Candle ditutup bearish, secara teori peluang turun
Di H4 kenaikan tertahan di zona resistance 64 (setelah gap down), diikuti swing low sampai 61.40. Secara teori, FR 61.8% di H4 ini tidak/belum ditembus. Namun, kondisi candle daily bearish mengindikasikan peluang koreksi mungkin belum selesai. Bullish di sisi lain bisa kembali stabil jika mampu naik di atas 64 (high kemarin)
Pasar masih terus mencermati perkembangan AS-Iran. Situasai terbaru menyebut Iran siap untuk berunding tentang program nuklirnya dengan AS di Turki, di tengah tekanan militer AS yang siaga di perairan Iran
a. Mencapai kesepakatan = oil turun, kembali ke fokus kekhawatiran 'oversupply'-> pertahankan SELL
b. Tidak mencapai kesepakatan = oil naik, dengan cepat picu kekhawatiran gangguan pasokan karena serangan AS ke Iran bisa terjadi sewaktu-waktu -> switch to BUY!
Jika risiko geopolitik (terutama serangan AS ke Iran) reda, maka tekanan datang dari beberapa hal :
a. Ketidakpastian ekonomi global -> picu lemahnya permintaan, cenderung berdampak negatif untuk harga minyak
b. Rusia-Ukraina dikabarkan diambang perdamaian -> negatif untuk minyak
c. Minyak Venezuela mulai mengalir ke pasar global -> penambah alasan kekhawatiran oversupply
Bullish lebih kuat jika tembus 66.45 -> pertahankan BUY
Bearish lebih kuat jika tembus 60.20 -> switch to SELL
Suggest : SELL on Rally Area : 62.80 – 63.00 Target : 1) 61.80 2) 60.80 SL : 64.00
Alternatif : Pertahankan/follow SELL jika tembus 61.00 Switch to BUY jika tembus 64.50 atau jika geopolitik kembali memanas
CHART TECHNICAL ANALYSIS DOW JONES
Keterangan :
Candlestick ditutup bullish, secara teori peluang rebound/naik
Pola Ascending Broadening Wedge di daily chart masih membayangi, tapi masih harus menunggu validasi dari penembusan support 48900.
Indeks saham utama AS masih dipengaruhi beberapa faktor yang menghalangi kenaikan
a. Ketidakpastian situasi geopolitik -> tunggu hasil pertemuan AS-Iran di Turki
b. Ditunjuknya Kevin Warsh sebagai calon ketua Fed menggantikan Powell -> masih jadi perdebatan karena profil masa lalu Warsh yang cenderung menentang QE, dianggap pasar sebagai penghambat penurunan suku bunga di masa depan, sedangkan Trump meyakinkan pasar bahwa Warsh dipilih karena komitmen untuk memangkas suku bunga
BLS resmi umumkan menunda laporan NFP Januari yang awalnya dijadwalkan Jumat, 6 Februari karena partial shutdown pemerintah AS. Secara teori memunculkan kekhawatiran ketidakpastian kebijakan karena tidak ada data ekonomi yang bisa dicermati. Tapi merujuk ke kejadian government shutdown Oktober, saham cenderung merespon naik
Data ISM dirilis mengejutkan lebih kuat, semakin mendukung saham-saham sektor riil. Transportasi dan industri melonjak tajam, catat kenaikan terbesar dalam sebulan sejak 2020 dan pesanan baru melonjak drastis -> kenaikan saham-saham sektor riil ikut membantu kenaikan Indeks saham secara umum
Pasar juga akan mencermati laporan pendapatan beberapa perusahaan teknologi besar minggu ini -> kemungkinan sensitif pada Nasdaq
Bearish lebih kuat jika tembus 49050 -> switch to SELL
Bullish tetap dominan selama tidak tembus 49084-49285 -> pertahankan BUY
Suggest : BUY on Dip Area : 49420 - 49440 Target : 1) 49540 2) 49640 SL : 49320
Alternatif : Alternative BUY : 49084-49285 Switch to SELL jika tembus 49050
