Candle ditutup bearish, secara teori cenderung turun
Fokus tertuju pada rencana kenaikan produksi di pertemuan OPEC hari Minggu sehingga minyak cenderung turun
OPEC+ diperkirakan akan kembali menaikkan produksi sebesar 137K bph di pertemuan Minggu ini, sejalan dengan pertemuan sebelumnya -> membatasi kenaikan minyak
Di sisi lain, ada ancaman terkait gencatan senjata Israel-Hamas yang kemungkinan memanas kembali karena PM Netanyahu memerintahkan militer Israel menyerang Gaza-> potensi mendorong harga minyak naik, tapi diperkirakan spike atau kenaikan sesaat
Fundamental tetap menjadi landasan utama selama tidak ada perang/geopolitik yang memanas berlarut-larut: a. Keputusan OPEC+ tetap di jalur kenaikan produksi -> negatif untuk minyak/menahan kenaikan terlalu tinggi b. Kebijakan Tarif memicu kekhawatiran melambatnya ekonomi sehingga memicu lemahnya permintaan c. Trump menargetkan harga minyak yang lebih rendah
Harga di bawah 60 mengkonfirmasi penurunan lebih lanjut, area support 55 sekarang support psikologis -> jika tembus, maka proyeksi selanjutnya zona 48-50
Area 65-66 kemungkinan resistance target jika sanksi minyak Rusia berlanjut memanas
Suggest : SELL on Rally Area : 60.70-60.90 Target : 1) 59.70 2) 58.70 SL : 61.90
Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 59.80 Switch to BUY jika tembus 62.50
CHART TECHNICAL ANALYSIS DOW JONES
Keterangan :
Candlestick ditutup bullish, secara teori cenderung naik, tapi masih harus waspada karena real body kecil dan juga candle mirip dengan shooting star yang menandakan potensi koreksi turun
Shutdown masih berlanjut, belum ada tanda-tanda reopening dalam waktu dekat
Saham-saham AS ditutup naik dan kembali cetak rekor tertinggi baru, dipicu oleh ekspektasi penurunan suku bunga Fed, gencatan senjata dagang AS-China dan juga antusiasme pada teknologi AI -> positif untuk saham
Karena shutdown masih berlanjut, maka fokus minggu ini akan tertuju pada : a. FOMC Meeting 28-29 Okt (announcment 30 Okt dinihari waktu Indonesia) b. kepastian dihentikannya QT $6.6 triliun (diharapkan diumumkan Powell di pertemuan FOMC) c. Pertemuan Trump-Xi akhir bulan (31 Okt- 1 Nov) d. laporan earnings perusahaan-perusahaan AS
Fokus utama malam ini : pidato Powell di FOMC Meeting a. cut rate 25 bps + petunjuk tentang QT dihentikan -> positif untuk saham -> pertahankan BUY b. cut rate 25 bps + tidak ada petunjuk/tidak ada rencana hentikan QT -> negatif untuk saham -> switch to SELL
Bullish lebih kuat jika tembus 47870 -> pertahankan BUY
Bearish lebih dominan jika tembus 47400 -> switch to SELL
Suggest : BUY on Dip Area : 47760 -47780 Target : 1) 47880 2) 47980 SL : 47660
Alternatif : Follow/Pertahankan BUY jika tembus 47870 Switch to SELL jika tembus 47400
CHART TECHNICAL ANALYSIS NASDAQ
Keterangan :
Candlestick ditutup bullish, secara teori cenderung naik
Shutdown masih berlanjut, belum ada tanda-tanda reopening dalam waktu dekat
Saham-saham AS ditutup naik dan kembali cetak rekor tertinggi baru, dipicu oleh ekspektasi penurunan suku bunga Fed, gencatan senjata dagang AS-China dan juga antusiasme pada teknologi AI -> positif untuk saham
Karena shutdown masih berlanjut, maka fokus minggu ini akan tertuju pada : a. FOMC Meeting 28-29 Okt (announcment 30 Okt dinihari waktu Indonesia) b. kepastian dihentikannya QT $6.6 triliun (diharapkan diumumkan Powell di pertemuan FOMC) c. Pertemuan Trump-Xi akhir bulan (31 Okt- 1 Nov) d. laporan earnings perusahaan-perusahaan AS
Fokus utama malam ini : pidato Powell di FOMC Meeting a. cut rate 25 bps + petunjuk tentang QT dihentikan -> positif untuk saham -> pertahankan BUY b. cut rate 25 bps + tidak ada petunjuk/tidak ada rencana hentikan QT -> negatif untuk saham -> switch to SELL
