Faktor pendukung bearish (potensi menahan kenaikan) : a. Trump ingin harga minyak lebih rendah b. kebijakan tarif memicu kekhawatiran melambatnya permintaan karena ekonomi yang melambat c. kekhawatiran resesi karena imbas melambatnya ekonomi d. OPEC+ mulai naikkan produksi per bulan April dan berlanjut di bulan Mei
Putaran pertama pertemuan Iran-AS dilaporkan lancar, dan mengarah pada pertemuan putaran kedua, hari Sabtu, 19 April 2025 di Roma a. jika sepakat, maka pasokan berpotensi meningkat -> minyak turun b. jika deadlock, maka pasokan tetap -> minyak naik, tapi kemungkinan terbatas karena faktor lain yang dominan terutama melambatnya ekonomi akibat tarif berdampak pada lemahnya permintaan
Pasar masih menunggu perkembangan tarif AS-China yang masih belum ada kontak keduanya
Fundamental besar masih negatif, sehingga kenaikan akibat geopolitik (militer)kemungkinan masih bersifat terbatas
Secara teknis, level psikologis saat ini di 55-57 dan sejauh ini efektif penurunan tertahan di 55 dan terjadi rebound hingga 62 -> kemungkinan rebound teknis yang wajar
Resistance 64-65, kemungkinan masih terlalu kuat untuk ditembus karena kebijakan OPEC+ mulai berjalan per April untuk meningkatkan produksi
Suggest : BUY on Dip Area : 60.30 – 60.50 Target : 1) 61.50 2) 62.50 SL : 59.30
Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 62.00 Switch to SELL jika tembus 59.00
CHART TECHNICAL ANALYSIS DOW JONES
KETERANGAN
US Treasury Yield ditutup naik, dolar ditutup melemah -> secara teori negatif untuk saham
Indeks saham AS rata-rata ditutup bullish -> positif untuk saham
Pendukung kenaikan : a. Data PPI dirilis lebih lemah dari ekspektasi, menaikkan ekspektasi penurunan suku bunga Fed b. "exemption" untuk smarthphone, komputer dan elektronik dorong saham teknologi naik
Di sisi lain, "exemption" barang-barang elektronik ternyata hanya sementara, dan Trump mengatakan masih tetap akan dikenakan 20% bersama sektoral lainnya, ditargetkan 1-2 bulan berikutnya -> waspada kenaikan terbatas
Fokus minggu ini : Retail Sales, Powell speaks, Philadelphia Fed Manufacture Index, dan perkembangan hubungan dagang AS-China
Fokus data NY Fed consumer inflation expectations malam ini jam 22.00 WIB a. Act > Exp = Saham turun -> pertahankan/follow SELL b. Act < Exp = saham naik -> switch to BUY
Secara teknis, bullish akan lebih kuat jika tembus 40700-> pertahankan/follow Buy jika konfirm tembus
Switch to Sell jika tembus 40250
Suggest : BUY on Dip Area : 40420 - 40440 Target : 1) 40540 2) 40640 SL : 40320
Alternatif : Follow/Pertahankan BUY jika tembus 40700 Switch to SELL jika tembus 40250
CHART TECHNICAL ANALYSIS S&P 500
KETERANGAN
US Treasury Yield ditutup naik, dolar ditutup melemah -> secara teori negatif untuk saham
Indeks saham AS rata-rata ditutup bullish -> positif untuk saham
Pendukung kenaikan : a. Data PPI dirilis lebih lemah dari ekspektasi, menaikkan ekspektasi penurunan suku bunga Fed b. "exemption" untuk smarthphone, komputer dan elektronik dorong saham teknologi naik
Di sisi lain, "exemption" barang-barang elektronik ternyata hanya sementara, dan Trump mengatakan masih tetap akan dikenakan 20% bersama sektoral lainnya, ditargetkan 1-2 bulan berikutnya -> waspada kenaikan terbatas
Fokus minggu ini : Retail Sales, Powell speaks, Philadelphia Fed Manufacture Index, dan perkembangan hubungan dagang AS-China
Fokus data NY Fed consumer inflation expectations malam ini jam 22.00 WIB a. Act > Exp = Saham turun -> pertahankan/follow SELL b. Act < Exp = saham naik -> switch to BUY
Secara teknis, bullish akan lebih kuat jika tembus 5450-> pertahankan/follow Buy jika konfirm tembus
Switch to Sell jika tembus 5250