CHART TECHNICAL ANALYSIS NASDAQ
Keterangan :
Candlestick ditutup bullish, secara teori cenderung naik
Secara teknis, H4 berhasil rebound dari level terendahnya, dan kenaikan mendorong kembali di atas FR 38.2% 25841. Bullish kembali berlanjut jika mampu tembus 26034. Sebaliknya, waspada jika kembali turun di bawah 25232
Indeks saham utama AS masih dipengaruhi beberapa faktor yang menghalangi kenaikan
a. Ketidakpastian situasi geopolitik -> tunggu hasil pertemuan AS-Iran di Turki
b. Ditunjuknya Kevin Warsh sebagai calon ketua Fed menggantikan Powell -> masih jadi perdebatan karena profil masa lalu Warsh yang cenderung menentang QE, dianggap pasar sebagai penghambat penurunan suku bunga di masa depan, sedangkan Trump meyakinkan pasar bahwa Warsh dipilih karena komitmen untuk memangkas suku bunga
BLS resmi umumkan menunda laporan NFP Januari yang awalnya dijadwalkan Jumat, 6 Februari karena partial shutdown pemerintah AS. Secara teori memunculkan kekhawatiran ketidakpastian kebijakan karena tidak ada data ekonomi yang bisa dicermati. Tapi merujuk ke kejadian government shutdown Oktober, saham cenderung merespon naik
Data ISM dirilis mengejutkan lebih kuat, semakin mendukung saham-saham sektor riil. Transportasi dan industri melonjak tajam, catat kenaikan terbesar dalam sebulan sejak 2020 dan pesanan baru melonjak drastis -> kenaikan saham-saham sektor riil ikut membantu kenaikan Indeks saham secara umum
Pasar juga akan mencermati laporan pendapatan beberapa perusahaan teknologi besar minggu ini -> kemungkinan sensitif pada Nasdaq
Bearish lebih kuat jika tembus 26450 -> switch to SELL
Bullish tetap dominan selama tidak tembus 25467-25734 -> pertahankan BUY
Suggest : BUY on Dip Area : 25700.00 – 25720.00 Target : 1) 25820.00 2) 25920.00 SL : 25600.00
Alternatif : Alternatif BUY : 25467-25734 Switch to SELL jika tembus 26450
CHART TECHNICAL ANALYSIS S&P 500
Keterangan :
Candlestick ditutup bullish, secara teori cenderung naik
Pola Rising Wedge daily masih membayangi sehingga berpotensi membatasi kenaikan. Tapi pola ini masih harus tunggu validasi dari penembusan support 6880. Dan pola akan gagal jika tembus 7095
Indeks saham utama AS masih dipengaruhi beberapa faktor yang menghalangi kenaikan
a. Ketidakpastian situasi geopolitik -> tunggu hasil pertemuan AS-Iran di Turki
b. Ditunjuknya Kevin Warsh sebagai calon ketua Fed menggantikan Powell -> masih jadi perdebatan karena profil masa lalu Warsh yang cenderung menentang QE, dianggap pasar sebagai penghambat penurunan suku bunga di masa depan, sedangkan Trump meyakinkan pasar bahwa Warsh dipilih karena komitmen untuk memangkas suku bunga
BLS resmi umumkan menunda laporan NFP Januari yang awalnya dijadwalkan Jumat, 6 Februari karena partial shutdown pemerintah AS. Secara teori memunculkan kekhawatiran ketidakpastian kebijakan karena tidak ada data ekonomi yang bisa dicermati. Tapi merujuk ke kejadian government shutdown Oktober, saham cenderung merespon naik
Data ISM dirilis mengejutkan lebih kuat, semakin mendukung saham-saham sektor riil. Transportasi dan industri melonjak tajam, catat kenaikan terbesar dalam sebulan sejak 2020 dan pesanan baru melonjak drastis -> kenaikan saham-saham sektor riil ikut membantu kenaikan Indeks saham secara umum