Bullish lebih kuat jika tembus 26230 -> pertahankan BUY
Bearish lebih dominan jika tembus 25800 -> switch to SELL
Suggest : BUY on Dip Area : 26090.00 - 26110.00 Target : 1) 26210.00 2) 26310.00 SL : 25990.00
Alternatif : Pertahankan/Follow BUY jika tembus 26230 Switch to SELL jika tembus 25800
CHART TECHNICAL ANALYSIS S&P 500
Keterangan :
Candlestick ditutup bullish, secara teori cenderung naik, tapi masih harus waspada karena real body kecil dan juga candle mirip dengan shooting star yang menandakan potensi koreksi turun
Shutdown masih berlanjut, belum ada tanda-tanda reopening dalam waktu dekat
Saham-saham AS ditutup naik dan kembali cetak rekor tertinggi baru, dipicu oleh ekspektasi penurunan suku bunga Fed, gencatan senjata dagang AS-China dan juga antusiasme pada teknologi AI -> positif untuk saham
Karena shutdown masih berlanjut, maka fokus minggu ini akan tertuju pada : a. FOMC Meeting 28-29 Okt (announcment 30 Okt dinihari waktu Indonesia) b. kepastian dihentikannya QT $6.6 triliun (diharapkan diumumkan Powell di pertemuan FOMC) c. Pertemuan Trump-Xi akhir bulan (31 Okt- 1 Nov) d. laporan earnings perusahaan-perusahaan AS
Fokus utama malam ini : pidato Powell di FOMC Meeting a. cut rate 25 bps + petunjuk tentang QT dihentikan -> positif untuk saham -> pertahankan BUY b. cut rate 25 bps + tidak ada petunjuk/tidak ada rencana hentikan QT -> negatif untuk saham -> switch to SELL
Bullish lebih kuat jika tembus 6950 -> pertahankan BUY
Bearish lebih dominan jika tembus 6830 -> switch to SELL
Suggest : BUY on Dip Area : 6890.00 – 6910.00 Target : 1) 6940.00 2) 6970.00 SL : 6860.00
Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 6950 Switch to SELL jika tembus 6830
CHART TECHNICAL ANALYSIS NIKKEI
Keterangan :
Candle ditutup bullish, secara teori cenderung naik, tapi harus waspada karena bentuk candle mirip dengan hanging man (tail bawah lebih panjang dari tail atas) biasanya menandakan potensi koreksi turun
Ekspektasi penurunan suku bunga Fed, gencatan senjata dagang AS-China, kerjasama AS-Jepang mendominasi dorongan kenaikan saham global, termasuk NIKKEI
Nikkei juga positif karena ekspektasi kebijakan fiskal yang longgar dari PM Takaichi
Di sisi lain, pernyataan Scott Bessent tentang pemerintah Jepang yang mengedepankan independensi BOJ membuat Yen menguat, ada kemungkinan pasar mengartikan pernyataan tersebut sebagai potensi BOJ bisa saja tetap di jalur kenaikan suku bunga untuk mengataasi inflasi, tapi di sisi lain kebijakan pemerintah tetap bisa fokus pada pertumbuhan -> berpotensi buat Nikkei tetap naik (karena stimulus fiskal pemerintah), tapi di sisi lain Yen tetap menguat (= USDJPY turun, karena BOJ tetap terbuka untuk menaikkan suku bunga)
Jepang masih harus tunggu BOJ Meeting minggu ini yang diperkirakan akan menahan suku bunga, tapi pasar juga harus mewaspadai kejutan BOJ
Fokus lebih dulu ke FOMC metting nanti malam, pergerakan akan relatif mirip dengan Nasdaq merespon pengumuman Powell nanti malam
Bearish lebih dominan jika tembus 50300 -> switch to SELL
Bullish lebih dominan jika tembus 50950 -> pertahankan BUY
Suggest : BUY on Dip Area : 50760-- 50780 Target : 1) 50880 2) 50980 SL : 50660
Alternatif : Follow/Pertahankan BUY jika tembus 50950 Switch to SELL jika tembus 50300
CHART TECHNICAL ANALYSIS HANGSENG
Keterangan :
Hong Kong Stock Exchange (HKEX) is closed in observance of Chung Yeung
Suggest : LIBUR Area : - Target : 1) - SL : - Alternatif : -
Research & Analysis PT Agrodana Futures
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.