Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun ditutup sedikit lebih tinggi dibanding sehari sebelumnya, demikian juga dengan USD. Tapi keduanya tidak menunjukkan kenaikan yang terlampau kuat sehingga emas saat itu berhasil ditutup rebound di 3194 meski sempat tertekan hingga 3154.
Data Michigan consumer sentiment menunjukkan kepercayaan konsumen yang suram, tapi lonjakan ekspektasi inflasi terus berlanjut sehingga menarik perhatian pasar. Hal tersebut yang mungkin jadi penyebab kenaikan kembali imbal hasil Treasury AS
Peringkat Kredit AS Turun
Dengan minimnya data ekonomi yang signifikan di hari Jumat kemarin, pasar tidak mendapat pedoman yang pasti. Namun, muncul kabar dari Moody’s. Lembaga pemeringkat kredit tersebut menurunkan peringkat kepercayaan dan kredit AS dari Aaa menjadi Aa1, berita buruk untuk ekonomi AS.
Penurunan tersebut terjadi pasca Moody’s turunkan prospek pertumbuhan ekonomi AS setahun yang lalu. Moody’s menyebut bahwa peringkat terbaru tersebut stabil, tapi menyoroti masalah yang jelas. Naiknya tingkat utang AS membuat Moody’s merilis laporan tersebut.

Hal lain yang juga membuat emas dibuka gap up pagi ini adalah ancaman dari Menteri Keuangan AS Scott Bessent di akhir pekan. Bessent mengatakan bahwa tarif resiprokal akan kembali diberlakukan untuk banyak negara kalau tidak ada kesepakatan dagang yang dicapai.
Hal ini diperkirakan muncul setelah Jepang memutuskan untuk menghentikan negosiasi tarif sampai pemilihan umum Jepang di bulan Juli. Namun kabar terbaru menyebut bahwa negosiator Jepang akan berkunjung ke Washington minggu ini untuk bertemu Menteri Keuangan Scott Bessent, dan Menteri Perdagangan Howard Lutnick.
Sejauh ini pasar mencatat hanya memiliki 1 kesepakatan yang bulat dengan Inggris, sedangkan mitra dagang lain belum terlihat membuahkan hasil, meskipun berminggu-minggu lamanya pasar sempat mendengar rumor tentang kesepakatan yang akan dicapai.
AS dikabarkan sudah bertukar beberapa dokumen negosiasi dengan Uni Eropa. Tapi banyak pihak yang melihat hal tersebut masih menjadi angan-angan bahwa AS akan lolos dari tarif 10% dan juga membuka lebih banyak perdagangan tanpa pembalasan.
Goldman Sachs merilis pandangan terbarunya. GS melihat tarif AS bisa melemahkan dolar karena membuat pertumbuhan ekonomi melambat. GS memperkirakan dolar akan melemah karena ketegangan perdagangan, ketidakpastian kebijakan, dan melambatnya pertumbuhan GDP sehingga membebani kepercayaan investor dan permintaan asing terhadap aset-aset AS.
Fokus Minggu Ini
Minggu ini akan relatif ringan dengan data ekonomi hanya rilis seputar data PMI dan juga penjualan rumah baru dan bekas. Sementara event di luar AS yang kemungkinan menjadi sorotan adalah KTT Inggris-Uni Eropa, inflasi Inggris dan keputusan suku bunga dari RBA dan PBOC. Pemangkasan suku bunga dari bank sentral lain sudah menjadi pemicu kritik keras Trump pada Ketua Fed Jerome Powell belakangan ini agar segera menurunkan suku bunga.
Pertemuan Trump dan Putin kemungkinan agenda lain dari geopolitik. Dan semua hal tentang tarif akan menjadi isu utama yang tetap menarik dicermati pasar. Sedangkan data ekonomi kemungkinan melihat PMI manufaktur dan service yang lebih menggerakkan sentimen dibandingkan data perumahan, setidaknya untuk saat ini.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!

Candlestick daily ditutup bearish setelah kenaikan di sesi Asia Jumat lalu gagal lanjut di atas 3251. Tapi penurunan juga tertahan di 3154, lebih tinggi dibanding level terendah 15 Mei 2025 di 3120. Secara umum, belum nampak perubahan signifikan pada pergerakan harga, level support tetap bertahan, tapi kenaikan juga belum terlalu kuat.
Beberapa hari ke depan perlu dicermati area 3120 dan 3154 untuk memastikan apakah tekanan turun berlanjut, dan juga resistance 3251-3255 untuk memastikan apakah kenaikan mulai memiliki kekuatan atau tidak. Resistance psikologis saat ini di 3272-3289, area di mana pembukaan dan high 12 Mei 2025 menjadi acuan karena saat itu terjadi gap down.

