Trading forex memberikan potensi keuntungan yang besar kepada orang yang mengerti cara kerjanya! Berbeda dengan pembelian mata uang asing di money changer, trading forex menawarkan potensi keuntungan dari perubahan harga yang terjadi dalam waktu yang singkat (detik / menit / jam / hari). Adanya leverage membuat trader forex bisa melakukan jual/beli mata uang asing tanpa perlu modal yang sebanding. Agrodana Futures menawarkan trading forex dengan leverage 1:100.
Walaupun trading forex memiliki potensi keuntungan yang sangat besar, namun trader forex harus berhati-hati, karena risikonya juga tinggi. Analisa terhadap pergerakkan harga dinilai sangat penting dalam mengambil keputusan trading. Terdapat 3 cara menganalisa harga sebelum mengambil keputusan trading, yaitu analisa fundamental, analisa teknikal, dan kombinasi keduanya.
Analisa fundamental memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi ekonomi dan berusaha menetapkan ekonomi mana yang berkembang dan yang tidak. Analisa fundamental sangat bergantung pada data dan laporan ekonomi.
Analisa Fundamental dapat memahami kekuatan ekonomi suatu negara yang akhirnya mempengaruhi nilai mata uangnya. Indikator ekonomi seperti inflasi, GDP, tingkat pengangguran, dan data lainnya memberikan gambaran tentang kesehatan ekonomi.
Analisa fundamental dapat menilai kebijakan moneter yang diterapkan oleh bank central, seperti suku bunga dan program stimulus, memiliki dampak langsung terhadap nilai tukar mata uang.
Analisa fundamental juga dapat membantu trader forex memahami pasar secara umum, apakah sentimen pasar sedang positif atau negatif.
Analisa fundamental juga bisa mengantisipasi perubahan jangka panjang. Analisa teknikal fokus pada pergerakkan harga jangka pendek, analisa fundamental membantu trader memahami tren jangka panjang yang didorong oleh perubahan fundamental dalam ekonomi global atau kebijakan pemerintah.
Analisa fundamental juga dapat membuat trader forex dapat mengelola risiko dengan lebih baik. Misalnya, trader bisa menghindari risiko saat rilis data ekonomi yang memiliki volalitas tinggi atau mempersiapkan strategi untuk menghadapi volalitas tersebut.
Ketahui siklus ekonomi, kebijakan moneter bank central, dan indikator ekonomi lain seperti Gross Domestic Product (GDP), tingkat pengangguran (unemployment rate), produksi industri (industrial production), dan inflasi konsumen (Consumer Price Index / CPI). Data ini bisa diperoleh dari kalender forex yang ada pada aplikasi Agrodana News.
Pada kalender ekonomi, akan ada data aktual, forecast (estimasi ekonom), dan previous (data periode sebelumnya). Trader bisa melakukan perbandingan data tersebut dan mencari tahu apakah market dunia sedang mengalami masa resesi, kelesuan / through, pemulihan / recovery, atau puncak / peak.

Bandingkan data ekonomi global dengan negara yang instrumennya ingin diperdagangkan, misalnya:
Jika pertumbuhan global sedang tinggi, risiko investasi biasanya naik. Artinya, instrumen komoditas, seperti emas, silver, crude oil, dan mata uang yang sejalan dengan komoditas, serta mata uang negara dengan fundamental lemah akan meningkat.
Jika terjadi krisis, pasar akan melakukan aksi jual dan akan memilih instrumen finansial yang lebih aman dan mata uang negara yang fundamentalnya lebih kuat.
Agrodana Futures menyediakan produk 1 PIP Fixed Spread yang membuat profit lebih cepat dan dan lebih baik untuk trading emas dan trading forex.
Selain makroekonomi, kebijakan yang diambil dari bank central mempengaruhi analisa fundamental.
Setelah mengetahui makro ekonomi dan kondisi moneter global, maka:
Jika kebijakan moneter longgar setelah masa resesi, maka hal tersebut normal adanya dan instrumen seperti CFD dan mata uang yang berisiko lebih tinggi bisa dipilih.
Jika kebijakan moneter yang longgar berkepanjangan, maka kemungkinan ekonomi bubble (resesi) akan terjadi. Mata uang dengan fundamental rendah akan terapresiasi (kurs naik), sehingga short-selling dapat dilakukan.
Jika kebijakan moneter ketat setelah masa puncak, maka trader perlu memilih instrumen yang relatif lebih aman.
Jika kebijakan moneter ketat berkepanjangan, maka instrumen dengan fundamental ekonomi kuat akan terapresiasi (kurs naik) hingga melewati level wajar, sehingga short selling bisa dilakukan.
Skenario-skenario diatas bisa saja tidak terjadi, jika terjadi krisis karena geopolitik atau hal-hal lainnya.
Dalam dunia forex, ada 8 mata uang mayor (major currency) yang bisa ditradingkan di Agrodana Futures. Berikut daftarnya beserta dengan nama bank central masing-masing:
| Mata Uang | Bank Central |
| Amerika Serikat (USD) | Federal Reserve (The Fed) |
| Euro (EUR) | European Bank Central (ECB) |
| Yen (JPY) | Bank of Japan (BoJ) |
| Poundsterling (GBP) | Bank of England (BoE)/ The Fed |
| Dolar Australia (AUD) - Dolar Komoditas (Comdoll) | Reserve Bank of Australia (RBA) dan atau Fluktuasi harga komoditas dan sentimen risiko |
| Dolar Kanada (CAD) - Dolar Komoditas (Comdoll) | Bank of Canada (BoC) dan atau harga minyak |
| Franc Swiss (CHF) | Swiss National Bank (SNB) |
| Dolar New Zealand (NZD) - Dolar Komoditas (Comdoll) | Reserve Bank of New Zealand (RBNZ). |
Setiap bank sentral akan meninjau ualng kebijakan setiap 4-6 minggu sekali. Keputusan-keputusannya dapat dilihat pada kalender forex yang ada di aplikasi Agrodana News.
Selain suku bunga, trader forex perlu menganalisa Neraca Pembayaran. Data yang perlu diperhatikan adalah data Current Account Balance (CAB) dan rasio Current Account to GDP. Jika ekspor lebih besar dari impor, maka Current Account akan surplus dan permintaan mata uang lokal akan menguat.
Dengan membandingkan suku bunga dan neraca pembayaran, trader forex dapat mengambil tindakan sebagai berikut:
Ketika perekonomian dunia berada pada akhir fase Pemulihan dan awal fase Puncak, maka trader forex akan cenderung menjual mata uang dengan kondisi fundamental kuat dan suku bunga rendah. Sebaliknya, mereka justru akan membeli mata uang dengan suku bunga lebih tinggi, meskipun fundamentalnya mungkin lebih lemah.
Ketika perekonomian dunia mengalami fase Resesi dan Kelesuan (through), maka trader forex cenderung cari aman dengan membeli mata uang dengan Neraca Pembayaran kuat. Di saat yang sama, trader forex akan menjual mata uang dengan suku bunga lebih tinggi yang negaranya memiliki Neraca Pembayaran buruk.
Pelajari lebih mendalam tentang analisa fundamental pada market di Youtube Channel Agrodana Futures Official atau kamu bisa mempelajarinya bersama komunitas Ayo Belajar Trading.



