Candlestick ditutup bearish, secara teori cenderung turun
Secara teknis, daily rsi masih cukup rendah, mendukung rebound. Tapi situasi geopolitik yang mendorong harga minyak dikhawatirkan membatasi kenaikan
Di H4, kemungkinan kembali retest resistance 46900-47200, tapi diperkirakan kembali terhambat sehingga tren cenderung turun
Pasar saham AS ditutup melemah dipicu sikap Powell yang cenderung hawkish pada inflasi, meskipun di sisi lain melihat kondisi pasar tenaga kerja yang relatif lemah, tapi tidak menilai pasar tenaga kerja lebih terancam dibanding inflasi
Keputusan FOMC :
a. suku bunga tetap + dot plot 1x cut di 2026
b. proyeksi PCE naik dari 2.4% menjadi 2.7%, dan core PCE dari 2.5% menjadi 2.7%
c. proyeksi GDP naik moderat dari 2.3% menjadi 2.4%
d. proyeksi unemployment rate tetap di 4.4%
Pernyataan Powell cenderung dianggap hawkish pada inflasi, tapi tidak melihat kasus untuk kenaikan suku bunga sebagai base case berikutnya. Cenderung "wait and see" bagaimana outlook ekonomi terpengaruh, terutama oleh efek Timur Tengah sebelum menyesuaikan kebijakan
Tekanan turun cenderung terbebani oleh situasi geopolitik yang kembali memanas setelah harga minyak kembali naik dekati $100
Yang perlu diperhatikan ke depan terkait geopolitik
a. gencatan senjata/mediasi = saham naik -> switch to buy
b. tidak ada gencatan senjata/diplomasi = eskalasi = saham turun -> pertahankan SELL
Bearish lebih kuat jika tembus 46380 -> pertahankan SELL
Bullish lebih kuat jika tembus 46900-> switch to BUY
Suggest : SELL on Rally Area : 46580 - 46600 Target : 1) 46480 2) 46380 SL : 46700
Alternatif : Follow SELL jika tembus 46380 Switch to BUY jika tembus 46900 Fokus data ekonomi dan pantau harga minyak!
CHART TECHNICAL ANALYSIS NASDAQ
Keterangan :
Candlestick ditutup bearish, secara teori cenderung turun
Di H4, harga mengalami rebound, tapi kemudian rejection dan turun hingga 24360. Pagi ini gap up setelah penurunan semalam, tapi diperkirakan kenaikan akan kembali tertahan oleh zona resistance 24711-24932
Pasar saham AS ditutup melemah dipicu sikap Powell yang cenderung hawkish pada inflasi, meskipun di sisi lain melihat kondisi pasar tenaga kerja yang relatif lemah, tapi tidak menilai pasar tenaga kerja lebih terancam dibanding inflasi
Keputusan FOMC :
a. suku bunga tetap + dot plot 1x cut di 2026
b. proyeksi PCE naik dari 2.4% menjadi 2.7%, dan core PCE dari 2.5% menjadi 2.7%
c. proyeksi GDP naik moderat dari 2.3% menjadi 2.4%
d. proyeksi unemployment rate tetap di 4.4%
Pernyataan Powell cenderung dianggap hawkish pada inflasi, tapi tidak melihat kasus untuk kenaikan suku bunga sebagai base case berikutnya. Cenderung "wait and see" bagaimana outlook ekonomi terpengaruh, terutama oleh efek Timur Tengah sebelum menyesuaikan kebijakan
Tekanan turun cenderung terbebani oleh situasi geopolitik yang kembali memanas setelah harga minyak kembali naik dekati $100
Yang perlu diperhatikan ke depan terkait geopolitik
a. gencatan senjata/mediasi = saham naik -> switch to buy
b. tidak ada gencatan senjata/diplomasi = eskalasi = saham turun -> pertahankan SELL
Bearish lebih kuat jika tembus 24580 -> pertahankan SELL
Bullish lebih kuat jika tembus 24900-> switch to BUY
Suggest : SELL on Rally Area : 24700.00 – 24720.00 Target : 1) 24600.00 2) 24500.00 SL : 24820.00
Alternatif : Pertahankan SELL jika tembus 24580 Switch to BUY jika tembus 24900 Fokus data ekonomi dan pantau harga minyak!