Di H4, harga masih tertahan oleh MA 200 yang saat ini berada di 3239 meskipun sempat naik hingga 3249. Penurunan terjadi sampai 3214.63, sedangkan gap hari ini sebesar +$45 (penutupan Jumat 3194, pembukaan hari ini 3239). Meskipun tidak selalu menutupi gap dalam satu hari, tapi jika dianggap peluang penutupan gap tersebut bisa terjadi, maka area buy secara teori harusnya akan berada di area 3192-3202 tersebut. Namun jika tren naik cenderung kuat, maka buy bisa saja dilakukan di tengah-tengah area gap tersebut seperti yang terjadi saat ini di sesi Asia.
Opsi BUY diperkirakan relatif lebih dominan hari ini karena secara teknis level terendah 2 hari terakhir yang cenderung membentuk formasi higher low, dan area resistance yang cenderung relatif sama di zona 3249-3251. Ini artinya, wave ABC yang dinantikan saat ini mulai melirik terbentuknya wave C, yang berarti juga timing untuk naik mulai terbuka.
Bullish lebih kuat jika mampu naik di atas MA 200 3239 (harus tembus, berarti next candle berada di atas MA 200), atau naik di atas resistance 3251-3255 yang merupakan high 2 hari terakhir.
Sebaliknya, penurunan bisa kembali terjadi jika area orange (kisaran 3184-3202) ditembus. Karena gap 3194-3202 menjadi pertimbangan zona buy yang lebih lower risk dengan asumsi “penutupan gap”, maka konfirmasi penurunan di bawah 3184 diperlukan untuk memicu penurunan lebih lanjut. Switch strategi menjadi SELL akan lebih konfirm jika 3184 ditembus.
Pembelian bank sentral global masih berjalan dan geopolitik yang belum reda sepenuhnya, termasuk 90 hari ke depan yang disepakati AS dan China untuk saling mengurangi tarif tetap menjadi rintangan, sehingga secara fundamental emas masih memiliki peluang untuk sewaktu-waktu kembali naik.

Per jam 11.00 WIB, harga berada di 3212.96, dengan high di 3251.80 dan low 3206.46. Secara teknis, harga sudah berhasil tembus di atas resistance trend channel pasca penurunan cepat ke 3120 di sesi Asia kemarin. Kenaikan tersebut menandakan fase wave A dimulai, sehingga peluang uptrend diperkirakan bisa berlanjut.
Namun penurunan di sesi Asia pagi ini diharapkan tidak berlanjut dan dianggap sebagai bagian dari koreksi wave B sebelum akhirnya naik sebagai wave C yang diperkirakan akan tembus level 3251 (area yang dianggap sebagai high dari wave A). Ini berarti area koreksi FR 38.2% 3201 dan FR 50% 3186 seharusnya menjadi area potensial untuk buy tepat saat terjadinya swing low untuk koreksi wave B.
Area swing low sejauh ini tertahan di 3206.46, dan cukup dekat dengan FR 38.2%. Artinya, posisi buy bisa dipertimbangkan dengan area FR 505 3186 sebagai area yang lebih ideal (lower risk), tapi area FR 38.2% 3201 sebagai area support yang lebih dekat, dan ekspektasi selanjutnya harga berhasil mendorong kenaikan untuk minimal kembali menguji 3251, atau lebih tinggi (wave C biasanya lebih tinggi dari wave A).
Jika perhitungan tepat (swing low untuk koreksi wave B tidak lebih dari 3186), maka ada potensi membentuk pola inverse head & shoulders, di mana left shoulder berada di 3207.76 (low 12 Mei 2025), head di 3120.77 (low 15 Mei 2025), dan right shoulder di 3206.46 (diasumsikan low 16 Mei 2025). Konfirmasi dari pola ini adalah tembus neckline 3248, yang berarti juga sekaligus penanda kelanjutan dari wave C.
Opsi sell bisa dilakukan jika harga turun di bawah 3186, atau kenaikan kembali gagal tembus 3251 di sore/malam hari.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi BUY dekat support
Entry: 3218.00 – 3220.00
(atau cek di artikel untuk opsi lainnya)
Target/Reward : 3232.00 ($12 - $14)
(follow/pertahankan BUY jika tembus 3247.00,
Target terdekat 3255, terjauh 3270, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 3212.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 3212.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi SELL jika support tembus
Entry : 3180.00 – 3182.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif )
Target/Reward: 3168.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 3188.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 3186)
Risk Reward: 1: 2
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis PT Agrodana Futures



