Ancaman risiko geopolitik masih membayangi sehingga perlu tetap waspada, tapi selama tidak ada kontak senjata secara fisik dan massive, maka kenaikan cenderung terbatas
Rumor OPEC+ akan menaikkan produksi 500K bph dalam 3 bulan ke depan, tapi kabar tersebut sempat dibantah, namun peluang kenaikan produksi 140K-160K bph mengindikasikan jika OPEC+ tetap dalam sikap menaikkan produksi -> negatif untuk harga minyak
Fundamental tetap menjadi landasan utama selama tidak ada perang/geopolitik yang memanas berlarut-larut: a. Keputusan OPEC+ mempercepat kenaikan produksi sampai Oktober -> negatif untuk minyak b. Kebijakan Tarif memicu kekhawatiran melambatnya ekonomi sehingga memicu lemahnya permintaan c. Trump menargetkan harga minyak yang lebih rendah
Secara teknis, area 61.60 sudah beberapa kali diuji dan selalu gagal tembus a. Pertahankan SELL jika kali ini berhasil tembus b. segera exit dari SELL, dan pertimbangkan buy bertahap jika area support kembali gagal tembus
Penurunan di bawah 60 berpotensi memicu penurunan lebih lanjut
Area 65-66 kemungkinan resistance psikologis yang menentukan
Suggest : SELL on Rally Area : 62.60 – 62.80 Target : 1) 61.60 2) 60.60 SL : 63.80
Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 61.60 Switch to BUY jika tembus 64.20
CHART TECHNICAL ANALYSIS DOW JONES
Keterangan :
Candle ditutup doji, secara teori peluang imbang antara naik dan turun
Risiko Penurunan kemungkinan masih membayangi dalam waktu dekat terkait beberapa isu:
kebijakan tarif farmasi untuk obat-obatan bermerk naik 100% per 1 Oktober 2025
kebijakan tarif alat rumah tangga (kitchen dan furnitur) masing-masing 50 dan 30% per 1 Oktober 2025
kebijakan tarif untuk truck besar naik 25% per 1 Oktober 2025
potensi government shutdown per awal Oktober, termasuk ancaman PHK di lingkungan pemerintah Federal
Wall Street menunggu kepastian apakah akan terjadi shutdown atau tidak, deadline di jam 11.00 WIB, jadi trader wajib waspadai! Dalam jangka pendek : a. shutdown = saham turun -> pertahankan sell b. tidak shutdown = saham rebound -> switch to buy
Fokus data ADP jam 19.15 WIB dan ISM Manufacture PMI jam 21.00 WIB (jika dirilis dan jika tidak ada shutdown) a. Act > Exp = saham turun -> pertahankan sell b. Act < Exp = saham naik -> switch to buy
Bullish lebih kuat jika tembus 46750 -> switch to BUY
Bearish lebih dominan jika tembus 46500 -> pertahankan SELL
Suggest : SELL on Rally Area : 46580 -46600 Target : 1) 46480 2) 46380 SL : 46700
Alternatif : Follow/Pertahankan SELL jika tembus 46500 Switch to BUY jika tembus 46750 atau jika tidak ada shutdown -Waspada lebih dulu di jam 11.00 WIB untuk kejelasan shutdown atau tidak!
CHART TECHNICAL ANALYSIS NASDAQ
Keterangan :
Candle ditutup doji, secara teori peluang imbang antara naik dan turun
Risiko Penurunan kemungkinan masih membayangi dalam waktu dekat terkait beberapa isu:
kebijakan tarif farmasi untuk obat-obatan bermerk naik 100% per 1 Oktober 2025
kebijakan tarif alat rumah tangga (kitchen dan furnitur) masing-masing 50 dan 30% per 1 Oktober 2025
kebijakan tarif untuk truck besar naik 25% per 1 Oktober 2025
potensi government shutdown per awal Oktober, termasuk ancaman PHK di lingkungan pemerintah Federal
Wall Street menunggu kepastian apakah akan terjadi shutdown atau tidak, deadline di jam 11.00 WIB, jadi trader wajib waspadai! Dalam jangka pendek : a. shutdown = saham turun -> pertahankan sell b. tidak shutdown = saham rebound -> switch to buy
Fokus data ADP jam 19.15 WIB dan ISM Manufacture PMI jam 21.00 WIB (jika dirilis dan jika tidak ada shutdown) a. Act > Exp = saham turun -> pertahankan sell b. Act < Exp = saham naik -> switch to buy
Bullish lebih kuat jika tembus 24950 -> switch to BUY
Bearish lebih dominan jika tembus 24780 -> pertahankan SELL
Suggest : SELL on Rally Area : 24800.00 - 24820.00 Target : 1) 24700.00 2) 24600.00 SL : 24920.00
Alternatif : Pertahankan/Follow SELL jika tembus 24780 Switch to BUY jika tembus 24950 atau jika shutdown tidak terjadi -Waspada lebih dulu di jam 11.00 WIB untuk kejelasan shutdown atau tidak!