Pasar juga akan mencermati laporan pendapatan beberapa perusahaan teknologi besar minggu ini -> kemungkinan sensitif pada Nasdaq
Bearish lebih kuat jika tembus 6900 -> switch to SELL
Bullish tetap dominan selama tidak tembus 6870-6970 -> pertahankan BUY
Suggest : BUY on Dip Area : 6950.00 – 6970.00 Target : 1) 7000.00 2) 7030.00 SL : 6920.00
Alternatif : Pertahankan/follow BUY jika tembus 7040 Switch to SELL jika tembus 6900
CHART TECHNICAL ANALYSIS NIKKEI
Keterangan :
Candle ditutup bullish, secara teori cenderung naik
Secara teknis, kenaikan daily masih tertahan di zona resistance sehingga ada peluang ditekan turun kembali, terutama jika gagal naik di atas 54560 -> penurunan kembali dominan jika tembus 53000
Di sisi lain, daily juga membuka peluang untuk membentuk pola cup & handle jika dilihat dari kenaikan sejak 3 Nov 2025. Cekungan pertama adalah cup, dan saat ini sedang berada di bagian "handle". Pola ini akan konfirm selama tidak ada penurunan lebih lanjut di bawah 51085, dan kenaikan harus bisa tembus resistance 54560 -> peluang bullish jika tembus resistance
Risiko intervensi "aktual" dari pemerintah Jepang terhadap mata uang yen yang bisa terjadi sewaktu-waktu sehingga dikhawatirkan kenaikan Nikkei terhambat
Sampai saat ini belum terlihat realisasi intervensi "aktual" terhadap yen sehingga peluang kenaikan saat ini mendominasi
Bullish lebih dominan jika tembus 54250-> pertahankan BUY
Bearish lebih dominan jika tembus 53050-> switch to SELL
Suggest : BUY on Dip Area : 53600 - 53620 Target : 1) 53820 2) 53920 SL : 53500
Alternatif : Follow BUY jika tembus 54250 Switch to SELL jika tembus 53050 Tetap waspada dengan potensi “intervensi aktual” yen sewaktu-waktu!
CHART TECHNICAL ANALYSIS HANGSENG
Keterangan :
Candle ditutup bearish, secara teori peluang turun
Pagi ini dibuka gap up seiring redanya geopolitik sementara waktu
Secara teknis, uptren sejauh ini masih dominan karena trendline support daily 26960 belum/tidak ditembus
Faktor domestik masih didukung oleh ekspektasi kebijakan fiskal pemerintah yang longgar dan juga kebijakan moneter PBOC yang longgar untuk mendukung konsumsi domestik dan pertumbuhan ekonomi berhasil mengangkat ekuitas China dan Hong Kong, meskipun perlu realisasi nyata untuk mendukung optimisme pasar-> positif untuk Hang Seng
Bullish lebih kuat jika tembus 27050 -> pertahankan BUY
Bearish lebih dominan jika tembus 26500-> switch to SELL
Suggest : BUY on Dip Area : 26820 - 26840 Target : 1) 26940 2) 27040 SL : 26720 Alternatif : Follow/Pertahankan BUY jika tembus 27050 Switch to SELL jika tembus 26500
Research & Analysis PT Agrodana Futures
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.
Agrodana Futures adalah perusahaan Pialang berizin dan diawasi oleh Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, dan merupakan anggota dari Bursa ICDX dan JFX dan Kliring House ICH dan KBI. Kami menerima klien Warga Negara Indonesia dan Asing yang memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas di Indonesia kecuali warga negara Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Australia, Jepang, Iran dan Korea Utara. Transaksi ini memiliki leverage dan tingkat risiko yang tinggi terhadap modal, dan tidak selalu cocok untuk semua orang, pelajari dan pahami risikonya sebelum memulai transaksi.