Suggest : BUY on Dip Area : 5370.00 – 5390.00 Target : 1) 5420.00 2) 5460.00 SL : 5340.00
Alternatif : Pertahankan BUY jika tembus 5450 Switch to SELL jika tembus 5250
CHART TECHNICAL ANALYSIS NASDAQ
KETERANGAN
US Treasury Yield ditutup naik, dolar ditutup melemah -> secara teori negatif untuk saham
Indeks saham AS rata-rata ditutup bullish -> positif untuk saham
Pendukung kenaikan : a. Data PPI dirilis lebih lemah dari ekspektasi, menaikkan ekspektasi penurunan suku bunga Fed b. "exemption" untuk smarthphone, komputer dan elektronik dorong saham teknologi naik
Di sisi lain, "exemption" barang-barang elektronik ternyata hanya sementara, dan Trump mengatakan masih tetap akan dikenakan 20% bersama sektoral lainnya, ditargetkan 1-2 bulan berikutnya -> waspada kenaikan terbatas
Fokus minggu ini : Retail Sales, Powell speaks, Philadelphia Fed Manufacture Index, dan perkembangan hubungan dagang AS-China
Fokus data NY Fed consumer inflation expectations malam ini jam 22.00 WIB a. Act > Exp = Saham turun -> pertahankan/follow SELL b. Act < Exp = saham naik -> switch to BUY
Secara teknis, bullish akan lebih kuat jika tembus 19100-> pertahankan/follow Buy jika konfirm tembus
Switch to Sell jika tembus 18700
Suggest : BUY on Dip Area : 18860.00 – 18880.00 Target : 1) 18980.00 2) 20080.00 SL : 18760.00
Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 19100 Switch to SELL jika tembus 18700
Indeks Nikkei ditutup doji, secara teori cenderung naik-> positif untuk Nikkei
Indeks saham global rebound, terutama sektor teknologi yang didorong oleh exemption tariff untuk barang-barang elektronik oleh Trump
Tapi kenaikan dikhawatirkan terbatas karena exemption hanya bersifat sementara -> waspada kenaikan terbatas, dan berbalik turun
Tetap waspada perkembangan lebih lanjut tentang tarif, terutama hubungan dagang AS-China
Ekspektasi kenaikan suku bunga BOJ juga tetap terbuka -> potensi membatasi kenaikan
Bearish akan lebih kuat jika secara teknis berhasil tembus 33500-> switch to SELL
Sebaliknya, bullish akan dominan jika tembus 34350 -> pertahankan/follow BUY
Suggest : BUY on Dip Area : 33750 - 33770 Target : 1) 33870 2) 33970 SL : 33650
Alternatif :
Follow/Pertahankan BUY jika tembus 34350
Switch to SELL jika tembus 33500
CHART TECHNICAL ANALYSIS HANGSENG
KETERANGAN
Candle ditutup bullish, secara teori peluang naik -> positif untuk Hang Seng
Pagi ini dibuka gap up karena Wall Street ditutup naik -> positif untuk saham
Secara fundamental, target pertumbuhan yang optimis dari pemerintah China, kesiapan untuk menangani dampak tarif Trump, dan kebijakan longgar lainnya dari moneter maupun fiskal mendukung ekonomi -> positif untuk saham/Hang Seng medium term, penurunan kemungkinan terbatas
Ketegangan hubungan dagang AS-China masih membayangi -> negatif sentiment untuk saham
Pasar masih menunggu realisasi kebijakan fiskal/stimulus dari Pemerintah China untuk atasi dampak tarif, jika muncul dengan angka lebih besar dari 10 triliun yuan, maka potensi bullish untuk saham -> potensi membatasi penurunan, tapi butuh detail angka stimulus untuk mendorong naik lebih tinggi
Pasar juga menunggu perkembangan hubungan dagang AS-China
Medium term : bullish tetap terbuka karena pemerintah China targetkan pemulihan konsumsi domestik, PBOC juga tetap longgarkan kebijakan-> setiap penurunan adalah peluang untuk buy untuk strategi medium term
Bullish akan dominan jika mampu tembus 21450 -> pertahankan/follow BUY
Tekanan bearish akan lebih dominan jika tembus 21000 -> Switch to SELL
Suggest : BUY on Dip Area : 21140 - 21160 Target : 1) 21260 2) 21360 SL : 21040
Alternatif : Follow/Pertahankan BUY jika tembus 21450 Switch to SELL jika tembus 21000
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.