CHART TECHNICAL ANALYSIS S&P 500
Keterangan :
Candle ditutup doji, secara teori peluang imbang antara naik dan turun
Risiko Penurunan kemungkinan masih membayangi dalam waktu dekat terkait beberapa isu:
kebijakan tarif farmasi untuk obat-obatan bermerk naik 100% per 1 Oktober 2025
kebijakan tarif alat rumah tangga (kitchen dan furnitur) masing-masing 50 dan 30% per 1 Oktober 2025
kebijakan tarif untuk truck besar naik 25% per 1 Oktober 2025
potensi government shutdown per awal Oktober, termasuk ancaman PHK di lingkungan pemerintah Federal
Wall Street menunggu kepastian apakah akan terjadi shutdown atau tidak, deadline di jam 11.00 WIB, jadi trader wajib waspadai! Dalam jangka pendek : a. shutdown = saham turun -> pertahankan sell b. tidak shutdown = saham rebound -> switch to buy
Fokus data ADP jam 19.15 WIB dan ISM Manufacture PMI jam 21.00 WIB (jika dirilis dan jika tidak ada shutdown) a. Act > Exp = saham turun -> pertahankan sell b. Act < Exp = saham naik -> switch to buy
Bullish lebih kuat jika tembus 6780 -> switch to BUY
Bearish lebih dominan jika tembus 6700 -> pertahankan SELL
Suggest : SELL on Rally Area : 6720.00 – 6740.00 Target : 1) 6690.00 2) 6660.00 SL : 6770.00
Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 6700 Switch to BUY jika tembus 6780 atau tidak terjadi shutdown Waspada lebih dulu di jam 11.00 WIB untuk kejelasan shutdown atau tidak!
CHART TECHNICAL ANALYSIS NIKKEI
Keterangan :
Candle ditutup bearish, secara teori cenderung turun
Wall Street ditutup turun karena kekhawatiran government shutdown -> Nikkei kemungkinan mirip dengan Nasdaq
Secara internal Jepang, belum ada perubahan, Jepang masih menunggu pemilu Jepang 4 Oktober sehingga ketidakpastian tetap akan mendominasi
Secara teknis, support 44170 akan menentukan. Penurunan bisa mengincar zona ini jika sentimen negatif Wall Street berlanjut. Dan jika tembus, maka lanjut turun. Jika gagal tembus, waspada pembalikan ke atas.
Wall Street menunggu kepastian apakah akan terjadi shutdown atau tidak, deadline di jam 11.00 WIB, jadi trader wajib waspadai! Dalam jangka pendek : a. shutdown = saham turun -> pertahankan sell b. tidak shutdown = saham rebound -> switch to buy
Fokus utama Nikkei masih pada Ketidakpastian politik Jepang yang masih membayangi NIKKEI, dampaknya cenderung 2 sisi: a. ekspektasi pemimpin baru lebih pro pelonggaran fiskal -> positif untuk saham b. ketidakpastian arah kebijakan -> negatif untuk saham
Bullish lebih kuat jika tembus 45000 -> switch to BUY
Bearish lebih dominan jika tembus 44500 -> pertahankan SELL
Suggest : SELL on Rally Area : 44720 - 44740 Target : 1) 44620 2) 44520 SL : 44840
Alternatif : Follow/Pertahankan SELL jika tembus 44500 Switch to BUY jika tembus 45000
CHART TECHNICAL ANALYSIS HANGSENG
Keterangan :
GOLDEN WEEK : Hang Seng libur 1 Oktober dan 7 Oktober, China Libur 1-8 Oktober
Alternatif : Follow/Pertahankan BUY jika tembus XXXX Switch to SELL jika tembus XXXX
Research & Analysis PT Agrodana Futures
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.