dilakukan dekat FR 50% atau di zona orange tersebut, dengan SL sebaiknya ditempatkan di atas FR 61.8% 2434 (3-5 poin di atas resistance).
Jika FR 61.8% ditembus, maka tren berpotensi berbalik kembali menjadi bullish. Dan bullish kemungkinan akan jauh lebih kuat jika resistance 2450/2452 berhasil ditembus, yang berarti juga menandakan potensi kelanjutan trend naik.
Sebaliknya, jika FR 61.8% 2434.25 gagal ditembus, maka emas berpeluang kembali terkoreksi turun dan target terdekat diperkirakan kembali melirik zona 2400 dan 2390 sebagai potensi terdekat, dan 2370/2372 atau 2364/2366 sebagai area terjauh. Perhatikan juga kondisi pasar ekuitas! Jika mulai stabil, maka penurunan emas diperkirakan mulai terbatas, dan bullish akan kembali mengambil alih secara bertahap karena pasar akan kembali ke fokus utama, yaitu ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed di bulan September yang semakin terbuka.

Per jam 10.40 WIB, harga berada di 2409.64, dengan high di 2418.19 dan low 2404.29. Fibonacci Retracement (FR) ditarik dari puncak 2458.64 sampai ke bottom 2364.19 (FR 0%). Kenaikan saat ini tertahan di kisaran FR 50% 2411.41 dan FR 61.8% 2422.56. Ini merupakan ‘Golden Area’ untuk SELL dengan SL di atas FR 61.8% untuk antisipasi reversal bullish jika FR 61.8% berhasil ditembus.
Secara keseluruhan, opsi SELL kemungkinan masih dominan dalam waktu dekat karena pasar dinilai belum stabil dari kekhawatiran resesi. Namun tren juga diperkirakan bisa berubah menjadi bullish jika penurunan tidak lebih rendah dari low kemarin 2364. Ini berarti diperkirakan cenderung membuka peluang membentuk pola double bottom.
Namun, FR 23.6% di 2386.48 juga berpotensi menjadi support yang relatif kuat sehingga bisa saja penurunan mulai terhambat, dan tanda-tanda rebound mulai terjadi secara bertahap.
Kenaikan bisa saja terjadi jika FR 61.8% ditembus, sehingga strategi bisa berubah menjadi buy jika FR 61.8% 2422.56 berhasil ditembus, dengan peluang kenaikan mendekati 2430-2436, atau bersiap jika penurunan sudah mendekati support psikologis 2364-2366.
Opsi BUY bisa dilakukan jika:
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi SELL on Rally
Entry: 2418.00 – 2420.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward : 2406.00 ($12 - $14)
(bisa follow/pertahankan SELL jika tembus 2400.27 (FR 38.2% H1),
Target terdekat 2395, terjauh 2386, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 2426.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di atas 2426)
Risk Reward: 1: 2
Opsi BUY jika Support tidak ditembus
Entry : 2366.00 – 2368.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif)
Target/Reward: 2380.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 2360.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di bawah 2360)
Risk Reward: 1: 2
Disclosure: Ini hanyalah hasil analisa dan bukan saran finansial. Selalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuka posisi Trade. Semua hasil Trade Anda merupakan tanggung jawab sendiri!