CHART TECHNICAL ANALYSIS S&P 500
Keterangan :
Candlestick ditutup bearish, secara teori cenderung turun
H4 menunjukkan resistance 6760 yang masih terlalu kuat sehingga kenaikan mengalami rejection, diikuti penurunan sampai sentuh zona 6600 kembali. Jika zona 6600 ditembus, maka peluang penurunan berlanjut. Jika tidak tembus, maka tekanan turun kemungkinan mulai berkurang
Pasar saham AS ditutup melemah dipicu sikap Powell yang cenderung hawkish pada inflasi, meskipun di sisi lain melihat kondisi pasar tenaga kerja yang relatif lemah, tapi tidak menilai pasar tenaga kerja lebih terancam dibanding inflasi
Keputusan FOMC :
a. suku bunga tetap + dot plot 1x cut di 2026
b. proyeksi PCE naik dari 2.4% menjadi 2.7%, dan core PCE dari 2.5% menjadi 2.7%
c. proyeksi GDP naik moderat dari 2.3% menjadi 2.4%
d. proyeksi unemployment rate tetap di 4.4%
Pernyataan Powell cenderung dianggap hawkish pada inflasi, tapi tidak melihat kasus untuk kenaikan suku bunga sebagai base case berikutnya. Cenderung "wait and see" bagaimana outlook ekonomi terpengaruh, terutama oleh efek Timur Tengah sebelum menyesuaikan kebijakan
Tekanan turun cenderung terbebani oleh situasi geopolitik yang kembali memanas setelah harga minyak kembali naik dekati $100
Yang perlu diperhatikan ke depan terkait geopolitik
a. gencatan senjata/mediasi = saham naik -> switch to buy
b. tidak ada gencatan senjata/diplomasi = eskalasi = saham turun -> pertahankan SELL
Bearish lebih kuat jika tembus 6650 -> pertahankan SELL
Bullish lebih kuat jika tembus 6740-> switch to BUY
Suggest : SELL on Rally Area : 6670.00 – 6690.00 Target : 1) 6640.00 2) 6610.00 SL : 6720.00
Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 6650 Switch to BUY jika tembus 6740 Fokus data ekonomi dan pantau harga minyak!
CHART TECHNICAL ANALYSIS NIKKEI
Keterangan :
Candle ditutup shooting star, secara teori cenderung turun
Daily resistance 55535-54070 terbukti terlalu kuat, harga kembali mengalami rejection dan turun
Pembukaan gap down pagi ini berada tepat di zona support H4 53060-53540. Rebound diharapkan terbatas, dan jika terjadi penurunan, maka tembus support 53060 akan berlanjut dengan penurunan. Sebaliknya, jika berhasil naik di atas 53540, maka waspada resistance yang berpotensi batasi keanikan
Fed pertahankan suku bunga sesuai ekspektasi, dot plot juga mempertahankan peluang 1x cut rate di 2026, dan Powell tidak melihat efek perang Iran pada inflasi sehingga tidak melihat Fed harus buru-buru mengubah kebijakan. Tapi Powell juga bilang bahwa Fed tidak mungkin memangkas selama inflasi tinggi -> secara umum membebani Wall Street sehingga berpengaruh pada saham global juga
Fokus BOJ Meeting :
a. tahan suku bunga + pernyataan hawkish (tetap terbuka untuk kenaikan suku bunga) = Nikkei turun -> pertahankan SELL
b. tahan suku bunga + pernyataan dovish (tidak ada rencana menaikkan suku bunga) = Nikkei naik -> switch to BUY
c. suku bunga naik (mengejutkan) + pernyataan hawkish = Nikkei turun -> lanjut pertahankan SELL
Faktor lain yang berpotensi kembali menekan:
a. potensi intervensi yen masih membayangi -> belum terlihat, tapi otoritas setempat mulai mencermati "dengan rasa urgensi" (opsi jika suku bunga tetap dipertahankan)
b. geopolitik global -> saat ini cenderung mulai memanas kembali
Bullish lebih dominan jika tembus 53900-> pertahankan BUY
Bearish lebih dominan jika tembus 53200-> switch to SELL
Suggest : SELL on Rally Area : 53700 - 53720 Target : 1) 53600 2) 53500 SL : 53820
Alternatif : Follow SELL jika tembus 53200 Switch to BUY jika tembus 53900 Tetap waspada dengan potensi “intervensi aktual” yen ataupun kejutan kenaikan suku bunga BOJ (jika ada)
CHART TECHNICAL ANALYSIS HANGSENG
Keterangan :
Candle ditutup doji, secara teori peluang turun
Secara teknis, pembukaan gap down dipicu oleh situasi geopolitik dan juga Wall Street yang tertekan
Geopolitik kembali memanas, Iran ancam serang fasilitas energi AS dan Israel sebagai balasan tindakan serupa AS sebelumnya
Di sisi domestik, pasar masih tunggu kejelasan stimulus sehingga rentan penurunan selama belum ada kejelasan dari Pemerintah China dan PBOC
Bullish lebih kuat jika tembus 25900 -> pertahankan BUY
Bearish lebih dominan jika tembus 25380-> switch to SELL
Suggest : SELL on Rally Area : 25540 - 25560 Target : 1) 25440 2) 25340 SL : 25660
Alternatif : Follow/Pertahankan SELL jika tembus 25380 Switch to BUY jika tembus 25900
Research & Analysis PT Agrodana Futures
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.